Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

MATA KULIAH MENULIS KREATIF


MENGENAI KATA ULANG

Dosen: Drs. Iskandarwassi, M.Pd.

Oleh
Andri Firman Budiansah
Nim : 88101161003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


PROGRAM MAGISTER
UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR
2017
A. Pedahuluan
Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari, dalam bahasa
Indonesia pemakaian kata ulang juga memiliki aturan tertentu. Apabila kita salah
menggunakannya maka kata atau kalimat itu akan terdengar rancu. Oleh karena itu berhati-hatilah
dalam menggunakan atau memakai kata ualang.
Kata ulang memiliki ragam yang bermacam-macam, baik itu ditinjau dari segi bentuk,
makna atau fungsi kata ulang. Bahasa Indonesia mempunyai konsipsi sendiri tenang kata ulang,
sebab itu kita harus meneliti bentuk ulang dalam bahasa Indonesia secermat-cermatnya
mengadakan penggolongan. Kalau perlu dengan bertolak dari struktur bahasa Indonesia itu
sendiri.
Makalah ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang kata ualng baik itu definisi kata
ulang, ciri kata ulang macam-macam kata ulang atau pun kesalahan yang sering terjadi dalam
pemakaian atau penggunaan kata ulang.

B. Definisi Kata Ulang


Kata ulang disebut juga reduplikasi (dalam bahasa inggris reduplication yang berarti
pengulangan). Kata ulang dapat diartikan juga sebagai kata jadian yang dibentuk dengan
pengulangan kata atau kata yang terbentuk kerena proses reduplikasi.

C. Ciri-ciri Kata Ulang


Kata ulang mempunyai ciri-ciri tertentu yaitu:
1. Mempunyai dasar perulangan
Contoh: kata ulang besar-besar dasar perulangnnya adalah besar
2. Terdiri dari dua morfen atau lebih yang menjadikan dasar ulangannya
boleh morfen dasar, boleh bentuk kompleks (lengkap).
Contoh: meja-meja dasar pengulangannya berupa morfen dasar yaitu
meja kemerah-merahan bentuk pengulangannya berupa bentuk kompleks
(lengkap dengan imbuhannya) yaitu merah

D. Pembagian Kata Ulang


Kata ulang dapat ditinjau dari dua segi,yaitu kata ulang dari segi bentuk dan
dari segi fungsi kata ulang.
1. Ditinjau dari segi bentuk kata ulang
Dibedakan menjadi:
a. Kata ulang utuh atau kata ulang penuh atau kata ulang murni atau disebut
juga dwilingga yang termasuk golongan kata ulang ini ialah semua bentuk kata ulang hasil
perulangan kata secara utuh, sepenuhnya.
Contoh :
· Teman-teman
· Negara-negara
· Duduk-duduk
· Lari-lari
b. Kata ulang berimbuhan atau sering disebut juga kata ulang bersambungan.
Yang termasuk didalamnya ialah semua jenis perulangan kata yang salah
satu unsurnya mendapatkan imbuhan, bisa awalan (prefiks), akhiran
(sufiks), sisipan (infiks), konfiks (per-an, ke-an) atau mendapat imbuhan
afiks kombinasi (di-kan, di-i, ber-kan). Contoh :
 memukul-mukul
 mobil-mobilan
 tali-temali
 perundang-undangan
 diamat-amati
 berdesak-desakan

c. Kata ulang berubah bunyi atau disebut juga dwilingga saling suara.
Yang tergolong jenis kata ulang ini ialah semua bentuk perulangan kata yang salah satu
unsurnya berubah bunyinya. Yang mengalami perubahan bunyi bisa unsure pertama
kata ulang tersebut, bisa juga unsure kedua. Perubahan bunyi pada jenis kata ulang ini,
bisa bunyi vocal yang berubah, bisda juga bunyi konsonan. Contoh:
 Yang berubah bunyi unsur pertama : bolak-balik, colak-colek
 Yang berubah bunyi unsur kedua : hina-dina, serba-serbi
 Yang berubah bunyi vok al : mondar-mandir, gerak-gerik
 Yang berubah bunyi konsonan : lauk-pauk, sayur-mayur

d. Kata ulang yang disebut dwipura, yaitu jenis kata ulang yang mengalami
perulangan hanya pada suku pertama kata aslinya. Proses terjadinya
dwipura:
 sama (kata dasar), sama-sama (kata ulang utuh/dwilingga), sesama (dwipura)
 laki (kata dasar), laki-laki (kata ulang utuh/dwilingga), lelaki (dwipurwa)
Berdasarkan contoh proses terjadinya dwipura diatas, bentuk-bentuk lain dwipura
seperti: leluasa, pepohonan, dedaunan dan lain-lain.

2. Ditinjau dari fungsi atau makna kata ulang


Dilihat dari jenis katanya kata ulang dapat di kelompokkan menjjadi:
a. Perulangan kata benda
Kata ulang yang kata dasarnya kata benda, mengandung makna:
1. Mengandung arti bermacam-macam
Misalnya: biji-bijian, pohon-pohonan, tanam-tanaman
2. Mengandung arti menyerupai atau seperti yang tersebut pada kata
dsasarnya:
Misalnya: mobil-mobilan, langit-langit, orang-orangan
3. Mengandung arti banyak
Misalnya: rumah-rumah, anak-anak, ibu-ibu
b. Perulangan kata kerja
Kata ulang yang kata dasarnya kata kerja, mengandung makna:
1. Suatu pekerjaan dilakukan berkali-kali atau berulang-ulang.
Misalnya: mengetuk-ngetuk, berteriak-teriak,memanggil-
manggil
2. Menyatakan bahwa pekerjaan sedang berlangsung atau
pekerjaan itu terjadi terus- menerus.
Misalnya: mandi-mandi, berhujan-hujanan, terkantuk-
kantuk
3. Menyatakan bermacam-macam pekerjaan.
Misalnya: masak-masakan, sulam-menyulam, bangun-
membangun
4. Menyatakan dan pekerjaan yang dilakukan oleh dua pihak
secara berbalasan.
Misalnya; bersalam-salaman, susul-menyusul, tukar-
menukar.

E. Kerancuan Penggunaan kata ulang


Kerancuan dapat terjadi apabila kata ulang digunakan bersamaan dengan kata-kata
seperti: banyak, beberapa, para, sangat, saling, semua, seluruh, sekelompok, selusin
dan lain-lain. Contoh: banyak anak-anak, para ibu-ibu, semua mobil-mobil, beberapa
rumah-rumah dan sebagainya.
Pada kata ulang utuh yang unsur jenis kata benda seperti yang di contohkan diatas,
mengandung pengertian jamak,menunjukkan jumlah yang lebih dari satu. Dalam
bahasa Indonesia, unntuk menyatakan suatu jumlah yang banyak tentang benda bisa
digunakan dengan dua cara:
1. Mengulangi kata itu seperti: rumah-rumah, guru-guru
2. Menggunakan kata pendahulu yang mengandung pengertian jamak contoh:
banyak, beberapa, segala dan lain sebagainya. Bila dipakai kata pendahulu jamak,
tak perlu lagi kata bendanya diulang hal ini akan menimbulkan kerancuan dan
penghamburn kata-kata sehingga sifatnya pleonasti (berlebihan)
Contoh: semua-rumah (benar)
rumah-rumah (benar)
semua rumah-rumah (salah)
khusus untuk penggunaan kata ulang yang menyatakan bahwa suatu pekerjaan
di lakukan secara berbalasan oleh dua belah pihak, dapat dinyatakan dengan
dua cara yakni:
· Mereka tarik-menarik hingga jatuh Atau:
· Mereka bertarik-tarikan hingga jatuh
Kedua macam kata ulang yang di gunakan dalam kalimat tersebut menyatakan saling.
Oleh kerena itu akan menjadi salah apabila didepan kata ulang tersebut dibubuhkan
lagi kata saling. Sebab akan menyebabkan kerancuan kata dan penghamburan kata
(pleonastis).
Contoh:
· Mereka saling tarik-menarik sehingga jatuh (salah)
· Mereka saling bertarik-tarikan sehingga jatuh (salah)
Bentuk kesalahan lain pada kata ulang ialah, pada kata ulana yang menyatakan saling,
terkandung pengertian bahwa subjjeknya lebih dari satu, misalnya:
· Persoalan itu kait mengait antara satu dengan yang lain (benar)
Akan menjadi salah bila subjeknya dijadikan kata ulang yang maksudnya untuk
menyatakan jamak, bukankah bentuk perulangan kata kerja pun sudah menyatakan
subjeknya lebih dari satu (saling). Misalnya:
· Persoalan-persoaln itu kait-mengait antara satu dengan yang lain (salah)
Dengan demikian, pada penggunaan kata ulang yang meyatakan saling, tidak
perlu subjeknya dijadikan kata ulang, kerena di dalam kalimat tersebut akan
mengandung sifat yang berlebihan.

F. Kesimpulan
Kata ulang (reduplikasi) ialah kata kajian yang dibentuk dengan pengulangan kata.
Kata ulang dapat ditinjau dari dua segi yaitu:
1. Bentuk kata ulang, dibagi menjadi:
a) kata ulang utuh
b) kata ulang berimbuhan
c) kata ulang berubah bunyi
d) kata ulang dwipura
2. Fungsi kata ulang, dikelompokkan menjadi:
a) perulangan kata benda
b) perulangan kata sifat