Anda di halaman 1dari 13

PENYUSUNAN RENCANA DAN STRATEGI PEMASARAN

Dosen Pengampu :
Dr. Mugiono, SE., MM.

Disusun Oleh:

Ahmad Huzein B (165020301111045) Perencanaan Strategis Unit Bisnis

Gilang Wimana (165020301111046) Pemasaran dan Nilai Pelanggan

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
Perencanaan Strategis Unit Bisnis

 Definisi Perencanaan Strategis


Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-
program yang akan dilaksanakan oleh perusahaan dan di perkirakan
jumlah sumber daya yang akan di alokasikan ke setiap program
selama beberapa tahun kedepan. Atau perencanaan strategis
secara singkat adalah proses memutuskan rencana strategis.

 Definisi Strategi Bisnis

Strategi bisnis ialah sekumpulan tindakan terintegrasi yang


bertujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan kekuatan
perusahaan untuk menghadapi kompetitor

 Macam – Macam Strategis Bisnis


 Strategi Generik Porter
Michel Porter mengajukan tiga strategi generik :
o Kepemimpinan biaya secara keseluruhan. Perusahaan
yang mengajarkan strategi ini bekerja keras untuk
mencapai biaya produksi dan distribusi terendah sehingga
mereka dapat menetapkan harga yang lebih murah
dibandingkan pesaing mereka dan memenangkan pasar
yang besar.
o Diferensiasi. Bisnis yang berkonsentrasi pada kinerja
unggul yang di capai dengan cara untuk dalam wilayah
manfaat pelanggan penting yang di hargai oleh sebagian
besar pasar.
o Fokus. Bisnis berfokus pada satu atau lebih segmen
pasar yang lebih sempit. Perusahaan mengetahui segmen
ini dengan akrab dengan mengejar kepemimpinan biaya
maupun diferensiasi di dalam segmen pasar
 Aliansi Strategis
Aliansi strategis dibagi menjadi empat kategori utama :
o Aliansi produk atau jasa – Sebuah perusahaan
melisensikan perusahaan lainnya untuk memproduksi
produknya, atau dua perusahaan bekerja sama
memasarkan produk pendamping atau produk baru.
o Aliansi promsional – Sebuah perusahaan sepakat untuk
menjalankan promosi bagi produk atau jasa perusahaan
lain.
o Aliansi logistik – Sebuah perusahaan menawarkan
pelayanan logistik untuk peroduk perusahaan lain.
o Kolaborasi penetapan harga – Satu atau lebih
perusahaan bergabung dalam kolaborasi penetaoan
harga khusus.

 Formulasi Tujuan
Tujuan unit harus memenuhi empat kriteria :
1. Tujuan harus diatur berurutan, mulai dari yang penting
sampai yang tidak penting. Contohnya, tujuan utama unit
bisnis untuk satu periode adalah meningkatkan tingkat
pengembalian investasi.
2. Sebisa mungkin tujuan harus bersifat kuantitatif.
3. Tujuan harus realistis. Tujuan harus timbul dari analis
peluang dan kekuatan unit bisnis, bukan dari harapan.
4. Tujuan harus konsisten. Maksimalkan penjualan dan laba
sekaligus adalah sesuatu yang mustahil.

 Kelebihan Strategi Bisnis


1. Inovasi produk lebih penting bagi unit bisnis diferensiasi. Hal ini
disebabkan karena unit bisnis diferensiasi terutama fokus pada
keunikan dan eklusifikasinya yang memerlukan inovasi produk
lebih besar. Sementra unit bisnis yang berbiaya rendah, dengan
penekanan utama pada pengurangan biaya, biasanya lebih
memilih untuk mempertahankan agar penawaran produknya
stabil sepanjang waktu.
2. Unit bisnis biaya rendah biasanya cenderung untuk mempunyai
lini produk yang sempit guna meminimalkan biaya penyimpanan
persediaan dan memperoleh manfaat dari skala ekonomi. Unit
bisnis diferensiasi dipihak lain cenderung mempunyai kelompok
produk yang lebih luas guna menciptakan keunikan.
3. Unit bisnis biaya rendah biasanya menghasilkan produk
sederhana yang bersifat komoditas, dan produk2 lini sukses
semata-mata karena memiliki harga yang lebih rendah
dibandingkan dengan produk saingan. Tetapi, produk unit bisnis
diferensiasi akan sukses jika pelanggan memandang bahwa
produk tersebut menawarkan keunggulan dibandingkan dengan
produk saingan.

 Contoh Unit Strategi Bisnis


1. Garuda Sentra Medika Business Unit (SBU GSM)
SBU GSM memiliki fungsi utama untuk memastikan
setiap Cockpit Crew dan Cabin Crew (Air Crew) yang
bertugas, berada dalam kondisi sehat sehingga keselamatan
dalam penerbangan lebih terjamin. Dengan melaksanakan
fungsi ini, diharapkan penumpang merasa aman untuk
terbang bersama Garuda Indonesia. Untuk mencapai tujuan
ini, GSM melaksanakan program-program pemeliharaan
kesehatan bagi Air Crew sesuai ketentuan yang mengacu
pada ketentuan ICAO Annex 9, Civil Aviation Safety
Regulations (CASR) Part 67 dan part 183 tentang
pemeliharaan kesehatan oleh operator penerbangan.
2. Garuda Cargo Business Unit (SBU Cargo)
SBU Cargo melayani jasa transportasi udara, dengan
menggunakan pesawat-pesawat yang dimiliki oleh Garuda
Indonesia. Bersama dengan mitra-mitra yakni para Agen dan
GSSA, SBU Cargo mengirimkan barang untuk wilayah
domestik dan internasional. Selain itu SBU Cargo juga
memberikan pelayanan kepada pengirim baik perusahaan
maupun individual melalui agen, GSSA atau penjualan
langsung.
Untuk memperluas cakupan pelayanan, SBU Cargo
menjalin kerja sama dengan maskapai lain seperti Korean
Airlines, Malaysian Airlines, China Airlines dan Turkish
Airlines. Kota tujuan yang dilayani bersama dengan
maskapai-maskapai tersebut berjumlah sekitar 50 kota di
seluruh dunia.
Pemasaran dan Nilai Pelanggan

 Definisi
Unsur utama proses manajemen pemasaran adalah strategi
dan rencana pemasaran yang mendalam dan kreatif yang dapat
memandu kegiatan pemasaran. Pengembangan strategi yang benar
sepanjang waktu memerlukan disiplin dan fleksibilitas.

 Nilai Pelanggan
menyatakan bahwa nilai pelanggan merupakan kombinasi
kualitas, pelayanan, harga dari suatu penawaran produk . Nilai bagi
pelanggan adalah sekelompok keuntungan yang diharapkan
pelanggan dari barang atau jasa tertentu.

 Pemasaran
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang mana
seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan
dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. Inti
dari pemasaran adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan
konsumen.

 Macam – Macam
o Konsep Pemasaran
1. Konsep Produksi
Konsep produksi berpendapat konsumen akan
menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya
murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan
mengerahkan segenap upasya untuk mencapai efesiensi
produk tinggi dan distribusi yang luas. Konsumen suka
dengan produk yang mudah didapat dan harganya murah.
Contohnya, produk hp buatan china, kita dapat menikmati
teknologi dan model yang up to date dengan harga yang jauh
lebih murah dari produk barat dan gampang mencarinya.
2. Konsep Produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan
menyukai produk yang mewarnakan mutu, dan ciri ciri yang
unggul. Tugas manajemen disini adalah membuat produk
yang berkualitas. Contohnya, Sync atau teknlogi “ngobrol”
dengan kendaraan. Dalam teknologi ini akan menjawab
pertanyaan seperti “di mana POM terdekat?”, “bisa-tidak saya
ke toilet?,” dan “sudah dekat atau belum?
3. Konsep Penjualan
Pada konsep ini suatu perushaan harus
mempromosikan produknya dengan agresif agar
penjualannya meningkat. Contohnya, Clas mild dengan
slogan “talk less do more”, menggambarkan ketika
mengkonsumsi rokok kita akan sedikit bicara dan banyak
bekerja dan akan keluar dari masalah dan biasanya iklannya
menarik dan di desain apik.
4. Konsep Pemasaran
Konsep ini tujuan organisasi terdiri dari penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif. Contohnya,
Perusahaan Dell Computer, pemilik brand Michael Dell
membuat produk sesuai kebutuhan konsumen.

o Nilai Pelanggan
A. Proses Penghataran Nilai
Pemasaran tradisional memandang bahwa
perusahaan membuat sesuatu dan menjualnya. Dalam
pandangan ini ekonomi tidak akan berhasil dengan
dihadapkannya orang dengan banyak pilihan. Pesaing yang
baik harus merancang dan menghantarkan penawaran untuk
pasar sasaran yang terdefinisi dengan baik.
Urutan penciptaan dan penghantaran nilai di bagi dalam tiga
fase:
1. Memilih nilai : memlih nilai adalah dimana fase awal staf
pemasaran harus mensegmentasikan atau membagi
pasar dalam beberapa kelompok, memilih sasaran pasar
yang tepat, dan mengembangkan penawaran positioning
nilai hal ini memudahkan untuk memenejemen suatu
perusahaan.
2. Menyediakan nilai : dalam fase ini pemasaran harus
menentukan fitur produk tertentu, harga, dan distribusinya.
3. Mengomunikasikan nilai : dimana produk akan di
komunikasikan dengan baik kepada konsumen dengan
cara mendayungkan tenaga penjualan, promosi
penjualan, dan iklan atau sarana komunikasi.

o Rantai Nilai

Rantai nilai di gunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi


cara menciptakan lebih banyak nilai pelanggan. Setiap
perusahaan merupakan sintetis dari beberapa kegiatan yang
dilaksanakan untuk merancang, memproduksi, memasarkan,
menghantarkan dan mendukung produknya.

Kegiatan primer :
1. Logistic ke dalam atau memasukkan bahan dalam bisinis
pada aktivitas ini selalu berhubungan dengan menerim dan
menyimpan bahan. Termasuk juga dengan penanganan
bahan baku, gudang dan kontrol persediaan barang.
2. Operasi atau mengubah adalah mengubah bahan dari logistic
kedalam menjadi produk akhir didalam aktivitas ini terdapat
permesinan, pengemasan, perakitan, dan pemeliharaan
peralatan.
3. Logistic ke luar atau mengirimkan produk akhir aktivitas-
aktivitas yang melibatkan pengumpulan, penyimpanan, dan
pendistribusian secara fisik produk final kepada para
pelanggan. Meliputi penyimpanan barang jadi di gudang,
penanganan bahan baku, dan pemrosesan pesanan.
4. Memasarkan produk, yang meliputi penjualan, Aktivitas ini
berkaitan dengan promosi suatu produk kepada para
konsumen agar produk tersebut mempengaruhi para
konsumen agar membeli produk tersebut. Pada aktivitas ini
berkaitan dengan iklan-iklan atau media yang bisa
mempromosikan produk tersebut.
5. Memberikan layanan produk aktivitas ini berkaitan dengan
jasa, pelatihan, perbaikan, dan penyesuaian hal yang timbul
dalam aktivitas ini adalah meningkatkan nilai produk tersebut.

Kegiatan Sekunder :
1. Pengadaan, aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membeli
input-input yang diperlukan untuk memperoduksi produk
perusahaan. Input-input pembelian meliputi item-item yang
semuanya dikonsumsi selama proses manufaktur produk.
2. Pengembangan teknolgi, aktivitas-aktivitas yang dilakukan
untuk memperbaiki produk dan proses yang digunakan
perusahaan untuk memproduksinya. Pengembangan
teknologi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk,
misalnya peralatan proses, desain riset, dan pengembangan
dasar, dan prosedur pemberian servis.
3. Manajemen sumber daya manusia, aktivitas-aktivitas yang
melibatkan perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan
pemberian kompensasi kepada semua personel.
4. Infrastruktur perusahaan, infrastruktur perusahaan meliputi
aktivitas-aktivitas seperti general management, perencanaan,
keuangan, akuntansi, hukum, dan relasi pemerintah, yang
diperlukan untuk mendukung kerja seluruh rantai nilai melalui
infrastruktur ini, perusahaan berusaha dengan efektif dan
konsisten mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman-
ancaman, mengidentifikasi sumber daya dan kapabilitas, dan
mendukung kompetensi inti.

 Fungsi Pemasaran
Terdapat tiga fungsi pemasaran, yaitu sebagai berikut :
1. Fungsi Pertukaran : dimana terdiri dari fungsi pembelian dan
fungsi penjualan.
2. Fungsi Fisis : Fungsi Pengangkutan, fungsi penyimpanan dan
fungsi pemrosesan
3. Fungsi Penyediaan Sarana : informasi pasar, penanggunan
risiko, pengumpulan, komunikasi, standardisasi, penyortiran dan
pembiayaan.

a) Fungsi Pembelian
pembelian adalah merupakan aktivitas aktivitas yang
berhubungan dengan mengumpulkan dan mencari barang yang
diperlukan sebagai persediaan. Meliputi segala kegiatan dalam
rangka memperoleh produk dengan kualitas dan jumlah yang
diinginkan pembeli dengan harga yang layak. Fungsi pembelian
:

1. Fungsi perencanaan : Pembeli harus mnidentifikasi dan


mempelajari pasar yang dituju untuk mengetahui kualitas,
jenis dan kuantitas produk yang mereka perlukan.
2. Fungsi Mencari Kontak : Fungsi ini meliputi aktivitas
untuk mencari sumber yang dibutuhkan produk tersebut.
Penting bagi seorang pembeli agar mencari para penjual
yang dapat menawarkan produk atau jasa tertentu.
3. Fungsi assembling : Persediaan bahan harus
dikumpulkan untuk digunakan dalam proses produksi oleh
para produsen dan pedagang eceran atau untuk
dikonsumsi sendiri oleh para konsumen akhir.
4. Fungsi mengadakan perundingan : Fungsi ini
digunakan agar tidak ada perselisihan di kemudian hari
dengan para penjual.
5. Fungsi kontrak : Setelah syarat dan kondisi tertentu yang
telah disepakati, selanjutnya dibuat perjanjian akhir dalam
bentuk kontrak jual beli.

b) Fungsi Penjualan
Tugas pokok pemasaran adalah mempertemukan
permintaan dan penawaran (pembeli atau penjual). Hal ini
dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung (melalui
perantara).

Fungsi penjualan yaitu meliputi sejumlah fungsi tambahan


sebagai berikut.

1. Fungsi perencanaan dan pengembangan produk :


Sebuah produk yang memuaskan konsumen merupakan
tujuan mendasar dari semua usaha pemasaran.
Perencanaan dan pengembangan produk dianggap
sebagai fungsi produksi, tetapi hal itu penting pula bagi
pemasaran.
2. Fungsi mencari kontak : Fungsi ini meliputi aktivitas-
aktivitas yang berhubungan mencari dan membuat kontak
pembeli.
3. Fungsi menciptakan permintaan : Fungsi ini meliputi
semua usaha yang dilakukan oleh para penjual untuk
mendorong para pembeli membeli produk-produk
mereka.
4. Fungsi melakukan negosiasi : Syarat serta kondisi
penjualan harus dirundingkan oleh para pembeli dan
penjual. Termasuk merundingkan kualitas, kuantitas,
waktu, harga, pengiriman, cara pembayaran dan
sebagainya.
5. Fungsi melakukan kontak : Fungsi ini mencakup
persetujuan akhir untuk melakukan penjualan.

c) Fungsi Fisik
Kegunaan waktu, tempat dan bentuk ditambahkan
pada produk ketika produk diangkut, diproses dan disimpan
untuk memenuhi keinginan konsumen.
1. Pengangkutan : Pengangkutan merupakan gerakan
perpindahan barang-barang dari asal mereka menuju ke
tempat lain yang diinginkan (konsumen).
2. Penyimpanan atau penggudangan : Penyimpanan
adalah aktivitas yang berhubungan dengan menyimpan
barang dari saat produksi mereka selesai dilakukan.
3. Pemrosesan : pengolahan sangat diperlukan untuk
memperoleh nilai tambah (value added).

d) Fungsi Penyedia Sarana


Fungsi penyediaan sarana adalah kegiatan-kegiatan
yang dapat membantu sistem pemasaran agar mampu
beroperasi lebih lancar. Fungsi ini meliputi hal-hal berikut.
1. Informasi pasar : aktivitas yang berkaitan dengan
mencari informasi mengenai harga dan sumber-sumber
penawaran.
2. Penanggungan risiko : Pemilik produk menghadapi dan
menimalisir risiko sepanjang saluran pemasaran.
3. Standardisasi dan grading : Standardisasi
memudahkan produk untuk dijual dan dibeli, sedangkan
Grading adalah klasifikasi hasil pertanian ke dalam
beberapa golongan mutu yang berbeda-beda, masing-
masing dengan lebel dan nama tertentu.
4. Pembiayaan : Pemasaran modern memerlukan modal
(uang) dalam jumlah besar untuk membeli mesin-mesin
dan bahan-bahan mentah, serta untuk menggaji tenaga
kerja.