Anda di halaman 1dari 44

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS

OPTIMALISASI KARTU STOK SEBAGAI ALAT KONTROL


SEDIAAN FARMASI DAN BMHP (BARANG MEDIS HABIS
PAKAI) DI UPT PUSKESMAS CIGALONTANG
KABUPATEN TASIKMALAYA

Disusun oleh:

Dede Eros Rosyidah, A.Md.Farm

19880906 201903 2 003

Angkatan 5 / Gelombang III

UPT Puskesmas Cigalontang

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II


TAHUN 2019
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL BANDUNG
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan 5 Gelombang III Tahun 2019

JUDUL : Optimalisasi Kartu Stok Sebagai Alat


Kontrol Sediaan Farmasi dan BMHP
(Barang Medis Habis Pakai) di UPT
Puskesmas Cigalontang Kabupaten
Tasikmalaya

NAMA : DEDE EROS ROSYIDAH, A.Md.Farm


NIP. : 19880906 201903 2 003
GOLONGAN PANGKAT / : II/c
RUANG
SATUAN KERJA : UPT PUSKESMAS CIGALONTANG

Disetujui dapat diimplementasikan pada tahap Habituasi, untuk


selanjutnya diujikan dalam Evaluasi Rancangan Aktualisasi yang
dilaksanakan pada Tanggal 30 Agustus 2019, di Pusat Pengembangan
Sumber Daya Manusia Regional Bandung.

Bandung, 30 Agustus 2019

Coach Penguji

Teguh Solih Setiyo Wibowo, S.Pd, MPA Ir. Taty Devi M Siregar, M.Si
NIP. 19790710 201402 1 001 NIP. 19600304 198503 2 001

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha

Esa, karena berkat rahmat -Nya penulis dapat menyelesaikan rancangan

aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi Kartu Stok Sebagai Alat Kontrol

Sediaan Farmasi dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai) di UPT

Puskesmas Cigalontang”. Rancangan Aktualisasi ini diajukan sebagai

syarat menyelesaikan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan II tahun 2019.

Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini tidak lepas

dari kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis

mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas

segala bantuan, bimbingan dan dukungan kepada:

1. Ir. Taty Devi M. Siregar selaku kepala Pusat Pengembangan

Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Regional

Bandung dan penguji yang telah menyediakan waktunya untuk

memberi masukan untuk rancangan aktualisasi saya.

2. Teguh Solih Setiyo Wibowo, S.Pd, MPA selaku coach yang telah

membimbing penulis selama penulisan rancangan aktualisasi ini.

3. Iwan Setiawan, S.Kep., M.Si selaku kepala UPT Puskesmas

Cigalontang dan juga selaku mentor yang telah memberikan

bimbingan dan masukannya selama penulisan rancangan

aktualisasi ini.

ii
4. Suami, orang tua dan keluarga tercinta yang telah memberikan

dukungan baik doa, moril maupun materil.

5. Teman-teman seperjuangan latsar angkatan 5 dan 6, golongan II

gelombang III tahun 2019 dan semua pihak yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan

dalam menyelesaikan penelitian dan rancangan aktualisasi ini.

Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini masih banyak

kekurangan dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran, kritik

dan masukan dari semua pihak akan senantiasa diterima untuk

menjadikan penelitian ini lebih baik. Penulis berharap rancangan

aktualisasi ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pengelolaan

sediaan farmasi dan barang medis habis pakai di UPT Puskesmas

Cigalontang dan juga dapat dijadikan sebagai sarana bagi penulis dalam

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang telah diajarkan selama

kegiatan pelatihan dasar CPNS.

Tasikmalaya, Agustus 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN ……………………………………………. i

KATA PENGANTAR …………………………………………………… ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………….. iii

DAFTAR TABEL ………………………………………………………... iv

DAFTAR GAMBAR …………………………………………………….. v

DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………... vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG …………………………………………….. 1

1.2 TUJUAN …………………………………………………………. 3

1.3 MANFAAT ……………………………………………………….. 4

1.4 RUANG LINGKUP …..…………………………………………. 4

1.5 PROFIL LEMBAGA ……………………………………………. 5

BAB II ANALIS RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI NILAI - NILAI


DASAR PNS …………………………………………………………… 13

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN …………………………………………………… 31

3.2 SARAN …………………………………………………………… 31

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 33

LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………….. 34

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Profil Lembaga ……………………………………………. 13

Tabel 2.2 Identifikasi Isu ….…………………………………………. 15

Tabel 2.3 Analisa USG ………..…………………………………..... 16

Tabel 2.4 Rencana Kegiatan ……………………………………….. 17

Tabel 2.5 Rancangan Aktualisasi ………………………………….. 21

Tabel 2.6 Jadwal Kegiatan Habituasi ……………………………… 30

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Tata Letak Wilayah Dalam Peta ……………………….. 6

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Struktur Organisasi ………………………………………... 34

vii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan

bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan

farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan

mutu kehidupan pasien. Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat

tradisional dan kosmetika. Obat adalah bahan atau paduan bahan,

termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau

menyelidiki system fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka

penetapan, diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan,

peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia. Bahan medis

habis pakai adalah alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan

sekali pakai yang daftar produknya diatur dalam peraturan perundang-

undangan.

Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang

tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan

penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pelayanan kefarmasian di puskesmas harus mendukung tiga fungsi pokok

puskesmas , yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan

kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan

kesehatan strata pertama yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan

dan pelayanan kesehatan masyarakat.

1
Pelayanan kefarmasian di puskesmas meliputi 2 (dua) kegiatan, yaitu

kegiatan yang bersifat manajerial berupa pengelolaan sediaan farmasi

dan barang medis habis pakai dan kegiatan pelayanan farmasi klinik.

Kegiatan tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia dan sarana

dan prasarana.

Pengelolaan sediaan farmasi dan barang medis habis pakai

merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang dimulai dari

perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian,

pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi.

Pengelolaan sediaan farmasi dan barang medis habis pakai di puskesmas

perlu dilakukan dengan baik, karena pengelolaan yang baik akan

menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan

sediaan farmasi dan barang medis habis pakai yang efisien, efektif dan

rasional.

Pengendalian dilakukan untuk mempertahankan jenis dan jumlah

persediaan sesuai kebutuhan pelayanan, melalui pengaturan sitem

pesanan atau pengadaan, penyimpanan dan pengeluaran. Hal ini

bertujuan untuk menghindari terjadinya kelebihan, kekurangan,

kekosongan, kerusakan, kadaluarsa, kehilangan serta pengembalian

pesanana. Pengendalian persediaan dilakukan menggunakan kartu stok

baik dengan cara manual atau elektronik. Kartu stok sekurang-kirangnya

memuat nama obat, tanggal kadaluarsa, jumlah pemasukan, jumlah

pengeluaran dan sisa persediaan.

Kartu Stok digunakan untuk mencatat mutasi obat. Tiap lembar kartu

stok hanya diperuntukan mncatat data mutasi satu jenis sediaan farmasi

2
dan barang medis habis pakai yang berasal dari satu sumber anggaran.

Tiap baris data hanya diperuntukkan mencatat satu kejadian mutasi. Data

pada kartu stok digunakan untuk menyusun laporan, perencanaan,

pengadaan, distribusi dan sebagai pembanding terhadap keadaan fisik

obat dalam tempat penyimpanannya.

Di Puskesmas Cigalontang penggunaan kartu stok sebagai alat

pengendali sediaan farmasi dan barang medis habis pakai belum optimal.

Sedangkan kartu stok itu sangat penting dalam pengendalian sediaan

farmasi dan barang medis habis pakai di puskesmas. Oleh karena itu,

dalam rangka aktualisasi habituasi ini, penulis bermaksud untuk

mengangkat issue dalam judul “Optimalisasi penggunaan kartu stok

sebagai alat pengendali sediaan farmasi dan barang medis habis pakai di

gudang puskesmas di Puskesmas Cigalontang”. Diharapkan dengan

adanya inovasi tersebut dapat meningkatkan pengelolaan sediaan farmasi

dan barang medis habis pakai di Puskesmas Cigalontang.

1.2 Tujuan

Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan di atas,

penyusunan rancangan aktualisasi memiliki tujuan :

a. Meningkatkan pengelolaan obat di Puskesmas Cigalontang

b. Mengetahui dengan pasti stok sediian farmasi dan barang medis habis

pakai di gudang puskesmas

c. Mengetahui dengan pasti waktu kadaluarsa sediaan farmasi dan

barang medis habis pakai di gudang puskesmas

3
1.3 Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut :

a. Memudahkan menyimpanan obat dengan sistem FIFO dan FEFO.

b. Rancangan aktualisasi ini dapat meningkatkan kinerja pelayanan

kesehatan di UPT Puskesmas Cigalontang

1.4 Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi

Ruang lingkup atau batasan dalam kegiatan Aktualisasi ini adalah :

a. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan yang sesuai

dengan Rancangan Aktualisasi yang telah disusun.

b. Waktu pelaksanaan habituasi dari Rancangan Aktualisasi ini

adalah selama 30 hari kerja, yakni semenjak tanggal 2 September

2019 hingga tanggal 15 Oktober 2019.

c. Kegiatan rancangan aktualisasi ini mencakup Kegiatan rancangan

aktualisasi ini mencakup aspek pengelolaan farmasi dalam hal

pengendalian sediaan farmasi dan barang medis habis pakai , yaitu

peningkatan penggunaan dan pengisian kartu stok di gudang

puseksmas

d. Tempat dilaksanakan kegiatan aktualisasi ini adalah di UPT

Puskesmas Cigalontang.

4
1.5 Profil Lembaga (Visi, Misi dan Tugas Organisasi/ Satuan Kerja)

1.5.1 Geografi

Kecamatan Cigalontang terletak di Jalan Perkantoran Desa Jayapura


Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Jarak ke ibu Kota
Kabupaten Kabupaten Tasikmalaya  15 km.
Adapun batas wilayah Kecamatan Cigalontang adalah sebagai berikut:

1. Sebelah Timur berbatasan Kecamatan Singaparna Kabupaten


Tasikmalaya.
2. Sebelah Selatan berbatasan Kecamatan Salawu Kabupaten
Tasikmalaya.
3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Garut.
4. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sariwangi Kabupaten
Tasikmalaya.
Secara Administratif Kecamatan Cigalontang terdiri dari 16 Desa, 125
RW, 399 RT.
dengan luas wilayah  119,13 Km2 .
Kecamatan Cigalontang merupakan tempat dimana UPT Puskesmas
Cigalontang berdiri yaitu terletak di Jalan Perkantoran No 38 Desa
Jayapura Kecamatan Cigalontang Tlp.0265 7540113 Kabupaten
Tasikmalaya. Jarak ke ibu Kota Kecamatan  0,1 km sedangkan jarak
ke Ibu Kota Kabupaten Kabupaten Tasikmalaya  15 km.

5
Gambar 1.1
Tata Letak Wilayah Dalam Peta
Kecamatan Cigalontang dan UPT Puskesmas Cigalontang
Kabupaten Tasikmalaya

6
1.5.2 Visi UPT Puskesmas Cigalontang

UPT Puskesmas Cigalontang yang profesional, akuntabel, dan

berkeadilan menuju masyarakat sehat yang mandiri.

1.5.3 Misi UPT Puskesmas Cigalontang

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang

profesional, bermutu, terjangkau, merata, akuntabel, dan

berkeadilan

2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan

masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan

berperilaku hidup bersih dan sehat.

3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang holistik dengan

Mengoptimalkan peran dan fungsi pukesmas pembantu /

poloindes, posyandu, posbindu, dan poskesdes.

4. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan

menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan

berwawasan kesehatan.

5. Menggalang mitra kerja dengan sumber-sumber yang

berpotensi untuk meningkatkan kualitas layanan.

1.5.4 Motto

“Melayani Sepenuh Hati”

7
1.5.5 Strategi Puskesmas Cigalontang

Strategi untuk mencapai visi dan misi tersebut disusunlah beberapa

strategi :

1. Menciptakan Lingkungan Puskesmas yang bersih.

2. Penataan administrasi perkantoran dan akuntansi yang bersih,

tertib dan akuntabel.

3. Meningkatkan profesionalisme petugas kesehatan dalam

memberikan pelayanan kesehatan baik melalui peningkatan

jenjang pendidikan, maupun melalui pelatihan dan pembinaan.

4. meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat untuk

mewujudkan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah

dan/atau pemerintah daerah dalam memajukan kesejahteraan

umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

5. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Induk

dan Pustu serta pengembangan kualitas pelayanan di posyandu,

posbindu dan poskesdes.

6. Terjalinnya komunikasi dan koordinas lintas sektoral di bidang

program kesehatan UKM dan UKP yang kontinyu dan

berkesinambungan kepada masyarakat.

7. Pengembangan Desa Siaga sebagai upaya mewujudkan

kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan.

8
1.5.6 Target Puskesmas Cigalontang

Adapun target puskesmas Cigalontang sebagai berikut :

1. Terciptanya Lingkungan tata ruang Puskesmas Bersih dan

nyaman sesuai standar minimal

2. Terkelolanya Administrasi Perkantoran dan Akuntansi

Keuangan yang bersih dan sehat dalam pendokumentasian

sehingga tercipta transparansi, akuntabilitas, responsibilitas

dan independensi..

3. Terwujudnya pengembangan sarana dan prasarana pelayanan

kesehatan sesuai standar kebutuhan minimal

4. Terwujudnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang

tidak mampu semerata mungkin.

5. Terwujudnya penurunan angka kesakitan dan kematian akibat

penyakit menular dan persalinan

6. Pengendalian Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, dan

Penyehatan Lingkungan

7. Terwujudnya penemuan kasus penyakit menular sedini

mungkin dan mengoptimalkan angka kesembuhan.

8. Mengoptimalkan pencapaian sasaran Imunisasi kepada Bayi/

balita dan Ibu Hamil.

9. Meningkatkan status gizi dan kesehatan Ibu Hamil, anak /

bayi/balita, remaja dan usila serta disabilitas.

10. Pemberdayaan masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat

9
11. komunikasi dan koordinas secara lintas sektoral dalam

peningkatan bidang pelayanan kesehatan di tiap bidang

program UKM dan UKP

12. Pemberdayaan dan Pengembangan Poskesdes (Desa Siaga)

sebagai Sarana Kesehatan Terdekat dengan masyarakat

sehingga memberi kemudahan akses pencapaian tiap program

UKM dan UKP di masyarakat.

1.5.7 Tugas dan Fungsi UPT Puskesmas Cigalontang

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 75 Tahun 2014, Puskesmas mempunyai tugas

melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan

pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka

mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

Dalam melaksanakan tugas tersebut Puskesmas

menyelenggarakan fungsi :

a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya.

Puskesmas berwenang untuk:

1) Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah

kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan

yang diperlukan;

2) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan

kesehatan;

3) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan

pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;

10
4) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan

menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat

perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan

sektor lain terkait;

5) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan

pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;

6) Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya

manusia Puskesmas;

7) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan

kesehatan;

8) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi

terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan;

9) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan

masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem

kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.

b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya..

Puskesmas berwenang untuk:

1) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara

komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;

2) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang

mengutamakan upaya promotif dan preventif;

3) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang

berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan

masyarakat

11
4) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang

mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien,

petugas dan pengunjung;

5) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip

koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;

6) Melaksanakan rekam medis;

7) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi

terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan

8) Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;

9) Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas

pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya;

10) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi

medis dan Sistem Rujukan.

12
BAB II

ANALISIS RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PNS

RANCANGAN AKTUALISASI

Nama Peserta Dede Eros Rosyidah, A.Md.Farm


Tugas / Jabatan Asisten Apoteker Terampil

2.1 PROFIL LEMBAGA


Tabel 2.1. Profil Lembaga
No. Item Profil Lembaga
Nama Satuan
A UPT Puskesmas Cigalontang
Kerja
“UPT Puskesmas Cigalontang yang profesional,
akuntabel, dan berkeadilan menuju masyarakat
B Visi Satuan Kerja
sehat yang mandiri”

a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan


tingkat pertama yang profesional, bermutu,
terjangkau, merata, akuntabel, dan
berkeadilan
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi
keluarga dan masyarakat melalui peningkatan
pengetahuan dan kemampuan berperilaku
hidup bersih dan sehat.
c. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
C Misi Satuan Kerja holistik dengan Mengoptimalkan peran dan
fungsi pukesmas pembantu / poloindes,
posyandu, posbindu, dan poskesdes.
d. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan
dengan menggerakkan partisipasi masyarakat
dalam pembangunan berwawasan kesehatan.
e. Menggalang mitra kerja dengan sumber-
sumber yang berpotensi untuk meningkatkan
kualitas layanan.

Struktur organisai
D Terlampir
pada satuan kerja
E Tugas Satuan 1. Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk

13
No. Item Profil Lembaga
Kerja mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya kecamatan sehat. (PMK 75 Tahun
2014)
2. Melaksanakan sebagian tugas Dinas
Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya lingkup
pelayanan kesehatan kepada masyarakat

Menurut permenkes No, 75 tahun 2014 tentang


Puskesmas, Kepala Puskesmas
bertanggungjawab atas seluruh kegiatan di
Tugas Unit/ Atasan Puskesmas, Kepala Puskesmas
F
Langsung/ Mentor bertanggungjawab merencanakan dan
mengusulkan kebutuhan sumber daya Puskesmas
kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

TUGAS DAN FUNGSI (Kepmenkes No.


1332/MENKES/X/2002)
1. Melayani resep dokter sesuai dengan
tanggung jawab dan standart profesinya
2. Memberi informasi yang berkaitan dengan
RIncian Tugas dan
penggunaan/ pemakaian obat
Fungsi dan/ atau
3. Menghormati hak pasien dan menjaga
Tugas Tambahan
kerasiaan identitas serta data kesehatan
dan/ atau kegiatan
G pasien
Inisiatif Sendiri
4. Melakukan pengelolaan apotek
dengan
5. Pelayanan informasi mengenai sediaan
Persetujuan
farmasi
Atasan.

TUGAS TAMBAHAN
1. Sebagai Penanggung Jawab Program BATRA

Sumber :
1 Profil UPT Puskesmas Cigalontang.
2 Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
3 Keputusan Menteri Kesehatan No. 1332/MENKES/X/2002

14
1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN

ALTERNATIF SOLUSI

Dalam pelaksanaan tugas sehari – hari terdapat beberapa permasalahan

yang telah saya identifikasi yaitu :

Tabel 2.2 Identifikasi Isu


No Uraian Tugas Pemasalahan Solusi
1 Belum optimalnya Terbatasnya jumlah Mengusulkan
pengentrian resep harian petugas apotek di kepada Kepala
ke dalam laporan puskesmas Puskesmas
rekapan harian untuk merekrut
staff baru di
apotek
2 Belum optimalnya Kartu stok di gudang Mengoptimalkan
penggunanaan kartu puskesmas tidak diisi penggunaan
stok di gudang rutin setiap harinya kartu stok di
puskesmas sehingga penyimpanan gudang
obat FIFO dan FEFO puskesmas
nya tidak bisa dipantau
kemudian sulit
mengetahui tentang
stok obat di gudang
puskesmas
3 Belum optimalnya Tidak ada catatan Mengusulkan
peresepan obat di rawat pengeluaran obat rawat format resep
inap inap ketika petugas khusus rawat
apotek tidak ada di inap dan alur
tempat peresepannya
4 Masih Kurangnya Ruang Petugas sulit memanggil Penambahan
Tunggu Pasien pasien saat mau ruang tunggu
menyerahkan obat, pasien
karena ada pasien yang
menunggu di luar
gedung puskesmas

Untuk menentukan prioritas atas penyelesaian permasalahan –

permasalahan tersebut dilakukanlah penilaian dengan metode pembobotan

(rating) sesuai dengan analisa USG. Sehingga permasalahan tersebut

15
dinilai berdasarkan aspek kegawat daruratan (urgency), seberapa

mendesaknya (seriousness) serta potensi berkembangnya masalahan

tersebut (growth). Analisa USG dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.3 Analisa USG (Urgency, Seriousness, Growth)


Indikator Total
No Isu Prioritas
U S G Score
Belum optimalnya pengentrian
resep harian ke dalam laporan
1 3 5 4 12 II
rekapan harian

Belum optimalnya
2 penggunanaan kartu stok di 5 4 5 14 I
gudang puskesmas
Belum optimalnya peresepan
3 obat di rawat inap 4 3 3 10 III

Masih Kurangnya Ruang 2 2


4 1 5 IV
Tunggu Pasien

Keterangan :
U = Urgency / Gawat
S = Seriousness/ Mendesak
G = Growth / Cepat
Skala :
Angka 5 : Sangat gawat/mendesak/cepat
Angka 4 : Gawat/mendesak/cepat
Angka 3 : Cukup gawat/mendesak/cepat
Angka 2 : kurang gawat/mendesak/cepat
Angka 1 : tidak gawat/mendesak/cepat

16
Berdasarkan tabel diatas, isu nomor 2 mendapatkan skor tertinggi

dengan nilai 14, hal ini menunjukan bahwa isu/ masalah pokok yang

menjadi prioritas yakni “Belum optimalnya penggunaan kartu stock di

gudang puskesmas”.

Dari Permasalahan tersebut maka penulis menentukan gagasan

pemecahan isu melalui optimalisasi kartu stok sebagai alat kontrol

sediaan farmasi dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai) di UPT

Puskesmas Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Oleh sebab itu judul

rancangan aktualisasi ini adalah “ Tata Kelola Kartu Stok Sebagai

Alat Kontrol Sediaan Farmasi Dan BMHP (Barang Medis Habis

Pakai) Di UPT Puskesmas Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya”.

2. RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI SESUAI NILAI-NILAI DASAR

PNS

Tabel 2.4 Rencana Kegiatan

No Kegiatan yang Akan Nilai Dasar yang Akan Diaktualisasikan


Dilakukan dalam Kegiatan ( ANEKA)
1. Menyusun Telaahan Staf Akuntabilitas : tanggung jawab
Nasionalisme : bekerjasama, hormat
Etika Publik : profesional
Komitmen Mutu :efektif dan efisien
Anti Korupsi : jujur dan disiplin
WOG : koordinasi
Manajemen ASN : pelaksana tugas
Pelayanan Publik : sopan santun

2. Konsultasi dengan kepala Akuntabilitas : Keseimbangan dan


puskesmas transparansi
Nasionalisme : Hormat
Etika Publik : kerja sama, professional,
hormat

17
No Kegiatan yang Akan Nilai Dasar yang Akan Diaktualisasikan
Dilakukan dalam Kegiatan ( ANEKA)
Komitmen Mutu : berorientasi pada mutu,
efektif dan efesien
Anti Korupsi : tanggung jawab, jujur
WOG : koordinasi
Manajemen ASN : pelaksana tugas
Pelayanan Publik : mudah, efektif dan
efisien

3. Membuat alur Akuntabilitas : Kejelasan target dan


pengendalian obat tanggung jawab
dengan kartu stok di Etika Publik : tanggung jawab, hormat,
gudang taat pada atasan
Komitmen Mutu : efektif & efisien
Anti Korupsi : jujur & tanggung jawab
Manajemen ASN : pelaksana tugas

4 Koordinasi dengan Akuntabilitas : kejelasan target,


stakeholder internal transparansi dan keseimbangan untuk
(Apoteker) mencapai akuntabilitas
Nasionalisme : bekerja sama
Etika Publik : Sopan santun, hormat
Komitmen Mutu : efektif,efesien
Anti Korupsi : jujur, bertanggung jawab
WOG : koordinasi
Manajemen ASN : pelaksana tugas
Pelayanan publik : sopan santun
5. Penataan penyimpanan Akuntabilitas : tanggung jawab, integritas
obat di gudang Nasionalisme : bekerja sama
puskesmas Etika Publik : sopan, santun
Komitmen Mutu : efektif
Anti Korupsi : tanggung jawab
WOG : koordinasi
Manajemen ASN : pelaksana tugas
Pelayanan Publik : komitmen
6. Pembuatan monitoring Akuntabilitas : tanggung jawab, integritas,
konsistensi
Nasionalisme : jujur, amanah,
Etika Publik : komitmen, jujur, cermat
Komitmen mutu : efektif dan efisien
Anti Korupsi : jujur, disiplin, tanggung
jawab
Manajemen ASN : Pelaksana tugas
Pelayanan Publik : responsive,
transparan

18
No Kegiatan yang Akan Nilai Dasar yang Akan Diaktualisasikan
Dilakukan dalam Kegiatan ( ANEKA)
7. Pelaksanaan monitoring Akuntabilitas : partisipasi, tanggung
kegiatan jawab, konsistensi
Etika Publik : hormat, sopan, santun
Komitmen Mutu : Efektif efesien
Anti Korupsi : tanggung jawab
Manajemen ASN : pelaksana tugas
Pelayanan Publik : akuntabel

7 Evaluasi pelaksanaan Akuntabilitas : tanggung jawab, integritas


kartu stok Menyesuaikan Nasionalisme : jujur
data kartu stok dengan Etika Publik : telitii, cepat
data yg ditulis di buku Komitmen mutu : konsisten
pembantu Anti Korupsi : jujur, tanggung jawab
Manajemen ASN : pelaksana tugas

8 Konsultasi dengan Akuntabilitas : tanggung jawab


Kepala Puskesmas Nasionalisme : musyawarah, kerjasama
terkait hasil evaluasi Etika Publik : sopan, santun, hormat
beserta tindak lanjut Komitmen mutu : efektif dan efisien
Anti Korupsi : jujur, berani dan tanggung
jawab
Manajemen ASN : pelaksana tugas
WOG: koordinasi
Pelayanan public : sopan santun
Sumber : Analisa Pribadi, 2019

19
RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : UPT Puskesmas Cigalontang

Identifikasi Isu : 1. Belum optimalnya pengentrian resep harian ke dalam laporan rekapan harian

2. Belum optimalnya penggunanaan kartu stok di gudang puskesmas

3. Belum optimalnya peresepan di rawat inap

Isu yang Diangkat : Belum optimalnya penggunanaan kartu stok di gudang puskesmas

Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi kartu stok sebagai alat pengendali sediaan farmasi dan barang medis habis pakai

di gudang UPT puskesmas cigalontang

20
Tabel. 2.5 Rancangan Aktualisasi
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Keterkaitan Keterkaitan
dengan Substansi dengan Visi Misi dengan Nilai-
Mata Pelatihan Organisasi nilai
Organisasi
1. Membuat 1. Merancang Telaahan Staf 1. Akuntabilitas Membuat telaahan Nilai organisasi
telaahan staf telaahan staff yang sudah Mengimplementa staf mengenai isu yang diperkuat
ditandatangani sikan nilai yang akan adalah
2. Membuat telaahan kepala tanggung jawab diaktualisasikan Profesionalisme
staff puskesmas dalam menyusun sesuai dengan visi , Responsif, dan
aktualisasi UPT Puskesmas Inovatif
3. Menyerahkan Cigalontang, yaitu
telaahan staff pada 2. Nasionalisme “UPT Puskesmas
mentor Bekerjasama, Cigalontang yang
hormat pada professional,
atasan akuntabel, dan
berkeadilan menuju
3. Etika Publik masyarkat sehat
Professional yang mandiri“

4. Komitmen Mutu Serta mendukung


Efektif dan efisien misi yang pertama
yaitu
5. Anti Korupsi Menyelenggarakan
Jujur dan disiplin pelayanan
kesehatan tingkat
6. Whole Of pertama yang

21
Government professional,
Koordinasi bermutu,
terjangkau, merata,
7. Manajemen ASN akuntabel dan
Pelaksana tugas berkeadilan.

8. Pelayanan
Publik
Sopan santun

2. Konsultasi 1. Menghadap Mendapatkan 1. Akuntabilitas Melakukan Nilai organisasi


dengan dan mengatur arahan, Keseimbangan konsultasi dengan yang diperkuat
kepala pertemuan bimbingan dan dan transparansi pimpinan berkaitan adalah
puskesmas persetujuan dari dengan visi UPT Profesionalisme
2. Menyampaika mentor 2. Nasionalisme Puskesmas , Responsif,
n gagasan Hormat Cigalontang, yaitu Inovatif dan
dan tujuan “UPT Puskesmas Akuntabel
3. Etika Publik Cigalontang yang
3. Mendapat Kerja sama, professional,
umpan balik professional, akuntabel, dan
dari mentor hormat berkeadilan menuju
masyarkat sehat
4. Membuat 4. Komitmen Mutu yang mandiri“
notulensi Berorientasi pada
pertemuan mutu, efektif dan Serta mendukung
efesien misi yang pertama

22
yaitu
5. Anti Korupsi Menyelenggarakan
Tanggung jawab, pelayanan
jujur kesehatan tingkat
pertama yang
6. Whole Of professional,
Government bermutu,
Koordinasi terjangkau, merata,
akuntabel dan
7. Manajemen ASN berkeadilan.
Pelaksana publik

8. Pelayanan
Publik
Mudah, efektif
dan efisien

3. Membuat 1. Membuat alur Alur 1. Akuntabilitas: Berkaitan dengan Nilai organisasi


alur pengendalian pengendalian Kejelasan target visi UPT yang diperkuat
pengendalian obat dengan obat dengan dan tanggung Puskesmas adalah
obat dengan kartu stok di kartu stok jawab Cigalontang, yaitu Profesionalisme
kartu stok di gudang “UPT Puskesmas , Responsif,
gudang 2. Mencetak Alur 2. Etika Publik Cigalontang yang Inovatif dan
pengendalian Tanggung jawab professional, Akuntabel
obat dengan akuntabel, dan
kartu stok di 3. Komitmen Mutu berkeadilan menuju

23
gudang Efektif & efisien masyarkat sehat
yang mandiri“
4. Anti Korupsi
Jujur dan Serta mendukung
tanggung jawab misi yang pertama
yaitu
Menyelenggarakan
5. Manajemen ASN pelayanan
Pelaksana tugas kesehatan tingkat
pertama yang
professional,
bermutu,
terjangkau, merata,
akuntabel dan
berkeadilan.

4. Konsultasi 1. Melaksanakan Notulensi 1. Akuntabilitas Berkaitan dengan Nilai organisasi


dengan koordinasi dengan pertemuan Kejelasan target, visi UPT yang diperkuat
stakeholder Apoteker transparansi dan Puskesmas adalah
internal keseimbangan Cigalontang, yaitu Profesionalisme
(Apoteker) 2. Membuat notulensi untuk mencapai “UPT Puskesmas , Responsif,
dan dokumentasi akuntabilitas Cigalontang yang Inovatif dan
pertemuan professional, Akuntabel
2. Nasionalisme akuntabel, dan
Bekerja sama berkeadilan menuju
masyarkat sehat
3. Etika Publik yang mandiri“
Sopan santun,

24
hormat Serta mendukung
misi yang pertama
4. Komitmen Mutu yaitu
Efektif,efesien Menyelenggarakan
pelayanan
5. Anti Korupsi kesehatan tingkat
Jujur dan pertama yang
bertanggung professional,
jawab bermutu,
terjangkau, merata,
6. Whole Of akuntabel dan
Government berkeadilan.
Koordinasi

7. Manajemen ASN
Pelaksana tugas

8. Pelayanan
Publik
Sopan, santun

5. Penataan 1. Merapihkan Tertata rapih 1. Akuntabilitas: Berkaitan dengan Nilai organisasi


penyimpanan atau menata nya Tanggung visi UPT yang diperkuat

25
obat di penyimpanan penyimpanan jawab, integritas Puskesmas adalah
gudang obat di gudang obat serta Cigalontang, yaitu Profesionalisme
puskesmas puskesmas adanya kartu 2. Nasionalisme: “UPT Puskesmas , Responsif,
sesuai jenis stok di setiap Bekerja sama Cigalontang yang Inovatif dan
anggaran serta item obat professional, Akuntabel
di urut secara 3. Etika Publik: akuntabel, dan
alfabetis Sopan, santun berkeadilan menuju
2. Menuliskan masyarkat sehat
nama obat, yang mandiri“
sediaan 4. Komitmen
obat,jumlah Mutu: Serta mendukung
obat, tanggal Efektif misi yang pertama
kadaluarsa obat yaitu
di kartu stok 5. Anti Korupsi: Menyelenggarakan
3. Menyimpan Tanggung jawab pelayanan
kartu stok di kesehatan tingkat
samping obat 6. Manajemen pertama yang
4. Membuat buku ASN: professional,
pembantu untuk Pelaksana tugas bermutu,
menulis barang terjangkau, merata,
yang masuk 7. Whole of akuntabel dan
dan keluar dari Government : berkeadilan.
gudang Koordinasi

8. Pelayanan
Publik:
Komitmen

26
6. Pembuatan 1. Membuat buku Buku pembantu 1. Akuntabilitas : Berkaitan dengan Nilai organisasi
monitoring pembantu untuk sebagai alat Tanggung jawab, visi UPT yang diperkuat
menulis barang monitoring integritas, Puskesmas adalah
yang masuk dan konsitensi Cigalontang, yaitu Profesionalisme
keluar dari gudang “UPT Puskesmas , Responsif,
2. Nasionalisme : Cigalontang yang Inovatif dan
Jujur, amanah professional, Akuntabel
akuntabel, dan
3. Etika Publik : berkeadilan menuju
Komitmen, jujur, masyarkat sehat
cermat yang mandiri“

4. Komitmen Serta mendukung


Mutu : misi yang pertama
Efektif dan yaitu
efisien Menyelenggarakan
pelayanan
5. Anti Korupsi : kesehatan tingkat
Jujur, disiplin, pertama yang
tanggung jawab professional,
bermutu,
6. Manajemen terjangkau, merata,
ASN : akuntabel dan
Pelaksana tugas berkeadilan.

7. Pelayan Publik :
Responsif,
transparan

27
7. Pelaksanaan 1. Menyesuaikan Hasil monitoring 1. Akuntabilitas: Berkaitan dengan Nilai organisasi
monitoring data kartu stok Partisipasi, visi UPT yang diperkuat
kegiatan dengan data yg tanggung jawab, Puskesmas adalah
ditulis di buku konsistensi Cigalontang, yaitu Profesionalisme
pembantu “UPT Puskesmas , Responsif,
2. Etika Publik: Cigalontang yang Inovatif dan
Hormat, sopan, professional, Akuntabel
santun akuntabel, dan
berkeadilan menuju
3. Komitmen masyarkat sehat
Mutu: yang mandiri“
Efektif dan
efisien Serta mendukung
misi yang pertama
yaitu
4. Anti Korupsi: Menyelenggarakan
Tanggung jawab pelayanan
kesehatan tingkat
5. Manajemen pertama yang
ASN: professional,
Pelaksana tugas bermutu,
terjangkau, merata,
akuntabel dan

28
berkeadilan.

7. Pelaksanaan 1. Melakukan hasil Hasil/laporan 1. Akuntabilitas B Berkaitan dengan Nilai organisasi


evaluasi monitoring dan evaluasi Tanggung jawab visi UPT yang diperkuat
kegiatan Stock Opname obat dan integritas Puskesmas adalah
setiap akhir bulan Cigalontang, yaitu Profesionalisme
untuk mengetahui 2. Nasionalisme “UPT Puskesmas , Responsif,
kesuaian jumlah Jujur Cigalontang yang Inovatif dan
obat secara fisik professional, Akuntabel
dengan jumlah 3. Etika Publik akuntabel, dan
akhir yang tertulis di Teliti dan cepat berkeadilan menuju
kartu stok masyarkat sehat
4. Komitmen mutu yang mandiri“
2. Mengisi Form Efektif dan efisien
Evaluasi Serta mendukung
misi yang pertama
5. Anti Korupsi yaitu
Jujur, berani dan Menyelenggarakan
tanggung jawab pelayanan
kesehatan tingkat
6. Manajemen ASN pertama yang
Pelaksana tugas professional,
bermutu,
7. Whole of terjangkau, merata,
Government akuntabel dan
Koordinasi berkeadilan.

8. Pelayan Publik

29
Sopan, santun

8. Konsultasi 1. Menyampaikan Tersusunnya 1. Akuntabilitas Berkaitan dengan Nilai organisasi


dengan hasil laporan Laporan Tanggung jawab visi UPT yang diperkuat
Kepala 2. Mendapat Bulanan Puskesmas adalah
Puskesmas umpan balik 2. Nasionalisme Cigalontang, yaitu Profesionalisme
terkait hasil dari Kepala Musyawarah dan “UPT Puskesmas , Responsif,
evaluasi Puskesmas kerja sama Cigalontang yang Inovatif dan
beserta 3. Membuat professional, Akuntabel
tindak lanjut notulensi 3. Etika publik akuntabel, dan
pertemuan Sopan, santun, berkeadilan menuju
hormat masyarkat sehat
yang mandiri“
4. Komitmen Mutu
Efektif dan efisien Serta mendukung
misi yang pertama
5. Anti korupsi, yaitu
Jujur, berani dan Menyelenggarakan
tanggung jawab pelayanan
kesehatan tingkat
6.Whole of pertama yang
Government professional,
koordinasi bermutu,
terjangkau, merata,
7. Manajemen akuntabel dan
ASN, berkeadilan.
Pelaksana
kebijakan

30
8.Pelayanan
publik¸
Sopan, santun.

Tabel. 2.6 Jadwal Kegiatan Habituasi

Pelaksanaan (2 Oktober – 15 September 2019)

No Kegiatan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6

1 Menyusun Telaahan Staf


Konsultasi dengan kepala puskesmas
2 Membuat alur pengendalian obat dengan kartu
stok di gudang
Membuat alur pengendalian obat dengan kartu
3
stok di gudang
Koordinasi dengan stakeholder internal
4
(Apoteker)
Penataan penyimpanan obat di gudang
5 puskesmas

6 Pelaksanaan monitoring kegiatan

31
7 Evaluasi pelaksanaan kartu

Konsultasi dengan Kepala Puskesmas terkait


8 hasil evaluasi beserta tindak lanjut

32
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Tugas rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai persyaratan

pelatihan dasar untuk CPNS tahun 2019 dan diharapkan dapat

menjadi pembelajaran bagi calon pegawai negeri sipil sehingga dapat

menerapkan nilai-nilai PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika

publik, Komitmen mutu dan Anti Korupsi. Dalam proses pelatihan

dasar CPNS, peserta diwajibkan membuat aktualisasi yang dapat

diterapkan di tempat kerja. Rancangan aktualisasi merupakan salah

satu tugas yang merupakan syarat kelulusan bagi peserta CPNS.

Dalam rancangan aktualisasi ini penulis ingin menyampaikan isu

yang diangkat dalam laporan rancangan aktualisasi ini merupakan

masalah yang dihadapi di UPT Puskesmas Cigalontang diharapkan

dengan adanya rancangan aktualisasi ini dapat membantu Puskesmas

dalam meningkatkan pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP.

3.2 Saran

Menindaklanjuti hasil aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS baik

jangka pendek maupun jangka panjang dalam kegiatannya wajib

berlandaskan nilai-nilai dasar PNS. Diharapkan dalam pelaksanaan

habituasi tidak ada kendala pada setiap pelaksanaan kegiatannya.

Apabila pada pelaksanaan rencana aktualisasi dikemudian hari ada

33
kekurangan dari rancangan ini, maka diharapkan ada evaluasi demii

meningkatkan hasil yang baik.

34
DAFTAR PUSTAKA

Profil UPT Puskesmas Cigalontang. 2018. Bandung: Dinas

Kesehatan Kota Bandung

Keputusan Menteri Kesehatan No1332/MENKES/X/2002 Tentang

Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

922/MENKES/PER/X/1993 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian

Izin Apotek

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2014 Tentang

Puskesmas

Buku Panduan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan II Angkatan 5 dan 6 Gelombang II Tahun 2019, Kementerian

Dalam Negeri Republik Indonesia Pusat Pengembangan SDM Regional

Kota Bandung

35
Lampiran 1

36

Anda mungkin juga menyukai