Anda di halaman 1dari 14

-SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ETIKA BATUK

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Penugasan


Departemen Keperawatan Dasar Profesi (KDP)
Di Ruang Teratai Rumah Sakit Karsa Husada (RSKH) Batu

Disusun Oleh:

Rachmat Fajar Noor 175070209111031


Hendrimina Melga Helince Suki 175070209111045
Maria Yasinta Erina 175070209111063
I Kade Adi Gunawan 175070209111064

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019
HALAMAN PERSETUJUAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ETIKA BATUK

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Penugasan


Departemen Keperawatan Dasar Profesi (KDP)

Oleh:
Rachmat Fajar Noor 175070209111031
Hendrimina Melga Helince Suki 175070209111045
Maria Yasinta Erina 175070209111063
I Kade Adi Gunawan 175070209111064

Telah diperiksa kelengkapannya pada:


Hari :
Tanggal :

Dan dinyatakan memenuhi kompetensi

Mengetahui,

Pembimbing Akademik, Perseptor Klinik,

Ns. Akhyan Hadi S.,S.Kep.,M.Biomed Ns. Sujud Priono, S.Kep.,M.kep


NIK. 2016079010281001
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Topik : Etika Batuk


Sasaran : Keluarga Pasien/pengunjung di Ruang Teratai Rumah Sakit
Karsa Husada Batu
Hari/tanggal : Rabu, 23 Januari 2019
Waktu : 10.00 – 10.30 WIB (30 menit)
Tempat : Ruang Teratai

A. Latar Belakang
Batuk merupakan refleks normal tubuh untuk membersihkan lendir
ataupun benda asing yang menyumbat/mengiritasi saluran pernapasan. Batuk
merupakan gejala dari beberapa gangguan kesehatan yang dapat dicetuskan
oleh alergi, polusi maupun infeksi akibat proses peradangan pada saluran
napas. Proses peradangan akan memicu peningkatan produksi lendir yang
bertujuan melindungi saluran napas, namun pada kenyataannya jumlah yang
berlebihan dapat menimbulkan sumbatan jalan nafas sehingga perlu
dievakuasi dengan refleks batuk. Refleks batuk inilah yang dapat
menimbulkan masalah kesehatan bagi orang sehat di sekitar penderita jika
dipraktikan tanpa etika dapat menjadi media penularan penyakit.
Ketika batuk banyak orang malah menutup mulut dan hidungnya dengan
telapak tangan, meskipun tujuannya baik namun belum tentu benar, karena
kuman dapat berpindah ke tangan dan menyebar tanpa kita sadari melalui
sentuhan atau bersalaman. Etika batuk harus dipraktikkan oleh semua orang
dan tidak terbatas pada petugas kesehatan. Pasien mupun keluarga yang
berkunjung di fasilitas layanan kesehatan pun harus mempraktikan etika
batuk agar tidak menyebarkan kuman ke pasien lainnya atau malah terjangkit
penyakit saat berada di fasilitas layanan kesehatan.
Oleh karena itu, kelompok merasa perlu untuk memberikan penyuluhan
kesehatan dengan topik “Etika batuk” agar pasien dan keluarga lebih
memahami hal ini serta mampu mempraktekkannya dengan baik dan benar
sebagai upaya mengendalikan penyebaran infeksi yang dapat terjadi melalui
batuk.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan keluarga
pasien memahami dan mempraktekkan etika batuk dengan baik dan benar.

2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, keluarga pasien mampu:
a. Menjelaskan pengertian etika batuk
b. Menjelaskan tujuan etika batuk
c. Menjelaskan teknik etika batuk yang baik dan benar
d. Mampu mempraktekkan etika batuk dengan baik dan benar

C. Pokok Bahasan
Etika Batuk

D. Sub Pokok Bahasan


a. Pengertian etika batuk
b. Tujuan etika batuk
c. Teknik etika batuk yang baik dan benar
E. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Diskusi dan tanya jawab

F. Media dan Alat


1. Media : Leaflet dan Poster
2. Alat : Tissue/sapu tangan, Masker, handrub/sabun

G. Proses Pelaksanaan

No. Tahapan & Waktu Kegiatan Penyaji Kegiatan Sasaran


1. Pembukaan  Memberi salam  Menjawab salam
(5 menit)  Memperkenalkan  Mendengarkan dan
anggota kelompok memperhatikan
dan pembimbing
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan dan
dan materi yang akan mendengarkan
diberikan
 Melakukan kontrak  Menyepakati kontrak
waktu
2. Kegiatan  Menggali  Menanggapi dan
(20 menit) pengetahuan sasaran menjelaskan
tentang etika batuk
 Memberikan  Memperhatikan dan
reinforcement positif mendengarkan
 Menjelaskan  Memperhatikan dan
pengertian etika mendengarkan
batuk
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan dan
etika batuk mendengarkan
 Menjelaskan teknik  Memperhatikan dan
etika batuk yang baik mendengarkan
dan benar
 Mendemonstrasikan  Memperhatikan dan
etika batuk yang baik mendengarkan
dan benar
 Mendemonstrasikan  Mendemontrasikan
bersama teknik napas dalm dan
 Memberi kesempatan batuk efektif
sasaran untuk  Memperhatikan dan
bertanya mendengarkan
 Memberikan  Memberikan jawaban
reinforcement positif
 Meminta masukan  Memperhatikan dan
dari pembimbing mendengarkan
akademik dan atau
pembimbing klinik
3. Penutup  Evaluasi validasi  Menyimak
(5 menit)  Menyimpulkan  Memperhatikan dan
bersama-sama mendengarkan
 Mengucapkan terima  Memperhatikan dan
kasih mendengarkan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
penutup

H. Pengorganisasian
a. Penyaji : Rachmat Fajar Noor, S.kep
b. Moderator : Hendrimina Melga Helince Suki, S.Kep
c. Fasilitator : I Kade Adi Gunawan, S.kep
d. Observer : Maria Yasinta Erina, S.Kep

I. Uraian Tugas
a. Moderator
- Bertanggung jawab dalam kelancaran diskusi pada penyuluhan
- Memperkenalkan anggota kelompok dan pembimbing
- Menyepakati bahasa yang akan digunakan selama penyuluhan
dengan sasaran
- Menjelaskan tujuan dan materi yang akan diberika
- Menyepakati kontrak waktu
- Mengarahkan diskusi pada hal yang terkait pada tujuan diskusi
b. Penyaji
- Bertangung jawab memberikan penyuluhan
- Memahami topik penyuluhan
- Mengeksplore pengetahuan sasaran tentang napas dalam dan batuk
efektif
- Menjelaskan dan mendemonstrasikan teknik batuk efektif dengan
bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran
- Memberikan reinforcement positif atas partisipasi aktif sasaran
c. Fasilitator
- Menjalankan absensi penyuluhan dan mengawasi proses penyuluhan
- Memperhatikan presentasi dari penyaji dan memberi kode pada
moderator jika ada ketidaksesuaian dengan dibantu oleh observer.
- Memotivasi peserta untuk aktif berperan dalam diskusi, baik dalam
mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan.
- Membagikan leaflet di akhir acara.
e. Observer
- Mengoreksi kesesuaian penyuluhan dengan jadwal dan target
- Mengamati jalannya kegiatan penyuluhan
- Memberikan laporan evaluasi penyuluhan dengan merujuk ke SAP
f. Pembimbing
- Memberikan arahan dan masukan terhadap kelancaran penyuluhan.
- Mengevaluasi laporan dari observer.
J. Setting Tempat

Keterangan :
Penyaji Pembimbing
Moderator Keluarga Pasien
Observer/fasilitator
K. Evaluasi
Evaluasi yang akan dilakukan adalah:
1. Evaluasi Struktur
1) Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
2) Kontrak dengan peserta pada H-1, diulangi kontrak pada hari H.
3) Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara penyuluhan.
4) Pasien dan keluarga ± 5-10 orang ditempat penyuluhan sesuai kontrak
yang disepakati.
2. Evaluasi Proses
Peserta tampak antusias dalam menyimak uraian materi penyuluhan
tentang etika batuk dan mampu memperagakan etika batuk dengan baik
dan benar benar.
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit peserta mampu :
a. 80% sasaran mampu menyebutkan pengertian etika batuk
b. 60% sasaran mampu menjelaskan tujuan etika batuk
c. 60% sasaram mampu menjelaskan teknik etika batuk yang baik dan
benar
d. 60% sasaran mampu mendemonstrasikan etika batuk dengan baik dan
benar.
Lampiran Materi

2.1 Pengertian Etika Batuk


Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan
tubuh pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh
terhadap iritan di tenggorokan karena adanya lendir,makanan, debu, asap
maupun adanya peradangan/infeksi (Ririn, 2010).
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari
segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Etika Batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar, dengan cara
menutup hidung dan mulut dengan tissue atau lengan baju, jadi bakteri tidak
menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain (Ririn, 2010).

2.2 Tujuan Etika Batuk


Mencegah penyebaran suatu penyakit secara luas melalui udara bebas
(Droplets) dan menciptakan kenyamanan pada orang di sekitarnya. Droplets
tersebut dapat mengandung kuman infeksius yang berpotensi menular ke
orang lain disekitarnya melalui udara pernafasan. Penularan penyakit melalui
media udara pernafasan disebut “air borne disease” (Depkes RI, 2015).

2.3 Etika Batuk


Langkah 1
Sedikit berpaling dari orang yang ada disekitar anda dan tutup hidung dan
mulut anda dengan menggunakan tissue atau saputangan atau lengan dalam
baju anda setiap kali anda merasakan dorongan untuk batuk atau bersin.

(Gambar 1. Menutup hidung dan mulut)


Langkah 2
Segera buang tissue yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah.

(Gambar 2. Membuang tissue pada tempat sampah)

Langkah 3
Tinggalkan ruangan/tempat anda berada dengan sopan dan mengambil
kesempatan untuk pergi cuci tangan di kamar kecil terdekat atau
menggunakan gel pembersih tangan.

(Gambar 3. Cuci tangan dengan air dan sabun atau pencuci tangan
berbasis alkohol)
Langkah 4
Gunakan masker.

(Gambar 4. Menggunakan masker)


DAFTAR PUSTAKA

Kowalak , J. (2011). Buku ajar patofisiologi. Jakarta: EGC.


Perry & Potter.(2009). Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Sugeng, Ucke. (2008). Virologi Manusia Jilid 1. PT Alumni; Bandung
Tamsuri, A. (2008). Asuhan keperawatan klien gangguan pernafasan. Jakarta:
EGC
HASIL EVALUASI
PENYULUHAN KESEHATAN
“ ETIKA BATUK”

1. Evaluasi Struktural
a. Persiapan media yang akan digunakan ( poster, leaflet)
Pelakanaan :

Kendala :

b. Persiapan tempat yang akan digunakan


Pelakanaan :

Kendala :

c. Waktu
Pelaksanaan :
1. Pelaksanaan pada hari/tanggal/jam :
2. Pembukaan .....menit,pelaksanaan....menit,penutup... menit,pelaksaan
secara keseluruhan..... menit.
Kendala :
d. Materi
Pelaksanaan :

Kendala :

2. Evaluasi Proses
Jumlah peserta penyuluhan etika batuk sebanyak ...... orang.
a. Selama penyuluhan
3. Evaluasi Hasil

a. ....... sasaran mampu menyebutkan pengertian etika batuk


b. ....... sasaran mampu menjelaskan tujuan etika batuk
c. ....... sasaram mampu menjelaskan teknik etika batuk yang baik dan benar
d. ....... sasaran mampu mendemonstrasikan etika batuk dengan baik dan
benar.