Anda di halaman 1dari 2

4.

Penanganan limbah

Menurut peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia nomor
p.56/Menlhk-Setjen/2015 Limbah adalah sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan. Bahan
Berbahaya dan Beracun, yang selanjutnya disingkat B3, adalah zat, energi, dan/atau komponen
lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak
langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan
lingkungan hidup, kesehatan,serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.
Menurut perarturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia,
Limbah B3 meliputi beberapa jenis diantaranya limbah infeksius, benda tajam; patologis; bahan
kimia kedaluwarsa, tumpahan, atau sisa kemasan; radioaktif; farmasi; sitotoksik; peralatan medis
yang memiliki kandungan logam berat tinggi; dan tabung gas atau kontainer bertekanan.
penanganan limbah cytotoxic.
sistem pengumpulan limbah di rumah sakit menggunakan kemasan berwarna untuk
mencegah kesalahan dalam pengendalian sampah medis. Kemasan yang digunakan diantaranya
 merah, untuk Limbah radioaktif;
 kuning, untuk Limbah infeksius dan Limbah patologis;
 ungu, untuk Limbah sitotoksik; dan
 cokelat, untuk Limbah bahan kimia kedaluwarsa, tumpahan, atau sisa kemasan, dannn
Limbah farmasi.
Untuk menandai limbah rumah sakit maka pada kemasan dapat digunakan beberapa simbol
diantaranya radioaktif, untuk Limbah radioaktif; infeksius, untuk Limbah infeksius; dan
sitotoksik, untuk Limbah sitotoksik.

Alur pengolahan limbah di Rumah Sakit RSUD Prof. DR Yohannes kupang yaitu limbah dari
ruangan dipisahkan berdasarkan jenis, kelompok atau karakteristik limbah. Alurnya sbagai
berikut:
1. Limbah dari ruangan dipisahkan oleh petugas kebersihan dari setiap ruangan. Pemisahan
limba dibagi menjadi limba infeksius (katong plastik warna kuning) dan limba noninfeksius
(kantong plastik warna hitam)
2. petugas dari unit
penanganan limbah cytotoxic

a) penanganan limbah IFRS lainnya