Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan

Jika diruntut dari jejak sejarah bangsa indonesia maka perlu diketahui bahwasannya negara ini
tidak merdeka hanya dengan keringat, tetapi dengan tetesan darah para pejuang yang dengan rela
berkorban tanpa pamrih. Maka dari itu perlu dikuatkan rasa cinta tanah air utamanya dengan rasa
senasib seperjuangan sebagaimana memperjuangkan kemerdekaan yang tidak dapat dicapai
dengan mudah.
Dengan banyaknya dinamika kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, maka tidak akan bisa
lepas dengan permasalahan yang pelik dan rumit, mulai dari permasalahan yang bersifat
individual hingga yang melibatkan banyak orang, utamanya masyarakat suatu negara. Besarnya
arus dari luar yang ingin menggoyahkan identitas bangsa ini, mau tidak mau semua harus
berpartisipasi untuk menghadapi segala permasaahan tersebut.Tak hanya pengaruh pengaruh dari
negara luar, tetapi pada era globalisasi dengan semakin majunya teknologi lambat laun terus
menggerus identitas bangsa, yang mana ini juga mengancam bangsa indonesia jika tidak bisa
memanfaatkan kemajuan menjadi kekuatan nasional.
Perkembangan nasionalisme perlu terus dilakukan agar kualitas sumberdaya bangsa bisa
mumpuni dalam menghadapi ancaman ancaman yang ada. Perkembangan nasionalisme juga
bisa dimaknai sebagai pertumbuhan industrialisasi, urbanisasi, pembangunan nasional dan
modernisasi suatu bangsa, dan seharusnya itu semua juga akan selaras dengan semakin majunya
perekonomian. Namun seringkali yang terjadi berbeda dengan apa yang diharapkan
perkembangan nasionalisme tersebut seringkali menciptakan ketimpangan sosial, etnosentrisme,
ketidak merataan pembangunan, dan semuanya itu bisa disebut dengan ketidak adilan, hal ini
bertolak belakang dengan makna nasionalisme yakni berfungsi dalam menjaga dan
mempertahankan kelangsungan hidup bangsa agar selaras,serasi, dan serasi pada semua tataran
masyarakat.Fenomena tersebut merupakan ketidak cocokan antara tujuan dan hasil yang
diinginkan, seharusnya perkembangan nasionalisme dapat meminimalisir dampak negatif dari
penmbangunan nasional.
Nasionalisme jika dipandang dari perspektif ikatan budaya akan menghasilkan sikap, dan
perilaku bangsa indonesia yang terarah pada keteguhan kekokohan, persatuan, dan kesatuan
bangsa. Keragaman suku, ras, dan antar golongan (SARA) yang ada di indonesia, tidak menjadi
sebuah masalah jika rasa nasionalisme muncul dalam masyarakat indonesia sesuai semboyan
“Bhineka Tunggal Ika”, bahkan hal ini menciptakan identitas khusus yang berbeda dengan
negara lain.
Pertumbuhan nasional dapat dipahami melalui 4 cultural focus (titik berat pembangunan), yaitu:
1. Periode sebelum kemerdekan, dimana nasionalisme dipahamai dala 3 hal pokok
a. Alat pemersatu
b. Budaya bangsa sebagai pembangun kesadaran dan pembentuk solidaritas
c. Sebagai identitas bangsa
2. Periode presiden soekarno, nasionalisme diarahkan pada”nation and character building”
yang menanamkan sikap anti kolonialisme dan imperialisme
3. Periode presiden soeharto, nasionalisme diarahkan pada pembangunan ekonomi yang
membuka peran asing sebagai pemodal dalam pembangunan indonesia
4. Periode pasca reformasi, nasionalisme diarahkan pada otonomi daerah yang berdampak
pada munculnya banyak gesekan antar daerah, dan mengusik keberagaman
Konsep identitas
Didalam kehidupan masyarakat banyak sekali ditemukan fragmentasi sosial atau pembagian
kelompok sosial, baik berdasarkan gender, ekonomi, kekuasaan, wilayah, pangkat dan lain
sebagainya. pembagian kelompok tersebut akan menciptakan makna pada anggotanya dan itulah
yang disebut dengan identitas. identitas yang melekat pada anggota kelompok tersebu seringkali
digunakan diluar sebagai identitas pribadi. Kondisi ini akan memunculkan sikap yang
membedakan dirinya dengan orang lain yang tidak memiliki identitas yang sama dengannya dan
menyebabkan keterpisahan.
Pengertian identitas nasional sendiri adalah nilai nilai dari suatu budaya yang tumbuh dan
berkembang serta dijadikan bagian dari nliai dasar kehidupan bangsa dengan ciri khasnya yang
unik. Menurut Dean A Mix dan Sandra M Hawley Identitas Nasional adalah suatu bangsa yang
mempunyai bangunan politik seperti ketentuan-ketentuan perbatasan teritorial pemerintah yang
sah, pengakuan bangsa lain, dan sebagainya. dari dua pengertian tersebut maka identitas suatu
bangsa dapat berfungsi sebagai:
1. Alat pemersatu bangsa
2. Pembeda dengan bangsa lain
3. Landasan negara
4. Tujuan bersama