Anda di halaman 1dari 2

BAB I

DEFINISI

A. PELAYANAN YANG BERISIKO TINGGI

Pelayanan yang berisiko tinggi merupakan pelayanan yang memerlukan peralatan yang
kompleks untuk mengobati penyakit yang mengancam jiwa, risiko bahaya pengobatan, potensi yang
membahayakan pasien atau efek toksik dari obat berisiko tinggi. Rumah Sakit pemberi pelaynan bagi
berbagai variasi kebutuhan pelayanan kesehatan. Beberapa pasien ynag digolongkan risiko-tinggi
karena umur, kondisi atau kebutuhan yang bersifat kritis. Anak dan lanjut usia umumnya dimasukkan
dalam kelompok ini karena mereka sering tidak dapat menyampaikan pendapatnya, tidak mengerti
proses asuhan dan tidak dapat ikut memberi keputusan tentang asuhannya. Demikian pula, pasien
yang ketakutan, bingung atau koma tidak mampu memahami proses asuhan bila asuhan harus
diberikan secara cepat dan efisien. Rumah sakit juga menyediakan berbagai variasi pelayanan,
sebagian termasukyang berisiko tinggi karena memerlukanperalatan yang kompleks, yang diperlukan
untuk pengobatan penyakit yang mengancam jiwa (pasien dialisis), sifat pengobatan (penggunaan
darah atau produk darah), potensi yang membahayakan pasien atau efek toksik dari obat berisiko
tinggi (misalnya kemoterapi)

B. EARLY WARNING SYSTEM (EWS)

Early Warning System (EWS) adalah system peringatan dini yang dapat diartikan sebagai
rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari deteksi awal, dan pengambilan keputusan
selanjutnya. Deteksi dini merupakan gambaran dan isyarat terjadinya gangguan fungsi tubuh yang
buruk dan ketidakstabilan fisik pasien sehingga dapat menjadi kode dan atau mempersiapkan
kejadian buruk dan meminimalkan dampaknya, penilaian untuk mengukur peringatan dini ini
menggunakan Early Warning Score.

a. National Early Warning Score (NEWS) adalah sebuah pendekatan sistematik ynag menggunakan
skoring untuk mengidentifikasi perubahan kondisi seseorang sekaligus menentukan langkah
selanjutnya yang harus dikerjakan. Penilaian ini dilakukan pada orang dewasa (berusia lebih dari
16 tahun), tidak untuk anak-anak dan ibu hamil. Sistem ini dikembangkan oleh Royal College of
Physicians, the Royal College of Nursing, the National Outreach Forum dan NHS Training for
Innovation, London tahun 2012. Sistem skoring NEWS menggunakan pengkajian 7 (tujuh)
parameter fisiologis, yaitu tekanan darah sistolik, nadi, suhu, saturasi oksigen, kebutuhan alat
bantu O2 dan status kesadaran untuk mendeteksi terjadinya perburukan / kegawatan kondisi pasien
yang tujuannya adalah mencegah hilangnya nyawa seseorang dan mengurangi dampak yang lebih
parah dari sebelumnya.

b. Pediatric Early Warning Score (PEWS) adalah penggunaan skor peringatan dini dan penerapan
perubahan kompleks yang diperlukan untuk pengenalan dini terhadap pasien anak di rumah sakit.
Sistem skoring PEWS menggunakan pengkajian 10 (sepuluh) parameter fisiologis, yaitu : warna
kulit, upaya respirasi, penggunaan alat bantu O2, denyut jantung, waktu pengisian capillary refill,
tekanan darah sistolik, tingkat kesadaran, suhu dan kesadaran untuk mendeteksi terjadinya
perburukan / kegawatan kondisi pasien yang tujuannya adalah mencegah hilangnya nyawa
seseorang dan mengurangi dampak yang lebih parah dari sebelumnya.

C. RESUSITASI

D. PASIEN KOMA DAN PASIEN DENGAN VENTILATOR

E. PENYAKIT MENULAR

F. PENYAKIT IMUNOSUPPRESED

G. DIALISIS

H. RESTRAIN

I. PELAYANAN PASIEN USIA LANJUT, PASIEN YANG CACAT, PASIEN ANAK DAN
POPULASI PASIEN DENGAN RISIKO DISIKSA DAN RISIKO TINGGI LAINNYA