Anda di halaman 1dari 7

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

ISSN 0853 - 7291

 

PenentuanPenentuanPenentuanPenentuanPenentuan SumberSumberSumberSumberSumber SedimenSedimenSedimenSedimenSedimen DasarDasarDasarDasarDasar PerairanPerairanPerairanPerairanPerairan :::::

I.I.I.I.I. BerdasarkanBerdasarkanBerdasarkanBerdasarkanBerdasarkan AnalisisAnalisisAnalisisAnalisisAnalisis MinerologiMinerologiMinerologiMinerologiMinerologi dandandandandan KandunganKandunganKandunganKandunganKandungan KarbonatKarbonatKarbonatKarbonatKarbonat

Lachmuddin Sya’rani 1 dan Hariadi 2 *

1 JurusanPerikanan,FakultasPerikanandanIlmuKelautan,UniversitasDiponegoro,Semarang,Indonesia 2 ProgramStudiOseanografi,JurusanIlmuKelautan,FakultasPerikanandanIlmuKelautan, UniversitasDiponegoro,Semarang,Indonesia

Abstrak

Sedimentasidiperairanpantaisangatdipengaruhiolehfaktoroseanografi danaliranairsungaiyangbermuara di perairan yang bersangkutan. Dengan demikian endapan sedimen yang ada dapat bersumber dari laut maupundaridarat.Denganmempelajaritekstursedimendanmineraloginya,makadapatdiperkirakansumber sedimendimaksud.Tujuanpenelitianuntukmengetahuitekstursedimen,mineralogisedimendanpenyebaran karbonatyangselanjutnyadigunakansebagaidasaranalisispenentuansumbersedimendankondisienergi pengendapannya.Hasilpenelitianmenunjukkan bahwasedimenyangadamempunyaiukuran butirdominan pasirlanauan.Hasilanalisispetrografi menunjukkanbahwasemuasedimen mengandunggelasvolkanik yangukurandanpersentasenyasemakinbesarkearahsungai.Sedangkankandungan karbonatdalamsedimen

berkisarantara1,514%-19,225%yangtersebarsemakinbesarkearahlautlepas.Berdasarkanuraiantersebut,

maka disimpulkan bahwa sumber sedimen berupa material volkanik yang berasal dari darat, sedangkan bahankarbonatberasaldarilaut. Katakunci:sedimen,petrografi,kandungankarbonat.

Abstract

Sedimentationinthecoastalwaterswasinfluencedbyoceanographicfactorsandtheriverswhichflowingto thewaters,sothesourceofthesedimentcanbefromtheseaortherivers.Thesedimentsourcecanbe identifiedbyobservationof thesedimenttextureand mineralogy.Resultofresearchindicatethatthegrain size ofsedimentwasdominatedbysiltysand.Thepetrographyanalysisindicate thatallofsedimentcontain volcanicglasswhichsizeandcontent increasedtotheriver.Ontheotherhand,carbonatecontentinthe

sedimentwasabout1,514-19,225%whichdistributedandincreasetotheonshore.Basedonthedatacan

beconcludedthatthevolcanicsourcewasfromonlandandthecarbonatwasfromthesea.

Keywords:sediment,petrography,carbonatcontent

Pendahuluan

Sedimentasi diperairanpantai, khususnyayang didalamnyabermuarasuatusungaiakanmempunyai karakteristikyangkhasdanmempunyaiketerikatan denganprosessedimentasididaratandandiperairan

(Dyer,1990).

DiPerairanRebon-KabupatenBatangbermuara dua sungai yaitu Sungai Boyo dan Sungai Urang. Materialdasarperairaniniberupasedimenlepasyang beberapadiantaranyabersifatkarbonatan.Halinidapat dipahami, mengingat sumber sedimen dasar laut dapat berasaldaridaratyangterdiridaripecahan batuan, mineral, dan material organik yang ditransportasikan dariberbagaisumberatauberasal darilautitusendiribaikberupabutiranmineral/batuan, hasilpresipitasikimiawiataubahkandarisisa-sisabiota

(Selley,1988). Beberapa organisme mampu menghasilkan sedimen dalam bentuk pecahan- pecahancangkang ataumaterialskeletaldanberbagai macambahanorganiklainnya.Padaumumnyakalsium karbonatterakumulasididasarperairanlaut,sehingga dikategorikan sebagai sedimen biogeneus. Bahan karbonat dalam laut mempungai peranan penting

meskipunjumlahnyasedikit(Sverdrupetal,1972).

Secarateoritiskeberadaanbahankarbonatdi dalamsedimendiPerairanPantaiRebonberasaldari dua proses, yaitu pembentukan melalui deposisi organikbentiksecarainsitu atauadapenambahan karbonatdaridaratan.Untukmengetahuihalini,maka perludipertimbangkanbahwasedimentasididaerah yang bersangkutan terkait erat dengan transport sedimenyangberasaldaridaratan,transportsedimen

PenentuanSumberSedimenDasarPerairan:I.BerdasarkanAnalisisMinerologidanKandunganKarbonat(L.Sya’rani&Hariadi)

* Corresponding Author

Diterima / Received : 03-01-2006

37

c
c

Ilmu Kelautan, UNDIP

Disetujui / Accepted : 23-02-2006

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

sepanjang pantai dan sumber dari biota laut

sebagaimanadisebutkandiatas(Komar,1982).

Berkaitandenganhaltersebut,makadilakukan kajiankandunganmineralogidanbahankarbonattotal dalamsedimendidasarPerairanRebon.Keduahal tersebutdapatmembantuinterpretasisumbersedimen yang ada. Tujuan penelitian adalah mengetahui kandunganmineralogisedimensertadistribusikalsium karbonat dalamsedimendasarlaut,yangselanjutnya dijadikandasardalaminterpretasisumbersedimen yangbersangkutan.

Materi dan Metode

Kegiatanpenelitiandilakukandalamtigatahap, yaitupengumpulan dataawal berupapetatopografi

daerahSubah(LembarLPI1409-02)skala1:25.000

yangditerbitkanolehBakosortanaltahun2000 dan hasilpenelitianterdahuluyangtelahdilakukandi PerairanRebondansekitarnya.

Tahapkeduaadalahpengukurankedalamanperairan danpengambilansampelsedimendasar.Pengukuran kedalaman dilakukan menggunakan echosounder, sedangpengambilansampelsedimendilakukandengan

grabsampler.Pengambilansampeldilakukanpadatitik-

titiksamplingdengancaramembuatgrid-griddengan harapantiapstasiunpengambilandapatmewakilisatuan

luasanwilayahtertentu(Aryono,1974).Dalamkajianini

ditetapkan65titikstasiunsampling.Posisititikstasiun

pengukuran dan sampling ditentukan koordinatnya denganGlobalPositioningSystem(GPS)untukdibuat petakonturkedalaman denganperangkatlunakSurfer

8danMapinfo7.

Tahapketiga,yaituanalisalaboratoriumterhadap sampel sedimen yang meliputi analisa grain size menggunakan standard American Standart Testing Material(ASTM)dananalisasedimenhalusdengan

metodaBuchanan(1984)dalamHolmeandMcIntyre

(1984)yaitumetodapenentuandistribusiukuranbutir

denganpemipetan.Jenissedimenberdasarkanukuran

butirditetapkansesuaidenganklasifikasiASTM.

Analisisstatistikterhadapdistribusiukuranbutir dilakukanuntukkeperluaninterpertasiterhadapproses berlangsungnyasedimentasi.Penyebaranukuranbutir mencerminkan kondisi lingkungan pengendapan, yaituprosesyangberperandanmenunjukanbesarnya energipadasaatpengendapansedimenberlangsung. Parameterstatistikyangdigunakandalamanalisisini meliputi:

Rata-rata

Rata-rata dari ukuran butir (Richard,1992) mencerminkancirienergipengendapanolehair

atau angin dalam menstranport sedimen. Penyebaran frekwensi besar butir sangat tergantung pada proses lingkungan pengendapan.

Untuk mendapatkan nilai rata-rata digunakan

persamaan:

x Φ = Σƒm

n

Dimana:

X Ö : ukuranbutirrata-rata f: frekuensikisaranukuranbutirtertentu m : diameter tengah kisaran ukuran butir tertentu n: jumlahkisaranbutirtertentu

Sortasi

Sortasiataupemilahanadalahpenyebaranukuran

butirterhadapukuranbutirrata-rata(Darlan,1996).

Apabila sedimen mempunyai penyebaran ukuran butirrata-ratasempit,dikatakansortasibaik. Sebaliknya apabila sedimen mempunyai

penyebaranukranbutirterhadapukuranbutirrata-

ratanyalebar,dikatakansortasijelek.Klasifikasi

kelaspemilahanberdasarkannilaisortasinya

tercantumpadaTabel1.Sedangkannilaisortasi

dihitungberdasarkanpersamaan:

σ Φ =

Σƒ(m- x Φ ) 2

100

Dimana:

X Ö :ukuranbutirrata-rata

f :frekuensikisaranukuranbutirtertentu

m :diametertengahkisaranukuranbutirtertentu ó Ö :sortasi

Kepencengan (Skewness)

Kepencengen adalah penyimpangan distribusi

ukuran butir terhadap distribusi normalnya.

Distribusinormaladalahsuatudistribusiukuran

yang pada bagian tengah dari populasi

mempunyai jumlah ukuran butir yang paling

terbanyak,sedangkanbutiranhalusdankasar

tersebardisisi kanandankirigrafikdalamjumlah

yangsama(Darlan,1996).Apabiladistribusiukuran

butir kelebihan butiran halus, maka kepencengannya bernilaipositif.Sebaliknyabila

satudistribusiukuranbutirkelebihanpartikelkasar

makamakakepencenganbernilainegatif.Adapun

klasifikasinilaiskewnesstercantumpadaTabel2.

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

Sedangkan nilai skewness dapat dihitung berdasarkanpersamaan:

Sk Φ = Σƒ(m - x Φ ) 3

100σ Φ

3

Kurtosis

MenurutDarlan(1996),kurtosisadalahgambaran

hubungan sortasi bagian tengah dan bagian bawahdaninidapatdilihat melaluigrafikkurtosis, dengankriteria:

Runcing :kurve yang bentuk puncaknya lebih runcingdaripadacukuptumpul,nilai

kurtosisnya>3

Tumpul : Kurva yang bentuk kurvanya lebih datar dari

padacukuptumpul,nilaikutosisnya<3

Cukuptumpul:kurvanormalnilaikurtosisnya

=3.

Untuk mengetahui tingkat kurtosis dapat ditentukanberdasarkannilainyadenganklasifikasi seperti tercantum pada Tabel 3, dengan perhitunganyaberdasarkanpersamaan:

K Φ = Σƒ(m - x Φ ) 4

100σ Φ

4

Analisis kandungan karbonat total dilakukan dengan cara merendam sampel sedimen dalam HCl, sehinggakarbonatnyalarut.Selisihmassasetelah perendaman dengan sebelumnya adalah massa karbonat dalam sedimen yang dimaksud. Dengan demikian kandungan karbonat dalam sedimen merupakanprosentasemassakarbonatterhadapmasaa sedimen totalnya. Sedangkan analisis mineralogi dilakukan melalui pengamatan dengan Mikroskop

Polarisasiterhadapsayatantipis (thinsection)yaitu preparat dari sedimen yang mempunyai ketebalan 0,03 mm. Pembuatan sayatan tersebut dilakukan dengancarasedimendikeraskandandipotongsampai ketebalan 2 mm dan selanjutnya digosok dengan

corondum150atau300setelahdilekatkankekaca

gelas preparat ukuran 25 mm X 76 mm. Penyiapan preparatterakhiradalahpenipisan dengacorandum 600danditutupdengancoverglass. Identifikasijenis danbentukmineraldalamsedimendilakukandibawah

mikroskoppolarisasidenganmendasarkanpadasifat-

sifatoptismineralyangbersangkutanyangmeliputi warna,bidangbelahan,indekbias,bentuk,birefringer, sudut penggelapan, dan jumlah sumbu mineral. Sedangkan bentuk butir dan prosentase masing-

masingjenismineraldalamsedimendiidentifikasi dengan berpedoman pada chart to show roundness byKrumbein.

Hasil dan Pembahasan

Lokasipenelitianterletakpada6 0 54’01"LSdan 106 0 51’ 32,67", merupakan bagian dari wilayah perairan PantaiRebon,KecamatanSubah,Kabupaten Batang PropinsiJawaTengah.Duasungaiyangcukup besarbermuaradiperairantersebut,yaituSungaiUrang danSungaiBoyo.Hasilpengukuranbatimetriperairan tersebut disajikandalambentukpetasepertipada

Gambar1.Berdasarkanpetatersebutterlihatbahwa

gradasikedalamanperairantidakhomogen,terjadi anomali pada muara Sungai Boyo dan bekas muara SungaiUrang.Halinimengindikasikanbetapabesarnya debitsedimenyangdibawaolehkeduasungaitersebut. Hasilpengukurandebityangdidasarkanpadamorfologi sungaidandataelevasimukaairyangdipantaudengan AutomaticWaterLevelRecording(AWLR)menunjukan bahwa aliran Sungai Urang mempunyai debit maksimum 48.8391 m 3 /detik dan debit minimum 2.5990m/detik, sedang SungaiBoyo mempunyai debitmaksimum48.839m 3 /detikdandebitminimum 11.404m 3 /detik.

Hasil analisis petrografi sampel sedimen

menunjukanbahwakandunganmineraldalamsedimen sangatbervariasi,baikjenismaupunprosentasenya

sebagaimanadisajikanpadaTabel4.

Untuk memberikan gambaran sebaran nilai kandungankarbonatdalamsedimen,makadibuatpeta sebarankandungankarbonatsebagaimanatercantum

padaGambar2.Berdasarkanpetatersebutterlihat

bahwakandungankarbonatsemakinbesarkearahlaut. Nilaianomaliyangmembesardibandingsekitarnya terjadipadalekukandisekitarmuarasungai.Halini mengindikasikantelahterjadikeperangkapansedimen darisumberyangsamaakibatprosesarussepanjang pantai di daerah tersebut. Untuk mendapatkan gambaran tentang proses sedimentasi dan sumber sedimendiperairantersebut,makadilakukananalisis sifatfisik,mineralogi,dankandungankarbonatlebih lanjut dengan membandingkan tiga lingkungan

berbedasepertiGambar2.

1. Zona I, adalah daerah aliran sungai dengan karaktersedimendidominasiolehlanauberpasir dengannilaisortasisangatbaikdankepencengan sangathalus.Halinimenunjukkanbahwapada lokasitersebutdipengharuhi oleharusairyang kecepatannyarendah,sehinggadominanukuran butir halus yang mengendap. Kenampakan mikroskopisdarisayatantipissampelsedimen

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

Tabel 1. Klasifikasi Sortasi Berdasarkan Standar Deviasi nya

(FolkdanWard,1977).

 

No.

Harga pemilahan

Kelas pemilahan

1.

< 0,35

Terpilah sangat baik

2.

0,35-0,5

Terpilahbaik

3.

0,5-1

Terpilahsedang

4.

1-2

Terpilahburuk

5.

2-4

Terpilahsangatburuk

6.

> 4

Terpilahekstremburuk

Tabel 2. Penilaian Harga Kepencengan /Skwenes (Folk dan Ward, 1977)

No.

Nilai Skeness

Tingkat Kepencengan

1.

+1 - + 0,3

Menceng sangat halus

2.

+0,3 - + 0,1

Menceng halus

3.

+0,1 - - 0,1

Menceng

simetris

4.

0,1 - -0,3

Menceng

kasar

5.

-0,3 - -1

Menceng

sangat kasar

Tabel3. PenilaianHargaKurtosis(FolkdanWard,1977).

No.

Nilai Kurtosis

Tingkat kurtosis

1.

<0,67

Sangat tumpul

2.

0,67 - 0,90

Tumpul

3.

0,90 - 1,11

Cukup tumpul

4.

1.11 - 1,50

Runcing

5.

1,50-3.00

Sangatruncing

6.

> 3.00

Sangat runcing sekali

daerahinimenunjukkanadanyamineralplagioklas dengan ciri tidak berwarna, hadir sebagai fragmen, berukuran (0,1 - 0,2) mm, bentuk membulat tanggung atau meruncing tanggung,

reliefrendah,warnainterferensiabu-abuorde1,

sertamineralpiroksenberwarnakuningpucat masih mempunyai persentase cukup banyak dan strukturmineralnyamasihjelas,kandunganfosil foraminiferakecil,danpecahancangkangnamun skeletoltidaktampak.Kandungankarbonattotal sedimendarizonainirelatifkecil,yaitukurang

dari1%.

2. ZonaII,adalahdaerahdisepanjangpantaiRebon dari garis pantai hingga daerah gelombang pecah.Sedimenpadazonainimempunyaiukuran butirdominanpasirlanauan,dansortasicukup yang menunjukan bahwa besarnya energi pengendapan relatif seragam yaitu gelombang airlautyangmenimbulkanarussepanjangpantai dan pasang surut. Dari kenampakan sayatan petrografis menunjukkan bahwa mineral yang dominanadalahmineralopak,yaitumineralyang beratjenisnyatinggidantidaktembusolehcahaya dan merupakan mineral bijih besi. Kandungan karbonatpadazonainiberkisarantara1- 3%.

3. Zona III, adalah daerah perairan dari zona gelombang pecah hingga daerah dengan

kedalamansekitar6m.Sedimenpadazonaini

mempunyaisortasiberkisar0,022-0,1330yang

tergolong terpilah sangat baik, kepencengan sangathalus.Darikenampakanpetrografisterlihat adanya diseluruh kolam air merupakan tempat pengendapankarbonat darisisasisabinatang mineral opak dan karbonat dalam jumlah yang

nyataterlihathinggalebihdari10%.Sedangkan

berdasarkan analisis dengan HCl ditemukan kandungankarbonatyangsemakinbesarkearah

lauthinggamencapai20%.

Berdasarkan kenyataan tersebut dan

memperhatikanTabel.1,makadapatditarikkondisi

umumsedimendidaerahkajian,yaitubahwajumlah dan ukuran butir sedimen yang banyak mengandung

pisoksen,plagioklasdanminralgelas(Gambar3).

semakinbesarkearahgarispantaidanberlanjuthingga ke dalam badan sungai Mineral-mineral tersebut mencirikan bahwa butiran sedimen dimaksud merupakan material yang bersumber dari batuan volkanik.Disisilain,kandungankarbonatsemakinkecil darilautlepaskearahpantai,yaituberangsur-angsur dari 20 % hingga 3 %, bahkan pada badan sungai kandungan karbonat sedimennya kurang dari 1 %. Kenyataaninimengindikasikanbahwasumbersedimen volkanikberasaldaridaratandanbahankarbonat bersumberdarilaut.Mengingattidakadanyamineral

karbonatyangterdeteksipadazona1,makadapat

disimpulkantidakadasumbertkarbonatdaridarat. Memperhatikan ciri fisik sedimen dan kandungan mineraloginyasebagaimanadiuraikandiatas,maka terlihat bahwa proses sedimentasi di zona 1

didominansiolehenergisungai,padazona2oleh

arus sepanjang pantai, dan pada zona 3 banyak dipengaruhioleharuspasangsurut.

Kesimpulan

1. Kandungankarbonattotaldilokasipenelitian

terdistribusiberkisarantara1,514%-19,225%

yangsemakinkearahlautlepassemakinbesar.

2. Kenampakanpetrografisayatantipis dari sampel sedimen menunjukkan bahwa mineral-mineral daribatuanasalaktivitasvolkanismesepertikuarsa. piroksen, danplagioklas mempunyaiukuranbutir yangsemakinbesarkearahaliransungai.

3. Sumbersedimenvolkaniklebihdomimanberasal

daridaratyangtertansportolehaliranairsungai,

sedangkanmaterialkarbonatberasaldarilaut.

4. Ciri fisik sedimen menunjukan adanya energi pengendapandenganfluktuasirelatifkecil,namun terjadiberulangsecaraperiodik.

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

Tabel 4. Prosentase Mineral dalam Sedimen Dasar Perairan Rebon Berdasarkan Analisis Petrografi

Presentase Mineral

Plagioklas Kuarsa Piroksin Glas Lempung Fosil Opak Glaukonit Vulkanik

 

%

%

%

%

%

%

%

%

Sta 1

-

7

4

10

71

1

2

-

Sta 7

30

15

10

19

21

-

5

-

Sta14

6

5

2

85

-

-

2

-

Sta 18

6

8

5

9

70

-

2

-

Sta 20

5

8

3

7

75

-

2

-

Sta 24

5

7

2

3

81

-

2

-

Sta 40

29

16

10

18

21

3

2

1

Sta U1

5

6

4

7

75

-

3

-

Sta U2

23

16

12

23

21

2

3

-

Sta U3

4

5

3

3

75

-

4

-

Sta B1

5

7

4

8

72

-

3

-

Sta B2

27

15

10

17

27

-

5

-

Sta 44

27

18

10

23

21

-

3

-

Sta 81

5

3

3

-

19

-

70

-

Tabel 5. Kandungan Karbonat di Tiap-Tiap Stasiun

No Sampel Kandungan No Sampel Kandungan

Karbonat(%)

Karbonat(%)

No Sampel

Kandungan No Sampel Kandungan

Karbonat(%)

Karbonat(%)

1 5,6600

17

8,4110

33

9,6630

B1

8,7370

2 11,2790

18

9,3490

35

4,9880

Boyo 3

3,9230

3 19,2250

19

5,9880

37

5,8370

Boyo 2

19,2550

4 10,4070

20

7,8040

38

8,9570

Boyo 1

7,0540

5 7,9340

21

7,4250

39

8,9500

B5

4,5050

6 10,2550

22

8,6130

40

7,3300

B6

2,5490

7 8,5910

23

10,6560

41

5,4950

B7

3,3600

8 6,9980

24

9,0560

42

4,8240

B8

6,3080

9 10,6050

25

7,2780

43

3,9130

B9

4,4740

10 6,4590

26

5,4240

44

11,5730

B10

3,1450

11 10,5680

27

4,7950

45

8,4160

B11

3,4950

12 10,0130

28

5,6460

46

5,1890

B12

5,1790

13 9,8230

29

10,7850

CEK

13,5290

C1

12,5590

14 10,2440

30

5,9220

A1

3,3020

C2

8,4790

15 10,2920

31

6,1530

A2

1,5240

Urang 1

3,8452

16 6,7470

32

7,2130

A3

19,1320

Urang 2

3,5466

 

Urang 3

3,5213

19,1320 Urang 2 3,5466   Urang 3 3,5213 Gambar 1 . Peta Batimetri Daerah Penelitian

Gambar 1. Peta Batimetri Daerah Penelitian

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43 Gambar 2. Peta Distribusi Kandungan

Gambar 2. Peta Distribusi Kandungan Karbonat Dalam Sedimen

Gambar 2. Peta Distribusi Kandungan Karbonat Dalam Sedimen FotoPetografiSta.Urang1 FotoPetografiSta.Boyo2
Gambar 2. Peta Distribusi Kandungan Karbonat Dalam Sedimen FotoPetografiSta.Urang1 FotoPetografiSta.Boyo2

FotoPetografiSta.Urang1

Kandungan Karbonat Dalam Sedimen FotoPetografiSta.Urang1 FotoPetografiSta.Boyo2 FotoPetografiSta.44
Kandungan Karbonat Dalam Sedimen FotoPetografiSta.Urang1 FotoPetografiSta.Boyo2 FotoPetografiSta.44

FotoPetografiSta.Boyo2

Dalam Sedimen FotoPetografiSta.Urang1 FotoPetografiSta.Boyo2 FotoPetografiSta.44 FotoPetografiSta.14 Gambar 3.
Dalam Sedimen FotoPetografiSta.Urang1 FotoPetografiSta.Boyo2 FotoPetografiSta.44 FotoPetografiSta.14 Gambar 3.

FotoPetografiSta.44

FotoPetografiSta.Boyo2 FotoPetografiSta.44 FotoPetografiSta.14 Gambar 3. Kenampakan Mikroskopis
FotoPetografiSta.Boyo2 FotoPetografiSta.44 FotoPetografiSta.14 Gambar 3. Kenampakan Mikroskopis

FotoPetografiSta.14

Gambar 3. Kenampakan Mikroskopis Sayatan Tipis Mineral Dalam Sedimen

Ucapan Terima Kasih

UcapanterimakasihsampaikankepadaDr.Max RudolfMuskananfolayangtelahmembantupenulisan inisertaseluruhstafLaboratoriumGeologiLautJurusan Ilmu Kelautan –UNDIP yang telah mendorong dan membantupelaksanaan penelitianini.

Daftar Pustaka

Aryono.1974.Metode pengambilan sampel dan AnalisaMineralOptikdanPetrografi.Pedoman Praktikum, T.Geologi.UGM

Darlan,Y.1996.GeomorfologiWilayahPesisir.Aplikasi

Untuk Penelitian Wilayah Pantai. Pusat

ILMU KELAUTAN. Maret 2006. Vol. 11 (1) : 37 - 43

Pengembangan Geologi Kelautan. Bandung.

Dyer.K.R.1990.EstuariesA.PhysicalIntroduction.

JohnWilley&Sons.NewYork.

Folk.R.L;P.B.Ward.1977.Studentoperatorerrorin

determination ofroundess,spherity,andgrain

size;SedPetrology.25:297-301.

Fisher,R.V.,1960,“ClassificationofvolcanicBreeccias”,

Bull AAPG vol 71, pp 973-982. July 1960. “ProposedClasificationofVolcaniclasticsediment

androcks”,BullAAPG:1409-1413.

Holme, N. A. and A. D. Mc Intyre. 1984. Methods for The Study of Marine Benthos 2 nd edition.

BlackwellScientificPublication.Oxford.387hlm.

Komar,1982. Beach Prosees And Sedimentation

Secondedition.Prentise-HallUSA.400hlm.

Richard, A D, JR. 1992. Depositional System an IntroductiontoSedimentologyandSratigraphy

2nd,PrastiseHallInc.NewJersey.604hlm.

Selley, R. C. 1988. Applied of Sedimentology. Academic Press. London

Sverdrup, H.U. M.W.John dan R.H. Fleming. 1972. TheOcean,TheirPhysics,ChemistryandGeneral Biology.DodemAsiaEdition.Prentice-Hall.IncN.J.

Charles.E.Tuttle.Tokyo.1087pp.

Widada, S. 2000. Studi Pendahuluan Tentang DinamikaSedimentasiDiMuaraSungaiTuntang Lama, Kabupaten Demak. Ilmu Kelautan, 20 :

260-265