Anda di halaman 1dari 101

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan


mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 perlunya dibangun karakter Pegawai Negeri Sipil
(PNS) yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari
intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,
serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat
dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan
dan kesatuan bangsa sesuai dengan peran dan fungsi PNS yang
tercantum dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang


menentukan dalam mengelola kekayaan alam yang berlimpah,
potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan
demokrasi yang relatif stabil untuk dapat mewujudkan visi negara
sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
Tahun 1945.Untuk memainkan peran tersebut, diperlukan sosok
PNS yang profesional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standart
kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya secara efektif dan efisien.Untuk dapat membentuk
sosok PNS yang profesional maka perlu dilaksanakan pembinaan
melalui jalur pelatihan.Selama ini pelatihan pembentukan Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilakukan melalui Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan (Diklat Prajabatan).

1
Merujuk Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara danPeraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS,PNS
wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses
diklat terintegrasi untuk membangun moral, kejujuran, semangat
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul
dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta
kompetensi bidang. Diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan
inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang
memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat
pelatihan dan di tempat kerja sehingga memungkinkan peserta
mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan,
serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan
manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS
yang profesional.

Untuk membentuk PNS profesional, dibutuhkan


pembaharuan atas pola penyelenggaraan diklat yang ada saat ini
dan yang didukung oleh semua pihak. Praktik penyelenggaraan
Diklat Prajabatan dengan pola pembelajaran klasikal yang
didominasi dengan metode ceramah, menunjukkan bahwa tidak
mudah untuk membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS, terutama
proses internalisasi pada diri masing-masing peserta.

Berdasarkan pertimbangan akan hal tersebut maka


dilakukan inovasi dalam penyelenggaraan Diklat Prajabatan yang
memungkinkan peserta untuk mampu menginternalisasikan nilai-
nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri dalam
penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas, sehingga peserta
merasakan manfaatnya secara langsung. Dengan demikian nilai-
nilai dasar profesi PNS tersebut terpatri kuat dalam dirinya.Melalui
pembaharuan Diklat Prajabatan ini diharapkan dapat menghasilkan
PNS yang profesional yaitu PNS yang berkarakternya dibentuk oleh
sikap dan perilaku disiplin PNS, nilai-nilai dasar profesi PNS, dan
2
pengetahuan tentang kedudukan dan peraturan PNS dalam NKRI
serta menguasai tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas
dan perannya secara profesional sebagai pelayan publik. Peserta
diklat prajabatan CPNS Tahun 2018 di lingkungan Inspektorat
Kabupaten Cilacap ditugaskan untuk merancang aktualisasi nilai-
nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen
mutu, dan Anti korupsi yang disingkat menjadi ANEKA, yang akan
dilaksanakan di tempat kerja sebagai bentuk penerapan ilmu yang
sudah didapatkan selama mengikuti DiklatLatsar (Pelatihan Dasar)
dalam kurun waktu 18 hari belajar/on class.

Berkaitan dengan pembentukan PNS yang profesional,


penulis sebagai pengelola kendaraan dan perjalanan dinas di
Inspektorat Kabupaten Cilacap mengidentifikasi kekurangan-
kekurangan yang perlu mendapat perhatian serius guna mencapai
tujuan untuk membentuk PNS yang profesional dan dalam rangka
mewujudkan visi dan misi organisasi. Melalui kegiatan aktualisasi
yang menerapkan konsep nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA) maka
penulis berharap dapat memberikan kontribusi melalui kegiatan-
kegiatan yang bersifat solutif dan inovatif sehingga nantinya bisa
menjadi ASN yang profesional sebagai pengelola kendaraan dan
perjalanan dinasselama bekerja, penulis menemukan beberapa
permasalahan, salah satunya belum optimalnya penggunaan
kendaraan dinas di Inspektorat Kabupaten Cilacap. Selain sebagai
kegiatan pengisi waktu luang, kegiatan ini juga diharapkan mampu
memberikan bekal yang lebih bermanfaat yaitu membekali penulis
untuk kehidupan di masa yang akan datang.

3
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah

1. Identifikasi Isu

Dalam melaksanakan tugas sebagai pengelola kendaraan


dan perjalanan dinasdi Inspektorat Kab. Cilacap, ditemukan
beberapa isu yang berkaitan dengan nilai-nilai Pelayanan Publik,
Manajemen ASN dan Whole of Government. Isu-isu tersebut
sangat mempengaruhi kualitas pekerjaan di Inspektorat Kabupaten
Cilacap, sehingga menjadi perlu untuk dianalisis penyebabnya dan
ditemukan solusi untuk menanganinya. Berdasarkan prinsip-prinsip
kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Berdasarkan ruang lingkup fungsi petugas pengelola


kendaraan dan perjalanan dinas maka ditemukan beberapa isu
yang berkembang di Inspektorat Kabupaten Cilacap. Namun hal
tersebut dirasa masih kurang dan diperlukan adanya kegiatan
tambahan yang diharapkan dapat memberikan bekal bagi Penulis.
Kegiatan yang dipilih yaitu optimalisasi penggunaan kendaraan
dinas, sehingga penulis dapat mengisi waktu luang dengan
kegiatan yang bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bekal
kehidupan yang akan datang.

Tabel 1.1 Hasil isu yang teridentifikasi


Kondisi Yang
No Identifikasi Isu Keadaan Saat Ini
Diharapkan

1 Pengelolaan kebersihan Lingkungan kerja Lingkungan kerja


kurang bersih yang bersih

2 Disiplin yang kurang Ada pegawai yang Semua pegawai


telat displin

3 Laporan LHP kurang tepat Ada keterlambatan Laporan LHP


waktu dalam pelaporan (Laporan Hasil
LHP (Laporan Pemeriksa) tepat
Hasil Pemeriksa) waktu

4
4 Pengelolaan surat masuk dan Surat masuk dan Surat masuk dan
keluar belum tertib keluar kurang keluar tertib
tertib
5 Kurang optimal pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan
kendaraan kendaraan belum kendaraan sudah
optimal bagus dan optimal

2. Penetapan Isu

a. Penetapan Kualitas Isu Menggunakan Metode


APKL

Analisis APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Layak)


digunakan untuk menentukan kelayakan suatu isu dengan
indikator sebagai berikut (Modul Pendidikan dan Pelatihan
Kepemimpinan Tingkat IV, 2008) :
Tabel 1.2 Tabel parameter APKL
No Indikator Keterangan
1 Aktual (A) Isu yang sedang terjadi atau dalam proses
kejadian, sedang hangat dibicarakan di
kalangan masyarakat, atau isu yang
diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.
jadi bukan isu yang sudah lepas dari
perhatian masyarakat atau isu yang sudah
basi.
2 Problematik (P) Isu yang menyimpang dari harapan standar,
ketentuan yang menimbulkan kegelisahan
yang perlu segera dicari penyebab dan
pemecahannya.
3 Kekhalayakan (K) Isu yang secara langsung menyangkut hajat
hidup orang banyak, masyarakat pelanggan
pada umumnya, dan bukan hanya untuk
kepentingan seseorang atau sekelompok
kecil orang tertentu saja.

5
4 Layak (L) Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis,
dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak,
wewenang, dan tanggung jawab.
Berikut beberapa isu yang ada pada Inspektorat Kabupaten
Cilacap, yang akan ditentukan kelayakannya menggunakan
metode APKL, untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini :
Tabel 1.3 Tabel penetapan isu dengan APKL
Kriteria
No. IdentifikasiIsu Keterangan
A P K L
1. Pengelolaan kebersihan + - + - Tidakmemenuhi
persyaratan
2. Disiplin yang kurang + + + + Memenuhipersyaratan

3. Laporan LHP kurang tepat waktu + + - + Tidakmemenuhi


persyaratan
4. Pengelolaan surat masuk dan keluar + + - + Tidakmemenuhi
belum tertib persyaratan
5. Kurang optimal pengelolaan + + + + Memenuhi persyaratan
kendaraan Dinas

b. Penetapan Kualitas Isu Menggunakan Analisis


USG

Analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth) adalah analisis


yang digunakan untuk memprioritaskan isu yang akan ditindak
lanjuti. Adapun indikator analisis USG adalah sebagai berikut :

Tabel 1.4Tabel penjelasan USG


No Komponen Keterangan
1 Urgency Seberapa mendesak isu tersebut dibahas
dikaitkan demgan waktu yang tersedia serta
seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk
memecahkan masalah yang menyebabkan isu
2 Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas
dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan
penundaan pemecahan masalah yang
menimbulkan isu tersebut atau akibat yang

6
ditimbulkan masalah-masalah lain kalu masalah
penyebab isu tidak dipecahkan (bisa
mengakibatkan masalah lain)

3 Growth Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi


berkembang dikaitkan kemungkinan masalah
penyebab isu akan semakin memburuk jika
dibiarkan.
Untuk memberikan skor pada isu terpilih maka diberikan
parameter pada tabel berikut :

Tabel 1.5Tabel parameter USG


PARAMETER
Skor
Urgency Seriousness Growth

1 2 3 4

Isu tidak begitu


Isu tidak mendesak serius untuk di
1 Isu lamban
untuk segera bahas karena tidak
berkembang
diselesaikan berdampak ke hal
yang lain
Isu kurang serius
untuk segera
Isu kurang dibahas karena
2 Isu kurang cepat
mendesak untuk tidak kurang berkembang
segera diselesaiakn berdampak ke hal
yang lain
Isu cukup serius
Isu cukup mendesak untuk segera Isu cukup cepat
3 untuk segera dibahas karena berkembang,
diselesaikan akan berdampak ke segera dicegah
hal yang lain
Isu serius untuk
segera dibahas Isu cepat
4 Isu mendesak untuk
karena akan berkembang untuk
segera diselesaikan
berdampak ke hal segera dicegah
yang lain
5 Isu sangat Isu sangat serius Isu sangat cepat
mendesak untuk untuk segera berkembang untuk

7
PARAMETER
Skor
Urgency Seriousness Growth

1 2 3 4

segera diselesaikan dibahas karena segera dicegah


akan berdampak ke
hal yang lain

Hasil dari penetapan isu menggunakan APKL selanjutnya


akan diperingkatkan untuk segera ditindaklanjuti (diselesaikan)
maka penulis menggunakan analisis USG yang dijelaskan pada
tabel berikut :
Tabel 1.6Tabel penetapan isu USG
Indikator
No Isu Jumlah Peringkat
U S G
1 Pengelolaan kebersihan 4 4 4 12 II
Kurang optimal pengelolaan
2 5 5 5 15 I
kendaraan Dinas

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada


perancangan aktualisasi ini adalah :
a. Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi sesuai dengan
prinsip Manajemen Aparatur Sipil Negara ,Whole of
Goverment dan Pelayanan Publik untukmenyelesaikan
kendala kurang optimalnya pengelolaan kendaraan dinas bagi
penulis di Inspektorat Kabupaten Cilacap?
b. Bagaimanarancangan kegiatan aktualisasisesuai Nilai Dasar
Aparatur Sipil Negara untuk menyelesaikan kendala
belumoptimalnya pengelolaan kendaraan dinas bagi penulis di
Inspektorat Kabupaten Cilacap?

8
C. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai pada perancangan aktulisasi ini


adalah :
1. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi
keterkaitan prinsip Manajemen ASN, WoG, dan Pelayanan
untuk melaksanakan kegiatanoptimalisasi bimbingan kegiatan
bagi Penulis di Inspektorat Kabupaten Cilacap.
2. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi
keterkaitan prinsip Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara pada
kegiatan untuk melaksanakan optimalisasipenggunaan
kendaraan dinas di Inspektorat Kabupaten Cilacap.
3. Mampu memberikan manfaat kepada pihak Inspektorat
sehingga diharapkan mempunyai ketrampilan kerja dengan
kegiatan mengisi waktu luang

D. Manfaat

Manfaat dari perancangan aktualisasi ini yaitu :


1. Memahami cara pengidentifikasian, penyusunan, dan
penetapan untuk isu-isu yang terjadi di Inspektorat Kabupaten
Cilacap

2. Mampu menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai


ANEKA di lingkungan kantor

3. Mampu bekerja dengan berprinsip pada Manajemen ASN,


Pelayanan Publik dan WoGpada setiap kegiatan yang akan
dilaksanakan

4. Mendukung dan mewujudkan visi,misi Inspektorat Kabupaten


Cilacap dan nilai organisasi

9
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap dan Perilaku


Upaya mewujudkan ASN yang berintegritas dan profesional,
perlu ditumbuhkan kesadaran para PNS untuk merubah pola
pikirnya sejalan dan searah dengan reformasi birokrasi pemerintah.
Dengan perubahan pola pikir diharapkan PNS mampu
mengembangkan pola pikir yang positif dan meminimalisasi pola
pikir dirinya yang negatif. Hal ini berarti akan menyukseskan tugas
dan peranan PNS sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan
pelayan masyarakat.
Semestinya selaku PNS selalu sadar untuk tidak
mengendorkan semangat kerja dan profesionalitas kerja serta
berusaha sekuat tenaga untuk merubah cara pandang dari bekerja
untuk uang menjadi bekerja untuk ibadah serta dari berpikir linier
menuju berpikir sistem. Kesadaran dan kemauan untuk merubah
hal tersebut diatas akan mudah dilakukan bilamana seorang PNS
mampu menggeser dan merobohkan dinding mental pembatas
(mental block) yang ada pada dirinya. Mental block yang ada dalam
pikiran seseorang inilah yang menghambat dirinya untuk mau
bergerak dan mau berubah untuk mencapai impian, tujuan,
harapan, keinginan ataupun perubahan yang lebih baik dalam
kehidupannya. Pola pikir PNS agar senantiasa terdorong berpola
pikir, bersikap dan berperilaku positif sesungguhnya telah dipikirkan
dan diakomodir oleh pemerintah.
Pola pikir positif yang demikianlah yang membentuk konsep diri
selaku PNS. Adapun konsep diri PNS adalah sebagai berikut:

10
1. Bekerja sebagai Ibadah;
2. Menghindari sikap tidak terpuji;
3. Bekerja secara profesional;
4. Berusaha meningkatkan kompetensi dirinya secara terus
menerus;
5. Pelayan dan pengayom masyarakat;
6. Bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku;
7. Tidak rentan terhadap perubahan dan terbuka serta bersikap
realistis.
Disamping itu sebagai parameter kinerja di akhir tahun, PNS
juga mendapatkan laporan kinerja pegawai dan/atau berupa Daftar
Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang tertuang dalam
Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 1979, terdiri atas delapan
norma-norma sikap perilaku: 1. Kesetiaan 2. Prestasi Kerja 3.
Tanggung Jawab 4. Ketaatan 5. Kejujuran 6. Kerjasama 7.
Prakarsa, dan 8. Kepemimpinan. Sikap dan perilaku terdiri dari 3
aspek yaitu: (1) kesehatan jasmani, mental dan spiritual; (2) sikap
dan perilaku disiplin direpresentasikan melalui kegiatan tata
upacara sipil dan keprotokoleran; dan (3) aspek kesiap-siagaan diri
melalui konsep kesemaptaan.

B. Nilai-nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah suatu kewajiban pertanggungjawaban
yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap
individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung
jawab yang menjadi amanahnya. Dengan demikian kepercayaan
masyarakat (public trust) kepada birokrasi akan semakin
menguat karena aparaturnya mampu berperan sebagai kontrol
demokrasi, mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan
serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
11
Indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus
diperhatikan, yaitu :

1) Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke


bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting
dalam menciptakan lingkungannya.

2) Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan


yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.

3) Integritas : konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan


dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

4) Tanggung Jawab : kesadaran manusia akan tingkah laku atau


perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.

5) Keadilan : kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai


sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

6) Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah


kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan
akuntabilitas.

7) Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan


kerja, maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan
kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

8) Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus


memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan
dan hasil yang diharapkan.

9) Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terus


melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

12
Jenis-jenis Akuntabilitas
Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu:
1) Akuntabilitas vertikal (vertical accountability), akuntabilitas yang
pertanggungjawaban atas pengelolaan dananya kepada otoritas
yang lebih tinggi.
2) Akuntabilitas horizontal (horizontal accountability), akuntabilitas
yang pertanggungjawabannya kepada masyarakat luas.

Tingkatan Akuntabilitas
Tingkatan akuntabilitas terdiri dari lima (5) tingkatan yaitu :
1) Akuntabilitas Personal
Akuntabilitas personal mengacu pada nilai-nilai yang ada pada
diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika.
Pertanyaan yang digunakan untuk mengidentifikasi apakah
seseorang memiliki akuntabilitas personal antara lain ''Apa yang
dapat saya lakukan untuk memperbaiki situasi dan membuat
perbedaan?". Pribadi yang akuntabel adalah yang menjadikan
dirinya sebagai bagian dari solusi dan bukan masalah.
2) Akuntabilitas Individu
Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu
dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya
sebagai pemberi kewenangan. Pemberi kewenangan
bertanggung jawab untuk memberikan arahan yang memadai,
bimbingan, dan sumber daya serta menghilangkan hambatan
kinerja, sedangkan PNS sebagai aparatur negara bertanggung
jawab untuk memenuhi tanggung jawabnya. Pertanyaan penting
yang digunakan untuk melihat tingkat akuntabilitas individu
seorang PNS adalah apakah individu mampu untuk mengatakan
"Ini adalah tindakan yang telah saya lakukan, dan ini adalah apa
yang akan saya lakukan untuk membuatnya menjadi lebih baik".

13
3) Akuntabilitas Kelompok
Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerjasama
ketompok. Dalam hal ini tidak ada istilah "Saya", tetapi yang ada
adalah "Kami". Dalam kaitannya dengan akuntabilitas kelompok,
maka pembagian kewenangan dan semangat kerjasama yang
tinggi antar berbagai kelompok yang ada dalam sebuah institusi
memainkan peranan yang penting dalam tercapainya kinerja
organisasi yang diharapkan.
4) Akuntabilitas Organisasi
Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja
yang telah dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu
terhadap organisasi / institusi maupun kinerja organisasi kepada
stakeholders lainnya.
5) Akuntabilitas Stakeholder
Stakeholder yang dimaksud adalah masyarakat umum,
pengguna layanan, dan pembayar pajak yang memberikan
masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya. Jadi
akuntabilitas stakehoider adalah tanggungjawab organisasi
pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang adil,
responsif bermartabat.

2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri dan pandangan tentang rasa cinta terhadap
bangsa dan negara. Dengan nasionalisme yang kuat, maka
setiap PNS memiliki orientasi berpikir mementingkan
kepentingan publik, bangsa, dan negara. Nasionalisme
merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila. PNS dapat mempelajari bagaimana
aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki karakter
yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya.

14
Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang
harus diperhatikan, yaitu :
1. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Bangsa Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
c. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
d. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
e. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi
manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
f. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
g. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab
a. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai ciptaan makhluk Tuhan
Yang Maha Esa.
b. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan
suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin,
kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

15
c. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
d. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa
salira.
e. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang
lain.
f. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
g. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
h. Berani membela kebenaran dan keadilan.
i. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia.
j. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
a. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
b. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan
bangsa apabila diperlukan.
c. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
d. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
e. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
f. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
g. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.

16
4. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
a. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap
manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama.
b. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
d. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
e. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang
dicapai sebagai hasil musyawarah.
f. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima
dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
g. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi dan golongan.
h. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur.
i. Keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan
persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
j. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang
dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
5. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia
a. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
b. Sikap adil terhadap sesama.
c. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak orang lain.

17
e. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
f. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
g. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
h. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan
atau merugikan kepentingan umum.
i. Suka bekerja keras.
j. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat
bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
k. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3. Etika Publik
Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta
keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas, guna
menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup
cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu
membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan
apa yang seharusnya dilakukan sesuai nila-nilai yang dianut

Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik yakni:


a. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
b. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan
dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat
evaluasi.
c. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan
tindakan faktual.

18
Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik yaitu :
1) Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
2) Dimensi Modalitas
3) Dimensi Tindakan Integritas Publik

Indikator nilai-nilai dasar etika publik, yaitu :


1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan
santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada
orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga
mutu kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan

19
pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil,
dipersepsikan oleh individu terhadap produk/ jasa berupa ukuran
baik/ buruk. Bidang apapun yang menjadi tanggungjawab
pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal
agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder. Nilai-nilai
Komitmen Mutu:
1) Efektivitas: dapat diartikan dengan berhasil guna, dapat
mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan
efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu
hasil kerja. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari
performa untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas,
ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga
diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan
pelanggan.
2) Efisiensi: dapat dihitung sebagai jumlah sumberdaya yang
digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Tingkat
efisiensi diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga,
dan pikiran dalam melaksanakan kegiatan. Efisiensi
organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku,
uang dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan
jumlah keluaran tertentu.
3) Inovasi: dapat muncul karena ada dorongan dari dalam
(internal) untuk melakukan perubahan, atau bisa juga
karena ada desakan kebutuhan dari pihak eksternal
misalnya permintaan pasar. Inovasi dalam layanan publik
harus mencerminkan hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga akan memotivasi setiap individu untuk
membangun karakter dan mindset baru sebagai aparatur
penyelenggara pemerintahan, yang diwujudkan dalam
bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda

20
dengan sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau
menggugurkan tugas rutin.
4) Orientasi mutu: mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu
menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan
keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
Orientasi mutu berkomitmen untuk senantiasa melakukan
pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan
sehingga pelanggan menjadi puas dalam pelayanan.
Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan dalam
mengevaluasi kualitas pelayanan, yaitu:
a) Tangibles (bukti langsung), yaitu : meliputi fasilitas fisik,
perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi;

a) Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam


memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan
serta sesuai dengan yang telah dijanjikan;

b) Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk


memberikan pelayanan dengan tanggap;

c) Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan,


kesopanan, dan sifat dapat dipercaya;

d) Empathy, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan,


komunikasi yang baik, dan perhatian dengan tulus
terhadap kebutuhan pelanggan.

Tanggung jawab mutu ada pada setiap level


organisasi. Pada level puncak (corporate level) bertanggung
jawab atas mutu layanan institusi secara keseluruhan untuk
membangun citra kelembagaan dan keunggulan bersaing.
Pada level strategic business unit level tanggung jawab mutu
berkaitan dengan penetapan diversifikasi mutu pada setiap
unit kerja sesuai dengan target masing-masing. Pada level

21
fungsional bertanggung jawab atas mutu hasil setiap
layanan yang diberikan di unit-unit pendukung. Sedangkan
pada level unit dasar tanggung jawab mutu berkaitan
dengan aktivitas/ rencana aksi yang dilaksanakan di masing-
masing unit kerja.

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin “corruption” (Fockema
Andrea: 1951) atau “corruptus” (Webster Student Dictionary:
1960 ). Selanjutnya dikatakan bahwa “corruption” berasal dari
kata “corrumpere”, suatu bahasa latin yang lebih tua. Dari
bahasa latin tersebut kemudian dikenal istilah “coruption, corrupt”
(Inggris), “corruption” (Perancis) dan “corruptive/korruptie”
(Belanda). Korupsi secara harafiah adalah kebusukan,
keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak
bermoral, penyimpangan dari kesucian.
Korupsi sering disebut dengan kejahatan luar biasa karena
dampaknya dapat menyebabkan kerusakan yang luar biasa baik
dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan
kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tersebut tidak hanya
terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat
berdampak secara jangka panjang. Korupsi menurut UU No. 20
Tahun 2001 didefinisikan sebagai tindakan melawan hukum
dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau
korporasi yang berakibat merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara. menurut UU No. 31/1999 jo No. UU
20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri
dari:
a. Kerugian keuangan negara,
b. Suap-menyuap,
c. Pemerasan,
d. Perbuatan curang,
e. Penggelapan dalam jabatan,

22
f. Benturan kepentingan dalam pengadaan, dan
g. Gratifikasi.

Nilai-Nilai Anti Korupsi


Adapun Nilai-nilai dasar anti korupsi adalah meliputi:
1) Kejujuran
Jujur dapat didefinisikan sebagai lurus hati, tidak berbohong,
dan tidak curang. Jujur adalah salah satu sifat yang sangat
penting dalam kehidupan pegawai, tanpa sifat jujur pegawai
tidak akan dipercaya dalam kehidupan sosialnya.
2) Kepedulian
Peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan
menghiraukan. Nilai kepedulian sangat penting bagi seorang
pegawai dalam kehidupan di tempat kerja dan di
masyarakat.
3) Kemandirian
Kondisi mandiri dapat diartikan sebagai proses
mendewasakan diri yaitu dengan tidak bergantung pada
orang lain untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya
4) Kedisiplinan
Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan
Tanggung Jawab
5) Tanggung jawab adalah menerima segala sesuatu
perbuatan yang salah baik itu disengaja maupun tidak
disengaja. Tanggung jawab tersebut berupa perwujudan dan
kesadaran akan kewajiban menerima dan menyelesaikan
semua masalah yang telah dilakukan.
6) Kerja Keras
Bekerja keras didasari dengan adanya kemauan, dimana
kemauan menimbulkan asosiasi dengan ketekadan,
ketekunan, daya tahan, tujuan jelas, daya kerja, pendirian,

23
pengendalian diri, keberanian, ketabahan, keteguhan,
tenaga, kekuatan dan pantang mundur.
7) Sederhana
Gaya hidup sederhana dibiasakan untuk tidak hidup boros,
hidup sesuai dengan kemampuannya dan dapat memenuhi
semua kebutuhannya. Prinsip hidup sederhara merupakan
parameter penting dalam menjalin hubungan antara sesama
karena prinsip ini akan mengatasi permasalahan
kesenjangan sosial, iri, dengki, tamak, egosi dan juga
menghindari dari keinginan yang berlebihan.
8) Keberanian
Nilai keberanian dapat dikembangkan dan diwujudkan dalam
bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran, berani
mengakui kesalahan, berani bertanggungjawab dan lain
sebagainya.
9) Keadilan
Adil berarti adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak
memihak.

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

Kedudukan ASN dalam NKRI yaitu

1. Pegawai ASN berkedudukan sebagai Aparatur Negara.

2. Pegawai ASN melaksanakan Kebijakan yg ditetapkan oleh


Pimpinan Instansi Pemerintah serta harus bebas dr pengaruh
& Intervensi semua Golongan & Parpol.

3. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus


partai politik.

4. Kedudukan ASN berada di Pusat, Daerah dan Luar Negeri,


namun demikian Pegawai ASN merupakan satu kesatuan.

24
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan
kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu
ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat
luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut. Harus
mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan
publik.
Bagian Ketiga Peran Pasal 12 Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara,
pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan
pengawas pemerintahan dan penyelenggaraan pembangunan
tugas umum nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan
pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik,
serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setiap
kegiatan yang dilakukan PNS pasti terdapat konsekuensi baik
berupa penghargaan maupun sanksi,semestinya sebagai PNS
kita tidak boleh melalaikan kewajiban kita di kantor. Dengan
adanya Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang
Disiplin PNS dalam pasal 3 dijelaskan tentang kewajiban selaku
PNS sebagai berikut:
1. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara
Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah;
2. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada
PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung
jawab;
4. Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan
martabat PNS;
5. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan
sendiri, seseorang, dan/atau golongan;

25
6. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau
menurut perintah harus dirahasiakan;
7. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
8. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila
mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau
merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang
keamanan, keuangan, dan materiil;
9. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
10. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
11. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara
dengan sebaik-baiknya;
12. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
13. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
14. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
mengembangkan karier; dan
15. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang.

1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk


menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai
dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN meliputi
Manajemen PNS dan Manajemen PPPK. PNS diangkat oleh
pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki suatu jabatan
pemerintahan dan memilili nomor induk pegawai nasional.
Sementara itu, PPPK diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan
kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit.
Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan;

26
pengadaan; pangkat dan jabatan; pengembangan karier; pola
karier; promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian dan
tunjangan; penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan
pensiun dan jaminan hari tua; dan perlindungan (LAN,
Manajemen Aparatur Sipil Negara, 2014).

2. Whole of Goverment

Whole of Goverment (WoG) merupakan suatu pendekatan


penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan
publik. Oleh karena itu WoG dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan dengan melibatkan sejumlah
kelembagaan yang terkait urusan-urusan yang relevan (Suwarno
& Sejati, 2016).

WoG dipandang sebagai metode suatu instansi pelayanan


publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai
tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap
isu-isu tertentu (Shergold & lain-lain, 2004).

Alasan penerapan WoG dalam sistem aparatur sipil


Indonesia adalah:

a. Adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam


mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan
pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan
lebih baik, selain itu perkembangan teknologi informasi,
situasi dan dinamika kebijakan yang lebih kompleks juga
mendorong pentingnya WoG.

27
b. Faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan
kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa
kompetisi antar sektor dalam pembangunan.

c. Keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat,


serta bentuk latar belakang lainnya mendorong adanya
potensi disintegrtasi bangsa.

3. Pelayanan Publik

LAN (1998), mengartikan pelayanan publik sebagai segala


bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh
Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dalam UU No. 25 tahun
2009 tentang Pelayanan Publik, Pelayanan Publik adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan Peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,
jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara Pelayanan Publik.
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry
(rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah.
Barang/jasa publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat
diproduksi oleh sektor swasta karena adanya free rider problem,
non-rivalry, dan non-excludable, serta cara mengkonsumsinya
dapat dilakukan secara kolektif. Perkembangan paradigma
pelayanan: Old Public Administration (OPA), New Public
Management (NPM) dan seterusnya menjadi New Public Service
(NPS).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk
mewujudkan pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan,
responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien,
aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.

28
Fundamental Pelayanan Publik:

1. Pelayanan publik merupakan hak warga negara sebagai


amanat konstitusi

2. Pelayanan publik diselenggarakan dengan pajak warga


negara

3. Pelayanan publik diselenggarakan dengan tujuan untuk


mencapai hal-hal strategis untuk memajukan bangsa di masa
yang akan datang

4. Pelayanan publik tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan-


kebutuhan warga negara tetapi juga untuk proteksi

29
BAB III

TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi

1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi


Dasar hukum Dasar hukum terbaru yang melandasi kedudukan
Inspektorat Kabupaten Cilacap adalah UU No. 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa
kali diubah, terakhir dengan UU No. 9 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, dimana dalam Pasal 209 ayat (2)
menyebutkan bahwa salah satu Perangkat Daerah pada
kabupaten/kota adalah Inspektorat.
Menindaklanjtui UU tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacapl
telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap
Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Kabupaten Cilacap sebagai dasar
pembentukan dan susunan perangkat daerah, dan menegaskan
pada Pasal 3 bahwa Inspektorat IKabupaten Cilacap
merupakan Inspektorat Tipe A.

2. Visi, Misi, Tata Nilai, Tujuan dan Sasaran Organisasi

a. Visi
Visi Inspektorat Kabupaten Cilacap adalah Cilacap semakin
Sejahtera Secara Merata.

b. Misi
Misi Inspektorat Kabupaten Cilacap adalah meningkatkan
kualitas penyelenggaraan pemerintah yang profesional bersifat

30
enterpeneur dan dinamis dengan mengedepankan prinsip good
governance dan clean goverment.
a. Profesional
Aparatur Inspektorat adalah aparat yang bekerja keras untuk
mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang
tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.
b. Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah
dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan
ketentuan atau peraturan yang berlaku;
c. Sinergi
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan
kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan
para pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat, dan berkualitas;
d. Transparan
Inspektorat menjamin akses atau kebebasan bagi setiap
orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan
pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses
pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai;
e. Inovatif
Inspektorat mendukung kreatifitas dan mengembangkan
inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

31
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi

a. Struktur Organisasi

INSPEKTUR

SEKRETARIAT

SUBAG. SUBAG. SUBAG. UMUM,


PERENCANAAN EVALUASI DAN KEPEG, KEU DAN
PELAPORAN ASET

INSPEKTUR PEMBANTU INSPEKTUR PEMBANTU INSPEKTUR PEMBANTU INSPEKTUR PEMBANTU


WILAYAH I WILAYAH II WILAYAH III WILAYAH IV

Kelompok Jabatan Kelompok Jabatan Kelompok Jabatan Kelompok Jabatan


Fungsional Fungsional Fungsional Fungsional

Dari bagan struktur organisasi Inspektorat Kabupaten Cilacap


dalam penyelenggaraannya dipimpin oleh seorang Inspektur yang
bertugas membantu Bupati,membina dan mengawasi pelaksanaan
Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas
Pembantuan oleh Perangkat Daerah.
Dalam melaksanakan tugas pokok Inspektur mempunyai fungsi,
yaitu :
a. merumuskan dan menetapkan program kerja Inspektorat
berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
b. merumuskan kebijakan teknis di bidang pengawasan
berdasarkan rencana strategis Inspektorat sebagai dasar

32
pelaksanaan kegiatansesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan yang berlaku;
c. mendistribusikan tugas dan mengarahkan pelaksanan tugas
bawahan sesuai dengan fungsi dan kompetensi bawahan
dengan prinsip pembagian tugas habis;
d. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan
pemerintahan yang diselenggarakan oleh perangkat daerah;
e. memberikan pengujian dan penilaian atas kebenaran laporan
berkala atau insidentil dari setiap tugas pemerintah daerah;
f. melaksanakan pengusutan kebenaran laporan atau aduan
masyarakat maupun instansi/lembaga atas penyimpangan
maupun penyalahgunaan wewenang oleh aparat pemerintah
daerah;
g. memberikan rekomendasi terhadap aparatur pemerintah daerah
dan desa yang melakukan penyimpangan atau penyalahgunaan
wewenang sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-
undangan yang berlaku;
h. melimpahkan hasil pengawasan yang mengandung unsur tindak
pidana korupsi kepada aparat penegak hukum atas perintah
Bupati;
i. menyelenggarakan kebijakan kesekretariatan Inspektorat
dengan mengarahkan perencanaan/perumusan program,
evaluasi dan pelaporan, pengelolaan keuangan dan aset, dan
urusan umum dan kepegawaian;
j. melaksanakan pembinaan teknis pengawasan untuk mendukung
kualitas hasil pengawasan;
k. menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk memacu
prestasi kerja;
l. menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan untuk
bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
m. melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud
pertanggungjawaban;dan

33
n. melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah pimpinan
sesuai dengan bidang tugasnya
Dalam melaksanakan tugas tersebut kepala seksi pelayanan
tahanan dibantu oleh :
1) Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan
kebijakan, pengoordinasian, pemantauan, evaluasi dan
pelaporan meliputi perencanaan, pembinaan ketatausahaan,
hukum, keuangan dan aset, kerumahtanggaan, kerjasama,
kearsipan, dokumentasi, keorganisasian dan ketatalaksanaan,
kehumasan dan keprotokolan, kepegawaiandan pelayanan
administrasi di lingkungan Inspektorat.
Dalam melaksanakan tugas tersebut dikerjakan oleh
Sekretaris. Adapun uraian tugas Sekretaris sebagai berikut:
a. Menyusunprogram dan rencana kerjaSekretariat
berdasarkan rencana strategis
Inspektoratsebagaipedoman pelaksanaantugas;
b. Melaksanakankoordinasidengan unit kerjaInspektorat
dalam penyusunan program danlaporan agar
terwujudsinkronisasipelaksanaantugasdinas;
c. Mendistribusikantugasdanmengarahkantugasbawahanses
uaidenganfungsidankompetensibawahandenganprinsippe
mbagiantugashabis;
d. Menyeliapelaksanaan tugas perencanaan, evaluasi dan
pelaporan, umum, kepegawaian, keuangan dan aset;
e. menyelenggarakan urusan perencanaan, evaluasi dan
pelaporan, sesuai program kerja untuk mendukung
kelancaran pelaksanaan tugas;
f. menyelenggarakanurusan sesuai program kerja untuk
mendukung kelancaran pelaksanaan tugas;

34
g. menyelenggarakanurusanumum, kepegawaian, keuangan
dan aset sesuai program kerja untuk mendukung
kelancaran pelaksanaan tugas;
h. mengoordinasikan pelaksanaan reviu Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah
Kabupaten Cilacap dan evaluasi SAKIP Perangkat
Daerah, dan evaluasi Penilaian Mandiri Reformasi
Birokrasi (PMRB) Pemerintah Kabupaten Cilacap;
i. mengoordinasikan pelaksanaan reviu Rencana Kerja
Anggaran (RKA) Perangkat Daerah di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Cilacap;
j. menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk memacu
prestasi kerja;
k. menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan
untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
l. melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud
pertanggungjawaban;dan
m. melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah
pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
Dalam melaksanakan tugas tersebut dikerjakan oleh
Sekretaris.
Adapun uraian tugas Sekretaris sebagai berikut:
Sekretariat membawahi 3 kepala sub bagian, yaitu:
i. Sub Bagian Perencanaan
Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian,
pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan
perencanaan dan program kerja Inspektorat
Kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai uraian
tugas :
 menyiapkan bahan program kerja perencanaan
sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

35
 melakukan koordinasi dengan unit kerja Inspektorat
agar terwujud sinkronisasi pelaksanaan tugas;
 mendistribusikan tugas dan menyelia tugas bawahan
sesuai dengan fungsi dan kompetensi bawahan
dengan prinsip pembagian tugas habis;
 melakukan koordinasi penyusunan Rencana Kerja
dan Anggaran dengan unit kerja terkait;
 menyiapkan bahan Kebijakan Umum Anggaran-
PPAS, RKA dan DPA, Renja, Renstra, LAKIP,
LPPD, LKPJ sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan;
 melakukan perencanaan pengadaan barang/jasa
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di
lingkungan Inspektorat;
 menyiapkanbahankoordinasipelaksanaantugasdanke
giatan di lingkungan Inspektorat agar
terciptakeselarasandanketerpaduankerja;
 menyiapkan bahan sinkronisasi program
pengawasandenganAparatPengawas Internal
Pemerintahlainnya;
 menyiapkanbahandanmateripersiapanpemeriksaan;
 melakukaninventarisasi data obyekpotensial yang
akandiperiksa;
 menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk
memacu prestasi kerja;
 menyampaikan saran dan masukan kepada
pimpinan untuk bahan pertimbangan pengambilan
kebijakan;
 melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud
pertanggungjawaban;dan
 melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah
pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
36
ii. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan penyusunan, menghimpun,
mengolah, menilai dan memantau tindak lanjut hasil
pengawasan, menyimpan laporan hasil pengawasan
aparat pengawas fungsional pemerintah dan
melaksanakan administrasi pengaduan masyarakat serta
menyusun laporan kegiatan pengawasan.
Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai
uraian tugas :
 menyiapkan bahan program kerja
subbagianevaluasidanpelaporansebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
 melakukan koordinasi dengan unit kerja Inspektorat
agar terwujud sinkronisasi pelaksanaan tugas;
 mendistribusikan tugas dan menyelia tugas bawahan
sesuai dengan fungsi dan kompetensi bawahan dengan
prinsip pembagian tugas habis;
 melakukan inventarisir laporan hasil pengawasan;
 melakukan evaluasi laporan hasil pengawasan dan
tindak lanjut hasil pengawasan;
 menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan
Inspektorat melalui koordinasi kegiatan masing-masing
inspektur wilayah sebagai pedoman dalam
melaksanakan tugas;
 melakukan penyusunan statistik hasil pengawasan;
 menghimpun data laporan pelaksanaan kegiatan di
masing-masing inspektur wilayah sebagai bahan
penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan;
 menyiapkan bahan reviu Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Kabupaten

37
Cilacap dan evaluasi SAKIP Perangkat Daerah, dan
evaluasi Penilaian Mandiri Reformasi birokrasi (PMRB)
Pemerintah Kabupaten Cilacap;
 menyiapkan bahan pelaksanaan reviu Rencana Kerja
Anggaran (RKA) Perangkat Daerah di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Cilacap;
 menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk
memacu prestasi kerja;
 menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan
untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
 melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud
pertanggungjawaban;dan
 melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah
pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
iii. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan, dan Aset
Sub Bagian Umum, Kepegawaian, Keuangan dan Aset
mempunyai tugasmelakukan penyiapan bahan
perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan,
evaluasi dan pelaporanpenatausahaan keuangan dan
pengelolaan administrasi umum yang meliputi
ketatausahaan, kearsipan,
kerumahtanggaan,perlengkapan, kehumasan dan
keprotokolan, serta pengelolaan urusan kepegawaian di
lingkungan Inspektorat.
Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai
uraian tugas :
 menyiapkan bahan program kerja sub bagian umum,
kepegawaian, keuangan dan aset sebagai pedoman
pelaksanaan tugas;
 melakukan koordinasi dengan unit kerja Inspektorat
agar terwujud sinkronisasi pelaksanaan tugas;

38
 mendistribusikan tugas dan menyelia tugas bawahan
sesuai dengan fungsi dan kompetensi bawahan
dengan prinsip pembagian tugas habis;
 melaksanakan ketatausahaan Inspektorat dengan
mengelola surat masuk, surat keluar, penataan arsip
dan dokumen serta pengelolaan sistem informasi
manajemen sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan;
 menyiapkan bahan keorganisasian dan
ketatalaksanaan, kehumasan dan keprotokolan, serta
hukum dengan menyiapkan bahan analisis yang
diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
 melakukan pengelolaan aset meliputi pendistribusian
dan pemeliharaan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan;
 melakukan pengelolaan kerumahtanggaan Inspektorat
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
 melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
 melakukan koordinasi pengelolaan keuangan dan aset
dengan unit kerja terkait;
 menyiapkan bahan pengajuan dan memverifikasi
Surat Permintaan Pembayaran-Uang Persediaan,
Surat Permintaan Pembayaran-Ganti Uang, Surat
Permintaan Pembayaran-Tambah Uang dan Surat
Permintaan Pembayaran-Langsung serta mengajukan
verifikasi Surat Permintaan Pembayaran ke Badan
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
untuk kelancaran penatausahaan keuangan;
 memverifikasi laporan surat pertanggungjawaban
pelaksanaan APBD sesuai dengan prosedur,

39
mekanisme dan peraturan perundang-undangan
sebagai bahan pemeriksaan;
 menyiapkan bahan untuk pengesahan surat
pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD guna
dikirimkan kepada Pejabat Pengelola Keuangan
Daerah sesuai peraturan perundang-undangan untuk
kelancaran kegiatan;
 menyiapkan bahan penyusunan jurnal penerimaan
kas, jurnal pengeluaran kas, buku besar, jurnal umum
dan laporan realisasi anggaran baik bulanan,
semester maupun tahunan sesuai ketentuan sebagai
bahan informasi dan evaluasi;
 menyiapkan bahan pengelolaan, pembinaan dan
pengawasan penatausahaan keuangan dan aset
sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar
pelaksanaan tugas berjalan lancar;
 menyiapkan bahan koordinasi dalam
pengusulan/penunjukkan kuasa pengguna anggaran,
pejabat pembuat komitmen, pejabat pelaksana teknis
kegiatan dan bendahara serta pejabat penatausahaan
keuangan lainnya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan sebagai dasar
pertanggungjawaban keuangan;
 melakukan rekonsiliasi aset tetap dan belanja antara
pengurus barang dengan bendahara pengeluaran;
 menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk
memacu prestasi kerja;
 menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan
untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
 melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud
pertanggungjawaban;dan

40
 melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah
pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
2) Inspektur Pembantu Wilayah
Inspektur Pembantu Wilayah mempunyai tugas membantu
Inspektur dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan
kegiatan pengawasan, pemantauan, evaluasi dan
pemeriksaan komprehensif terhadap pelaksanaan urusan
pemerintahan daerah, pembinaan atas penyelenggaraan
pemerintahan desa, serta pengawasan atas pelaksanaan
tugas pembantuan dan pinjaman/hibah berdasarkan peraturan
perundang-undangan untuk mewujudkan tata
kelola/kepemerintahan yang baik.
Inspektur Pembantu Wilayah sebagaimana terdiri dari :
i. Inspektur Pembantu Wilayah I;
ii. Inspektur Pembantu Wilayah II;
iii. Inspektur Pembantu Wilayah III; dan
iv. Inspektur Pembantu Wilayah IV.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam,
Inspektur Pembantu Wilayah menyelenggarakan fungsi :
 penyusunan program pengawasan wilayah;
 penyusunan norma dan petunjuk teknis pengawasan,
pengujian, penilaian dan pengusutan;
 pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian
atas kebenaran laporan berkala dan/atau insidentil dari
pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, Unit Pelaksana
Teknis Dinas/Unit Pelaksana Teknis Badan,
Perusahaan Daerah/Badan Usaha Milik Daerah dan
melaksanakan pembinaan atas penyelenggaraan
pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan
pemerintahan desa;dan
 pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinanterkait
dengan tugas dan fungsinya.

41
Inspektur Pembantu Wilayah mempunyai uraian tugas:
 menyusun program dan rencana kerja Inspektur
Pembantu Wilayah berdasarkan rencana strategis
Inspektorat sebagai pedoman dalam pelaksanaan
tugas;
 melaksanakan program pengawasan di wilayah kerja
masing-masing;
 mendistribusikan tugas dan menyelia tugas bawahan
sesuai dengan fungsi dan kompetensi bawahan dengan
prinsip pembagian tugas habis;
 mengoordinasikan rumusan Program Kerja
Pengawasan Tahunan (PKPT) di bidang pengawasan
sebagai dasar pelaksanaan tugas pengawasan
terstruktur dan terencana di wilayah kerjanya dengan
memperhatikan sumberdaya dan alokasi waktu yang
diperlukan;
 melaksanakan pemeriksaan, pengusutan, pengujian
dan penilaian tugas pengawasan di wilayah kerja
masing-masing;
 melaporkan hasil pengawasan di wilayah kerja masing-
masing;
 melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
tugas Perangkat Daerah di wilayah kerja masing-
masing;
 memberikan penilaian kerja dan prestasi bawahan
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang
berlaku;
 mengoordinasikan pelaksanaan pemeriksaan reguler,
khusus/kasus, pemantauan/monitoring dan evaluasi;
 melaksanakan evaluasi secara berkala atas hasil
pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan

42
diwilayah kerja masing-masing sebagai bahan
penyusunan program kerja selanjutnya untuk
pencapaian tupoksi secara maksimal.
 menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk
memacu prestasi kerja;
 menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan
sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
 melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud
pertanggungjawaban;dan
 melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah
pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

b. Tugas Pokok
Tugas Inspektorat Kabupaten Cilacapadalah tugas membantu
Bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas
pembantuan oleh perangkat daerah.
c. Fungsi
Inspektorat menyelenggarakan fungsi:
a. Perumusan kebijakkan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi
pengawasan;
b. pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan
melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan
pengawasan lainnya;
c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan
Bupati;
d. penyusunan laporan hasil pengawasan;
e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Kabupaten;dan
f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan
tugas dan fungsinya.
4. Deskripsi SDM, Sarana Prasarana dan Sumber Daya Lain

43
1) SUMBER DAYA MANUSIA / APARATUR
INSPEKTORAT.
Jumlah PNS di Inspektorat Kabupaten Cilacap tahun
2018 (sampai dengan Desember 2018) seluruhnya
sebanyak 54 orang, yang terdiri dari PNS laki-laki
sebanyak 40 orang dan PNS perempuan sebanyak 14
orang. Menurut tingkat pendidikan sebagian besar
PNS berpendidikan Strata 1 ( Sarjana). Pejabat
struktural di Inspektorat Kabupaten Cilacap tahun 2019
sebanyak 9 (sembilan) orang. Adapun rincian SDM
yang ada di Inspektorat Kabupaten Cilacap Sebagai
berikut :
 Status Kepegawaian:
PNS : 36 Orang
CPNS : 7 Orang
Non PNS : 11 Orang

 Jabatan Struktural:
Eselon II.b : 1 Orang
Eselon III.a : 5 Orang
Eselon IV.a : 3 Orang

 Pendidikan:
Pasca Sarjana : 7 Orang
Sarjana : 31 Orang
Diploma IV : 1 Orang
SMA : 4 Orang
SMP : - Orang
SD : - Orang
Jumlah 43 Orang

 Berdasarkan Pangkat dan Golongan :

44
– Golongan IV / c (Pembina Utama Muda) : 1 orang
– Golongan IV / b ( Pembina Tk. I ) : 4 orang
– Golongan IV / a ( Pembina ) : 3 orang
– Golongan III / d ( Penata Tk. I ) : 6 orang
– Golongan III / c ( Penata ) : 9 orang
– Golongan III / b ( Penata Muda Tk.I ) : 7 orang
– Golongan III / a ( Penata Muda ) : 10 orang
– Golongan II / d ( Pengatur Tk. I ) : 1 orang
– Golongan II / c ( Pengatur ) : 2 orang
– Golongan II / b ( Pengatur Muda Tk. I) : - orang
– Golongan II / a ( Pengatur Muda) : - orang
Jumlah : 43 orang

 Berdasarkan jenjang jabatan Fungsional (Auditor dan P2UPD):


– Jenjang Ahli Madya ( 1 Auditor + 3 P2UPD) : 4 Orang
– Jenjang Ahli Muda ( 5 Auditor + 1 P2UPD) : 6 Orang
– Jenjang Ahli Pertama : 9 Orang
– Auditor Penyelia : 2 Orang
– Auditor Pelaksana Lanjutan : 1 Orang
Jumlah : 22 Orang

2) SARANA PRASARANA YANG DIMILIKI


Sarana kerja yang dimiliki Inspektorat Kabupaten Cilacap
dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan
fungsinya keadaan sampai dengan bulan Desember
2018 adalah sebagai berikut :

Tabel 1.7 Sarana dan Prasarana Inspektorat

45
Kabupaten Cilacap s/d Akhir Tahun 2018

No Jenis / Nama Barang Jumlah Keadaan


1 Kend. roda 4 Mobil jeep 1 Baik
2 Kend. roda 4 Station Wagon 8 Baik
3 Kend. dinas roda 2 5 Baik
4 Rak Besi Metal 23 Baik
5 Filling Besi Metal 34 Baik
6 Brand Kas 16 Baik
7 Almari kaca 14 Baik
8 Almari kayu 16 Baik
9 Alat Penghancur kertas 9 Baik
10 Whiteboard 9 Baik
11 Genset 1 Baik
12 Meja Rapat 7 Baik
13 Meja Tulis 21 Baik
14 Meja Resepsionis 2 Baik
15 Meja Panjang 1 Baik
16 Kursi Rapat 133 Baik
17 Kursi Tamu 9 Baik
18 Kusi Biasa 2 Baik
19 Kursi Lipat 1 Baik
20 Meja Komputer 1 Baik
21 Meja Biro 1 Baik
22 Sofa 2 Baik
23 Gordin 2 Baik
24 Karpet 2 Baik
25 Jam Mekanic 2 Baik
Mesin Penghisap debu/Vacum
26 2 Baik
Cleaner
27 Lemari Es 1 Baik
28 AC Split 17 Baik

46
29 Kipas Angin 1 Baik
30 Kompor Gas 1 Baik
31 Alat Dapur Lainnya 5 Baik
32 Televisi 6 Baik
33 Amplifier 1 Baik
34 Karaoke 1 Baik
35 Micropohone 2 Baik
36 Unit Power SuplyI 2 Baik
37 Lambang Negara dan Presiden 2 Baik
38 Handy Cam 1 Baik
39 Tempat speaker 1 Baik
40 PC Unit / Komputer PC 21 Baik
41 LapTop 6 Baik
42 Note Book 6 Baik
43 CPU 9 Baik
44 Keyboard 18 Baik
45 Printer 19 Baik
46 Monitor 17 Baik
47 Hardick Eksternal 4 Baik
48 Webcam 1 Baik
49 Server 1 Rusak
50 Meja kerja eselon IV 1 Baik
51 Kursi Kerja Pejabat Eselon II 1 Baik
52 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 5 Baik
Kursi Hadap depan untuk pejabat
53 3 Baik
Es.II
Lemari Buku untuk pejabat eselon
54 1 Baik
II
55 Lemari Buku Perpustakaan 2 Baik
56 Buffet kayu 2 Baik
57 Proyektor + Attachment 5 Baik
60 Disc Record Player 1 Baik
61 Micropone / Wireless MK 14 Baik
62 Poer Ampli 1 Baik

47
63 Camera Electronic 5 Baik
64 Tape Recorder 1 Baik
65 Layar Film 1 Baik
66 Loudspecer 4 Baik
67 Sound System 1 Baik
68 Telephone PABX 1 Rusak
70 Faximile 1 Baik
71 Video Camera 6 Baik
72 Hammer Test 3 Baik
73 Mixer 2 Baik
74 Gelas MInum 3 Baik
75 Panci 1 Baik
76 Tape Recorder 1 Baik
76 Gas Regulator 1 Baik
77 Scaner 2 Baik
78 Scaner Portable 3 Baik
79 Pompa Air Dangkal 1 Baik
80 Mesin Foto Copy 1 Baik

B. Tugas Pokok dan Jabatan Peserta Diklat

1. Tugas Pokok Aparatur Sipil Negara


Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014 Pasal 11
menjelaskan bahwa tugas ASN adalah:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

2. Tugas dan Fungsi Pengelola Kendaraan dan Perjalanan Dinas


48
SEKRETARIS

Kasubbag Kasubbag Umum, Kasubbag


Kepegawaian, Evalap
Perencanaan Keuangan dan aset
Perencanaan
Pengurus Barang
Pengelola Kendaraan dan
Perjalanan Dinas

Pengelolaan kendaraan dinas dan perjalanan mempunyai tugas


dan fungsi sebagai berikut:
a. Menginventarisasi kondisi kendaraan Dinasdan ketersediaan BBM
masing-masing kendaraan dinas di lingkungan inspektorat
kabupaten Cilacap dengan melakukan pengecekan fisik secara
berkala agar dapat mengetahui kondisi yang ada ;
Tahapan :
1) Melakukan pengecekan kondisi kendaraan di lingkungan
inspektorat kabupaten Cilacap;
2) Melakukan pengecekan ketersediaan BBM Kedaraan dinas;
3) Mencatat hasil pengecekan ke dalam buku kendali kendaraan
dan Buku kendali pemakaian BBM ;
4) Merekap penggunaan BBM kendaraan dinas per bulan dan
membayar tagihan pembelian BBM;
5) Menyampaikan laporan kepada atasan.

b. Melaksanakan perawatan kendaraan dinas dalam rangka


menunjang pelaksanaan kegiatan dinas.

49
1) Memeriksa dan menginventarisir kondisi kendaraan untuk
dilakukan service kendaraan;
2) Membuat Surat Perintah Kerja service kendaraan dinas;
3) Menerima laporan tagihan beserta kendaraan yang telah di
service;
4) Membayar tagihan service kendaraan dinas;
5) Merekap dan membayar membuat laporan bulanan kondisi
kendaraan dinas dari pengemudi untuk penyusunan kebijakan
lebih lanjut

c. Melaksanakan perpanjangan STNK dalam rangka mewujudkan


kewajiban perpajakan kendaraan dinas di SAMSAT;
1) Mendata batas waktu pembayaran pajak kendaraan dinas di
lingkungan Inspektorat ;
2) Melaporkan kewajiban pembayaran perpajakan kendaraan
dinas kepada Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian,
Keuangan dan Aset ;
3) Melaksanakan Pembayaran pajak kendaraan Dinas di kantor
Samsat ;
4) Melaporkan hasil pembayaran pajak kepada pimpinan.

d. Melaksanakan administrasi peminjaman kendaraan dinas guna


mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan
Inspektorat
1) Menginventarisir peminjaman kendaraan dinas di lingkungan
Inspektorat;
2) Mencatat peminjaman kendaraan dinas tersebut berdasarkan
urgensinya serta ketersediaan kendaraan;
3) menyiapkan kendaraan dinas tersebut.

50
e. Menyusun kebutuhan belanja dan anggaran Kas per bulan
perjalanan dinas baik dalam daerah maupun luar daerah sesuai
dengan DPA / RKA.
Tahapan :
1) Melihat data kebutuhan perjalanan dinas tahun sebelumnya;
2) Melakukan koordinasi dengan Subag. Perencanaan terkait
anggaran perjalanan dinas pada kegiatan lain agar sinkron
dengan kebutuhan perjalan dinas dalam daerah/luar daerah
(rutin) yang dikelola;
3) Melakukan koordinasi dengan Inspektorat Provinsi dan Irjen
Kemendagri tentang jadwal kegiatan rakor / kegiatan
pengawasan luar daerah tahun berkenaan
4) Menyusun rancangan kebutuhan perjalanan dinas perbulan
dengan melihat aturan terkait (SSH Bupati tentang perjalanan
dinas)

f. Mengajukan Nota Pencairan Dana ( NPD ) per bulan kepada


Bendahara agar pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas SKPD
dapat terlaksana tepat waktu.
Tahapan :
1) Menghimpun kebutuhan perjalanan dinas pada masing –
masing kegiatan ( rutin dan kegiatan pengawasan lain);
2) Menghitung kebutuhan anggaran dan banyaknya perjalanan
dinas serta personil yang akan melaksanakan perjalanan
dinas setiap bulan;
3) Mengajukan Nota Pencairan Dana ( NPD) perjalanan dinas
setiap bulan kepada bendahara.
g. Menyiapkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dalam daerah
maupun luar daerah ( rutin dan kegiatan pengawasan lain)
1) Mempelajari peraturan perundang-undangan yang terkait
dengan perjalanan dinas seperti Peraturan Bupati tentang

51
Standar Satuan Harga serta Perbup. tentang perjalanan
dinas;
2) Menginventarisasi dan menghimpun permohonan pengajuan
perjalanan dinas ( Sekretariat, Irban dan JFT ) untuk
dicocokkan dengan surat undangan dan kelengkapan
administrasi lainnya terkait perjalanan dimaksud;
3) Mencatat dalam buku agenda permohonan pengajuan
perjalanan dinas serta membuat penghitungan biaya
perjalanan dinas ;
4) Menyiapkan dan mengetik Surat Perintah Perjalanan Dinas ;
5) Mengetik dan memproses rincian lumpsum dan
membayarkan uang perjalanan dinas sesuai rincian
penghitungan dan menyerahkan kepada pejabat/ pegawai
yang akan melaksanakan perjalanan dinas;
6) Mengajukan konsep SPPDkepada Kasubbag. Umum,
Kepegawaian, Keuangan dan Aset untuk dikoreksi ;
7) Finalisasi SPPD diserahkan kepada Sekretaris untuk
dimintakan tanda tangan kepada Inspektur.
8) Mendistribusikan SPPD yang telah di tandatangani Inspektur
serta memberikan uang panjar pelaksanaan perjalanan dinas
kepada pelaksana perjalanan dinas.

h. Membuat Laporan Pertanggungjawaban ( SPJ ) atas penggunaan


dana perjalanan dinas yang dikelola agar tercipta tertib
administrasi dalam pengelolaan keuangan;
1) Meminta dan menghimpun SPPD dan laporan hasil
perjalanan dinas serta bukti-bukti perjalanan dinas lainya dari
pejabat/ pegawai yang melakukan perjalanan dinas ;
2) Menghitung ulang pengeluaran perjalanan dinas sesuai
dengan bukti-bukti pengeluaran yang diserahkan oleh
pelaksana perjalanan dinas;

52
3) Menyusun bukti-bukti pengeluaran perjalanan dinas
perkegiatan;
4) Merekap dan menyusun pertanggungjawaban pengeluaran
perjalanan dinas berdasarkan bukti-bukti yang telah disusun
per kegiatan setiap bulan;
5) Melaporkan pertangungjawaban ( SPJ ) atas penggunaan
dana perjalanan dinas kepada pimpinan.
i. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh
pimpinan dalam batas kewenangannya baik tertulis maupun lisan
sesuai ketentuan yang berlaku agar kegiatan kedinasan dapat
berjalan lancar
Tahapan :
1) Mempelajari tugas
2) Menjalankan tugas
3) Melaporkan hasil pelaksanaan
C. Role Model
Role Model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu sesuatu yang patut
ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang kelakuan, perbuatan, sifat,
dan sebagainya). Dalam hal ini menjadi role model penulis adalah H.
Tatto Suwarto Pamuji
H. Tatto Suwarto Pamuji adalah
seorang pengusaha dan bupati
Cilacap periode 2010-2012 dan
2012-2017. Pada pemilihan kepala
daerah (Pilkada) kabupaten Cilacap
2017, bersama Aulia Rachman ia
mendaftarkan diri sebagai pasangan
bakal calon bupati dan wakil bupati
kabupaten Cilacap periode 2017-
2022.

53
Dalam menjabat Bupati Kabupaten Cilacap, semangat kerja
beliau sangat patut untuk ditiru. Beliau sudah cukup banyak
berpengalaman di berbagai organisasi di Cilacap. Selama menjalani
tugas beliau selalu tegas, cekatan dan teliti. Beliau begitu
memperhatikan setiap detail pekerjaan. Semua tertata secara rapi
dan hal ini menjadi sumber inspirasi bagi penulis khususnya dalam
melakukan pekerjaan di masa kini dan masa yang akan datang.
Kedisiplinan, penampilan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar
yang beliau tunjukkan mencerminkan sikap aparatur sipil negara
yang berintegritas dan penerapan nilai-nilai dasar ANEKA dalam
kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, beliau merupakan figur yang
cocok untuk penulis jadikan role model.

54
BAB IV

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan


Substansi Mata Pelatihan.
Inspektorat Kabupaten Cilacap adalah pemerintah daerah yang
bertanggung jawab langsung kepada Bupati yang merupakan unsur
pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah. Dalam proses
pelaksanaanya masih terdapat sejumlah permasalahan yang menjadi
kendala bagi terwujudnya cita-cita tersebut. Oleh karena itu diperlukan
gagasan-gagasan yang bermanfaat sebagai wujud kontribusi untuk
pengembangan lembaga.

Berdasarkan hasil analisis APKL (Aktual, Problematik,


Kekhalayakan, dan Layak/Kelayakan) serta USG (Urgensi, Seriousness,
dan Growth), telah ditentukan 1 (satu) isu yang dapat dikembangkan
menjadi berbagai gagasan/kegiatan untuk penyelesaian masalah dengan
melibatkan komponen yang ada. Tahap pertama yaitu identifikasi isu dan
penetapan isu telah dijelaskan dalam BAB I. Selanjutnya dalam BAB IV
ini dijelaskan tahap kedua sampai dengan tahap kelima yaitu
gagasan/rencana kegiatan, tahapan kegiatan, output kegiatan,
pendeskripsian keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan dengan
substansi mata pelatihan, pendeskripsian rencana pelaksanaan kegiatan
yang didasari aktualisasi nilai-nilai dasar PNS, dan pendeskripsian hasil
kegiatan yang dilandasi oleh substansi mata pelatihan terhadap
pencapaian visi, misi, tujuan organisasi, dan penguatan terhadap nilai-
nilai organisasi.
Rancangan kegiatan aktualisasi merupakan rencana operasional
pelaksanaan aktualisasi dan habituasiyangakan diterapkan oleh penulis
selama 30 hari kerja di Inspektorat Kabupaten Cilacap.

55
56
1. Isu Terpilih
Tabel 4.1 Isu terpilih
1. Pengelolaan kebersihan
2. Displin yang kurang
Identifikasi Isu: 3. Laporan LHP kurang tepat waktu
4. Pengelolaan surat masuk dan keluar belum tertib
5. Kurang optimal pengelolaan kendaraan dinas
Isu yang diangkat Kurang optimal pengelolaan kendaraan dinas
Gagasan yang
Optimalisasi pengelolaan kendaraan dinas di Inspektorat Kabupaten Cilacap
diangkat
1. Menginventarisir kondisi kendaraan Dinasdan ketersediaan BBM masing-masing kendaraan
dinas di lingkungan inspektorat kabupaten Cilacap dengan melakukan pengecekan fisik
secara berkala agar dapat mengetahui kondisi yang ada
2. Melaksanakan perawatan kendaraan dinas dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan
Kegiatan
dinas
:
3. Melaksanakan administrasi peminjaman kendaraan dinas guna mendukung kelancaran
pelaksanaan tugas di lingkungan Inspektorat
4. Menyusun kebutuhan belanja dan anggaran Kas per bulan perjalanan dinas baik dalam
daerah maupun luar daerah sesuai dengan DPA / RKA

57
5. Mengajukan Nota Pencairan Dana ( NPD ) per bulan kepada Bendahara agar pelaksanaan
kegiatan perjalanan dinas SKPD dapat terlaksana tepat waktu
6. Menyiapkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dalam daerah maupun luar daerah ( rutin dan
kegiatan pengawasan lain)
7. Membuat laporan pertangungjawaban ( SPJ ) atas penggunaan dana perjalanan dinas yang
dikelola agar tercipta tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan
8. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh pimpinan dalam batas
kewenangannya baik tertulis maupun lisan sesuai ketentuan yang berlaku agar kegiatan
kedinasan dapat berjalan lancar

58
2. Pemecahan isu :
4.2 Tabel pemecahan isu
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Akuntabilitas
Menginventarisir 1. Mengetahui Meningkatkan
Diwujudkan dengan
kondisi kendaraan data Kualitas
melakukan tugas
Dinasdan inventaris Penyelenggaraan
dengan bertanggung
ketersediaan BBM kendaraan Pemerintahan
jawab, kejelasan target, Kegiatan ini
masing – masing 1. Melakukan jelas dan Yang Profesional
dan trasnparan. mewujudkan
kendaraan dinas di pengecekan kondisi lengkap Bersifat
Etika Publik tujuan dari
1. lingkungan kendaraan di 2. Mengetahui Enterpeneur dan
Diwujudkan dengan organisasi,
inspektorat lingkungan inspektorat kondisi Dinamis Dengan
melakukan tugas yaitu
kabupaten Cilacap kabupaten Cilacap kendaraan Mengedepankan
dengan jujur, tanggung profesional
dengan melakukan secara Prinsip Good
jawab, cermat, dan taat
pengecekan fisik langsung Governance dan
pada peraturan
secara berkala Clean
perundang-undang
agar dapat Government

59
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
mengetahui Komitmen Mutu
kondisi yang ada Diwujudkan dengan
melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
Inovasi inovasi

Akuntabilitas
Diwujudkan
1. Mengetahui denganmelakukan tugas
2. Melakukan
data BBM dengan bertanggung
pengecekan
kendaraan jawab, kejelasan target,
ketersediaan BBM
jelas, akurat dan trasnparan.
Kendaraan dinas
dan lengkap
Etika Publik
Diwujudkan dengan

60
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
melakukan tugas dengan
jujur, tanggung jawab,
cermat, dan taat pada
peraturan perundang-
undang

Komitmen Mutu
Diwujudkan dengan
melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi
1. Mencatat hasil Akuntabilitas
pengecekan ke dalam Diwujudkandengan
buku kendali dokumentasi mendokumentasikan
kendaraan dan Buku kegiatan secara nyata dan
kendali pemakaian dapat

61
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
BBM Komitmen Mutu
Diwujudkan dengan
melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi
Akuntabilitas
Diwujudkandengan
mendokumentasikan
1. Merekap penggunaan kegiatan secara nyata dan
BBM kendaraan dinas dapat
per bulan dan dokumentasi Komitmen Mutu
membayar tagihan Diwujudkan dengan
pembelian BBM melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi

62
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Akuntabilitas
Diwujudkandengan
1. Tersedianya mendokumentasikan
arsip kegiatan secara nyata dan
1. Menyampaikan
dokumennya dapat
laporan kepada atasan
2. Tertatanya Komitmen Mutu
arsip Diwujudkan dengan
dokumennya melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi
Melaksanakan Akuntabilitas Meningkatkan Dengan saya
1. Memeriksa dan 1. Mengetahui
perawatan Diwujudkandengan Kualitas melakukan
menginventarisir kondisi
kendaraan dinas mendokumentasikan Penyelenggaraan pemberitahuan
2. kondisi kendaraan kendaraan
dalam rangka kegiatan secara nyata dan Pemerintahan kepada WBP
untuk dilakukan jelas dan
menunjang dapat Yang Profesional wanita
service kendaraan lengkap
pelaksanaan Bersifat menguatkan

63
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
kegiatan dinas Komitmen Mutu Enterpeneur dan Nilai
Inovasi Diwujudkan dengan Dinamis Dengan Organisasi
melakukan tugas secara Mengedepankan Akuntabilitas
efektif, efisiensi, dan Prinsip Good dan Inovatif.
inovasi Governance dan
Akuntabilitas Clean
1. Membuat Surat Diwujudkan dengan Government
Perintah Kerja service kejelasan waktu dan
kendaraan dinas tempat dimana kegiatan
akan dilaksanakan

64
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Komitmen mutu
Diwujudkan dengan
2. Menerima laporan
adanya persetujuan
tagihan beserta Pengelola
antara kedua belah pihak
kendaraan yang telah laporan tagihan
dalam melaksanakan
di service
suatu program

Akuntabilitas
Diwujudkan dengan
3. Membayar tagihan Membayar
mendokumentasikan
service kendaraan tagihan tertib
kegiatan secara nyata
dinas dan tepat waktu
dan dapat
dipertanggungjawabkan
4. Merekap dan Membayar Akuntabilitas
membayar membuat tagihan tertib Diwujudkandengan
laporan bulanan kondisi dan tepat waktu mendokumentasikan

65
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
kendaraan dinas dari kegiatan secara nyata dan
pengemudi untuk dapat
penyusunan kebijakan Komitmen Mutu
lebih lanjut Diwujudkan dengan
melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi

Melaksanakan Akuntabilitas Meningkatkan


administrasi Diwujudkan dengan Kualitas
1. Menginventarisir Pengelolaan
peminjaman merancang kegiatan Penyelenggaraan
peminjaman kendaraan administrasi
kendaraan dinas pelatihan dengan tamping Pemerintahan
3 dinas di lingkungan peminjaman
guna mendukung bimkeg dilaksanakan Yang Profesional
Inspektorat kendaraan
kelancaran dengan penuh Bersifat
secara tertib
pelaksanaan tugas tanggungjawab Enterpeneur dan
di lingkungan Dinamis Dengan

66
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Inspektorat WoG Mengedepankan
dengan menjalin Prinsip Good
Inovasi kerjasama antar bagian di Governance dan
lingkup Inspektorat Clean
merupakan perwujudan Government
dari WoG

Nasionalisme
Diwujudkan dengan
2. Mencatat peminjaman
Pengelolaan adanya musyawarah
kendaraan dinas
administrasi mencapai tujuan bersama
tersebut berdasarkan
peminjaman (sila ke 4)
urgensinya serta
kendaraan secara Komitmen mutu
ketersediaan kendaraan
tertib Diwujudkan
dengandihasilkannya

67
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
sebuah kesepakatan yang
akan disepakati bersama
sebagai sebuah komitmen

Etika publik Dengan


diwujudkan dengan menjalin
pengaturan yang adil kerjasama
dalam bimbingan dengan
Terlaksananya
1. menyiapkan kendaraan ketrampilan dan tidak tamping
kegiatan
dinas tersebut membeda-bedakan bimkeg. hal ini
kedinasan
menguatkan
Inspektorat
Manajemen ASN Nilai
Melaksanakan tugas pokok Organisasi
sebagai pelaksana Akuntabel
penjaga tahanan yaitu dan Inovatif

68
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
dengan menjadi
pembimbing bagi WBP
Komiten mutu
Meningkatkan
Menyusun 1. Melihat data kebutuhan Diwujudkan dalam
Kualitas Dengan saya
kebutuhan belanja perjalanan dinas tahun kerjasama melakukan
Surat usulan Penyelenggaraan menjalin
dan anggaran Kas sebelumnya terobosan sebagai inovasi
Pemerintahan kerjasama
per bulan
Yang Profesional dengan pihak
perjalanan dinas
Bersifat ketiga, hal ini
baik dalam daerah 1. Melakukan koordinasi Etika publik
Enterpeneur dan menguatkan
4. maupun luar dengan Subag. Diwujudkan dengan sikap
Dinamis Dengan Nilai
daerah sesuai Perencanaan terkait mengedepankan prinsip
Persetujuan/ Mengedepankan Organisasi
dengan DPA / RKA anggaran perjalanan etika dankesopanan
penolakan Prinsip Good Akuntabel
dinas pada kegiatan
usulan Governance dan dan Inovatif
lain agar sinkron Nasionalisme
Clean dan sinergis
Inovasi dengan kebutuhan Diwujudkan dengan sikap
Government
perjalan dinas dalam musyawarah dalam

69
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
daerah/luar daerah mencapai mufakat (sila ke
(rutin) yang dikelola 4)
2. Melakukan koordinasi
dengan Inspektorat Akuntabilitas
Provinsi dan Irjen Diwujudkandengan
Kemendagri tentang Persetujuan/ mendokumentasikan
jadwal kegiatan rakor / penolakan kegiatan secara nyata dan
kegiatan pengawasan usulan dapat
luar daerah tahun dipertanggungjawabkan.
berkenaan

3. Menyusun rancangan Akuntabilitas


kebutuhan perjalanan Rancangan Diwujudkandengan
dinas perbulan dengan perjalan dinas mendokumentasikan
melihat aturan terkait jelas kegiatan secara nyata dan
(SSH Bupati tentang dapat

70
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
perjalanan dinas) Komitmen Mutu
Diwujudkan dengan
melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi
Mengajukan Nota Meningkatkan Dengan saya
Pencairan Dana ( Akuntabilitas Kualitas membuat
NPD ) per bulan diwujudkan dalam bukti Penyelenggaraan dokumentasi
1. Menghimpun
kepada Bendahara pencapaian dari proses Pemerintahan kegiatan. hal
kebutuhan perjalanan
agar pelaksanaan yang dilaksanakan Yang Profesional ini
dinas pada masing –
5. kegiatan perjalanan dokumentasi Etika publik Bersifat menguatkan
masing kegiatan ( rutin
dinas SKPD dapat Diwujudkan dalam Enterpeneur dan Nilai
dan kegiatan
terlaksana tepat mengedepankan etika Dinamis Dengan Organisasi
pengawasan lain)
waktu ketika akan melakukan Mengedepankan Akuntabel,
dokumentasi di Prinsip Good transaparan
lingkungan blok hunian, Governance dan dan Inovatif

71
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Inovasi dengan meminta ijin Clean
terlebih dahulu Government
Komitmen mutu
Diwujudkan dengan
membuat Balngko
2. Melakukan posting di Pengendali Kendaraan
papan pengumuman Dinas merupakan langkah
Postingan
di Inspektorat inovatif yang belum
pernah dilakukakan dalam
penyebaran informasi ke
masyarakat.

3. Menghitung Anggaran jelas Anti korupsi


kebutuhan anggaran Personil jelas Diwujudkan melalui hasil
dan banyaknya Dapat dokumentasi merupakan
perjalanan dinas serta dianggarkan arsip pribadi

72
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
personil yang akan dengan tepat
melaksanakan sasaran
perjalanan dinas
setiap bulan
Akuntabilitas
Diwujudkandengan
4. Mengajukan Nota mendokumentasikan
Pencairan Dana ( kegiatan secara nyata dan
Persetujuan/
NPD) perjalanan dapat
penolakan
dinas setiap bulan Komitmen Mutu
usulan
kepada bendahara Diwujudkan dengan
melakukan tugas secara
efektif, efisiensi, dan
inovasi
Menyiapkan Surat 1. Mempelajari peraturan Meningkatkan Akuntabilitas
6
Perintah Perjalanan perundang – undangan kesadaran dan Diwujudkan dengan

73
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Dinas dalam yang terkait dengan wawasan melakukan pengawasan
daerah maupun perjalanan dinas seperti tentang dengan penuh tanggung
luar daerah ( rutin Peraturan Bupati peraturan- jawab
dan keg tentang Standar Satuan peraturan Etika publik
pengawasan lain) Harga serta Perbup. Diwujudkan dengan
SKP tentang perjalanan dinas memberikan pelayanan
yang dengan
mengedapnkan etika dan
tidak membedakan

2. Menginventarisasi dan Melakukan Dengan saya


menghimpun Anti korupsi Pengawasan melakukan
Dokumentasi
permohonan pengajuan Hasil dokumentasi kepada tamping pengawasan
perjalanan dinas ( merupakan arsip pribadi dalam bentuk terhadap
Skretariat, Irban dan pembinaan . Hal tamping atau

74
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
JFT ) untuk dicocokkan ini berkontribusi WBP hal ini
dengan surat undangan terhadap misi ke menguatkan
dan kelengkapan lima : Nilai
administrasi lainnya Mewujudkan Organisasi
terkait perjalanan aparatur profesional.
dimaksud kementrian
Nasionalisme hukum dan HAM
Diwujudkan dengan yang profesional
3. Mencatat dalam buku adanya prinsip dan berintegritas
agenda permohonan berkeadilan dan
pengajuan perjalanan bekerjasama
Dokumentasi
dinas serta membuat
penghitungan biaya WoG
perjalanan dinas Diwujudkan dengan
menjalin koordinasi
sesama rekan kerja

75
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
untuk melakukan
pengawasan, hal ini
dilakukan jika petugas
tidak masuk pada jadwal
jam kerja
4. Menyiapkan dan
Dokumentasi
mengetik Surat Perintah
jelas
Perjalanan Dinas
5. Mengetik dan
memproses rincian
lumpsum dan
Persetujuan/
membayarkan uang
penolakan
perjalanan dinas sesuai
usulan
rincian penghitungan
dan menyerahkan
kepada pejabat/

76
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
pegawai yang akan
melaksanakan
perjalanan dinas
6. Mengajukan konsep
SPPD kepada
Persetujuan/
Kasubbag. Umum,
penolakan
Kepegawaian,
usulan
Keuangan dan Aset
untuk dikoreks
7. Finalisasi SPPD
diserahkan kepada Persetujuan/
Sekretaris untuk penolakan
dimintakan tanda tangan usulan
kepada Inspektur
8. Mendistribusikan SPPD Persetujuan/
yang telah di penolakan

77
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
tandatangani Inspektur usulan
serta memberikan uang
panjar pelaksanaan
perjalanan dinas kepada
pelaksana perjalanan
dinas
Membuat laporan 1. Meminta dan Nasionalisme Meningkatkan Dengan
pertangungjawaban menghimpun SPPD Diwujudkan dengan Kualitas mengkoordinir
( SPJ ) atas dan laporan hasil melakukan diskusi yang Penyelenggaraan hasil
penggunaan dana perjalanan dinas berlandaskan prinsip Pemerintahan ketrampilan.
perjalanan dinas serta bukti- bukti musyawarahsesuai Yang Profesional hal ini
7 Notulensi
yang dikelola agar perjalanan dinas dengan nilai yang Bersifat menguatkan
tercipta tertib lainya dari pejabat/ terkandung dalam sila ke Enterpeneur dan Nilai
administrasi dalam pegawai yang 4 Dinamis Dengan Organisasi
pengelolaan melakukan Etika Publik Mengedepankan profesional
keuangan perjalanan dinas Diwujudkan dengan Prinsip Good dan

78
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
mengedepankan etika dan Governance dan transparan.
sopan santun dalam Clean
Inovasi berdiskusi Government

2. Menghitung ulang
Akuntabilitas
pengeluaran
Menginventarisir hasil
perjalanan dinas
karya pelatihan WBP
sesuai dengan bukti
Buku inventaris termasuk dalam
– bukti pengeluaran
Notulensi implementasi nilai ANEKA
yang di serahkan
yaitu tanggung jawab
oleh pelaksana
dalam setiap penyelesaian
perjalanan dinas
tugas

3. Menyusun bukti –
Buku inventaris
bukti pengeluaran
Notulensi
perjalanan dinas per

79
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
kegiatan

4. Merekap dan
menyusun
pertanggungjawaba
n pengeluaran
perjalanan dinas Buku inventaris
berdasarkan bukti – Notulensi
bukti yang telah
disusun per
kegiatan setiap
bulan

80
Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Nilai
Kegiatan Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
5. Melaporkan
Buku inventaris
pertangungjawaban
Notulensi
( SPJ ) atas
Persetujuan/
penggunaan dana
penolakan
perjalanan dinas
usulan
kepada pimpinan

Kontribusi
Output/Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Misi Organisasi
Melaksanakan Akuntabel Meningkatkan Dengan
tugas kedinasan diwujudkan dengan Kualitas mengkoordinir hasil
Dokumen
lain yang 1. Mempelajari tugas membuat dokumen Penyelenggaraan ketrampilan. hal ini
8 monitoring
diperintahkan dengan jelas Pemerintahan menguatkan Nilai
dan evaluasi
oleh pimpinan komitmen mutu Yang Profesional Organisasi
dalam batas diwujudkan dalam Bersifat profesional dan

81
kewenangannya pembuatan dokumen Enterpeneur dan transparan.
baik tertulis yang sederhana Dinamis Dengan
maupun lisan Mengedepankan
sesuai Prinsip Good
ketentuan yang Akuntabel Governance dan
berlaku agar diwujudkan dengan Clean
kegiatan laporan yang dapat Government s
kedinasan dipertanggungjawabkan
dapat berjalan
lancar Etika publik
Laporan
nilai ini terwujud dengan
evaluasi
Inovasi 2. Menjalankan tugas pembuatan laporan yang
hasil
memperhatikan kaidah
aktualisasi
penulisan
Nasionalisme
penulisan laporan yang
merupakan hasil dari
diskusi dengan mentor
dan coach demi

82
sempurnanya
penyusunan laporan

Akuntabel
diwujudkan dengan
laporan yang dapat
dipertanggungjawabkan

Etika publik
Laporan
nilai ini terwujud dengan
3. Melaporkan hasil evaluasi
pembuatan laporan yang
pelaksanaan hasil
memperhatikan kaidah
aktualisasi
penulisan
Nasionalisme
penulisan laporan yang
merupakan hasil dari
diskusi dengan mentor
dan coach demi

83
sempurnanya
penyusunan laporan

84
Tabel 4.3. Bahan Kerja dan Penggunaan Dalam Tugas

No Bahan Kerja Penggunaan Dalam Tugas

1 Kendaraan dinas Menginventarisir kondisi kendaraan Dinasdan ketersediaan BBM


2 Kendaraan dinas perawatan kendaraan dinas
3 Permohonan pemakaian Melaksanakan administrasi peminjaman kendaraan dinas
kendaraan
4 DPA, Undangan, Jadwal Rakor Menyusun kebutuhan belanja dan anggaran Kas per bulan perjalanan dinas baik
Pengawasan luar daerah, dalam daerah maupun luar daerah sesuai dengan DPA / RKA.
Perbup tentang PKPT
Inspektorat
5 DPA Mengajukan Nota Pencairan Dana ( NPD ) per bulan kepada Bendahara
6 Undangan Dinas, Disposisi Menyiapkan Surat Perintah Perjalanan Dinas
Pimpinan, Jadwal Rakor
Pengawasan luar daerah,
7 Bukti dukung pelaksanaan Membuat laporan pertangungjawaban ( SPJ ) atas penggunaan dana perjalanan
perjalanan dinas sesuai aturan din8s
yang berlaku
8 Perintah pimpinan Melaksanakan tugas kedinasan lainya

85
B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Tabel 4.4. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

NO KEGIATAN TANGGAL PELAKSANA PROTOFOLIO

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 Menginventarisir Rancangan inventaris


kondisi kendaraan kendaraan dinas
Dinasdan
Notulen
ketersediaan BBM
masing – masing Dokumentasi

kendaraan dinas di
lingkungan
inspektorat
kabupaten Cilacap
dengan melakukan
pengecekan fisik
secara berkala agar

86
dapat mengetahui
kondisi yang ada
2 Melaksanakan Rancangan inventaris
perawatan kendaraan dinas
kendaraan dinas
Notulen
dalam rangka
menunjang Dokumentasi

pelaksanaan
kegiatan dinas

3 Melaksanakan Dokumentasi
administrasi
peminjaman
kendaraan dinas
guna mendukung
kelancaran
pelaksanaan tugas di
lingkungan
Inspektorat

87
4 Menyusun kebutuhan Dokumnetasi
belanja dan
anggaran Kas per
bulan perjalanan
dinas baik dalam
daerah maupun luar
daerah sesuai
dengan DPA / RKA

5 Mengajukan Nota Dokumentasi


Pencairan Dana (
NPD ) per bulan
kepada Bendahara
agar pelaksanaan
kegiatan perjalanan
dinas SKPD dapat
terlaksana tepat
waktu

88
6 Menyiapkan Surat Dokumentasi
Perintah Perjalanan
Dinas dalam daerah
maupun luar daerah (
rutin dan keg
pengawasan lain)

7 Membuat laporan Dokumentasi


pertangungjawaban (
SPJ ) atas
penggunaan dana
perjalanan dinas
yang dikelola agar
tercipta tertib
administrasi dalam
pengelolaan
keuangan

8 Melaksanakan tugas Dokumentasi


kedinasan lain yang

89
diperintahkan oleh
pimpinan dalam
batas
kewenangannya baik
tertulis maupun lisan
sesuai ketentuan
yang berlaku agar
kegiatan kedinasan
dapat berjalan lancar

90
NO KEGIATAN TANGGAL PELAKSANA PROTOFOLIO

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Menginventarisir Dokumentasi
kondisi kendaraan
Dinasdan
ketersediaan BBM
masing – masing
kendaraan dinas di
lingkungan
inspektorat
kabupaten Cilacap
dengan melakukan
pengecekan fisik
secara berkala agar
dapat mengetahui
kondisi yang ada
2 Melaksanakan Dokumentasi
perawatan

91
kendaraan dinas
dalam rangka
menunjang
pelaksanaan
kegiatan dinas

3 Melaksanakan Dokumentasi
administrasi
peminjaman
kendaraan dinas
guna mendukung
kelancaran
pelaksanaan tugas
di lingkungan
Inspektorat

4 Menyusun Dokumentasi
kebutuhan belanja
dan anggaran Kas
per bulan

92
perjalanan dinas
baik dalam daerah
maupun luar daerah
sesuai dengan DPA
/ RKA

5 Mengajukan Nota Dokumentasi


Pencairan Dana (
NPD ) per bulan
kepada Bendahara
agar pelaksanaan
kegiatan perjalanan
dinas SKPD dapat
terlaksana tepat
waktu

6 Menyiapkan Surat Dokumentasi


Perintah Perjalanan
Dinas dalam daerah
maupun luar daerah

93
( rutin dan keg
pengawasan lain)

7 Membuat laporan Dokumentasi


pertangungjawaban
( SPJ ) atas
penggunaan dana
perjalanan dinas
yang dikelola agar
tercipta tertib
administrasi dalam
pengelolaan
keuangan

8 Melaksanakan Dokumentasi
tugas kedinasan
lain yang
diperintahkan oleh
pimpinan dalam
batas

94
kewenangannya
baik tertulis maupun
lisan sesuai
ketentuan yang
berlaku agar
kegiatan kedinasan
dapat berjalan
lancar

Keterangan:

Hari Libur/Hari besar

Pelaksanaan Aktualisasi

95
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

Tabel 4.5. Antisipasi dan strategi menghadapi kendala

Antisipasi dan
Kendala yang
No. Kegiatan Strategi Menghadapi
mungkin terjadi
Kendala
Atasan yang sulit
ditemui karena
Menginventarisir kondisi
ada kepentingan
kendaraan Dinasdan Membuat janji terlebih
dinas
ketersediaan BBM masing dahulu sebelum
– masing kendaraan dinas melakukan konsultasi
Ada kendaraan
di lingkungan inspektorat
1 yang sedang
kabupaten Cilacap dengan Mencari informasi
dinas di luar kota
melakukan pengecekan kendaraan yang
selama beberapa
fisik secara berkala agar sedang berdinas
hari
dapat mengetahui kondisi
yang ada
Belum tahu cara
prosedurnya
Melaksanakan perawatan
Membuat janji terlebih
kendaraan dinas dalam
Belum tahu cara dahulu sebelum
2 rangka menunjang
prosedurnya melakukan konsultasi
pelaksanaan kegiatan
dinas
Atasan yang sulit
Melaksanakan administrasi
ditemui karena
peminjaman kendaraan Membuat janji terlebih
ada kepentingan
dinas guna mendukung dahulu sebelum
3 dinas
kelancaran pelaksanaan melakukan konsultasi
tugas di lingkungan
Belum tahu cara
Inspektorat
prosedurnya

96
Atasan yang sulit
Menyusun kebutuhan
ditemui karena
belanja dan anggaran Kas Membuat janji terlebih
ada kepentingan
per bulan perjalanan dinas dahulu sebelum
4 dinas
baik dalam daerah melakukan konsultasi
maupun luar daerah
Belum tahu cara
sesuai dengan DPA / RKA
prosedurnya
Mengajukan Nota
Atasan yang sulit
Pencairan Dana ( NPD )
ditemui karena
per bulan kepada Membuat janji terlebih
ada kepentingan
Bendahara agar dahulu sebelum
5 dinas
pelaksanaan kegiatan melakukan konsultasi
perjalanan dinas SKPD
Belum tahu cara
dapat terlaksana tepat
prosedurnya
waktu
Menyiapkan Surat Perintah
Membuat janji terlebih
Perjalanan Dinas dalam
Belum tahu cara dahulu sebelum
6 daerah maupun luar
prosedurnya melakukan konsultasi
daerah ( rutin dan keg
pengawasan lain)
Membuat laporan Atasan yang sulit
pertangungjawaban ( SPJ ditemui karena
Membuat janji terlebih
) atas penggunaan dana ada kepentingan
dahulu sebelum
7 perjalanan dinas yang dinas
melakukan konsultasi
dikelola agar tercipta tertib
administrasi dalam Belum tahu cara
pengelolaan keuangan prosedurnya
Melaksanakan tugas
Membuat janji terlebih
kedinasan lain yang
Belum tahu cara dahulu sebelum
8 diperintahkan oleh
prosedurnya melakukan konsultasi
pimpinan dalam batas
kewenangannya baik

97
tertulis maupun lisan
sesuai ketentuan yang
berlaku agar kegiatan
kedinasan dapat berjalan
lancar

98
BAB V

PENUTUP

Langkah awal dari implementasi aktualisasi adalah rancangan


aktualisasi, Rancangan ini memetakan isu yang yang terjadi serta
kegiatan sebagai jawaban isu yang akan di aktualisasikan di tempat kerja.
Rancangan aktualisasi ini juga mencoba menganalisis kegiatan
mensingkronisasikan nilai dasar PNS yang bisa diterapkan di antaranya
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti korupsi
setra kedudukan PNS di didalam NKRI seperti Whole of Goverment,
Pelayan Publik, ataupun Manajemen ASN.
Selain penyerapan nilai dasar ASN Rancangan aktualisasi ini juga
memetakan kontribusinya terhadap misi organisasi dan tata
nilaiInspektorat Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penyusunan rancangan ini
untuk memberikan gambaran tentang apa yang akan di aktualisasi kan
selama proses habituasi.
Pentingnya penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini
diharapakan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan 8 kegiatan
aktualisasi dan habituasi ANEKA, terdapat kemungkinan kegiatan-
kegiatan tersebut mengalami kendala sehingga rancangan kegiatan ini
tidak dapat direalisasikan secara optimal atau tidak tercapai
aktualisasinya. Oleh sebab itu Penulis berharap agar rancangan
aktualisasi di Inspektorat Kabupaten Cilacap bisa berjalan sebagaimana
jadwal dan tahapan yang telah disusun dengan dukungan segenap pihak.
Dampak jika rancangan aktualisasi optimalisasi pengelolaan
kendaraan dinas di Inspektorat tidak dilaksanakan maka akan berdampak
pada kegiatan ini yang monoton serta tidak adanya peningkatan kreatifitas
sebagai pengelola kendaraan dinas.

99
DAFTAR PUSTAKA

Kusumasari, Bevaola, Septiana Dwiputrianti, dan Enda Laluk Allo. 2015.


Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Latief, Yudi, Adi Suryanto, dan Abdul Aziz Muslim. 2015. Nasionalisme.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Yuniarsih, Tjutju, dan Muhammad Taufik. 2015. Komitmen Mutu. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Fatimah, Elly, dan Erna Irawati. 2016. Manajemen ASN. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Suwarno, Yogi, dan Tri Atmojo Sejati. 2016. Whole of Gorvernment.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Anti Korupsi. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kementerian_Hukum_dan_Hak_Asas
i_Manusia_Republik_Indonesia

100
Lampiran Biodata
a.Identitas Diri

Gregorius Adi Purwoko


1 NamaLengkap
L/P
Formasi Pengelolaan Kendaraan dan Perjalanan
2
Jabatan Dinas

4 NIP 19870903 201902 1 003


Tempat dan
6 Wonosobo, 3September1987
TanggalLahir
Jl. Jolontoro RT:02/RW:09 Sambek,
7 Alamat Rumah Wonosobo 56311

Nomor
8 089663948121
Telepon/Fak/Hp

9 Alamat Kantor Jl. Sumbing No. 17 Cilacap 53223

NomorTelepon/
10 (0282) 534400
Fax

11 Alamat e-mail Antasena.primawesi@gmail.com

b. Riwayat Pendidikan

Nama Sekolah Tahun Lulus Jurusan

SDLB/B KARYA BAKTI WONOSOBO 2003 -

SMPLB/B KARYA BAKTI 2006 -


WONOSOBO
SMA SKB WONOSOBO PAKET C 2010 IPS
STIE YAYASAN KARYA MANAJEMEN
2015
PENDIDIKAN YOGYAKARTA EKONOMI

101