Anda di halaman 1dari 3

ARTI SEBUAH TOLERANSI

Pada pagi hari saat rosi dan nurin sedang melaksanakan piket harian kemudian datang
seorang anak yang bernama yuli,yuli datang melihat temannya sedang mengerjakan piket dia
mencacinya.yuli adalah anak yang beragama non muslim dan dia dari keluarga yang
kecukupan,tetapi dia sudah ditinggal pergi oleh Ayahnya.
Nurin : “Sudah jam segini ko belum pada dateng”
Rosi : “Mungkin mereka sedang dalam perjalanan,lebih baik kita selesaikan lebih cepat biar
teman2 datang sudah bersih.
Nurin : “Baik Ros”
Kemudian datang Yuli kedalam kelas
Yuli : “Kasihan banget sih kalian bersih2 kelas.”
Nurin : “Ini kan sudah kewajiban kita untuk menjalankan piket harian.”
Yuli : “Dari pada nanggapin kalian lebih baik aku duduk nunggu bel masuk.”
Setelah Yuli mencaci temannya dia menuju ke kursinya saat menuju kursi yuli terpeleset
,kemudian Rosi pun menghampiri yuli
Rosi : “Makanya yul kalo jalan hati2 biar nggak terpeleset, sini saya bantu.”(sambil
menjulurkan tangannya)
Yuli : “Nggak usah aku nggak butuh pertolongan dari kamu.”
Nurin : “Yul seharusnya kami terima kasih sama Rosi yang sudah mau bantu kamu bukan malah
kamu marahin.”
Rosi : “Sudahlah Rin, biarin yuli duduk jangan kamu marahin.”
Nurin : “Tapi kan Yuli nggak tau terima kasih”
Rosi : “Sudahlah mending kita nyelesaikan piketnya sebelum teman2 datang.”
Kemudian teman2 mulai berdatangan.setelah semua siswa masuk kelas bel masuk pun
berbunyi,dan bu rini pun datang untuk mengajar.”
Bu rini : “Selamat pagi anak2.”
Semua siswa : “Selamat pagi bu.”
Bu rini : “ Ada PR atau tidak anak2?”
Semua siswa : “ Ada Bu.”
Bu rini : “Sekarang PR kalian kumpulkan kedepan.”
Ternyata yuli tidak membawa bukunya,dan akhirnya rosi meminjamkan bukunya kepada yuli
untuk dikumpulkan kedepan dengan nama yuli.
Yuli : “Buku ku mana.”(sambil mencari didalam tasnya) saya lupa nggak bawa.”
Rosi : “Yul kamu kenapa? Kamu buku kamu ketinggalan,kamu pakai bukuku saja.”(sambil
menggasihkan bukunya)
Ahriyah : “ Ros ngapain buku kamu dikasiin ke yuli nanti kamudimarahi bu guru.”
Pawit : “Benar kata ahriyah nanti kamu dimarahi bu guru karena nggak bawa buku.”
Rosi : “Tidak apa2 teman tenang saja teman.”
Kemudian yuli menerima dengan menyerebot buku milik rosi. kemudian diganti dengan
namanya dia maju untuk menggumpulkan tugasnya.
Bu rini : “anak2 siapa yang belum menggumpulkan PR,ini kurang satu buku.”
Kemudian rosi tunjuk tangan karena bukunya telah dipinjamkan ke yuli,kemudian karena rosi
tidak membawa buku dia di perintah buguru untuk membawa buku teman2 keruang
guru,sementara yang lainnya pulang karena sekolah ada acara dan siswanya dipulangkan lebih
awal. Dengan segera yuli keluar kelas setelah dibubardarkan oleh ibu guru,dia berniat ingi pergi
kesupermarket.

Yuli : “Mumpung pulang awal lebih baik aku pergi kesupermarket”(bisiknya didalam hati)
Kemudian yuli pergi menuju supermarket,beberapa lama kemudian rosi pun pulang saat dijalan
rosi melihat yuli yang baru kecopetan dan rosi melihatnya,kemudian rosi menolong yuli untuk
mengejar pencopetnya. Rosi pun berhasil untuk menangkap pencopetnya dan megambil tas milik
yuli.
Rosi : “Ini Yul tas kamu,lain kali kalau kami jalan disini hati2.”
Yuli : “Dah tahu, nggak usah kamu bilangin.”
Rosi : “Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu yul.”
Yuli : “ Ya silahkan memang aku pikirin,aku juga nggak minta tolong kamu.”

Kemudian rosi pun pulang dan yuli menuju kesupermarkat.beberaa jam kemudian rosi tiba di
rumahnya dan yuli pun sudah selesai berbelanja.pada saat yuli pulang di sedang jalan tiba2
melaju mobil dengan kecepatan cepat yang kemudian menabraknya dan kemudian yuli dilarikan
kerumah sakit, ditempat kejadian terdapat nurin yang tidak sengaja lewat,kemudian nurin
menghubungi rosi menggabarkan bahwa yuli kecelakaan dan dibawa kerumah sakit. Nurin juga
menghubungi orang tua dari Yuli .

Nurin : “Assalamualaikum Ros.”


Rosi : Waalaikumsalam ada apa Rin”
Nurin : “Yuli kecelakaan didepan supermarket dan sekarang sudah dibawa kerumah sakit dekat
rumahnya.”
Rosi : “Ya terimakasih Rin atas infonya”
Nurin : “Ya sama2,aku juga mau menghubungi ibunya Yuli.”
Rosi : “Ya sudah buruan.”
Setelah mendengar berita tu rosi pun langsung pergi kerumah sakit untuk menjenguk yuli, disana
sudah ada nuri dan ibunya yuli.
Rosi : “Rin bagaimana keadaan yuli.”
Nurin : “ Yuli didalam sedang ditangani dokter.”
Sambil menunggu dokter keluar dari kamar, rosi melihat ibunya yuli sedang menangis dan dia
mendekatinya.
Rosi : “Sabar Bu, Yuli pasti sembuh yuli itu anak yang kuat.”
Bu sovi : “Makasihnya de kalian sudah perhatian sama yuli.”
Rosi : “Memang kita harus berteman baik dengan siapapun dan memang sebagai teman harus
saling berbagi dalam duka maupun duka.”
Kemudian dokter pu keluar dan menjelaskan bahwa yuli sangat kehabisan darah banyak
Bu doktrer : “Kalian keluarga dari pasien.”
Bu sovi : “ Iya saya ibunya bagaimana keadaannya anak saya dok?”
Bu dokter : “ Anak ibu sangat banyak mengeluarkan darah dan sekarang pasien sedang
memerlukan bamyak darah,gol darah anak ibu apa”
Bu sovi : “Golongan darah anak saya adalah AB.”
Bu dokter : “Tapi di rumah sakit saat ini go darah AB sedang kehabisan stok,apakah golongan
darah ibu sama dengan anak ibu.”
Bu sovi : “Tidak dok,gol darah saya B.lalu bagaimana dengan anak saya.”
Rosi : “Jangan khawatir bu saya mempunyai golongan darah AB,saya mau mendonorkan
darah saya untuk kesembuhan yuli.”
Bu sovi : “Terimakasih nak.”
Bu dokter: “Mari nak kita menuju keruang tranfusi.”
Tranfusi darah pun berjalan lancar dan beberapa saat setelah itu yuli pun sadar dan menyuruh
pulan Rosi dan Nurin.
Yuli : “Ngapain kalian disini,sana pulang.”
Bu sovi : “Yul, kamu jangan seperti itu,teman kamu ini yng telah menolong kamu dengan
mentranfusikan darahhya.”
Rosi : “Tidak apa2 Bu kalau Yuli mau saya pulang saya akan pulang.”
Bu sovi : “Maafin Yuli ya nak atas ucapannya.”
Rosi : “Saya sudah maafin ko bu jangan khawatir,kalau gitu saya permisi dulu.”
Setelah rosi izin pulang tiba2yuli memegang tangan rosi dan dia minta maaf
Yuli : “ Rosi jangan pulang,aku minta maaf telah banyak menyakiti kamu tetapi kamu tetap
mau menolongku aku sangat bersalah kepada kamu.”
Rosi : “ Janganlah begitu kita kan tema kan memang sebagai teman kita saling membantu
teman kit selama kita mampu tanpa memandang agama,suku atau budaya.
Yuli : “ Terimakasih ros kamu mau jadi temanku walaupun aku sudah banyak menyakitimu.
Rosi : “Aku juga suka berteman sama kamu.”
Yuli : “Nurin maafin aku juga ya.”
Nurin : “Iya Yul aku sudah maafin kamu.”
Kemudian merekapun menjadi teman yang baik dan saling menyayangi satu sama lain dan selau
bersama dalam suka maupun duka.