Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI


RT.03, RW.03, KELURAHAN KASSI-KASSI

Nama Mahasiswa : Ika Julianty. A


Nim : R014172016

CI LAHAN CI INSTITUSI

[ ] [ ]

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Fasilitas Yankes Puskesmas Kassi-Kassi No. Register -


Nama Perawat Tanggal
Ika Julianty. A 21 November 2018
yang mengkaji Pengkajian
1. DATA KELUARGA
Nama Kepala Bahasa sehari-
Tn. M Bahasa Makassar
Keluarga hari
Alamat Rumah & Jl. Toddopuli 1 RT.03, RW. 13, Kel. Jarak yankes
1,4 km
Telp Kassi-Kassi. terdekat
Agama Islam & Suku Bugis
Agama & Suku Alat Transportasi Motor
Makassar
DATA ANGGOTA KELUARGA
Hub dgn Umu Pendidikan
No Nama JK Suku Pekerjaan Saat Ini
KK r Terakhir
Bugis
1. Tn. M KK 38 th Laki-laki SMP Buruh harian
Makassar
Bugis
2. Ny. F Istri 35 th Perempuan SMP IRT
Makassar
Bugis
3. An. SA Anak 9 th Perempuan TK Belum Bekerja
Makassar
Bugis
4. An. MN Anak 5 th Laki-laki Belum sekolah Belum Bekerja
Makassar

LANJUTAN
No Nama Penampilan Umum Status Riwayat Penyakit/ Analisis Masalah
Kesehatan Alergi Kesehatan INDIVIDU
Saat ini
1. Tn. M Baik Sehat Tidak ada Sehat
Kram Tangan &
2. Ny. F Lemas Tidak ada Sakit
Hamil
3. An. SA Baik Sehat Tidak ada Sehat
4. An. MN Baik Sehat Tidak ada Sehat

2. DATA PENGKAJIAN INDIVIDU YANG SAKIT (terlampir)


3. DATA PENUNJANG KELUARGA
Rumah dan Sanitasi Lingkungan PHBS Di Rumah Tangga
 Kondisi Rumah :  Jika ada Bunifas, Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan :
Kondisi rumah dalam dan luar rumah kurang Ya/ Tidak*
bersih serta penataan barang juga kurang rapi.
 Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif :
 Ventilasi : Ya/ Tidak*
Cukup/Kurang
Ventilasi rumah kurang baik dan tidak sesuai  jika ada balita, Menimbang balita tiap bln :
dengan luas rumah. Ya/ Tidak*

 Pencahayaan Rumah :  Menggunakan air bersih untuk makan & minum:


Baik/ Tidak* Ya/ Tidak*
Rumah kurang mendapatkan pencahayaan Klien menggunakan air galon namun tidak di rebus terlebih
 Saluran Buang Limbah : dahulu dan klien mengambil air galon dari depo yang tidak
Baik /Cukup/Kurang* direkomendasikan oleh puskesmas.
Pembuangan limbah sering dilakukan di rawa
sebelah rumah klien, selain itu parit di depan  Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri:
rumah klien juga tidak mengalir Ya/ Tidak*
 Sumber Air Bersih : Sumber air klien berasal dari PDAM
Sehat/Tidak Sehat*  Mencuci tangan dengan air bersih & sabun :
Sumber air mandi berasal dari PDAM dan Ya/ Tidak*
sumber air minum berasal dari galon, namun Keluarga terkadang tidak mencuci tangan terlebih dahulu
klien tidak merebuus terlebih dahulu. sebelum makan
 Jamban Memenuhi Syarat :  Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya :
Ya/Tidak* Ya/ Tidak*
Klien memiliki jamban bentuk leher angsa Sampah klien dikumpul dan diangkut oleh petugas.
dengan jarak septic tank yang kurang dari 10  Menjaga lingkungan rumah tampak bersih :
meter Ya/ Tidak*
 Tempat Sampah: Lingkungan klien tampak kotor dan klien tampak tidak memiliki
Ya/Tidak* minat membersihkannya
Sampah klien dikumpul dan diangkut oleh  Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari :
petugas Ya/ Tidak*
 Rasio Luas Bangunan Rumah dengan Jumlah Klien berjualan lauk pauk dan juga mengkonsumsinya setiap hari
Anggota Keluarga 7m2/orang : Ya/Tidak*  Menggunakan jamban sehat :
Luas rumah klien sekitar 6x3,5 m dengan Ya/ Tidak*
anggota keluarga berjumlah 4 orang. Jenis jamban leher angsa dengan jarak septic tank kurang dari
10 meter
 Memberantas jentik di rumah sekali seminggu :
Ya/ Tidak*
klien jarang memberantas jentik nyamuk
 Makan buah dan sayur setiap hari : Ya/ Tidak*
Klien jarang mengkonsumsi buah
 Melakukan aktivitas fisik setiap hari : Ya/ Tidak*
Klien jarang berolahraga
 Tidak merokok di dalam rumah : Ya/ Tidak*
Kepala keluarga merokok di dalam dan luar rumah.

4. KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN TUGAS PEMELIHARAAN KESEHATAN ANGGOTA


KELUARGA
1) Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit:
 Ada  Tidak karena
2) Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya :
 Ya  Tidak, keluarga terkadang tidak mengetahui penyakit yang terjadi
3) Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya:
 Ya  Tidak
4) Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya :
 Ya  Tidak
5) Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya bila tidak
diobati/dirawat :
 Ya  Tidak
6) Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
 Keluarga  Tetangga  Kader  Tenaga kesehatan, yaitu pegawai puskesmas
7) Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
 Tidak perlu ditangani karena akan sembuh sendiri biasanya  Perlu berobat ke fasilitas yankes  Tidak
terpikir
Keluarga mengatakan terkadang jika ada yang sakit maka keluarga akan merawat dirumah dulu sekitar 3 hari,
namun jika tidak ada perubahan baru keluarga membawa ke fasilitas kesehatan
8) Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami anggota keluarganya secara aktif :
 Ya  Tidak,karena….
9) Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan yang dialami yang dialami anggota
keluarganya :
 Ya  Tidak , Jelaskan............................................................................
10) Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan masalah kesehatan yang dialaminya:
 Ya  Tidak, Karena
11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
 Ya  Tidak, keluarga tidak memodifikasi lingkungan agar lebih sehat
12) Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan anggota
keluarga yang mengalami masalah kesehatan :
 Ya  Tidak, keluarga tetap membiarkan lingkungan dengan kondisi yang kotor
13) Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk mengatasi masalah
kesehatan anggota keluarganya :
 Ya  Tidak, jelaskan......................................................................................................................................................................
5. HASIL PEMBINAAN BERDASARKAN TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA
Kunjungan Pertama (K-1) : Perawat : Kunjungan Keempat (K-4) : Perawat :

Kunjungan Kedua (K-2) : Perawat : Kunjungan Kelima (K-5) : Perawat :

Kunjungan Ketiga (K-3) : Perawat : Kunjungan Keenam (K-6) : Perawat :

6. DATA PENGKAJIAN INDIVIDU YANG SAKIT

Nama Individu yang sakit : Ny. F Diagnosa Medik :


Sumber Dana Kesehatan : BPJS Rujukan Dokter/ Rumah Sakit :
Keadaan Umum Sirkulasi/ Cairan Perkemihan Pernapasan
Kesadaran : Composmentis  Edema  Bunyi jantung: .....  Pola BAK 1-5  Sianosis
GCS : 15  Asites  Akral dingin x/hr,vol ±1000 ml/hr  Sekret / Slym
TD : 110/70 mmHg  Tanda Perdarahan:  Hematuri   Irama ireguler
P : 22 kali/menit purpura/ hematom/ Poliuria  Wheezing
S : 36,5 oC petekie/ hematemesis/  Oliguria  
N : 72 kali/menit melena/ epistaksis* Disuria Ronki ........................................
 Takikardia  Tanda Anemia : Pucat/  Inkontinensia   Otot bantu
 Bradikardia Konjungtiva pucat/ Lidah Retensi napas ..................
 Tubuh teraba hangat pucat/ Bibir pucat/  Nyeri saat BAK  Alat bantu
 Menggigil Akral pucat*  KemampuanBAK : nafas ....................
 Tanda Dehidrasi: Mandiri/Bantu  Dispnea
mata cekung/ turgor kulit sebagian/tergantung*  Sesak
berkurang/ bibir kering *  Alat bantu:  Stridor
 Pusing  Kesemutan Tidak/Ya*………   Krepirasi
 Berkeringat  Rasa Haus Gunakan
 Pengisian kapiler < 2 detik Obat :Tidak/Ya*
 Kemampuan
BAB :Mandiri/
Bantu
sebagian/tergantung*
 Alat bantu:
Tidak/Ya*...

Pencernaan Muskuloskeletal Neurosensori


 Mual Muntah   Tonus otot Fungsi Penglihatan : Fungsi perabaan :
Kembung  Kontraktur  Buram  Kesemutan pada
Nafsu Makan :  Fraktur tangan
Berkurang/Tidak* Nyeri otot/tulang*  Tak bisa melihat  Kebas pada
 Sulit Menelan  Drop Foot Lokasi ……...........… tangan
 Disphagia  Tremor Jenis ……......…......…..  Alat bantu …........  Disorientasi 
 Bau Nafas  Malaise / fatique Parese
 Kerusakan gigi/gusi/  Atropi  Visus ………........  Halusinasi 
lidah/geraham/rahang/pal  Kekuatan otot ....….............….. Disartria
atum*  Postur tidak normal ................. Fungsi pendengaran :  Amnesia 
 Distensi Abdomen  RPS Atas : bebas/ terbatas/ Paralisis
 Bising Usus: kelemahan/ kelumpuhan  Kurang jelas  Refleks patologis ……
 Konstipasi (kanan / kiri)*  Tuli  Kejang : sifat ……..
 Diare .......x/hr  RPS Bawah :bebas/terbatas/ lama ..……
 Hemoroid, grade kelemahan/kelumpuhan  Alat bantu
 Teraba Masa abdomen (kanan / kiri)* frekwensi ....................................
 Stomatitis  Warna Putih  Berdiri : Mandiri/ Bantu  Tinnitus Fungsi Penciuman
 Riwayat obat pencahar sebagian/tergantung* Fungsi Perasa  Mampu
 Maag  Berjalan : Mandiri/ Bantu  Mampu  Terganggu
 Konsistensi .......... sebagian/tergantung*  Terganggu
Diet Khusus: Tidak/Ya*  Alat Bantu : Tidak/Ya*..............
 Kebiasaan makan-minum  Nyeri : Tidak/Ya
: Mandiri/ Bantu Skala..... Kulit
sebagian/Tergantung*  Jaringan parut  Memar  Laserasi 
 Alergi makanan Ulserasi  Pus ………
/minuman : Tidak/Ya*  Bulae/lepuh  Perdarahan bawah 
 Alat bantu : Tidak/Ya* Krustae
 Luka bakar Kulit ...... Derajat ......  Perubahan
TIDAK ADA KELAINAN warna…….
 Decubitus: grade … Lokasi ………..….

Tidur dan Istirahat


 Susah tidur : tidak
 Waktu tidur : Pukul 10.00-06.00
 Bantuan obat: tidak

Mental Komunikasi dan Budaya Kebersihan Diri Perawatan Diri


 Cemas  Denial   Interaksi dengan Keluarga :  Gigi-Mulut kotor Sehari-hari
Marah Baik/ tehambat* ......................  Mata kotor  Kulit kotor  Mandi :
Klien sering emosi karena  Berkomunikasi :  Perineal/genital kotor Mandiri/ Bantu
anaknya Lancar/ terhambat* ...............  Hidung kotor  Kuku kotor sebagian/tergant
 Takut  Putus asa  Kegiatan sosial sehari-hari :  Telinga kotor ung*
Depresi Mencari nafka : Buruh harian  Rambut-Kepala kotor  Berpakaian :
 Rendah diri  Mandiri/ Bantu
Menarik diri sebagian/tergant
 Agresif Perilaku ung*
kekerasan  Menyisir
 Respon pasca trauma ..... Rambut :
 Tidak mau melihat Mandiri/Bantu
bagian tubuh yang rusak sebagian/tergant
ung*

Tambahan :

1. Klien sedang hamil trimester pertama dan belum pernah memeriksakan


kehamilannya karena tidak memiliki KK

2. Klien mengatakan tidak pernah berusaha agar dapat memeriksakan


kehamilannya

3. Klien tampak kurang memperhatikan kebersihan anaknya.


7. Genogram

Tambahan : Anak pertama klien meninggal akibat DBD

8. Identifikasi Agama

a. Agama keluarga : Islam


b. Adakah perbedaan anggota keluarga dalam keyakinan agama dan prakteknya: Tidak ada
c. Berapa anggota keluarga yang aktif menjalankan ibadah : Kepala keluarga dan istri
d. Apakah ibadah keagamaan dilakukan oleh keluarga : Keluarga mengatakan rajin sholat 5
waktu
e. Apakah agama dijadikan sebagai dasar keyakinan atau nilai yang mempengaruhi
kehidupan keluarga: keluarga menyakini ibadah mempengaruhi kehidupannya

9. Status Kelas Sosial


Kepala keluarga bekerja sebagai buruh harian dan istri bekerja sebagai penjual lauk pauk
dirumahnya. Keluarga mengatakan biasa meminta bantuan pada saudara-saudaranya dan istri
berperan sebagai pengatur keuangan. Pendapatan yang diperoleh keluarga dalam 1 bulan
lebih dari Rp.500.000,-.
10. Rekreasi Keluarga
Keluarga biasanya menggunakan waktu luangnya untuk berkumpul dan bersantai
bersama dirumah. Menurut keluarga, kegiatan seperti menonton TV dan berkumpul bersama
sudah merupakan rekreasi bagi mereka. Keluarga cukup jarang melakukan kegiatan rekreasi
diluar seperti jalan-jalan dan lainnya.
11. Tahap Perkembangan Keluarga dan Sejarah Keluarga
b. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah yaitu
anak pertama yang berusia 9 tahun
c. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi dan kesenjangan tahap :
Tugas perkembangan pada keluarga ini sudah terpenuhi sesuai dengan tahap
perkembangan yang seharusnya.
12. Data Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Keluarga memiliki rumah kayu yang berbatasan dinding dengan rumah warga
lain. Klien memiliki dapur dan teras yang terletak bersamaan di depan rumah karena istri
berprofesi sebagai penjual lauk dan pauk. Keluarga memiliki 1 kamar tidur dan 1 kamar
mandi di dalam rumah. Kondisi dalam dan luar rumah klien kurang bersih serta terdapat
rawa disamping rumah. Istri mengatakan kurang puas dengan penggunaan ruangan
karena kondisi rumah yang sempit. Sampah keluarga diangkut oleh petugas kebersihan
setiap hari.
b. Karakteristik tetangga dan komunitas
Keluarga tinggal di sebuah gang di tengah perkotaan. Tetangga keluarga sering
berkomunikasi satu sama lain dan sebagia besar tetangga berprofesi sebagai pekerja
swasta. Seluruh penduduk di gang tersebut memiliki sumber air dari PDAM dan sampah
yang juga diangkut oleh petugas kebersihan. Terdapat 1 masjid di dekat rumah klien.
c. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga mengatakan sudah 15 tahun menetap didaerah tersebut dan suami
berasal dari wilayah tersebut. Istri berasal dari wilayah kandea dan setelah menikah ikut
menetap dengan suami di wilayah Toddopuli.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi masyarakat
Keluarga memiliki interaksi yang baik dengan warga disekitarnya dan cukup
sering menggunakan pelayanan-pelayanan yang ada dikomunitas seperti contoh
puskesmas Paccerakang. Keluarga merasa cukup terbantu dengan adanya beberapa
kegiatan di komunitas tempat tinggalnya seperti kegiatan puskesmas dan kegiatan
mahasiswa profesi keperawatan yang sering berkunjung kerumahnya.
e. Sistem pendukung keluarga
Keluarga mengatakan pemberi bantuan yang utama adalah saudara-saudara klien.
Jika keluarga tidak mampu membantu maka keluarga akan meminta dukungan dari
tetangga.
13. Struktur Keluarga
a. Pola komunikasi
Interaksi anggota keluarga pada umumnya baik antar satu dengan yang lain.
Setiap anggota keluarga memiliki kesempatan untuk menceritakan perasaanya kepada
anggota keluarga yang lalin, dan seluruh anggota keluarga akan saling mendengarkan.
b. Struktur kekuatan keluarga
Pembuatn keputusan adalah kepala keluarga namun tetap mendengar saran dari
istri. Pengatur keluarga lebih dominan adalah istri.
c. Struktur peran
1) Ayah
Berperan sebagai kepala keluarga, pencari nafkah utama, penentu kebijakan, dan
pembuat keputusan.
2) Ibu
Berperan sebagai pencari nafkah, penasehat dalam keluarga, dan pengatur
keuangan.
3) Anak pertama dan anak kedua
Berperan sebagai seorang anak yang mematuhi orang tuanya.
d. Nilai-nilai keluarga
Keluarga mengatakan tidak menganut nilai-nilai khusus dalam keluarganya.
14. Fungsi Keluarga
a. Fungsi afektif
Keluarga ini saling mendukung satu sama lain, dan semua permasalahan
diselesaikan secara bersama.
b. Fungsi sosialisasi
Interaksi yang terjadi dalam keluarga ini terjalin dengan baik. Masing-masing
anggota keluarga dapat berinteraksi dengan sopan pada anggota keluarga lainnya,
walaupun terkadang istri klien mengatakan anak klien kurang mematuhi mereka. Namun
istri mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar karena mereka masih anak-
anak. Masing-masing anggota keluarga juga tidak ragu untuk menceritakan
permasalahannya pada anggota keluarga lainnya.
c. Fungsi perawatan kesehatan, keyakinan, nilai, dan perilaku keluarga
Kepala keluarga dan istri mampu mengetahui jika ada salah satu anggota keluarga
yang sakit dan mengetahui tindakan yang harus diambil. Seperti contoh jika anak sakit
maka sang ibu akan memberikan obat.
Istri kurang mengetahui beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi bagi
kesehatan. Tidak ada penggunaan alkohol maupun obat-obatan tertentu dalam keluarga
ini. Personal hygiene dari keluarga ini tidak terlalu diterapkan dengan baik. Keluarga ini
kurang terpapar oleh polusi dan kebisingan. Keluarga merasa bahwa pelayanan kesehatan
di lingkungannya sudah cukup membantu seperti puskesmas yang terkadang memberikan
pendidikan kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Keluarga juga tidak
memiliki masalah khusus dalam penggunaan fasilitas umum.
15. Koping Keluarga
a. Stresor
Istri mengatakan bahwa stresor terbesar dalam keluarganya adalah ekonomi dan
anak-anak yang terkadang bersifat nakal.

b. Apakah keluarga mampu bertindak obyektif dan realistis terhadap stresor


Keluarga mampu bertindak berdasarkan penilaian obyektif dan realistis terhadap
situasi yang mengandung stres. Sebagai contoh dalam permasalahan ekonomi, keluarga
menyesuaikan diri dengan cara berhemat dan tidak terlalu mempermasalahkannya.
c. Reaksi terhadap stresor
Keluarga menanggapi situasi yang penuh dengan stress dengan kesabaran. Namun
tetap ada beberapa kondisi yang membuat koping mereka tidak bekerja. Sebagai contoh
jika sang ibu sudah sangat stress dengan beberapa urusan rumah tangga dan kesehatannya
maka sang ibu akan bersedih. Namun anggota akeluarga lain akan langsung mendukung
sang ibu untuk memperbaiki kopingnya
16. Harapan Keluarga
Harapan keluarga terkait kesehatan adalah masing-masing anggota bisa meningkatkan
pola hidup dalam keadaan sehat, dapat menerapkan informasi-informasi kesehatan yang telah
diperoleh, dan dapat menerapkan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat yang sudah
diajarkan. Keluarga juga berharap tenaga kesehatan disekitar tempat tinggalnya tetap
membimbing dan membantunya untuk dapat hidup bersih dan sehat serta mampu
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

ANALISA DATA

No Data Masalah Keperawatan


1. DS: Ketidakefektifan pemeliharaan
 Keluarga mengatakan terkadang tidak kesehatan
mencuci tangan sebelum makan dan
klien mengatakan tidak mengetahui
tentang praktik kesehatan dasar yang
benar seperti mencuci tangan
 Klien mengatakan tidak memeriksakan
kehamilannya di puskesmas karena tidak
memiliki KK dan klien tidak berusaha
mencari bantuan kesehatan

DO :
 Klien tampak tidak menunjukkan minat
pada perbaikan perilaku sehat seperti
menjaga kebersihan rumah dan anaknya.

2. DS: Perilaku kesehatan cenderung berisiko


 Klien mengatakan gagal mencapai
pengendalian yang optimal karena anak
pertama klien meninggal akibat DBD
DO :
 Klien gagal melakukan tindakan
mencegah masalah kesehatan seperti
menjaga kebersihan rumah
SKORING MASALAH KEPERAWATAN

No Masalah keperawatan Kriteria Skor Bobot Total Pembenaran

Ketidakefektifan a. Sifat masalah : Risiko 2 1 0.7 Istri tidak memeriksakan kehamilannya


pemeliharaan dan tidak berusaha mencari bantuan
1. kesehatan kesehatan

b. Kemungkinan masalah dapat 1 2 1 Keluarga menerima adanya bantuan


diubah : Sebagian dari orang lain

c. Potensial masalah untuk 2 1 0.7 Mahasiswa dan warga sekitar dapat


Total score : 3.4 dicegah : Cukup membantu proses pemeriksaan
kehamilan

d. Menonjolnya masalah : Tidak 2 2 1 Keluarga menganggap hal ini belum


segera terlalu menonjol

No Masalah keperawatan Kriteria Skor Bobot Total Pembenaran

2. Perilaku Kesehatan a. Sifat masalah : Aktual 3 1 1 Kondisi kebersihan rumah yang buruk
cenderung berisiko
b. Kemungkinan masalah dapat 1 2 1 Keluarga menerima saran dari orang
diubah : sebagian lain

c. Potensial masalah untuk 2 1 0.7 Keluarga masih mampu meingkatkan


dicegah : Cukup kebersihan lingkungan
Total score : 3.7
d. Menonjolnya masalah : segera 2 1 1 Keluarga merasa perilaku perlu segera
dirubah karena memiliki 2 orang anak
kecil dan anak pertama telah meninggal
akibat DBD
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

No. Diagnosa Keperawatan Tujuan/ Sasaran Intervensi


(Nanda) (NOC) (NIC)
1. Ketidakefektifan pemeliharaan Setelah dilakukan intervensi, diagnosa Keluarga mampu mengenal masalah
kesehatan teratasi dengan kriteria hasil : kesehatan
Menyediakan pendidikan kesehatan
DS: Keluarga mampu mengenal masalah
 Keluarga mengatakan kesehatan Keluarga mampu mengambil keputusan
terkadang tidak mencuci Keluarga memiliki pengetahuan terkait Menyediakan dukungan pengambilan
tangan sebelum makan gaya hidup sehat yang meliputi : keputusan
dan klien mengatakan  Faktor lingkungan yang
tidak mengetahui tentang mempengaruhi perilaku kesehatan Keluarga mampu merawat anggota
praktik kesehatan dasar  Strategi mencegah penyakit keluarga yang sakit
yang benar seperti  Pentingnya skrining penyakit Menyediakan dukungan keluarga
mencuci tangan
 Klien mengatakan tidak Keluarga mampu mengambil Keluarga mampu memodifikasi
memeriksakan keputusan lingkungan
kehamilannya di Keluarga berpartisipasi dalam Manipulasi lingkungan
puskesmas karena tidak memutuskan perawatan kesehatan
memiliki KK dan klien dengan cara sering menunjukkan perilaku Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas
tidak berusaha mencari pencarian kesehatan yang meliputi: kesehatan
bantuan kesehatan  Menjelaskan strategi untuk Memfasilitasi keluarga mengenai
menghilangkan perilaku yang tidak penggunaan pelayanan kesehatan yang tepat
DO : sehat
 Klien tampak tidak  Melakukan perilaku kesehatan yang
menunjukkan minat pada disarankan
perbaikan perilaku sehat
seperti menjaga Keluarga mampu merawat anggota
kebersihan rumah dan keluarga yang sakit
anaknya Keluarga menunjukkan partisipasi dalam
perawatan profesional yang meliputi:
 Menyediakan perawatan
 Mengevaluasi efektivitas perawatan
`
Keluarga mampu memodifikasi
lingkungan
Keluarga menunjukkan persepsi positif
terhadap lingkungan fisik yang meliputi :
 Kebersihan kamar
 Kebersihan kamar mandi
 Kebersihan peralatan

Keluarga mampu memanfaatkan


fasilitas kesehatan
Keluarga berpartisipasi dalam
memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan
cara sering menunjukkan perilaku
pencarian kesehatan yang meliputi:
 Melakukan skrining diri
 Mendapat bantuan dari professional
kesehatan
 Mencari bantuan bila diperlukan

2. Perilaku kesehatan cenderung Setelah dilakukan intervensi, diagnosa Keluarga mampu mengenal masalah
berisiko teratasi dengan kriteria hasil : kesehatan
Menyediakan pendidikan kesehatan
DS: Keluarga mampu mengenal masalah
 Klien mengatakan gagal kesehatan Keluarga mampu mengambil keputusan
mencapai pengendalian Keluarga memiliki pengetahuan terkait Menyediakan dukungan pengambilan
yang optimal karena anak penyakit akut (DBD) yang meliputi : keputusan
pertama klien meninggal  Faktor penyebab
akibat DBD  Tanda dan gejala Keluarga mampu merawat anggota
DO :  Strategi untuk mencegah komplikasi keluarga yang sakit
 Klien gagal melakukan Keluarga mampu mengambil Menyediakan dukungan keluarga
tindakan mencegah keputusan
masalah kesehatan seperti Keluarga berpartisipasi dalam Keluarga mampu memodifikasi
menjaga kebersihan rumah memutuskan perawatan kesehatan lingkungan
dengan cara sering menunjukkan perilaku Manipulasi lingkungan
pencarian kesehatan yang meliputi:
 Menjelaskan strategi untuk Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas
menghilangkan perilaku yang tidak kesehatan
sehat Memfasilitasi keluarga mengenai
 Melakukan perilaku kesehatan yang penggunaan pelayanan kesehatan yang tepat
disarankan

Keluarga mampu merawat anggota


keluarga yang sakit
Keluarga menunjukkan partisipasi dalam
perawatan profesional yang meliputi:
 Menyediakan perawatan
 Mengevaluasi efektivitas perawatan

Keluarga mampu memodifikasi


lingkungan
Keluarga menunjukkan tindakan untuk
mengontrol risiko yang meliputi :
 Memonitor faktor risiko di
lingkungan
 Mengembangkan strategi yang
efektif dalam mengontrol risiko
 Menghindari paparan ancaman risiko

Keluarga mampu memanfaatkan


fasilitas kesehatan
Keluarga berpartisipasi dalam
memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan
cara sering menunjukkan perilaku
pencarian kesehatan yang meliputi:
 Melakukan skrining diri
 Mendapat bantuan dari professional
kesehatan
 Mencari bantuan bila diperlukan