Anda di halaman 1dari 9

Vol.

13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

KLINIK SANITASI DAN PERANANNYA DALAM PENINGKATAN


KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS PAJANGAN
BANTUL

Agung Maria Putri1, Surahma Asti Mulasari2


Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Email : agungmaria90@yahoo.com1, surahma.mulasari@ikm.uad.ac.id 2

Abstrak
Perbaikan kesehatan lingkungan memberikan manfaat kesehatan, kenyamanan petugas dan masyarakat
yang datang di puskesmas, juga sarana memotivasi dan membudayakan lingkungan sehat dan perilaku
hidup bersih di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinik sanitasi dan
peranannya dalam peningkatan kesehatan lingkungan di Puskesmas Pajangan Bantul. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian petugas sanitasi Puskesmas Pajangan Bantul
dan 4 orang masyarakat. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dengan
pengumpulan data, reduksi dan keabsahan. Program yang berjalan yaitu penyuluhan pencegahan
penyakit, penyuluhan kesehatan, konsultasi kesehatan lingkungan, kunjungan lapangan dan inspeksi
sanitasi sarana air bersih. Upaya yang dilakukan untuk memastikan program berjalan dengan baik adalah
penyuluhan kader, masyarakat dan konsultasi. Klinik sanitasi juga melakukan rehabilitasi terhadap
penyakit yang disebabkan oleh lingkungan tidak sehat. Petugas klinik sanitasi telah siap menjalankan
program klinik sanitasi karena telah mendapatkan pelatihan dan dukung dari atasan namun belum
mendapatkan dukungan dana yang memadai. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi banyak
program klinik sanitasi belum dapat terlaksana dengan baik karena keterbatasan petugas dan sarana
prasarana. Program yang telah terlaksana adalah penyuluhan pencegahan penyakit, penyuluhan kesehatan,
konsultasi kesehatan lingkungan, kunjungan lapangan dan inspeksi sanitasi sarana air bersih.

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, Klinik Sanitasi, Peran

Abstract
Improving the health of the puskesmas environment provides the health benefits, the convenience of the
officers and the community who come to the puskesmas, as well as the means to motivate and cultivate a
healthy environment and clean living behavior in the community. This study aims to find out the clinical
picture of sanitation and its role in improving environmental health at Puskesmas Pajangan Bantul. This
research is a qualitative descriptive study. Research subjects of sanitation officers Puskesmas Pajangan
Bantul and 4 people. The research was conducted by interview and observation. Data analysis with data
collection, reduction and validity. The ongoing sanitation clinic program is disease prevention
counseling, health counseling, environmental health consultation, field visit and sanitation inspection of
clean water facilities. Efforts made by the sanitation clinic to ensure the program runs well are cadre,
community and consultation counseling. Sanitation clinics also rehabilitate diseases caused by unhealthy
environments. Sanitation clinic staff are ready to run sanitation clinic programs because they have
received training and support from superiors but have not received sufficient funding support. Based on
the results of interviews and observations of many sanitation clinic programs have not been able to
perform well due to limited personnel and infrastructure facilities. Programs that have been implemented
are disease prevention counseling, health counseling, environmental health consultation, field visit and
sanitation inspection of clean water facilities.

Keywords : Environmental Health, Sanitation Clinic, Role

PENDAHULUAN (tinja), penyediaan air bersih, pembuangan

Faktor lingkungan yang berpengaruh sampah, pembuangan air kotor (limbah) dan lain

terhadap kesehatan lingkungan adalah sebagainya. Usaha kesehatan lingkungan ini

perumahan, pembuangan kotoran manusia adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau

1
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

mengoptimalkan lingkungan hidup manusia Membaiknya kesehatan masyarakat


agar terwujudnya kesehatan yang optimal bagi tidak terlepas dari manifestasi program health
manusia disekelilingnya (Indawati dkk.,2014). education dan kesehatan lingkungan yang
Masalah kesehatan lingkungan antara dilakukan pemerintah melalui Dinas Kesehatan
lain program tempat pembuangan sampah dan dan jajarannya yaitu Puskesmas. Program
limbah merupakan tempat dimana sampah kesehatan “Hidup Sehat” ditekankan bukan
mencapai tahap terakhir dalam pengelolaan sebagai sebuah slogan saja merupakan
sejak mulai timbul disumber, pengumpulan, perubahan sikap (Attitude) yang harus mampu
pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan menjadi komitmen budaya hidup sehat (health
pembuangan. TPA merupakan tempat dimana cultur) yang sesungguhnya bagi seluruh
sampah diisolasi secara aman agar tidak masyarakat Indonesia, agar kesehatan
menimbulkan gangguan terhadap lingkungan masyarakat Indonesia secara berkesinambungan
sekitarnya. Program pengendalian vektor seperti terus meningkat (Kementerian Kesehatan
serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) Republik Indonesia, 2013).
bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai Dari Dinas Kesehatan Bantul diperoleh
vektor misalnya: pinjal tikus untuk penyakit data kejadian diare di Kabupaten Bantul pada
pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk tahun 2015 sebesar 4,57 per 1000 penduduk
penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk meningkat dibandingkan tahun 2014 yaitu 4,26
Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk per 1000 penduduk. Jumlah kasus diare yang
Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis tercatat di Puskesmas Pajangan ada 41,1% dan
(Notoatmodjo, 2010). yang baru ditangani masih sekitar 3,1% (Dinas
Penanggulangan/pencegahan dari Kesehatan Kabupaten Bantul, 2016).
penyakit tersebut dengan merancang Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas
rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat Pajangan Bantul, kegiatan klinik sanitasi
proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan memiliki alur sebagai berikut: pasien yang
dengan pestisida untuk mencegah gigitan datang ke puskesmas yang menderita penyakit
Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3M (menguras berbasis lingkungan seperti ISPA dan diare
mengubur dan menutup) tempat penampungan dengan latar belakang buruknya kebersihan diri,
air untuk mencegah penyakit DBD, Penggunaan keluarga dan lingkungan, maka pasien tersebut
kasa pada lubang angin di rumah atau dengan diobati di poliklinik dan diarahkan ke klinik
pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah sanitasi. Sedangkan klien (masyarakat umum)
dan usaha-usaha sanitasi. Puskesmas merupakan yang ingin berkonsultasi tentang masalah
suatu unit pelayanan kesehatan yang kesehatan lingkungan bisa langsung datang ke
memberikan pelayanan kuratif dan preventif klinik sanitasi. Petugas klinik sanitasi akan
secara terpadu, menyeluruh dan mudah memberikan konseling mengenai penyakit
dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau berbasis lingkungan dan sanitasi lingkungan dan
sebagian kecamatan atau kabupaten jika dirasa perlu, petugas akan melakukan
(Notoatmodjo, 2010). kunjungan ke rumah pasien dan atau klien

2
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

tersebut untuk menelaah penyebab utama penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
masalah sanitasi lingkungan yang terjadi. gambaran klinik sanitasi dan peranannya dalam
Berdasarkan studi pendahuluan 10 peningkatan kesehatan lingkungan di
penyakit terbesar di Puskesmas Pajangan Bantul Puskesmas Pajangan Bantul.
masih didominasi oleh penyakit-penyakit
berbasis lingkungan antara lain seperti ISPA, METODE PENELITIAN
diare, DBD, penyakit kulit, dan penyakit lain Penelitian ini merupakan kualitatif. Penelitian
pada pernapasan. Sumber Daya Manusia ini dilakukan pada tahun 2017. Subjek
Kesehatan yang ada di bagian klinik sanitasi penelitian adalah petugas sanitasi Puskesmas
program kesehatan lingkungan di Puskesmas Pajangang Bantul dan masyarakat yang
Pajangan Bantul ada 1 orang tenaga kesling. berjumlah empat orang. Informan diambil
Petugas klinik sanitasi sampai saat ini belum dengan teknik purposive sampling. Karakteristik
pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai informan yang berasal dari masyarakat dapat
klinik sanitasi. Berdasarkan uraian di atas dilihat dalam tabel 1. berikut ini :
Tabel 1. Karakteristik Informan dari Masyarakat
No. Informan Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan
1. 1 48 Perempuan SMA Buruh
2. 2 20 Laki-laki SMA Karyawan
3. 3 50 Perempuan PT PNS
4. 4 24 Perempuan SMA Karyawan

Berdasarkan tabel 1, informan terdiri HASIL dan PEMBAHASAN


dari seorang laki-laki dan tiga orang perempuan, Hasil
berumur antara 20-50 tahun, tiga diantaranya Program-program Klinik Sanitasi di
Puskesmas Pajangan Bantul
menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA,
Berdasarkan informasi diketahui
dan PT satu orang. Pekerjaan karyawan dua
bahwa pada dasarnya program klinik sanitasi
orang, buruh satu orang dan PNS satu orang.
Puskesmas Pajangan Bantul sesuai dengan
Karakteristik informan menunjukkan bahwa
standar program klinik sanitasi yang telah
informan cukup kompeten untuk memberikan
ditetapkan oleh pemerintah, namun karena
informasi tentang gambaran klinik sanitasi dan
keterbatasan personal klinik sanitasi, program
peranannya dalam peningkatan kesehatan
yang dapat dijalankan antara lain penyuluhan
lingkungan di Puskesmas Pajangan Bantul.
pencegahan penyakit berbasis lingkungan,
Instrumen pada penelitian ini menggunakan
penyuluhan kesehatan, konsultasi kesehatan
teknik wawancara dan observasi. Kegiatan
lingkungan, kunjungan lapangan dan inspeksi
analisis data kualitatif dilakukan dengan tahap-
sanitasi sarana air bersih.
tahap pengumpulan data, reduksi data dan
Program klinik sanitasi sesuai dengan
keabsahan data. Untuk keabsahan data
program pemerintah namun disesuaikan dengan
digunakan triangulasi metode dan triangulasi
kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan program
sumber.
klinik sanitasi terdapat kendala yaitu minimnya
petugas klinik sanitasi sehingga program klinik

3
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

sanitasi tidak dapat berjalan seperti yang adalah sosialisasi pencegahan penyakit berbasis
diharapkan. lingkungan. Sosialisasi diharapkan adanya
Upaya Untuk Memastikan Program Klinik tanggapan dari masyarakat untuk kelanjutan
Sanitasi Berjalan dengan Baik
program tersebut. Upaya lain yang dilakukan
Berdasarkan informasi untuk Puskesmas Pajangan Bantul untuk memberikan
memastikan program dapat berjalan dengan baik informasi kepada masyarakat tentang klinik
yang di klinik sanitasi Puskesmas Pajangan sanitasi dan peranannya dilakukan dengan
dilakukan sosialisasi peran dan fungsi klinik. mengadakan penyuluhan ke kader dan
Sosialisasi kepada kader dan masyarakat baik masyarakat. Setelah dilakukan sosialisasi,
melalui media cetak seperti leaflet maupun diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan
penyuluhan kesehatan lingkungan. klinik sanitasi sebagai rujukan pencegahan dan
Sosialisasi klinik sanitasi telah diterima penanggulangan penyakit berbasis lingkungan.
dengan baik oleh masyarakat sehingga Proses dan Penanganan di Klinik Sanitasi
masyarakat menjadikan klinik sanitasi sebagai Puskesmas Pajangan Bantul
rujukan pencegahan dan penanggulangan Proses penanganan pasien di klinik sanitasi
penyakit berbasis lingkungan. Salah satu poin dapat digambarkan pada bagan berikut:
penting sosialisasi program klinik sanitasi

Klien
Klinik Sanitasi

BP Pasien

Konsultasi Pencegahan dan


Penanggulangan

Gambar 1. Proses Penanganan Pasien di Klinik Sanitasi di Puskesmas Pajangan


Berdasarkan informasi dapat diketahui dengan bagian (bidang kerja) yang lain dalam
bahwa program kerja yang dicanangkan oleh satu lingkup Puskesmas Pajangan Bantul.
klinik sanitasi Puskesmas Pajangan Bantul Motivasi Masyarakat dalam Memanfaatkan
Klinik Sanitasi Puskesmas Pajangan Bantul
disesuaikan dengan kasus yang timbul di
masyarakat. Selain melakukan pencegahan, Berdasarkan informasi diketahui

klinik sanitasi Puskesmas Pajangan Bantul juga bahwa informasi mengenai adanya klinik

melakukan rehabilitasi terhadap penyakit yang sanitasi telah sampai ke masyarakat meskipun

disebabkan oleh lingkungan tidak sehat. masih ada masyarakat yang belum paham apa

Sedangkan penyakit lain yang tidak ada itu klinik sanitasi. Sampainya informasi

kaitannya dengan lingkungan dikolaborasikan mengenai adanya klinik sanitasi kepada


masyarakat diharapkan menjadikan masyarakat

4
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

mengetahui program atau kegiatan klinik sanitasi. Sedangkan program yang telah
sanitasi Puskesmas Pajangan Bantul. Adanya terlaksana lebih banyak berkaitan dengan proses
informasi tersebut memberikan motivasi kepada interaksi antara petugas sanitasi dengan
masyarakat untuk memanfaatkan klinik sanitasi masyarakat seperti sosialisasi program klinik
sebagai rujukan pencegahan dan sanitasi, penyuluhan kesehatan dan sebagainya.
penanggulangan penyakit yang ditimbulkan Pembahasan
Program-program Klinik Sanitasi di
oleh lingkungan yang tidak sehat.
Puskesmas Pajangan Bantul
Kesiapan Petugas Sanitasi Menjalankan
Program Sanitasi Program yang ada di klinik sanitasi
Puskesmas Pajangan Bantul telah sesuai dengan
Petugas klinik sanitasi telah
standar program klinik sanitasi yang ditetapkan
mendapatkan pelatihan dan motivasi dari atasan
oleh pemerintah, program yang sudah
untuk menumbuhkan semangat dalam
dijalankan antara lain penyuluhan pencegahan
menjalankan tugasnya sebagai petugas klinik
penyakit berbasis lingkungan, penyuluhan
sanitasi. Meskipun telah mendapatkan pelatihan
kesehatan, konsultasi kesehatan lingkungan,
dan motivasi, namun petugas klinik sanitasi
kunjungan lapangan dan inspeksi sanitasi sarana
masih mempunyai kendala yang belum teratasi
air bersih. Penelitian di wilayah kerja Dinas
yaitu dukungan pembiayaan sehingga klinik
Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Tahun
sanitasi kekurangan peralatan yang menunjang
2012 menunjukkan kebijakan pelaksanaan
program klinik sanitasi tersebut.
program klinik sanitasi puskesmas berpedoman
Petugas klinik sanitasi Puskesmas
pada petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis
Pajangan Bantul telah siap menjalankan
program klinik sanitasi dari Depkes RI. Kendala
program klinik sanitasi karena telah
yang dihadapi dalam pelaksanaan program
mendapatkan pelatihan dan dukungan motivasi
klinik sanitasi adalah tenaga sanitasi yang
dari atasan namun belum mendapatkan
kurang mendapatkan pelatihan. Meskipun
dukungan dana yang memadai sehingga
begitu metode yang dipakai sesuai dengan
kekurangan peralatan pendukung pelaksanaan
standar prosedur operasional program klinik
program klinik sanitasi. Petugas klinik sanitasi
sanitasi puskesmas. Kelengkapan sarana
menjalankan tugasnya dengan gembira
penunjang pelaksanaan program klinik sanitasi
meskipun melelahkan karena meyakini bahwa
yang ada di puskesmas masih kurang dan
apa yang dijalaninya adalah bentuk dari
belum memadai untuk seluruh puskesmas.
profesionalisme kerja.
Perencanaan belum dilaksanakan secara terpadu
Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan
baik dengan lintas program maupun dengan
program klinik sanitasi dapat diketahui bahwa
lintas sektor. Pengorganisasian strukturnya
banyak program klinik sanitasi belum dapat
belum terbentuk. Pelaksanaan program klinik
terlaksana dengan baik karena keterbatasan
sanitasi di puskesmas masih belum terlaksana
petugas klinik sanitasi dan sarana prasarana.
dengan optimal. Pemantauan dan penilaian
Program klinik sanitasi yang belum terlaksana,
program klinik sanitasi di puskesmas masih
sebagian besar terkait dengan kebutuhan
belum terlaksana dengan optimal, karena hanya
peralatan yang memang belum dimiliki klinik

5
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

dilakukan oleh kepala puskesmas tanpa pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan
bimbingan dari pengelola program Dinas sehat sehingga terhindar dari penyakit berbasis
Kesehatan Kabupaten (Sari, 2012). lingkungan seperti diare maupun demam
Minimnya pelaksanaan program berdarah (Palancoi, 2014). Seseorang yang
sanitasi di Puskesmas Pajangan Bantul yang memiliki pengetahuan rendah tentang klinik
didukung dari hasil observsi yang menunjukkan sanitasi mempunyai kecenderungan untuk tidak
bahwa program klinik sanitasi yang belum memanfaatkan klinik sanitasi dalam melakukan
terlaksana, sebagian besar terkait dengan pencegahan penyakit berbasis lingkungan
penggunaan alat-alat sanitasi yang memang (Husnawati dkk, 2017).
belum dimiliki klinik sanitasi. Sedangkan Pemberian informasi tentang klinik
program yang telah terlaksana lebih banyak sanitasi kepada masyarakat merupakan salah
berkaitan dengan proses interaksi antara petugas satu bentuk sosialisasi klinik sanitasi kepada
sanitasi dengan masyarakat seperti sosialisasi masyarakat supaya masyarakat lebih
program klinik sanitasi, penyuluhan kesehatan mengetahui peran dan fungsi klinik sanitasi
dan sebagainya. puskesmas terutama dalam pencegahan dan
Faktor yang berperan dalam kinerja penanggulangan penyakit berbasis lingkungan.
sanitarian meliputi: kemampuan dan Sosialisasi sanitasi lingkungan berdampak pada
keterampilan petugas sanitarian yang masih adanya perubahan pengetahuan dan perilaku
kurang, supervisi dari kabupaten dan puskesmas masyarakat untuk menjaga kesehatan dan
masih kurang pelatihannya dan tidak sesuai kebersihan lingkungan sekitar sehingga mampu
dengan kebutuhan, motivasi yang dimiliki oleh mencegah munculnya penyakit berbasis
sanitarian rendah, imbalan dan dana operasional lingkungan seperti diare, ISPA, demam
masih kurang, beban kerja tambahan, sarana dan berdarah dan sebagainya (Wahyudin dan Arifin
prasarana tidak memadai, prioritas program 2015).
kurang, akses wilayah kecamatan terisolir dan Proses dan Penanganan di Klinik Sanitasi
Puskesmas Pajangan Bantul
tidak lancar, serta program air bersih yang
belum prioritas (Ardinal, 2009). Sanitasi merupakan kegiatan yang

Upaya Untuk Memastikan Program Klinik memadukan (colaboration) antara tenaga


Sanitasi Berjalan dengan Baik kesehatan lingkungan dengan tenaga kesehatan
Upaya untuk memastikan program lainnya. Hal ini dilandasi oleh adanya
klinik sanitasi di Puskesmas Pajangan Bantul keterkaitan peran dan fungsi tenaga kesehatan di
berjalan dengan baik yaitu dengan memberikan dalam kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat
informasi kepada masyarakat tentang peran dan yang terpadu dan komprehensif. Kolaborasi
fungsi klinik sanitasi serta program yang akan kegiatan sanitasi dikoordinir oleh tenaga
dijalankannya. Pemberian informasi dilakukan kesehatan lingkungan atau sanitarian yang
melalui penyuluhan-penyuluhan kesehatan memiliki kompetensi dan keahlian mereka di
bersama kader dan masyarakat. Tujuan bidang kesehatan lingkungan, sedangkan tenaga
pemberian informasi adalah untuk medis, perawat, bidan, petugas farmasi, petugas
menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang

6
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

laboratorium dan petugas penyuluh kesehatan komunikasi penderita/pasien yang datang ke


berperan sebagai mitra kerja (Wijono, 2007). puskemas (Departemen Kesehatan Republik
Darnoto, dkk. (2012) mengatakan Indonesia, 2008).
pelaksanaan program kesehatan lingkungan Motivasi Masyarakat dalam Memanfaatkan
Klinik Sanitasi Puskesmas Pajangan Bantul
yang dilakukan diarahkan untuk peningkatan
kualitas lingkungan, yaitu melalui kegiatan yang Secara spesifik salah satu tujuan

bersifat promotif, preventif, dan protektif. penyelenggaraan sanitasi klinik adalah

Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain: meningkatkan pengetahuan dan kesadaran

inspeksi sanitasi (meliputi: inspeksi rumah, masyarakat (pasien, klien dan masyarakat

tempat-tempat umum dan sarana air bersih), sekitarnya) akan pentingnya lingkungan dan

pembinaan, penyusunan laporan kegiatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (Wijono, 2007).

penyelenggaraan klinik sanitasi. Desain SIMKL Klinik sanitasi diharapkan dapat memperkuat

berbasis web yang dapat diaplikasikan untuk tugas dan fungsi puskesmas dalam

mempermudah pengelolaan data kesehatan melaksanakan pelayanan pencegahan dan

lingkungan, serta menghasilkan output berupa pemberantasan penyakit berbasis lingkungan

peta tematik dan pelaporan data sesuai format dan semua persoalan yang ada kaitannya dengan

pelaporan berdasarkan wilayah Dusun/Dukuh. kesehatan lingkungan, khususnya pengendalian

Penelitian lain mengatakan pelaksanaan klinik penyakit berbasis lingkungan, guna

sanitasi pengelolaan jamban keluarga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

saluran pembuangan air limbah yang baik dapat Pelaksanaan program klinik sanitasi burtujuan

mencegah munculnya penyakit berbasis untuk menjaring pasien/klien di puskesmas

lingkungan seperti diare dan ISPA (Syarifuddin dengan keluhan penyakit berbasis lingkungan

dkk., 2010). dan lingkungan yang tidak sehat sebagai media

Klinik sanitasi juga merupakan wahana penularan dan penyebab penyakit yang dialami

masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan oleh masyarakat selanjutnya dilaksanakan

lingkungan dan masalah penyakit berbasis konseling dan kunjungan lapangan atau

lingkungan dengan bimbingan, penyuluhan, dan kunjungan rumah untuk mencari jalan keluar

bantuan teknis dari petugas puskesmas. Klinik akibat masalah kesehatan lingkungan dan

sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang penyakit berbasis lingkungan yang muncul di

berdiri sendiri, akan tetapi sebagai bagian masyarakat (Depkes RI, 2008).

integral dari kegiatan puskesmas dalam Motivasi masyarakat dalam

melaksanakan program, program ini memanfaatkan klinik sanitasi dipengaruhi oleh

bekerjasama dengan lintas program dan lintas pengetahuan masyarakat tentang klinik sanitasi.

sektoral yang ada di wilayah kerja puskesmas. Penelitian yang telah dilakukan oleh Husnawati

Klinik sanitasi juga merupakan kegiatan dkk. (2017) menyebutkan bahwa 60%

wawancara mendalam dan penyuluhan yang masyarakat yang tidak memanfaatkan klinik

bertujuan untuk mengenal masalah lebih rinci, sanitasi disebabkan karena memiliki

kemudian diupayakan dan dilakukan oleh pengetahuan rendah tentang klinik sanitasi.

petugas klinik sanitasi sehubungan dengan Pengetahuan merupakan faktor domain yang

7
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

mempengaruhi perilaku seseorang, dimana yang membuat pekerja mempunyai kesiapan


seseorang akan berperilaku sesuai pengetahuan yang baik dalam bekerja sehingga pekerjaannya
yang dimilikinya, termasuk perilaku dalam dilaksanakan dengan baik.
pemanfaatan klinik sanitasi.
Kesiapan Petugas Sanitasi Menjalankan
KESIMPULAN
Program Sanitasi
Pelaksanaan program klinik sanitasi di
Petugas klinik sanitasi sudah
Puskesmas Pajangan Bantul terdapat kendala
mendapatkan pelatihan dan motivasi dari atasan
yaitu minimnya petugas klinik sanitasi. Upaya
untuk menumbuhkan semangat dalam
telah dilakukan agar program dapat berjalan
menjalankan tugasnya sebagai petugas klinik
dengan sosialisasi peran dan fungsi kinik
sanitasi. Meskipun telah mendapatkan pelatihan
sanitasi kepada kader dan masyarakat. Proses
dan motivasi, namun petugas klinik sanitasi
dan penanganannya di klinik sanitasi Puskesmas
masih mempunyai kendala yang belum teratasi
Pajangan Bantul disesuaikan dengan kasus yang
yaitu dukungan pembiayaan sehingga klinik
timbul di masyarakat. Informasi menegnai
sanitasi kekurangan peralatan yang menunjang
adanya klinik sanitasi telah sampai kepada
program klinik sanitasi tersebut.
masyarakat meskipun masih ada masyarakat
Faktor yang berperan dalam kinerja
yang belum memahaminya. Adanya informasi
sanitarian meliputi: kemampuan dan
tersebut memberikan motivasi kepada
keterampilan petugas sanitarian yang masih
masyarakat untuk memanfaatkan klinik sanitasi
kurang, supervisi dari kabupaten dan puskesmas
sebagai rujukan pencegahan dan
masih kurang pelatihannya dan tidak sesuai
penanggulangan penyakit yang ditimbulkan
dengan kebutuhan, motivasi yang dimiliki oleh
oleh lingkungan yang tidak sehat.
sanitarian rendah, imbalan dan dana operasional
masih kurang, beban kerja tambahan, sarana dan
DAFTAR PUSTAKA
prasarana tidak memadai, prioritas program
kurang, akses wilayah kecamatan terisolir dan Ardinal, (2009) Kinerja Sanitarian Puskesmas,
tidak lancar, serta program air bersih yang KESMAS, Jurnal Kesehatan
Masyarakat Nasional, Vol. 3 No. 5,
belum prioritas (Ardinal, 2009). hal. 212-218.
Kegembiraan yang dimiliki oleh
Darmasanti, I. A. R, (2014) Kesiapan Kerja
petugas klinik sanitasi dalam bekerja Ditinjau dari Motivasi Kerja, Sikap
menunjukkan adanya motivasi yang tinggi Kewirausahaan, dan Kompetensi
Keahlian Busana Wanita pada Siswa
dalam melaksanakan pekerjaannya. Motivasi SMKN, Jurnal Pendidikan SAINS, Vol.
yang tinggi membantu petugas klinik sanitasi 2 No. 2. hal. 114-124.

memandang pekerjaannya dengan cara positif Darnoto, S., Kusnanto, H., Sugiharto, E. (2012)
sehingga pekerjaan yang dilakukan terasa lebih Pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan Lingkungan Dengan
ringan. Penelitian yang dilakukan Darmasanti Dukungan Sistem Informasi Geografis
(2014) menyebutkan bahwa ada hubungan Di Puskesmas Ngadirojo Wonogiri",
Jurnal Kesehatan, Vol. 5 No. 1, hal. 1-
motivasi kerja dengan kesiapan dalam 13.
melaksanakan pekerjaannya. Motivasi kerja

8
Vol. 13 Nomor 2 April 2018 – Jurnal Medika Respati ISSN : 1907 - 3887

Departemen Kesehatan Republik Indonesia Syarifuddin, I., Ishak, H. Seweng, A. (2010)


(2008) Pedoman Pelaksanaan Klinik Hubungan pelaksanaan klinik sanitasi
Sanitasi untuk Puskesmas Edisi Revisi, dengan kejadian diare di Kabupaten
Direktorat Jenderal Pemberantasan Takalar", Jurnal MKMI, No. 6 Vol. 2,
Penyakit Menular dan Penyehatan April 2010. Hal. 81-85.
Lingkungan, Jakarta.
Wahyudin, U, Arifin, H. D, (2015) Sosialisasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul (2016) Sanitasi Diri Dan Lingkungan Di
Laporan Kesehatan Kabupaten Bantul Pesantren Salafi Melalui Pos Kesehatan
tahun 2015, Dinkes Bantul, Bantul. Pesantren (Poskestren) Dalam
Membentuk Sikap Santri Terhadap
Husnawati, H., Arifin, S., Yuliana, I. (2017) Sanitasi, Jurnal Kajian Komunikasi,
Hubungan Pengetahuan Dengan Vol. 3 No. 2. Hal. 148-153.
Pemanfaatan Klinik Sanitasi Pada Ibu
Bayi Dan Balita Penderita Diare Akut, Wijono, D., (2007) Manajemen Kepemimpinan
Berkala Kedokteran, Vol. 13 No. 1, dan Organisasi Kesehatan, Airlangga
hal. 53-60. University Press, Surabaya,.

Indawati., Thamrin., Abidin, Z. (2014) Evaluasi


Program Kesehatan Lingkungan Di
Puskesmas Siak Hulu II Kabupaten
Kampar Tahun 2012, Jurnal Ilmu
Lingkungan, Vol. 8 No. 2, Hal. 171-
179.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,


(2013) Profil Kesehatan Indonesia
2012, Direktorat Jenderal Pengendalian
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan,
Jakarta.

Notoatmodjo, S., (2010) Kesehatan Masyarakat


Ilmu dan Seni, Rineka Cipta, Jakarta.

Palancoi, N. A, (2014) Hubungan Antara


Pengetahuan Dan Lingkungan Dengan
Kejadian Diare Akut Pada Anak Di
Kelurahan Pabbundukang Kecamatan
Pangkajene Kabupaten Pangkep",
Jurnal Kesehatan, Vol. 7 No. 2, Hal.
346-352

Sari, E, (2012) Analisis Sumberdaya Organisasi


dalam Pelaksanaan Program Klinik
Sanitasi Puskesmas di Kabupaten
Padang Pariaman", Artikel Penelitian,
Pascasarjana Kesehatan Masyarakat
UNAND, Padang, 2012. diambil dari
http://repository. unand. ac. id/20416/.

Anda mungkin juga menyukai