Anda di halaman 1dari 16

Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan .....

, Hal :231-245

ANALISIS BAURAN PEMASARAN TERHADAP


KEPUTUSAN MEMILIH RUMAH
(Studi Kasus di PT. Gading Anugerah Abadi di Malang)

Oleh : Linda Ayu Susianti dan Nunung Nurastuti Utami*)

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel bauran pemasaran terhadap
keputusan memilih rumah.Jenis penelitian adalah explanatory research, pendekatan penelitian
yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 orang.
Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda, uji F dan uji t.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa bauran pemasaran yang terdiri dari produk,
harga, saluran distribusi, dan promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
keputusan memilih rumah. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa produk, harga, saluran
distribusi, dan promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih
rumah. Variabel produk berpengaruh dominan terhadap keputusan memilih rumah.
Kata kunci : produk, harga, saluran distribusi, promosi, keputusan memilih

Abstract
This study aimed to analyze the influence of marketing mix variables the decision to choose
a house. This type of research is explanatory research, the research approach used is
quantitative. The sample in this study as many as 52 people. Mechanical analysis using
multiple regression analysis, F test and t test.
Based on the results of the analysis show that the marketing mix consisting of product, price,
distribution channels, and simultaneous promotion significantly influence the decision to
choose a house. Based on t test results showed that the product, price, distribution channels,
and promotional partially significant effect on the decision to choose a house. Variable
products the dominant influence on the decision to choose a house.
Keywords: product, price, distribution channels, promotion, the decision to choose
.

.
1. Pendahuluan selektif dalam membeli barang. Untuk
PT. Gading Anugerah Abadi di Malang memenangkan persaingan ini, suatu perusahaan
merupakan salah satu pengembang perumahan harus mampu menemukan dan menciptakan
yang berada di Kota Malang, hal penting yang keunggulan bersaing (competitive advantage)
harus diperhatikan oleh pengusaha perumahan perusahaan dengan bauran pemasaran yang tepat
adalah mengetahui faktor-faktor yang untuk mempertahankan eksistensi perusahaan di
menyebabkan konsumen menjatuhkan pilihannya lingkungan persaingan yang akan dihadapi.
pada salah satu lokasi perumahan. Dalam Motif pembelian dari konsumen perlu
memasarkan produknya, pengusaha haruslah dapat diketahui oleh pemasar, sehingga diterapkan
mencari langkah-langkah yang dapat meraih strategi pemasaran pada umumnya, secara tepat
konsumen, karena konsumen sekarang ini lebih dan terarah kepada pembeli atau konsumen yang
________________________________________
*) Linda Ayu Susianti, adalah Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara Malang.

231
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

menjadi sasaran pasar. Strategi pemasaran sangat harus menghasilkan mutu pemasaran selain mutu
diperlukan untuk menciptakan sesuatu produk produksi. Bauran pemasaran akan membantu
yang berbeda dengan pesaing dimana strategi ini pemasar dalam memasarkan produk maupun
adalah alat yang digunakan untuk memikat jasanya kepada pasar sasarannya serta untuk terus
konsumen agar tertarik terhadap produk yang menerus mencapai tujuan pemasarannya.
ditawarkan dan menciptakan keunggulan yang Pemasaran merupakan suatu sistem dari
kompetitif. Menurut Peter dan Olson (1999:10), kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan yang
strategi pemasaran adalah suatu rencana yang meliputi kegiatan merencanakan dan menentukan :
didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam produk, harga, saluran distribusi dan promosi
mencapai tujuan organisasi. Menciptakan suatu berupa barang dan jasa kepada kelompok pembeli.
strategi pemasaran yang sukses, seorang pemasar Kegiatan-kegiatan pemasaran tersebut beroperasi
harus mampu mengetahui keinginan konsumen dan dalam suatu lingkungan yang dibatasi oleh sumber-
trend pasar saat ini, dengan demikian pemasar sumber dari perusahaan itu sendiri seperti
mampu mengambil minat konsumen untuk peraturan-peraturan maupun konsekuensi yang
mengkonsumsi produk yang ditawarkan. ditmbulkan sebagai akibat adanya dinamika pasar.
Bauran pemasaran merupakan salah satu Keunggulan suatu perusahaan juga ditentukan oleh
cara atau strategi yang digunakan perusahaan komitmen para karyawan perusahaan untuk
dalam melakukan kegiatan pemasarannya. memuaskan pelanggan (konsumen). Ada empat
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:71), bauran unsur bauran pemasaran yang dapat
pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran mempengaruhi perkembangan perusahaan, yang
taktis dan terkontrol yang dipadukan oleh sering dikenal dengan 4P yaitu : product, price,
perusahaan untuk menghasilkan respon yang place, promotion (Kotler dan Amstrong, 2001:18).
diinginkan pasar sasaran. Keputusan mengenai Di samping itu agar perusahaan dapat unggul harus
setiap unsur bauran pemasaran ini saling berkaitan mengetahui bagaimana menyesuaikan diri dan
satu sama lain. Perusahaan yang hanya menanggapi perubahan pasar yang terus menerus
memikirkan strategi pemasaran untuk memikat terjadi. Bauran pemasaran merupakan alat utama
konsumen tidak cukup, karena dengan bagi perusahaan untuk dapat menguasai pasar yang
memusatkan pada strategi-strategi yang digunakan, diharapkan sekaligus untuk menentukan posisi
tidak akan menciptakan kepuasan konsumen. Maka perusahaan terhadap pasar yang menjadi target
perusahaan juga berpusat pada mutu. Menurut sasaran. Oleh karena itu sangat penting bagi
Kotler (2008:181) para manajer mempunyai dua perusahaan untuk merumuskan bauran pemasaran
tanggung jawab (1) mereka harus berpartisipasi yang tepat dalam rangka mencapai penjualan yang
dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang ditargetkan.
dirancang untuk membantu perusahaan agar Kebutuhan terhadap bauran pemasaran
unggul melalui kehebatan mutu total, (2) mereka semakin diakui oleh para pengusaha, karena
232
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

dengan bauran pemasaran yang tepat dan jitu Definisi bauran pemasaran menurut Swastha
suatu perusahaan dapat mencapai tujuan yang (2005:42) adalah: “Kombinasi dari empat variabel
maksimal. Pelaksanaan atau penerapan dari bauran atau kegiatan yang mempunyai inti dari sistem
pemasaran yang tepat diharapkan dapat pemasaran perusahaan, yakni: produk, struktur
memberikan peningkatan minat konsumen harga, kegiatan promosi, dan distribusi.”
terhadap produk yang dihasilkan, sehingga mereka Menurut Payne (2000:28) yang
merasa terdorong untuk melakukan pembelian. diterjemahkan oleh Tjiptono, bauran pemasaran
Dengan peningkatan pembelian yang terjadi pada adalah : “Satu dari sekian konsep yang paling
konsumen secara otomatis akan meningkatkan universal yang telah dikembangkan dalam
volume penjualan pada perusahaan yang akan pemasaran. Kebanyakan pembahasan mengenai
menciptakan keuntungan pada perusahaan. pemasaran memusatkan perhatian sekitar 4 P,
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen ini meliputi: produk, harga, promosi,
pengaruh variabel bauran pemasaran yang terdiri tempat.”
dari produk, harga, saluran distribusi, dan promosi Produk merupakan elemen penting dalam
secara simultan berpengaruh terhadap keputusan bauran pemasaran. Pemilihan jenis produk
memilih rumah, menganalisis pengaruh bauran mempengaruhi penetapan harga, cara pengeluaran
pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran dan promosi yang dilakukan. Menurut Kotler
distribusi, dan promosi secara parsial berpengaruh (2002:508) yang diterjemahkan oleh Teguh
terhadap keputusan memilih rumah, serta pengertian dari suatu produk adalah : “Apa saja
menganalisis di antara variabel-variabel bauran yang dapat dipasarkan ke pasar untuk diperhatikan,
pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat
distribusi, dan promosi yang berpengaruh dominan memenuhi keinginan atau kebutuhan.” Sedangkan
terhadap keputusan keputusan memilih rumah. menurut Swastha (2005:94), produk didefinisikan
sebagai berikut : “Produk adalah suatu sifat yang
2. Tinjauan Pustaka komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat
2.1.Bauran Pemasaran diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise
Pada dasarnya bauran pemasaran merupakan perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan
variabel-variabel yang dipakai perusahaan dalam dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk
kegiatan pemasarannya, banyak pendapat dari para memuaskan keinginan atau kebutuhannya.”
ahli yang menegaskan hal tersebut seperti yang Selanjutnya menurut Alma (2007:139) produk
diungkapkan Kotler (2002:82) yang diterjemahkan adalah : “segala sesuatu yang dapat ditawarkan di
oleh Teguh bauran pemasaran adalah : pasar, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
”Seperangkat pemasaran yang digunakan konsumen.”
perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya Harga sering menjadi faktor penentu dalam
dalam pasar sasaran.” pembelian dan merupakan salah satu unsur yang

233
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

paling penting dalam menentukan bagian pasar dan produk tersebut tidak akan diketahui manfaatnya
tingkat keuntungan perusahaan. Di samping itu dan bahkan tidak akan dibeli. Promosi dilakukan
harga merupakan unsur marketing mix yang untuk mempengaruhi sikap dan prilaku konsumen.
bersifat fleksibel artinya dapat diubah dengan Perusahaan melakukan promosi dimaksudkan
cepat. Menurut Kusnadi (2001:210), harga adalah : untuk pemberitahuan kepada individu atau
“Titik temu antara pembeli dan penjual di dalam organisasi sehingga dapat mencapai seluruh
proses terjadinya transaksi jual beli.” Swastha dan segmen sasaran tentang tersedianya suatu barang
Irawan (2002:241) mendefinisikan harga sebagai untuk melakukan pembelian. Apabila proses
berikut: “Harga adalah sejumlah uang (ditambah promosi dilakukan dengan sempurna (tepat
beberapa produk kalau mungkin) dibutuhkan untuk sasaran) maka secara tidak langsung akan memberi
mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pengaruh terhadap keputusan pembelian
pelayanannya.” Sedangkan menurut menurut Alma konsumen.
(2007:169) harga adalah “nilai suatu barang yang Pengertian promosi menurut Tjiptono
dinyatakan dengan uang.” (2008:219) adalah sebagai berikut : Suatu bentuk
2.2.Saluran Distribusi komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran
Saluran distribusi merupakan penghubung adalah aktivitas pemasaran yang berusaha
antara produsen dengan konsumen. Menurut Kotler menyebarkan informasi, mempengaruhi/mem
dan Armstrong (2001:5) adalah “suatu perangkat bujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas
organisasi yang saling tergantung dalam perusahaan dan produknya agar bersedia
menyediakan satu produk atau jasa untuk menerima, membeli, dan loyal pada produk yang
digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
pengguna bisnis.” Sedangkan menurut Alma Menurut Saladin (2006:68) promosi adalah
(2007:49) saluran distribusi adalah “lembaga yang “komunikasi informasi penjual dan pembeli yang
saling terkait untuk menjadikan produk atau jasa bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku
siap digunakan atau dikonsumsi.” pembeli yang tadinya tidak mengenal menjadi
Menurut Mursid (2003:85) “Saluran mengenal, sehingga pembeli tetap mengingat
distribusi adalah semua kegiatan yang produk tersebut.”
berhubungan dengan usaha untuk menyampaikan
barang-barang hasil produksi suatu perusahaan dari 3.Metodologi Penelitian
produsen kepada para pembeli atau kepada para 3.1.Jenis Penelitian
calon konsumen.” Penelitian yang digunakan adalah penelitian
2.3.Promosi penjelasan (explanatory research). Menurut
Promosi merupakan salah satu unsur penting Singarimbun (2006:5) “penelitian penjelasan
dalam pemasaran dengan kata lain suatu produk (explanatory research) adalah penelitian yang
apapun jika tidak dikenal oleh konsumen maka
234
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

menjelaskan hubungan kausal antara variabel- penggunaannya sesuai dengan kebutuhan.


variabel melalui pengujian hipotesa”. Indikator yang digunakan adalah sebagai
3.2.Definisi Operasional Variabel berikut :
1. Variabel bebas (independent variable) 1) Lokasi yang strategis (X3.1)
Yang merupakan variabel bebas adalah : 2) Ketersediaan produk yang dibutuhkan
a. Produk (X1) (X3.2)
Produk adalah hasil dari aktivitas 3) Kemudahan menemukan produk yang
produksi perusahaan yang dapat ditawarkan ditawarkan (X3.3)
ke produsen untuk diperhatikan, diminta, d. Promosi (X4)
dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi Promosi adalah aktivitas kegiatan pemasaran
sebagai pemenuhan keinginan konsumen. yang dilakukan oleh perusahaan berupa
Indikator yang digunakan adalah : menyebarkan informasi, mempengaruhi,
1) Desain menarik (X1.1) membujuk dan/atau meningkatkan pasar
2) Tipe produk (X1.2) sasaran atas perusahaan dan produknya agar
3) Kualitas produk (X1.3) konsumen bersedia menerima, membeli dan
b. Harga (X2) loyal pada produk yang ditawarkan
Harga adalah jumlah yang perusahaan. Adapun indikatornya adalah :
dibebankan atau harus dibayar oleh 1) Media cetak (X4.1)
konsumen atas pertukaran untuk 2) Media elektronik (X4.2)
mendapatkan manfaat dari memiliki atau 3) Brosur (X4.3)
menggunakan sesuatu yang diterimanya 2. Variabel terikat (dependent variable)
berupa barang atau jasa dengan tujuan untuk 1. Yang menjadi variabel terikat
memenuhi keinginan dan kebutuhannya. adalah keputusan memilih (Y) yaitu hasil
Adapun indikatornya adalah : pertimbangan dan pemikiran yang dilakukan
1) Tingkat persaingan (X2.1) oleh konsumen untuk menggunakan produk
2) Harga terjangkau (X2.2) yang dihasilkan oleh perusahaan. Adapun
3) Kesesuaian harga dengan kualitas yang indikator yang digunakan adalah :
didapat (X2.3) a. Melakukan pembelian karena produknya
c. Saluran Distribusi (X3) (Y1)
Saluran distribusi adalah saluran yang b. Ada kepuasan setelah membeli rumah (Y2)
digunakan oleh perusahaan untuk c. Melakukan pembelian rumah karena
menyalurkan barangnya ke konsumen memiliki kualitas yang baik (Y3).
dengan berusaha memperlancar dan 3.3.Populasi dan Teknik Penarikan Sampel
mempermudah penyampaian barang dan 1. Populasi
jasa dari produsen ke konsumen, sehingga

235
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

Menurut Budiono (2001:9), populasi 3.4.Teknik Analisis Data


didefinisikan sebagai “Suatu keseluruhan Teknik analisis data yang digunakan dalam
pengamatan atau objek yang menjadi perhatian penelitian ini adalah meliputi metode regresi linier
kita. Sedangkan sampel adalah bagian dari berganda (multiple regression), uji F dan uji t
populasi yang menjadi perhatian kita.” Populasi dengan maksud untuk memperoleh hasil
yang diteliti dalam penelitian ini adalah pendugaan parameter yang baik dengan asumsi
pembeli rumah di PT. Gading Anugerah Abadi variabel bebas dan variabel terikat.
yang berjumlah 262 orang. 1. Metode Regresi Linier Berganda (Linier
2. Sampel Regression)
Sampel adalah sebuah kelompok anggota Metode regresi linier berganda
yang menjadi bagian populasi sehingga juga digunakan untuk menganalisis kondisi
memiliki karakteristik populasi (Nurgiyantoro, penjualan yang terjadi. Tujuan dari metode ini
2002:21). Untuk mengambil data yang adalah untuk mengetahui hubungan dan
digunakan peneliti ini, maka pedoman yang besarnya pengaruh masing-masing variabel
akan dipakai menentukan responden secara bebas terhadap variabel terikatnya. Model
keseluruhan penulis berpedoman pada pendapat regresi linier berganda yang diterapkan
Arikunto (2006:115) : “Penentuan responden menurut Sanusi (2003:121) adalah :
dan sampel, apabila populasinya kurang dari Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
100, lebih baik diambil semua sehingga Dimana :
Y = keputusan memilih
penelitiannya merupakan penelitian populasi,
a = konstanta persamaan regresi
selanjutnya jika jumlah populasinya besar atau b1...4 = koefisien regresi
X1 = produk
lebih dari 100 dapat diambil antara 10 – 15%,
X2 = harga
atau 20 – 25% atau lebih.” Dari pendapat X3 = saluran distribusi
X4 = promosi
tersebut peneliti mengambil sampel 20% dari
e = residual atau predictor error
262 (20% x 262 = 52), sehingga jumlah sampel 2. Uji Asumsi Klasik
dalam penelitian ini berjumlah 52 orang yang Pengujian statistik dengan analisis
terdiri dari konsumen PNS dan swasta. regresi dapat dilakukan dengan pertimbangan
Metode pengambilan sampel yang tidak adanya pelanggaran terhadap asumsi
digunakan adalah accidental random sampling. klasik (Gurajati dan Zain, 1993:7). Untuk
Menurut Santoso (2001:90) accidental random menilai independensi setiap variabel bebas
sampling adalah : “Teknik ini mengambil data maka perlu memenuhi asumsi-asumsi klasik
dari siapa saja yang kebetulan bertemu dengan agar diperoleh hasil yang tidak bias atau dengan
peneliti dapat dipergunakan sebagai sampel bila kata lain untuk mengetahui apakah estimator-
dipandang orang yang kebetulan ditemui itu estimator pengujian tersebut bersifat BLUE
cocok sebagai sumber data.” (Best linear Unbias Estimator) atau tidak.
236
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

Efisien dari model analisis Regresi Berganda Ho :  i = 0 masing-masing variabel bebas


dengan metode kuadrat terkecil atau OLS tidak berpengaruh signifikan
(Ordinary Least Square) terhadap tiga atau terhadap variabel terikat.
lebih variabel yang dinamai (Gujarati, Ha :  i  0 masing-masing variabel bebas
1997:46). Adapun asumsi-asumsi yang harus berpengaruh signifikan terhadap
dipenuhi adalah : Uji Multikolinieritas, Uji variabel terikat.
Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi dan Ho diterima jika -ttabel < thitung < ttabel
Normalitas. Ha diterima jika thitung > ttabel atau thitung < -ttabel
3. Uji F (Uji Model atau Uji Serempak) 5. Uji Beda (Independen Sample T Test)
Uji F digunakan untuk menguji secara Independet sample T Test digunakan untuk
serempak atau bersama-sama apakah menguji signifikansi beda rata-rata dua
pengaruh variabel bebas (X) yang terdiri dari kelompok variabel yang independen.
variabel produk, variabel harga, variabel
saluran distribusi, dan variabel promosi 4.Hasil Penelitian dan Bahasan
terhadap variabel terikat (Y) yaitu keputusan 4.1.Uji Asumsi Klasik
membeli, dengan menggunakan rumus Berdasarkan hasil uji Glejser menunjukkan
menurut Sanusi (2003:124) adalah : bahwa asumsi tidak terjadi heteroskedastisitas
2
R /K dapat terpenuhi. Hasil perhitungan VIF terlihat
F=
 
1 - R / n - K - 1
2
bahwa variabel produk, harga, saluran distribusi
Dimana : dan promosi mempunyai nilai VIF < 5, dengan
F = Fhitung
R2 = koefisien determinasi demikian dapat disimpulkan model regresi tersebut
K = jumlah variabel bebas tidak terdapat problem multikolinieritas. Tidak
n = jumlah data
4. Uji t (Uji Parsial) terjadi autokorelasi dalam model regresi. Hasil
Uji t digunakan untuk menguji secara Kolmogorov Sminov Test (KST) diperoleh nilai
statistik pengaruh atau tidak masing-masing sebesar 0,886 dan nilai signifikansi sebesar 0,413,
variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), hal ini menunjukkan bahwa nilai residual
yaitu dengan menggunakan rumus menurut berdistribusi normal.
Sanusi (2003:126) sebagai berikut : 4.2.Analisis Regresi Linier Berganda
b Analisis regresi linier berganda digunakan
t=
Sb untuk mengetahui besarnya pengaruh dari
Dimana : variabel produk (X1), harga (X2), saluran distribusi
t = thitung
b = koefisien regresi (X3), dan promosi (X4) terhadap keputusan
Sb = standar deviasi dari b memilih (Y). Hasil perhitungan dengan
Adapun hipotesisnya adalah sebagai berikut :
menggunakan program SPSS versi 15 dapat
dilihat pada tabel berikut :
237
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

berpengaruh searah terhadap keputusan


memilih, yang berarti semakin baik harga akan
menyebabkan peningkatan keputusan memilih.
d. Koefisien regresi X3 (saluran distribusi) sebesar
0,309 (b3), menunjukkan besarnya pengaruh X3
(saluran distribusi) terhadap keputusan
memilih, koefisien regresi bertanda positif
menunjukkan X3 (saluran distribusi)
berpengaruh searah terhadap keputusan
memilih, yang berarti semakin strategis saluran
distribusi akan menyebabkan peningkatan
Hasil perhitungan regresi berganda tersebut
keputusan memilih.
dapat diketahui formulasinya sebagai berikut :
e. Koefisien regresi X4 (promosi) sebesar 0,219
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4
(b4), menunjukkan besarnya pengaruh X4
Y = -0,401 + 0,360X1 + 0,218X2 +
(promosi) terhadap keputusan memilih,
0,309X3 + 0,219X4
koefisien regresi bertanda positif menunjukkan
Berdasarkan hasil persamaan tersebut, maka
X4 (promosi) berpengaruh searah terhadap
dapat dijelaskan sebagai berikut :
keputusan memilih, yang berarti semakin sering
a. Konstanta (a) = -0,401 menunjukkan besarnya
promosi yang dilakukan akan menyebabkan
keputusan memilih, jika tidak ada produk (X1),
peningkatan keputusan memilih.
harga (X2), saluran distribusi (X3) dan promosi
Koefisien korelasi berganda (R) sebesar
(X4), maka besarnya keputusan memilih (Y)
0,911; menunjukkan bahwa secara bersama-sama
sebesar -0,401.
terdapat hubungan yang kuat dan searah antara
b. Koefisien regresi X1 (produk) sebesar 0,360
produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3)
(b1), menunjukkan besarnya pengaruh X1
dan promosi (X4) dengan keputusan memilih (Y)
(produk) terhadap keputusan memilih (Y),
sebesar 91,1%. Hubungan ini dapat dikategorikan
koefisien regresi bertanda positif menunjukkan
sangat kuat, sebagaimana diketahui bahwa suatu
X1 (produk) berpengaruh searah terhadap
hubungan dikatakan sempurna jika koefisien
keputusan memilih, yang berarti semakin baik
korelasinya mencapai angka 100% atau 1 (baik
produk akan menyebabkan peningkatan
dengan angka positif atau negatif).
keputusan memilih.
Dari hasil analisis regresi linier berganda di
c. Koefisien regresi X2 (harga) sebesar 0,218 (b2),
atas, dapat diketahui nilai koefisien determinasi
menunjukkan besarnya pengaruh X2 (harga)
(adjusted R square) sebesar 0,816. Angka ini
terhadap keputusan memilih, koefisien regresi
menunjukkan bahwa variabel produk (X1), harga
bertanda positif menunjukkan X2 (harga)
(X2), saluran distribusi (X3) dan promosi (X4)
238
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

dapat menjelaskan variasi atau mampu


memberikan kontribusi terhadap variabel
keputusan memilih (Y) sebesar 81,6%, sedangkan
sisanya sebesar 18,4% disebabkan oleh variabel
lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian,
seperti kepuasan konsumen dan kualitas layanan.
Dari tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
4.3.Uji Hipotesis
Variabel Produk (X1) Hasil analisis regresi
Pengujian Hipotesis Pertama
diperoleh nilai thitung = 3,852 sedangkan nilai ttabel =
Untuk menguji hipotesis pertama yang
2,021 sehingga thitung > ttabel atau nilai signifikansi
menyatakan bahwa variabel-variabel bauran
0,000 < 0,05 jadi Ho ditolak atau Ha diterima, dan
pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran
terbukti variabel produk (X1) berpengaruh
distribusi, dan promosi secara simultan
signifikan terhadap keputusan memilih (Y).
berpengaruh signifikan terhadap keputusan
Variabel Harga (X2)
memilih rumah, menggunakan uji F. Dari hasil
Hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung =
perhitungan analisis regresi berganda dengan SPSS
2,624 sedangkan nilai ttabel = 2,021 sehingga thitung >
diperoleh Fhitung sebesar 57,593, sedangkan Ftabel
ttabel atau nilai signifikansi 0,012 < 0,05 jadi Ho
pada  = 5%, df1 = 4, dan df2 = 47 sebesar 2,56;
ditolak atau Ha diterima, dan terbukti variabel
hal ini berarti Fhitung > Ftabel (57,593 > 2,56)
harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap
sedangkan nilai probabilitasnya lebih kecil dari
keputusan memilih (Y).
 = 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha
Variabel Saluran distribusi (X3)
diterima yang berarti bahwa variabel bebas :
Hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung =
produk, harga, saluran distribusi, dan promosi
2,899 sedangkan nilai ttabel = 2,021 sehingga thitung >
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
ttabel atau nilai signifikansi 0,006 < 0,05 jadi Ho
keputusan memilih (Y). Dengan demikian
ditolak atau Ha diterima, dan terbukti variabel
hipotesis pertama secara statistik dapat diterima
saluran distribusi (X3) berpengaruh signifikan
atau teruji.
terhadap keputusan memilih (Y).
Pengujian Hipotesis Kedua
Variabel Promosi (X4)
Untuk menguji hipotesis kedua yang
Hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung =
menyatakan bahwa variabel-variabel bauran
2,357 sedangkan nilai ttabel = 2,021 sehingga thitung >
pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran
ttabel atau nilai signifikansi 0,023 < 0,05 jadi Ho
distribusi, dan promosi secara parsial berpengaruh
ditolak atau Ha diterima, dan terbukti variabel
signifikan terhadap keputusan memilih rumah,
promosi (X4) berpengaruh signifikan terhadap
dengan menggunakan uji t. Hasil perhitungan thitung
keputusan memilih (Y).
dan ttabel masing-masing variabel bebas adalah
sebagai berikut :
239
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda koefisien regresi sebesar 0,218. Dengan demikian
tersebut di atas, maka dapat dibuktikan bahwa hipotesis ketiga secara statistik dapat diterima atau
produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3) teruji.
dan promosi (X4) secara parsial berpengaruh Uji Beda Pembeli Pegawai Negeri Sipil dan
signifikan terhadap keputusan memilih (Y). Swasta
Dengan demikian hipotesis kedua secara statistik Berikut ini disajikan hasil uji beda
diterima. antara PNS dan swasta ditinjau dari produk,
Pengujian Hipotesis Ketiga harga, saluran dsitribusi, promosi dan
Untuk menguji hipotesis ketiga yang keputusan memilih disajikan pada tabel di
menyatakan bahwa variabel produk berpengaruh bawah ini.
dominan di antara variabel-variabel yang lain yaitu
harga, saluran distribusi dan promosi terhadap
keputusan memilih rumah, yaitu dengan melihat
besarnya koefisien regresi yang berpengaruh
signifikan terhadap keputusan memilih. Variabel
bebas yang memiliki koefisien paling besar dan
signifikan merupakan variabel yang berpengaruh
Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa
dominan terhadap keputusan memilih. Adapun
nilai thitung produk sebesar 1,300 dan ttabel
besarnya koefisien regresi masing-masing variabel
sebesar 2,000 sehingga thitung < ttabel (1,778 <
bebas disajikan pada tabel berikut :
2,000) dengan nilai signifikansi sebesar 0,199
lebih besar dari  = 0,05 (0,199 > 0,05). Hal
ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan PNS dan karyawan swasta dilihat
dari produk.
Nilai thitung harga sebesar 1,300 dan ttabel
sebesar 2,000 sehingga thitung < ttabel (1,383 <
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui
2,000) dengan nilai signifikansi sebesar 0,173
bahwa nilai koefisien terbesar yaitu produk yaitu
lebih besar dari  = 0,05 (0,173 > 0,05). Hal
sebesar 0,360, hal ini berarti produk merupakan
ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
variabel yang berpengaruh dominan terhadap
perbedaan PNS dan karyawan swasta dilihat
keputusan memilih. Berikutnya adalah variabel
dari harga.
saluran distribusi yaitu sebesar 0,309, kemudian
Nilai thitung saluran distribusi sebesar
variabel promosi yaitu sebesar 0,219, sedangkan
2,756 dan ttabel sebesar 2,000 sehingga thitung >
yang memberikan kontribusi terkecil terhadap
ttabel (2,756 > 2,000) dengan nilai signifikansi
keputusan memilih adalah harga dengan nilai
240
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

sebesar 0,008 lebih kecil dari  = 0,05 (0,008 dipenuhi. Apalagi papan atau rumah sebagai
< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat tempat tinggal, tempat beristirahat, tempat
perbedaan PNS dan karyawan swasta dilihat berlindung dari panas dan hujan serta tentunya
dari saluran distribusi. sebagai tempat berkumpul bersama keluarga.
Nilai thitung promosi sebesar 1,978 dan Hal tersebut tak luput dari pengamatan dari
ttabel sebesar 2,000 sehingga thitung < ttabel sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan
(1,978 < 2,000) dengan nilai signifikansi mereka yaitu perumahan. Kebutuhan perumahan di
sebesar 0,053 lebih besar dari  = 0,05 (0,053 sini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak konsumen akan tempat tinggal. Tetapi, tidak
terdapat perbedaan PNS dan karyawan swasta sedikit konsumen yang membutuhkan perumahan
dilihat dari promosi. hanya sekedar untuk investasi. Meskipun suatu
Nilai thitung keputusan memilih sebesar 1,583 dan perusahaan memberikan desain yang indah dan
ttabel sebesar 2,000 sehingga thitung < ttabel (1,583 < mewah, masyarakat sebagai konsumen tidak hanya
2,000) dengan nilai signifikansi sebesar 0,120 lebih melihat dari sisi tersebut. Sebagai konsumen,

besar dari  = 0,05 (0,120 > 0,05). Hal ini mereka melihat dari beberapa aspek antara lain

menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan lokasi perumahan, kualitas bahan yang dipakai,

PNS dan karyawan swasta dilihat dari keputusan harga, rencana umum tata ruang kota dan

memilih. pelayanan. Hal ini mengakibatkan timbulnya

4.4.Pembahasan persaingan untuk memberikan yang terbaik bagi

Berdasarkan hasil analisis berganda konsumen. Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu

menunjukkan bahwa bauran pemasaran yang developer agar dapat sukses dalam persaingan

terdiri produk, harga, saluran distribusi, dan adalah berusaha mencapai tujuan menciptakan dan

promosi secara simultan maupun secara parsial mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tercapai,

berpengaruh signifikan terhadap keputusan maka setiap perusahaan harus berupaya

memilih pada rumah. Sedangkan variabel yang menghasilkan atau menyampaikan barang dan jasa

berpengaruh dominan terhadap keputusan memilih yang diinginkan konsumen. Dengan demikian

yaitu produk. Hasil penelitian ini sesuai dengan setiap developer harus mampu memahami perilaku

penelitian Riyadi (2011), Komalasari (2011), konsumen pada dasar sasarannya, karena

Masrita (2013), serta Setiawan dan Sugiharto kelangsungan hidup developer tersebut sebagai

(2014) yang menyatakan bahwa secara simultan organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan

variabel Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3) dan keinginan para konsumen sangat tergantung

dan Distribusi (X4) berpengaruh signifikan pada perilaku konsumennya. Melalui pemahaman

terhadap keputusan pembelian (Y). Hal ini perilaku konsumen, pihak manajemen developer

menunjukkan bahwa selain kebutuhan akan dapat menyusun strategi dan program yang tepat

sandang, pangan dan papan selalu berusaha untuk


241
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada dan Produk perumahan yang dapat meningkatkan
mengungguli para pesaingnya. keputusan memilih dicerminkan dari perumahan
Produk berpengaruh signifikan terhadap yang ditawarkan memiliki desain yang menarik,
Keputusan pembelian, hal ini menunjukkan bahwa tipe perumahan yang ditawarkan bervariatif dan
semakin baik produk dapat meningkatkan berkualitas. Hasil penelitian ini sesuai dengan
keputusan pembelian. Produk yang memiliki penelitian Hasil penelitian ini sesuai dengan
kualitas produk yang tinggi secara langsung dapat penelitian Riyadi (2011), Komalasari (2011),
memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan keinginan Masrita (2013), serta Setiawan dan Sugiharto
konsumen bahkan dapat melebihi apa yang (2014) yang menyatakan bahwa produk
diinginkan oleh konsumen. Hal ini sesuai dengan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
konsep Kotler (2008: 266) bahwa produk adalah pembelian. Semakin tinggi kualitas yang dimiliki
semua hal yang dapat ditawarkan kepada pasar oleh suatu produk, maka keputusan pembelian
untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. semakin tinggi. Hal ini dapat memberikan
Konsep produk menggambarkan sejauh mana keuntungan bagi perusahaan, demikian pula
kemampuan produk tersebut dalam memenuhi sebaliknya, bila kualitas yang dimiliki oleh produk
konsumen. Untuk mencapai suatu kualitas produk rendah, maka konsumen akan merasa kecewa
yang diinginkan, maka diperlukan sebuah karena produk tersebut tidak dapat memenuhi
standardisasi produk. Hal tersebut dimaksudkan harapannya sehingga konsumen tidak berminat dan
agar produk yang dihasilkan memenuhi standar bisa merugikan perusahaan. Kerugian perusahaan
dan sesuai keinginan dengan konsumen. Kualitas tersebut dicerminkan dengan pindahnya pelanggan
produk juga mempunyai arti penting terhadap ke perusahaan lain yang dapat memberikan
keputusan pembelian. Suatu perusahaan yang kepuasan. Kualitas produk yang tinggi akan
mampu menciptakan kualitas yang baik dan memberikan kepuasan bagi para konsumen.
disesuaikan dengan harga yang wajar dapat Apabila kualitas yang dimiliki rendah maka akan
menimbulkan keinginan konsumen untuk menimbulkan ketidakpuasan. Ketidakpuasan
melakukan suatu pembelian. Apabila konsumen berakibat pada pindahnya pelanggan ke produk
merasa puas dengan kualitas yang diberikan, maka lain, hal ini dikarenakan kualitas produk
konsumen tersebut tidak akan ragu untuk berhubungan sekali dengan keputusan pembelian.
melakukan suatu pembelian ulang. Produk Harga berpengaruh signifikan terhadap
memberikan sejumlah nilai manfaat kepada keputusan memilih. Dalam menentukan keputusan
konsumen, karena konsumen tidak hanya membeli pembelian, informasi tentang harga merupakan hal
fisik dari produk tetapi membeli nilai atau manfaat yang sangat dibutuhkan, dimana presepsi
dari produk tersebut. Oleh karena itu devoloper konsumen mengenai harga suatu produk dapat
sebaiknya tetap mempertahankan kualitas produk dijadikan sebagai suatu standarisasi kualitas
perumahan yang sudah dikenal masyarakat luas. produk berdasarkan nilai harga pada produk
242
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

tersebut. Semakin tinggi manfaat yang dirasakan pula menjadi hambatan. Tempat parkir yang luas
oleh konsumen akan suatu produk maka akan dan aman. Lingkungan, yaitu daerah sekitar yang
semakin tinggi pula nilai dari produk tersebut. mendukung jasa yang ditawarkan. Persaingan,
Perilaku konsumen lainnya sebelum menentukan yaitu saluran distribusi pesaing. Hasil penelitian ini
produk mana yang akan dipilihnya biasanya akan sesuai dengan penelitian Hasil penelitian ini sesuai
membandingkan harga di tempat lainnya, dengan penelitian Hasil penelitian ini sesuai
berdasarkan harga yang telah ditetapkan maka dengan penelitian Riyadi (2011), Komalasari
konsumen akan memutuskan untuk membeli (2011), Masrita (2013), serta Setiawan dan
produk yang sesuai dengan keinginannya. Hasil Sugiharto (2014) yang menyatakan bahwa saluran
penelitian ini sesuai dengan penelitian Hasil distribusi berpengaruh signifikan terhadap
penelitian ini sesuai dengan penelitian Riyadi keputusan pembelian.
(2011), Komalasari (2011), Masrita (2013), serta Promosi berpengaruh signifikan terhadap
Setiawan dan Sugiharto (2014) yang menyatakan keputusan memilih, menunjukkan bahwa promosi
bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap merupakan faktor yang memberikan pengaruh
keputusan pembelian. terhadap keputusan memilih. Promosi sangat
Saluran distribusi berpengaruh signifikan diperlukan oleh pihak perusahaan, dengan
terhadap keputusan memilih, hal ini menunjukkan promosi, pihak perusahaan dapat menarik minat
bahwa penting atau tidaknya sebuah saluran konsumen untuk mengadakan pembelian produk
distribusi akan sangat bergantung pada jenis jasa perumahan. Dengan demikian aktivitas promosi
yang ditawarkan dan berhubungan dengan sebaiknya dilaksanakan secara rutin. Hasil ini
keputusan memilih. Indikator saluran distribusi sesuai dengan konsep Tjiptono (2008:219) bahwa
yang dapat meningkatkan keputusan memilih suatu bentuk komunikasi pemasaran. Komunikasi
dicerminkan dari perumahan yang ditawarkan pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang
lokasinya strategis dan terdapat kemudahan berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/
menemukan perumahan yang ditawarkan PT. membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran
Gading Anugerah Abadi di Malang. Faktor yang atas perusahaan dan produknya agar bersedia
mempengaruhi saluran distribusi antara lain : menerima, membeli, dan loyal pada produk yang
Akses, misalnya saluran distribusi yang mudah ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
dijangkau sarana transportasi umum. Visibilitas, Promosi merupakan salah satu faktor penentu
misalnya saluran distribusi dapat dilihat dengan keberhasilan suatu program pemasaran betapapun
jelas dari tepi jalan. Lalu lintas (traffic), dimana berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum
dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : pernah mendengarnya dan tidak akan membelinya.
banyaknya orang yang lalu lalang dapat Pada hakekatnya suatu bentuk komunikasi
memberikan peluang besar terjadinya impulse pemasaran. Hasil penelitian ini sesuai dengan
buying. Kepadatan dan kemacetan lalu lintas dapat penelitian Hasil penelitian ini sesuai dengan

243
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

penelitian Hasil penelitian ini sesuai dengan produklah yang memberikan kontribusi
penelitian Riyadi (2011), Komalasari (2011), terbesar dalam keputusan memilih.
Masrita (2013), serta Setiawan dan Sugiharto 3. Perusahaan hendaknya lebih aktif dalam
(2014) yang menyatakan bahwa promosi melaksanakan kegiatan promosi, sehingga
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dapat mengenal dan tertarik dengan
pembelian. produk-produk yang dihasilkan perusahaan.
4. Perusahaan sebaiknya lebih aktif dalam
5.Simpulan dan Saran mengadakan riset pasar, perusahaan dapat
5.1.Simpulan mengetahui keadaan pasar yang sebenarnya.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan Sehubungan dengan adanya persaingan yang
yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai semakin ketat dan selera konsumen terhadap
berikut: perusahaan.
1. Bahwa bauran pemasaran yang terdiri dari 5. Bagi peneliti berikutnya, supaya menambah
produk, harga, saluran distribusi, dan promosi variabel lainnya di luar variabel bauran
secara simultan berpengaruh signifikan pemasaran, seperti faktor individu, faktor
terhadap keputusan memilih rumah, serta sosial dan lainnya.
mampu memberikan kontribusi terhadap
6.Daftar Rujukan
variabel keputusan memilih sebesar 81,6%.
2. Bahwa produk, harga, saluran distribusi, dan Alma, Buchari. 2007. Manajemen Pemasaran dan
Pemasaran Jasa. Cetakan Ketujuh. Penerbit
promosi secara parsial berpengaruh signifikan
Alfabeta. Bandung.
terhadap keputusan memilih rumah. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI.
3. Variabel produk berpengaruh dominan terhadap
Jakarta: PT Rineka Cipta.
keputusan memilih rumah. Budiono. 2001. Metodologi Penelitian Bisnis. CV.
Alfabeta. Bandung.
5.2.Saran
Komalasari, Fitri. 2011. Pengaruh Bauran
1. Perusahaan sebaiknya mempertahankan Pemasaran Terhadap keputusan Pembelian
Produk Handphone Nokia Eseries. Skripsi.
kualitas produk, harga yang terjangkau,
Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma.
saluran distribusi yang ada lebih diperluas Jakarta.
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2001. Prinsip-
agar menjangkau daerah yang ternyata
Prinsip Pemasaran. Edisi Kedelapan.
memiliki potensi pasar yang besar dan Dialihbahasakan oleh Damos Sihombing.
Jakarta: Erlangga.
memudahkan konsumen, dan melakukan
Kotler, Philip. 2008. Manajemen Pemasaran. Edisi
kegiatan promosi yang selama ini telah Keduabelas. Jakarta: PT Indeks
______. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi
dilakukan agar dapat meningkatkan penjualan.
Milenium. Dialihbahasakan oleh Benjamin
2. Sebaiknya produsen perumahan Molan. Jakarta: Prenhallindo.
Kusnadi, HMA. 2001. Pengantar Bisnis dan
meningkatkan kualitas produk yang telah ada,
Wirausaha. Penerbit Universitas
karena berdasarkan hasil penelitian, variabel Brawijaya. Malang
244
Susianti dan Utami, Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan ....., Hal :231-245

Masrita. 2013. Pengaruh Bauran Pemasaran Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian
Terhadap Keputusan Pembelian Batik Jambi Nuswantoro.
(Suatu Studi Di Show Room Dekranasda Saladin, Djaslim. 2006. Dasar-dasar Manajemen
Provinsi Jambi). Jurnal Dinamika Pemasaran. Penerbit Mandar Maju. Jakarta.
Manajemen. Vol. 1 No.3 : 168-182. Saladin, Djaslim. 2006. Dasar-dasar Manajemen
Mursid, 2003. Manajemen Pemasaran. Edisi Pemasaran. Penerbit Mandar Maju. Jakarta.
Kesatu. Cetakan Ketiga. Penerbit Bumi Santoso, Singgih dan Fandy Tjiptono. 2001. Riset
Aksara. Jakarta. Pemasaran. Penerbit PT. Elex Media
Nurgiyantoro, Burhan. Gunawan dan Marzuki. Komputindo. Jakarta.
2000. Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu- Sanusi, Anwar. 2003. Metode Penelitian Praktis
ilmu Sosial. Cetakan 1. Gadjah Mada untuk Ilmu Sosial dan Ekonomi. Buntara.
University Press. Yogyakarta. Malang.
Payne, Adrian. 2000. The Essence of Service Setiawan, Wilson dan Sugiono Sugiharto. 2014.
Marketing. Diterjemahkan oleh Fandy Pengaruh Marketing Mix Terhadap
Tjiptono. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Keputusan Pembelian Toyota Avanza Tipe
Andy. Yogyakarta. G Di Surabaya. Jurnal Manajemen
Peter, Paul J., dan Olson, Jerry C. 1999. Consumer Pemasaran. Vol 2,No 1.
Behaviour: Perilaku Konsumen dan Strategi Singarimbun, Masri. 2006. Metode Penelitian
Pemasaran. Edisi keempat. Dialihbahasakan Survei.Edisi Revisi.Penerbit LP3ES. Jakarta.
oleh Damos Sihombing. Jakarta: Erlangga. Swastha, Basu dan Irawan. 2002. Menejemen
Riyadi, Minggar. 2011. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Modern. Edisi kedua.
Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.
Pelumas Sepeda Motor Enduro 4T (Studi Swastha, Basu. 2005. Azas-azas Marketing. Edisi
Pada Pelumas Sepeda Motor Enduro 4T Ketiga. Liberty. Yogyakarta.
Pertamina Jawa Bagian Tengah). Skripsi. Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Edisi
Program Studi Manajemen. Fakultas III. Penerbit ANDI. Yogyakarta..

245
adbis Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume : 11, Nomor : 2, Desember 2017, ISSN 1978-726X

246