Anda di halaman 1dari 64

Standar Audit

SA 540

Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk


Estimasi Akuntansi Nilai Wajar, dan
Pengungkapan yang Bersangkutan

SA 540.indd 1 2/28/2013 8:43:30 AM


Standar Audit (SA 540)

Institut Akuntan publik Indonesia


Office Eight (8) Building Lantai 12 Unit 12I–12J
Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 28
Jln. Jend. Sudirman Kav. 52–53
Senopati Raya, Jakarta 12190, Indonesia
Telp. : (021) 29333151, 72795445, 70721651-52-53
Faks. : (021) 29333154, 29333155, 72795441
Website : http://www.iapi.or.id
E-mail : info@iapi.or.id
Hak Cipta © 2013 Institut Akuntan Publik Indonesia

Penerbit Salemba Empat


Jln. Raya Lenteng Agung No. 101
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610
Telp. : (021) 781 8616
Faks. : (021) 781 8486
Website : http://www.penerbitsalemba.com
E-mail : info@penerbitsalemba.com

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk apa pun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam,
atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Institut Akuntan
Publik Indonesia dan Penerbit Salemba Empat.

UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA


1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu
ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Institut Akuntan Publik Indonesia

Standar Audit (SA 540)/Institut Akuntan Publik Indonesia


—Jakarta: Salemba Empat, 2013
1 jil., 64 hlm., 14 × 21 cm

ISBN 978-979-061-322-5

1. Audit 2. Akuntan Publik


I. Judul II. Institut Akuntan Publik Indonesia

SA 540.indd 2 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA


DEWAN STANDAR PROFESI
2008–2012

Kusumaningsih Angkawidjaja Ketua


Handri Tjendra Wakil Ketua
Dedy Sukrisnadi Anggota
Fahmi Anggota
Godang Parulian Panjaitan Anggota
Johannes Emile Runtuwene Anggota
Lolita R. Siregar Anggota
Renie Feriana Anggota
Yusron Fauzan Anggota

iii

SA 540.indd 3 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

STANDAR AUDIT 540


AUDIT ATAS ESTIMASI AKUNTANSI, TERMASUK ESTIMASI
AKUNTANSI NILAI WAJAR, DAN PENGUNGKAPAN YANG
BERSANGKUTAN

(Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari 2013 (untuk Emiten),
atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten).  Penerapan dini
dianjurkan untuk entitas selain Emiten.)

DAFTAR ISI
Paragraf
Pendahuluan
Ruang Lingkup.................................................................... 1
Sifat Estimasi Akuntansi ..................................................... 2–4
Tanggal Efektif .................................................................... 5
Tujuan....................................................................................... 6
Definisi..................................................................................... 7
Ketentuan
Prosedur Penilaian Risiko dan Kegiatan yang Berkaitan... 8–9
Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko
Kesalahan Penyajian Material........................................ 10–11
Respons terhadap Risiko Kesalahan Penyajian
Material yang Telah Dinilai............................................. 12–14
Prosedur Substantif Lebih Lanjut untuk
Merespons Risiko Signifikan.......................................... 15–17
Pengevaluasian atas Kewajaran Estimasi Akuntansi
dan Penentuan Kesalahan penyajian............................ 18
Pengungkapan yang Berkaitan
dengan Estimasi Akuntansi .......................................... 19–20
Indikator Kemungkinan Keberpihakan Manajemen............ 21
Representasi Tertulis........................................................... 22
Dokumentasi........................................................................ 23
Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Sifat Estimasi Akuntansi ..................................................... A1–A11
Prosedur Penilaian Risiko dan Kegiatan yang Berkaitan... A12–A44
Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko
Kesalahan penyajian Material........................................ A45–A51
Respons terhadap Risiko Kesalahan penyajian
Material yang Telah Dinilai............................................. A52–A101

iv

SA 540.indd 4 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

Prosedur Substantif Lebih Lanjut untuk


Merespons Risiko Signifikan.......................................... A102–A115
Pengevaluasian atas Kewajaran Estimasi Akuntansi
dan Penentuan Kesalahan penyajian............................ A116–A119
Pengungkapan yang Berkaitan
dengan Estimasi Akuntansi .......……………………..… A120–A123
Indikator Kemungkinan Keberpihakan Manajemen............ A124–A125
Representasi Tertulis .......................................................... A126–A127
Dokumentasi ...................................................................... A128
Lampiran:
Pengukuran dan Pengungkapan Nilai Wajar Berdasarkan
Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berbeda.

Standar Audit (“SA”) 540, “Audit atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi
Akuntansi Nilai Wajar, dan Pengungkapan yang Berkaitan” harus dibaca
bersamaan dengan SA 200, “Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan
Pelaksanaan Audit Berdasarkan Standar Audit.”

SA 540.indd 5 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

vi

SA 540.indd 6 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 Pendahuluan
2
3 Ruang Lingkup
4 1. Standar Audit (”SA”) ini berkaitan dengan tanggung jawab
5 auditor atas estimasi akuntansi, termasuk estimasi akuntansi
6 nilai wajar, dan pengungkapan yang bersangkutan dalam
7 suatu audit atas laporan keuangan. Secara spesifik, SA ini
8 memperluas tentang bagaimana SA 3151 dan SA 3302 serta
9 SA-SA lain yang relevan diterapkan dalam hubungannya
10 dengan estimasi akuntansi. SA ini juga mencakup ketentuan
11 dan panduan atas kesalahan penyajian estimasi akuntansi
12 secara individual, dan indikator tentang kemungkinan
13 keberpihakan manajemen.
14
15 Sifat Estimasi Akuntansi
16 2. Beberapa unsur laporan keuangan tidak dapat diukur secara
17 tepat, namun hanya dapat diestimasi. Untuk tujuan SA ini,
18 unsur laporan keuangan seperti itu disebut sebagai estimasi
19 akuntansi. Sifat dan keandalan informasi yang tersedia
20 bagi manajemen untuk mendukung pembuatan estimasi
21 akuntansi bervariasi secara luas, oleh karena itu berdampak
22 terhadap derajat ketidakpastian estimasi yang berkaitan
23 dengan estimasi akuntansi. Derajat ketidakpastian estimasi
24 berdampak, pada gilirannya, terhadap risiko kesalahan
25 penyajian material estimasi akuntansi, termasuk kecurigaan
26 terhadap keberpihakan manajemen yang disengaja atau tidak
27 disengaja. (Ref: Para. A1–A11)
28
29 3. Tujuan pengukuran estimasi akuntansi dapat bervariasi
30 tergantung pada kerangka pelaporan keuangan yang
31 berlaku dan unsur keuangan yang dilaporkan. Tujuan
32 pengukuran untuk beberapa estimasi akuntansi adalah
33 untuk memprakirakan hasil dari satu atau lebih transaksi,
34 peristiwa, atau kondisi yang menimbulkan kebutuhan untuk
35 estimasi akuntansi. Untuk estimasi akuntansi lain, termasuk
36 estimasi akuntansi nilai wajar, tujuan pengukurannya berbeda
37 dan dinyatakan dalam satuan nilai transaksi kini atau unsur
38
39
40 SA 315, “Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Melalui
1

41 Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannnya.”


42 SA 330, “Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai.”
2

SA 540.1

SA 540.indd 1 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

1 laporan keuangan berdasarkan pada kondisi yang umum


2 pada saat pengukuran. Sebagai contoh, kerangka pelaporan
3 keuangan yang berlaku mungkin mensyaratkan pengukuran
4 nilai wajar berdasarkan suatu asumsi transaksi hipotetis
5 kini antara pihak yang mau dan berpengetahuan (kadang-
6 kadang disebut sebagai “peserta pasar” atau yang setara)
7 dalam suatu transaksi antarpihak yang independen, bukan
8 penyelesaian suatu transaksi pada waktu yang lalu atau di
9 masa depan.3
10
11 4. Perbedaan antara hasil suatu estimasi akuntansi dan jumlah
12 yang semula diakui atau diungkapkan dalam laporan keuangan
13 tidak selalu merupakan kesalahan penyajian dalam laporan
14 keuangan. Hal ini lazim dalam kasus estimasi akuntansi nilai
15 wajar, karena hasil yang diamati dipengaruhi oleh peristiwa
16 atau kondisi setelah tanggal yang pada saat itu pengukuran
17 diestimasi untuk tujuan laporan keuangan.
18
19 Tanggal Efektif
20 5. SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk
21 periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari
22 2013 (untuk Emiten), atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas
23 selain Emiten).  Penerapan dini dianjurkan untuk entitas selain
24 Emiten.
25
26
27 Tujuan
28
29 6. Tujuan auditor adalah untuk memperoleh bukti yang cukup
30 dan tepat tentang apakah:
31 (a) estimasi akuntansi, termasuk estimasi akuntansi nilai
32 wajar, dalam laporan keuangan, baik yang diakui atau
33 diungkapkan, adalah wajar; dan
34 (b) Pengungkapan yang bersangkutan dalam laporan
35 keuangan adalah memadai,
36 dalam konteks kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
37
38
39
40
41 3
Definisi nilai wajar yang berbeda mungkin ada di antara kerangka pelaporan
42 keuangan.

SA 540.2

SA 540.indd 2 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 Definisi
2
3 7. Untuk tujuan SA ini, istilah berikut memiliki makna sebagai
4 berikut:
5 (a) Estimasi akuntansi: Suatu penaksiran atas suatu jumlah
6 moneter ketika metode pengukuran yang akurat tidak
7 tersedia. Istilah ini digunakan untuk suatu jumlah yang
8 diukur pada nilai wajar ketika terdapat ketidakpastian
9 estimasi dan untuk jumlah lain yang memerlukan estimasi.
10 Ketika SA ini hanya mengatur estimasi akuntansi yang
11 melibatkan pengukuran pada nilai wajar, istilah “estimasi
12 akuntansi nilai wajar” digunakan.
13 (b) Estimasi tunggal auditor atau estimasi kisar auditor:
14 Jumlah, atau kisar jumlah, yang masing-masing diperoleh
15 dari bukti audit yang digunakan dalam mengevaluasi
16 estimasi tunggal manajemen.
17 (c) Ketidakpastian estimasi: Kerentanan suatu estimasi
18 akuntansi dan pengungkapan yang bersangkutan
19 terhadap suatu ketiadaan ketepatan bawaan dalam
20 penyusunan informasi.
21 (d) Keberpihakan manajemen: Ketiadaan netralitas
22 manajemen dalam penyusunan informasi.Anomali:
23 Suatu kesalahan penyajian atau penyimpangan yang
24 secara jelas tidak mewakili kesalahan penyajian atau
25 penyimpangan dalam suatu populasi.
26 (e) Estimasi tunggal manajemen: Jumlah yang dipilih oleh
27 manajemen untuk mengakui atau mengungkapkan dalam
28 laporan keuangan sebagai suatu estimasi akuntansi.
29 (f) Hasil suatu estimasi akuntansi: Jumlah moneter
30 sesungguhnya yang merupakan hasil dari penyelesaian
31 transaksi yang mendasari, peristiwa, atau kondisi yang
32 dituju oleh estimasi akuntansi.
33
34
35 Ketentuan
36
37 Prosedur Penilaian Risiko dan Kegiatan yang Berkaitan
38 8. Ketika Pada waktu melaksanakan prosedur penilaian risiko
39 dan kegiatan yang bersangkutan untuk memperoleh suatu
40 pemahaman atas entitas dan lingkungannya, termasuk
41 pengendalian internal entitas, sebagaimana yang diharuskan
42

SA 540.3

SA 540.indd 3 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

1 oleh SA 315,4 auditor harus memperoleh suatu pemahaman


2 atas hal-hal di bawah ini untuk menyediakan suatu dasar
3 untuk mengidentifikasi dan menentukan estimasi akuntansi:
4 (Ref: Para. A12)
5 (a) Ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
6 yang relevan terhadap estimasi akuntansi termasuk
7 pengungkapannya. (Ref: Para. A13–A15)
8 (b) Bagaimana manajemen mengidentifikasi transaksi,
9 peristiwa dan kondisi tersebut yang mungkin menimbulkan
10 perlunya estimasi akuntansi diakui atau diungkapkan
11 dalam laporan keuangan. Dalam pemerolehan
12 pemahaman ini, auditor harus meminta keterangan
13 kepada manajemen tentang perubahan dalam kondisi
14 yang dapat menyebabkan timbulnya estimasi akuntansi
15 baru, atau perlunya untuk merevisi estimasi akuntansi
16 yang ada. (Ref: Para. A16–A21)
17 (c) Bagaimana manajemen membuat estimasi akuntansi,
18 dan suatu pemahaman atas data yang dipakai sebagai
19 dasar, termasuk: (Ref: Para. A22–A23)
20 (i) Metode, termasuk jika relevan, model, yang
21 digunakan dalam membuat estimasi akuntansi; (Ref:
22 Para. A24–A26)
23 (ii) Pengendalian yang relevan; (Ref: Para. A27–A28)
24 (iii) Apakah manajemen telah menggunakan seorang
25 pakar; (Ref: Para. A29–A30)
26 (iv) Asumsi yang mendasari estimasi akuntansi; (Ref:
27 Para. A31–A36)
28 (v) Apakah telah terjadi atau seharusnya telah terjadi
29 suatu perubahan dari periode sebelumnya dalam
30 metode untuk membuat estimasi akuntansi, dan jika
31 demikian, apa penyebabnya; dan (Ref: Para. A37)
32 (vi) Apakah dan, jika demikian, bagaimana manajemen
33 telah menentukan dampak ketidakpastian estimasi.
34 (Ref: Para. A38)
35
36 9. Auditor harus menilaihasil estimasi akuntansi yang
37 dicantumkan dalam laporan keuangan periode lalu, atau,
38 jika relevan, melakukan kembali estimasi dengan tujuan
39 untuk periode kini. Sifat dan luas reviu yang dilakukan
40
41
42 4
SA 315, paragraf 5–6 dan 11–12.

SA 540.4

SA 540.indd 4 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 auditor harus mempertimbangkan sifat estimasi akuntansi,


2 dan apakah informasi yang diperoleh dari reviu tersebut
3 relevan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan
4 penyajian material atas estimasi akuntansi yang dibuat dalam
5 laporan keuangan periode kini. Namun, reviu tersebut tidak
6 dimaksudkan untuk mempertanyakan pertimbangan yang
7 dibuat dalam periode lalu yang didasarkan pada informasi
8 yang tersedia pada waktu itu. (Ref: Para. A39–A44)
9
10 Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian
11 Material
12 10. Dalam mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian
13 material, sebagaimana diharuskan oleh SA 315,5 auditor
14 harus mengevaluasi derajat ketidakpastian estimasi yang
15 bersangkutan dengan estimasi akuntansi. (Ref: Para. A45–
16 A46)
17
18 11. Auditor harus menentukan apakah, menurut pertimbangan
19 auditor, estimasi akuntansi yang telah diidentifikasi mempunyai
20 ketidakpastian yang tinggi, yang dapat menimbulkan risiko
21 signifikan. (Ref: Para. A47–A51)
22
23 Respons terhadap Risiko Kesalahan Penyajian Material yang
24 Telah Dinilai
25 12. Auditor Berdasarkan penilaian risiko salah material, auditor
26 harus menentukan: (Ref: Para. A52)
27 (a) Apakah manajemen telah secara tepat menerapkan
28 ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku,
29 yang relevan terhadap estimasi akuntansi; dan (Ref:
30 Para. A53–A56)
31 (b) Apakah metode untuk membuat estimasi akuntansi
32 adalah tepat dan telah diterapkan secara konsisten, dan
33 apakah perubahan, jika ada, dalam estimasi akuntansi
34 atau dalam metode untuk membuat estimasi tersebut
35 dari periode lalu sudah tepat dan sesuai dengan kondisi
36 yang bersangkutan. (Ref: Para. A57–A58)
37
38
39
40 SA 315, paragraf 25.
5

41
42

SA 540.5

SA 540.indd 5 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

1 13. Dalam merespons risiko kesalahan penyajian yang telah


2 dinilai, sebagaimana yang diharuskan oleh SA 330,6 auditor
3 harus melakukan satu atau lebih langkah-langkah di bawah
4 ini, dengan memperhitungkan sifat estimasi akuntansi: (Ref:
5 Para. A59–A61)
6 (a) Menentukan apakah peristiwa yang terjadi sampai
7 dengan tanggal laporan auditor menyediakan bukti audit
8 tentang estimasi akuntansi. (Ref: Para. A62–A67)
9 (b) Menguji bagaimana manajemen membuat estimasi
10 akuntansi dan data yang dipakai sebagai dasar
11 pengujian. Dalam melakukan hal tersebut, auditor harus
12 mengevaluasi apakah: (Ref: Para. A68–A70)
13 (i) Metode pengukuran yang digunakan sudah tepat
14 dengan kondisi; dan (Ref: Para A71–A76)
15 (ii) Asumsi-asumsi yang digunakan oleh manajemen
16 adalah wajar dalam hubungannya dengan tujuan
17 pengukuran kerangka pelaporan keuangan yang
18 berlaku. (Ref: Para. A77–A83)
19 (c) Menguji efektivitas operasi atas pengendalian terhadap
20 bagaimana manajemen membuat estimasi akuntansi,
21 bersama dengan prosedur substantif yang tepat. (Ref:
22 Para. A84–A86)
23 (d) Mengembangkan estimasi tunggal atau suatu kisar
24 angka untuk mengevaluasi estimasi tunggal tersebut
25 yang dibuat oleh manajemen. Untuk tujuan: (Ref: Para.
26 A87–A91)
27 (i) Jika auditor menggunakan asumsi atau metode yang
28 berbeda dengan yang digunakan oleh manajemen,
29 auditor harus memperoleh suatu pemahaman yang
30 cukup atas asumsi atau metode yang digunakan
31 oleh manajemen untuk menetapkan bahwa estimasi
32 tunggal atau kisar angka yang ditetapkan oleh
33 auditor telah mempertimbangkan variabel yang
34 relevan dan mengevaluasi perbedaan signifikan
35 yang ada dari estimasi tunggal manajemen. (Ref:
36 Para. A92)
37 (ii) Jika auditor menyimpulkan bahwa adalah tepat
38 untuk menggunakan suatu kisar, auditor harus
39 mempersempit kisar, berdasarkan bukti audit yang
40
41
42 6
SA 330, paragraf 5.

SA 540.6

SA 540.indd 6 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 tersedia, sampai semua hasil dalam kisar tersebut


2 dianggap wajar. (Ref: Para. A93–A95)
3
4 14. Dalam menentukan hal yang diidentifikasi dalam paragraf 12
5 atau dalam merespons risiko kesalahan penyajian material
6 yang telah dinilai berdasarkan paragraf 13, auditor harus
7 mempertimbangkan apakah keahlian atau pengetahuan
8 khusus yang berkaitan dengan satu atau lebih aspek estimasi
9 akuntansi diperlukan untuk memperoleh bukti audit yang
10 cukup dan tepat. (Ref: Para. A96–A101)
11
12 Prosedur Substantif Lebih Lanjut untuk Merespons Risiko
13 Signifikan
14 Ketidakpastian Estimasi
15 15. Untuk estimasi akuntansi yang menimbulkan risiko signifikan,
16 sebagai tambahan terhadap prosedur substantif yang
17 dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan SA 330,7 auditor
18 harus mengevaluasi hal-hal sebagai berikut: (Ref: Para.
19 A102)
20 (a) Bagaimana manajemen telah mempertimbangkan asumsi
21 atau hasil alternatif, dan alasan penolakan terhadap
22 asumsi atau hasil alternatif tersebut, atau bagaimana
23 manajemen telah mempertimbangkan ketidakpastian
24 estimasi dalam membuat estimasi akuntansi. (Ref: Para
25 A103–A106)
26 (b) Apakah suatu asumsi signifikan yang digunakan oleh
27 manajemen adalah wajar. (Ref: Para. A107–A109)
28 (c) Jika relevan terhadap kewajaran dari asumsi signifikan
29 yang digunakan oleh manajemen atau penerapan
30 dengan tepat kerangka pelaporan keuangan yang
31 berlaku, maksud manajemen untuk melaksanakan
32 serangkaian kegiatan spesifik dan kemampuan mereka
33 untuk melaksanakan hal tersebut. (Ref: Para. A110)
34
35 16. Jika, dalam pertimbangan auditor, manajemen belum cukup
36 memperhitungkan pengaruh ketidakpastian estimasi terhadap
37 estimasi yang menimbulkan risiko signifikan, auditor harus,
38 jika dipandang perlu, mengembangkan suatu kisaran yang
39
40
41 SA 330, paragraf 18.
7

42

SA 540.7

SA 540.indd 7 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

1 digunakan untuk mengevaluasi kewajaran estimasi akuntansi.


2 (Ref: Para. A111–A112)
3
4 Kriteria Pengakuan dan Pengukuran
5 17. Untuk estimasi akuntansi yang menimbulkan risiko signifikan,
6 auditor harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
7 tentang apakah:
8 (a) keputusan manajemen untuk mengakui, atau tidak
9 mengakui, estimasi akuntansi dalam laporan keuangan;
10 dan (Ref: Para. A113–A114)
11 (b) dasar pengukuran yang dipilih untuk estimasi akuntansi,
12 (Ref: Para. A115)
13 adalah sesuai dengan ketentuan kerangka pelaporan
14 keuangan yang berlaku.
15
16 Pengevaluasian atas Kewajaran Estimasi Akuntansi dan
17 Penentuan Kesalahan Penyajian
18 18. Auditor harus mengevaluasi, berdasarkan bukti audit, apakah
19 estimasi akuntansi dalam laporan keuangan adalah wajar
20 dalam konteks kerangka pelaporan keuangan yang berlaku,
21 atau disajikan salah. (Ref: Para. A116–A119)
22
23 Pengungkapan yang Berkaitan dengan Estimasi Akuntansi
24 19. Auditor harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
25 tentang apakah pengungkapan dalam laporan keuangan yang
26 berkaitan dengan estimasi akuntansi telah sesuai dengan
27 ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. (Ref:
28 Para. A120–A121)
29
30 20. Untuk estimasi akuntansi yang menimbulkan risiko signifikan,
31 auditor harus juga mengevaluasi kecukupan pengungkapan
32 ketidakpastian estimasi dalam laporan keuangan dalam
33 konteks kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. (Ref:
34 Para. A122–A123)
35
36 Indikator Kemungkinan Keberpihakan Manajemen
37 21. Auditor harus mereviu pertimbangan dan keputusan yang
38 dibuat oleh manajemen dalam membuat estimasi akuntansi
39 untuk mengidentifikasi apakah ada indikator tentang
40 kemungkinan keberpihakan manajemen. Indikator tentang
41 kemungkinan keberpihakan manajemen tidak dengan
42

SA 540.8

SA 540.indd 8 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 sendirinya merupakan kesalahan penyajian untuk tujuan


2 penarikan kesimpulan atas kewajaran estimasi akuntansi
3 secara individual. (Ref: Para. A124–A125)
4
5 Representasi Tertulis
6 22. Auditor harus memperoleh representasi tertulis dari manajemen
7 dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata
8 kelola apakah mereka yakin bahwa asumsi signifikan yang
9 digunakan dalam membuat estimasi akuntansi adalah wajar.
10 (Ref: Para. A126–A127)
11
12 Dokumentasi
13 23. Auditor harus memasukkan dalam dokumentasi auditnya:8
14 (a) Dasar kesimpulan auditor tentang kewajaran estimasi
15 akuntansi dan pengungkapannya yang menimbulkan
16 risiko signifikan; dan
17 (b) Indikator kemungkinan keberpihakan manajemen, jika
18 ada. (Ref: Para. A128)
19
20 ***
21
22
23 Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
24
25 Sifat Estimasi Akuntansi (Ref: Para. 2)
26 A1. Oleh karena ketidakpastian bawaan dalam kegiatan bisnis,
27 beberapa unsur laporan keuangan hanya dapat diestimasi.
28 Di samping itu, karakteristik spesifik dari suatu aset, liabilitas,
29 atau komponen ekuitas, atau dasar atau metode pengukuran
30 yang ditetapkan oleh kerangka pelaporan keuangan dapat
31 menimbulkan kebutuhan untuk mengestimasi suatu unsur
32 laporan keuangan. Beberapa kerangka pelaporan keuangan
33 menetapkan metode spesifik pengukuran dan pengungkapan
34 yang harus dilakukan dalam laporan keuangan, sementara
35 kerangka pelaporan keuangan lain kurang begitu spesifik.
36 Lampiran SA ini membahas pengukuran dan pengungkapan
37 nilai wajar menurut kerangka pelaporan keuangan yang
38 berbeda.
39
40
41
42 SA 230, “Dokumentasi Audit,” paragraf 8–11, dan A6.
8

SA 540.9

SA 540.indd 9 2/28/2013 8:43:31 AM


Standar Audit

1 A2. Beberapa estimasi akuntansi melibatkan ketidakpastian


2 estimasi yang secara relatif rendah dan mungkin menimbulkan
3 risiko kesalahan penyajian rendah, sebagai contoh:
4 • Estimasi akuntansi yang timbul dalam entitas yang
5 melakukan bisnis yang tidak kompleks.
6 • Estimasi akuntansi yang sering dibuat atau diperbaharui
7 karena estimasi tersebut berhubungan dengan transaksi
8 rutin.
9 • Estimasi akuntansi yang diperoleh dari data yang
10 tersedia, seperti tarif bunga yang dipublikasikan atau
11 harga sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal.
12 Data tersebut dapat disebut sebagai “data yang dapat
13 diobservasi” dalam konteks suatu estimasi akuntansi nilai
14 wajar.
15 • Estimasi akuntansi nilai wajar yang metode
16 pengukurannya ditetapkan oleh kerangka pelaporan
17 keuangan yang berlaku adalah sederhana dan mudah
18 diterapkan terhadap aset atau liabilitas yang memerlukan
19 pengukuran pada nilai wajar.
20 • Estimasi akuntansi nilai wajar yang menggunakan model
21 yang dikenal dan dapat diterima secara umum, dengan
22 syarat bahwa asumsi atau data yang dimasukan ke
23 dalam model tersebut dapat diobservasi.
24
25 A3. Namun, untuk beberapa estimasi akuntansi, mungkin terdapat
26 ketidakpastian yang relatif tinggi, terutama jika estimasi tersebut
27 didasarkan pada asumsi signifikan, sebagai contoh:
28 • Estimasi akuntansi yang berkaitan dengan hasil dari
29 suatu tuntutan pengadilan.
30 • Estimasi akuntansi nilai wajar untuk instrumen keuangan
31 derivatif yang tidak diperdagangkan di publik.
32 • Estimasi akuntansi nilai wajar yang menggunakan suatu
33 model yang dikembangkan oleh entitas yang sangat
34 tinggi spesialisasinya atau yang menggunakan asumsi
35 atau data yang tidak dapat diobservasi di pasar.
36
37 A4. Derajat ketidakpastian estimasi bervariasi berdasarkan
38 pada sifat estimasi akuntansi, seberapa jauh tersedianya
39 metodologi yang berterima umum atau model yang digunakan
40 untuk membuat estimasi akuntansi, dan subjektivitas asumsi
41 yang digunakan untuk membuat estimasi akuntansi. Dalam
42 beberapa kasus, ketidakpastian estimasi yang berkaitan

SA 540.10

SA 540.indd 10 2/28/2013 8:43:31 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 dengan suatu estimasi akuntansi dapat sedemikian besar


2 sehingga kriteria pengakuan dalam kerangka pelaporan
3 keuangan yang berlaku tidak terpenuhi dan estimasi akuntansi
4 tidak dapat dibuat.
5
6 A5. Tidak semua unsur laporan keuangan yang memerlukan
7 pengukuran pada nilai wajar, melibatkan ketidakpastian
8 estimasi. Sebagai contoh, hal ini dapat terjadi untuk beberapa
9 unsur laporan keuangan yang di dalamnya terdapat suatu
10 pasar terbuka dan aktif yang menyediakan informasi yang
11 siap tersedia dan andal tentang harga pada saat pertukaran
12 sesungguhnya terjadi, dalam kasus tersebut keberadaan
13 harga penawaran yang dipublikasikan biasanya merupakan
14 bukti audit terbaik untuk nilai wajar. Namun demikian,
15 ketidakpastian estimasi dapat terjadi meskipun metode
16 penilaian dan data telah ditetapkan dengan baik. Sebagai
17 contoh, penilaian sekuritas yang ditawarkan di suatu pasar
18 terbuka dan aktif pada harga pasar di bursa kemungkinan
19 memerlukan penyesuaian jika kepemilikan adalah signifikan
20 dalam hubungannya dengan pasar atau terkena pembatasan
21 dalam pemasarannya. Di samping itu, kondisi ekonomi umum
22 yang terjadi pada saat itu, sebagai contoh, pasar tertentu
23 yang tidak likuid dapat berdampak terhadap ketidakpastian
24 estimasi.
25
26 A6. Contoh tambahan untuk situasi di mana estimasi akuntansi,
27 selain estimasi akuntansi nilai wajar, yang mungkin diharuskan
28 termasuk:
29 • Akun penyisihan piutang tidak tertagih.
30 • Sediaan yang usang.
31 • Kewajiban jaminan.
32 • Metode depresiasi atau umur ekonomis aset.
33 • Cadangan terhadap nilai tercatat investasi di mana
34 terdapat ketidakpastian tentang nilai yang dapat
35 dipulihkan.
36 • Hasil kontrak jangka panjang.
37 • Beban yang timbul dari penyelesaian atau keputusan
38 perkara pengadilan.
39
40 A7. Contoh tambahan situasi di mana estimasi akuntansi nilai
41 wajar mungkin diperlukan mencakup:
42

SA 540.11

SA 540.indd 11 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 • Instrumen keuangan yang kompleks, yang tidak


2 diperdagangkan di suatu pasar terbuka dan aktif.
3 • Pembayaran berbasis saham.
4 • Properti atau alat-alat yang tersedia untuk dijual.
5 • Aset atau liabilitas tertentu yang diperoleh dalam
6 suatu kombinasi bisnis termasuk goodwill dan aset
7 takberwujud.
8 • Transaksi yang melibatkan pertukaran aset atau liabilitas
9 di antara pihak independen tanpa adanya unsur moneter,
10 sebagai contoh, suatu pertukaran tanpa moneter fasilitas
11 pabrik dalam lini bisnis yang berbeda.
12
13 A8. Estimasi melibatkan pertimbangan berdasarkan informasi
14 yang tersedia pada waktu laporan keuangan disusun. Untuk
15 banyak estimasi akuntansi, estimasi mencakup pembuatan
16 asumsi tentang hal yang tidak pasti pada waktu estimasi
17 dibuat. Auditor tidak bertanggung jawab untuk memprediksi
18 kondisi, transaksi, atau peristiwa masa depan yang, jika
19 diketahui pada saat audit, kemungkinan berdampak signifikan
20 terhadap tindakan manajemen atau asumsi yang digunakan
21 oleh manajemen.
22
23 Keberpihakan Manajemen
24 A9. Kerangka pelaporan keuangan sering kali menuntut
25 netralitas, yaitu, bebas dari keberpihakan. Namun, estimasi
26 akuntansi adalah tidak tepat, dan dapat dipengaruhi oleh
27 pertimbangan manajemen. Pertimbangan tersebut mungkin
28 melibatkan keberpihakan manajemen yang tidak disengaja
29 atau disengaja (sebagai contoh, sebagai suatu akibat dari
30 motivasi untuk mencapai hasil yang diharapkan). Kerentanan
31 suatu estimasi akuntansi terhadap keberpihakan manajemen
32 meningkat dengan subjektivitas yang terdapat pada waktu
33 membuat estimasi tersebut. Keberpihakan manajeman yang
34 tidak disengaja dan keberpihakan manajemen yang potensial
35 disengaja merupakan bawaan dalam keputusan yang bersifat
36 subjektif yang sering kali diharuskan dalam pembuatan
37 estimasi akuntansi. Untuk audit yang berlanjut, indikator
38 keberpihakan manajemen yang teridentifikasi selama periode
39 audit sebelumnya memengaruhi perencanaan dan identifikasi
40 resiko serta kegiatan penilaian auditor dalam periode kini.
41
42

SA 540.12

SA 540.indd 12 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 A10. Keberpihakan manajemen mungkin sulit untuk dideteksi pada


2 suatu tingkat akun. Keberpihakan tersebut mungkin hanya
3 dapat diidentifikasi pada waktu auditor mempertimbangkan
4 agregasi kelompok estimasi akuntansi atau semua estimasi
5 akuntansi, atau pada waktu auditor mengobservasi beberapa
6 periode akuntansi. Meskipun beberapa bentuk keberpihakan
7 manajemen merupakan bawaan dalam keputusan subjektif,
8 dalam melakukan pertimbangan tersebut kemungkinan tidak
9 terdapat kesengajaan oleh manajemen untuk menyesatkan
10 pemakai laporan keuangan. Namun, jika terdapat kesengajaan
11 untuk menyesatkan pemakai laporan keuangan, keberpihakan
12 manajemen merupakan suatu kecurangan.
13
14 Pertimbangan Spesifik atas Entitas Sektor Publik
15 A11. Entitas sektor publik kemungkinan memegang aset khusus
16 yang untuk aset tersebut tidak tersedia sumber informasi atau
17 ada sumber informasi yang andal untuk tujuan pengukuran
18 aset tersebut pada nilai wajar atau dasar lain nilai kini, atau
19 kombinasi di antara keduanya. Seringkali aset khusus yang
20 dimiliki tidak menghasilkan arus kas dan tidak memiliki
21 pasar yang aktif. Oleh karena itu, pengukuran pada nilai
22 wajar biasanya mengharuskan estimasi dan kemungkinan
23 kompleks, dan dalam beberapa kasus yang jarang terjadi
24 mungkin pengukuran nilai wajar tersebut sama sekali tidak
25 dapat dilakukan.
26
27 Prosedur Penilaian Risiko dan Kegiatan yang Berkaitan (Ref:
28 Para. 8)
29 A12. Prosedur penilaian risiko dan kegiatan yang berkaitan yang
30 diharuskan oleh paragraf 8 SA ini membantu auditor dalam
31 mengembangkan suatu harapan tentang sifat dan jenis
32 estimasi akuntansi yang kemungkinan dimiliki oleh entitas.
33 Pertimbangan utama auditor adalah apakah pemahaman
34 yang diperoleh cukup untuk mengidentifikasi dan menilai
35 risiko kesalahan penyajian material dalam hubungannya
36 dengan estimasi akuntansi, dan untuk merencanakan sifat,
37 saat, dan luas prosedur audit lebih lanjut.
38
39
40
41
42

SA 540.13

SA 540.indd 13 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 Pemerolehan Suatu Pemahaman tentang Ketentuan Kerangka


2 Pelaporan Keuangan yang Berlaku (Ref: Para. 8(a))
3 A13. Pemerolehan suatu pemahaman tentang ketentuan kerangka
4 pelaporan keuangan yang berlaku membantu auditor dalam
5 menentukan apakah kerangka tersebut, sebagai contoh:
6 • Menetapkan kondisi tertentu untuk pengakuan,9 atau
7 metode untuk pengukuran estimasi akuntansi.
8 • Menyebutkan kondisi tertentu yang memperbolehkan
9 atau mengharuskan pengukuran pada suatu nilai
10 wajar, sebagai contoh, dengan mengacu ke maksud
11 manajemen untuk melaksanakan serangkaian kegiatan
12 tertentu yang berkaitan dengan aset atau liabilitas.
13 • Menyebutkan pengungkapan yang diperbolehkan atau
14 diharuskan.
15 Pemerolehan pemahaman ini juga menyediakan suatu
16 dasar bagi auditor untuk melakukan pembahasan dengan
17 manajemen tentang bagaimana manajemen telah menerapkan
18 ketentuan tersebut yang relevan dengan estimasi akuntansi,
19 dan penentuan oleh auditor tentang apakah manajemen telah
20 menerapkannya secara tepat.
21
22 A14. Kerangka pelaporan keuangan mungkin menyediakan
23 panduan bagi manajemen untuk menentukan estimasi tunggal
24 di mana terdapat alternatif. Sebagai contoh, beberapa kerangka
25 pelaporan keuangan mengharuskan estimasi tunggal yang
26 dipilih merupakan alternatif yang mencerminkan pertimbangan
27 manajemen tentang hasil yang paling mungkin.10 Kerangka
28 pelaporan keuangan lainnya mungkin mengharuskan, sebagai
29 contoh, penggunaan suatu discounted probability-weighted
30 expected value. Dalam beberapa kasus, manajemen mungkin
31 dapat membuat suatu estimasi tunggal yang andal hanya
32 setelah mempertimbangkan asumsi atau hasil alternatif, yang
33 dari situ dapat ditentukan suatu estimasi tunggal.
34
35
36 9
Hampir semua kerangka pelaporan keuangan mensyaratkan pencantuman
37 unsur dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi komprehensif
38 yang memenuhi kriteria untuk pengakuan. Pengungkapan kebijakan akuntansi
atau penambahan catatan atas laporan keuangan tidak mengoreksi suatu
39 kegagalan untuk mengakui unsur tersebut, termasuk estimasi akuntansi.
40 10
Kerangka pelaporan keuangan yang berbeda mungkin menggunakan istilah
41 yang berbeda untuk menggambarkan estimasi tunggal yang ditentukan dalam
42 cara ini.

SA 540.14

SA 540.indd 14 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 A15. Kerangka pelaporan keuangan mungkin mengharuskan


2 pengungkapan informasi tentang asumsi signifikan yang
3 menjadi penyebab estimasi akuntansi secara khusus
4 sensitif. Di samping itu, jika terdapat ketidakpastian estimasi
5 yang tinggi, beberapa kerangka pelaporan keuangan tidak
6 memperbolehkan suatu estimasi akuntansi diakui dalam
7 laporan keuangan, namun pengungkapan tertentu mungkin
8 diharuskan dalam catatan atas laporan keuangan.
9
10 Pemerolehan Pemahaman tentang Bagaimana Manajemen
11 Mengidentifikasi Kebutuhan untuk Estimasi Akuntansi (Ref: Para.
12 8(b))
13 A16. Penyusunan laporan keuangan menuntut manajemen untuk
14 menentukan apakah suatu transaksi, peristiwa, atau kondisi
15 menimbulkan kebutuhan untuk membuat estimasi akuntansi,
16 dan bahwa semua estimasi akuntansi yang diperlukan telah
17 diakui, diukur dan diungkapkan dalam laporan keuangan
18 sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
19
20 A17. Identifikasi manajemen atas transaksi, peristiwa, dan kondisi
21 yang menimbulkan kebutuhan untuk estimasi akuntansi
22 kemungkinan didasarkan pada:
23 • Pengetahuan manajemen tentang bisnis entitas dan
24 industri yang di dalamnya entitas tersebut beroperasi.
25 • Pengetahuan manajemen tentang pengimplementasian
26 strategi bisnis dalam periode kini.
27 • Jika berlaku, pengalaman kumulatif manajemen dalam
28 penyusunan laporan keuangan periode lalu. Dalam kasus
29 seperti ini, auditor dapat memperoleh suatu pemahaman
30 tentang bagaimana manajemen mengidentifikasi
31 kebutuhan untuk estimasi akuntansi terutama melalui
32 permintaan keterangan dari manajemen. Dalam kasus
33 lain, jika proses manajemen lebih terstruktur, sebagai
34 contoh, ketika manajemen memiliki suatu fungsi
35 manajemen risiko formal, auditor dapat melaksanakan
36 prosedur penilaian risiko yang diarahkan ke metode
37 dan praktik yang diikuti oleh manajemen untuk secara
38 periodik menelaah kondisi yang menimbulkan estimasi
39 akuntansi dan mengestimasi kembali estimasi akuntansi
40 jika diperlukan. Kelengkapan estimasi akuntansi sering
41 kali merupakan suatu pertimbangan penting bagi auditor,
42

SA 540.15

SA 540.indd 15 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 terutama estimasi akuntansi yang berkaitan dengan


2 liabilitas.
3
4 A18. Pemahaman auditor tentang entitas dan lingkungannya yang
5 diperoleh selama pelaksanaan prosedur penilaian risiko,
6 bersama dengan bukti audit lain yang diperoleh selama
7 pelaksanaan audit, membantu auditor dalam mengidentifikasi
8 kondisi, atau perubahan dalam kondisi, yang mungkin
9 menimbulkan kebutuhan untuk suatu estimasi akuntansi.
10
11 A19. Permintaan keterangan dari manajemen tentang perubahan
12 dalam kondisi dapat mencakup, sebagai contoh, permintaan
13 keterangan apakah:
14 • Entitas telah melakukan perikatan dalam suatu jenis
15 transaksi baru yang mungkin menimbulkan estimasi
16 akuntansi.
17 • Syarat transaksi yang menimbulkan estimasi akuntansi
18 telah berubah.
19 • Kebijakan akuntansi yang berhubungan dengan estimasi
20 akuntansi telah berubah, yang diakibatkan oleh dari
21 perubahan ketentuan kerangka pelaporan keuangan
22 yang berlaku atau sebaliknya.
23 • Peraturan atau perubahan lain di luar kendali manajemen
24 telah terjadi yang mungkin mengharuskan manajemen
25 untuk merevisi atau membuat estimasi akuntansi yang
26 baru.
27 • Kondisi atau peristiwa baru telah terjadi yang mungkin
28 menimbulkan kebutuhan untuk estimasi akuntansi
29 revisian atau baru.
30
31 A20. Selama audit, auditor mungkin mengidentifikasi transaksi,
32 peristiwa, dan kondisi yang menimbulkan kebutuhan
33 untuk estimasi akuntansi yang manajemen gagal untuk
34 mengidentifikasi. SA 315 berhubungan dengan kondisi yang di
35 dalamnya auditor mengidentifikasi risiko kesalahan penyajian
36 material yang manajemen gagal untuk mengidentifikasi,
37 termasuk penentuan apakah terdapat suatu defisiensi
38 signifikan dalam pengendalian internal terhadap proses
39 penilaian risiko entitas.11
40
41
42 SA 315, paragraf 16.
11

SA 540.16

SA 540.indd 16 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil


2 A21. Pemerolehan pemahaman untuk entitas yang lebih kecil
3 sering kali kurang kompleks karena kegiatan bisnis mereka
4 sering kali terbatas dan transaksi mereka kurang kompleks.
5 Di samping itu, sering kali individu tunggal, sebagai contoh
6 manajer-pemilik, mengidentifikasi kebutuhan untuk membuat
7 suatu estimasi akuntansi dan oleh karena itu auditor dapat
8 memfokuskan pada permintaan keterangan.
9
10 Pemerolehan Suatu Pemahaman tentang Bagaimana Manajemen
11 Membuat Estimasi Akuntansi (Ref: Para. 8(c))
12 A22. Penyusunan laporan keuangan juga mengharuskan
13 manajemen untuk menetapkan proses pelaporan keuangan
14 untuk membuat estimasi akuntansi, termasuk pengendalian
15 internal yang memadai. Proses tersebut mencakup:
16 • Pemilihan kebijakan akuntansi yang tepat dan penetapan
17 proses estimasi, termasuk estimasi atau model evaluasi
18 yang tepat, termasuk, jika relevan, model.
19 • Pengembangan atau pengidentifikasian data dan asumsi
20 relevan yang berdampak terhadap estimasi akuntansi.
21 • Penelaahaan secara periodik kondisi yang menimbulkan
22 estimasi akuntansi dan pengestimasian kembali estimasi
23 akuntansi sebagaimana yang diperlukan.
24
25 A23. Hal-hal-yang kemungkinan dipertimbangkan oleh auditor
26 dalam pemerolehan suatu pemahaman tentang bagaimana
27 manajemen membuat estimasi akuntansi, mencakup, sebagai
28 contoh:
29 • Jenis akun atau transaksi yang terkait dengan estimasi
30 akuntansi (sebagai contoh, apakah estimasi akuntansi
31 timbul dari pencatatan transaksi rutin dan berulang atau
32 apakah timbul dari transaksi nonrutin atau tidak biasa).
33 • Apakah dan, jika demikian, bagaimana manajemen telah
34 menggunakan teknik pengukuran yang diakui untuk
35 membuat estimasi akuntansi tertentu.
36 • Apakah estimasi akuntansi dibuat berdasarkan data
37 yang tersedia pada suatu tanggal interim dan, jika
38 demikian, apakah dan bagaimana manajemen telah
39 memperhitungkan dampak peristiwa, transaksi, dan
40 perubahan dalam kondisi yang terjadi antara tanggal
41 tersebut dan akhir periode.
42

SA 540.17

SA 540.indd 17 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 Metode Pengukuran, termasuk Penggunaan Model


2 (Ref: Para. 8(c)(i))
3 A24. Dalam beberapa kasus, kerangka pelaporan keuangan
4 kemunginan menetapkan metode pengukuran untuk suatu
5 estimasi akuntansi, sebagai contoh, suatu model tertentu yang
6 harus digunakan dalam mengukur suatu estimasi nilai wajar.
7 Namun, dalam banyak kasus, kerangka pelaporan keuangan
8 yang berlaku tidak menetapkan metode pengukuran, atau
9 menyebutkan metode alternatif untuk pengukuran.
10
11 A25. Ketika kerangka pelaporan keuangan yang berlaku tidak
12 menetapkan suatu metode tertentu yang harus dipakai
13 dalam suatu kondisi, hal-hal yang mungkin dipertimbangkan
14 oleh auditor dalam pemerolehan suatu pemahaman tentang
15 metode tersebut, yang digunakan untuk estimasi akuntansi
16 mencakup, sebagai contoh:
17 • Bagaimana manajemen mempertimbangkan sifat aset
18 atau liabilitas yang diestimasi pada waktu memilih suatu
19 metode tertentu.
20 • Apakah entitas beroperasi dalam suatu bisnis, industri,
21 atau lingkungan tertentu yang di dalamnya terdapat
22 metode yang umumnya digunakan untuk membuat jenis
23 estimasi akuntansi tertentu tersebut.
24
25 A26. Kemungkinan terdapat risiko kesalahan penyajian material yang
26 lebih besar, sebagai contoh, dalam kasus yang manajemen
27 memiliki suatu model yang dikembangkan secara internal
28 yang digunakan untuk membuat estimasi akuntansi atau
29 terdapat penyimpangan dari suatu metode yang umumnya
30 digunakan dalam suatu industri atau lingkungan tertentu.
31
32 Pengendalian Relevan (Ref: Para. 8(c)(ii))
33 A27. Hal-hal yang mungkin dipertimbangkan oleh auditor dalam
34 pemerolehan suatu pemahaman pengendalian yang relevan,
35 sebagai contoh, pengalaman dan kompetensi pihak yang
36 membuat estimasi akuntansi, dan pengendalian yang
37 berkaitan dengan:
38 • Bagaimana manajemen menentukan kelengkapan,
39 relevansi, dan akurasi data yang digunakan untuk
40 mengembangkan estimasi akuntansi.
41 • Reviu dan pengesahan estimasi akuntansi, termasuk
42 asumsi atau masukan yang digunakan dalam

SA 540.18

SA 540.indd 18 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 pengembangannya, oleh tingkat manajemen yang tepat


2 dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata
3 kelola.
4 • Pemisahan tugas antara pihak yang menjadikan entitas
5 berkomitmen terhadap transaksi yang melandasi dan
6 pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan estimasi
7 akuntansi, termasuk apakah penetapan tanggung jawab
8 dengan tepat memerhitungkan sifat entitas dan produk
9 atau jasanya (sebagai contoh, dalam kasus institusi
10 keuangan yang besar, pemisahan tugas yang relevan
11 dapat mencakup fungsi independen yang bertanggung
12 jawab untuk estimasi dan validasi penentuan harga
13 nilai wajar produk keuangan hak milik perusahaan
14 dilaksanakan oleh individu yang remunerasinya tidak
15 dikaitkan dengan produk tersebut.
16
17 A28. Pengendalian lain yang kemungkinan relevan dalam
18 pembuatan estimasi akuntansi tergantung pada kondisi.
19 Sebagai contoh, jika entitas menggunakan model spesifik
20 untuk membuat estimasi akuntansi, manajemen dapat
21 menggunakan kebijakan dan prosedur spesifik untuk model
22 tersebut. Pengendalian yang relevan dapat mencakup,
23 sebagai contoh, pengendalian yang ditetapkan terhadap:
24 • Perancangan dan pengembangan, atau pemilihan suatu
25 model tertentu untuk tujuan tertentu.
26 • Penggunaan model tersebut.
27 • Pemeliharaan dan validasi periodik atas integritas model
28 tersebut.
29
30 Penggunaan Pakar oleh Manajemen (Ref: Para. 8(c)(iii))
31 A29. Manajemen dapat memiliki, atau entitas dapat mempekerjakan
32 individu dengan, pengalaman dan kompetensi yang
33 diperlukan untuk membuat estimasi tunggal yang diharuskan.
34 Namun, dalam beberapa kasus, manajemen mungkin perlu
35 untuk membuat perikatan dengan seorang pakar untuk
36 membuat, atau membantu dalam membuat, estimasi tunggal
37 tersebut. Kebutuhan tersebut mungkin timbul karena, sebagai
38 contoh:
39 • Sifat khusus atas hal yang memerlukan estimasi, sebagai
40 contoh, pengukuran cadangan mineral atau hidrokarbon
41 dalam industri pertambangan.
42

SA 540.19

SA 540.indd 19 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 • Sifat teknis atas model yang diharuskan untuk memenuhi


2 ketentuan relevan kerangka pelaporan keuangan yang
3 berlaku, sebagaimana yang terdapat dalam kasus
4 pengukuran tertentu pada nilai wajar.
5 • Sifat atas kondisi, transaksi, atau peristiwa yang tidak
6 biasa dan jarang terjadi yang memerlukan suatu estimasi
7 akuntansi.
8
9 Pertimbangan Spesifik bagi Entias yang Lebih Kecil
10 A30. Pada entitas yang lebih kecil, dalam kondisi yang
11 mengharuskan suatu estimasi akuntansi, sering kali manajer
12 pemilik mampu untuk membuat estimasi tunggal yang
13 diharuskan. Namun dalam beberapa kasus, seorang pakar
14 akan diperlukan. Pembahasan dengan manajer pemilik
15 yang dilakukan di awal proses audit tentang sifat estimasi
16 akuntansi, kelengkapan estimasi akuntansi yang diharuskan,
17 dan kecukupan proses akuntansi dapat membantu manajer
18 pemilik dalam menentukan kebutuhan penggunaan seorang
19 pakar.
20
21 Asumsi (Ref: Para. 8(c)(iv))
22 A31. Asumsi merupakan komponen integral dari estimasi akuntansi.
23 Hal-hal yang dipertimbangkan auditor dalam pemerolehan
24 suatu pemahaman tentang asumsi yang melandasi estimasi
25 akuntansi mencakup, sebagai contoh:
26 • Sifat asumsi, termasuk asumsi yang mungkin merupakan
27 asumsi signifikan.
28 • Bagaimana manajemen menilai apakah asumsi yang
29 digunakan adalah relevan dan lengkap (yaitu, bahwa
30 semua variabel yang relevan telah diperhitungkan).
31 • Jika relevan, bagaimana manajemen menentukan
32 bahwa asumsi yang digunakan adalah secara internal
33 konsisten.
34 • Apakah asumsi berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam
35 kendali manajemen (sebagai contoh, asumsi tentang
36 pemeliharaan program yang mungkin berdampak
37 terhadap estimasi tentang umur ekonomis aset), dan
38 bagaimana hal-hal tersebut sesuai dengan rencana
39 bisnis entitas dan lingkungan luar, atau hal-hal tersebut
40 di luar kendali (sebagai contoh asumsi tentang tingkat
41 bunga, tingkat kematian, tindakan pengadilan atau badan
42

SA 540.20

SA 540.indd 20 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 pengatur yang potensial, atau variabilitas dan waktu arus


2 kas masa depan).
3 • Sifat dan luas dokumentasi, jika ada, yang mendukung
4 asumsi.
5 Asumsi dapat dibuat atau diidentifikasi oleh seorang pakar
6 untuk membantu manajemen dalam membuat estimasi
7 akuntansi. Asumsi tersebut, jika dipakai oleh manajemen,
8 menjadi asumsi manajemen.
9
10 A32. Dalam beberapa kasus, asumsi dapat diacu ke masukan,
11 sebagai contoh, jika manajemen menggunakan suatu model
12 untuk membuat suatu estimasi akuntansi, meskipun istilah
13 masukan dapat juga digunakan untuk mengacu ke data yang
14 melandasi asumsi spesifik yang diterapkan.
15
16 A33. Manajemen dapat mendukung asumsi dengan jenis informasi
17 yang berbeda yang ditarik dari sumber internal dan eksternal,
18 yang relevansi dan keandalannya akan bervariasi. Dalam
19 beberapa kasus, suatu asumsi mungkin andal berdasarkan
20 informasi yang berlaku dari sumber luar (sebagai contoh,
21 tingkat bunga yang dipublikasikan atau data statistik yang
22 lain) atau sumber internal (sebagai contoh, informasi historis
23 atau kondisi sebelumnya yang dialami oleh entitas). Dalam
24 kasus yang lain, suatu asumsi kemungkinan lebih subjektif,
25 ketika entitas belum memiliki pengalaman atau tidak memiliki
26 sumber eksternal yang dapat digunakan.
27
28 A34. Dalam kasus estimasi akuntansi nilai wajar, asumsi
29 mencerminkan, atau konsisten dengan, apakah pihak yang
30 independen, berpengetahuan dan mau bertransaksi (kadang-
31 kadang disebut sebagai “peserta pasar” atau yang setara)
32 akan menggunakan asumsi dalam menentukan nilai wajar
33 ketika menukarkan suatu aset atau menyelesaikan suatu
34 liabilitas. Asumsi spesifik akan juga bervariasi dengan
35 karakteristik aset atau liabilitas yang dinilai, metode penilaian
36 yang digunakan (sebagai contoh, suatu pendekatan pasar,
37 atau suatu pedekatan penghasilan) dan ketentuan kerangka
38 pelaporan keuangan yang berlaku.
39
40 A35. Berkaitan dengan estimasi akuntansi nilai wajar, asumsi
41 atau masukan bervariasi dalam sumber dan dasar, sebagai
42 berikut:

SA 540.21

SA 540.indd 21 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 (a) Asumsi yang mencerminkan asumsi yang digunakan


2 oleh peserta pasar dalam menentukan harga suatu aset
3 atau liabilitas yang dikembangkan berdasarkan data
4 pasar yang diperoleh dari sumber yang independen
5 dari entitas yang melaporkan (kadang-kadang disebut
6 sebagai “masukan yang dapat diobservasi” atau yang
7 setara).
8 (b) Asumsi yang mencerminkan pertimbangan sendiri entitas
9 tentang asumsi yang digunakan peserta pasar dalam
10 menentukan harga aset atau liabilitas dikembangkan
11 berdasarkan informasi terbaik yang tersedia dalam kondisi
12 tersebut (kadang-kadang disebut sebagai “masukan
13 yang tidak dapat diobservasi” atau yang setara).
14 Namun, dalam praktik, pembedaaan antara a dan b tidak
15 selalu tampak jelas. Di samping itu, manajemen juga perlu
16 untuk memilih dari sejumlah asumsi yang berbeda yang
17 digunakan oleh peserta pasar yang berbeda.
18
19 A36. Luasnya subjektivitas, seperti apakah suatu asumsi
20 atau masukan dapat diobservasi, memengaruhi tingkat
21 ketidakpastian estimasi dan penilaian auditor atas risiko
22 kesalahan penyajian material untuk suatu estimasi
23 akuntansi.
24
25 Perubahan dalam Metode untuk Membuat Estimasi Akuntansi (Ref:
26 Para. 8(c)(v))
27 A37. Dalam mengevaluasi bagaimana manajemen membuat
28 estimasi akuntansi, auditor harus memahami apakah telah
29 terjadi atau seharusnya sudah terjadi perubahan dari periode
30 sebelumnya dalam metode untuk membuat estimasi akuntansi.
31 Suatu metode estimasi spesifik mungkin perlu diubah untuk
32 merespons perubahan dalam lingkungan atau kondisi
33 yang berdampak terhadap entitas atau ketentuan kerangka
34 pelaporan keuangan yang berlaku. Jika manajemen telah
35 mengubah metode untuk membuat suatu estimasi akuntansi,
36 penting bagi manajemen untuk dapat mendemontrasikan
37 bahwa metode baru tersebut lebih tepat, atau dengan
38 sendirinya merespons terhadap perubahan tersebut. Sebagai
39 contoh, jika manajemen mengubah dasar untuk membuat
40 suatu estimasi akuntansi dari pendekatan mark-to-market ke
41 penggunaan suatu model, auditor mempertanyakan apakah
42

SA 540.22

SA 540.indd 22 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 asumsi manajemen tentang pasar adalah wajar sejalan


2 dengan kondisi ekonomi.
3
4 Ketidakpastian Estimasi (Ref: Para. 8(c)(vi))
5 A38. Hal-hal yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam
6 memperoleh suatu pemahaman apakah dan, jika demikian,
7 bagaimana manajemen telah menentukan dampak
8 ketidakpastian estimasi, sebagai contoh:
9 • Apakah dan, jika demikian, bagaimana manajemen telah
10 mempertimbangkan asumsi atau hasil alternatif dengan,
11 sebagai contoh, melaksanakan analisis sensitivitas untuk
12 menentukan dampak perubahan dalam asumsi terhadap
13 suatu estimasi akuntansi.
14 • Bagaimana manajemen menentukan estimasi akuntansi
15 ketika analisis menunjukkan beberapa skenario yang
16 dihasilkan.
17 • Apakah manajemen memantau hasil estimasi akuntansi
18 yang dibuat dalam periode sebelumnya, dan apakah
19 manajemen telah merespons hasil prosedur pemantauan
20 tersebut dengan tepat.
21
22 Reviu atas Estimasi Akuntansi Periode Sebelumnya (Ref: Para. 9)
23 A39. Hasil suatu estimasi akuntansi sering kali berbeda dari estimasi
24 akuntansi dalam laporan keuangan periode sebelumnya.
25 Dengan melaksanakan prosedur penilaian risiko untuk
26 mengidentifikasi dan memahami alasan perbedaan tersebut,
27 auditor dapat memperoleh:
28 • Informasi tentang efektivitas proses estimasi manajemen
29 dalam periode sebelumnya, sebagai sumber bagi auditor
30 dalam mempertimbangkan kemungkinan efektivitas
31 proses manajemen saat ini.
32 • Bukti audit yang penting untuk melakukan estimasi
33 kembali, dalam periode kini, atas estimasi akuntansi
34 periode sebelumnya.
35 • Bukti audit tentang hal-hal, seperti ketidakpastian
36 estimasi, yang kemungkinan perlu diungkapkan dalam
37 laporan keuangan.
38
39 A40. Reviu atas estimasi akuntansi periode sebelumnya dapat
40 membantu auditor, dalam periode kini, untuk mengidentifikasi
41 kondisi atau kondisi yang meningkatkan kerentanan estimasi
42

SA 540.23

SA 540.indd 23 2/28/2013 8:43:32 AM


Standar Audit

1 akuntansi terhadap, atau menunjukkan adanya, kemungkinan


2 keberpihakan manajemen. Skeptisisme profesional auditor
3 membantu dalam mengidentifikasi kondisi atau kondisi
4 tersebut dan dalam menentukan sifat, saat, dan luas prosedur
5 audit lebih lanjut.
6
7 A41. Reviu retrospektif atas pertimbangan dan asumsi manajemen
8 yang berkaitan dengan estimasi akuntansi signifikan juga
9 diharuskan oleh SA 240.12 Reviu tersebut dilaksanakan
10 sebagai bagian dari ketentuan bagi auditor untuk merancang
11 dan melaksanakan prosedur untuk mereviuestimasi akuntansi
12 untuk keberpihakan yang mungkin mencerminkan risiko
13 kesalahan penyajian material karena kecurangan, sebagai
14 respons terhadap risiko manajemen dalam mengabaikan
15 pengendalian. Sebagai suatu hal yang praktis, reviu auditor
16 atas estimasi akuntansi periode sebelumnya sebagai prosedur
17 penilaian risiko berdasarkan SA ini dapat dilaksanakan
18 bersamaan dengan reviu yang diharuskan oleh SA 240.
19
20 A42. Auditor dapat mempertimbangkan bahwa reviu yang lebih
21 rinci diharuskan untuk dilakukan terhadap estimasi akuntansi
22 yang diidentifikasi selama periode audit sebelumnya sebagai
23 estimasi yang memiliki ketidakpastian estimasi yang tinggi,
24 atau estimasi akuntansi tersebut telah mengalami perubahan
25 signifikan dari periode sebelumnya. Di lain pihak, sebagai
26 contoh, untuk estimasi akuntansi yang timbul dari pencatatan
27 transaksi rutin dan berulang, auditor dapat mempertimbangkan
28 bahwa penerapan prosedur analitis sebagai prosedur penilaian
29 risiko adalah cukup untuk tujuan reviu tersebut.
30
31 A43. Untuk estimasi akuntansi nilai wajar dan estimasi akuntansi
32 lainnya berdasarkan kondisi kini pada tanggal pengukuran,
33 akan lebih banyak terjadi perbedaan antara jumlah nilai wajar
34 yang diakui dalam laporan keuangan periode sebelumnya dan
35 hasil atau jumlah yang diestimasi kembali untuk tujuan periode
36 kini. Hal ini disebabkan karena tujuan pengukuran untuk
37 estimasi akuntansi tersebut berhubungan dengan persepsi
38 atas nilai pada suatu titik waktu tertentu, yang kemungkinan
39
40
41 SA 240, “Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu
12

42 Audit atas Laporan Keuangan,” paragraf 32(b)(ii).

SA 540.24

SA 540.indd 24 2/28/2013 8:43:32 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 berubah secara signifikan dan cepat sejalan dengan perubahan


2 lingkungan di mana entitas beroperasi. Oleh karena itu,
3 auditor dapat memfokuskan pereviuannya dalam memperoleh
4 informasi yang akan relevan untuk mengidentifikasi dan
5 menentukan kesalahan penyajian material. Sebagai contoh,
6 dalam beberapa kasus, pemerolehan suatu pemahaman
7 tentang perubahan asumsi pelaku pasar yang berdampak
8 terhadap hasil estimasi akuntansi nilai wajar dalam periode
9 sebelumnya kemungkinan tidak menyediakan informasi
10 relevan untuk tujuan audit. Jika demikian, pertimbangan
11 auditor tentang hasil estimasi akuntansi nilai wajar periode
12 sebelumnya dapat lebih diarahkan ke pemahaman efektivitas
13 proses estimasi manajemen dalam periode sebelumnya, yaitu,
14 catatan masa lalu manajemen, yang dapat digunakan oleh
15 auditor untuk mempertimbangkan kemungkinan efektivitas
16 proses manajemen saat ini.
17
18 A44. Suatu perbedaan antara hasil suatu estimasi akuntansi
19 dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan periode
20 sebelumnya bukan merupakan suatu kesalahan penyajian
21 laporan keuangan periode sebelumnya. Namun, hal ini dapat
22 terjadi demikian jika, sebagai contoh, perbedaan tersebut
23 timbul dari informasi yang telah tersedia bagi manajemen pada
24 waktu laporan keuangan periode sebelumnya difinalisasi,
25 atau hal itu dapat secara wajar diharapkan telah dapat
26 diperoleh dan diperhitungkan dalam penyusunan laporan
27 keuangan tersebut. Banyak kerangka pelaporan keuangan
28 berisi panduan tentang perbedaan antara perubahan dalam
29 estimasi akuntansi yang merupakan kesalahan penyajian dan
30 perubahan yang bukan merupakan kesalahan penyajian, dan
31 perlakuan akuntansi yang harus diikuti.
32
33
34 Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian
35 Material
36 Ketidakpastian Estimasi (Ref. Para. 10)
37 A45. Tingkat ketidakpastian estimasi yang berhubungan dengan
38 estimasi akuntansi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor
39 sebagai berikut:
40 • Luasnya ketergantungan estimasi akuntansi terhadap
41 pertimbangan.
42

SA 540.25

SA 540.indd 25 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 • Sensitivitas estimasi akuntansi terhadap perubahan


2 asumsi.
3 • Keberadaan teknik pengukuran yang diakui dapat
4 memitigasi ketidakpastian estimasi (meskipun
5 subjektivitas asumsi yang digunakan sebagai masukan
6 dapat menimbulkan ketidakpastian estimasi).
7 • Panjangnya periode prakiraan, dan data yang relevan
8 yang ditarik dari peristiwa masa lalu untuk memprakirakan
9 peristiwa masa depan.
10 • Ketersediaan data andal dari sumber eksternal.
11 • Luasnya masukan yang dipakai sebagai dasar estimasi
12 akuntansi, apakah dapat diobservasi atau tidak dapat
13 diobservasi.
14 Derajat ketidakpastian yang berhubungan dengan estimasi
15 akuntansi dapat memengaruhi kerentanan estimasi terhadap
16 keberpihakan.
17
18 A46. Hal-hal yang dipertimbangkan oleh auditor dalam penentuan
19 risiko kesalahan penyajian material juga mencakup:
20 • Jumlah aktual atau yang diharapkan dari suatu estimasi
21 akuntansi.
22 • Jumlah estimasi akuntansi yang dicatat (yaitu, estimasi
23 tunggal manajemen) dalam hubungannya dengan jumlah
24 yang diharapkan oleh auditor untuk dicatat.
25 • Apakah manajemen telah menggunakan seorang pakar
26 dalam membuat estimasi akuntansi.
27 • Hasil reviu atas estimasi akuntansi periode
28 sebelumnya.
29
30 Ketidakpastian Estimasi yang Tinggi dan Risiko Signifikan (Ref.
31 Para. 11)
32 A47. Contoh estimasi akuntansi yang dapat memiliki ketidakpastian
33 estimasi yang tinggi mencakup hal-hal sebagai berikut:
34 • Estimasi akuntansi yang sangat tergantung pada
35 pertimbangan, sebagai contoh, pertimbangan tentang
36 hasil tuntutan pengadilan yang masih belum diputuskan
37 atau jumlah dan saat arus kas masa depan yang
38 tergantung pada peristiwa tidak pasti beberapa tahun di
39 masa depan.
40 • Estimasi akuntansi yang tidak dihitung dengan
41 menggunakan teknik pengukuran yang diakui.
42

SA 540.26

SA 540.indd 26 2/28/2013 8:43:33 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 • Estimasi akuntansi yang hasil reviu auditor terhadap


2 estimasi akuntansi yang sama yang dibuat dalam laporan
3 keuangan tahun sebelumnya menunjukkan suatu
4 perbedaan signifikan antara estimasi akuntansi semula
5 dan hasil sesungguhnya.
6 • Estimasi akuntansi nilai wajar yang menggunakan suatu
7 model dengan tingkat spesialisasi yang tinggi yang
8 dikembangkan oleh entitas atau yang tidak menggunakan
9 input yang dapat diobservasi.
10
11 A48. Suatu estimasi akuntansi yang tampaknya tidak material
12 mungkin memiliki potensi menghasilkan kesalahan penyajian
13 material karena ketidakpastian estimasi yang berhubungan
14 dengan estimasi; yaitu, ukuran jumlah yang diakui atau
15 diungkapkan dalam laporan keuangan untuk suatu estimasi
16 akuntansi kemungkinan bukan merupakan indikator
17 ketidakpastian estimasi.
18
19 A49. Dalam beberapa kondisi, ketidakpastian estimasi sedemikian
20 tinggi sehingga suatu estimasi akuntansi tidak dapat dibuat.
21 Oleh karena itu, kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
22 dapat mencegah pengakuan unsur dalam laporan keuangan,
23 atau pengukurannya pada nilai wajar. Dalam kasus seperti
24 itu, risiko signifikan tidak hanya berhubungan dengan
25 apakah suatu estimasi akuntansi harus diakui, atau apakah
26 estimasi akuntansi harus diukur pada nilai wajar, namun
27 juga berhubungan dengan kecukupan pengungkapannya.
28 Berkaitan dengan estimasi akuntansi tersebut, pelaporan
29 keuangan yang berlaku mungkin mengharuskan
30 pengungkapan estimasi akuntansi tersebut dan ketidakpastian
31 estimasi yang tinggi, yang terkait dengan estimasi tersebut.
32 (lihat paragraf A120-A123)
33
34 A50. Jika auditor menentukan bahwa estimasi akuntansi
35 menimbulkan suatu risiko signifikan, auditor diharuskan untuk
36 memperoleh suatu pemahaman atas pengendalian entitas,
37 termasuk aktivitas pengendalian.13
38
39
40
SA 315, paragraf 29.
13
41
42

SA 540.27

SA 540.indd 27 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 A51. Dalam beberapa kasus, ketidakpastian estimasi atas suatu


2 estimasi akuntansi mungkin menyebabkan keraguan signifikan
3 tentang kemampuan entitas untuk melanjutkan kelangsungan
4 usahanya. SA 57014 menetapkan ketentuan dan menyediakan
5 panduan dalam kondisi seperti itu.
6
7 Repons terhadap Risiko Kesalahan Penyajian Material yang
8 Telah Dinilai (Ref: Para. 12)
9 A52. SA 330 mengharuskan auditor untuk merancang dan
10 melaksanakan prosedur audit yang sifat, saat, dan luasnya
11 responsif terhadap risiko kesalahan penyajian material yang
12 telah ditentukan dalam hubungannya dengan estimasi
13 akuntansi, baik pada tingkat laporan keuangan maupun pada
14 tingkat asersi.15 Paragraf A53-A115 memfokuskan respons
15 spesifik hanya pada tingkat asersi.
16
17 Penerapan Ketentuan Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berlaku
18 (Ref: Para. 12(a))
19 A53. Banyak kerangka pelaporan keuangan menetapkan kondisi
20 tertentu untuk pengakuan estimasi akuntansi dan menyebutkan
21 metode untuk membuat estimasi tersebut dan pengungkapan
22 yang diharuskan. Ketentuan tersebut mungkin kompleks
23 dan mengharuskan penerapan pertimbangan. Berdasarkan
24 pemahaman yang diperoleh dalam pelaksanaan prosedur
25 penilaian risiko, ketentuan kerangka pelaporan keuangan
26 yang berlaku yang dapat menimbulkan kerentanan terhadap
27 salah penerapan atau interpretasi yang berbeda menjadi
28 fokus perhatian auditor.
29
30 A54. Penentuan apakah manajemen telah secara tepat menerapkan
31 ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
32 didasarkan, sebagian, pada pemahaman auditor atas entitas
33 dan lingkungannya. Sebagai contoh, pengukuran nilai wajar
34 beberapa pos, seperti aset takberwujud yang diperoleh dalam
35 suatu kombinasi bisnis, dapat melibatkan pertimbangan
36 khusus yang dipengaruhi oleh sifat entitas dan operasinya.
37
38
39
40 SA 570, “Kelangsungan Usaha.”
14

41 SA 330, paragraf 5–6.


15

42

SA 540.28

SA 540.indd 28 2/28/2013 8:43:33 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 A55. Dalam beberapa situasi, prosedur audit tambahan, seperti


2 inspeksi oleh auditor terhadap kondisi fisik kini suatu aset,
3 mungkin diperlukan untuk menentukan apakah manajemen
4 telah menerapkan ketentuan kerangka pelaporan keuangan
5 yang berlaku secara tepat.
6
7 A56. Penerapan ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang
8 berlaku mengharuskan manajemen untuk mempertimbangkan
9 perubahan dalam lingkungan atau kondisi yang berdampak
10 terhadap entitas. Sebagai contoh, pengenalan suatu pasar
11 aktif untuk suatu golongan aset atau liabilitas tertentu dapat
12 menunjukkan bahwa penggunaan arus kasyang didiskonto
13 untuk mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
14 menjadi tidak tepat.
15
16 Konsistensi Metode dan Dasar untuk Perubahan (Ref: Para. 12(b))
17 A57. Pertimbangan auditor atas suatu perubahan dalam estimasi
18 akuntansi, atau metode untuk membuat estimasi akuntansi dari
19 periode sebelumnya, adalah penting karena suatu perubahan
20 yang tidak didasarkan pada suatu perubahan dalam kondisi
21 atau informasi baru dipandang sebagai perubahan yang
22 bersifat sembarang.
23
24 A58. Manajemen sering kali dapat menunjukkan alasan yang
25 tepat atas suatu perubahan dalam estimasi akuntansi atau
26 metode untuk membuat suatu estimasi akuntansi dari
27 suatu periode ke periode lainnya berdasarkan perubahan
28 kondisi. Apa yang merupakan suatu alasan yang tepat, dan
29 kecukupan dukungan atas pendapat manajemen bahwa telah
30 terjadi suatu perubahan dalam kondisi yang membenarkan
31 terjadinya perubahan dalam estimasi akuntansi atau metode
32 untuk membuat suatu estimasi akuntansi, merupakan masalah
33 pertimbangan.
34
35 Respons terhadap Risiko Kesalahan penyajian Material yang Telah
36 Dinilai (Ref: Para. 13)
37 A59. Keputusan auditor tentang respons, baik secara individu
38 maupun dalam kombinasi, pada paragraf 13 untuk merespons
39 risiko kesalahan penyajian material dapat dipengaruhi oleh
40 hal-hal sebagai berikut:
41 • Sifat estimasi akuntansi, termasuk apakah estimasi
42 tersebut timbul dari transaksi rutin atau nonrutin.

SA 540.29

SA 540.indd 29 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 • Apakah prosedur tersebut diharapkan secara efektif


2 menyediakan bukti audit yang cukup dan tepat bagi
3 auditor.
4 • Risiko kesalahan penyajian material yang telah ditentukan,
5 termasuk apakah risiko yang telah ditentukan tersebut
6 merupakan suatu risiko signifikan.
7
8 A60. Sebagai contoh, pada waktu mengevaluasi kewajaran
9 penyisihan untuk piutang tidak tertagih, prosedur yang efektif
10 bagi auditor dapat berupa reviu terhadap penerimaan kas
11 setelah tanggal laporan posisi keuangan dikombinasikan
12 dengan prosedur-prosedur lain. Jika ketidakpastian estimasi
13 yang berkaitan dengan suatu estimasi akuntansi adalah tinggi,
14 sebagai contoh, suatu estimasi akuntansi berdasarkan suatu
15 proprietory model yang tidak menggunakan input yang dapat
16 diobservasi, kombinasi respons terhadap risiko yang telah
17 dinilai dalam paragraf 13 adalah perlu untuk memperoleh
18 bukti audit yang cukup dan tepat.
19
20 A61. Panduan tambahan yang menjelaskan kondisi-kondisi di mana
21 setiap respons mungkin tepat disediakan dalam paragraf A62-
22 A95.
23
24 Peristiwa yang Terjadi Sampai dengan Tanggal Laporan Auditor (Ref:
25 Para. 13(a))
26 A62. Penentuan apakah peristiwa yang terjadi sampai dengan
27 tanggal laporan auditor menyediakan bukti audit tentang
28 estimasi akuntansi dapat merupakan respons yang tepat
29 ketika peristiwa tersebut diharapkan untuk:
30 • Terjadi; dan
31 • Menyediakan bukti audit yang mengonfirmasi atau
32 bertentangan dengan estimasi akuntansi.
33
34 A63. Peristiwa yang terjadi sampai dengan tanggal laporan auditor
35 kadang-kadang dapat menyediakan bukti audit yang cukup
36 dan tepat tentang estimasi akuntansi. Sebagai contoh,
37 penjualan sediaan lengkap suatu produk yang telah diganti
38 segera setelah akhir periode dapat menyediakan bukti audit
39 yang berkaitan dengan estimasi nilai realisasi bersih sediaan
40 tersebut. Dalam kasus tersebut, tidak perlu dilaksanakan
41 prosedur audit tambahan atas estimasi akuntansi, dengan
42

SA 540.30

SA 540.indd 30 2/28/2013 8:43:33 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 syarat bukti yang semestinya tentang peristiwa tersebut dapat


2 diperoleh auditor.
3
4 A64. Untuk beberapa estimasi akuntansi, peristiwa yang terjadi
5 sampai dengan tanggal laporan auditor kemungkinan
6 tidak menyediakan bukti audit tentang estimasi akuntansi.
7 Sebagai contoh, kondisi atau peristiwa yang berkaitan dengan
8 beberapa estimasi akuntansi berkembang hanya dalam suatu
9 jangka waktu tertentu. Selain itu, karena tujuan pengukuran
10 estimasi akuntansi nilai wajar, informasi setelah akhir periode
11 mungkin tidak mencerminkan peristiwa atau kondisi yang
12 ada pada tanggal laporan posisi keuangan dan oleh karena
13 itu kemungkinan tidak relevan dengan pengukuran estimasi
14 akuntansi nilai wajar. Paragraf 13 menunjukkan respons lain
15 terhadap risiko kesalahan penyajian material yang mungkin
16 ditanggung oleh auditor.
17
18 A65. Dalam beberapa kasus, peristiwa yang bertentangan dengan
19 estimasi akuntansi dapat menunjukkan bahwa manajemen
20 memiliki proses yang tidak efektif dalam membuat estimasi
21 akuntansi, atau terdapat keberpihakan manajemen dalam
22 membuat estimasi akuntansi.
23
24 A66. Meskipun auditor dapat memutuskan untuk tidak
25 melaksanakan pendekatan ini yang berkaitan dengan estimasi
26 akuntansi spesifik, auditor diharuskan untuk mematuhi SA
27 560.16 Auditor diharuskan untuk melaksanakan prosedur audit
28 yang dirancang untuk memperoleh bukti audit yang cukup
29 dan tepat bahwa semua peristiwa yang terjadi antara tanggal
30 laporan keuangan dan tanggal laporan audit yang memerlukan
31 penyesuaian atas, atau pengungkapan dalam, laporan
32 keuangan telah diidentifikasi17 dan dicerminkan dengan tepat
33 dalam laporan keuangan tersebut.18 Oleh karena pengukuran
34 atas estimasi-estimasi akuntansi, selain estimasi akuntansi
35 nilai wajar, biasanya tergantung pada hasil kondisi, transaksi,
36 atau peristiwa masa depan, pekerjaan auditor berdasarkan
37 SA 560 adalah relevan.
38
39
40 SA 560, “Peristiwa Kemudian.”
16

41 SA 560, paragraf 6.
17

42 SA 560, paragraf 8.
18

SA 540.31

SA 540.indd 31 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas Lebih Kecil


2 A67. Ketika terdapat suatu periode yang lebih panjang antara
3 tanggal laporan posisi keuangan dan tanggal laporan auditor,
4 pereviuan auditor atas peristiwa dalam periode ini dapat
5 merupakan respons yang efektif untuk estimasi akuntansi
6 selain estimasi akuntansi nilai wajar. Hal ini relevan untuk
7 entitas lebih kecil yang dikelola oleh pemiliknya, terutama
8 ketika manajemen tidak memiliki prosedur pengendalian
9 formal atas estimasi akuntansi.
10
11 Pengujian terhadap Bagaimana Manajemen Membuat Estimasi
12 Akuntansi (Ref: Para. 13(b))
13 A68. Pengujian terhadap bagaimana manajemen membuat
14 estimasi akuntansi dan data yang menjadi dasar estimasi
15 dapat merupakan respons yang tepat ketika estimasi
16 akuntansi merupakan suatu estimasi akuntansi nilai wajar
17 yang dikembangkan atas suatu model yang menggunakan
18 input yang dapat diobservasi atau tidak dapat diobservasi.
19 Hal ini juga tepat ketika, sebagai contoh:
20 • Estimasi akuntansi diperoleh dari pengolahan data rutin
21 oleh sistem akuntansi entitas.
22 • Reviu auditor atas estimasi akuntansi yang sama dalam
23 periode sebelumnya menyarankan bahwa proses
24 manajemen periode kini kemungkinan efektif.
25 • Estimasi akuntansi didasarkan pada suatu populasi besar
26 atas unsur yang memiliki sifat yang sama, yang secara
27 individual tidak signifikan.
28
29 A69. Pengujian atas bagaimana manajemen membuat estimasi
30 akuntansi dapat melibatkan, sebagai contoh:
31 • Pengujian atas keakurasian, kelengkapan, dan relevansi
32 data yang dipakai sebagai dasar estimasi akuntansi
33 dan apakah estimasi akuntansi telah ditentukan dengan
34 menggunakan data tersebut dan asumsi manajemen
35 yang tepat.
36 • Pertimbangan atas sumber, relevansi, dan keandalan data
37 atau informasi eksternal, termasuk data yang diterima dari
38 pakar eksternal yang dikontrak oleh manajemen untuk
39 membantu dalam membuat suatu estimasi akuntansi.
40
41
42

SA 540.32

SA 540.indd 32 2/28/2013 8:43:33 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 • Penghitungan kembali estimasi akuntansi tersebut, dan


2 mereviuinformasi tentang suatu estimasi akuntansi untuk
3 konsistensi internal.
4 • Pertimbangan atas proses reviu dan pengesahan oleh
5 manajemen.
6
7 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil
8 A70. Dalam entitas yang lebih kecil, proses untuk membuat estimasi
9 akuntansi cenderung kurang terstruktur dibandingkan dengan
10 proses yang dilakukan dalam entitas yang lebih besar. Entitas
11 yang lebih kecil dengan keterlibatan manajemen secara aktif
12 kemungkinan tidak memiliki penjelasan tentang prosedur
13 akuntansi secara ekstensif, catatan akuntansi yang canggih,
14 atau kebijakan tertulis. Jika entitas tersebut tidak memiliki
15 proses yang ditetapkan secara formal, hal ini tidak berarti
16 bahwa manajemen tidak dapat menyediakan suatu dasar
17 yang dapat digunakan oleh auditor untuk menguji estimasi
18 akuntansi.
19
20 Pengevaluasian atas Metode Pengukuran (Ref: Para. 13b(i))
21 A71. Ketika kerangka pelaporan keuangan yang berlaku tidak
22 menetapkan metode pengukuran, pengevaluasian ketepatan
23 metode yang digunakan, termasuk model yang diterapkan,
24 adalah tepat sesuai dengan kondisi, merupakan masalah
25 pertimbangan profesional.
26
27 A72. Untuk tujuan ini, hal-hal yang mungkin dipertimbangkan oleh
28 auditor mencakup, sebagai contoh, apakah:
29 • Alasan manajemen untuk metode yang dipilih adalah
30 wajar.
31 • Manajemen telah mengevaluasi secara memadai dan
32 mengaplikasikan secara tepat suatu kriteria, jika ada,
33 yang terdapat dalam kerangka pelaporan keuangan yang
34 berlaku untuk mendukung metode yang dipilih.
35 • Metode tersebut adalah tepat dan sesuai dengan kondisi
36 yang mendasari sifat aset dan liabilitas yang diestimasi
37 dan ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang
38 berlaku, yang relevan dengan estimasi akuntansi.
39 • Metode tersebut adalah tepat dalam hubungannya
40 dengan bisnis, industri, dan lingkungan di mana entitas
41 tersebut beroperasi.
42

SA 540.33

SA 540.indd 33 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 A73. Dalam beberapa kasus, manajemen mungkin telah


2 menentukan bahwa metode yang berbeda menghasilkan
3 suatu kisaran estimasi yang berbeda secara signifikan. Dalam
4 kasus seperti ini, pemerolehan suatu pemahaman tentang
5 bagaimana entitas tersebut telah menginvestigasi alasan dari
6 perbedaan ini dapat membantu auditor dalam mengevaluasi
7 ketepatan metode yang dipilih.
8
9 Pengevaluasian Penggunaan Model
10 A74. Dalam beberapa kasus, terutama dalam membuat estimasi
11 akuntansi nilai wajar, manajemen dapat menggunakan suatu
12 model. Apakah model yang digunakan tersebut adalah tepat
13 sesuai dengan kondisi dapat tergantung pada sejumlah faktor,
14 seperti sifat entitas dan lingkungannya, termasuk industri di
15 mana entitas tersebut beroperasi, dan aset atau liabilitas
16 spesifik yang diukur.
17
18 A75. Relevansi atas pertimbangan berikut tergantung pada kondisi,
19 termasuk apakah model tersebut merupakan model yang
20 secara komersial tersedia untuk digunakan dalam suatu
21 sektor atau industri tertentu atau suatu model yang khusus.
22 Dalam beberapa kasus, suatu entitas dapat menggunakan
23 seorang pakar untuk mengembangkan dan menguji suatu
24 model.
25
26 A76. Tergantung pada kondisi, hal-hal yang juga dipertimbangkan
27 oleh auditor dalam menguji model tersebut mencakup,
28 sebagai contoh, apakah:
29 • Model tersebut divalidasi sebelum dipakai, dengan
30 reviu periodik untuk meyakinkan masih cocok untuk
31 penggunaan yang dimaksud. Proses validasi yang
32 dilaksanakan oleh entitas dapat mencakup evaluasi
33 terhadap:
34 o Ketepatan teoretis dan integritas matematis dari model
35 tersebut, termasuk ketepatan parameternya.
36 o Konsistensi dan kelengkapan input yang digunakan
37 pada model dengan praktik pasar.
38 o Output dari model tersebut dibandingkan dengan
39 transaksi sesungguhnya.
40 • Terdapat kebijakan dan prosedur pengendalian atas
41 perubahan.
42

SA 540.34

SA 540.indd 34 2/28/2013 8:43:33 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 • Model tersebut secara periodik dikalibrasi dan diuji


2 validitasnya, terutama ketika input yang digunakan
3 bersifat subjektif.
4 • Penyesuaian dibuat terhadap output dari model,
5 termasuk dalam hal estimasi akuntansi nilai wajar, apakah
6 penyesuaian seperti itu mencerminkan asumsi pelaku
7 pasar yang akan menggunakannya dalam kondisi yang
8 sama.
9 • Model tersebut didokumentasikan secara memadai,
10 termasuk penerapan model yang dimaksud dan
11 parameter kuncinya, input yang diharuskan, dan hasil
12 analisis validasi yang dilaksanakan.
13
14 Asumsi yang Digunakan oleh Manajemen (Ref: Para. 13(b)(ii))
15 A77. Evaluasi auditor atas asumsi yang digunakan oleh manajemen
16 didasarkan hanya pada informasi yang tersedia bagi auditor
17 pada saat audit. Prosedur audit yang berkaitan dengan asumsi
18 manajemen dilaksanakan dalam konteks audit atas laporan
19 keuangan entitas, dan bukan untuk tujuan memberikan suatu
20 opini atas asumsi tersebut.
21
22 A78. Hal-hal yang dipertimbangkan oleh auditor dalam
23 mengevaluasi kewajaran asumsi yang digunakan oleh
24 manajemen mencakup, sebagai contoh:
25 • Apakah asumsi secara individual tampak wajar.
26 • Apakah asumsi saling tergantung dan secara internal
27 konsisten.
28 • Apakah asumsi tersebut tampak wajar ketika
29 dipertimbangkan secara kolektif atau bersamaan dengan
30 asumsi lain, baik untuk estimasi akuntansi tersebut atau
31 untuk estimasi akuntansi yang lain.
32 • Dalam kasus estimasi akuntansi untuk nilai wajar, apakah
33 asumsi-asumsi mencerminkan secara tepat asumsi pasar
34 yang dapat diobservasi.
35
36 A79. Asumsi yang dipakai sebagai dasar estimasi akuntansi dapat
37 mencerminkan ekspektasi manajemen terhadap hasil dari
38 tujuan dan strategi spesifik. Dalam kasus seperti ini, auditor
39 dapat melaksanakan prosedur audit untuk mengevaluasi
40 kewajaran asumsi tersebut dengan mempertimbangkan,
41 sebagai contoh, apakah asumsi tersebut konsisten dengan:
42

SA 540.35

SA 540.indd 35 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 • Lingkungan ekonomi umum dan kondisi ekonomi


2 entitas.
3 • Rencana entitas.
4 • Asumsi yang dibuat dalam periode lalu, jika relevan.
5 • Pengalaman tentang, atau kondisi sebelumnya yang
6 dialami oleh entitas, sepanjang informasi historis ini
7 dapat dipandang mewakili kondisi atau peristiwa masa
8 depan.
9 • Asumsi lain yang digunakan oleh manajemen yang
10 berkaitan dengan laporan keuangan.
11
12 A80. Kewajaran asumsi yang digunakan dapat tergantung pada
13 maksud dan kemampuan manajemen untuk melaksanakan
14 serangkaian kegiatan tertentu. Manajemen sering
15 mendokumentasikan rencana dan maksud yang relevan
16 dengan aset atau liabilitas spesifik dan kerangka pelaporan
17 keuangan dapat mengharuskan entitas untuk melakukan hal
18 tersebut. Meskipun luas bukti audit yang harus diperoleh
19 tentang maksud dan kemampuan manajemen merupakan
20 suatu masalah pertimbangan profesional, prosedur auditor
21 dapat mencakup hal-hal sebagai berikut:
22 • Mereviu riwayat manajemen dalam melaksanakan
23 maksud yang telah dinyatakan tersebut.
24 • Mereviu rencana tertulis dan dokumentasi lain, termasuk,
25 jika berlaku, anggaran yang secara formal disahkan,
26 otorisasi, atau risalah rapat.
27 • Meminta keterangan dari manajemen tentang alasan
28 manajemen untuk serangkaian kegiatan tertentu.
29 • Mereviu peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan
30 keuangan sampai tanggal laporan auditor.
31 • Mengevaluasi kemampuan entitas dalam melaksanakan
32 serangkaian kegiatan tertentu dalam kondisi ekonomi
33 entitas tertentu, termasuk implikasinya terhadap
34 komitmen yang ada.
35 Namun, kerangka pelaporan keuangan tertentu, mungkin
36 tidak mengizinkan maksud atau rencana manajemen
37 diperhitungkan dalam membuat estimasi. Hal ini sering kali
38 terjadi dalam kasus estimasi akuntansi nilai wajar karena
39 tujuan pengukuran nilai wajar mengharuskan penggunaan
40 asumsi yang mencerminkan asumsi yang digunakan oleh
41 pelaku pasar.
42

SA 540.36

SA 540.indd 36 2/28/2013 8:43:33 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 A81. Sebagai tambahan atas hal-hal yang telah dibahas di atas,


2 hal-hal yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam
3 mengevaluasi kewajaran asumsi yang digunakan oleh
4 manajemen yang mendasari estimasi akuntansi nilai wajar,
5 jika berlaku, dapat mencakup, sebagai contoh:
6 • Jika relevan, apakah dan, jika demikian, bagaimana
7 manajemen telah memasukkan input spesifik pasar ke
8 dalam pengembangan asumsi.
9 • Apakah asumsi tersebut konsisten dengan kondisi pasar
10 yang dapat diobservasi, dan karakteristik aset atau
11 liabilitas yang diukur pada nilai wajar.
12 • Apakah sumber asumsi pelaku pasar relevan dan andal,
13 dan bagaimana manajemen telah memilih asumsi yang
14 akan dipakai jika terdapat sejumlah asumsi pelaku pasar
15 yang berbeda.
16 • Jika tepat, apakah dan, jika demikian, bagaimana
17 manajemen mempertimbangkan asumsi yang digunakan
18 dalam, atau informasi tentang, transaksi, aset, atau
19 liabilitas yang sebanding.
20
21 A82. Di samping itu, estimasi akuntansi nilai wajar dapat terdiri
22 dari input yang dapat diobservasi dan input yang tidak dapat
23 diobservasi. Jika estimasi akuntansi nilai wajar didasarkan
24 pada input yang dapat diobservasi, hal-hal yang dapat
25 dipertimbangkan oleh auditor mencakup, sebagai contoh,
26 bagaimana manajemen mendukung hal-hal sebagai
27 berikut:
28 • Identifikasi karakteristik pelaku pasar yang relevan
29 dengan estimasi akuntansi.
30 • Modifikasi yang telah dilakukan terhadap asumsinya
31 sendiri untuk mencerminkan pandangan atas asumsi
32 pelaku pasar yang akan digunakan.
33 • Apakah estimasi telah memasukkan informasi terbaik
34 yang tersedia sesuai dalam kondisi.
35 • Jika relevan, bagaimana asumsi yang digunakan
36 memperhitungkan transaksi, aset, atau liabilitas yang
37 sebanding.
38 Jika terdapat input yang tidak dapat diobservasi, kemungkinan
39 besar evaluasi auditor terhadap asumsi perlu digabung
40 dengan respons lain terhadap risiko yang telah dinilai dalam
41 paragraf 13 untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan
42 tepat. Dalam kasus seperti ini, mungkin perlu bagi auditor

SA 540.37

SA 540.indd 37 2/28/2013 8:43:33 AM


Standar Audit

1 untuk melaksanakan prosedur audit lainnya, sebagai contoh,


2 memeriksa dokumentasi yang mendukung pereviuan dan
3 persetujuan estimasi akuntansi oleh tingkat manajemen yang
4 tepat dan, jika relevan, oleh pihak yang bertanggung jawab
5 atas tata kelola.
6
7 A83. Dalam mengevaluasi kewajaran asumsi yang mendukung
8 suatu estimasi akuntansi, auditor dapat mengidentifikasi
9 satu atau lebih asumsi signifikan. Jika demikian, hal ini dapat
10 menunjukkan bahwa estimasi akuntansi tersebut memiliki
11 ketidakpastian estimasi yang tinggi dan dapat, oleh karena
12 itu, menimbulkan risiko signifikan. Respons tambahan atas
13 risiko signifikan dijelaskan dalam paragraf A102-A115.
14
15 Pengujian Efektivitas Operasi atas Pengendalian (Ref: Para. 13(c))
16 A84. Pengujian efektivitas operasi atas pengendalian terhadap
17 bagaimana manajemen membuat estimasi akuntansi dapat
18 merupakan respons yang tepat ketika proses manajemen telah
19 dirancang dengan baik, diimplementasikan, dan dipelihara,
20 sebagai contoh:
21 • Adanya pengendalian untuk mereviu dan mengesahkan
22 estimasi akuntansi oleh tingkat manajemen yang tepat
23 dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas
24 tata kelola.
25 • Estimasi akuntansi diperoleh dari pengolahan rutin atas
26 data oleh sistem akuntansi entitas.
27
28 A85. Pengujian efektivitas operasi atas pengendalian diperlukan
29 ketika:
30 (a) Penilaian auditor atas risiko kesalahan penyajian material
31 pada tingkat asersi mencakup suatu ekspektasi bahwa
32 pengendalian atas proses beroperasi secara efektif;
33 atau
34 (b) Prosedur substantif sendiri tidak menyediakan bukti audit
35 yang cukup dan tepat pada tingkat asersi.19
36
37 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil
38 A86. Pengendalian atas proses untuk membuat suatu estimasi
39 akuntansi dapat ada di entitas yang lebih kecil, namun formalitas
40
41
42 SA 330, paragraf 8.
19

SA 540.38

SA 540.indd 38 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 yang digunakan untuk mengoperasikan pengendalian


2 tersebut bervariasi. Di samping itu, entitas lebih kecil dapat
3 menentukan bahwa jenis pengendalian tertentu tidak
4 diperlukan karena keterlibatan manajemen secara aktif dalam
5 proses pelaporan keuangan. Namun, dalam kasus entitas
6 sangat kecil, kemungkinan tidak banyak pengendalian yang
7 dapat diidentifikasi oleh auditor. Karena alasan ini, respons
8 auditor terhadap risiko yang telah ditentukan kemungkinan
9 bersifat substantif, dengan auditor melaksanakan satu atau
10 lebih respons lain dalam paragraf 13.
11
12 Pengembangan Suatu Estimasi Tunggal atau Kisaran (Ref: Para.
13 13(d))
14 A87. Pengembangan suatu estimasi tunggal atau suatu kisaran untuk
15 mengevaluasi estimasi tunggal manajemen kemungkinan
16 merupakan respons yang tepat jika, sebagai contoh:
17 • Suatu estimasi akuntansi tidak diperoleh dari pengolahan
18 data rutin oleh sistem akuntansi.
19 • Reviu auditor atas estimasi akuntansi yang sejenis yang
20 dibuat dalam laporan keuangan periode sebelumnya
21 menyarankan bahwa proses estimasi yang dilakukan
22 oleh manajemen untuk periode kini kemungkinan tidak
23 efektif.
24 • Pengendalian entitas di dalam dan atas proses
25 manajemen untuk menentukan estimasi akuntansi tidak
26 dirancang dengan baik atau tidak diimplementasikan
27 dengan benar.
28 • Peristiwa atau transaksi antara akhir periode dan tanggal
29 laporan auditor bertentangan dengan estimasi tunggal
30 manajemen.
31 • Terdapat sumber alternatif data yang relevan bagi auditor
32 yang dapat dipakai dalam membuat suatu estimasi
33 tunggal atau suatu kisaran.
34
35 A88. Meskipun pengendalian entitas dirancang dengan baik
36 dan dimplementasikan dengan benar, pengembangan
37 suatu estimasi tunggal atau suatu kisaran dapat merupakan
38 suatu respons yang efektif dan efisien terhadap risiko
39 yang telah ditentukan. Dalam situasi lain, auditor dapat
40 mempertimbangkan pendekatan ini sebagai bagian dalam
41 menentukan apakah prosedur lebih lanjut diperlukan dan,
42 jika demikian, sifat dan luas prosedur tersebut.

SA 540.39

SA 540.indd 39 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 A89. Pendekatan yang diambil oleh auditor dalam mengembangkan


2 suatu estimasi tunggal atau suatu kisaran dapat bervariasi
3 berdasarkan hal-hal yang dipertimbangkan paling efektif
4 dalam kondisi yang bersangkutan. Sebagai contoh, auditor
5 dapat awalnya mengembangkan suatu estimasi tunggal
6 awal, dan kemudian menentukan sensitivitas angka tersebut
7 terhadap perubahan dalam asumsi untuk menentukan
8 suatu kisaran yang digunakan untuk mengevaluasi estimasi
9 tunggal manajemen. Sebagai alternatif, auditor dapat mulai
10 mengembangkan suatu kisaran untuk tujuan penentuan, jika
11 mungkin, suatu estimasi tunggal.
12
13 A90. Kemampuan auditor untuk membuat estimasi tunggal, bukan
14 suatu kisaran, tergantung pada beberapa faktor, termasuk
15 model yang digunakan, sifat dan luasnya data yang tersedia,
16 serta ketidakpastian estimasi yang terkait dengan estimasi
17 akuntansi. Di samping itu, keputusan untuk mengembangkan
18 suatu estimasi tunggal atau suatu kisaran dapat dipengaruhi
19 oleh kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, yang
20 mungkin menetapkan estimasi tunggal yang harus digunakan
21 setelah mempertimbangkan hasil atau asumsi alternatif, atau
22 menetapkan suatu metode pengukuran spesifik (sebagai
23 contoh, penggunaan discounted probability-weighted
24 expected value).
25
26 A91. Auditor dapat mengembangkan suatu estimasi tunggal
27 atau suatu kisaran dalam beberapa cara, sebagai contoh,
28 dengan:
29 • Menggunakan suatu model, sebagai contoh, model
30 yang secara komersial tersedia untuk digunakan dalam
31 suatu sektor atau industri tertentu, atau suatu model yang
32 khusus atau model yang dikembangkan oleh auditor.
33 • Mengembangkan lebih lanjut pertimbangan manajemen
34 tentang asumsi atau hasil alternatif, sebagai contoh,
35 dengan memperkenalkan suatu set asumsi yang
36 berbeda.
37 • Mempekerjakan atau mengontrak seorang dengan
38 keahlian khusus untuk mengembangkan atau
39 menerapkan model, atau untuk menyediakan asumsi
40 yang relevan.
41
42

SA 540.40

SA 540.indd 40 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 • Membuat pengacuan ke kondisi, transaksi, atau peristiwa


2 lain yang sebanding, atau, jika relevan, pasar untuk aset
3 atau liabilitas yang sebanding.
4
5 Pemahaman tentang Asumsi atau Metode Manajemen (Ref: Para.
6 13(d)(i))
7 A92. Pada waktu auditor membuat estimasi tunggal atau suatu
8 kisaran dan menggunakan asumsi atau suatu metode yang
9 berbeda dengan yang digunakan oleh manajemen, paragraf
10 13(d)(i) mengharuskan auditor untuk memperoleh suatu
11 pemahaman yang cukup tentang asumsi atau metode
12 yang digunakan oleh manajemen dalam membuat estimasi
13 akuntansi. Pemahaman ini menyediakan informasi yang
14 mungkin relevan bagi auditor untuk mengembangkan
15 suatu estimasi tunggal atau suatu kisaran yang tepat. Di
16 samping itu, hal ini membantu auditor untuk memahami dan
17 mengevaluasi perbedaan signifikan dari estimasi tunggal
18 manajemen. Sebagai contoh, suatu perbedaan mungkin
19 timbul karena auditor menggunakan asumsi yang berbeda,
20 namun sama-sama valid, dibandingkan dengan yang
21 digunakan oleh manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa
22 estimasi akuntansi sangat sensitif terhadap asumsi tertentu,
23 oleh karena itu dipengaruhi oleh ketidakpastian estimasi
24 yang tinggi, yang menunjukkan bahwa estimasi akuntansi
25 tersebut mungkin merupakan suatu risiko signifikan. Sebagai
26 alternatif, suatu perbedaan dapat timbul sebagai hasil dari
27 suatu kesalahan yang faktanya dibuat oleh manajemen.
28 Tergantung pada kondisi, auditor, dalam menarik kesimpulan,
29 dapat mendiskusikan dengan manajemen dasar atas asumsi
30 yang digunakan dan validitasnya, serta perbedaan, jika ada,
31 dalam pendekatan yang diambil untuk membuat estimasi
32 akuntansi.
33
34 Mempersempit Suatu Kisaran (Ref: Para. 13(d)(ii))
35 A93. Pada waktu auditor menyimpulkan bahwa adalah tepat untuk
36 menggunakan suatu kisaran dalam mengevaluasi kewajaran
37 estimasi tunggal manajemen (kisaran auditor), paragraf 13
38 (d)(ii) mengharuskan kisaran tersebut mencakup “semua
39 hasil yang wajar”, bukan semua hasil yang mungkin terjadi.
40 Kisaran tersebut tidak akan bermanfaat jika merupakan satu
41 kisaran yang terdiri dari semua hasil yang mungkin terjadi,
42

SA 540.41

SA 540.indd 41 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 karena kisaran tersebut akan terlalu lebar untuk tujuan audit


2 yang efektif. Kisaran auditor akan bermanfaat dan efektif jika
3 kisaran tersebut cukup sempit untuk memungkinkan auditor
4 menyimpulkan ada atau tidaknya kesalahan penyajian dalam
5 estimasi akuntansi tersebut.
6
7 A94. Biasanya, suatu kisaran yang telah disempitkan untuk menjadi
8 sama atau kurang dari materialitas kinerja adalah cukup untuk
9 tujuan mengevaluasi kewajaran estimasi tunggal manajemen.
10 Namun, terutama di industri tertentu, mungkin tidak dapat
11 untuk menyempitkan kisaran di bawah suatu jumlah seperti itu.
12 Hal ini tidak perlu mencegah pengakuan estimasi akuntansi.
13 Namun, hal ini menunjukkan bahwa ketidakpastian estimasi
14 yang berkaitan dengan estimasi akuntansi dapat menimbulkan
15 suatu risiko signifikan. Respons tambahan terhadap risiko
16 signifikan dijelaskan dalam paragraf A102-A115.
17
18 A95. Penyempitan kisaran ke suatu posisi yang semua hasilnya
19 berada dalam kisaran tersebut dipandang wajar mungkin
20 dapat dicapai dengan:
21 (a) Menghilangkan dari kisaran, hasil pada kisaran yang
22 ekstrim yang dipertimbangkan oleh auditor tidak mungkin
23 terjadi; dan
24 (b) Melanjutkan untuk menyempitkan kisaran, berdasarkan
25 bukti audit yang tersedia, sampai auditor menyimpulkan
26 bahwa semua hasil yang berada dalam kisaran dipandang
27 wajar. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, auditor
28 mungkin mampu untuk menyempitkan kisaran sampai
29 bukti audit menunjukkan suatu estimasi tunggal.
30
31 Mempertimbangkan apakah Keterampilan atau Pengetahuan
32 Khusus Diharuskan (Ref: Para.14)
33 A96. Dalam merencanakan audit, auditor diharuskan untuk
34 menentukan sifat, saat, dan luas sumber daya yang
35 diperlukan untuk melaksanakan perikatan audit.20 Hal ini
36 mencakup, sebagaimana diperlukan, keikutsertaan pihak
37 dengan keterampilan atau pengetahuan khusus. Di samping
38 itu, SA 220 mengharuskan rekan perikatan puas bahwa tim
39 perikatan, dan pakar eksternal auditor yang bukan bagian
40
41
SA 300, “Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan,” paragraf 8(e).
20
42

SA 540.42

SA 540.indd 42 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 dari tim perikatan, secara kolektif memiliki kompetensi dan


2 kapabilitas semestinya untuk melaksanakan perikatan audit.21
3 Selama pelaksanaan audit atas estimasi akuntansi auditor
4 dapat mengidentifikasi, sejalan dengan pengalaman auditor
5 dan kondisi perikatan, kebutuhan atas keterampilan atau
6 pengetahuan khusus untuk diterapkan pada satu atau lebih
7 aspek estimasi akuntansi.
8
9 A97. Hal-hal yang dapat berdampak terhadap pertimbangan auditor
10 tentang perlu atau tidaknya keterampilan atau pengetahuan
11 khusus mencakup, sebagai contoh:
12 • Sifat yang melandasi aset, liabilitas, atau komponen
13 ekuitas dalam bisnis atau industri tertentu (sebagai
14 contoh cadangan mineral, aset perkebunan, instrumen
15 keuangan yang kompleks).
16 • Suatu ketidakpastian estimasi yang tinggi.
17 • Kalkulasi yang kompleks atau model khusus yang
18 diperlukan sebagai contoh pada waktu mengestimasi nilai
19 wajar ketika tidak ada pasar yang dapat diobservasi.
20 • Kompleksitas ketentuan kerangka pelaporan keuangan
21 yang berlaku relevan dengan estimasi akuntansi,
22 termasuk apakah terdapat hal-hal yang dapat dipengaruhi
23 oleh interpretasi yang berbeda atau praktik yang tidak
24 konsisten atau sedang dikembangkan.
25 • Prosedur yang akan dilaksanakan oleh auditor dalam
26 merespons risiko yang telah dinilai.
27
28 A98. Untuk sebagian besar estimasi akuntansi, bahkan ketika
29 terdapat ketidakpastian estimasi, keterampilan atau
30 pengetahuan khusus kemungkinan tidak diperlukan.
31 Sebagai contoh, kecil kemungkinan diperlukan keterampilan
32 atau pengetahuan khusus oleh seorang auditor dalam
33 mengevaluasi akun penyisihan piutang tidak tertagih.
34
35 A99. Namun, auditor mungkin tidak memiliki keterampilan atau
36 pengetahuan khusus yang diperlukan ketika hal yang terlibat
37 adalah dalam suatu bidang selain akuntansi atau auditing dan
38
39
40 SA 220, “Pengendalian Mutu untuk Audit atas Laporan Keuangan,” paragraf
21

41 14.
42

SA 540.43

SA 540.indd 43 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 mungkin perlu memperoleh keterampilan atau pengetahuan


2 tersebut dari seorang pakar. SA 620 22 menetapkan
3 ketentuan dan memberikan panduan dalam menentukan
4 kebutuhan untuk mempekerjakan atau membuat perikatan
5 dengan seorang pakar dan tanggung jawab auditor ketika
6 menggunakan pekerjaan seorang pakar.
7
8 A100. Di samping itu, dalam beberapa kasus, auditor dapat
9 menyimpulkan bahwa auditor perlu untuk memperoleh
10 keterampilan atau pengetahuan khusus yang berkaitan
11 dengan bidang akuntansi atau audit yang spesifik. Individu
12 dengan keterampilan atau pengetahuan seperti itu dapat
13 dipekerjakan oleh KAP auditor atau dibuat perikatan dengan
14 organisasi di luar KAP auditor. Jika individu-individu seperti itu
15 melaksanakan prosedur audit atas dasar perikatan, mereka
16 merupakan bagian dari tim perikatan dan oleh karena itu,
17 mereka tunduk pada ketentuan dalam SA 220.
18
19 A101. Tergantung pada pemahaman dan pengalaman auditor
20 dalam bekerja dengan seorang pakar atau individu lain
21 dengan keterampilan atau pengetahuan khusus, auditor
22 dapat mempertimbangkan untuk membahas hal-hal seperti
23 ketentuan tentang kerangka pelaporan keuangan yang
24 berlaku dengan individu yang terlibat untuk menetapkan
25 bahwa pekerjaan mereka adalah relevan untuk tujuan audit.
26
27 Prosedur Substantif Lebih Lanjut untuk Merespons Risiko
28 Signifikan (Ref: Para. 15)
29 A102. Dalam audit atas estimasi akuntansi yang menimbulkan risiko
30 signifikan, prosedur substantif lebih lanjut difokuskan pada
31 evaluasi tentang:
32 (a). Bagaimana manajemen telah menilai dampak
33 ketidakpastian estimasi terhadap estimasi akuntansi,
34 dan dampak ketidakpastian tersebut terhadap ketepatan
35 pengakuan estimasi akuntansi tersebut dalam laporan
36 keuangan; dan
37 (b). Kecukupan pengungkapan yang bersangkutan.
38
39
40
41 SA 620, “Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor.”
22

42

SA 540.44

SA 540.indd 44 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 Ketidakpastian Estimasi
2 Pertimbangan Manajemen atas Ketidakpastian Estimasi (Ref:
3 Para.15(a))
4 A103. Manajemen dapat mengevaluasi asumsi alternatif atau hasil
5 estimasi akuntansi yang beragam melalui sejumlah metode,
6 tergantung pada kondisi. Satu metode yang mungkin
7 digunakan oleh manajemen adalah melakukan analisis
8 sensitivitas. Hal ini mungkin melibatkan penentuan bagaimana
9 jumlah moneter suatu estimasi akuntansi bervariasi dengan
10 asumsi yang berbeda. Bahkan estimasi akuntansi yang diukur
11 pada nilai wajar dapat bervariasi karena peserta pasar yang
12 berbeda akan menggunakan asumsi yang berbeda. Suatu
13 analisis sensitivitas oleh manajemen dapat menghasilkan
14 pengembangan sejumlah hasil dari beberapa skenario,
15 kadang-kadang merupakan suatu kiasaran hasil, seperti
16 skenario “pesimis” dan “optimis.”
17
18 A104. Suatu analisis sensitivitas dapat menunjukkan bahwa suatu
19 estimasi akuntansi tidak sensitif terhadap perubahan dalam
20 asumsi tertentu. Sebagai alternatif, analisis tersebut dapat
21 menunjukkan bahwa estimasi akuntansi adalah sensitif
22 terhadap satu atau lebih asumsi yang kemudian menjadi
23 fokus perhatian auditor.
24
25 A105. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyarankan bahwa satu
26 metode tertentu yang ditujukan pada ketidakpastian estimasi
27 (seperti analisis sensitivitas) lebih cocok daripada yang lain,
28 atau pertimbangan manajemen tentang asumsi alternatif
29 atau berbagai hasil yang perlu dilaksanakan melalui suatu
30 proses rinci yang didukung oleh dokumentasi yang ekstensif.
31 Melainkan, yang penting adalah apakah manajemen telah
32 menentukan bagaimana ketidakpastian estimasi dapat
33 berdampak terhadap estimasi akuntansi, bukan cara spesifik
34 yang dilakukan oleh manajemen. Oleh karena itu, jika
35 manajemen tidak mempertimbangkan asumsi alternatif atau
36 hasilnya, auditor mungkin perlu untuk membahas dengan
37 manajemen, dan meminta dukungan untuk, bagaimana
38 manajemen telah memperhitungkan dampak ketidakpastian
39 terhadap estimasi akuntansi.
40
41
42

SA 540.45

SA 540.indd 45 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil


2 A106. Entitas yang lebih kecil mungkin menggunakan cara yang
3 sederhana dalam menentukan ketidakpastian estimasi.
4 Sebagai tambahan atas reviu dokumentasi yang tersedia oleh
5 auditor, auditor dapat memperoleh bukti audit lain berupa
6 pertimbangan manajemen tentang asumsi alternatif atau
7 hasilnya dengan cara meminta keterangan dari manajemen.
8 Di samping itu, manajemen mungkin tidak memiliki pakar
9 untuk mempertimbangkan hasil alternatif atau menentukan
10 ketidakpastian estimasi dalam estimasi akuntansi. Dalam
11 kasus ini, auditor dapat menjelaskan kepada manajemen
12 proses atau metode lain yang tersedia untuk melaksanakan
13 hal itu, dan dokumentasi tentang hal tersebut. Namun, hal
14 ini tidak akan mengubah tanggung jawab manajemen untuk
15 menyusun laporan keuangan.
16
17 Asumsi Signifikan (Ref: Para. 15(b))
18 A107. Suatu asumsi yang digunakan untuk membuat suatu estimasi
19 akuntansi dipandang signifikan jika suatu variasi yang wajar
20 dalam asumsi akan berdampak secara material terhadap
21 pengukuran estimasi akuntansi.
22
23 A108. Dukungan untuk asumsi signifikan yang berasal dari
24 pengetahuan manajemen dapat diperoleh dari proses
25 berkelanjutan yang dilakukan oleh manajemen dalam analisis
26 strategik dan pengelolaan risiko. Bahkan tanpa proses yang
27 ditetapkan secara formal, seperti yang mungkin terjadi pada
28 entitas yang lebih kecil, auditor mungkin dapat mengevaluasi
29 asumsi melalui permintaan keterangan dan pembahasan
30 dengan manajemen, bersamaan dengan prosedur audit lain
31 untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat.
32
33 A109. Pertimbangan auditor dalam mengevaluasi asumsi yang
34 dibuat oleh manajemen dijelaskan dalam paragraf A77-A83.
35
36 Maksud dan Kemampuan Manajemen (Ref: Para. 15(c))
37 A110. Pertimbangan auditor yang berkaitan dengan asumsi yang
38 dibuat oleh manajemen dan maksud dan kemampuan
39 manajemen dijelaskan dalam paragraf A13 dan A80.
40
41
42

SA 540.46

SA 540.indd 46 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 Pengembangan Suatu Kisaran (Ref: Para.16)


2 A111. Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen
3 mungkin puas bahwa manajemen telah memperhitungkan
4 dampak ketidakpastian estimasi dalam estimasi akuntansi
5 yang menimbulkan risiko tinggi secara memadai. Namun
6 dalam beberapa kondisi, auditor dapat memandang usaha
7 manajemen tersebut tidak cukup. Hal ini merupakan kasus,
8 sebagai contoh, di mana, dalam pertimbangan auditor:
9 • Bukti audit yang cukup dan tepat tidak dapat diperoleh
10 melalui evaluasi auditor atas bagaimana manajemen telah
11 memperhitungkan dampak ketidakpastian estimasi.
12 • Perlunya untuk mengeksplorasi lebih lanjut tingkat
13 ketidakpastian estimasi yang berhubungan dengan
14 estimasi akuntansi, sebagai contoh, ketika auditor
15 menyadari variasi yang luas dalam hasil untuk etimasi
16 akuntansi yang sejenis dalam kondisi yang sejenis.
17 • Bukti audit lain tidak mungkin dapat diperoleh, sebagai
18 contoh, melalui reviu atas peristiwa yang terjadi sampai
19 tanggal laporan auditor.
20 • Terdapat indikasi tentang keberpihakan manajemen
21 dalam membuat estimasi akuntansi.
22
23 A112. Pertimbangan auditor dalam menentukan suatu kisaran untuk
24 tujuan ini dijelaskan dalam paragraf A87-A95.
25
26 Kriteria Pengakuan dan Pengukuran
27 Pengakuan Estimasi Akuntansi dalam Laporan Keuangan (Ref: Para.
28 17(a))
29 A113. Jika manajemen telah mengakui suatu estimasi akuntansi
30 dalam laporan keuangan, fokus evaluasi auditor adalah pada
31 kecukupan atas kehandalan pengukuran estimasi akuntansi
32 untuk menenuhi kriteria pengakuan kerangka pelaporan
33 keuangan yang berlaku.
34
35 A114. Berkaitan dengan estimasi akuntansi yang belum diakui,
36 fokus evaluasi auditor adalah pada apakah kriteria pengakuan
37 sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
38 telah secara nyata dipenuhi. Bahkan jika suatu estimasi
39 akuntansi belum diakui, dan auditor menyimpulkan bahwa
40 perlakuan ini sudah semestinya, tetap diperlukan untuk
41 mengungkapkan kondisi tersebut dalam catatan atas
42 laporan keuangan. Auditor juga dapat menentukan bahwa

SA 540.47

SA 540.indd 47 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 terdapat suatu kebutuhan untuk menarik perhatian pembaca


2 ke suatu ketidakpastian signifikan dengan menambahkan
3 suatu paragraf Penekanan Suatu Hal dalam laporan auditor.
4 SA 70623 menetapkan ketentuan dan menyediakan panduan
5 tentang paragraf seperti itu.
6
7 Dasar Pengukuran untuk Estimasi Akuntasi (Ref: Para. 17(b))
8 A115. Berkaitan dengan estimasi akuntansi nilai wajar, beberapa
9 kerangka pelaporan keuangan menganggap bahwa nilai
10 wajar dapat diukur secara andal sebagai suatu prasyarat
11 untuk mendapatkan atau mengizinkan pengukuran dan
12 pengungkapan nilai wajar. Dalam beberapa kasus, anggapan
13 ini dapat diatasi ketika, sebagai contoh, tidak terdapat metode
14 atau dasar yang tepat untuk pengukuran. Dalam beberapa
15 kasus, fokus evaluasi auditor adalah pada apakah dasar
16 manajemen untuk mengatasi anggapan yang berkaitan
17 dengan penggunaan nilai wajar yang ditetapkan dalam
18 kerangka pelaporan keuangan yang berlaku adalah tepat.
19
20 Pengevaluasian atas Kewajaran Estimasi Akuntansi dan
21 Penentuan Kesalahan Penyajian (Ref: Para. 18)
22 A116. Berdasarkan bukti audit yang diperoleh, auditor dapat
23 menyimpulkan bahwa bukti estimasi akuntansi berbeda
24 dari estimasi manajemen. Jika bukti audit mendukung suatu
25 estimasi manajemen, perbedaan antara estimasi auditor dan
26 estimasi manajemen merupakan suatu kesalahan penyajian.
27 Jika auditor menyimpulkan bahwa penggunaan estimasi
28 kisaran menyediakan bukti audit yang cukup dan tepat, estimasi
29 yang berada di luar estimasi kisaran akan tidak didukung oleh
30 bukti audit. Dalam kasus ini kesalahan penyajian tidak lebih
31 rendah daripada perbedaan antara estimasi manajemen dan
32 angka terdekat dari estimasi kisaran.
33
34 A117. Jika manajemen telah mengubah suatu estimasi akuntansi,
35 atau metode dalam membuat estimasi tersebut, dari periode
36 sebelumya berdasarkan suatu penilaian yang bersifat
37 subjektif bahwa terdapat suatu perubahan dalam kondisi,
38 auditor dapat menyimpulkan berdasarkan bukti audit bahwa
39
40
41 SA 706, “Paragraf Penekanan Suatu Hal dan Paragraf Hal Lain dalam Laporan
23

42 Auditor Independen.”

SA 540.48

SA 540.indd 48 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 estimasi akuntansi disajikan salah yang diakibatkan oleh


2 dari perubahan secara semena-mena oleh manajemen,
3 atau hal ini dapat dipandang sebagai suatu indikator tentang
4 kemungkinan keberpihakan manajemen (Ref: Para. A124–
5 A125).
6
7 A118. SA 45024 menyediakan panduan tentang jenis kesalahan
8 penyajian untuk tujuan evaluasi auditor terhadap dampak
9 kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi terhadap laporan
10 keuangan. Dalam kaitannya dengan estimasi akuntansi, suatu
11 kesalahan penyajian, baik yang disebabkan oleh kecurangan
12 maupun kesalahan, dapat timbul sebagai akibat dari:
13 • Kesalahan penyajian yang tidak diragukan lagi (kesalahan
14 penyajian faktual).
15 • Perbedaan yang timbul dari pertimbangan
16 manajemen tentang estimasi akuntansi yang oleh
17 auditor dipertimbangkan tidak wajar, atau pemilihan
18 atau penerapan kebijakan akuntansi yang menurut
19 pertimbangan auditor tidak tepat (kesalahan penyajian
20 pertimbangan).
21 • Estimasi terbaik auditor atas kesalahan penyajian dalam
22 populasi, yang melibatkan proyeksi atas kesalahan
23 penyajian yang diidentifikasi dalam sampel audit ke
24 keseluruh populasi yang daripadanya sampel ditarik
25 (kesalahan penyajian proyeksian).
26 Dalam beberapa kasus yang melibatkan estimasi akuntansi,
27 kesalahan penyajian dapat timbul sebagai hasil dari suatu
28 kombinasi kondisi-kondisi tersebut di atas, sehingga sulit
29 atau tidak mungkin untuk memisahkan atau menentukan
30 kesalahan penyajian ke salah satu jenis kesalahan penyajian
31 tersebut di atas.
32
33 A119. Evaluasi terhadap kewajaran estimasi akuntansi dan
34 pengungkapannya yang dicantumkan dalam catatan atas
35 laporan keuangan, baik yang diharuskan oleh kerangka
36 pelaporan keuangan yang berlaku atau yang diungkapkan
37 secara suka rela, pada dasarnya melibatkan jenis
38
39
40 SA 450, “Pengevaluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama
24

Audit.”
41
42

SA 540.49

SA 540.indd 49 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 pertimbangan yang sama yang diterapkan ketika mengaudit


2 estimasi akuntansi yang diakui dalam laporan keuangan.
3
4 Pengungkapan yang Berkaitan dengan Estimasi Akuntansi
5 Pengungkapan Sesuai dengan Kerangka Pelaporan Keuangan
6 yang Berlaku (Ref. Para. 19)
7 A120. Penyajian laporan keuangan sesuai dengan kerangka
8 pelaporan keuangan yang berlaku mencakup pengungkapan
9 hal-hal material secara memadai. Kerangka pelaporan
10 keuangan yang berlaku dapat mengizinkan, atau menetapkan,
11 pengungkapan yang berkaitan dengan estimasi akuntansi,
12 dan beberapa entitas dapat mengungkapkan informasi
13 tambahan dalam catatan atas laporan keuangan secara suka
14 rela. Pengungkapan ini dapat mencakup, sebagai contoh:
15 • Asumsi yang digunakan.
16 • Metode estimasi yang digunakan, termasuk model yang
17 dapat diterapkan.
18 • Dasar untuk memilih metode estimasi.
19 • Dampak perubahan terhadap metode estimasi dari
20 periode sebelumnya.
21 • Sumber dan implikasi ketidakpastian estimasi.
22
23 Pengungkapan tersebut di atas relevan bagi pengguna
24 laporan keuangan dalam memahami estimasi akuntansi
25 yang diakui atau diungkapkan dalam laporan keuangan, dan
26 perlu memperoleh bukti audit yang cukup tentang apakah
27 pengungkapannya sesuai dengan ketentuan kerangka
28 pelaporan keuangan yang berlaku.
29
30 A121. Dalam beberapa kasus, kerangka pelaporan keuangan yang
31 berlaku mungkin mengharuskan pengungkapan spesifik
32 tentang ketidakpastian. Sebagai contoh, beberapa kerangka
33 pelaporan keuangan menetapkan:
34 • Pengungkapan asumsi kunci dan sumber ketidakpastian
35 estimasi lainnya yang memiliki suatu risiko signifikan
36 yang menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai
37 tercatat aset dan liabilitas. Ketentuan ini dapat dijelaskan
38 dengan menggunakan istilah seperti “Sumber Utama
39 Ketidakpastian Estimasi” atau “Estimasi Akuntansi yang
40 Penting.”
41
42

SA 540.50

SA 540.indd 50 2/28/2013 8:43:34 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 • Pengungkapan kisar hasil yang mungkin, dan asumsi


2 yang digunakan untuk menentukan kisaran tersebut.
3 • Pengungkapan informasi tentang signifikansi estimasi
4 akuntansi nilai wajar terhadap posisi dan kinerja keuangan
5 entitas.
6 • Pengungkapan kualitatif seperti eksposur entitas terhadap
7 risiko dan bagaimana eksposur tersebut muncul, tujuan,
8 kebijakan, dan prosedur entitas untuk mengelola risiko
9 dan metode yang digunakan untuk mengukur risiko
10 tersebut serta perubahan konsep kualitatif ini dari periode
11 sebelumnya.
12 • Pengungkapan kuantitatif seperti luasnya entitas
13 terekspos pada risiko, berdasarkan informasi yang
14 disediakan secara internal kepada personel kunci
15 manajemen, termasuk risiko kredit, risiko likuiditas, dan
16 risiko pasar.
17
18 Pengungkapan Ketidakpastian Estimasi untuk Estimasi
19 Akuntansiyang Menimbulkan Risiko Signifikan (Ref: Para. 20)
20 A122. Dalam kaitannya dengan estimasi akuntansi yang memiliki
21 risiko signifikan, bahkan ketika pengungkapannya sesuai
22 dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, auditor
23 dapat menyimpulkan bahwa pengungkapan ketidakpastian
24 estimasi adalah tidak memadai dalam hubungannya dengan
25 kondisi dan fakta yang bersangkutan. Pentingnya evaluasi
26 auditor atas kecukupan pengungkapan kebijakan estimasi
27 meningkat seiring dengan makin besarnya kisar hasil dari
28 estimasi akuntansi sehubungan dengan materialitas (lihat
29 pembahasan yang berkaitan dalam paragraf A94).
30
31 A123. Dalam beberapa kasus, auditor dapat mempertimbangkan
32 untuk mendorong manajemen untuk menjelaskan, dalam
33 catatan atas laporan keuangan, kondisi yang berkaitan dengan
34 ketidakpastian estimasi. SA 70525 menyediakan panduan atas
35 implikasi terhadap opini auditor jika auditor percaya bahwa
36 pengungkapan manajemen tentang ketidakpastian estimasi
37 dalam laporan keuangan tidak cukup atau menyesatkan.
38
39
40
41 SA 705, “Modifikasi terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen.”
25

42

SA 540.51

SA 540.indd 51 2/28/2013 8:43:34 AM


Standar Audit

1 Indikator Kemungkinan Keberpihakan Manajemen (Ref: Para.


2 21)
3 A124. Selama audit, auditor mungkin sadar atas pertimbangan dan
4 keputusan yang dibuat oleh manajemen yang menimbulkan
5 indikator tentang kemungkinan keberpihakan manajemen.
6 Indikator tersebut dapat berdampak terhadap kesimpulan
7 auditor tentang apakah penilaian risiko auditor dan respons
8 yang berkaitan masih tepat, dan auditor mungkin perlu
9 mempertimbangkan implikasi atas sisa auditnya. Lebih lanjut,
10 hal itu juga berdampak terhadap evaluasi auditor tentang
11 apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari
12 kesalahan penyajian material, sebagaimana dibahas dalam
13 SA 700.26
14
15 A125. Contoh indikator tentang kemungkinan keberpihakan
16 manajemen yang berkaitan dengan estimasi akuntansi
17 mencakup:
18 • Perubahan dalam estimasi akuntansi, atau metode untuk
19 membuat estimasi tersebut, ketika manajemen telah
20 membuat suatu penilaian yang subjektif bahwa terdapat
21 perubahan dalam kondisi.
22 • Penggunaan asumsi sendiri untuk estimasi akuntansi
23 nilai wajar ketika asumsi tersebut tidak konsisten dengan
24 asumsi pasar yang dapat diobservasi.
25 • Pemilihan atau konstruksi suatu asumsi signifikan
26 yang menghasilkan suatu estimasi tunggal yang
27 menguntungkan untuk mencapai tujuan manajemen.
28 • Pemilihan suatu estimasi tunggal yang mungkin
29 menunjukkan suatu pola optimis atau pesimis.
30
31 Representasi Tertulis (Ref: Para. 22)
32 A126. SA 58027 membahas penggunaan representasi tertulis.
33 Tergantung pada sifat, materialitas, dan luas ketidakpastian
34 estimasi, representasi tertulis tentang estimasi akuntansi yang
35 diakui atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
36 mencakup representasi:
37
38
SA 700, “Perumusan Suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan.”
26
39
SA 580, “Representasi Tertulis.”
27
40
41
42

SA 540.52

SA 540.indd 52 2/28/2013 8:43:35 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 • Tentang ketepatan proses pengukuran, termasuk


2 asumsi dan model yang berkaitan, yang digunakan oleh
3 manajemen dalam menentukan estimasi akuntansi dalam
4 konteks kerangka pelaporan keuangan yang berlaku,
5 dan konsistensi dalam penerapan proses tersebut.
6 • Bahwa asumsi secara tepat mencerminkan maksud
7 dan kemampuan manajemen untuk melaksanakan
8 serangkaian kegiatan atas nama entitas, yang relevan
9 dengan estimasi akuntansi dan pengungkapan.
10 • Pengungkapan yang berkaitan dengan estimasi akuntansi
11 adalah lengkap dan tepat berdasarkan kerangka
12 pelaporan keuangan yang berlaku.
13 • Bahwa tidak ada peristiwa kemudian yang memerlukan
14 penyesuaian atas estimasi akuntansi dan pengungkapan
15 yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
16
17 A127. Untuk estimasi akuntansi yang tidak diakui atau diungkapkan
18 dalam laporan keuangan, representasi tertulis dapat mencakup
19 representasi tentang:
20 • Ketepatan dasar yang digunakan oleh manajemen
21 untuk menentukan bahwa kriteria pengakuan atau
22 pengungkapan pada kerangka pelaporan keuangan
23 yang berlaku belum dipenuhi (Ref: Para. A114).
24 • Ketepatan dasar yang digunakan oleh manajemen
25 untuk mengatasi anggapan yang berkaitan dengan
26 penggunaan nilai wajar yang ditetapkan berdasarkan
27 kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, untuk
28 estimasi akuntansi yang tidak diukur atau diungkapkan
29 pada nilai wajar (Ref: Para. A115).
30
31 Dokumentasi (Ref: Para. 23)
32 A128. Dokumentasi atas indikator dari kemungkinan keberpihakan
33 manajemen yang teridentifikasi selama audit membantu
34 auditor dalam menyimpulkan apakah penilaian risiko yang
35 dilakukan auditor dan respons yang bersangkutan masih
36 tepat, dan dalam mengevaluasi apakah laporan keuangan
37 secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material.
38 Lihat paragraf A125 untuk contoh indikator atas kemungkinan
39 keberpihakan manajemen.
40
41
42

SA 540.53

SA 540.indd 53 2/28/2013 8:43:35 AM


Standar Audit

1 Lampiran
2 (Ref: Para. A1)
3
4 Pengukuran dan Pengungkapan Nilai Wajar Berdasarkan
5 Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berbeda
6 Tujuan lampiran ini adalah hanya untuk menyediakan suatu
7 pembahasan tentang pengukuran nilai wajar dan pengungkapannya
8 berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang berbeda, untuk
9 latar belakang dan konteks.
10 1. Kerangka pelaporan keuangan yang berbeda mengharuskan
11 atau mengizinkan suatu variasi pengukuran nilai wajar dan
12 pengungkapan dalam laporan keuangan. Kerangka tersebut
13 juga bervariasi dalam tingkat panduan yang disediakan sebagai
14 dasar pengukuran aset dan liabilitas atau pengungkapan
15 yang bersangkutan. Beberapa kerangka pelaporan keuangan
16 memberikan panduan yang bersifat preskriptif, sedangkan
17 kerangka pelaporan keuangan lainnya memberikan panduan
18 yang bersifat umum, dan beberapa kerangka yang lain tidak
19 memberikan panduan sama sekali. Di samping itu, terdapat
20 pula praktik pengukuran dan pengungkapan untuk nilai wajar
21 yang spesifik untuk industri tertentu.
22
23 2. Definisi nilai wajar dapat berbeda di antara kerangka pelaporan
24 keuangan, atau untuk aset, liabilitas, atau pengungkapan
25 yang berbeda dalam suatu kerangka tertentu. Sebagai contoh
26 Standar Akuntansi Keuangan No. 5528 mendefinisikan nilai
27 wajar sebagai “jumlah untuk itu suatu aset dapat ditukarkan
28 atau suatu liabilitas diselesaikan, di antara pihak yang
29 berpengetahuan dan mau dalam suatu transaksi independen.”
30 Konsep nilai wajar biasanya mengasumsikan suatu transaksi
31 kini, bukan penyelesaian pada tanggal di masa lalu atau masa
32 depan. Oleh karena itu, proses pengukuran nilai wajar akan
33 merupakan suatu pencarian untuk harga estimasian yang
34 pada harga itu transaksi tersebut akan terjadi. Di samping
35 itu, kerangka pelaporan keuangan yang berbeda dapat
36 menggunakan istilah seperti “nilai spesifik entitas,” “nilai yang
37 digunakan,” atau istilah sejenis, namun dapat tetap berada
38 dalam konsep nilai wajar dalam SA ini.
39
40
41
42 PSAK 55, “Pengakuan dan Pengukuran Instrumen Keuangan.”
28

SA 540.54

SA 540.indd 54 2/28/2013 8:43:35 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 3. Kerangka pelaporan keuangan mungkin memperlakukan


2 perubahan dalam pengukuran nilai wajar yang terjadi pada
3 suatu periode dalam berbagai cara. Sebagai contoh, kerangka
4 pelaporan keuangan tertentu mungkin mengharuskan
5 perubahan dalam pengukuran nilai wajar aset atau liabilitas
6 tertentu dicerminkan secara langsung dalam ekuitas,
7 sementara perubahan tersebut mungkin dicerminkan dalam
8 laba berdasarkan kerangka lain. Dalam beberapa kerangka,
9 penentuan apakah menggunakan akuntansi nilai wajar atau
10 bagaimana akuntansi tersebut diterapkan dipengaruhi oleh
11 maksud manajemen untuk melaksanakan serangkaian
12 tindakan yang berkaitan dengan aset atau liabilitas spesifik
13 tersebut.
14
15 4. Kerangka pelaporan keuangan yang berbeda mungkin
16 mengharuskan pengukuran dan pengungkapan nilai wajar
17 spesifik tertentu dalam laporan keuangan dan menetapkan
18 atau mengizinkan pengukuran dan pengungkapan dengan
19 berbagai variasi. Kerangka pelaporan keuangan dapat:
20 • Menetapkan ketentuan pengukuran, penyajian, dan
21 pengungkapan untuk informasi tertentu yang dicantumkan
22 dalam laporan keuangan atau untuk informasi yang
23 diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan atau
24 disajikan sebagai informasi tambahan;
25 • Mengizinkan pengukuran tertentu dengan menggunakan
26 nilai wajar menurut pilihan suatu entitas atau hanya jika
27 kriteria tertentu telah dipenuhi;
28 • Menetapkan suatu metode spesifik untuk menentukan
29 nilai wajar, sebagai contoh, melalui penggunaaan
30 seorang penilai independen atau cara yang spesifik
31 dengan menggunakan arus kas yang didiskonto;
32 • Mengizinkan suatu pilihan metode untuk menentukan
33 nilai wajar di antara beberapa alternatif (kriteria untuk
34 pemilihan mungkin disediakan atau tidak disediakan oleh
35 kerangka pelaporan keuangan); atau
36 • Tidak menyediakan panduan tentang pengukuran dan
37 pengungkapan nilai wajar selain yang digunakan melalui
38 kebiasaan atau praktik, sebagai contoh, suatu praktik
39 industri.
40
41
42

SA 540.55

SA 540.indd 55 2/28/2013 8:43:35 AM


Standar Audit

1 5. Beberapa kerangka pelaporan keuangan menganggap


2 bahwa nilai wajar dapat diukur secara andal untuk aset atau
3 liabilitas sebagai suatu prasyarat untuk mengharuskan atau
4 mengizinkan pengukuran atau pengungkapan nilai wajar.
5 Dalam beberapa kasus, anggapan ini dapat diatasi ketika suatu
6 aset atau liabilitas tidak memiliki harga pasar yang ditawarkan
7 dalam pasar aktif dan metode lain untuk mengestimasi nilai
8 wajar secara masuk akal jelas-jelas tidak tepat atau tidak
9 dapat dilakukan. Beberapa kerangka pelaporan keuangan
10 mungkin membuat spesifikasi suatu hirarkhi nilai wajar yang
11 membedakan input yang digunakan untuk menentukan
12 nilai wajar yang berkisar dari nilai wajar yang secara jelas
13 melibatkan “input yang dapat diobservasi” berdasarkan harga
14 kuotasi dan pasar aktif dan yang melibatkan “masukan yang
15 tidak dapat diobservasi” yang melibatkan suatu pertimbangan
16 sendiri tentang asumsi yang akan digunakan oleh peserta
17 pasar.
18
19 6. Beberapa kerangka pelaporan keuangan mengharuskan
20 penyesuaian atau modifikasi tertentu terhadap informasi
21 penilaian, atau pertimbangan lain yang unik untuk suatu aset
22 atau liabilitas tertentu. Sebagai contoh, akutansi untuk properti
23 investasi mungkin mengharuskan penyesuaian terhadap nilai
24 pasar yang dinilai, seperti penyesuaian untuk estimasi biaya
25 penjualan, penyesuaian yang berkaitan dengan kondisi dan
26 lokasi properti, dan hal-hal lainnya. Begitu juga, jika pasar untuk
27 suatu aset bukan merupakan pasar aktif, harga penawaran
28 yang dipublikasikan dapat disesuaikan atau dimodifikasi
29 untuk mencapai pengukuran nilai wajar yang lebih cocok.
30 Sebagai contoh, harga pasar yang ditawarkan mungkin tidak
31 mencerminkan nilai wajar jika terdapat aktivitas yang jarang
32 dalam pasar, pasar tidak diciptakan dengan baik, atau terjadi
33 perdagangan dalam jumlah yang relatif kecil dibandingkan
34 dengan agregasi jumlah unit yang diperdagangkan. Oleh
35 karena itu, harga pasar tersebut harus disesuaikan atau
36 dimodifikasi. Sumber informasi pasar alternatif mungkin
37 diperlukan untuk membuat penyesuaian atau modifikasi.
38 Lebih lanjut, dalam beberapa kasus, collateral (sebagai
39 contoh, ketika collateral diperuntukkan bagi jenis tertentu
40 investasi dalam utang) mungkin perlu dipertimbangkan dalam
41 menentukan nilai wajar atau kemungkinan penurunan nilai
42 suatu aset atau liabilitas.

SA 540.56

SA 540.indd 56 2/28/2013 8:43:35 AM


Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
dan Pengungkapan yang Bersangkutan

1 7. Dalam hampir semua kerangka pelaporan keuangan,


2 konsep yang melandasi pengukuran nilai wajar adalah suatu
3 anggapan bahwa entitas memiliki kelangsungan usaha tanpa
4 ada maksud atau kebutuhan untuk melikuidasi, mengurangi
5 secara material skala operasinya, atau melaksanakan suatu
6 transaksi pada syarat-syarat yang merugikan. Oleh karena
7 itu, dalam kasus ini, nilai wajar bukan merupakan jumlah di
8 mana suatu entitas akan menerima atau membayar dalam
9 suatu transaksi paksaan, likuidasi yang tidak suka rela, atau
10 penjualan dalam keterpaksaan. Di lain pihak, kondisi ekonomi
11 umum atau kondisi ekonomi spesifik bagi industri tertentu
12 dapat menyebabkan pasar yang tidak likuid dan mengharuskan
13 nilai wajar harus dinyatakan dalam depressed price, secara
14 potensial dan signifikan depressed price. Namun, suatu
15 entitas mungkin perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi
16 atau operasi saat ini dalam menentukan nilai wajar aset atau
17 liabilitasnya jika ditetapkan atau diizinkan melakukan hal itu
18 oleh kerangka pelaporan keuangan dan kerangka tersebut
19 mungkin atau mungkin tidak menyebutkan bagaimana hal
20 itu dilaksanakan. Sebagai contoh, rencana manajemen untuk
21 menjual suatu aset atas dasar akselerasian untuk memenuhi
22 tujuan bisnis spesifik mungkin relevan untuk menentukan nilai
23 wajar aset tersebut.
24
25 Prevalensi Pengukuran Nilai Wajar
26 8. Pengukuran dan pengungkapan berdasarkan nilai wajar
27 menjadi meningkat prevalensinya dalam kerangka pelaporan
28 keuangan. Nilai wajar dapat terjadi dalam, dan berdampak
29 terhadap penentuan, laporan keuangan dalam beberapa cara,
30 termasuk pengukuran pada nilai wajar sebagai berikut:
31 • Aset atau liabilitas spesifik, seperti surat-surat berharga
32 atau liabilitas untuk menyelesaikan kewajiban berdasarkan
33 suatu instrumen keuangan, atau di mark-to-market secara
34 rutin atau periodik.
35 • Komponen ekuitas spesifik, sebagai contoh ketika
36 akuntansi untuk pengakuan, pengukuran, dan penyajian
37 instrumen keuangan tertentu dengan fitur ekuitas, seperti
38 convertible bond oleh pemegang obligasi ke dalam
39 saham biasa entitas penerbit.
40 • Aset atau liabilitas spesifik yang diperoleh dalam suatu
41 kombinasi bisnis. Sebagai contoh penentuan awal
42 goodwill yang timbul dari pembelian suatu entitas

SA 540.57

SA 540.indd 57 2/28/2013 8:43:35 AM


Standar Audit

1 dalam suatu kombinasi bisnis biasanya didasarkan pada


2 pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat
3 diidentifikasi dan nilai wajar dari yang dipertimbangkan
4 untuk itu.
5 • Aset atau liabilitas spesifik yang disesuaikan ke nilai
6 wajar atas basis sekali waktu. Beberapa kerangka
7 pelaporan keuangan dapat mensyaratkan penggunaan
8 suatu pengukuran nilai wajar untuk menguantifikasikan
9 penyesuaian terhadap suatu aset atau suatu kelompok
10 aset sebagai suatu penentuan penurunan nilai aset,
11 sebagai contoh, pengujian penurunan nilai goodwill yang
12 diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis berbasis nilai
13 wajar suatu entitas operasi yang telah ditentukan atau
14 unit pelaporan, yang nilai tersebut kemudian dialokasikan
15 di antara kelompok aset dan liabilitas entitas atau unit
16 dengan tujuan untuk memperoleh goodwill yang bersifat
17 implisit untuk dibandingkan dengan goodwill yang
18 tercatat.
19 • Agregasi aset dan liabilitas. Dalam beberapa kondisi,
20 pengukuran suatu golongan atau kelompok aset atau
21 liabilitas menuntut suatu agregasi nilai wajar beberapa
22 aset atau liabilitas individual dalam kelas atau kelompok.
23 Sebagai contoh, berdasarkan kerangka pelaporan
24 keuangan entitas, pengukuran suatu portofolio pinjaman
25 yang terdiversifikasi kemungkinan ditentukan berdasarkan
26 nilai wajar beberapa kategori pinjaman yang membentuk
27 portofolio tersebut.
28 • Informasi yang diungkapkan dalam catatan atas laporan
29 keuangan atau disajikan sebagai informasi tambahan,
30 namun tidak diakui dalam laporan keuangan.
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

SA 540.58

SA 540.indd 58 2/28/2013 8:43:35 AM

Anda mungkin juga menyukai