Anda di halaman 1dari 2

Dela Adelia / 2A DIV TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

PEMBAHASAN

Praktikum Pencampuran cairan atau biasa disebut mixing. Mixing sendiri


memiliki tujuan untuk mengurangi ketidaksamaan komposisi, suhu atau sifat lain
yang terdapat pada suatu bahan (Tim Lab OTK-1, 2017). Pada praktikum ini
memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan terhadap waktu
pencampuran, daya yang dibutuhkan,menentukan pola pencampuran dan
menghitung bilangan Reynold, Power dan Fround pada fluida yang bercampur.

Pada praktikum ini digunakan campuran antara kapur, asam sitrat dan air.
Dimana dilakukan dua percobaan dengan variabel bebasnya adalah massa kapur.
Percobaan pertama digunakan kapur sebanyak 50 gram. Dimana pada kedua
percobaan masing-masing ditambahkan air sebanyak 10 liter dan asam sitrat
sebanyak 40 gram.

Sebelum pengoperasian langkah awalnya adalah mengatur kecepatan


putar, untuk mengatur kecepatan putar digunakan sensor yang disebut dengan
tachometer. Kecepatan putar yang di gunakan pada praktikum kali ini adalah
sebesar 180 rpm. Juga diketahui bahwa diameter impellernya sebesar 0,15 m dan
Voltasenya sebesar 220 V. Sedangkan untuk pengukuran kuat arus ( I )
menggunakan alat penjepit yang nantinya dilingkarkan pada masing masing aliran
listrik, untuk pengukuran kondutuvitasnya sendiri digunakan alat konduktometer
yang dinyalakan bersamaan dengan alat mixing. Dari awal dilakukan pengukuran
dengan dalam rentang waktu 1 menit dalam 42 menit, Setelah selesai praktikum
dilakukan pengukuran densitas menggunkan piknometer dan viskositas
menggunakan viskometer. Namun pada praktikum kali ini tidak dilakukan
pengukuran viskositas karena tidak tersedianya alat.

Pada percobaan pertama dengan massa kapur 50 gram dicampurkan


dengan air dan asam sitrat, campuran ini didiamkan terlebih dahulu kurang lebih
lima menit sebelum pengoperasian. Ini bertujuan agar campuran memiliki suhu
dan tekanan yang stabil yang mencegah adanya peledakan di dalam alat. Setelah
dilakukan percobaan diketahui bahwa konduktivitasnya konstan setelah mencapai
waktu pencampuran selama empat puluh dua menit dengan konduktivtas sebesar
8.83 . Hasil pengukuran kuat arus sebesar 0,03 A sehingga dapat diketahui bahwa
Dela Adelia / 2A DIV TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

daya yang digunakan sebesar 6.6 W. Hasil campuran ini memiliki densitas sebesar
0,972 gram/ml atau 9,72 kg/m3 dan memiliki viskositas sebesar 0,001 kg/ms.
Sehingga campuran ini memiliki bilangan Reynold 9826.92 dan nilai bilangan
powernya sebesar 0.22143 sedangakan bilangan fround nya sebesar 0,3407 m.
Sehingga pola pencampuran ini dapat digolongkan sebagai pola pencampuran
turbulen.

Pada praktikum kali ini yang sangat berpengaruh terhadap nilai bilangan
reynold adalah densitas dan viskositas. Jika semakin tinggi densitas nya maka
viskositas suatu campuran tersebut semakin tinggi sehingga bilangan reynoldnya
semakin kecil. Sebaliknya jika densitasnya kecil maka suatu campuran memiliki
viskositas yang kecil juga sehingga nilai bilangan reynold akan semakin besar.
Semakin besar bilangan reynold maka aliran fluida pada campuran semakin
turbulen. Hal inilah yang menyebabkan bilang reynold sebagai acuan penentuan
pola atau jenis pencampuran pada fluida yang disebabkan oleh putaran batang
pengaduk.

Begitu juga halnya dengan bilangan power, pada praktkum kali ini yang
sangat berpengaruh adalah besarnya densitas suatu campuran, karena pada
percobaan kali ini memiliki daya yang sama. Sehingga nilai power memiliki
selisih yang sedikit dari sebelumnnya yaitu padapercobaan pertama miliki nlai
power yang lebih besar hal ini dikarenakan campuran memiliki densitas yang
lebih kecil daripada percobaan kedua. Dapat dikatakan jika semakin kecil densitas
suatu campuran maka nilaipowernya akan semakin besar sehingga memiliki
tenaga yang lebih tinggi untuk menggerakkan batang pegaduk pada suatu
campuran.

Bisa dikatakan juga bahwa semakin tinggi bilangan power maka


keturbulenan suatu campuran fluida akan semakin tinggi. Sedangkan nilai fround
memiliki nilai yang sama pada kedua percobaan hal ini dikarenakan tidak
mengalami perubahan besarnya gc.karena bilang fround digukan untuk
mengetahui pengaruh gravitasi dan juga mengetahui adanya vorteks. Dan jika
semakin banyak zat padat yanng dicampurkan dengan fluida maka semakin lama
waktu pencampurannya untuk stabil.