Anda di halaman 1dari 18

Standar Audit

SA 501

Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik


atas Unsur Pilihan

SA 501.indd 1 2/28/2013 8:45:57 AM


Standar Audit (SA 501)

Institut Akuntan publik Indonesia


Office Eight (8) Building Lantai 12 Unit 12I–12J
Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 28
Jln. Jend. Sudirman Kav. 52–53
Senopati Raya, Jakarta 12190, Indonesia
Telp. : (021) 29333151, 72795445, 70721651-52-53
Faks. : (021) 29333154, 29333155, 72795441
Website : http://www.iapi.or.id
E-mail : info@iapi.or.id
Hak Cipta © 2013 Institut Akuntan Publik Indonesia

Penerbit Salemba Empat


Jln. Raya Lenteng Agung No. 101
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610
Telp. : (021) 781 8616
Faks. : (021) 781 8486
Website : http://www.penerbitsalemba.com
E-mail : info@penerbitsalemba.com

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk apa pun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam,
atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Institut Akuntan
Publik Indonesia dan Penerbit Salemba Empat.

UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA


1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu
ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Institut Akuntan Publik Indonesia

Standar Audit (SA 501)/Institut Akuntan Publik Indonesia


—Jakarta: Salemba Empat, 2013
1 jil., 18 hlm., 14 × 21 cm

ISBN 978-979-061-317-1

1. Audit 2. Akuntan Publik


I. Judul II. Institut Akuntan Publik Indonesia

SA 501.indd 2 2/28/2013 8:45:57 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA


DEWAN STANDAR PROFESI
2008–2012

Kusumaningsih Angkawidjaja Ketua


Handri Tjendra Wakil Ketua
Dedy Sukrisnadi Anggota
Fahmi Anggota
Godang Parulian Panjaitan Anggota
Johannes Emile Runtuwene Anggota
Lolita R. Siregar Anggota
Renie Feriana Anggota
Yusron Fauzan Anggota

iii

SA 501.indd 3 2/28/2013 8:45:57 AM


Standar Audit

STANDAR AUDIT 501


BUKTI AUDIT—PERTIMBANGAN SPESIFIK ATAS
UNSUR PILIHAN

(Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari 2013 (untuk Emiten),
atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten).  Penerapan dini
dianjurkan untuk entitas selain Emiten.)

DAFTAR ISI
Paragraf
Pendahuluan
Ruang Lingkup ................................................................... 1
Tanggal Efektif .................................................................... 2
Tujuan ...................................................................................... 3
Ketentuan
Persediaan . ........................................................................ 4–8
Litigasi dan Klaim................................................................ 9–12
Informasi Segmen .............................................................. 13
Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Persediaan . ........................................................................ A1–A16
Litigasi dan Klaim................................................................ A17–A25
Informasi Segmen............................................................... A26–A27

Standar Audit (“SA”) 501, Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur
Pilihan” harus dibaca dalam hubungannya dengan SA 200 “Tujuan
Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit Berdasarkan
Standar Audit.”

iv

SA 501.indd 4 2/28/2013 8:45:57 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 Pendahuluan
2
3 Ruang Lingkup
4 1. Standar Audit (“SA”) ini berkaitan dengan pertimbangan
5 spesifik oleh auditor dalam memperoleh bukti audit yang
6 cukup dan tepat berdasarkan SA 330,1 SA 500,2 dan SA-
7 SA lainnya yang relevan, berkaitan dengan aspek tertentu
8 atas persediaan, litigasi dan klaim yang melibatkan entitas,
9 serta informasi segmen dalam suatu audit atas laporan
10 keuangan.
11
12 Tanggal Efektif
13 2. SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk
14 periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari
15 2013 (untuk Emiten), atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas
16 selain Emiten). Penerapan dini dianjurkan untuk entitas selain
17 Emiten.
18
19
20 Tujuan
21
22 3. Tujuan auditor adalah untuk memperoleh bukti audit yang
23 cukup dan tepat berkaitan dengan:
24 (a) Eksistensi dan kondisi persediaan;
25 (b) Kelengkapan informasi tentang litigasi dan klaim yang
26 melibatkan entitas; dan
27 (c) Penyajian dan pengungkapan informasi segmen sesuai
28 dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
29
30
31 Ketentuan
32
33 Persediaan
34 4. Jika persediaan berjumlah material dalam laporan keuangan,
35 auditor harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
36 tentang eksistensi dan kondisi persediaan dengan:
37 (a) Menghadiri penghitungan fisik persediaan, kecuali jika
38 tidak praktis, untuk: (Ref: Para. A1–A3)
39
40
41 1
SA 330, “Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai.”
42 2
SA 500, “Bukti Audit.”

SA 501.1

SA 501.indd 1 2/28/2013 8:45:57 AM


Standar Audit

1 (i) Mengevaluasi instruksi dan prosedur manajemen


2 untuk mencatat dan mengendalikan hasil
3 penghitungan persediaan fisik; (Ref: Para. A4)
4 (ii) Mengobservasi pelaksanaan prosedur penghitungan
5 yang dibuat oleh manajemen; (Ref: Para. A5)
6 (iii) Menginspeksi persediaan; dan (Ref: Para. A6)
7 (iv) Menguji penghitungan fisik (test count); dan (Ref:
8 Para. A7–A8)
9 (b) Melaksanakan prosedur audit atas catatan persediaan
10 final untuk menentukan apakah catatan tersebut
11 mencerminkan hasil penghitungan fisik aktual.
12
13 5. Jika penghitungan fisik persediaan dilaksanakan pada suatu
14 tanggal selain tanggal laporan keuangan, auditor harus,
15 sebagai tambahan prosedur yang diharuskan oleh paragraf
16 4, melaksanakan prosedur audit untuk memperoleh bukti
17 audit tentang apakah perubahan persediaan di antara tanggal
18 penghitungan fisik dengan tanggal laporan keuangan telah
19 dicatat dengan semestinya. (Ref: Para. A9–A11)
20
21 6. Jika auditor tidak dapat menghadiri penghitungan fisik
22 persediaan karena kondisi yang tidak diperkirakan
23 sebelumnya, auditor harus melakukan atau mengobservasi
24 beberapa penghitungan fisik pada suatu tanggal alternatif,
25 dan melaksanakan prosedur audit terhadap transaksi yang
26 terjadi dalam periode di antara dua tanggal tersebut.
27
28 7. Jika kehadiran pada penghitungan persediaan fisik tidak
29 praktis, auditor harus melaksanakan prosedur audit alternatif
30 untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang
31 eksistensi dan kondisi persediaan. Jika tidak mungkin
32 melakukan hal itu, auditor harus memodifikasi opini dalam
33 laporan auditor berdasarkan SA 705.3 (Ref: Para. A12–A14)
34
35 8. Jika persediaan yang disimpan dan dikendalikan oleh
36 pihak ketiga bernilai material dalam laporan keuangan,
37 auditor harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
38 tentang eksistensi dan kondisi persediaan tersebut dengan
39 melaksanakan satu atau kedua prosedur berikut ini:
40
41
42 3
SA 705, “Modifikasi terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen.”

SA 501.2

SA 501.indd 2 2/28/2013 8:45:58 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 (a) Meminta konfirmasi dari pihak ketiga tentang kuantitas


2 dan kondisi persediaan yang disimpan atas nama entitas.
3 (Ref: Para. A15)
4 (b) Melaksanakan inspeksi atau prosedur audit lainnya yang
5 tepat sesuai dengan kondisi. (Ref: Para. A16)
6
7 Litigasi dan Klaim
8 9. Auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur audit
9 untuk mengidentifikasi litigasi dan klaim yang melibatkan
10 entitas yang dapat menimbulkan suatu risiko kesalahan
11 penyajian material, termasuk: (Ref: Para. A17–A19)
12 (a) Meminta keterangan dari manajemen dan, jika relevan,
13 pihak lain dalam entitas, termasuk penasihat hukum
14 internal;
15 (b) Menelaah risalah rapat pihak-pihak yang bertanggung
16 jawab atas tata kelola dan korespondensi antara entitas
17 dengan penasihat hukum eksternal; dan
18 (c) Menelaah akun biaya hukum. (Ref: Para. A20)
19
20 10. Jika auditor menilai bahwa suatu risiko kesalahan penyajian
21 tentang litigasi atau klaim yang telah diidentifikasi, atau jika
22 prosedur audit yang dilaksanakan menunjukkan bahwa litigasi
23 atau klaim lain mungkin ada, auditor harus, sebagai tambahan
24 prosedur yang diwajibkan oleh SA lain, melakukan komunikasi
25 langsung dengan penasihat hukum eksternal entitas. Auditor
26 harus melakukan hal ini melalui suatu surat permintaan
27 keterangan, yang dibuat oleh manajemen dan dikirim oleh
28 auditor, yang meminta penasihat hukum eksternal entitas
29 untuk berkomunikasi secara langsung dengan auditor. Jika
30 peraturan perundang-undangan atau organisasi profesional
31 penasihat hukum melarang penasihat hukum eksternal entitas
32 berkomunikasi secara langsung dengan auditor, maka auditor
33 harus melaksanakan prosedur audit alternatif. (Ref: Para. A21-
34 A25).
35
36 11. Jika:
37 (a) manajemen menolak untuk memberikan izin kepada
38 auditor untuk berkomunikasi atau bertemu dengan
39 penasihat hukum eksternal entitas, atau penasihat
40 hukum eksternal entitas menolak untuk merespons surat
41 permintaan keterangan dengan semestinya; dan
42

SA 501.3

SA 501.indd 3 2/28/2013 8:45:58 AM


Standar Audit

1 (b) auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup


2 dan tepat melalui prosedur audit alternatif,
3 auditor harus memodifikasi opini dalam laporan auditor
4 berdasarkan SA 705.
5
6 Representasi Tertulis
7 12. Auditor harus meminta manajemen dan; jika relevan, pihak
8 yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk memberikan
9 representasi tertulis bahwa semua litigasi dan klaim yang
10 aktual dan telah diketahui atau yang mungkin terjadi yang
11 dampaknya harus dipertimbangkan dalam penyusunan
12 laporan keuangan telah diungkapkan kepada auditor dan
13 dipertanggungjawabkan serta diungkapkan sesuai dengan
14 kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
15
16 Informasi Segmen
17 13. Auditor harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
18 tentang penyajian dan pengungkapan informasi segmen
19 sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
20 dengan: (Ref: Para. A26)
21 (a) Memperoleh suatu pemahaman tentang metode yang
22 digunakan oleh manajemen dalam menentukan informasi
23 segmen, dan: (Ref: Para. A27)
24 (i) Mengevaluasi apakah metode tersebut akan
25 menghasilkan pengungkapan yang sesuai dengan
26 kerangka pelaporan keuangan yang berlaku; dan
27 (ii) Jika dianggap tepat, menguji penerapan metode
28 tersebut; dan
29 (b) Melaksanakan prosedur analitis atau prosedur audit
30 lainnya yang sesuai dengan kondisi.
31
32 ***
33
34 Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
35
36 Persediaan
37 Menghadiri Penghitungan Fisik Persediaan (Ref: Para. 4(a))
38 A1. Manajemen biasanya menetapkan prosedur di mana
39 penghitungan persediaan fisik harus dilakukan minimum
40 sekali dalam setahun sebagai basis untuk menyusun laporan
41 keuangan dan, jika relevan, untuk memastikan keandalan
42 sistem persediaan perpetual entitas.

SA 501.4

SA 501.indd 4 2/28/2013 8:45:58 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 A2. Menghadiri penghitungan fisik persediaan mencakup:


2 • Menginspeksi persediaan untuk memastikan
3 eksistensinya dan mengevaluasi kondisinya serta
4 menguji penghitungan fisik;
5 • Mengobservasi kepatuhan terhadap instruksi manajemen
6 dan pelaksanaan prosedur untuk mencatat dan
7 mengendalikan hasil penghitungan persediaan fisik; dan
8 • Memperoleh bukti audit tentang keandalan prosedur
9 penghitungan yang dilaksanakan oleh manajemen.
10 Prosedur-prosedur ini dapat berfungsi sebagai pengujian
11 pengendalian atau prosedur substantif tergantung pada
12 penilaian risiko, pendekatan yang direncanakan, dan prosedur
13 spesifik yang dilaksanakan oleh auditor.
14
15 A3. Hal-hal yang relevan dalam merencanakan kehadiran pada
16 penghitungan fisik persediaan (atau dalam merancang dan
17 melaksanakan prosedur audit berdasarkan paragraf 4-8 SA
18 ini) mencakup, sebagai contoh:
19 • Risiko kesalahan penyajian material yang berkaitan
20 dengan persediaan.
21 • Sifat pengendalian internal yang berkaitan dengan
22 persediaan.
23 • Apakah prosedur yang cukup diharapkan telah dibuat dan
24 instruksi yang tepat untuk penghitungan fisik persediaan
25 telah dikeluarkan.
26 • Saat penghitungan fisik persediaan.
27 • Apakah entitas memelihara sistem persediaan perpetual.
28 • Lokasi penyimpanan persediaan, termasuk materialitas
29 persediaan dan risiko kesalahan penyajian material di
30 berbagai lokasi, dalam memutuskan lokasi yang tepat
31 untuk menghadiri penghitungan fisik persediaan. SA
32 6004 berkaitan dengan keterlibatan auditor lain dan oleh
33 karena itu SA ini mungkin relevan jika keterlibatan auditor
34 lain berkaitan dengan kehadiran pada penghitungan fisik
35 persediaan di lokasi yang terpencil.
36 • Apakah auditor memerlukan bantuan dari seseorang
37 dengan keahlian tertentu. SA 6205 berkaitan dengan
38
39
40 SA 600, “Pertimbangan Khusus - Audit atas Laporan Keuangan Grup (Termasuk
4

41 Pekerjaan Auditor Komponen).”


42 SA 620, “Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor.”
5

SA 501.5

SA 501.indd 5 2/28/2013 8:45:58 AM


Standar Audit

1 penggunaan seseorang dengan keahlian tertentu untuk


2 membantu auditor dalam memperoleh bukti audit yang
3 cukup dan tepat.
4
5 Mengevaluasi Instruksi dan Prosedur Manajemen (Ref: Para. 4(a)(i))
6 A4. Hal-hal yang relevan dalam mengevaluasi instruksi dan
7 prosedur manajemen untuk mencatat dan mengendalikan
8 penghitungan persediaan fisik meliputi apakah instruksi dan
9 prosedur tersebut ditujukan, sebagai contoh:
10 • Penerapan aktivitas pengendalian yang tepat, sebagai
11 contoh, pengumpulan catatan penghitungan fisik
12 persediaan yang telah digunakan, pertanggungjawaban
13 catatan penghitungan fisik persediaan yang belum
14 digunakan, dan prosedur penghitungan dan penghitungan
15 kembali.
16 • Identifikasi secara akurat tingkat penyelesaian pekerjaan
17 yang masih dalam proses, persediaan yang lambat
18 penggunaannya, barang yang daluwarsa atau rusak,
19 dan persediaan milik pihak ketiga, seperti persediaan
20 konsinyasi.
21 • Prosedur yang digunakan untuk mengestimasi kuantitas
22 fisik, jika relevan, seperti prosedur yang mungkin
23 diperlukan dalam mengestimasi kuantitas fisik suatu
24 timbunan batu bara.
25 • Pengendalian terhadap pergerakan persediaan di antara
26 area serta pengiriman dan penerimaan persediaan
27 sebelum dan sesudah tanggal pisah batas.
28
29 Mengobservasi Pelaksanaan Prosedur Penghitungan yang Dibuat
30 oleh Manajemen (Ref: Para. 4(a)(ii))
31 A5. Pengobservasian terhadap pelaksanaan prosedur
32 penghitungan yang dilakukan oleh manajemen, sebagai
33 contoh, prosedur yang berkaitan dengan pengendalian
34 terhadap pergerakan persediaan sebelum, selama, dan
35 setelah penghitungan, membantu auditor dalam memperoleh
36 bukti audit bahwa instruksi dan prosedur penghitungan telah
37 dirancang dan dilaksanakan secara memadai. Di samping itu,
38 auditor dapat memperoleh kopi informasi pisah batas, seperti
39 rincian pergerakan persediaan, untuk membantu auditor
40 dalam melaksanakan prosedur audit terhadap pencatatan
41 pergerakan tersebut di kemudian hari.
42

SA 501.6

SA 501.indd 6 2/28/2013 8:45:58 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 Menginspeksi Persediaan (Ref: Para. 4(a)(iii))


2 A6. Menginspeksi persediaan ketika menghadiri penghitungan fisik
3 persediaan membantu auditor dalam memastikan eksistensi
4 persediaan (meskipun tidak berkaitan dengan kepemilikan
5 atas persediaan), dan dalam mengidentifikasi, sebagai contoh,
6 persediaan yang daluwarsa, rusak, atau usang.
7
8 Menguji Penghitungan Fisik (Ref: Para. 4(a)(iv))
9 A7. Pengujian penghitungan fisik, sebagai contoh, dengan
10 menelusuri barang yang dipilih dari catatan penghitungan
11 manajemen ke fisik persediaan dan menelusuri barang
12 yang dipilih dari fisik persediaan ke catatan penghitungan
13 manajemen, menyediakan bukti audit tentang kelengkapan
14 dan keakurasian catatan tersebut.
15
16 A8. Di samping mencatat hasil penghitungan fisik yang dilakukan
17 oleh auditor, pemerolehan kopi atas catatan penghitungan
18 fisik persediaan yang telah diselesaikan oleh manajemen
19 akan membantu auditor dalam melaksanakan prosedur audit
20 selanjutnya untuk menentukan apakah catatan final persediaan
21 mencerminkan hasil aktual penghitungan persediaan secara
22 akurat.
23
24 Penghitungan Fisik Persediaan yang Dilaksanakan pada Suatu
25 Tanggal Selain Tanggal Laporan Keuangan (Ref: Para. 5)
26 A9. Dengan alasan praktis, penghitungan fisik persediaan dapat
27 dilaksanakan pada suatu tanggal atau tanggal-tanggal selain
28 tanggal laporan keuangan. Hal ini dapat dilaksanakan terlepas
29 apakah manajemen menentukan kuantitas persediaan
30 dengan penghitungan fisik persediaan setiap tahun atau
31 dengan penyelenggaraan sistem persediaan perpetual. Dalam
32 kedua metode persediaan tersebut, efektivitas rancangan,
33 implementasi, dan pemeliharaan pengendalian terhadap
34 perubahan pada persediaan menentukan apakah pelaksanaan
35 penghitungan fisik persediaan pada suatu tanggal, atau
36 tanggal-tanggal, selain tanggal laporan keuangan adalah
37 tepat untuk tujuan audit. SA 330 menetapkan ketentuan dan
38 menyediakan panduan tentang prosedur substantif yang
39 dilaksanakan pada suatu tanggal interim.6
40
41
42 SA 330, paragraf 22–23.
6

SA 501.7

SA 501.indd 7 2/28/2013 8:45:58 AM


Standar Audit

1 A10. Jika sistem persediaan perpetual diselenggarakan, manajemen


2 dapat melaksanakan penghitungan fisik persediaan atau
3 pengujian lain untuk memastikan keandalan informasi kuantitas
4 persediaan yang dicantumkan di catatan persediaan entitas
5 dalam sistem persediaan perpetual. Dalam beberapa kasus,
6 manajemen atau auditor dapat mengidentifikasi perbedaan
7 antara catatan persediaan dalam sistem persediaan perpetual
8 dengan kuantitas aktual fisik persediaan; hal ini menunjukkan
9 bahwa pengendalian atas perubahan pada persediaan tidak
10 berjalan secara efektif.
11
12 A11. Hal-hal relevan untuk dipertimbangkan pada waktu merancang
13 prosedur audit untuk memperoleh bukti audit tentang apakah
14 perubahan jumlah persediaan antara tanggal atau tanggal-
15 tanggal penghitungan, dengan catatan akhir persediaan telah
16 dicatat secara tepat mencakup:
17 • Apakah catatan persediaan dalam sistem persediaan
18 perpetual telah disesuaikan dengan tepat.
19 • Keandalan catatan persediaan dalam sistem persediaan
20 perpetual.
21 • Alasan terjadinya perbedaan signifikan antara informasi
22 yang diperoleh selama penghitungan fisik dengan
23 catatan persediaan perpetual.
24
25 Kehadiran pada Penghitungan Fisik Persediaan adalah Tidak
26 Praktis (Ref: Para. 7)
27 A12. Dalam beberapa kasus, kehadiran pada penghitungan fisik
28 persediaan mungkin tidak praktis. Hal ini mungkin disebabkan
29 oleh faktor-faktor tertentu seperti sifat dan lokasi persediaan,
30 sebagai contoh, persediaan disimpan di lokasi yang dapat
31 menimbulkan ancaman terhadap keselamatan auditor. Namun,
32 hal yang berkaitan dengan ketidaknyamanan auditor secara
33 umum tidak cukup untuk mendukung keputusan auditor bahwa
34 kehadiran pada penghitungan fisik persediaan tidak praktis.
35 Selanjutnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam SA 200,7 hal-
36 hal yang menyangkut kesulitan, waktu, atau biaya yang berkaitan
37 dengan prosedur audit tidak dengan sendirinya menjadi basis
38 yang tepat bagi auditor untuk menghilangkan suatu prosedur
39
40
41 7
SA 200, “Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit
42 Berdasarkan Standar Audit,” paragraf A48.

SA 501.8

SA 501.indd 8 2/28/2013 8:45:58 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 audit yang tidak ada alternatifnya atau digantikan dengan bukti


2 audit yang kurang persuasif.
3
4 A13. Dalam beberapa kasus di mana kehadiran untuk melakukan
5 observasi persediaan tidak praktis, prosedur audit alternatif,
6 sebagai contoh, inspeksi terhadap dokumentasi penjualan
7 yang terjadi setelah tanggal penghitungan fisik atas persediaan
8 tertentu yang diperoleh atau dibeli sebelum tanggal dilakukan
9 penghitungan persediaan fisik, dapat menyediakan bukti
10 audit yang cukup dan tepat tentang keberadaan dan kondisi
11 persediaan.
12
13 A14. Namun, dalam kasus lain, kemungkinan auditor tidak dapat
14 memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat atas keberadaan
15 dan kondisi persediaan dengan melakukan prosedur audit
16 alternatif. Dalam kasus ini, SA 705 mengharuskan auditor
17 untuk memodifikasi opininya dalam laporan auditornya yang
18 diakibatkan oleh dari pembatasan ruang lingkup audit.8
19
20 Persediaan yang Disimpan dan Dikendalikan oleh Pihak Ketiga
21 Konfirmasi (Ref: Para. 8(a))
22 A15. SA 5059 menetapkan ketentuan dan memberikan panduan
23 untuk melaksanakan prosedur konfirmasi eksternal.
24
25 Prosedur Audit Lain (Ref: Para. 8(b))
26 A16. Sesuai dengan kondisi, sebagai contoh, jika informasi
27 yang diperoleh menimbulkan keraguan atas integritas dan
28 objektivitas pihak ketiga, auditor dapat mempertimbangkan
29 untuk melaksanakan prosedur audit lain yang tepat, selain,
30 atau sebagai tambahan, konfirmasi kepada pihak ketiga.
31 Contoh prosedur audit lain meliputi:
32 • Menghadiri, atau mengatur auditor lain untuk menghadiri,
33 penghitungan persediaan fisik yang dilakukan oleh pihak
34 ketiga, jika hal ini praktis dilaksanakan.
35 • Memperoleh laporan auditor lain, atau laporan auditor
36 jasa, tentang kecukupan pengendalian internal pihak
37 ketiga untuk menjamin bahwa persediaan dihitung
38 dengan tepat dan dijaga secara memadai.
39
40
41 8
SA 705, paragraf 13.
42 9
SA 505, “Konfirmasi Eksternal.”

SA 501.9

SA 501.indd 9 2/28/2013 8:45:58 AM


Standar Audit

1 • Menginspeksi dokumentasi tentang persediaan yang


2 disimpan oleh pihak ketiga, sebagai contoh, bukti
3 penerimaan gudang.
4 • Meminta konfirmasi dari pihak lain ketika persediaan
5 dijadikan sebagai jaminan pinjaman.
6
7 Litigasi dan Klaim
8 Kelengkapan Litigasi dan Klaim (Ref: Para. 9)
9 A17. Litigasi dan klaim yang melibatkan entitas dapat menimbulkan
10 dampak yang material terhadap laporan keuangan dan oleh
11 karena itu litigasi dan klaim tersebut mungkin diwajibkan
12 untuk diungkapkan atau dicatat dalam laporan keuangan.
13
14 A18. Di samping prosedur yang diidentifikasi dalam paragraf
15 9, prosedur-prosedur lain yang relevan meliputi, sebagai
16 contoh, penggunaan informasi yang diperoleh melalui
17 prosedur penilaian risiko yang dilaksanakan sebagai
18 bagian pemerolehan suatu pemahaman atas entitas dan
19 lingkungannya untuk membantu auditor mengetahui adanya
20 litigasi dan klaim yang melibatkan entitas.
21
22 A19. Bukti audit yang diperoleh untuk tujuan mengindentifikasi
23 litigasi dan klaim yang mungkin menimbulkan risiko kesalahan
24 penyajian material dapat juga menyediakan bukti audit
25 tentang pertimbangan lain yang relevan, seperti penilaian atau
26 pengukuran, tentang litigasi dan klaim. SA 54010 menetapkan
27 ketentuan dan memberikan panduan yang relevan bagi auditor
28 untuk mempertimbangkan litigasi dan klaim yang memerlukan
29 estimasi akuntansi atau pengungkapan terkait dalam laporan
30 keuangan.
31
32 Mereviu Akun Beban Legal (Ref: Para. 9(c))
33 A20. Sesuai dengan kondisi, auditor dapat memandang tepat untuk
34 memeriksa dokumen sumber yang berkaitan, seperti faktur
35 untuk beban legal, sebagai bagian penelaahan auditor atas
36 akun beban legal.
37
38
39
40
41 10
SA 540, “Audit atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
42 dan Pengungkapan yang Bersangkutan.”

SA 501.10

SA 501.indd 10 2/28/2013 8:45:58 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 Komunikasi dengan Penasihat Hukum Ekternal Entitas (Ref: Para.


2 10-11)
3 A21. Komunikasi langsung dengan penasihat hukum eksternal
4 entitas dapat membantu auditor dalam memperoleh bukti
5 audit yang cukup dan tepat tentang apakah litigasi dan klaim
6 diketahui dan estimasi manajemen atas dampak keuangan,
7 termasuk biaya, adalah masuk akal.
8
9 A22. Dalam beberapa kasus, auditor dapat melakukan komunikasi
10 langsung dengan penasihat hukum eksternal entitas melalui
11 surat permintaan keterangan yang umum. Untuk tujuan ini,
12 sebuah surat permintaan keterangan yang umum meminta
13 penasihat hukum eksternal entitas untuk menginformasikan
14 kepada auditor tentang adanya litigasi dan klaim yang
15 diketahui oleh penasihat hukum tersebut, dengan penilaian
16 atas hasil litigasi dan klaim, serta estimasi implikasi keuangan,
17 termasuk biaya yang berkaitan.
18
19 A23. Jika dipandang bahwa penasihat hukum eksternal entitas
20 tidak mungkin merespons dengan semestinya terhadap
21 surat permintaan keterangan yang umum, sebagai contoh,
22 jika organisasi profesional penasihat hukum eksternal
23 entitas melarang untuk merespons surat tersebut, auditor
24 dapat melakukan komunikasi secara langsung melalui surat
25 permintaan keterangan yang spesifik. Untuk tujuan ini, suatu
26 surat permintaan keterangan yang spesifik mencakup:
27 (a) Daftar litigasi dan klaim;
28 (b) Jika tersedia, penilaian manajemen atas hasil dari setiap
29 litigasi dan klaim yang teridentifikasi dan estimasi atas
30 implikasi keuangannya, termasuk biaya yang harus
31 ditanggung oleh entitas; dan
32 (c) Permintaan bahwa penasihat hukum eksternal entitas
33 memberikan konfirmasi tentang memadainya penilaian
34 manajemen dan menyediakan bagi auditor informasi lebih
35 lanjut jika daftar tersebut dipandang tidak lengkap atau
36 tidak benar oleh penasihat hukum eksternal entitas.
37
38 A24. Dalam kondisi tertentu, auditor mungkin menentukan perlunya
39 diadakan pertemuan dengan penasihat hukum eksternal
40 entitas untuk mendiskusikan kemungkinan hasil litigasi atau
41 klaim. Hal ini dapat berupa, sebagai contoh:
42

SA 501.11

SA 501.indd 11 2/28/2013 8:45:58 AM


Standar Audit

1 • Auditor menentukan bahwa hal tersebut mengandung


2 risiko signifikan.
3 • Hal tersebut adalah kompleks.
4 • Terdapat ketidaksepakatan antara manajemen dengan
5 penasihat hukum eksternal entitas.
6 Umumnya, pertemuan semacam ini memerlukan izin
7 manajemen dan diselenggarakan dengan kehadiran wakil
8 manajemen.
9
10 A25. Berdasarkan SA 700,11 auditor diwajibkan untuk memberi
11 tanggal laporan auditor tidak lebih awal dari tanggal di mana
12 auditor telah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
13 sebagai basis untuk menerbitkan opini auditor atas laporan
14 keuangan. Bukti audit tentang status litigasi dan klaim sampai
15 dengan tanggal laporan auditor dapat diperoleh dengan
16 meminta keterangan dari manajemen, termasuk penasihat
17 hukum internal entitas, yang bertanggung jawab atas hal-hal
18 relevan. Dalam beberapa kondisi, auditor mungkin perlu untuk
19 mendapatkan informasi yang terbaru dari penasihat hukum
20 eksternal entitas.
21
22 Informasi Segmen (Ref: Para. 13)
23 A26. Sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku,
24 entitas mungkin diharuskan atau diperbolehkan untuk
25 mengungkapkan informasi segmen dalam laporan keuangan.
26 Tanggung jawab auditor tentang penyajian dan pengungkapan
27 informasi segmen berkaitan dengan laporan keuangan
28 secara keseluruhan. Oleh karena itu, auditor tidak diharuskan
29 untuk melaksanakan prosedur audit yang diperlukan untuk
30 menyatakan suatu opini atas informasi segmen yang disajikan
31 atas basis tersendiri.
32
33 Pemahaman atas Metode yang Digunakan oleh Manajemen (Ref:
34 Para. 13(a))
35 A27. Sesuai dengan kondisi, contoh hal-hal yang mungkin relevan
36 pada waktu memperoleh pemahaman atas metode yang
37 digunakan oleh manajemen dalam menentukan informasi
38 segmen dan apakah metode tersebut akan menghasilkan
39
40
41 11
SA 700, “Perumusan Suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan,”
42 paragraf 41.

SA 501.12

SA 501.indd 12 2/28/2013 8:45:58 AM


Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

1 pengungkapan yang sesuai dengan kerangka pelaporan


2 keuangan yang berlaku meliputi:
3 • Penjualan, transfer, dan pembebanan di antara segmen,
4 dan eliminasi jumlah intersegmen.
5 • Perbandingan dengan anggaran dan hasil lain yang
6 diharapkan, sebagai contoh, laba operasi sebagai
7 persentase dari penjualan.
8 • Alokasi aset dan biaya di antara segmen.
9 • Konsistensi dengan periode lalu, dan kecukupan
10 pengungkapan yang sehubungan dengan ketidak-
11 konsistensian.
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

SA 501.13

SA 501.indd 13 2/28/2013 8:45:58 AM


Standar Audit

14

SA 501.indd 14 2/28/2013 8:45:58 AM