Anda di halaman 1dari 7

Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan

Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan


Kelengkapannya

KEGIATAN BELAJAR 1
PERBAIKAN KERUSAKAN TRANSMISI
MANUAL DAN KELENGKAPANNYA

A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :


1. Menerangkan Konstruksi dan cara kerja Transmisi Manual
dengan benar.
2. Menerangkan Konstruksi dan cara kerja Pemindah Gigi
Transmisi Manual dengan benar.

B. MATERI PEMBELAJARAN

I. KONSTRUKSI DAN CARA KERJA TRANSMISI MANUAL


1. Kontruksi Transmisi Manual
Transmisi adalah suatu bagian dari sistem pemindah daya
yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin dengan
perantaraan roda gigi ke roda penggerak.

Gambar 1. Transmisi Manual


Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan
Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan
Kelengkapannya

Susunan roda gigi pada transmisi dibuat bermacam-


macam yang disesuaikan dengan kecepatan dan momen
yang diperlukan kendaraan. Besar kecilnya momen pada
roda belakang tergantung dari transmisi yang digunakan.
Dibawah ini dijelaskan bagaimana momen dapat
diperbesar.
Pada gambar 2 terlihat dua buah roda gigi yang saling
berkaitan dimana roda gigi kecil memindahkan tenaganya
pada roda gigi yang besar.
Besarnya tenaga yang dipindahkan adalah 200 kg pada
titik perkaitan kedua roda gigi. Karena jarak antara kedua
drive shaft ke perkaitan roda gigi mempunyai jarak yang
berbeda maka momen yang dihasilkan sebesar 800 m/kg.
Hal ini disebabkan jarak drive shaft ke titik perkaitan ke
dua roda gigi tersebut mempunyai jarak yang berbeda.

Gambar 2. Prinsip penambah momen pada roda gigi

Transmisi manual yang dipakai pada kendaraan akan


tergantung dari rancangan pemakaian tingkat kecepatan
Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan
Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan
Kelengkapannya

yang biasanya dilengkapi dengan tiga sampai lima tingkat


kecepatan.
Transmisi manual yang digunakan pada mobil-mobil dapat
digolongkan sebagai berikut :
1. sliding mesh type
2. constant mesh type
3. synchronmesh type

(1) Output sfat


(2) Low & reverse sliding gear
(3) Second sliding gear
(4) Clutch
(5) Input shaft
(6) Clucth gear
(7) Countershaft drive gear
(8) Countershaft
(9) Low speed gear
(10) Second gear
(11) Reverse gear
(12) Reverse idler gear
(13) Gear shift fork

Gambar 3. Konstruksi sliding mesh type

Gigi kopling
Gigi tiga

Poros Poros input


input

Counter shaft
Perkaitan yang tetap

Gambar 4. Konstruksi constant mesh type


Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan
Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan
Kelengkapannya

Gambar 5. Konstruksi synchronmesh type

2. Cara Kerja Transmisi Manual


2.1 Sliding mesh type
Seperti terlihat pada gambar dibawah ini memperlihatkan
konstruksi model sliding mesh type tingkat untuk maju dan
satu tingkat untuk mundur. Bila garpu pengatur gigi
transmisi (gear shift fork) digerakkan ke muka ke arah 1,
sliding gear (2) yang terpasang pada output shaft (1)
tertarik ke depan agar berkaitan dengan low speed gear
(9) pada counter shaft (8) menimbulkan perputaran input
shaft yang dipindahkan dengan urutan (6) (9) (2)
untuk memutarkan output shaft. Pengaturan gigi ini adalah
salah satu yang menghasilkan kecepatan yang terendah
dari input shaft dan transmisi dapat dikatakan “low” (gigi
pertama).
Bila garpu pengatur gigi digerakkan ke arah 2, sliding gear
(2) dan low speed gear (9) tidak berkaitan dengan second
sliding gear (3) didorong kebelakang agar berkaitan
dengan second speed gear (10).
Perputaran input shaft dipindahkan dengan urutan (6)
(10) (3) untuk memutarkan output shaft. Dalam
keadaan posisi seperti ini disebut “kedua” (kecepatan
kedua). Bila garpu pengatur gigi digerakkan ke arah 3,
second sliding gear (3) dan second gear (10) tidak
berkaitan dan clutch (4) berkaitan, dengan demikian input
Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan
Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan
Kelengkapannya

dan output shaft menjadi satu dan berputar bersamaan.


Kemudian transmisi disebut pada posisi “top” (kecepatan
ke tiga).
Bila garpu pemutar gigi (gear shift fork) digerakkan ke
arah depan R, sliding gear (2) digerakkan ke belakang
berkaitan dengan reserse idle gear (12). Perputaran input
shaft dipindahkan dalam urutan (6) (7) (11)
(12) (2) untuk memutarkan output shaft dalam arah
putaran mundur.

Gambar 6. Cara kerja sliding mesh type

2.2 Constant mesh type


Pada transmisi model constant mesh, roda gigi yang
berkaitan harus dapat bergerak pada putaran yang sama,
bila tidak gigi-gigi akan berbunyi dan tidak berkaitan
dengan mudah.
Pada model ini, gigi input shaft dan counter gear ada
dalam perkaitan yang tetap (constant mesh). Gigi ke tiga
pada output shaft dibuat dapat berputar bebas di shaft.
Pada gigi kopling (clutch gear) diberi alur-alur dan
diposisikan sedemikian rupa pada poros output sehingga
dapat digerakkan sepanjang alur untuk berkaitan dengan
ujung-ujung gigi.
Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan
Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan
Kelengkapannya

Sebagai contoh, bila kita ingin memindahkan gigi-gigi


pada kecepatan tiga, gigi kopling di dorong ke belakang
agar dapat berkaitan dengan bagian dalam gigi ketiga
pada poros output.
Kemudian momen mesin akan berpindah dalam urutan :
Input shaft counter shaft gigi ketiga pada
output shaft clutch gear output shaft.
Bila clutch gear digerakkan ke depan gigi ketiga pada
output shaft hanya akan berputar bebas tanpa
memindahkan tenaga ke roda.
Bila kita bandingkan dengan sliding mesh type, maka
constant mesh type perkaitannya lebih baik dan tidak
menimbulkan kerusakan gigi-gigi selama berkaitan sebab
diameter gigi-giginya lebih kecil dengan jumlah gigi yang
sedikit pula.

2.3 Synchronmesh type


Transmisi model synchronmesh dewasa ini banyak
digunakan pada mobil karena transmisi model
synchronmesh mempunyai banyak keuntungan untuk
memungkinkan pemindahan gigi dengan lembut dan cepat
tanpa menimbulkan bahaya pada gigi-gigi dan tidak
memerlukan pelayanan dengan kopling ganda.

 Bagian-bagian utama sinkromes

Gambar 7. Bagian-bagian sinkromes


Memperbaiki Kerusakan Chasis Perbaikan
Kerusakan Dan Pemindah Tenaga Transmisi Manual dan
Kelengkapannya