Anda di halaman 1dari 26

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GIZI

(PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA)

DISUSUN OLEH:

JEVON DALTA SAMOWA’A LASE


NIM.PO 1031218122

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MEDAN


PROGRAM STUDI AHLI JENJANG
JURUSAN GIZI
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Undang
UndangNomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan
mutu giziperseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi
makanan,perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi
serta kesehatansesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.
Status gizi anak balita telah mengalami perbaikan yang ditandai dengan
menurunnyaprevalensi gizi kurang dari 24,5% (Susenas, 2005) menjadi 18,4%,
walaupun demikianmasalah stunting pada anak balita masih tinggi yaitu sebesar
36,8% (Riskesdas, 2007).Masalah gizi mikro di 10 Provinsi tahun 2006, diperoleh
gambaran prevalensi xeroptalmiapada balita 0,13% dan proporsi balita dengan serum
retinol < 20 μgr/dl sebesar 14,6%(Puslitbang Gizi, 2006).
Guna menekan masalah gizi di Indonesia, Kemenkes RI telah menetapkan
empatstrategi utama. Salah satu strategi tersebut adalah meningkatkan sistem
surveilans,monitoring dan informasi kesehatan. Strategi ini dimaksudkan untuk
memperoleh informasi pencapaian kinerja pembinaaan gizi masyarakat secara cepat,
akurat, teratur danberkelanjutan (Kemenkes, 2010). Pada tahun 2014 juga
diberlakukan PeraturanPemerintah (PP) Nomor 46 tentang Sistem Informasi
Kesehatan (SIK). PP ini mensyaratkanagar data kesehatan terbuka untuk diakses
oleh unit kerja instansi Pemerintah danPemerintah Daerah yang mengelola SIK sesuai
dengan kewenangan masing-masing.(Kemenkes RI, 2015)
Menurut Wulandari (2013), pelaksanaan pencatatan dan pelaporan di
KotaTangerang telah meningkat dari 2,25% pada 2012 menjadi 58,3% pada 2013.
Meskipunterjadi kenaikan pencapaian pencatatan dan pelaporan dari tahun
sebelumnya, tetapicapaian ini masih jauh dari angka 100%. Kendala utama dalam
pelaksanaan program iniadalah keterlambatan pelaporan. Keterlambatan ini berasal
dari kader di Posyandu. Kaderkesehatan di posyandu sering melebihi waktu
pengumpulan data ke tenaga pelaksana gizipuskesmas dikarenakan tidak semua
kader posyandu terampil dalam melakukan pencatatandan pelaporan.
Seluruh kader sebaiknya mampu melakukan pencatatan dan pelaporan.
Olehkarena itu, kader kesehatan perlu dilatih dalam meningkatkan kemampuan dan
ketrampilan(Kemenkes,2011). Kader yang terampil dalam melakukan pencatatan dan
pelaporan sangatmembantu dalam proses surveilans masalah gizi di wilayahnya
untuk meningkatkanefektifitas kegiatan pembinaan gizi masyarakat dengan
mempertajam upayapenanggulangan masalah gizi secara tepat waktu, tempat,
sasaran dan jenis tindakannya. Berdasarkan fakta-fakta diatas, dibutuhkan sebuah
kebijakan untuk meningkatkanpencatatan dan pelaporan gizi di tingkat posyandu
melalui program pelatihan kader.

B. MANFAAT PELATIHAN
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kapasitas kader kesehatan
dalam pemantauan pertumbuhan balita
BAB II
TUJUAN PELATIHAN

A. TUJUAN UMUM
 Memberikan edukasi dan pelatihan tentang materi pemantauan tumbuh
kembang anak di posyandu terhadap pengetahuan serta sikap kader
posyandu.

B. TUJUAN KHUSUS
 Kader posyandu dapat menerapkan /mengaplikasikan cara pemantauan
tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu secara baik dan benar.
 Menilai sikap kader posyandu sebelum diberikan edukasi dan pelatihan tentang
pemantauan tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu.
 Menilai pengetahuan kader posyandu sebelum diberikan edukasi dan pelatihan
tentang pemantauan tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu.
 Menilai pengetahuan kader posyandu sesudah diberikan edukasi dan pelatihan
tentang pemantauan tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu.
 Menilai sikap kader posyandu sesudah diberikan edukasi dan pelatihan tentang
pemantauan tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu .
 Menilai sikap kader posyandu sebelum diberikan edukasi dan pelatihan tentang
pemantauan tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu.
 Mendapatkan hasil yang baik setelah dilakukannya edukasi dan pelatihan
tentang pemantauan tumbuh kembang anak balita yang datang ke posyandu
dengan perubahan pola pikir atau pengetahuan serta perubahan sikap kader
dalam memantau tumbuh kembang anak balita yang hadir ke posyandu.
BAB III
PESERTA PELATIHAN

 Peserta :Kader Posyandu


 Kriteria :
- Seorang kader posyandu
- Bersedia menjadi sampel dan bersedia untuk mengikuti pelatihan
- Tidak dalam keadaan sakit
- Dapat diajak berkomunikasi dengan baik

 Jumlah peserta : 75 Orang Kader Posyandu


 Asal /kelurahan : Desa Pagar Jati, Desa Pasar Melintang, Desa
Cemara
BAB IV
PELATIH/NARASUMBER

 Jumlah Pelatih : 2 orang

 Keahlian Pelatih :- Menguasai materi Pemantauan Pertumbuhan


Balita
- Mampu mempraktikkan materi Pemantauan
Pertumbuhan Balita

 Pendidikan Pelatih :- D-III Gizi


 Asal Pelatih : - Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang
- Petugas Gizi Puskesmas Pagar Jati
BAB V
WAKTU PELATIHAN

 Lama Pelatihan :
Pelatihan ini dilakukan di Aula Kantor Kepala Desa Pagar Jati Lubuk Pakam
. Adapun pengumpulan data dilaksanakan selama dua hari s/d selesai.

 Hari I : (Pemberian kuesioner kepada kader sebagai pre test


dan pemberian materi pelatihan)
 Hari II : (Demo cara penggunaan alat antropometri dan pengisian KMS)

 Tanggal Pelaksanaan Pelatihan :

 Hari I
Hari/Tanggal : Selasa/18 Juni 2019
Kegiatan : Pembukaan
Pre test
Penyampaian Materi Pemantauan Pertumbuhan Balita

 Hari II
Hari/Tanggal : Rabu/19 Juni 2019
Kegiatan : Pembukaan
Demo/Praktek Materi Pelatihan
Post Test
BAB VI
TEMPAT/LOKASI PELATIHAN

 Tempat Pelaksanaan : Aula Kantor Kepala Desa Pagar Jati Lubuk Pakam
BAB VII
MATERI PELATIHAN

A. Mata Pelajaran yang Diberikan

No Materi Hari/ Tanggal Waktu

Teori Praktek Total

1. Materi Dasar 1 0 1

 Pengelolaan Posyandu
2. Materi Inti 2 0 2

 Tugas kader dalam


penyelenggaraan posyandu

 Penilaian masalah kesehatan pada 3 0 3


sasaran posyandu
 Lima langkah kegiatan posyandu 1 3 4
dan kegiatan pengembangan
 Pencatatan dan pelaporan 1 3 4
posyandu
3. Materi Penunjang 0 2 2

 Rencana Tindak Lanjut (RTL)

1. Materi Dasar Pengelolaan Posyandu

Waktu : 1 JPL (1 Teori)

Tujuan umum : Pada akhir sesi peserta mampu memahami pengelolaan


pembelajaran posyandu

Tujuan khusus : Pada akhir sesi peserta mampu :


pembelajaran
1. Mampu menjelaskan latar belakang didirikannya posyandu
2. Mampu menjelaskan definisi, tujuan dan sasaran posyandu
3. Mampu menjelaskan alur pengelolaan posyandu
Pokok bahasan : 1. Latar belakang dan kebijakan didirikannya posyandu

2. Definisi, tujuan, dan sasaran posyandu

3. Alur pengelolaan posyandu

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi

Alat Bantu : 1. LCD


2. Laptop
3. Flip Chart
4. Spidol

Referensi :  Kementerian kesehatan RI bekerja sama dengan kelompok


kerja operasional (pokjanal) posyandu, pedoman umum
pengelolaan posyandu, Jakarta 2011

Materi Inti 1 Tugas kader dalam penyelenggaraan posyandu

Waktu : 2 JPL (2 Teori, 0 Praktek)

Tujuan umum : Peserta mengetahui tugas kader dalam penyelenggaraan


pembelajaran posyandu

Tujuan khusus : Pada akhir sesi peserta mampu:


pembelajaran
1. Menjelaskan tugas pokok kader dalam penyelenggaraan
posyandu

2. Menjelaskan manfaat kader dalam penyelenggaraan


posyandu

Pokok bahasan : 1. Tugas pokok kader dalam penyelenggaraan posyandu

2. Manfaat kader dalam penyelenggaraan posyandu

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi

Alat Bantu : Modul, LCD, Laptop

Referensi :  Kementerian kesehatan RI, buku panduan kader posyandu


menuju kelauarga sadar gizi, Jakarta 2011
 Kementerian dalam negeri, direktorat jenderal pemberdayaan
masyarakat masyarakat dan desa, pedoman pengintegrasian
layanan sosial dasar di pos pelayanan terpadu, Jakarta 2011
 Kurikulum dan modul pelatihan dan fasilitator pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan, Jakarta 2011

Materi Inti 2 Penilaian masalah kesehatan pada sasaran posyandu

Waktu : 3 JPL (3 Teori, 0 Praktek)

Tujuan umum : Peserta mengetahui cara penilaian masalah kesehatan pada


pembelajaran sasaran posyandu

Tujuan khusus : Pada akhir sesi peserta mampu:


pembelajaran
1. Menjelaskan cara penilaian masalah kesehatan pada
sasaran

Pokok bahasan : 1. Cara penilaian masalah kesehatan pada sasaran

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi

Alat Bantu : Flip chart, LCD, Laptop, Spidol

Referensi :  Kementerian kesehatan RI, pedoman kader seri kesehatan


anak, Jakarta 2010
 Buku pedoman penentuan status gizi
 Kementerian kesehatan RI, informasi dasar imunisasi rutin
serta kesehatan ibu dan anak bagi kader, petugas lapangan
dan organisasi kemasyarakatan, Jakarta 2010
 Kementerian kesehatan RI, buku pedoman pengenalan
tanda bahaya status gizi pada anak, Jakarta, 2011
 Kementerian kesehatan RI, buku panduan kader posyandu
menuju keluarga sadar gizi, Jakarta, 2011

Materi Inti 3 Lima langkah kegiatan di posyandu dan kegiatan


pengembangan

Waktu : 4 JPL (1 Teori, 3 Praktek)


Tujuan umum : Setelah pembelajaran selesai, peserta mampu melakukan lima
pembelajaran langkah kegiatan di posyandu dan kegiatan pengembangan

Tujuan khusus : Pada akhir sesi peserta mampu:


pembelajaran
1. Menjelaskan lima langkah kegiatan utama di posyandu

2. Menjelaskan kegiatan pengembangan di posyandu

3. Mempraktikkan lima langkah kegiatan utama di posyandu

Pokok bahasan : A. Lima langkah kegiatan utama di posyandu:


dan sub-pokok
1. Langkah pertama : pendaftaran
bahasan
2. Langkah kedua : pengukuran antropometri

3. Langkah ketiga : pengisian KMS

4. Langkah keempat : penyuluhan

5. Langkah kelima : pelayanan kesehatan

B. Pengembangan kegiatan di posyandu

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan, bermain peran

Media : 1. Modul

2. Slide

3. Lembar penugasan/ bergambar

4. Timbangan dacin dan analitik

5. Microtois

6. KMS/ Buku KIA

7. Buku bantu pencatatan lainnya

8. Media penyuluhan

Alat bantu : LCD, Laptop, Flipchart, Spidol


Referensi :  Departemen kesehatan RI, petunjuk teknis penggunaan buku
kesehatan ibu dan anak, Jakarta 2009
 Kementerian kesehatan RI bekerja sama dengan kelompok
kerja operasional (pokjanal) posyandu, pedoman umum
pengelolaan posyandu, Jakarta, 2011
 Kementerian kesehatan RI, buku kesehatan ibu dan anak,
Jakarta, 2011
 Kementerian kesehatan RI, buku panduan kader posyandu
menuju keluarga sadar gizi, Jakarta, 2011

Materi Inti 4 Pencatatan dan pelaporan posyandu

Waktu : 4 JPL (1 Teori, 3 Praktek)

Tujuan umum : Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu


pembelajaran melaksanakan pencatatan dan pelaporan posyandu (sistem
informasi posyandu)

Tujuan khusus : Pada akhir pembelajaran peserta mampu:


pembelajaran
1. Menjelaskan pentingnya SIP

2. Memperaktikkan pencatatan dan pelaporan kegiiatan


posyandu menggunakan SIP

Pokok bahasan : A. Sistem informasi posyandu


dan sub-pokok
1. Pengertian dan manfaat SIP
bahasan
2. Macam-macam format SIP

B. Cara mengisi SIP

Metode : Ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi

Media : Modul, Slide, lembar penugasan, format SIP

Alat Bantu : Flip chart, LCD, Laptop, Spidol

Referensi :  Kementerian kesehatan RI, buku panduan kader posyandu


menuju keluarga sadar gizi, Jakarta, 2011
 Kementerian kesehatan RI, panduan pelatihan kader
posyandu, Jakarta

Materi Penunjang Penilaian masalah kesehatan pada sasaran posyandu

Waktu : 2 JPL (0 Teori, 2 Praktek)

Tujuan umum : Peserta mampu menyusun rencana tindak lanjut (RTL)


pembelajaran berdasraakan karakteristik wilayah kerja tempat bertugas

Tujuan khusus : Pada akhir sesi peserta mampu:


pembelajaran
1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup RTL

2. menjelaskan langkah-langkah penyusunan RTL

3. Menyajikan RTL

Pokok bahasan : 1. Pengertian dan ruang lingkup RTL

2. Langkah-langkah penyusunan RTL

3. Penyajian RTL

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan dan persentase

Alat Bantu : Flip chart, LCD, Laptop, Spidol, white board

Media : Lembar penugasan

Referensi :  Kementerian kesehatan RI, panduan pelatihan kader


posyandu, Jakarta
 Kerjasama antara kementerian kesehatan RI dengan
kementerian dalam negeri RI, kurikulum dan modul pelatihan
fasilitator pemberdayaan masyarakat di bidang masyarakat,
Jakarta 2011
BAB VIII
METODE PELATIHAN

Metode Pelatihan yang digunakan adalah :

 Ceramah
 Tanya jawab
 Role Play
 Diskusi
BAB IX

PROSES PELATIHAN

1. Proses Pelatihan
Proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut.
a. Dinamisasi dan penggalian harapan peserta serta membangun komitmen
belajar di antara peserta.
b. Persiapan peserta sebagai individu atau kelompok yang mempunyai pengaruh
terhadap perubahan perilaku dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam
melaksanakan tugas.
c. Penjajakan awal peserta dengan memberikan tes awal (pre-tes).
d. Review semua materi baik teori maupun praktik untuk memantapkan
pengetahuan danketerampilan peserta.
e. Evaluasi akhir untuk menilai keberhasilan pencapaian kompetensi peserta.

2. Evaluasi
Evaluasi yang digunakan selama proses pembelajaran terdiri dari evaluasi terhadap:
1. Peserta.
2. Pelatih.
3. Penyelenggara.

Evaluasi yang digunakan selama proses pembelajaran terdiri dari evaluasi terhadap:
1. Peserta, meliputi:
a. Pra-tes.
b. Pasca-tes.

2. Pelatih dan fasilitator/CI meliputi:


a. Penguasaan materi.
b. Ketepatan waktu.
c. Sistematika penyajian.
d. Penggunaan metode dan alat bantu diklat.
e. Empati gaya dan sikap kepada peserta.
f. Pencapaian kompetensi sesuai bidang yang diajarkan.
g. Kesempatan tanya jawab.
h. Kemampuan menyajikan.
i. Kerja sama antara fasilitator.

3. Penyelenggara, meliputi:
a. Pengalaman peserta dalam pelatihan.
b. Rata-rata penggunaan metode pembelajaran.
c. Tingkat semangat peserta untuk mengikuti program pelatihan.
d. Tingkat kepuasan peserta terhadap proses pembelajaran.
e. Kenyamanan ruang pelatihan.
f. Penyediaan alat bantu pelatihan.
g. Penyediaan dan pelayanan bahan belajar (seperti pengadaan dan bahan diskusi).
h. Penilaian proses pelatihan baik di kelas, maupun di lapangan.
i. Laporan akhir.
BAB X
ALAT BANTU/AVA

Peralatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah :


1. LCD
2. Laptop
3. Flip chart
4. Spidol
5. Sound System
6. White Board
BAB XI

BIAYA

A. SUMBER BIAYA

Sumber biaya berasal dari dana BOK Puskesmas Pagar Jati.

B. PENGELUARAN

Volume Satuan Tarif/Harga


Honorarium Tenaga Ahli/Narasumber Jumlah/Total
Honor Nara Sumber Prop. :
1 org x 2 jam x 2 hr 4 OH 400.000 1.600.000
Belanja Alat Tulis Kantor
ATK Pesreta
* Buku Notes 75 bh 7.000 525.000
* Ballpoint Standar 4 lsn 35.000 140.000
* Map Plastik Pakai Tali 75 bh 5.000 375.000
* Amplop putih panjang 1 ktk 35.000 35.000
* Spidol Snowmen Kecil 1 dos 75.000 75.000
* Kertas Flipchart 24 lbr 3.000 72.000
* Double Tape 2 rol 5.000 10.000
* Penjepit Kertas Besar 1 ktk 35.000 35.000
* Kertas HVS 2 rim 72.000 144.000
Belanja Penggandaan
* Foto Copy Materi 5 lbr
x 75 org 375 lbr 300 112.500
Belanja bahan
Dokumen dan
Dekorasi
* Spanduk 1 bh 200.000 200.000
Belanja Makanan
dan Minuman
Pelaksanaan * Makan ;80 org x 1 kl x 2
Kegiatan hr 160 ktk 28.000 4.480.000
* Snack ; 80 org x 1 kl x
2 hr 160 ktk 13.000 2.080.000
Transport Peserta Kegiatan
* Peserta Puskesmas : 75
org x 2 hr 150 OH 50.000 7.500.000

Jumlah 17.383.500
BAB XII
KEPANITIAAN

Adapun susunan kepanitiaan adalah :

Ketua : KEPALA PUSKESMAS PAGAR JATI


Sekretaris : KTU PUSKESMAS PAGAR JATI
Bendahara : BENDAHARA BOK
Anggota : PETUGAS GIZI
PROMOSI KESEHATAN
BIDAN DESA
LAMPIRAN

MATERI PELATIHAN

1. DEFINISI POSYANDU

(Posyandu) Pos pelayanan terpadu merupakan wadah titik temu antara pelayanan
profesional dari petugaskesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi
masalah kesehatanmasyarakat, terutama dalam upaya penurunan angka kematian
bayi dan angkakelahiran.
Posyandu merupakan wadah untuk mendapatkan pelayanan dasar
terutamadalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh
masyarakat,penyelenggaraanya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatih dibidang
kesehatan danKB, dimana anggotanya berasal dari PKK, tokoh masyarakat dan
pemudi.
Penyelenggaraan Posyandu Posyandu dapat dikembangkan dari pospenimbangan,
pos imunisasi, pos KB desa, pos kesehatan ataupun pembentukan yangbaru. Satu
posyandu sebaiknya melayani seratus (100) balita/700 penduduk.

2. TUJUAN POSYANDU

a. Menurunakna angka kematian bayi (akb), angka kematian ibu hamil, melahirkan
dan nifas
b. Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dan KB yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat dan
sejahtera
c. Berfungsi sebagai wahana gerakan ketahanan keluarga
d. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu

3. MANFAAT POSYANDU

a. Memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak


b. Pelayanan keluarga berencana
c. Pelayanan imunisasi
d. Peningkatan gizi
e. Penanggulangan diare
4. SISTEM PELAYANAN POSYANDU

Penyelenggaraan dilakukan dengan “pola lima meja”sebagaimana diuraikan


antara lain:
 Meja 1 Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui;
 Meja 2 Penimbangan dan pengukuran balita;
 Meja 3 Pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran;
 Meja4 Penyuluhan dan Pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu
menyusui; dan
 Meja 5 Pelayanan kesehatan, KB dan Imunisasi.

5. Langkah- langkah penggunaan alat antropometri

 Langkah - langkah penggunaan Microtoa


1. Tempelkan microtoa dengan paku pada dinding yang lurus dan datar
setinggi 2 meter
2. Lepaskan sepatu atau sendal
3. Responden harus berdiri tegak, seperti sikap sempurna (kaki lurus, tumit,
pantat, punggung dan kepala bagian belakang harus menempel pada
dinding dan pandangan ke depan)
4. Turunkan microtoa sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku harus
lurus menempel pada dinding
5. Baca angka skala yang nampak pada lubang dalam gulungan microtoa.
 Langkah - langkah penggunaan timbangan berat badan
1. Letakkan alat timbangan berat badan di tempat yang datar
2. Sebelum melakukan penimbangan, hendaknya timbangan digital/ jarum
dikalibrasi terlebih dahulu menggunakan berat standar. Jika hasilnya
sesuai maka alat timbangan dapat digunakan.
3. Setelah alat siap minta responden untuk melepas alas kaki, topi, benda
yang ada di kantong baju ataupun celana
4. Lalu aktifkan alat timbangan sampai menunjukkan angka nol
5. Selanjutnya persilahkan responden untuk naik ke alat timbangan dan
pandangan lurus
6. Setelah itu baca hasil penimbangan.
 Langkah-Langkah Penggunaan Dacin

Kader menimbang berat badan balita menggunakan dacin sesuai dengan langkah-
langkah penimbangan berikut:

1) Gunakan tempat yang kokoh seperti penyangga kaki tiga/pelana rumah/kosen


pintu/dahan pohon yang kuat.
2) Gantungkan dacin dan atur posisi angka padabatang dacin sejajar dengan
mata penimbang.
3) Pastikan kekuatan gantunganya dengan menarik batang dacin kearah bawah
4) Pasang sarung timbang/celana timbang/kotak timbang yang kosong pada
dacin
5) Seimbangkan dacin yang telah dibebani dengan sarung timbang /celana
timbang /kotak timbang dengan memberikan kantung plastik yang berisi
pasir/batu diujung batang dacin sampai kedua jarum tegak lurus
6) Pastikan balita menggunakan pakaian yang seringan mungkin dengan,
melepas alas kaki, topi, selimut, pempres, dll
7) Masukkan balita kedalam sarung yang telah disiapkan
8) Geser bandul sampai jarum tegak lurus
9) Pegang ujung batang dacin agar tidak bergerak dan baca berat badan balita
dengan melihat angka yang ada diujung bandul geser
10) Catat hasil penimbangan dengan benar dikertas, buku bantu dalam kg dan ons
11) Kembalikan bandul keangka nol dan keluarkan balita dari sarung timbang.

6. Langka-langkah pengisian KMS

 Langkah- langkah pengisian KMS


1. Memilih KMS sesuai jenis kelamin 9 biru untuk laki-laki dan pink untuk anak
perempuan)
2. Mengisi identitas anak dan orang tua pada halaman muka KMS
3. Mengisi bulan lahir dan bulan penimbangan anak
4. Membuat lambang T kalau hasil berat badan tidak naik dan membuat
lambang T2 untuk berat badan tidak naik 2 kali, dan memberikan lambang
N untuk berat badan naik
5. Meletakkan titik berat badan dan membuat garis pertumbuhan anak
6. Mencatat setiap kejadian yang dialami anak
7. Menentukan status pertumbuhan anak
8. Mengisi catatan pemberian imunisasi bayi
9. Mengisi catatan pemberian kapsul vit A
10. Isi kolom pemberian ASI Eksklusif
KUESIONER UNTUK KADER

Petunjuk Pengisian.
1. Jawablah pertanyaan yang ada pada kuesioner ini secara lengkap dan dengan
sejujurnya.
2. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut pendapat anda benar.
3. Untuk menjaga keaslian jawaban,tidak diperkenankan untuk bertanya kepada
oranglain.
4. Atas kerja sama yang diberikan, saya ucapkan terimakasih.

Karakteristik Responden
1. Nama Responden : ....................................................
2. Alamat Responden : ....................................................
3. Umur : ....................................................
4. Jenis Kelamin : a. Laki – lakib. Perempuan
5. Pendidikan : a. Tidak Sekolah
b. Tamat SD
c. Tamat SMP
d. Tamat SMA
e. Tamat Perguruan Tinggi
6. Status Perkawinan : a. Kawinb. Tidak Kawin
7. Status Pekerjaan : a. Bekerjab. Tidak Bekerja

I. Pengetahuan Kader Tentang Posyandu


1. Apakah kepanjangan dari posyandu ?
a. Pos Pelayan Terpadu
b. Pos Pelayan Ibu
c. Pos Pelayanan Terpadu
d. Pusat Pelayanan Ibu

2. Sebutkan urutan tahap – tahap pelaksanaan kegiatan di posyandu ?


a. Pendaftaran – Pencatatan – Penyuluhan – Penimbangan – Pelayanan
Kesehatandan KB
b. Pendaftaran – Pencatatan – Penimbangan – Penyuluhan – Pelayanan
Kesehatandan KB
c. Pendaftaran – Penimbangan – Penyuluhan – Pencatatan – Pelayanan
Kesehatandan KB
d. Pendaftaran – Penimbangan – Pencatatan – Penyuluhan – Pelayanan
Kesehatandan KB

3. Siapakah sasaran di dalam kegiatan posyandu ?


a. Balita
b. Ibu Hamil
c. PUS/ WUS
d. Balita, ibu hamil dan PUS/ WUS.

4. Kegiatan apakah yang dilakukan pada meja no. 3 dalam kegiatan posyandu ?
a. Pencatatan.
b. Pendaftaran
c. Penimbangan.
d. Penyuluhan.

5. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada meja nomor berapa ?


a. Meja 5.
b. Meja 4.
c. Meja 3.
d. Meja 2.

6. Dalam 1 tahun, minimal berapa kali dilakukan kegiatan diposyandu ?


a. 9 kali.
b. 8 kali.
c. 7 kali.
d. 6 kali.

7. Apakah kepanjangan dari BGM ?


a. Bayi Garis Merah.
b. Baduta Garis Merah.
c. Bawah Garis Merah.
d. Balita Garis Merah

8. Apakah yang dimaksud dengan istilah 2T pada KMS ?


a. Balita tidak naik 2 bulan berturut – turut.
b. Balita 2 tahun.
c. Balita tetap berat badan.
d. Balita turun berat badan.