Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Rukun Iman yang kedua ialah iman kepada malaikat. Para malaikat berada di alam ghaib
yang tidak bersifat materi, tetapi sebagai tabiatnya dia dapat menjelma ke alam materi.
Pengetahuan kita tentang malaikat semata-mata berdasarkan Al-Qur’an dan keterangan-
keterangan Nabi Saw.
Malaikat pernah datang menjelma ke tempat Nabi Ibrahin as yang terkandung di dalam surat
Hud ayat 69-71. Allah SWT menciptakan malaikat lebih dahulu daripada manusia. Ini
dimengerti dari dialog Allah dengan para malaikat yang termuat dalam surat Al-Baqarah ayat
30. Pembawaan malaikat secara sempurna berbakti kepada Allah, tunduk dan patuh kepada
kekuasaan dan keagungan-Nya serta melaksanakan semua perintah-Nya.
Malaikat diciptakan Allah dari nur (cahaya). Bentuk tubuh dan rupanya hanya Allah-lah
yang lebih mengetahuinya. Adapun jumlahnya sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya,
yang tidak bertambah ataupun berkurang dan tidak akan mati sebelum tibanya hari kiamat.
Para malaikat merupakan hamba-hamba Allah yang sangat taat, berbakti dan selalu menuruti
apa-apa yang diperintahkan-Nya. Karena itu mereka sangat dimuliakan oleh Allah SWT.
Malaikat tidak membutuhkan makan dan minum dan dapat menjelma seperti manusia. Hanya
para Nabi dan Rasul yang dapat mengenal jasadnya yang asli maupun pada waktu menjelma
seperti manusia biasa. Malaikat itu hanya mempunyai akal dan tidak mempunyai hawa nafsu.
Karena itu malaikat terpelihara dari kesalahan dan dosa. Di dalam Al-Qur’an Aziz banyak
difirman Allah yang berhubungan dengan malaikat

Semua mahkluk yang diciptakan oleh Allah SWT dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
: ghaib (al-ghaib) dan nyata (as-syahadah). Yang memberdakan mahkluk ciptaan Allah itu
adalah bisa dan tidak bisanya dijangkau oleh pancaindera manusia. Segala sesuatu yang tidak
bisa dijangkau oleh panca indera manusia digolongkan menjadi al-ghaib, dan sebalikya yang
bisa dijangkau dengan panca indera manusia digolongkan menjadi as-syahadah.
Untuk mengetahui dan mengimani wujud mahkluk ghaib ini, seseorang dapat menempuh dua
cara, yaitu : melalui berita atau informasi yang diberikan oleh beberapa sumber tertentu atau
dengan melalui bukti-bukti nyata yang menunjukkan mahkluk ghaib itu memang ada.

1
Misalnya, malaikat kita mengetahui dan mengimani wujud malaikat, pertama melalui khabar/
berita yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW baik berita yang disampaikan berupa
Al-Quran atau Sunnah. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran atau Sunnah Rasulullah yang
menjelaskan tentang Malaikat. Karena kita mengimani kebenaran dua sumber tersebut, dan
yang berikutnya kita dapat mengetahui dan mengimani wujud malaikat melalui bukti-bukti
nyata yang ada di alam semesta yang menunjukkan bahwa malaikat itu memang ada.
Keimanan kepada Malaikat masuk ke dalam rukun Iman yang kedua, maka setiap orang
islam yang mengaku muslim harus mengimani keberadaan Malaikat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah ?
2. Bagaimana sifat yang dimiliki malaikat-malaikat Allah?
3. Apa hikmah beriman kepada malaikat-malaikat Allah?
4. Bagaimana cara beriman kepada malaikat-malaikat Allah?
5. Apa saja tugas-tugas malaikat Allah?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah.
2. Memahami tentang sifat yang dimiliki malaikat-malaikat Allah.
3. Mengidentifikasi tentang hikmah kepada Allah.
4. Mendiskripsikan tentang cara beriman kepada malaikat-malaikat Allah.
5. Menyebutkan dan menjelaskan tugas-tugas malaikat Allah
D. Manfaat Penulis
1. Bagi penulis : menambah wawasan keilmuwan dalam bidang karya tulis ilmiah
khususnya yang berkaitan dengan materi PAI MTS/MA bila diaktualisasikan dalam
kehidupan sehari-hari
2. Bagi pembaca : dapat mengetahui iman kepada malaikat-malaikat Allah.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian iman kepada malaikat-malaikat Allah

Secara etimologis kata Malaikat (dalam bahasa Indonesia Malaikat) adalah bentuk jamak
dari malak1, berasal dari mas dharal-khuluh yang artinya ar-rissalah (misi atau pesan).Yan
membawa misi atau pesan tersebut disebut dengan ar-rasul (utusan). Dalam beberapa ayat Al-
Quran Malaikat juga disebut dengan rusul (utusan-utusan),misalnya pada surat Hudayat 69.
Dan Sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim
dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat.” Ibrahim menjawab:
“Selamatlah,” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang
dipanggang.
Secara terminologis Malaikat adalah mahkluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari
cahaya dengan wujud dan sifat yang berbeda-beda. Sebagai salah satu mahkluk ghaib wujud
malaikat tidakdapat dilihat, diraba, dicium, dirasakan oleh manusia.
Karena Malaikat adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, walaupun malaikat mempunyai
keluarbiasaan yang sangat hebat, malaikat tidak berhak untuk diibadahi oleh umat manusia.
Namun umat manusia wajib untuk mempercayai dan mengimani malaikat. Keimanan kepada
malaikat merupakan salah satu rukun dari rukun iman, hal ini sebagaimana penjelasan
Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam hadits jibril, dimana malaikat jibril bertanya
kepada beliau tentang iman dan kemudian dijawab oleh Rosulullah “Engkau beriman kepada
Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kepada qadar yang
baik dan buruk “. (HR.Muslim). Ini artinya orang yang tidak mengimani malaikat maka dia telah
terjerumus dalam kekufuran karena telah mengingkari salah satu rukun iman. Oleh karena itulah
amat penting bagi kita untuk mengetahui apa dan bagaimanakah bentuk keimanan yang benar
terhadap makhluk-makhluk Allah SWT.

B. Sifat yang dimiliki malaikat-malaikat Allah

a) Sayap Para Malaikat

1 Pengertian iman kepada malaikat

3
Allah menciptakan para malaikat dan menjadikan mereka bersayap. Sayap para Malaikat
berbeda-beda dari sisi jumlah dan besarnya. Allah menjelaskan dalam QS Fathir ayat 1,
Yang dimaksud Allah menambahi dalam penciptaan apa yang Dia kehendaki sebagaimana dalam
ayat di atas adalah menambah jumlah malaikat dan menambah jumlah sayap malaikat,
sebagaimana yang Dia inginkan.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan bahwasanya Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam melihat malaikat Jibril memiliki 600 sayap.” (HR Muslim) Dalam riwayat
Ahmad dinyatakan bahwa satu sayap malaikat Jibril itu sudah bisa menutupi ufuk.
b) Para malaikat tidaklah makan tidak pula minum. Tidak menikah, dan tidak pula
berketurunan.
“Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh
perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, “Jangan kamu takut,
sesungguhnya kami adalah yang diutus kepada kaum Luth.”(QS Huud: 70)
Diriwayatkan dari Said bin Musayyib, beliau metakan bahwa para malaikat itu bukan laki-laki
dan bukan perempuan, tidak makan, tidak minum, tidak menikah dan tidak berketurunan.
c) Malaikat juga mendengar, melihat, dan berbicara.
Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa para malaikat itu berdialog dengan Allah
subhanahu wa ta’ala. Dalilnya, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata,
“Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya
dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang
tidak kamu ketahui.” (QS al-Baqarah: 30).
Ayat ini menunjukkan bahwa para malaikat berbicara kepada Allah dan Allah pun mengajak
bicara dengan mereka. Para malaikat mendengar firman Allah dan hal tersebut menyebabkan
mereka pingsan.
“Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya
memperoleh syafa’at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka
berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab, “Yang benar,”
dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS Saba’: 23).

4
Malaikat juga berbicara dengan manusia baik pada saat dalam rupa aslinya atau pun ketika
berwujud manusia. Ketika dalam wujud manusia, maka orang yang diajak bicara oleh malaikat
pun bisa menyaksikan rupa malaikat tersebut sebagaimana dalam hadits Jibril.
Terkadang pula Nabi bisa melihat malaikat, namun para shahabat yang berada di sekelilingnya
tidak bisa melihatnya.
Diantara dalil hal tersebut adalah saat Nabi berkata kepada isterinya Aisyah, “Ini Malaikat Jibril,
dia mengucapkan salam untukmu. Aisyah pun mengatakan engkau bisa melihat apa yang tidak
bisa kami lihat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Malaikatpun berbicara dengan sesamanya, sebagaimana firman Allah dalam QS Saba’ ayat 23.
Pada saat menjelaskan ayat tersebut Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya para malaikat turun ke
awan, lalu menceritakan ketetapan yang sudah ditetapkan di langit.” Pembicaraan mereka ini
kemudian dicuri oleh jin lalu disampaikan kepada para dukun.
d) Malaikat tidak pernah merasa capek dan bosan
Pada surat Al- Anbiya: 20, Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya”. Dan
pada QS. Fushillat : 38
e) Para malaikat juga merasakan kematian
Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa semua makhluk hidup tak terkecuali malaikat
itu akan merasakan kematian. Diantaranya adalah :
“Janganlah kamu sembah di samping Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan melainkan
Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya
kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS al-Qashash: 88).
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” (QS Ar-Rahman: 26).2
Para ulama’ ahli tafsir menyebutkan bahwa malaikat yang terakhir mati adalah malaikat
kematian. Sedangkan malaikat yang pertama kali dibangkitkan dari kematian adalah malaikat
peniup sangkakala.
f) Karakter kejiwaan para malaikat terjaga dari maksiat
Allah menciptakan para malaikat dan memberikan tugas besar untuk mereka. Oleh karena itu
malaikat ma’shum (terjaga) dari tindak maksiat, sehingga tatanan alam semesta ini tidak
mengalami ketimpangan. Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan

2 Sifat yang dimiliki malaikat

5
batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS
at-Tahrim: 6), “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan
perintah-perintahNya..” (QS al-Anbiya” : 27).
Ada sebagian orang yang kebingungan mengenai kemakshuman para malaikat jika dihubungkan
dengan surat al-Anbiya: 29, “Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: “Sesungguhnya
Aku adalah tuhan selain daripada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam,
demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.
Jawaban tentang hal ini sebagaimana yang disampaikan Syaikh Syinqiti dalam tafsirnya. Beliau
mengatakan, “Meskipun para malaikat adalah makhluk yang mulia dan memiliki kedudukan
tinggi di sisi Allah, akan tetapi seandainya ada seorang malaikat yang mengaku sebagai ilah
selain Allah tentu akan Allah siksa dengan api neraka. Kita semua mengetahui bahwasanya
pengandaian itu mungkin terjadi dan adapula pengandaian yang tidak mungkin terjadi. Ayat
yang semisal ini yang berisikan pengandaian yang tidak mungkin terjadi adalah dalam surat az-
Zumar 65 yang artinya, “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada yang
sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan , niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu
termasuk orang-orang yang merugi.
Kita semua sudah mengetahui bahwasanya para nabi itu terjaga dari melakukan kemusyrikkan.
Ayat-ayat di atas (QS al-Anbiya 29 dan al-Zumar 65) dan ayat-ayat yang semakna, semuanya
menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya zat yang berhak untuk disembah dan tidak boleh
disekutukan. Disamping itu satu jenis ibadah pun tidak boleh diberikan kepada selain Allah,
meskipun kepada malaikat yang sangat dekat dengan Allah, tidak pula seorang nabi sekaligus
rasul.
”Ada juga orang yang kebingungan tentang kemakshuman malaikat jika dikaitkan dengan
keengganan iblis untuk bersujud kepada Adam. Hal ini sebenarnya tidak perlu dibingungkan
mengingat iblis bukanlah malaikat menurut pendapat yang benar. Ada juga yang meneruskan hal
ini dengan Harut dan Marut yang mengajarkan sihir kepada banyak orang. Hal ini sebenarnya
tidak perlu dipermasalahkan jika kita menyadari bahwasanya apa yang dilakukan oleh Harut dan
Marut itu atas perintah Allah sebagai cobaan dan ujian bagi manusia.
g) Berilmu

6
Allah berfirman, “Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain
dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana . (QS al-Baqarah: 32), Allah juga membebani para malaikat
dengan berbagai tugas di langit dan di bumi. Oleh karena itu tentu mereka memiliki ilmu
berkenaan dengan tugas yang diberikan kepada mereka.
Allah berfirman, “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada yang mengawasi, yang mulia dan
mencatat,(QS al-Infithar: 10-11).
h) Berdebat
Allah berfirman yang artinya: “Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desak bersama
kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk
neraka.”(QS Shaad: 69), Yang dimaksud berdebat dalam hal ini adalah berdialog dan saling
membantah di antara sesama mereka.
i) Bershaf Di Sisi Allah
“Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf . Dan sesungguhnya kami benar-benar
bertasbih .” (QS as-Shaffat: 165-166).
Nabi bersabda, “Tidakkah kalian bershaf sebagaimana para malaikat membuat barisan di sisi
Rabbnya?” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shaf yang dibuat oleh
para malaikat di sisi Rabbnya? Nabi bersabda, “Mereka menyempurnakan dan merapatkan shaf”
(HR Muslim).
j) Safaroh, Kirom, dan Baroroh.
Allah berfirman, “Di tangan para penulis, yang mulia lagi berbakti.” (QS Abasa: 15-16). Yang
dimaksud safarah adalah penghubung antara Allah dan para rasul serta para nabi
Secara bahasa safarah berarti memperbaiki. Sehingga para malaikat dijadikan sebagaimana duta
yang memperbaiki keadaan suatu kaum pada saat mereka turun membawa wahyu Allah dan
menyampaikannya. Sedangkan yang dimaksud kiram adalah ciri fisik mereka yang bagus mulia
dan terpuji. Sedangkan yang dimaksud dengan bararah adalah akhlak dan perbuatan para
malaikat itu suci dan sempurna. Dari Aisyah Rasulullah bersabda, “Permisalan orang yang
pandai membaca al-Quran adalah bersama para malaikat yang safarah, kiram, dan bararah.” (HR
Bukhari dan Muslim).
k) Memiliki rasa takut kepada Allah

7
“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, para malaikat karena takut kepada-Nya, dan
Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka
berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan yang maha keras siksa-Nya.” (QS ar-
Ra’du: 13).
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Ausath dengan sanad yang hasan dari Jabir.
Rasulullah bersabda, “Pada saat malam Isra’ Mi’raj aku melewati Mala’ A’la (para malaikat)
sedangkan Jibril bagaikan tikar karpet yang usang karena demikian takut kepada Allah.
l) Merasa Malu
Nabi bersabda mengenai Utsman, “Tidakkah aku merasa malu terhadap seseorang (Utsman)
yang para malaikat merasa malu terhadapnya. (HR Bukhari).

C. Hikmah beriman kepada malaikat-malaikat Allah

Sebagai muslim yang memiliki iman kepada malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa
perilaku yang mengindikasikan dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku
dari orang yang beriman kepada Malaikat antara lain :3
a. Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian
b. Memiliki kepedulian sosial dalam hidup dengan masyarakat sekitar
c. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya
d. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu
e. Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang terjadi sekitarnya
f. Mengetahui akan keagungan Allah SWT, kekuatannya serta kekuasaanya.
Keagungan mahluk merupakan bagian dan keagungan khaliq
g. Terimakasih (syukur) kepada Allah SWT atas perhatian-NYA terhadap bani adam,
dimana dia telah memasrahkan kepada sebagian dari pada malaikat itu untuk menjaga
(mengawasi) mereka, mencatat amal perbuatan mereka, serta kemaslahatan-kemaslahatan
mereka yang lainya.
h. Mencintai para malaikat atas apa yang telah mereka tunaikan berupa penyembahan

3 Tanda tanda perilaku malaikat

8
(ibadah) kepada Allah SWT.[5]

D. Cara beriman kepada malaikat-malaikat Allah

Yaitu kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para malaikat dan bahwasanya mereka
adalah salah satu jenis makhluk Allah yang tidak pernah mendurhakai apa yang diperintahkan
Allah di atas mereka dan senantiasa melakukan apa yang diperintahkan-Nya. 4

Beriman kepada para malaikat mencakup empat hal yaitu:5


1. Beriman kepada keberadaan mereka.
2. Beriman kepada mereka yang kita ketahui nama-namanya dan terhadap mereka yang
tidak kita ketahui nama-namanya, kita beriman kepada mereka secara global.
3. Beriman kepada apa yang kita ketahui dari sifat-sifat mereka.
4. Beriman kepada apa yang kita ketahui dari tugas-tugas yang mereka lakukan atas
perintah Allah, seperti bertasbih dan beribah kepada-Nya siang dan malam tanpa lelah
ataupun jenuh.
Rukun iman kedua ialah beriman kepada malaikat. Kata malaikat adalah kata jama’ dari
kata malak yang berasal dari kata alukah (ْ‫ )الُ ْوك َْة‬yang berarti risalah. Dalam Al-Qur’an
terdapat banyak ayat yang mewajibkan setiap mukmin untuk beriman kepada adannya
malaikat.
Dalam Al-Qur’an terdapat kira-kira 75 ayat yang di dalamnya disebut kata “malaikat”
dalam berbagai munasabah. Ada yang berkaitan dengan tugasnya dengan sifatnya,
hakikatnya. Setiap orang mukallaf menurut syara’ wajib mengimani para malaikat alaihimus
shalaatuwassalaam. Artinya ialah harus mengitikadkan dengan seteguh-teguhnya, bahwa
malaikat itu benar-benar ada bahwa mereka itu adalah hamba Allah yang mukminin serta
dimuliakan.

4 Cara beriman kepada malaikat


5 Beriman kepada malaikat Allah mencakup empat hal

9
E. Tugas malaikat-malaikat Allah

Jumlah Malaikat sesungguhnya sangatlah banyak, tidak bisa diperkirakan. Setiap


malaikat juag mempunyai perbedaan-perbedaan dan tingkatan-tingkatan tertentu. Namun
Malaikat yang dapat diketahui oleh manusia hanya ada 10 Malaikat berserta tugas-
tugasnya. Nama dan tugas Malaikat, ialah sebagai berikut :6

1) Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
2). Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia. Dialah Malaikat
yang diserahi tugas mengatur hujan dan tumbuh-tumbuhan dimana semua rizki di dunia
ini berkaitan erat dengan keduanya.

3). Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu
hari kiamat. Tugas meniup sangkakala atas perintah Allah SWT dengan tiga kali tiupan.
Pertama adalah tiupan keterkejutan, tiupan kedua adalah tiupan kematian dan tiupan
ketiga adalah tiupan kebangkitan.

4). Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.

5). Malaikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal
perbuatan manusia di alam kubur.

6). Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal
perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.

7). Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal
baik manusia ketika hidup.

8). Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan
buruk / jahat manusia ketika hidup.

6 Tugas malaikat Allah

10
9). Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.

10) .Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Secara etimologis kata Malaikah (dalam bahasa Indonesia Malaikat) adalah bentuk jamak
dari malak, berasal dari masdhar al-khuluh yang artinya ar-rissalah (misi atau pesan).
Yang membawa misi atau pesan tersebut disebut dengan ar-rasul (utusan). Secara
terminologis Malaikat adalah mahkluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari
cahaya dengan wujud dan sifat yang berbeda-beda. Sebagai salah satu mahkluk ghaib
wujud malaikat tidakdapat dilihat, diraba, dicium, dirasakan oleh manusia.
2. Para Malaikat diciptakan dari cahaya. Merupakan makhluk Allah yang selalu taat dan
tidak pernah maksiat. Malaikat adalah makhluk yang sangat besar, Malaikat juga
memiliki paras yang sangat indah.
3. Hikma beriman kepada malaikat Allah

Kita akan mendapatkan hikmah setelah beriman kepada Malaikat yang insyaAllahsangat
bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Hikmah tersebut diantaranya:
Meningkatkan iman dan takwa seseorang kepada Allah SWT karena ingatbahwa
Malaikat. merupakan salah satu ciptaan Allah dan siapapun yang beriman kepada Allah
maka harus beriman kepada malaikat.
Membuat manusia senantiasa berhati-hati ketika melakukan segala perbuatan.
Mendorong manusia untuk terus meningkatkan amal baik, karena sekecil apapun
kebaikan pasti akan dicatat.
Menghindarkan manusia dari perbuatan buruk dan tercela.
Keyakinan akan kebesaran Allah SWT bertambah
Manusia akan berlomba-lomba dalam kebaikan
4. Beriman kepada Allah SWT adalah akar atau pokok dari keseluruhan isi dari rukun iman,
bila manusia beriman kepada Allah, maka manusi wajib beriman kepada malaikat, rasul,
kitab Allah, qada dan qadar serta hari kiamar
5. A. malaikat jibril : menyampaikan wahyu
B. Malaikat mikail : memberi risky
C. Malaikat isrofil : meniup sangkakala

12
D. Malaikat izrail : mencabut nyawa
E. Malaikat munkar : menanyai perkara manusia didalam kubur
F. Malaikat nakir : menanyai perkara manusia didalam kubur
G. Malaikat raqib : mencatat amal baik
H. Malaikat atid : mencatat amal buruk
I. Malaikat ridwan : menjaga pintu surge
J. Malaikat malik : menjaga pintu surge

B.Saran
Manusia juga harus beriman kepada para Malaikat, kerena Malikat adalah salah satu
mahluk ciptaan Allah SWT, bahkan dalam rukun islam yang ke dua terdapat manusia
harus beriman kepada Maliakat. Dan, apabila manusia tidak mengakui adanya Malaikat
sama saja manusia tidak percaya dengan Allah SWT.

13
DAFTAR PUSTAKA

NN. 2010. Sifat Para Malaikat. 14 Oktober 2012. http://ustadzaris.com/sifat-para-malaikat-yang-


mengagumkan.
Ilyas, Yunahar. Kuliah Aqidah Islam. LPP UII. Yogyakarta
Zuhud. 2011. Iman Kepada Malaikat. 14 Oktober.http://zuhud.wordpress.com/rukun-iman/iman-
kepada-malaikat/.

14