Anda di halaman 1dari 11

54

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Lama penyembuhan batuk dengan pemberian Jeruk nipis di campur madu

Tabel 4.1. Analisa statistik lama penyembuhan batuk dengan pemberian


Jeruk nipis di campur madu pada Balita di Puskesmas
Ngaliyan Semarang.
Lama penyembuhan N Median Std. Min Max
batuk deviation
Jeruk nipis dan madu 16 4.000 0.856 3 6

Berdasarkan tabel 4.1. maka dapat diketahui bahwa lama

penyembuhan batuk dengan pemberian Jeruk nipis di campur madu

mempunyai median 4.000 hari, std.deviasi 0.856 dan lama batuk minimal

3 hari dan maksimal 6 hari.

2. Lama penyembuhan batuk dengan pemberian Jahe dicampur madu

Tabel 4.2. Analisa statistik lama penyembuhan batuk dengan pemberian


Jahe dicampur madu pada Balita di Puskesmas Ngaliyan
Semarang
Std.
Lama penyembuhan batuk N Median Min Max
deviation
Jahe dan madu 16 6.000 0.718 5 7

Berdasarkan tabel 4.2. maka dapat diketahui bahwa lama

penyembuhan batuk dengan pemberian Jahe dicampur madu mempunyai

median 6.000 hari std.deviasi 0.718 dan lama batuk minimal 5 hari dan

maksimal 7 hari
55

3. Perbedaan lama penyembuhan batuk pada Balita yang diberikan

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu dan Jahe dicampur

madu di Puskesmas Ngaliyan Semarang

Sebelum dilakukan analisa bivariat terlebih dahulu dilakukan uji

normalitas untuk menentukan alat ukur yang akan digunakan dalam

analisa bivariat. Hasil uji normalitas lama penyembuhan batuk pada Balita

yang diberikan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu dan Jahe

dicampur madu didapatkan nilai p value 0,044 dan 0,004 < 0,05 sehingga

data disimpulkan terdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji

korelasi Mann-Whitney Test dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.3. Analisa statistik perbedaan lama penyembuhan batuk pada


Balita yang diberikan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
dicampur madu dan Jahe dicampur madu di Puskesmas
Ngaliyan Semarang.
Mean Rank p_value
perbedaan lama penyembuhan batuk pada Balita
yang diberikan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 9.84
0,000
dicampur madu dan Jahe dicampur madu di 23.16
Puskesmas Ngaliyan Semarang

Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi

Mann-Whitney Test maka didapatkan p value sebesar 0,000 < 0,05 maka

dapat disimpulkan ada Perbedaan lama penyembuhan batuk pada Balita

yang diberikan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu dan Jahe

dicampur madu di Puskesmas Ngaliyan Semarang. Dilihat dari rata-

percepatan setelah diberikan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) di campur

madu dan Jahe dicampur madu, Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur

madu lebih efektif dalam lama penyembuhan batuk pada Balita.


56

Didapatkan nila mean rank Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur

madu 9.84 dan Jahe dicampur madu 23.16, nilai mean rank Jahe dicampur

madu lebih tinggi dibandingkan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur

madu, dapat disimpulkan bahwa lama penyembuhan batuk dengan Jeruk

nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu lebih efektif.

B. PEMBAHASAN

1. Lama penyembuhan batuk dengan pemberian Jeruk nipis di campur madu

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa lama

penyembuhan batuk dengan pemberian Jeruk nipis di campur madu

mempunyai rata-rata/mean 4.25 hari, std.deviasi 0.856 dan lama batuk

terendah 3 hari dan tertinggi 6 hari. Lama batuk yang sembuh selama 3

hari balita mempunyai imun atau daya tahan tubuh yang kuat sehingga

bila disaat menderita sakit batuk pilek akan cepat sembuh didukung oleh

lingkungan yang baik. Sedangkan lama batuk 6 hari hal tersebut balita

dalam lingkungan keluarga yang merokok dan sering terpapar oleh debu

jalan yang sering lalu lalang kendaraan proyek. Jika batuk tidak diatasi

dengan non farmokologi pemberian jeruk nipis dicampur madu batuk

pada Balita lama penyembuhan bisa lebih dari 7 hari.

Batuk merupakan suatu rangkaian refleks yang terdiri dari

reseptor batuk, saraf aferen, pusat batuk, saraf eferen,dan efektor. Refleks

batuk tidak akan sempurna apabila salah satu unsurnya tidak

terpenuhi. Adanya rangsangan pada reseptor batuk akan dibawa oleh


57

saraf aferen ke pusat batuk yaitu medula untuk diteruskan ke efektor

melalui saraf eferen.[20] Reseptor batuk terdapat pada farings, larings,

trakea, bronkus, hidung (sinus paranasal), telinga, lambung,dan

perikardium sedangkan efektor batuk dapat berupa ototfarings, larings,

diafragma, interkostal, dan lain-lain.

Jeruk nipis Citrus aurantifolia. L (Cristm.) Swingle mengandung

unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat, misalnya: asam sitrat,

asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren,

lemon kamfer, kadinen, gera ni-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid,

nonildehid), damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsiu m, fosfor, besi,

belerang vitamin B1 dan C. Jeruk nipis juga mengandung 7% minyak

essensial yang mengandung citral, limonen, fenchon, terpineol,

bisabolene, dan terpenoid lainnya. Senyawa limonoida terdapat dalam

2 bentuk yaitu limonoida aglicones (La) dan limonoida glucosides

(Lg)[25].

Limonoida aglicones (La) menyebabkan rasa pahit pada jeruk dan

tidak larut dalam air. Sedangkan limonoida glucosoides tidak

menyebabkan rasa pahit pada jeruk dan dapat larut dalam air. Limonoida

aglycones dibagi lagi menjadi 4 golongan yaitu limonin, colamin,

ichangensin dan 7a-acetate limonoida. Diantara empat golongan

tersebut yang paling dominan menyebabkan rasa pahit dan mempunyai

efek paling potensial adalah 7a-acetate limonoida.


58

Kandungan senyawa limonoida paling tinggi pada tanaman jeruk

nipis terdapat pada bagian biji yaitu 927 µg/100 mg, pada bagian daun

36,6 µg/100mg, pada bagian kulit 2,5 µg/100 mg, dan yang paling

sedikit pada buah yaitu hanya 0,7 µg/100mg[25].

Madu dipercaya sebagai super food karena berasal dari nectar

bunga-bungaan yang dikumpulkan oleh lebah. Kemudian diproses di

dalam sarang mereka sehingga menjadi cairan manis yang kaya manfaat.

Nutrisi yang terkandung di dalam madu terutama adalah zat gula berupa

fruktosa dan glukosa. Ada juga karbohidrat, sedikit vitamin dan mineral.

Selain itu terkandung di dalamnya beberapa senyawa penting yang

dianggap sebagai anti oksidan[37].

Jeruk nipis dicampur madu dapat meredakan batuk,kandungan jeruk

nipis mengandung minyak atsiri dan berbagai zat yang bisa melemaskan

otot-otot pada saluran pernapasan, mengatasi rasa gatal ditenggorokan,

mengencerkan dahak dan dikombinasi dengan madu kalau rasa manis

pada madu bisa memicu produksi air liur dan lendir untuk melembapkan

tenggorokan sehingga dapat menyembuhkan batuk pada Balita[27].

Penelitian ini juga didukung sebuah penelitian di Amerika yang

dilakukan oleh Cohen, dkk pada tahun 2009. Anak-anak dengan ISPA

dan batuk malam hari diberi 1 dari 3 produk madu, plasebo pada

pemberian 30 menit sebelum tidur dan tanpa ada perawatan. Hasil yang

ditemukan madu menghasilkan peningkatan perbaikan yang terbesar.

Frekuensi batuk anak yang menerima madu memiliki rata- rata


59

peningkatan 1,89 poin, 1,39 poin bagi anak yang menerima plasebo dan

0,92 poin bagi yang tidak memerima perawatan (p 0,01).

2. Lama penyembuhan batuk dengan pemberian Jahe dicampur madu

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa lama

penyembuhan batuk dengan pemberian Jahe dicampur madu mempunyai

rata-rata/mean 5.87 hari std.deviasi 0.718 dan lama batuk minimal 5 hari

dan maksimal 7 hari. Pemberian minuman jahe madu dapat menurunkan

keparahan batuk pada anak, karena kandungan polifenol dan flavonoid

dalam jahe yang merupakan zat aktif yang dapat mengobati batuk,

sedangkan zat antibiotik pada madu yang dapat menyembuhkan beberapa

penyakit infeksi seperti batuk anak pada ISPA. Anak yang telah

diberikan minuman jahe madu oleh peneliti gejala keparahan batuk

seperti batuk berdahak, pilek, rewel, tidak nafsu makan dan gejala

lainnya menjadi berkurang. Dengan demikian pada penelitian ini dapat

disimpulkan bahwa pemberian minuman jahe madu dapat menurunkan

tingkat keparahan batuk pada anak dengan ISPA.

Pemanfaatan jahe oleh manusia yaitu pada bagian rimpangnya.

Rimpang jahe mengandung minyak atsiri di mana di dalamnya

terkandung beberapa senyawa seperti Zingeron, seskuiterpen, oleoresin,

zingiberen, limonen, kamfena, sineol, zingiberal, sitral, felandren, dan

borneol. Selain itu, terdapat juga damar, pati, vitamin A, B, C,

senyawa flavonoid dan polifenol, serta asam organik seperti asam malat

dan asam oksalat.[30]


60

Jahe memiliki efek yang menghangatkan dan melegakan saat

batuk, demam, flu, dan masalah pernapasan lainnya.[27] Madu dipercaya

sebagai super food karena berasal dari nectar bunga-bungaan yang

dikumpulkan oleh lebah. Kemudian diproses di dalam sarang mereka

sehingga menjadi cairan manis yang kaya manfaat. Nutrisi yang

terkandung di dalam madu terutama adalah zat gula berupa fruktosa dan

glukosa. Ada juga karbohidrat, sedikit vitamin dan mineral. Selain itu

terkandung di dalamnya beberapa senyawa penting yang dianggap

sebagai anti oksidan.[37]

Pemberian minuman jahe madu dapat menurunkan keparahan

batuk pada anak, karena kandungan minyak atsiri dalam jahe yang

merupakan zat aktif yang dapat mengobati batuk, sedangkan zat

antibiotik pada madu yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit

infeksi seperti batuk anak pada ISPA. Anak yang telah diberikan

minuman jahe madu oleh peneliti gejala keparahan batuk seperti batuk

berdahak, pilek, rewel, tidak nafsu makan dan gejala lainnya menjadi

berkurang. Dengan demikian pada penelitian ini dapat disimpulkan

bahwa pemberian minuman jahe madu dapat menurunkan tingkat

keparahan batuk pada anak dengan ISPA[32].

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulfina

(2011) tentang efektifitas pemberian minuman jahe terhadap penurunan

keparahan batuk pada anak dengan ISPA di wilayah kerja Puskesmas

Lima Puluh Pekanbaru dengan hasil p value = 0,000 atau p < α (0,05)
61

maka Ho ditolak artinya pemberian minuman jahe efektif untuk

menurunkan keparahan batuk pada anak dengan ISPA.

3. Perbedaan lama penyembuhan batuk pada Balita yang diberikan

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu dan Jahe dicampur

madu di Puskesmas Ngaliyan Semarang

Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi

Mann-Whitney Test maka didapatkan p value sebesar 0,000 < 0,05 maka

dapat disimpulkan ada Perbedaan lama penyembuhan batuk pada Balita

yang diberikan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu dan Jahe

dicampur madu di Puskesmas Ngaliyan Semarang. Dilihat dari rata-rata

penyembuhan batuk pada balita setelah diberikan Jeruk nipis (Citrus

aurantifolia) di campur madu dan Jahe dicampur madu, Jeruk nipis (Citrus

aurantifolia) dicampur madu lebih efektif dalam lama penyembuhan batuk

pada Balita. Didapatkan nilai mean rank Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

dicampur madu 9.84 dan Jahe dicampur madu 23.16, nilai mean rank Jahe

dicampur madu lebih tinggi dibandingkan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

dicampur madu, dapat disimpulkan bahwa lama penyembuhan batuk

dengan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu lebih efektif.

Jeruk nipis Citrus aurantifolia. L (Cristm.) Swingle mengandung

unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat, misalnya: asam sitrat, asam

amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon

kamfer, kadinen, gera ni-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nonildehid),

damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsiu m, fosfor, besi, belerang


62

vitamin B1 dan C. Jeruk nipis juga mengandung 7% minyak essensial

yang mengandung citral, limonen, fenchon, terpineol, bisabolene, dan

terpenoid lainnya. Senyawa limonoida terdapat dalam 2 bentuk yaitu

limonoida aglicones (La) dan limonoida glucosides (Lg). Limonoida

aglicones (La) menyebabkan rasa pahit pada jeruk dan tidak larut dalam

air. Sedangkan limonoida glucosoides tidak menyebabkan rasa pahit

pada jeruk dan dapat larut dalam air. Limonoida aglycones dibagi lagi

menjadi 4 golongan yaitu limonin, colamin, ichangensin dan 7a-acetate

limonoida. Diantara empat golongan tersebut yang paling dominan

menyebabkan rasa pahit dan mempunyai efek paling potensial adalah 7a-

acetate limonoida. Kandungan senyawa limonoida paling tinggi pada

tanaman jeruk nipis terdapat pada bagian biji yaitu 927 µg/100 mg,

pada bagian daun 36,6 µg/100mg, pada bagian kulit 2,5 µg/100 mg,

dan yang paling sedikit pada buah yaitu hanya 0,7 µg/100mg[25].

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Apri Nur Ramadhani, Riri

Novayelinda, Rismadefi Woferst tentang Efektivitas pemberian minuman

jahe madu terhadap keparahan batuk pada anak dengan ISPA. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat keparahan batuk

anak dengan di berikan minuman jahe madu pada kelompok eksperimen

dan tanpa diberikan minuman jahe madu.


63

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Lama penyembuhan batuk dengan pemberian Jeruk nipis di campur madu

mempunyai rata-rata/mean 4.25 hari, std.deviasi 0.856 dan lama batuk

minimal 3 hari dan maksimal 6 hari.

2. Lama penyembuhan batuk dengan pemberian Jahe dicampur madu

mempunyai rata-rata/mean 5.87 hari, std.deviasi 0.718 dan lama batuk

minimal 5 hari dan maksimal 7 hari

3. Ada Perbedaan lama penyembuhan batuk pada Balita yang diberikan

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dicampur madu dan Jahe dicampur madu

di Puskesmas Ngaliyan Semarang p value sebesar 0,000 < 0,0 , jeruk nipis

dicampur madu lebih efektif dalam lama penyembuhan batuk pada balita

di Puskesmas Ngaliyan kota Semarang.

B. Saran

1. Bagi Puskesmas Ngaliyan Semarang

Tenaga kesehatan khususnya Puskesmas Ngaliyan Semarang untuk dapat

melakukan penyuluhan terhadap ibu balita tentang manfaat jeruk nipis

dicampur dengan madu dalam penyembuhan batuk ISPA pada balita.


64

2. Bagi masyarakat

Masyarakata khususnya ibu balita untuk dapat menerapkan penanganan

batuk pada balitanya secara non farmakologis dengan memberikan jeruk

nipis di campur madu terhadap balitanya.

3. Bagi STIKes Karya Husada

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kepustakaan guna menunjang

penelitian yang akan datang

4. Bagi Peneliti

Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan

informasi untuk mengembangkan penelitian lebih aplikatif tentang jahe

dan madu terhadap batuk pada anak.