Anda di halaman 1dari 26

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................i

KATA PENGANTAR ........................................................................................ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang....................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................1

1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................2

1.4 Manfaat Penulisan ..............................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian ................................................................................................3

2.2 Pembagian Elemen Struktur Jembatan....................................................3

2.3 Jenis – Jenis dari Jembatan .....................................................................5

2.4 Bentuk Idealis Stuktur Jembatan.............................................................18

2.5 Manfaat dari Jembatan ............................................................................20

BAB III PENUTUP

1.1 Kesimpulan .............................................................................................22

1.2 Saran ........................................................................................................22

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................23


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jembatan mempunyai arti penting bagi setiap orang. Akan tetapi tingkat

kepentingannya tidak sama bagi tiap orang, sehingga akan menjadi suatu bahan

studi yang menarik. Jembatan mungkin tidak ada artinya bagi orang-orang yang

bertempat tinggal di daerah dataran yang rata, tidak didapati adanya sungai, jurang,

tebing, ataupun keadaan dimana kita akan berpindah tempat namun ada penghalang

di depan kita. Sebaliknya, jembatan dirasa sangat dibutuhkan oleh orang-orang

yang bertempat tinggal di daerah yang sangat sulit dijangkau, sehingga jembatan

sangat di butuhkan sebagai alat penghubung dari satu tempat ke tempat lain.

Dengan perkembangan zaman maka jembatan tidak hanya dipandang

sebagai alat penghubung antara tempat satu dengan tempat yang lain, melainkan

sebagai sarana untuk memperlancar kegiatan manusia, serta membantu

berkembangnya suatu daerah yang selama ini sulit di akses, apalagi Indonesia ini

sebagai negara yang berkembang, akses ke daerah-daerah ataupun ke kota sangat

dibutuhkan, dengan adanya jembatan ini sangat membantu hal tersebut.

Dalam makalah ini penulis akan memfokuskan pembahasan mengenai

pengertian dan jenis struktur jembatan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan jembatan ?

2. Apa saja struktur pada jembatan ?

3. Apa saja jenis – jenis dari jembatan ?

4. Bagaimana idealisasi struktur pada jembatan?

1
5. Apa kegunaan dari jembatan ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Agar mahasiswa mampu mengetahui apa yang dimaksud dari jembatan;

2. Agar mahasiswa mampu mengetahui struktur pada jembatan;

3. Agar mahasiswa mampu mengetahui jenis – jenis dari jembatan;

4. Agar mahasiswa mampu mengetahui bentuk idealis struktur pada

jembatan;

5. Agar mahasiswa mampu mengetahui kegunaan dari jembatan.

1.4 Manfaat Penilitian

1. Mahasiswa mampu memahami maksud dari jembatan;

2. Mahasiswa mampu memahami struktur pada jembatan;

3. Mahasiswa mampu memahami jenis – jenis dari jembatan;

4. Mahasiswa mampu memahami bentuk idealis struktur pada jembatan;

5. Mahasiswa mampu memahami kegunaan dari jembatan.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route

transfortasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain.

Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan

dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah

yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang melintang

yang tidak sebidang dan lain-lain.

2.2 Pembagian Elemen Struktur Jembatan

Elemen struktur utama penyusun jembatan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

2.2.1 Struktur Atas (Superstructures)

Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban

langsung yang meliputi berat sendiri, beban mati, beban mati tambahan,

beban lalu lintas kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dan lain-lain

Struktur atas jembatan umumnya terdiri dari :

1. Trotoar

a. Sandaran dan tiang sandaran

b. Peninggian trotoar (kerb)

c. Lantai trotoar

2. Lantai kendaraan

3. Gelagar induk

4. Balok diafragma

5. Ikatan pengaku (ikatan angin dan ikatan melintang)

3
6. Tumpuan (Bearing)

2.2.2. Struktur Bawah (Substructures)

Struktur bawah jembatan berfungsi untuk memikul seluruh beban

struktur atas dan beban lain yang ditimbulkan oleh tekanan tanah, aliran air

dan hanyutan, tumbukan, gesekan pada tumpuan dan sebagainya. Struktur

bawah jembatan umumnya meliputi :

1. Pangkal Jembatan (Abutmen)

a. Dinding belakang (Back wall)

b. Dinding penahan (Retaining wall)

c. Dinding sayap (Wing wall)

d. Oprit, plat injak (Approach slab)

e. Konsol pendek untuk jacking (Corbel)

f. Tumpuan (Bearing)

2. Pilar Jembatan (Pier)

a. Kepala pilar (Pier head)

b. Pilar (Pier), yang berupa dinding, kolom atau portal

c. Konsol pendek untuk jacking (Corbel)

d. Tumpuan (Bearing)

2.2.3. Pondasi (Foundation)

Pondasi jembatan berfungsi untuk meneruskan seluruh beban

jembatan ke tanah dasar. Jenis pondasi abutmen atau pier jembatan

diantaranya :

a. Pondasi setempat (Spread footing)

b. Pondasi sumuran (Caisson)

4
c. Pondai tiang (Pile foundation)

1) Tiang pancang kayu (Log Pile)

2) Tiang pancang baja (Steel Pile)

3) Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile)

4) Tiang pancang beton prategang (Prestessed Concrete Pile)

5) Tiang Pancang komposit (Compossite Pile)

2.3 Jenis – Jenis dari Jembatan

2.3.1 Menurut Jenis Materialnya

Menurut jenis material merupakan sebuah bangunan jembatan dengan

dibangun oleh bahan – bahan tertentu di antaranya sebagai berikut :

1. Jembatan kayu

Jembatan kayu merupakan jembatan sederhana yang

mempunyai panjang relatif pendek dengan beban yang diterima

relatif ringan. Meskipun pembuatannya menggunakan bahan utama

kayu, struktur dalam perencanaan atau pembuatannya harus

memperhatikan dan mempertimbangkan ilmu gaya (mekanika).

Gambar 2.1 . Jembatan Kayu

2. Jembatan pasangan batu dan batu batu

Jembatan pasangan batu dan bata merupakan jembatan yang

konstruksi utamanya terbuat dari batu dan bata. Untuk membuat

5
jembatan dengan batu dan bata umumnya konstruksi jembatan

harus dibuat melengkung. Seiring perkembangan zaman jembatan

ini sudah tidak digunakan lagi.

Gambar 2.2 . Jembatan Pasangan batu

3. Jembatan beton bertulang dan jembatan beton prategang

(prestressed concrete bridge)

Jembatan dengan beton bertulang pada umumnya hanya

digunakan untuk bentang jembatan yang pendek. Untuk bentang

yang panjang seiring dengan perkembangan zaman ditemukan

beton prategang. Dengan beton prategang bentang jembatan yang

panjang dapat dibuat dengan mudah.

Gambar 2.3 . Jembatan Jembatan beton bertulang dan jembatan

beton prategang (prestressed concrete bridge)

6
4. Jembatan baja

Jembatan baja pada umumnya digunakan untuk jembatan

dengan bentang yang panjang dengan beban yang diterima cukup

besar. Seperti halnya beton prategang, penggunaan jembatan baja

banyak digunakan dan bentuknya lebih bervariasi, karena dengan

jembatan baja bentang yang panjang biayanya lebih ekonomis.

Gambar 2.4 .Jembatan Baja

5. Jembatan komposit

Jembatan komposit merupakan perpaduan antara dua bahan

yang sama atau berbeda dengan memanfaatkan sifat

menguntungkan dari masing – masing bahan tersebut, sehingga

kombinasinya akan menghasilkan elemen struktur yang lebih

efisien.

7
Gambar 2.5 .Jembatan Komposit

2.3.2 Menurut Jenis Structural

Bangunan jembatan memiliki bentuk struktur yang berbeda – beda

tergantung kegunaan dan kecocokan lokasi yang ada. Berikut ini

beberapa jenis bangun jembatan berdasarkan jenis strukturnya :

1. Jembatan Alang (Beam Bridge)

Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana

dimana jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang

penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang

berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk

menyeberangi sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok

baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang biasanya

tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin panjang balok jembatan,

maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena itu,

struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak

yang dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan

alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana,

Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil (38,35 km), dan

lebar 56 kaki (17 m).

8
Gambar 2.6 . Jembatan Alang

2. Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga

berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada

salah satu pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan

lebih banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga

biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila

keadaan tidak memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah

sewaktu proses pembuatan. Jembatan jenis ini agak keras dan tidak mudah

bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan penyangga biasanya

digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga

terbesar di dunia saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di

Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).

Gambar 2.7 . Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

9
3. Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya.

Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat

Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan

mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya.

Gambar 2.8 . Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

4. Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan

menggunakan tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern

digantungkan dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung

modern, kabel menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada

caisson (alat berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan

kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk

pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan

jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Deck/ lantai jembatan di tahan oleh

kabel vertikal yang dihubungkan pada kabel suspensi di atasnya. Kabel

suspensi adalah bagian terpenting dari jembatan bersuspensi, karena

fungsinya adalah menahan beban lantai jembatan yang nantinya diteruskan

10
ke tumpuan yang ada di ujung jembatan. Kabel suspensi ini juga didukung

oleh suatu menara yang tugasnya membawa berat daripada Dek jembatan.

Jenis jembatan ini pada awalnya digunakan dalam medan pegunungan.

Daerah yang pertama kali membangun jembatan jenis ini adalah di sekitar

Tibet dan Bhutan. Jembatan gantung terpanjang di dunia saat ini adalah

Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki panjang 12.826

kaki (3.909 m).

Gambar 2.9 . Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Jembatan Suspensi ini juga dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

a. Jembatan Suspensi Sederhana (Simple Suspension Bridge)

Jenis ini adalah tipe pertama dari Jembatan Suspensi yang

telah dibangun. Jangkar di kedua sisinya mendukung dek/ lantai

jembatan dan tidak memiliki menara/dermaga untuk dukungan

tambahan di tengahnya. Jembatan ini biasanya memiliki busur ke

atas dan ke bawah, yang terbentuk karena dek/ lantai jembatan.

Jembatan ini termasuk jembatan fleksibel yang didukung oleh kabel

suspensi. Jenis jembatan ini tidak digunakan untuk menahan beban

yang sangat berat karena lantai jembatan memiliki kapasitas beban

11
yang terbatas, biasanya hanya pejalan kaki yang hendak

menyeberang sungai, lembah maupun jurang.

Gambar 2.10 . Jembatan Suspensi Sederhana (Simple Suspension

Bridge)

b. Underspanned Suspension Bridge

Jenis Jembatan Gantung ini juga dikenal sebagai jembatan

gantung dek atas. Struktur jembatan ini berbeda dengan

pendahulunya, jembatan gantung sederhana. Dek / lantai jembatan

ini berada di atas kabel utamanya. Jembatan jenis ini sangat jarang

dibangun karena tidak memiliki kestabilan dikarenakan kabel

utamanya yang berada di bawah dek jembatan. Tumpuan kabel

utama dari jembatan ini sama seperti jembatan suspensi sederhana

(Simple Suspension Bridge) yaitu pada ujung ujung jembatan,

ditanam ke dalam tanah.

Gambar 2.11 . Jembatan Underspanned Suspension Bridge

12
c. Stressed Ribbon Bridge

Struktur dari jembatan ini mirip dengan Jembatan

Gantung Sederhana. Kabel sebagai unsur struktur penahan ditanam

di Dek. Dek/ lantai jembatan tersebut membentuk huruf “U” pada

bentang antar tumpuannya. Ini terbentuk karena Kabel/pita dikenai

kompresi, dengan begitu jembatan ini menjadi kaku dan tidak

bergoyang atau memantul. Jembatan ini dibuat dengan memperkuat

beton dengan diberi kabel tegangan baja. Ini adalah salah satu jenis

jembatan suspensi terkuat dan juga bisa digunakan untuk lalu lintas

kendaraan.

Gambar 2.12 . Jembatan Stressed Ribbon Bridge

d. Suspended Deck Suspension Bridge

Jembatan ini juga disebut jembatan gantung yang paling

umum digunakan dari beberapa jenisnya. Menggunakan kabel

suspensi yang ditanam di tanah. Suspender jembatan ini menyuport

dek/ lantai jembatan yang ada di bawah kabel suspensi utama. Dek

jembatan ini dibuat kaku dan bisa dilalui oleh kendaraan berat dan

13
lalu lintas rel. Jembatan ini juga menggunakan menara/ tiang untuk

membantu kabel suspensi menyalurkan beban ke pondasi jembatan.

Gambar 2.13 . Jembatan Suspended Deck Suspension Bridge

a. Self Anchored Suspension Bridge

Jembatan ini hampir sama dengan jembatan berjenis

Suspended Deck Suspension Bridge. Bedanya hanya pada

penanaman ujung kabel suspensi utama. Ujung dari kabel suspensi

utama dari jembatan gantung ini melekat pada masing masing ujung

dek dan tidak ditanam ke tanah melainkan menggunakan jangkar

buatan untuk menanamnya. Untuk itu jembatan jenis ini sangat

cocok dibangun pada daerah yang tidak mempunyai struktur tanah

yang stabil dan sulit membuat penahan jembatan. Seperti contoh di

Negara Jepang.

Gambar 2.14 . Jembatan Self Anchored Suspension Bridge

14
Jembatan Suspensi sangat banyak memiliki kelebihan.

Dia jauh lebih fleksibel, karena dia mampu menahan gempa dan

kekuatan alam lainnya. Garis garis yang dibuat oleh kabel utama

maupun kabel vertikalnya membuat jembatan ini terkesan ramping

dan memiliki estetika yang menarik.

5. Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)

Jembatan cable stayed adalah salah satu dari beberapa tipe jembatan

bentang panjang. Jembatan jenis ini memiliki karakteristik yang

menguntungkan dibandingkan dengan tipe jembatan bentang panjang yang

lain baik dari segi teknis, ekonomis, maupun estetika.

Gambar 2.15 . Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)

Sebuah jembatan cable-stayed memang terlihat apik dan indah

ketika dipandang. Jembatan yang mengandalkan tali sebagai penahan

beban jembatan diperuntukkan bagi lintasan antar wilayah yang biasanya

terpisah oleh sungai, lembah ataupun diatas tanah datar. Konstruksi yang

kompleks membuat jembatan sulit untuk dibangun. Namun keindahan kabel

bentangan menjadi daya tarik tersendiri bagi jembatan.

15
Jembatan cable stayed (Kabel Tetap) sudah dikenal sejak lebih dari

200 tahun yang lalu (Walther, 1988) yang pada awal era tersebut umumnya

dibangun dengan menggunakan kabel vertical dan miring seperti Dryburgh

Abbey Footbridge di Skotlandia yang dibangun pada tahun 1817. Jembatan

seperti ini masih merupakan kombinasi dari jembatan cable stayed modern.

Sejak saat itu jembatan cable stayed mengalami banyak perkembangan dan

mempunyai bentuk yang bervariasi dari segi material yang digunakan

maupun segi estetika.

1. Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur

jembatan modern. Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang

jembatan membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian

berat struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka

dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya

yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain

itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak

yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada

jembatan alang. Jembatan rangka umumnya terbuat dari baja, dengan bentuk

dasar berupa segitiga. Elemen rangka dianggap bersendi pada kedua

ujungnya sehingga setiap batang hanya menerima gaya aksial tekan atau

tarik saja.

16
Gambar 2.16 . Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

2. Jembatan Beton Prategang (Prestressed Concrete Bridge)

Jembatan beton prategang merupakan suatu perkembangan mutakhir

dari bahan beton. Pada Jembatan beton prategang diberikan gaya prategang

awal yang dimaksudkan untuk mengimbangi tegangan yang terjadi akibat

beban. Jembatan beton prategang dapat dilaksanakan dengan dua sistem

yaitu post tensioning dan pre tensioning. Pada sistem post

tensioning tendon prategang ditempatkan di dalam duct setelah beton

mengeras dan transfer gaya prategang dari tendon pada beton dilakukan

dengan penjangkaran di ujung gelagar. Pada pre tensioning beton dituang

mengelilingi tendon prategang yang sudah ditegangkan terlebih dahulu dan

transfer gaya prategang terlaksana karena adanya ikatan antara beton dengan

tendon. Jembatan beton prategang sangat efisien karena analisa penampang

berdasarkan penampang utuh. Jembatan jenis ini digunakan untuk variasi

bentang jembatan 20 - 40 meter.

17
Gambar 2.17 . Jembatan Beton Prategang (Prestressed Concrete

Bridge)

3. Jembatan Box Girder

Jembatan box girder umumnya terbuat dari baja atau beton

konvensional maupun prategang. box girder terutama digunakan sebagai

gelagar jembatan, dan dapat dikombinasikan dengan sistem jembatan

gantung, cable-stayed maupun bentuk pelengkung. Manfaat utama dari box

girder adalah momen inersia yang tinggi dalam kombinasi dengan berat

sendiri yang relatif ringan karena adanya rongga ditengah penampang. box

girder dapat diproduksi dalam berbagai bentuk, tetapi bentuk trapesium

adalah yang paling banyak digunakan. Rongga di tengah

box memungkinkan pemasangan tendon prategang diluar penampang beton.

Jenis gelagar ini biasanya dipakai sebagai bagian dari gelagar segmental,

yang kemudian disatukan dengan sistem prategang post tensioning.

Analisa fullprestressing suatu desain dimana pada penampang tidak

diperkenankan adanya gaya tarik, menjamin kontinuitas dari gelagar pada

pertemuan segmen. Jembatan ini digunakan untuk variasi panjang bentang

20 – 40 meter.

18
Gambar 2.18 . Jembatan Box Girder

2.4 Bentuk Idealis Stuktur Jembatan

Salah satu tipe bentuk jembatan yang idealis adalah jembatan

gantung. Tipe ini sering digunakan untuk jembatan bentang panjang.

Pertimbangan pemakaian tipe jembatan gantung adalah dapat dibuat untuk

bentang panjang tanpa pilar ditengahnya. Jembatan gantung terdiri atas

pelengkung penggantung dan batang penggantung (hanger) dari kabel baja, dan

bagian yang lurus berfungsi mendukung lalu lintas (dek jembatan).

Suspension Bridge

Gambar 2.19 . Suspension Bridge

19
Dari kesemua jenis jembatan yang ada saat ini, sepertinya jembatan model

Suspension Bridge merupakan jembatan paling populer dan cenderung sangat

mahal, namun dengan hasil yang indah dan mengagumkan, dikarenakan dibangun

diatas perairan luas di beberapa negara maju mulai dari Amerika hingga Jepang.

Jembatan suspensi atau bisa disebut jembatan gantung ini terdiri dari

menara dan tali/kabel/rantai serta jangkar yang menjadi sebuah sitem dalam

mengurangi tegangan dan kompresi. Sesuai namanya, jembatan gantung, menahan

jalan dengan kabel, tali atau rantai dari dua menara tinggi. Menara ini mendukung

sebagian besar berat kompresi yang mendorong ke bawah di dek jembatan gantung

dan kemudian diteruskan melalui kabel, tali atau rantai untuk mentransfer kompresi

ke menara. Menara kemudian menghilangkan kompresi langsung ke bumi.

Gambar 2.20 . komponen jembatan suspensi

Di sisi lain, kabel menerima pasokan tegangan jembatan. Kabel ini menjalar

horizontal antara dua jangkar jauh-melemparkan. Jangkar jembatan pada dasarnya

berupa batuan padat atau blok beton besar di mana jembatan ini membumi.

Kekuatan tensional diloloskan ke jangkar dan ke dalam tanah.

20
2.5 Manfaat dari Jembatan

2.5.1 Manfaat Jembatan dari Segi Ekonomi

1. Meningkatkan laju atau pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.


2. Munculnya aktivitas ekonomi dalam bentuk pengiriman barang dan jasa
diantara dua tempat yang dihubungkan oleh jembatan tersebut.
3. Adanya kendaraan angkutan penumpang yang melintasi jembatan dengan
jarak tempuh yang lebih dekat.
4. Adanya aktivitas ekonomi berupa jasa tempat peristirahatan dan penjualan
barang khas daerah tertentu pada titik stategis penjualan.

2.5.2 Manfaat Jembatan dari Segi Sosial Budaya

1. Mudahnya interaksi sosial antar masyarakat dari tempat yang dihubungkan


oleh jembatan.
2. Terjalinnya komunikasi yang dapat mempererat ikatan persaudaraan dan
ketentraman antar masyarakat yang ada diantara kedua daerah tersebut.
3. Dengan interaksi dan komunikasi yang baik maka kedua masyarakat dari
daerah yang dihubungkan dapat saling memahami nilai sosial budaya
masing-masing.

2.5.3 Manfaat Jembatan dari Segi Politik dan Pertahanan Nasional

1. Semakin kuatnya pertahanan dalam skala nasional


2. Jembatan yang menghubungkan dua daerah dapat meciptakan
keseimbangan dalam hal politis
3. Pemerataan kegiatan politik antar dua daerah yang dapat terhubung dengan
dibangunnya jembatan
4. Jembatan merupakan bentuk prestasi atau tolak ukur kemajuan suatu negara

21
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk

menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya

rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran

irigasi dan pembuang;

2. Terdiri dari 3 struktur; struktur atas, struktur bawah dan pondasi;

3. Jembatan di buat dengan mengutamakan keselamatan penggunanya.

3.2 Saran

Perlu dikembangkan dan dilakukan riset lagi sebaiknya dalam

memakai bahan material untuk pembuatan jembatan agar tidak terjadi

pembengkakan biaya.

22
DAFTAR PUSTAKA

http://science.howstuffworks.com/engineering/civil/bridge.htm

http://www.britannica.com/technology/bridge-engineering

http://www.pbs.org/wgbh/nova/tech/build-bridge-p3.html

http://www.technologystudent.com/forcmom/dkforce2.htm

wikipedia.org

https://manfaat.co.id/manfaat-jembatan

Pertanyaan :

23
1. Pertanyaan dari Wodha Dyota Anugraha

Jelaskan lebih detail mengenai jenis – jenis jembatan,pada jenis yang

berdasarkan jenis materialnya seperti jembatan dari komposit cocoknya

di gunakan untuk tempat dan dataran yang seperti apa?

2. Pertanyaan dari Susilawati

Kenapa jembatan gantung atau suspense bridge dikatakan jemabatan

yang ideal?

24