Anda di halaman 1dari 5

LATIHAN SOAL EKONOMI MAKRO LANJUTAN (13 Juli 2019), Ibu Dr.

Restiatun

1. Gunakan kurva Keynesian untuk memprediksi dampaknya pada PDB ekuilibrium dari adanya
pengeluaran pemerintah dan pajak.

a. Peningkatan pengeluaran pemerintah.

expenditure
Y =PE = C+ I + G

Y2 = C2+I2+G2

Y1 = C1+I1+G1
ΔG

PE2

PE1
ΔY

O Y1 Y2 Y (output)

Dengan adanya penambahan pengeluaran pemerintah sebesar ΔG maka


pendapatan nasional akan naik dari Y1 ke Y2

b. Akibat Peningkatan pajak

expenditur
e
Y =PE = C+ I + G

Y1 = C1+MPC(Y)+I1+G1

MPC (Y-T) Y2 = (C2+MPC(Y-


T)+I2+G2
PE1

PE2
O Y2 Y1 Y
(output)
Pengaruh peningkatan pajak akan menaikan harga dan mengurangi
konsumsi sebesar MPC sehingga keseimbangan akan bergeser ke kiri, jumlah
LATIHAN SOAL EKONOMI MAKRO LANJUTAN (13 Juli 2019), Ibu Dr. Restiatun

kuantitas yang diminta akan berkurang, dan akibatnya GPD (Y) menurun dari
Y1 ke Y2.

c. Peningkatan yang sama besarnya pengeluaran pemerintahan dan pajak.

expenditure

Y =PE = C+ I + G

Y = C+MPC(Y-
T)+I+G+ΔG

MPC Y = (C+MPC(Y-T)+I+G
(Y-T)
ΔG
PE1

PE2

O Y2 Y1 Y
(output)

2. Dalam grafik Keynesian, asumsikan bahwa fungsi konsumsi diberikan oleh

C = 200 + 0,75 (Y - T).


Investasi yang direncanakan adalah 100; pengeluaran pemerintah pemerintah dan
pajak keduanya 100.

a. Gambarkan grafik pengeluaran yang direncanakan sebagai fungsi dari pendapatan.


LATIHAN SOAL EKONOMI MAKRO LANJUTAN (13 Juli 2019), Ibu Dr. Restiatun

expenditure Actual Expenditure


Y =E
Planned Expenditure
C = 200+0,75Y

E
1300

200

100 I = G = 100

O 1300 Y (income,output)

b. Berapa tingkat pendapatan ekuilibrium ?

Jawab :
Keseimbangan :
Y=C+I+G
C = 200 + 0,75Y
I = 100 ; G = 100 ; T = 100
Y = 200 + 0,75(Y-T) + 100 + 100
Y = 200 + 0,75Y- 0,75(100) + 100 + 100
Y = 200+0,75Y-75+100+100
Y – 0,75 Y = 200-75+200
0,25Y = 325
325
Y = 0,25
Y = 1300

Tingkat keseimbangan pendapatan nasional pada titik koordinat E(1300:1300).

c. Jika pembelian pemerintah meningkat menjadi 125, berapa penghasilan


ekuilibrium baru ?

Jawab :
Y=C+I+G
C = 200+0,73Yd
I = 100 ; G = 100 ; T = 100
Y = 200 + 0,75(Y-T) + 100 + 100
LATIHAN SOAL EKONOMI MAKRO LANJUTAN (13 Juli 2019), Ibu Dr. Restiatun

Y = 200 + 0,75Y-0,75(100) + 100 + 125


Y = 200+0,75Y-75+100+125
Y – 0,75 Y = 200-75+250
350
0,25Y = 350  Y = 0,25
Y = 1.400
Jadi tingkat keseimbangan pendapatan nasional yang baru adalah pada titik
koordinat E(1400 : 1400).

d. Berapa tingkat pembelian pemerintah yang dibutuhkan untuk mencapai


penghasilan 1.600 ?

C + I + G = 1600
Y = 1600
Y = 200 + 0,75Y-0,75(100) + 100 + G
Y – G = 200 -0,75(100) + 100
Y – G – 0,75Y = 200 -0,75(100) + 100
0,25Y– G = 200 - 75 + 100
0,25(1600) – G = 200 – 75 + 100
400 – G = 225
G = 400 – 225
G = 175

3. Walaupun pajak ditetapkan oleh pemerintah, namun pada dasarnya besar kecilnya pajak
adalah tergantung pada pendapatan.

a. Bagaimana pajak merespon pola konsumsi dan dampaknya terhadap PDB ?

Pajak akan berpengaruh dan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat sebesar


MPC x besarnya pajak
Jawab :
Dalam keseimbangan keynesian : Y = C + I + G , dimana C = a + b(Yd) ; dengan
adanya pajak maka fungsi konsumsi berubah menjadi : Y = a + b(Y-T) + I + G. Dengan
demikian maka konsumsi akan rendah dan akibatnya PDB juga akan rendah.

b. Dalam sumbu keyesian bagaimana pajak mengubah pengganda pengeluaran


pemerintah ?

c. Dalam model IS-LM bagaimana pajak mengubah kemirinangan kurva IS ?


LATIHAN SOAL EKONOMI MAKRO LANJUTAN (13 Juli 2019), Ibu Dr. Restiatun

4. Dampak kenaikan dalam sikap hemat dalam perpotongan keynesian (kurva keseimbangan).
Anggaplah fungsi konsumsi adalah :

C = a + c (Y-T), dimana a adalah parameter autonomous consumtions dan c adalah


kecenderungan megkonsumsi marginal (MPC).

a. Apa yang terjadi pada pendapatan keseimbangan ketika masyarakat menjadi lebih
hemat, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan dalam C ?

Jawab :
Akibat adanya penghematan berkonsumsi masyarakat maka perekonomian akan
melambat, ditandai dengan kecondongan kurva konsumsi (c) atau marginak prosperity
to consume (MPC) yang kecil sehingga kurva konsumsi akan menjadi landai yang
mengakibatkan pendapatan nasional (keseimbangan) akan lambat naiknya.

b. Apa yang terjadi pada tabungan keseimbangan?

Jawab :
Pada saat yang sama tabungan keseimbagan akan meningkat sebesar (1-MPC).

c. Mengapa Anda menganggap hasil ini disebut paradoks sikap hemat

Paradoks sikap hemat adalah tindakan penghematan pengeluaran yang dilakukan


dengan sengaja karena dianggap tindakan yang baik, padahal dalam jangka panjang
hal ini akan mematikan dan menghancurkan perekonomian. Karena secara makro
menurut dalil keseimbangan perekonomian Keynesian konsumsi merupakan faktor
utama pendapatan nasional, baik dalam sistem perekonomian dua sektor, tiga sektor
dan 4 sektor, yakni Y = C+I+G+(X-M).