Anda di halaman 1dari 3

Penugasan Atestasi

Salah satu kategori jasa assurance yang disediakan oleh akuntan publik adalah jasa atestasi.
Akuntan publik semakin banyak diminta untuk melaksanakan beragam jasa atestasi seperti audit,
untuk berbagai tujuan yang berbeda. Dalam suatu penugasan atestasi (attestation engagement),
akuntan publik melaporkan keandalan dari informasi atau asersi yang dibuat oleh pihak lain.
Contohnya, ketika sebuah bank meminta seorang akuntan publik untuk melaporkan secara
tertulis apakah seorang klien audit telah mentaati semua persyaratan dari suatu kesepakatan
pinjaman.

Standar atestasi

AICPA telah mengeluarkan 11 standar atestasi yang paralel dengan 10 standar audit yang
diterima umum (generally accepted auditing standards (GAAS)). Standar atestasi dinyatakan
dalam istilah yang cukup umum untuk memungkinkan akuntan publik menerapkannya ke dalam
setiap penugasan atestasi, termasuk jenis penugasan baru yang mungkin muncul.

Standar umum:

1. Penugasan harus dilakukan oleh seorang praktisi yang memiliki pelatihan teknis dan
kemahiran yang memadai dalam fungsi atestasi.

2. Penugasan harus dilakukan oleh seorang praktisi yang memiliki pengetahuan mencukupi
mengenai persoalan.

3. Praktisi harus melakukan penugasan hanya jika dia memiliki alasan untuk merasa yakin
bahwa persoalan dapat dievaluasi berdasarkan kriteria yang sesuai dan tersedia bagi
pemakai.

4. Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap
mental harus dijaga oleh praktisi.

5. Petelitian profesional harus dilaksanakan dalam perencanaan dan pelaksanaan penugasan.

Standar Pekerjaan Lapangan

1. Pekerjaan harus direncanakan dengan memadai dan asisten, jika ada, harus disupervisi
dengan benar.

2. Bukti yang mencukupi harus diperoleh untuk menyediakan dasar yang masuk akal untuk
kesimpulan yang diekspresikan dalam laporan.

Standar pelaporan:

1. Pelaporan harus mengidentifikasi persoalan atau asersi yang dilaporkan dan menyatakan
karakter dari penugasan.
2. Pelaporan harus menyatakan kesimpulan praktisi mengenai persoalan atau asersi dalam
hubungannya dengan kriteria mengevaluasi persoalan tersebut.

3. Pelaporan harus menyatakan seluruh pernyataan signifikan dari praktisi mengenai


penugasan, persoalan dan jika memungkinkan, asersi yang berhubungan.

4. Pelaporan harus menyatakan bahwa pemakai laporan dibatasi pada pihak-pihak tertentu,
dalam situasi tertentu.

Perbedaan yang paling nyata antara standar atestasi dan standar audit yang diterima umum ada
dalam standar atestasi 2 dan 3 (standar umum). Untuk menyediakan pedoman tambahan dalam
melakukan penugasan atestasi, Auditing Standards Board dari AICPA menerbitkan Statements on
Standards for Attestation Engagement (SSAE). Auditing Standard Board berusaha untuk
membedakan antara persoalan yang sebenarnya diatasi oleh standar auditing dengan yang
seharusnya diatasi oleh standar atestasi, walaupun keduanya merupakan praktik atestasi. Semua
bentuk atestasi lain dibahas dalam standar atestasi pengecualian adalah untuk kaji ulang laporan
keuangan historis dari suatu entitas publik, yang dibahas dalam SSARS. Standar atestasi
dibentuk oleh Auditing Standards Board mengikuti proses yang sama yang digunakan untuk
standar auditing (Standar atestasi diberi label AT dan bukan AU-C).

Jenis-jenis penugasan atestasi

AICPA dan Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA) bersama-sama


mengembangkan jasa Assurance yang berhubungan dengan e-commerce dan teknologi
informasi. Kelompok jasa tersebut, dikenal sebagai webtrust dan Systrust, dilaksanakan menurut
standar atestasi. Sebagai tambahan, AICPA telah mengembangkan standar atestasi spesifik di
bidang-bidang berikut: 1. Pelaporan keuangan prospektif, 2. Informasi keuangan pro forma, 3.
Pelaporan pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan perusahaan swasta. 4. Ketaatan
terhadap hukum dan aturan. 5. Penugasan prosedur yangdisetujui. 6. Diskusi dan analisis
manajemen.

Tingkat Jasa

Standar atestasi mendefinisikan tiga tingkat penugasan dan bentuk kesimpulan yang
berhubungan.

1). Pemeriksaan. Suatu pemeriksaan (examination) menghasilkan keputusan yang positif,


tingkat keyakinan yang tinggi, jumlah bukti ekstensif dan distribusi umum. Dalam laporan ini,
akuntan publik membuat pernyataan langsung mengenai apakah penyajian dari asersi, dilihat
secara keseluruhan, sesuai dengan kriteriayang dapat diterapkan.

2). Review. Dalam suatu review, akuntan publik menyediakan kesimpulan assurance negatif,
tingkat keyakinan yang sedang, jumlah bukti signifikan, dan distribusi umum. untuk suatu
laporan keyakinan negatif, laporan akuntan publik menyatakan apakah ada informasi yang
diperoleh oleh akuntan publik yang mengindikasikan bahwa asersi tidak disajikan dengan cara
yang benar-benar sesuai dengan kriteria yang dapat diterapkan.

3). Prosedur yang disetujui. Dalam penugasan prosedur yang disepakati, semua prosedur yang
akan dilakukan akuntan publik disepakati oleh akuntan publik, pihak yang bertanggung jawab
membuat asersi, dan pihak pemakai laporan akuntan publik. Tingkat keyakinan yang dimasukkan
dalam laporan semacam itu bervariasi, oleh karena itu laporan semacam itu terbatas dalam
distribusi hanya kepada pihak yang terlibat, jumlah bukti bervariasi, dan bentuk kesimpulan
temuan.

Jasa WebTrust

Jasa Webtrust merupakan suatu jasa spesifik yang dikembangkan di bawah prinsip dan kriteria
trust Services yang lebih luas, yang secara bersama diterbitkan oleh AICPA dan CICA. Ketika
melaksanakan jasa assurance webtrust, kantor akuntan publik mengukur apakah situs web
perusahaan sesuai dengan lima prinsip trust Services. Lima prinsip Trust Services:

1. Keamanan, memastikan bahwa sistem dilindungi dari akses yang tidak memiliki otorisasi
(baik secara fisik maupun logs).

2. Ketersediaan, memastikan bahwa sistem tersedia untuk operasi dan digunakan sesuai
kesepakatan atau persetujuan.

3. Intensitas pemrosesan, memastikan bahwa pemrosesan sistem lengkap,akurat, tepat


waktu, dan diotorisasi.

4. Privasi online, memastikan bahwa informasi pribadi yang diperoleh sebagai hasil dari e-
commerce dikumpulkan, digunakan, diungkapkan, dan disimpan sesuai kesepakatan atau
persetujuan.

5. Kerahasiaan, memastikan bahwa informasi yang dinyatakan sebagai rahasia dilindungi


sesuai kesepakatan atau persetujuan. Akuntan publik dapat menerbitkan opini webtrust
berdasarkan salah satu prinsip atau kombinasi dari prinsip-prinsip.