Anda di halaman 1dari 11

KINERJA APARATUR DESA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN

KEPADA MASYARAKAT DI DESA PETANI KECAMATAN MANDAU


KABUPATEN BENGKALIS

Oleh:
Michellia Agustin
Email :michelliaagustin@gmail.com
Pembimbing : Drs. H.M. Razif

Jurusan Sosiolagi – Program Studi Sosiologi – Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu
Politik Universitas Riau
Kampus Bina Widya Jl.H.R. Soebrantas Km. 12,5 Simp.Baru Pekanbaru 28293-
Telp/Fax. 0761-6377

ABSTRAC
The issue of service to the community is always prominent in the affairs of
public service, are registrasion of identity card, card of family, and ecextra. The
existence of public complainsh tasksthat slow, working hours of the apparatur does
not comply with the rules made public difficulty in optaining one.
The research is focused to problem of how performance of village institution
in give service to public. And what are the factors that influence the task of
institution.
The research it’s done in Petani village of Mandau subdistrict Bengkalis
regency, and the research is done by quantitative descriptive approach.
The result showed that the work ethic that is in the staff is looking for money,
the status of the staff is as workers but it’s role is not in accordance with the devision
of labor, socialization received staff of government is not going well, there is a
control to village institution and it didn’t happen norm infraction and that values.
And punishment that valid in the office is not effective for the institution.

The keyword: performance, village institution, ethos work.

PENDAHULUAN mampu memberikan pelayanan yang


LATAR BELAKANG sebaik-baiknya bagi masyarakat,
yang dengan demikian akan
Tugas utama yang hakiki dari menentukan sejauhmana negara telah
sosok aparatur, sebagai abdi negara menjalankan perannya dengan baik
dan abdi masyarakat.Tugas ini telah sesuai dengan tujuan pendiriannya.
jelas digariskan dalam pembukaan Adanya keluhan masyarakat
UUD 1945 alinea keempat.Kinerja yang terlihat adalah di kantor desa
birokrasi dalam melayani masyarakat sebagai unsur pelaksanaan lembaga
dituntut untuk memenuhi kebutuhan birokrasi yang memiliki tugas dan
masyarakat sesuai dengan tugas wewenang dibidang pelayanan publik
birokrat.kedudukan aparatur antara lain, registrasi Kartu Tanda
pemerintah dalam pelayanan umum Penduduk (KTP), Kartu Keluarga
sangat strategis karena akan sangat (KK) dan lain sebagainya. Disini
menentukan sejauh mana pemerintah aparat pemerintah khususnya

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 1


pegawai pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada
memberikan proses kegiatan masyarakat?
pelayanan kepada masyarakat
berlangsung mengalami ketidak LANDASAN TEORI
sesuaian, diantaranya staf yang
berwenang untuk mengurus 1 Birokrasi
keperluan masyarakat yang Menurut Max Weber,
membutuhkan pelayanan tersebut birokrasi adalah pengorganisasian
tidak ada di tempat pelayanan pada yang tertib, tertata dan teratur dalam
saat jam kantor, Jam kerja aparatur hubungan kerja yang berjenjang serta
tidak sesuai dengan ketentuan yang mempunyai prosedur kerja yang
berlaku sehingga masyarakat tersusun jelas dalam suatu organisasi
kesulitan untuk datang (widjaja, 2002:80).
menyelesaikan kepentingannya, staf Dalam kenyataannya,
tidak cepat tanggap dalam keluhan birokrasi adalah untuk melaksanakan
masyarakat, dalam melayani penyelenggaraan pemerintahan
masyarakat sikap dan prilaku staf pembangunan dan pelayanan
acuh tak acuh, pelayanann terhadap umum.Dengan tugas utama birokrat
masyarakat kelompok-kelompok (aparatur) adalah memberikan
tertentu tampak dibedakan.maka pelayanan kepada masyarakat,
Aparatur pemerintah desa sebagai memberikan dorongan serta
salah satu unsur pelaksana motivator bagi berkembang
pemerintahan dalam hal proses tumbuhnya peran serta masyarakat.
administrasi memegang peranan
penting didalamnya. 2 Birokrasi Mempunyai Batasan
Berdasarkan fenomena diatas, Yaitu Lembaga Sosial
saya sebagai penulis tertarik untuk Lembaga (institution) adalah
melakukan penelitian lebih lanjut suatu sistem norma untuk mencapai
dengan mengangkat judul tentang suatu tujuan atau kegiatan yang oleh
“KINERJA APARATUR DESA masyarakat. (Horton & Hunt, 1984:
DALAM MEMBERIKAN 244).Secara singkatnya lembaga
PELAYANAN KEPADA adalah proses-proses terstruktur
MASYARAKAT DI DESA PETANI (tersusun) untuk melaksanakan
KECAMATAN MANDAU berbagai kegiatan tertentu.
KABUPATEN BENGKALIS”. Singkatnya fungsi institusi
adalah melayani kebutuhan syitem
RUMUSAN MASALAH sosial. Institusi yang menjalankan
fungsinya secara baik,
Penulis menemukan rumusan mempertahankan fungsinya, saling
masalah pokok yang akan dijadikan bekerja, melindungi dan saling
pedoman dalam melakukan memelihara maka pelayanan dalam
penelitian yang selanjutnya yaitu: institusi akan mendapatkan hasil
1. Bagaimanakah kinerja aparatur yang baik.
desa dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat? 3 Etos Kerja
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Etos kerja akan berpengaruh
kinerja aparatur desa dalam terhadap keberlangsungan atau
kesejahteraan. Etos kerja berasal dari

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 2


bahasa yunani yang berarti sikap, desa beserta perangkatnya yang
kepribadian, watak, karakter serta dicapai dalam suatu priode tertentu.
keyakinan atas sesuatu.
Seperti Weber dalam Doktrin 5 Pelayanan
protestan inilah yang berimplikasi Pelayanan dalam kamus
tumbuhnya suatu etos baru, etos itu bahasa indonesia (2008:571) berasal
berkaitan dengan semangat untuk dari kata layan yang berarti
bekerja guna memperoleh kesuksesan membantu (mengurus) apa-apa yang
didunia tanpa mengabaikan tuntutan diperlukan seseorang, Sedangkan
tuhan. Upaya untuk merebut kata pelayanan mempunyai arti
kehidupan didunia dengan perihal atau melayani. Jadi pelayanan
kebahagian yaitu mengumpulkan disini adalah rangkaian organisasi
harta benda yang banyak atau yang berstrukur.Pelayanan yang
kekayaan secara material.Semangat diberikan tanpa memandang status,
sebagai bentuk pendukung pangkat, dan golongan dari suatu
pengajaran rasionalitas.Semangat itu masyarakat. Pada saat yang sama
telah menjadi kodrat aparatur masyarakat mempunyai hak yang
rasional untuk hidup lebih baik sama untuk memperoleh pelayanan
artinya mengejar kepentingan- tersebut dengan landasan yang
kepentingan kehidupan dari pada bersifat umum dalam bentuk
memikirkan kepentingan kolektif. pedoman tata laksana pelayanan
Kaitannya etos kerja dengan umum.
kinerja yaitu aparatur yang
mempunyai etos kerja tinggi tanpa 6 Struktur Fungsionalis
mengharapkan reward maka akan Parson juga memberikan
menghasilkan kinerja yang baik atau konsep status peran.Status merujuk
masyarakat puas dengan pelayanan pada posisi struktural dalam system
yang dilakukan aparatur. sosial, dan peran adalah apa yang
dilakukan aktor dalam suatu posisi.
4 Kinerja Misalnya kepala desa statusnya
Mangkunegara (2007) adalah sebagai kepala desa dalam
yangmenyatakan bahwa kinerja pemerintahan desa, dan perannya
merupakan hasil kerja secara kualitas sebagai pemimpin dalam struktur
yang dicapai oleh seseorang pegawai social tersebut.
dalam melaksanakan tugasnya sesuai sosialisasi menciptakan
dengan tanggung jawab yang ketertiban sosial dengan cara
diberikan kepadanya. mempersiapkan orang agar bersedia
Jadi dengan demikian kinerja berprilaku seperti yang diharapkan.
adalah suatu hasil yang telah sistem pengendalian sosial (sosial
dikerjakan dalam rangka mencapai kontrol) dapat diartikan sebagai
tujuan organisasi yang dilaksanakan pengawasan oleh masyarakat
secara legal, tidak melanggar hukum terhadap jalannya pemerintahan,
serta sesuai dengan moral dan khususnya pemerintahan beserta
tanggung jawab atas beban yang ada aparaturnya. Sanksi terhadap
padanya.Bagi lembaga atau tindakan kinerja digunakan untuk
pemerintahan desa, kinerja yang memberi sanksi kepada aparatur
dimaksud adalah hasil kerja kepala terhadap pelanggaran atas aturan-
aturan kerja dan sanksi berperan

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 3


dalam melaksanakan kinerja HASIL PENELITIAN
aparatur.
1. PELAYANAN APARATUR
METODE PENELITIAN DESA KEPADA
1. Lokasi Penelitian MASYARAKAT
Penelitian ini dilaksanakan di
Desa Petani Kecamatan Mandau 1. Jam Kerja Aparatur Desa
Kabupaten Bengkalis. Menurut aturan mereka
mengatakan jam 8.00 dan pulang
2. Populasi Dan Sampel pada 16.00 wib, aturan tersebut tidak
Dalam penelitian ini teknik tertulis namun itu aturan yang telah
analisi yang digunakan adalah full disepakati bersama, aturan tersebut
emeration samle yaitu dengan dibuat/ditulis apabila ada kontrol dari
mengambil data seluruh aparat desa pemerintah/adanya pemeriksaan fisik
yang bekerja didesa, yang berjumlah kantor desa. Berdasarkan observasi,
9 orang aparatur.Populasi penelitian waktu kerja datang dan pulang para
ini adalah seluruh aparatur Desa aparatur tidak semua oknum aparatur
Petani Kecamatan Mandau memenuhi aturan. Pada 08.00 wib
Kabupaten Bengkalis. masuk kerja namun ada aparatur
Dan juga Penarikan sampel yang datang lebih dari jam yang telah
dengan Accidental sampling, peneliti ditentukan. Saat selesai istirahat
dapat menemui orang-orang yang harusnya pada jam 14.00 masuk
pertama kali dapat ditemui atau yang kantor namun pada saat itu juga ada
datang kekantor desa dan orang- beberapa oknum yang belum masuk,
orang yang ada didekat dengannya. padahal pada saat itu ada masyarakat
yang mau berurusan untuk membuat /
3. Tekhnik Pengumpulan Data membenarkan data yang salah. Jam
a. Observasi 16.00 wib merupakan waktu pulang
b. Wawancara kerja. Tidak semua aparatur pulang
c. Dokumentasi tepat waktu. Sebelum jam yang
ditentukan waktunya pulang, ada
4. Jenis-jenis Data oknum aparatur yang lebih dulu
a. Data perimer pulang, dengan alasan pekerjaan
b. Data sekunder sudah tidak ada.
Ini artinya mereka tidak
5. Teknik Analisa Data merasa bersalah atas tindakannya,
kesimpulan, analisis data kurangnya tanggung jawab atas
yang digunakan dalam penelitian ini pekerjaannya dan mereka juga tidak
adalah kuantitatif deskrptif. Penulis menggunakan peran dan statusnya
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan baik.
karena peneliti/penulis akan
melakukan survey dan karena 2 Pelayanan Kepada Masyarakat
peneliti mengumpulkan data yang Penulis hanya membatasi
dapat diukur. pelayanan publik antara lain:
Pengurusan Kartu Keluarga (KK),
Pengurusan Kartu Tanda
Penduduk(KTP), Pengurusan Surat
Keterangan Pindah, Registrasi Surat

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 4


Keterangan Kurang Mampu, pelaksanaan menyelesaikan
Pengurusan Pengantar Akta administrasi yang dilakukan aparatur
Kelahiran, Surat Keterangan kepada masyarakat adalah kaur
Kelakuan Baik, Administrasi pemerintahan.Walaupun demikian,
Pertanahan (registrasi surat dalam kenyataannya yang
keterangan riwayat pemilikan menyelesaikan tugas-tugas tersebut
tanahbagi tanah bekas garapan tidak hanya kaur pemerintahan.
hutan,registrasi surat keterangan Artinya masyarakat juga tidak
riwayat pemilikan tanah bagi tanah mengharuskan yang mengerjakan
warisan, registrasi surat keterangan tugasnya adalah petugas yang
riwayat pemilikan tanah bagi tanah bersangkutan, masyarakat hanya
hibah atau pemberian, registrasi surat menginginkan cepat selesainya.
pernyataan ganti rugi bagi tanah yang Pemerintahan Kabupaten
telah memiliki skrpt atau skt). Bengkalis tidak mempunyai
Persyaratan-persyaratan yang PERBUP yang mengatur pembiayaan
telah terpenuhi maka bisa administrasi dalam pengurusan surat
diproses/dibuat. Lama pembuatan menyurat di Desa. Disini juga
surattersebut umumnya hanya satu memperlihatkan, masyarakat juga
hari. Namun aparatur desa untuk mengeluarkan biaya untuk
memproses kelanjutannya hingga pembuatan surat tersebut.
selesai bisa sampai satu Sebenarnya masyarakat
minggu.Lama selesainya pembuatan mempertanyakan maslah pembiayaan
surat tersebut karena melaui proses ini namun tidak ada keberaniaan
yang agak rumit. masyarakat untuk menayakan hal
Yang bertanggung jawab atas tersebut, “takut tidak diselesaikannya
pekerjaan ini yaitu kaur surat tersebut”.
pemerintahan.kaur ini bertugas
melaksanakan sebagai pengelolaan 3. Penjelasan Dari Responden
seperti administrasi kependudukan, Waktu tunggu masyarakat
administrasi pertanahan, pembinaan untuk dilayani merupakan satu hari
Desa, ketentraman dan ketertiban atau pada hari itu mereka datang
masyarakat Desa, mempersiapkan maka pada hari itu juga dilayani para
sebagai bahan perumusan kebijakan aparatur. Namun, selesai atau
penataan, dan Kebijakan dalam tidaknya urusan mereka tergantung
Penyusunan produk hukum Desa. pada surat yang diurus masyarakat.
Sesuai dengan tugas dan fungsinya Menurut observasi, tugas
dimana kaur pemerintahan ini yang pelayanan kepada masyarakat masih
bertugas menyelesaikannya.Dalam perlu adanya peningkatan karna
menyelesaikan tugasnya tidakhanya masih adanya masyarakat yang
kaur pemerintahan yang mengerjakan membicarakan selesainya
karena ada masyarakat yang lama.Seperti dalam menyelesaikan
mempunyai teman yang bekerja di pengantar KTP, aparatur desa
kantor desa jadi dialah yang menyelesaikan surat pengantar KTP
menyelesaikan tugasnya walaupun memang satu hari namun untuk
seharusnya itu bukan pekerjaannya. memproses kelanjutannya ditumpuk
Berdasarkan batasan pelayanan dahulu / menunggu beberapa surat
kepada masyarakat yang dilakukan pengantar baru diproses. Hal ini
oleh penulis maka didalam yang membuat lama selesainya

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 5


pembuatan KTP karena tumpukan mengeluarkan biaya.Dalam
tersebut maka prosesnya lebih dari 1 pembuatan surat/keperluan
minggu dan membuat masyarakat masyarakat itu sendiri.
lama dalam ketidak pastian, ini sama Disini terlihat bahwa aparatur
halnya dengan pembuatan KK. hanya menjalankan tugasnya sebagai
Aparatur masih melakukan manusia yang harus mencari uang
pilihan memilih dalam pelayanan tanpa memikirkan yang lainnya.
kepada masyarakat.Masih adanya
masyarakat yang mendapat perlakuan 2 Status Peran
khusus artinya aparatur belum Dalam hal ini pemerintahan desa
menempatkan statusnya sebagai yang didalamnya terdapat aparatur
pelayan masyarakat sesuai dengan yang bekerja sesuai dengan
fungsinya. kedudukan, tugas dan
Ini terlihat bahwa beberapa fungsinya.Status dari aparatur adalah
oknum aparat melakukan perlakuan sebagai pekerja, dan perannya sesuai
khusus kepada masyarakat seperti dengan tugas dan fungsi dari masing-
apabila hanya masyarakat yang akrab masing aparatur.
dengan si aparat, keluarga, bahkan Responden bekerja tidak harus
yang mempunyai uang sesuai dengan SK yang melekat pada
lebih.Keadilan tidak hanya dalam diri responden. Kadang-kadang
hukum. Keadilan juga berada dalam sesuai SK, kadang-kang tidak sesuai
hak manusia untuk mendapatkan SK 55,6%. Dan responden yang
perlakuan yang sama. disini aparatur bekerja ataupun yang mengerjakan
masih melakukan perlakuan khusus tugas lagi numpuk dan harus cepat
kepada masyarakat. selesai 44,4%.
Berdasarkan tabel diatas dan
2. FAKTOR-FAKTOR YANG keterangan responden, dalam
MEMPENGARUHI KINERJA mengerjakan tugasnya tidak sesuai
APARATUR DESA dengn SK atau tidak harus sesuai
dengan unit bagiannya.Dengan
1 Etos Kerja alasan apabila ada pekerjaan
Tabel menjelaskan, para yangmenumpuk dan harus cepat
aparatur bekerja berdasarkan mencari diselesaikan maka pekerjaan itu yang
nafkah 66,7% ini terlihat bahwa harus dikerjakan terlebih dahulu.
mereka bekerja untuk mendapatkan
uang. Membantu Negara untuk 3 Sosialisasi
mewujudkan cita-cita 22,2%. Dan Para aparatur yang sudah
tuntutan agama untuk bekerja 11,1%. berpengalamanpun selalu
Dari keterangan diatas memerlukan pengetahuan,
aparatur bekerja berdasarkan mencari keterampilan dan kemampuan,
uang ini terlihat pada, Pemerintahan karena selalu ada cara yang lebih
Kabupaten Bengkalis tidak baik untuk meningkatkan kinerjanya.
mempunyai PERBUP yang mengatur Peningkatan, pengembangan, dan
pembiayaan administrasi dalam pembentukan tenaga kerja dapat
pengurusan surat menyurat di Desa. dilakukan melalui pembinaan,
Padahal masyarakat tidak adanya pendidikan dan pelatihan.
aturan untuk mengeluarkan biaya Tabel menjelaskan bahwa kadang-
namun masyarakat masih saja kadang pemerintah mengadakan

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 6


pendidikan khusus agar membaiknya masing jabatan maka disini perlunya
pelayanan kepada masyarakat 44,4%, pengawasan-pengawasan dari
pemerintah selalu mengadakan pemerintah untuk para aparatur agar
pendidikan khusus agar membaiknya aturan-aturan tersebut terlaksana
pelayanan kepada masyarakat 22,2%, dengan baik dan juga agar tidak
pemerintah tidak mengadakan terjadinya pelanggaran norma dan
pendidikan khusus agar membaiknya nilai tersebut. Pengawasan ini bisa
pelayanan kepada masyarakat 22,2%, terlaksana apabila saling bekerja
dan aparatur merasa pemerintah tidak sama antara sesama aparatur dalam
pernah mengadakan pendidikan mengerjakan tugas masing-masing.
khusus agar membaiknya pelayanan Tabel mendeskripsikan
kepada masyarakat 11,1%. bahwa aparatur adanya pengawasan
Tabel mendeskripsikan bahwa dari pemerintah dalam pekerjaanya
pemerintah mengadakan pelatihan- 44,4%. Pemerintah selalu
pelatihan untuk prosedur pelayanan mengadakan pengawasan kepada
kepada masyarakat 33,3%. Aparatur aparatur 33,3%. Dan kadang-kadang
merasa pemerintah selalu pemerintah mengadakan pengawasan
mengadakan pelatihan-pelatihan dan kadang-kadang tidak 22,2%.
untuk prosedur pelayanan kepada
masyarakat 22,2%. Dan pemerintah 5 Sanksi
kadang-kadang mengadakan Hubungan sanksi dengan
pelatihan-pelatihan untuk prosedur kinerja adalah apabila sanksi yang
pelayanan kepada masyarakat11,1%. diberikan lebih tegas dan benar-benar
Aparatur merasa bahwa pemerintah direalisasikan maka tindakan
tidak pernah mengadakan pelatihan- pelanggaran terhadap tugas-tugas
pelatihan untuk prosedur pelayanan yang semestinya tidak akan terjadi.
kepada masyarakat 33,3%. Sanksi terhadap tindakan kinerja
Pemerintah mengadakan digunakan untuk memberi sanksi
pelatihan-pelatihan kepada aparatur kepada aparatur terhadap
desa seperti sosialisasi tentang pelanggaran atas aturan-aturan kerja
kependudukan dan pajak, ini dan sanksi berperan dalam
dilakukan agar aparatur mengerti dan melaksanakan kinerja aparatur.
memudahkan tentang proses Dengan adanya sanksi yang berat dan
pekerjaan yang harus dilakukan. tegas, aparatur akan semakin takut
Yang paling sering dilakukan untuk melanggar peraturan kantor
pemerintah dalam memeberikan dan kinerja aparatur dapat
sosialisasi yaitu tentang ditingkatkan lagi.
kependudukan.Pelatihan-pelatihan ini Tabel menjelaskan bahwa
diadakan sekitar satu sampai tiga pemerintah selalu mengadakan
hari. teguran kepa aparatur desa 55,6%.
Adanya teguran dari pemerintah
4 Kontrol kepada aparatur desa dalam
Kontrol didalam kinerja pekerjaannya 33,3%. Pemerintak
aparatur desa sangat diperlukan. tidak pernah mengadakan teguran
Adanya aturan-aturan dalam kerja kepada aparatur desa petani 11,1%.
yang telah dibuat oleh pemerintah Sanksi selalu ada terhadap
untuk aparatur harusnya dilaksanakan aparatur yang melakukan kesalahan.
sesuai dengan tugas dari masing- Kesalahan yang dimaksud disini

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 7


yaitu keterlambatan aparatur pada untuk mengulangi pelanggaran
saat jam masuk kerja. sanksi yang kedisiplinan.
diterima para aparatur yaitu teguran.
Sanksi ini dilakukan agar aparatur SARAN
disiplin, walaupun teguran sudah 1. Berdasarkan hasil penelitian
diberikan tetap saja aparatur yang dilakukan bahwa, kinerja
melakukan hal itu kembali.Sanksi terhadap aparatur desa dalam
hanya sampai disitu, artinya sanksi memberikan pelayanan kepada
tidak ditambah walapun itu terjadi masyarakat harus
berkali-kali. lebihditingkatkan lagi prestasi
kerja di dalam meningkatkan
KESIMPULAN DAN SARAN mutupelayanan yang diberikan
untuk masyarakat.
KESIMPULAN 2. Bagi aparatur, apabila ada
1. Etos kerja yang ada pada diri kegiatan pembinaan
aparatur adalah mencari uang. aparaturyang dilaksanakan agar
Etos kerja menurut jam kerja sepenuhnya dilakukan dengan
mereka dalam bekerja kurang, benar sehingga hasilnya dapat
ini dapat dilihat dari jam kerja bermanfaat bagi kepentingan
masuk dan jam kerja pulang masyarakat.
kantoraparatur yang tidak sesuai 3. Bagi aparatur supaya
dengan aturan. lebihmeningkatkan kualitas
2. Menjalankan peran yang tidak pelayanan yang di berikan
sesuai dengan aturan yang telah kepada masyarakat
ditetapkan atau mengerjakan karenapelayanan publik yang
tugasnya tidak berdsarkan SK terjadi selama ini masih di
yang ada. katakan bercirikan,lambat dan
3. Sosialisasi yang dilakukan melelahkan.
pemerintah tidak begitu
berpengaruh terhadap kinerja DAFTAR PUSTAKA
aparatur.
4. Kontrol yang dilakukan Dwijowijoto, Nugroho, Riant, 2003.
pemerintah tidak begitu efektif Reinventing Pembangunan
dalam kinerja aparatur. Ini Menata Ulang Paradigm
terlihat masih adanya Pembangunan Untuk
pelanggaran aturan dan aparatur Membangun Indonesia Baru
masih bisa melakukan perlakuan Dengan Keunggulan Global.
khusus/ belum adil kepada Jakarta: PT. Elek Media
masyarakat. Komputindo.
5. Sanksi yang berat tidak ada Giddens, Antony, Daniel Bell,
hanya sanksi yang ringan Michel Forse, etc, 2004.
(teguran) yang berlaku dikantor Sosiologi Sejarah Dan
ini berdampak aparatur tidak Berbagai Pemikirannya
takut untuk melanggar aturan Horton, Paul B & Hunt, Chester L,
yang berlaku, harusnya sanksi 1984. Sosiologi Edisi Keenam
yang berlaku sesuai dengan Jilid 1. Jakarta: Penerbit
pelanggaran yang telah Erlangga.
dilakukan agar aparatur takut

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 8


Harwijaya M, 2008. Cara Mudah Departemen Pendidikan &
Menyusun Proposal, Skripsi, Kebudayaan, Bogor.
Tesis & Disertasi: Pararaton Upe, Ambo, 2010. Tradisi Aliran
Publishing, Yogyakarta. Dalam Sosiologi Dari Filosofi
Ibrahim, Jabal Tarik, 2003. Sosiologi Positivistik Ke Post
Pedesaan. Malang: Positivistik: Rajawali Pers,
Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Malang. Widjaja, Haw, 2002. Otonomi
Jones, Pip, 2010. Pengantar Teori- Daerah Dan Daerah Otonom:
teori Fungsionalisme Hingga Raja Grafindo Persada,
Post_Modernisme. Jakarta: Jakarta.
Yayasan Pustaka Obor Widjaja, Haw, 2004. Otonomi Desa
Indonesia. Merupakan Otonom Yang
Malo, Manasse, Sri Trisnoningtias. Asli, Bulat Dan Utuh: Raja
Metode Penelitian Grafindo Persada, Jakarta.
Masyarakat: Pusat Antar Wasistiono, Sadu, Irwan Tahir, 2007.
Universitas Ilmu-ilmu Sosial , Prospek Pengembangan Desa:
Universitas Indonesia. CV. Fokus Media, Bandung.
Poloma, Margaret M, 2003. Sosiologi
Kontemporer. Jakarta: PT. Sumber skripsi:
Raja Grafindo Persada.
Ritzer, George, Douglas J. Goodman, Agripa Fernando Tarigan, 2011.
2008. Teori Sosiologi Dari Analisis Faktor-Faktor Yang
Teori Sosiologi Klasik Mempengaruhi Kinerja
Sampai Perkembangan Pegawai Dalam Organisasi
Mutakhir Teori Sosial Sektor Publik (Studi Pada
Postmodern: Kreasi Wacana, Kantor Pelayanan Pajak
Yogyakarta. Pratama Semarang Tengah
Soekanto, Soerjono, 2013. Satu). Skripsi. Fakultas
Sosiologi Suatu Pengantar: Ekonomi, Universitas
Rajawali Pers, Jakarta. Diponegoro.
Shadily, Hasan, 1993. Sosiologi Habibi, 2010. Persepsi Masyarakat
Untuk Masyarakat Indonesia: Terhadap Pelayanan Publik
PT. Rineka Cipta, Jakarta. Pasca Pemekaran Kecamatan
Sumardjono, Dardjo, Junuzal Junus, (Studideskriptif Di
1990/1991. Pendayagunaan Kecamatan Pining Kabupaten
Aparatur Pemerintah Desa & Gayo Lues NAD). Fakultas
Kelurahan. Jakarta: PT. Union Ilmu Sosia Dan Ilmu Politik.
Cipta Muda. Universitas Sumatra Utara.
Sunarto, Kamanto, 2004. Pengantar Rosalina Maya, 2013. Pembangunan
sosiologi. Jakarta: Lembaga Infrastruktur Di Desa Kuala
Penerbit Fakultas Ekonomi Lapang Dan Desa Taras
Universitas Indonesia. Kecamatan Malinau Barat
Tjondronegoro, Soediono M.P, 1999. Kabupaten Malinau. Jurnal,
Keping-keping Sosiologi Dari Volume 1, Nomor 1, 2013:
Pedesaan: Direktorat Jendral 106-120.
Pendidikan Tinggi Roza Claudia Sanger, 2009. Kinerja
Aparatur Pemerintah

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 9


Kecamatan Dalam
Meningkatkan Pelayanan
Publik (Suatu Studi Pelayanan
E-Ktp Di Kecamatan
Langowan Timur). Jurnal.
Yuanda Handayani, 2013. Disiplin
Aparat Kelurahan Terhadap
Pelayanan kepada Masyarakat
Di Kelurahan Maharatu
Kecamatan Marpoyan Damai
Kota Pekanbaru, Skripsi.
Fakultas Ilmu Sosial Dan
Ilmu Politik, Universitas
Riau.

Sumber Lain:

Bengkaliskab.bps.go.id/index.php
diakses 24-02-2014 pukul
15.30 wib.
Id.m.wikipedia.org/wiki/kabupaten_
Bengkalis diakses 24-02-2014 pukul
15.30 wib

Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 10


Jom FISIP Volume 2 No. 1 – Febuari 2015 Page 11