Anda di halaman 1dari 5

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/330279010

Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia

Article · January 2019

CITATIONS READS

0 4,068

1 author:

Natasya Noorfauzia
Jakarta State University
1 PUBLICATION   0 CITATIONS   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Natasya Noorfauzia on 10 January 2019.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Sejarah Perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara Indonesia
Natasya Noor Fauzia

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan


Kelas : B2017

natasyanoorf@gmail.com

Dosen : Prof.Dr.Nadiroh, M.Pd

Mata Kuliah: Perencanaan Pembelajaran PPKn

Universitas Negeri Jakarta


Jalan. Rawamangun Muka Nomor 1 Jakarta Timur,DKI Jakarta, Indonesia

Pancasila adalah dasar Negara dan pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai dasar Negara, Pancasila mempunyai kedudukan sebagai dasar dalam
membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara
diwujudkan dalam hukum nasional Indonesia, dimana Pancasila menjadi sumber dari
segala sumber hukum yang ada di Negara Indonesia. Sedangkan sebagai pandangan
hidup bangsa, Pancasila dijadikan sebagai arahan bagi seluruh masyarakat Indonesia
dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagaimana menjalani kehidupan yang sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.
Kita sebagai rakyat Indonesia sudah semestinya tau dan mengerti sejarah dari
perumusan Pancasila itu sendiri, Menjelang tahun 1945, Jepang mengalami kekalahan
di Asia Timur Raya, Jepang banyak menggunakan cara untuk menarik simpati
khususnya kepada bangsa Indonesia dengan membuat suatu janji bahwa jepang akan
memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang diucapkan oleh Perdana
Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944.

Pembentukan BPUPKI
Jepang meyakinkan akan janjinya terhadap bangsa Indonesia untuk dimerdekakan
dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang BPUPKI berarti Dokuritsji Junbi
Cosakai. Jenderal Kumakichi Harada, adalah komandan pasukan jepang di jawa dan
mengumumkan pembentukan BPUPKI lalu pada tanggal 28 April 1945 diumumkan
pengangkatan anggota BPUPKI. Pergelaran upacara peresmiannya di gelar Gedung
Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang, Gedung Departemen Luar Negeri).

BPUPKI beranggotakan 67 orang, termasuk 7 orang Jepang dan 4 orang Cina dan
Arab. Jabatan Ketua BPUPKI adalah Radjiman Wedyodiningrat, Wakil ketua
BPUPKI adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P. Soeroso.

Sejarah Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945)

Setelah terbentuk BPUPKI segera mengadakan persidangan. Persidangan BPUPKI


dilaksanakan pertama kali pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945.
Pada persidangan, BPUPKI membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia
merdeka. Pada persidangan BPUPKI yang pertama, terdapat berbagai pendapat
mengenai dasar negara yang dipakai di Indonesia. Rumusan dasar negara Indonesia
disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Soekarno
B. Sejarah Persidangan Kedua BPUPKI (10-16 Juli 1945)
Sidang pertama BPUPKI berakhir, namun rumusan dasar negara Indonesia untuk
merdeka belum terbentuk. Padahal, BPUPKI akan istirahat satu bulan penuh.
Akhirnya BPUPKI membentuk panitia perumus dasar negara yang anggota terdiri
dari sembilan orang yang disebut dengan Panitia Sembilan. Tugas Panitia Sembilan
adalah menerima berbagai aspirasi mengenai pembentukan dasar negara Indonesia.
Anggota Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs.
Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Mr.Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad
Subardjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A.A. Maramis.

Berkat kerja keras dan cerdas dari Panitia Sembilan membuahkan hasil di tahun 22
Juni 1945 yang berhasil merumuskan dasar negara untuk Indonesia merdeka.
Rumusan itu oleh Mr. Moh. Yamin yang diberi nama "Piagam Jakarta atau Jakarta
Charter".

Piagam Jakarta
Perumusan dan sistematika Pancasila yang telah dibahas dalam Piagam
Jakarta kemudian diterima oleh Badan Penyidik dalam sidangnya yang kedua pada
tanggal 14-16 Juli 1945. Namun, walaupun rumusan Pancasila sudah diterima oleh
Badan Penyidik, belum berarti rumusan Pancasila sudah mencapai final. Karena,
belum adanya perwakilan yang representatif (mewakili berbagai unsur).

Pembentukan Panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan di Jepang. Untuk menindak lanjutkan


hasil kerja dari BPUPKI, maka jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI). Lembaga tersebut dalam bahasa Jepang disebut dengan Dokuritsi
Junbi Inkai. Anggota PPKI terdiri dari 21 orang untuk seluruh masyarakat Indonesia,
12 orang wakil dari jawa, 3 wakil dari sumatera, 2 orang wakil dari sulawesi, dan
seorang wakil Sunda Kecil, Maluku serta penduduk cina. Pada tanggal 18 Agustus
1945, ketua PPKI menambah 6 anggota lagi sehingga anggota PPKI berjumlah 27
orang. dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari
Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari golongan
Tionghoa), dan pada akhirnya bertambah enam orang lagi.
Rumusan Akhir Yang Ditetapkan Tanggal 18 Agustus1945
Dari sidang pertama PPKI menghasilkan beberapa keputusan:
1. Mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia dengan jalan.
a. Menetapkan Pigam Jakarta dengan beberapa perubahan menjadi
pembukaan UUD Negara Republik Indonesia.
b. Menetapkan Rancangan-Rancangan Hukum Dasar dengan beberapa
perubahan menjadi UUD Negara Republik Indonesia, yang kemudian
dikenal sebagai UUD 1945.
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagi Wakil
Presiden Republik Indonesia.
3. Sebelum terbentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), kekuasaan
dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional Indonesia yang
dikemudian dikenal sebagai Badan Musyawarah Darurat.
Pancasila akhirnya ditetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia pada sidang
pertama PPKI (18 Agustus 1945) yang didahului dengan penetapan Rancangan
Mukadimah (Pembukaan) dan rancangan UUD menjadi Pembukaan dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, secara sah dan resmi menurut
ketentuan yuridis konstitusional. Pengesahan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia didahului dengan pengesahan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia yang yang dipimpin langsung oleh Ketua PPKI, Ir. Soekarno.
Bunyi kelima butir sila Pancasila yang telah ditetapkan secara sah dan resmi pada
sidang pertama PPKI (18 Agustus 1945) adalah sebagai berikut:
Satu : Ketuhanan yang Maha Esa
Dua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tiga : Persatuan Indonesia
Empat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
Lima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Daftar Pustaka

Akhmad,A. (2015). Pancasila Sebagai Dasar Negara. Jurnal Pemikiran dan


Peradaban.

Lubis, Yusnawan, Sodeli. 2018. Pendidikan Pncasila dan Kewarganegaraan. Depok.


Pusat Kurikulum dan perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

View publication stats