Anda di halaman 1dari 12

Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR)


TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SD N
DESA PENGLATAN KECAMATAN BULELENG

1 2 3
Md. Wirama , Kt. Pudjawan. , I Kt. Dibia
1,3 2
Jurusan PGSD, Jurusan TP, FIP
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
1 2
e-mail: madewira513@yahoo.co.id , ketutpudjawan@gmail.com ,
3
dibiabhs@yahoo.co.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara
kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR)
dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional
pada siswa kelas V semester ganjil di SD Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng,
Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent post test only
control group design dengan melibatkan sampel sebanyak 57 siswa SD Negeri di Desa
Penglatan. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen
penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar matematika adalah
tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif
dan statistik inferensial. Statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan Hasil Belajar Matematika antara
kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR)
dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional
(thitung = 4,906 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, Pendekatan Matematika Realistik
(PMR) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika kelas V di SD Negeri 1 Penglatan
Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran 2013/2014.

Kata kunci: PMR, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar Matematika

Abstract
This study aims to determine the differences in mathematics results between groups of
students who taught by Realistic Mathematics Approach ( PMR ) with a group of students
who taught with conventional learning models in the first semester of fifth grade students
in elementary school in Penglatan village, Buleleng district of Buleleng regency in the
academic year 2013/2014. This study was a quasi-experimental study (quasi-experiment)
with the design of non-equivalent post -test only on control group design which was
involving 57 of elementary students in Penglatan village. The samples were taken by
simple random sampling technique. The research instrument used in this research to
collect the Mathematics Learning Outcomes data was a multiple choice test. The data
obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics which
inferential statistics using t-test. The results showed that there is a significant difference
between groups of students who taught by Realistic Mathematics Approach (PMR) with a
group of students who taught by conventional learning model (t value = 4.906
> ttable = 2.000). Thus, Realistic Mathematics Approach (PMR) affect on learning
outcomes in mathematics of fifth grade students in SD Negeri 1 Penglatan, Buleleng
district of Buleleng regency in the academic year 2013/2014.

Keywords: PMR, Conventional Learning, Math Learning Outcomes


Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

Masalah yang paling dirasakan di


PENDAHULUAN era globalisasi adalah menyangkut mutu
Matematika merupakan bidang ilmu pendidikan. Dalam upaya untuk
yang berperan penting dalam era meningkatkan mutu pendidikan atau
globalisasi seperti sekarang. Menurut khususnya hasil belajar siswa, banyak
Masrinawati (2003) mengatakan, peranan faktor yang mempengaruhi diantaranya
matematika dapat terlihat pada berbagai kurikulum yang menjadi acuan dasar,
sektor kehidupan manusia, seperti dalam program pengajaran, kualitas guru, materi
komputerisasi, transportasi, komunikasi, pembelajaran, buku sebagai sumber belajar
ekonomi/perdagangan, dan pengembangan dan teknik atau bentuk penilaian. Berbicara
ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
karena itu, dibutuhkan usaha untuk hasil belajar siswa seperti yang
menguasai pengetahuan matematika, disampaikan di atas, pendekatan
apalagi bagi Indonesia yang merupakan pembelajaran merupakan salah satu faktor
negara berkembang salah satu usaha yang yang mendapatkan perhatian dalam
dapat dilaksanakan yaitu melalui keseluruhan pengelolaan pembelajaran.
pembelajaran matematika di sekolah Pendekatan pembelajaran dapat diartikan
sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita
dalam kehidupan. terhadap proses pembelajaran, yang
Banyak menganggap matematika merujuk pada pandangan tentang
sangat sulit. Penyebab sulitnya matematika terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
bagi siswa karena siswa merasakan sangat umum yang menguatkan metode
pembelajaran itu kurang bermakna, artinya pembelajaran dengan cakupan teoritis.
guru dalam pembelajaran di kelas kurang Mengingat begitu pentingnya
mengaitkan dengan pengalaman yang telah penguasaan matematika dalam
dimiliki siswa dan kurang memberikan peningkatan sumber daya manusia dan
kesempatan untuk menemukan kembali manfaatnya, pendekatan pembelajaran
dan mengkontruksikan sendiri ide yang digunakan dalam proses
matematika. Mengaitkan pengalaman pembelajaran di kelas memegang peranan
kehidupan nyata anak dengan ide-ide yang penting agar tujuan yang diinginkan
matematika dalam pembelajaran di kelas dapat tercapai sesuai dengan yang
penting dilakukan agar pembelajaran diharapkan, karena pembelajaran
bermakna. Sehubungan dengan itu Suharta matematika merupakan pembelajaran yang
(2001:642) mengatakan bahwa “bila anak dekat dengan kehidupan sehari-hari, maka
belajar matematika terpisah dari siswa diharapkan mampu memaknai
pengalaman mereka sehari-hari maka anak pembelajaran tersebut. Siswa hendaknya
akan cepat lupa dan tidak dapat menghubungkan materi pembelajaran
mengaplikasikan matematika”. Ini berarti dengan kehidupan nyata, sehingga tidak
bahwa pembelajaran matematika di kelas menimbulkan kesulitan belajar bagi siswa
ditekankan pada keterkaitan antara konsep- itu sendiri. Namun kenyataan saat ini, justru
konsep matematika dengan pengalaman siswa lebih pasif dalam mengikuti
anak sehari-hari pembelajaran di kelas.ini terlihat saat
` Dari beberapa pendapat di atas pembelajaran, penyampaian materi oleh
maka dapat disimpulkan bahwa matematika guru kepada siswa masih berlangsung
sangat berperan penting dalam era secara tradisional atau konvensional yaitu
globalisasi seperti sekarang, sehingga pembelajaran yang berpusat pada guru.
dibutuhkan usaha untuk menguasai Pembelajaran di kelas hanya dipandang
pengetahuan matematika. Untuk sebagai suatu aktivitas pemberian informasi
menguasai pengetahuan matematika anak yang harus ditelan oleh siswa yang wajib
perlu dibelajarkan dengan mengaitkan diingat dan dihafal. Siswa dipandang
pengalaman kehidupan nyata dengan ide- sebagai individu yang pasif dan diperlukan
ide matematika dalam pembelajaran di tidak menjadi bagian realita yang diajarkan
kelas agar pembelajaran lebih bermakna. kepada mereka.
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

Hal serupa terjadi di SD Desa belajar matematika pada raport siswa kelas
Penglatan, Kecamatan Buleleng, V di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng,
Kabupaten Buleleng. Hasil belajar siswa Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran
kelas V semester satu tahun pelajaran 2012/2013.
2012/2013 dalam mata pelajaran
matematika belum menunjukan hasil yang
memuaskan. Berikut ini tabel rata-rata hasil
Tabel 1 Rata-rata nilai raport matematika siswa kelas V di Desa Penglatan
Tahun Pelajaran
No. Nama Sekolah 2012/2013

I
1 SD N. 1 Penglatan 68,5
2 SD N. 2 Penglatan 67,7
3 SD N. 3 Penglatan 67

Dengan kriteria ketuntasan minimal dan kerang tertarik terhadap materi yang
sebesar 70. Hal ini berarti hasil belajar diajarkan.
matematika siswa kelas V belum memenuhi Untuk mengatasi masalah-masalah
kriteria ketuntasan belajar. Berdasarkan tersebut, guru sebaiknya menjadikan
permasalahan ini dilakukan identifikasi suasana pembelajaran di kelas lebih
untuk menemukan solusi cara mengatasi menyenangkan, menarik dan bermakna.
permasalahan tersebut. Suasana pembelajaran di kelas
Ada beberapa hal yang diidentifikasi menyenangkan, menarik, dan bermakna
sebagai faktor penyebab rendahnya hasil bagi siswa akan dapat meningkatkan
belajar matenatika pada siswa kelas V di pemahaman serta penguasaan materi.
SD Penglatan yaitu: Pertama, guru dalam Semakin tinggi pemahaman dan
menyampaikan materi kepada siswa penguasaan materi maka semakin tinggi
berlangsung secara tradisional atau pula tingkat keberhasilan pembelajaran.
konvensional yaitu pembelajaran masih Guru perlu melakukan suatu pembaharuan
berpusat pada guru. Guru cendrung dalam penerapan pendekatan maupun
menggunakan metode ceramah untuk metode pembelajaran yang sesuai dengan
menjelaskan materi kepada siswa, materi yang diajarkan agar mampu
sementara siswa hanya menerima meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pengetahuan yang disampaikan oleh guru proses pembelajaran sehingga berdampak
sehingga siswa menjadi pasif. Pengetahuan positif terhadap peningkatan kemampuan
masih ditranformasikan secara utuh dari pemahaman konsep matematika siswa
pikiran guru ke pikiran siswa. Hal ini berarti kelas V SD Penglatan. Salah satu alternatif
siswa hanya mendapat pengetahuan dan upaya pemecahan masalah tersebut adalah
pemahaman yang terbatas pada informasi melauli pembelajaran matematika dengan
yang diberikan oleh gurunya. Kedua, guru pendekatan matematika realistik.
jarang menggunakan media pembelajaran Pendekatan matematika realistik
dalam proses pembelajaran. Hal ini lebih menekankan pada pembelajaran yang
disebabkan, terbatasnya media yang ada di bermakna yaitu pembelajaran yang
sekolah serta guru kurang inisiatif untuk mengaitkan pengetahuan dengan aktivitas
membuat alat peraga sesuai dengan materi nyata dalam kehidupan siswa sehari-hari.
yang diajarkan. Akibatnya guru sulit untuk Pendekatan ini berfokus pada proses
menjelaskanapa yang ingin disampaikan pemerolehan pengetahuan yang dapat
kepada siswa. Walaupun dapat dijelaskan mengembangkanpemikiran siswa sehingga
oleh guru kadang-kadang siswa tidak menemukan ide dan konsep matematika.
mengerti dengan apa yang dijelaskan Pendekatan matematika realistik
gurunya dan pembelajaran pun menjadi menginginkan berkurangnya dominasi guru
kurang efektifkarena siswa merasa jenuh dalam proses belajar mengajar, sebaliknya
memberi keleluasaan siswa untuk lebih
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

berani, mandiri, aktif, kritis, dan kreatif merupakan suatu yang utama, dan untuk
dalam proses belajar mengajar. Dengan mempelajari matematika orang harus
demikian, siswa dapat bebas mengeluarkan belajar sendiri menemukan sendiri konsep-
ide untuk memecahkan suatu masalah konsep matematika. 5.Menumbuh
dengan cara mereka sendiri. kembangkan sikap kerja sama, saling
Pendekatan matematika realistik menghargai mengambil keputusan seta
(PMR) adalah sebuah pendekatan belajar mengembangkan penalaran siswa karena
matematika yang dikembangkan sejak dalam proses pembelajaran siswa dituntut
tahun 1971 oleh sekelompok ahli memberikan alasan dan dapat mengambil
matematikan dari Freundenthal Institate keputusan. 6.Memadukan dari kelebihan-
Utrecht University di negri Belanda. kelebihan dari berbagai pendekatan, seperti
Pendekatan ini didasarkan pada anggapan pemecahan masalah, kontruktivisme,
Freundenthal (dalam Suherman 2003) penemuan, dan pendekatan berbasis
bahwa matematika adalah kegiatan lingkungan.
manusia. Menurut pendekatan ini, kelas Kelebihan-kelebihan yang disajikan di
matematika bukan tempat memindahkan atas cukup beralasan karena dalam
matematika dari guru kepada siswa Pendekatan Matematika Realistik (PMR),
melainkan tempat siswa menemukan masalah kontekstual digunakan sebagai
kembali ide dan konsep matematika melalui pangkal tolak pembelajaran. Siswa diberi
eksplorasi masalah-masalah nyata. kesempatan untuk memecahkan dengan
Mengkaitkan pengalaman kehidupan nyata cara formal, siswa diberikan kesempatan
anak dengan ide-ide matematikadalam menemukan dan mengkontruksi konsep-
pembelajaran di kelas penting dilakukan konsep matematika. Selanjutnya siswa
agar pembelajaran bermakna. Pengalaman dihadapkan kembali kepada masalah
belajar akan terbentuk apabila siswa ikut kontekstual untuk mengaplikasikan dengan
terlibat secara langsung dalam konsep-konsep yang telah mereka pelajari.
pembelajaran. Pendekatan matematika Dengan demikian jelaslah bahwa masalah
realistik juga menekankan untuk membawa kontekstual selain dijadikan sumber
matematika mengarah pada pembelajaran inspirasi penemuan dan pengkontruksian
yang lebih bermakna dan mengkaitkan konsep juga digunakan sebagai tempat
dengan kehidupan nyata sehari-hari yang mengaplikasikan konsep-konsep
bersifat realistik. matematika sehingga keterkaitan dengan
Pendekatan Matematika Realistik kehidupan sehari-hari semakin erat.
(PMR) memiliki banyak kelebihan – Berdasarkan paparan di atas, maka
kelebihan. Suwarsono (dalam Suharta dan tujuan penelitian ini adalah untuk
Suarjana, 2006) mengatakan bahwa mengetahui perbedaan hasil belajar
kelebihan-kelebihan Pendekatan matematika antara siswa yang mengikuti
Matematika Realistik (PMR) tersebut pembelajaran dengan menggunakan
adalah sebagai berikut. 1.Memberikan pendekatan matematika realistik (PMR) dan
pengertian yang jelas dan operasional siswa yang mengikuti pembelajaran
mengenai keterkaitan antara matematika menggunakan model pembelajaran
dengan kehidupan sehari-hari. konvensional.
2.Memberikan pengertian yang jelas dan
operasional bahwa matematika merupakan METODE
suatu bidang kajian yang dapat dikontruksi Dilihat dari fokus masalah dan kaitan
dan dikembangkan sendiri oleh siswa. 3. antar variabel yang dilibatkan dalam
Memberikan pengertian yang jelas dan penelitian, maka penelitian ini termasuk
operasional bahwa pemecahan suatu kategori penelitian eksperimen semu (quasi
masalah matematika tidak perlu tunggal experiment). Tempat penelitian ini adalah
dan boleh berbeda antara siswa yang satu SD Negeri di Desa Penglatan Kecamatan
dengan yang lain. 4. Memberikan Buleleng Kabupaten Buleleng dan waktu
pengertian yang jelas dan operasional pelaksanaannya pada semester ganjil
kepada siswa bahwa dalam mempelajari tahun pelajaran 2013/2014. Populasi
matematika, proses pembelajaran penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri diperoleh koefesien reliabilitas tes sebesar


Desa Penglatan yang berjumlah 83 siswa 0,86. Hal ini, berarti tes tersebut termasuk
yang tersebar pada 3 sekolah. ke dalam kriteria reliabilitas sangat tinggi.
Pengambilan sampel pada penelitian ini Jadi, tes Hasil Belajar Matematika tersebut
dilakukan dengan teknik simple random dianggap layak untuk digunakan dalam
sampling, tetapi yang dirandom adalah penelitan. Selanjutnya, tes tersebut
kelas. Hal ini dikarenakan, tidak dianalisis tingkat kesukarannya, dengan
memungkinkan untuk merubah kelas yang kriteria pengujian yaitu suatu tes dapat
ada. digunakan apabila dapat memenuhi
Rancangan penelitian yang 0,20≤TK≤0,80. Berdasarkan hasil analisis
digunakan adalah non-equivalent post test dari 30 soal, 10 soal berada kategori baik, 9
only control group design. Pada kelompok soal berada pada kategori cukup baik, 11
eksperimen diberikan perlakuan berupa soal berada pada kategori kurang baik
Pendekatan Matematika Realistik (PMR) , (revisi). hal tersebut menunjukkan 30 soal
sedangkan kelompok kontrol diberikan tersebut memenuhi kriteria pengujian.
perlakuan model pembelajaran Untuk uji daya beda tes digunakan kriteria
konvensional. Pada akhir kegiatan pengujian yaitu item dikatakan mempunyai
penelitan, kedua kelompok diberikan post- daya beda yang baik, jika memiliki IDB
test. antara 0,15–0,20 atau lebih. Berdasarkan
Data yang dikumpulkan dalam hasil uji coba instrumen tersebut, diperoleh
penelitian ini adalah data tentang Hasil 30 soal yang memenuhi syarat untuk
Belajar Matematika. Untuk mengukur hasil disertakan sebagai soal post-test pada
belajar siswa digunakan metode tes. penelitian.
“Metode tes adalah cara memperoleh data Analisis data yang digunakan dalam
yang berbentuk suatu tugas yang dilakukan penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif
atau dikerjakan oleh seseorang atau dan statistik inferensial. Statistik deskriptif
sekelompok orang yang dites (testee), dan digunakan untuk mendapatkan gambaran
dari tes tersebut dapat menghasilkan suatu sekilas mengenai data Hasil Belajar
data berupa skor (data interval)” (Agung, Matematika, baik secara numerik maupun
2011:60). Instrumen yang digunakan untuk grafis. Pada analisis deskriptif dihitung
mengukur Hasil Belajar Matematika adalah mean, modus, median, standar deviasi, dan
tes pilihan ganda. varians. Dalam penelitian ini data disajikan
Pada tes pilihan ganda, setiap dalam bentuk grafik poligon. Statistik
pertanyaan ada empat pilihan, Setiap item inferensial digunakan untuk mengambil
soal disertai dengan empat alternatif keputusan berdasarkan hasil analisis data.
jawaban yang dapat dipilih oleh siswa Sebelum pengambilan keputusan
(alternatif a, b, c, dan d) setiap item diberi diperlukan uji prasyarat, yakni uji
skor 1 bila siswa menjawab dengan benar homogenitas dan uji normalitas. Pengujian
dan siswa yang menjawab salah diberi skor hipotesis menggunakan uji-t. Dalam
0. Kemudian skor setiap item dijumlahkan penelitian ini dikaji hipotesis yaitu terdapat
dan jumlah tersebut merupakan skor perbedaan yang signifikan Hasil Belajar
variabel hasil belajar matematika. Matematika antara kelompok siswa yang
Instrumen yang disusun terlebih dibelajarkan dengan menggunakan
dahulu perlu melalui uji validitas isi oleh dua Pendekatan Matematika Realistik (PMR)
orang dosen ahli. Setelah instrumen dengan kelompok siswa yang dibelajarkan
dianggap memenuhi syarat validitas isi, dengan model pembelajaran konvensional
instrumen tersebut diuji cobakan untuk pada siswa kelas V tahun pelajaran
mengetahui tingkat validitas, reliabilitas, 2013/2014 di SD Negeri Desa Penglatan
tingkat kesukaran, dan daya beda tes. Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.
Instrumen diuji cobakan di kelas VI
dengan melibatkan 80 responden. Dari HASIL DAN PEMBAHASAN
hasil uji validitas tes, diperoleh 30 soal yang
valid dari 40 tes yang diuji cobakan. Data penelitian ini adalah skor hasil
Berdasarkan hasil uji reliabilitas tes, belajar matematika antara siswa yang
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

2 hitung

2 tabel

2 hitung

2 tabel

mengikuti Pendekatan Matematika Realistik analisis deskriptif ditemukan nilai-nilai


(PMR) dan siswa yang mengikuti model statistiknya seperti disajikan pada Tabel 2.
pembelajaran konvensional. Dari hasil

Tabel 2. Hasil Analisis Data dengan Statistik Deskriptif

Statistik Deskriptif Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol


Mean 75,8 62,21
Median 79,62 61,7
Modus 82,92 60,7
Stadar Deviasi 11,05 9,82
Varians 122,32 96,59
berasal dari populasi yang berdistribusi
Sebelum data penelitian ini tunggal.
dianalisis dengan statistik inferensial,
terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat
analisis data. Uji prasyarat yang dimaksud Berdasarkan analisis uji normalitas dengan rumus
Chi-square, diperoleh
adalah uji normalitas sebaran data dan uji
homogenitas varians. Uji normalitas
sebaran data dimaksudkan untuk sebesar 10,86 dan dengan taraf

signifikansi 5% dan dk= 5 adalah 11,070.


meyakinkan bahwa sampel benar-benar
Hal ini berarti 2hitung < 2tabel, maka data hasil
post-test kelompok eksperimen Setelah melakukan uji normalitas,
berdistribusi normal. Sedangkan, selanjutnya dilakukan uji homogenitas dengan
hasil post-test kelompok kontrol adalah menggunakan rumus uji–F. Berdasarkan
analisis uji homogenitas varians, diperoleh
Fhitung = 1,267 sedangkan
10,85 dan dengan taraf signifikansi

5% dan dk= 5 adalah 11,070. Hal ini berarti


2 2
hitung < tabel, maka data hasil post-test
Ftabel dengan taraf signifikansi 5% serta dk
kelompok kontrol berdistribusi normal. pembilang 28 dan dk penyebut 27 adalah
1,97. Hal ini berarti F hitung < Ftabel, sehingga
varians data Hasil Belajar Matematika
siswa kelompok eksperimen dan siswa
kelompok kontrol adalah homogen.
Berdasarkan hasil uji prasyarat, yakni
uji normalitas dan uji homogenitas diperoleh
hasil yaitu: 1) distribusi data Hasil Belajar
Matematika siswa kelompok eksperimen
dan kelompok kontrol adalah berdistribusi
normal, 2) varian kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol adalah homogen.
Pengujian hipotesis yang dilakukan pada
penelitian ini menggunakan rumus uji–t
polled varians. Hasil analisis uji–t disajikan
pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis

Kelompok Varians n Db thitung ttabel Kesimpulan


Eksperimen 75,8 29 55 4,906 2,000 thitung > ttabel H0
Kontrol 62,2 28 ditolak

Berdasarkan Tabel 2, diperoleh hasil kelompok siswa yang dibelajarkan dengan


thitung sebesar 4,906. Sedangkan ttabel model pembelajaran konvensional pada
dengan db= 55 dan taraf signifikansi 5% siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di
adalah 2,000. Hal ini berarti thitung lebih SD Negeri Desa Penglatan Kecamatan
besar dari ttabel (thitung > ttabel) sehingga H0 Buleleng Kabupaten Buleleng.
ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian,
dapat diinterpretasikan terdapat perbedaan Pembahasan pada penelitian ini
yang signifikan Hasil Belajar Matematika memamparkan hasil belajar Matematika
antara kelompok siswa yang dibelajarkan siswa baik pada kelompok yang
dengan menggunakan Pendekatan menggunakan Pendekatan Matematika
Matematika Realistik (PMR) dengan Realistik (PMR) maupun pada kelompok
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

yang menggunakan pembelajaran


Konvensional. Pendekatan Matematika 12

Frekuensi
Realistik (PMR) yang diterapkan pada 10
kelompok eksperimen dan pembelajaran 8
Konvensional yang diterapkan pada 6
kelompok kontrol dalam penelitian ini
menunjukkan pengaruh yang berbeda pada 4
hasil belajar Matematika siswa. Hal ini 2
dapat dilihat dari analisis data hasil belajar
0
Matematika siswa. Analisis yang dimaksud
adalah analisis deskriptif.
Secara deskriptif, hasil belajar
Matematika siswa kelompok eksperimen Interval
lebih tinggi dibandingkan dengan hasil
belajar Matematika siswa kelompok kontrol.
Tinjauan ini didasarkan pada rata-rata skor
hasil belajar Matematika dan kemiringan
Gambar 1. Kurve Poligon Hasil
kurve poligon. Rata-rata skor hasil belajar
Belajar Matematika Siswa
Matematika siswa kelompok eksperimen
adalah 75,8 berada pada kategori sangat Kelompok Eksperimen.
tinggi sedangkan rata-rata skor hasil belajar Rata-rata skor Hasil Belajar
Matematika siswa kelompok kontrol adalah Matematika siswa kelompok kontrol adalah
62,21 berada pada kategori tinggi. Jika skor 62,2 berada pada kategori tinggi.
hasil belajar Matematika siswa kelompok Berdasarkan skor Hasil Belajar Matematika
eksperimen digambarkan dalam grafik siswa kelompok kontrol dapat digambarkan
poligon tampak bahwa kurve sebaran data sebagai kurve juling positif, karena
merupakan juling negatif yang artinya Mo<Md<M (60,7<61,7<62,21). Hal ini
sebagian besar skor siswa cenderung menunjukkan bahwa sebagian besar skor
tinggi. Pada kelompok kontrol, jika skor kelompok kontrol cenderung rendah. Data
hasil belajar Matematika pada siswa hasil post-test kelompok kontrol disajikan
kelompok kontrol digambarkan dalam grafik dalam Gambar 2.
poligon tampak bahwa kurve sebaran data
merupakan juling positif yang artinya
sebagian besar skor siswa cenderung
rendah. 12
Frekuensi

10
8
Rata-rata skor Hasil Belajar
Matematika siswa kelompok eksperimen 6
adalah 75,8 berada pada kategori sangat 4
tinggi. Berdasarkan skor Hasil Belajar 2
Matematika kelompok eksperimen dapat 0
digambarkan sebagai kurve juling negatif,
karena Mo>Md>M (82,92> 79,62>75,8). Hal
ini menunjukkan bahwa sebagian besar
skor kelompok eksperimen cenderung Interval
tinggi. Data hasil post-test kelompok
eksperimen disajikan dalam Gambar 1.
Gambar 2. Kurve Poligon Hasil
belajar Matematika Siswa
Kelompok Kontrol

Berdasarkan uji prasyarat analisis


data, diperoleh bahwa data hasil belajar
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

Matematika siswa kelompok eksperimen luasnya pada siswa lain untuk menjawab
dan kontrol adalah normal dan homogen. dari pertanyaan tersebut sehingga siswa
Setelah diperoleh hasil dari uji prasyarat lain yang mempunyai ide atau gagasan
analisis data, dilanjutkan dengan pengujian diharapkan bisa menjawab persoalan yang
hipotesis penelitian (Ha) dan hipotesis nol diberikan oleh guru. Pada bagian fase
(H0). Pengujian hipotesis tersebut penyajian hasil kerja siswa
dilakukan dengan menggunakan uji-t mempersentasikan hasil pemecahan
sampel independent (tidak berkorelasi) masalah atas permasalahan yang diberikan
dengan rumus polled varians dengan oleh guru dengan menggunakan media
kriteria H0 ditolak jika thit > ttab dan H0 yang ada. Dengan demikian siswa
diterima jika thit < ttab. mengungkapkan sudut pandang dan
Berdasarkan hasil analisis data pemahaman mereka dalam memecahkan
menggunakan uji-t, diperoleh thitung =4,906. masalah sehingga siswa memberikan
Sedangkan ttabel dengan db=55 dan taraf alasan dari jawabannya dan mem,berikan
signifikansi 5% adalah 2,000. Hasil tanggapan atas pertanyaan temannya.
perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Pada fase refleksi dan evaluasi siswa diajak
thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel), menarik kesimpulan dari pelajaran saat itu
sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini dan pada akhir pelajaran siswa
berarti terdapat perbedaan yang signifikan mengerjakan soaal evaluasi terhadap
Hasil Belajar Matematika antara kelompok proses pembelajaran untuk mengetahui
siswa yang dibelajarkan dengan sejauh mana siswa memahami pelajaran
menggunakan Pendekatan Matematika yang telah berlangsung. Hal tersebut
Realistik (PMR) dengan kelompok siswa menyebabkan hasil belajar matematika
yang dibelajarkan dengan model yang dibelajarkan dengan Pendekatan
pembelajaran konvensional. Matematika Realistik (PMR) lebih tinggi
Perbedaan yang signifikan antara dibandingkan dengan hasil belajar
kelompok siswa yang dibelajarkan dengan kelompok siswa yang dibelkajarkan dengan
menggunakan Pendekatan Matematika model pembelajaran konvensional.
Realistik (PMR) dan kelompok siswa yang Freudenthal (dalam Suherman 2003)
dibelajarkan dengan menggunakan model menjelaskan bahwa pada dasarnya
pembelajaran konvensional hal ini pendekatan realistik membimbing siswa
disebabkan karena perbedaan perlakuan untuk “menemukan kembali” konsep-
pada langkah–langkah pembelajaran dan
proses penyampaian materi. Penerapan konsep matematika. yang pernah
pendekatan ini lebih memberi kesempatan ditemukan oleh para ahli matematika atau
kepada siswa untuk aktif berpartisipasi bila memungkinkan siswa dapat
dalam pembelajaran. Hal ini tercermin menemukan hal yang sama sekali belum
dalam langkah-langkah pembelajaran pernah ditemukan. Selain itu Pitajeng
dengan Pendekatan Matematika Realistik (2006:78) menurutnya untuk pembelajaran
(PMR) pada fase pemecahan masalah,
matematika sangat diperlukan media
fase penyajian, hasil kerja, refleksi dan
evaluasi. Pada bagian fase pemecahan belajar yang berbentuk alat peraga yang
masalah, siswa diberikan kebebasan untuk tepat maupun benda-benda kongrit yang
berpikir secara aktif sesuai dengan ide-ide dimanipulasi anak untuk memahami
dan gagasannya sendiri dalam menemukan matematika. Dengan kata lain penerapan
dan memahami suatu konsep serta Pendekatan Matematika Realistik (PMR)
membangun sendiri pengetahuannya. dengan bantuan alat peraga yang kongrit
Dengan demikian siswa dapat bebas
mengeluarkan ide untuk memecahkan sangat membantu siswa dalam
masalah yang diberikan oleh guru dengan menemukan konsep dari materi yang
cara mereka sendiri, dan jika ada siswa diberikan sehingga siswa lebih banyak
yang belum bisa mengerjakan soal yang terlibat dalam diskusi ataupun dalam
telah diberikan oleh guru, maka guru memahami materi. Dari kegiatan tersebut
memberikan kesempatan yang seluas-
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

siswa akan dibiasakan dan selalu dilatih SIMPULAN DAN SARAN


dalam memecahkan masalah sehari-hari. Berdasarkan rumusan masalah,
Proses pembelajaran yang demikian sesuai tujuan, hasil penelitian, dan pembahasan
dengan karakteristik Pendekatan seperti yang telah diuraikan pada Bab
sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan
Matematika Realistik (PMR) yakni sebagai berikut. Terdapat perbedaan hasil
menggunakan masalah kontekstual. belajar matematika siswa yang signifikan
Penelitian ini mendukung dari hasil- antara kelompok siswa yang dibelajarkan
hasil penelitian yang sudah dilakukan dengan Pendekatan Matematika Realistik
sebelumnya, yaitu: penelitian yang (PMR) dengan kelompok siswa yang
dilakukan oleh Astuti (2010) membutikan dibelajarkan dengan model pembelajaran
bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti konvensional terhadap hasil belajar
pembelajaran dengan menggunakan matematika pada siswa kelas V semester
pendekatan matematika realistik terbukti ganjil di SD Penglatan Kecamatan Buleleng
lebih baik dari pada siswa yang mengikuti Kabupaten Buleleng tahun pelajaran
model pembelajaran konvensional. Hal ini 2013/2014. Hal itu terlihat dari hasil analisis
dapat dibuktikan dengan adanya uji t sampel tidak berkorelasi
peningkatan prestasi belajar matematika dengan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 4,
dari segi rata-rata hasil belajar siswa 906 >2,000 dengan derajat kebebasan 55.
sebesar 74,83 dengan daya serap siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil
sebesar 78,88% pada siklus 1, 85,17% belajar matematika siswa yang dicapai oleh
pada siklus 2.Penelitian lain yang kelas yang mengikuti pembelajaran dengan
dilaksanakan oleh Soviawati (2011) Pendekatan Matematika Realistik (PMR)
mengenai Pendekatan Matematika Realistik lebih baik dibandingkan dengan kelas yang
(PMR) untuk meningkatkan Kemampuan mengikuti pembelajaran dengan model
Berfikir Siswa di Tingkat Sekolah Dasar. pembelajaran konvensional.
menunjukan bahwa dengan Pendekatan Saran yang dapat disampaikan
Matematika Realistik (PMR) siswa tidak berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
hanya mudah menguasai konsep dan adalah sebagai berikut. 1) Secara teoretis
materi pelajaran namun juga tidak cepat penelitian ini dapat menambah ilmu
lupa dengan apa yang telah diperolehnya pengetahuan di bidang pendidikan,
tersebut. Pendekatan ini pula tepat khususnya dalam pembelajaran
diterapkan dalam mengajarkan konsep- matematika Diharapkan penelitian ini dapat
konsep dasar dan dapat meningkatkan dijadikan pertimbangan dalam
hasil belajar siswa. Jadi dengan kata lain pengembangan model pembelajaran untuk
Pendekatan Matematika Realistik (PMR) meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Siswa
dalam penelitian ini adalah suatu konsep hendaknya dapat menjadikan Pendekatan
belajar, yang dapat membantu guru untuk Matematika Realistik (PMR) sebagai salah
dapat menghubungkan kegiatan/materi satu cara belajar yang lebih menyenangkan
pembelajaran di kelas dengan situasi dunia untuk dapat meningkatkan hasil belajar. 3)
nyata siswa dan mendorong siswa untuk Penelitian ini agar digunakan untuk
“menemukan kembali” konsep-konsep meningkatkan kemampuan profesional guru
matematika. dalam hal mengelola pembelajaran
Dari paparan di atas, secara umum khususnya dalam pembelajaran
telah mampu menjawab rumusan masalah. matematika dan dijadikan pertimbangan
Penelitian ini dapat dikatakan berhasil, untuk memilih model pembelajaran yang
karena semua kriteria yang ditetapkan telah sesuai untuk meningkatkan hasil belajar.
terpenuhi. Hal ini menandakan bahwa 4) Penelitian ini dapat memberikan
dengan Pendekatan Matematika Realistik pengalaman bagi peneliti sebagai calon
(PMR) dapat meningkatkan hasil belajar tenaga pendidik dalam upaya peningkatan
matematika kelas V di SD No 1 Penglatan hasil belajar melalui pemilihan metode
Kecxamatan Buleleng Kabupaten Buleleng pembelajaran yang tepat. Penelitian ini
pada tahun pelajaran 2013/2014 hendaknya dapat dilakukan untuk jumlah
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)

sampel yang lebih besar untuk mendapat


hasil yang lebih baik.

DAFTAR RUJUKAN
Agung, A. A. Gede. 2011. Metodologi
Penelitian Pendidikan. Singaraja:
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Ganesha.

Astuti, Ida Ayu Komang. 2010. “Penerapan


Pendekatan Matematika Realistik
untuk Menumbuhkembangkan Sikap
Positif dan Meningkatkan Prestasi
Belajar Matematika pada Siswa
Kelas IV Semester II SD No. 4
Kaliuntu Tahun Pelajaran
2010/2011”. Skripsi (tidak
diterbitkan). Singaraja: UNDIKSHA.

Erman Suherman, dkk. 2003. Strategi


Pembelajaran Matematika
Kontemporer. Bandung: Fakultas
Pendidikan Matematika dan Ilmu
pengetahuan Alam Universitas
Pendidikan Indonesia.

Marsinawati, A. 2003. Peranan Matematika


dalam Era Globalisasi. Jakarta:
Gramedia Pustaka.

Soviawati, Evi. 2011. “Pendekatan


Matematika Realistik

(PMR)

untuk
Meningkatkan Kemampuan Berpikir
Siswa di Tingkat

Sekolah Dasar”.
Tersedia pada
http://jurnal.upi.edu/file/9-
Evi_Soviawati-edit.pdf. (Diakses
tanggal 1 Februari 2013).

Suharta,

Gusti
Putu.

2001.

Pengaruh
Pemodelan Matematika Realistik
Terhadap Respon Realistik.
Singaraja : IKIP.
.
Pitajeng. 2006. Pembelajaran Matematika
yang menyenangkan. Jakarta:
Depdiknas.