Anda di halaman 1dari 39

RANCANGAN AKTUALISASI KEGIATAN

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL

OPTIMALISASI SERAH TERIMA PASIEN ANTAR DOKTER


DALAM MELAKUKAN TUGAS JAGA DI UPTD RUMAH SAKIT JIWA
PROVINSI BALI MELALUI PENGGUNAAN
BUKU OPERAN JAGA DOKTER

DISUSUN OLEH :
NAMA : dr. MADE ARYA SUARSA, S.Ked
NIP : 19900403 201903 1 009
NDH : 32
UNIT KERJA : UPTD RSJ PROVINSI BALI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN XXVIII
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI BALI
2019
LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL

Nama : dr. Made Arya Suarsa, S.Ked


NIP/NDH : 19900403 201903 1 009 / 32
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Unit Kerja : UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali
Judul : Optimalisasi Serah Terima Pasien antar Dokter dalam
Melakukan Tugas Jaga di UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi
Bali melalui Penggunaan Buku Operan Jaga Dokter

Telah memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan untuk mengikuti seminar


Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS yang dilaksanakan di Hotel
Made Bali pada tanggal 1 Agustus 2019.

Badung, 1 Agustus 2019


Pembimbing/Coach Atasan Langsung/Mentor

(DR. Made Wiryani, S.H., M.H.) (dr. I Komang Perdana)


NIP. 19600815 198102 2 002 NIP. 19730616 200501 1 011

ii
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL

Nama : dr. Made Arya Suarsa, S.Ked


NIP/NDH : 19900403 201903 1 009 / 32
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Unit Kerja : UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali
Judul : Optimalisasi Serah Terima Pasien antar Dokter dalam
Melakukan Tugas Jaga di UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi
Bali melalui Penggunaan Buku Operan Jaga Dokter

Telah mengikuti Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS di


Hotel Made Bali yang dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2019 sebagai
persyaratan sebelum melakukan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS (off
campus) di unit kerjanya masing-masing.

Badung, 1 Agustus 2019


Pembimbing/Coach Atasan Langsung/Mentor

(DR. Made Wiryani, S.H., M.H.) (dr. I Komang Perdana)


NIP. 19600815 198102 2 002 NIP. 19730616 200501 1 011

Penguji

(Anak Agung Bagus Suryawan, Ap., MAP)


NIP. 19731211 199311 1 002

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa
karena atas asung kerta waranugraha-Nya penulis dapat menyelesaikan rancangan
aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi Serah Terima Pasien antar Dokter dalam
Melakukan Tugas Jaga di UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali melalui
Penggunaan Buku Operan Jaga Dokter” sebagai salah satu syarat dalam mengikuti
Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2019.
Penulis menyadari bahwa laporan aktualisasi ini dapat terlaksana dengan
baik berkat bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak DR. Ir. I Wayan Koster, M.M., selaku Gubernur Bali yang telah
memberi kesempatan kami para CPNS untuk mengikuti pelatihan dasar.
2. Bapak DR. Ida Bagus Sedhawa, S.E., M.Si., selaku Kepala BPSDM
Propinsi Bali beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan
kepada penulis menjadi peserta dalam penyelenggaraan diklat ini.
3. Bapak Anak Agung Bagus Suryawan, Ap., MAP, selaku penguji yang
telah meluangkan waktu untuk menguji rancangan aktualisasi ini.
4. Ibu DR. Made Wiryani, S.H., M.H., selaku coach yang senantiasa
dengan sabar, cermat, teliti dan sepenuh hati membimbing penulis
dalam menyusun rancangan aktualisasi ini.
5. Bapak dr. I Komang Perdana selaku mentor yang selalu sabar dan
senantiasa memberikan masukan di dalam penyusunan rancangan
aktualisasi ini.
6. Bapak Ir. Nyoman Sukamara, C.E.S., selaku manager kelas yang telah
memberi ilmu dan pengetahuan dalam penyusunan rancangan ini.
7. Bapak Made Dharma Putra, S.S., M.T., beserta Bapak dan Ibu Widya
Iswara yang selalu membimbing penulis siang dan malam sehingga
menjadi pribadi yang disiplin dan memahamkan penulis tentang
ANEKA.
8. Panitia pelaksana Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2019.
9. Teman-teman sesama CPNS Pelatihan Dasar Golongan III yang telah
memberikan masukan dan motivasi kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan dari berbagai pihak guna menyempurnakan
penulisan ini. Akhir kata penulis berharap semoga rancangan aktualisasi nilai-nilai
dasar profesi PNS ini dapat menjadi acuan dalam menjalanakan tugas negara dan
tentunya dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Denpasar, 30 Juli 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR ....…………………………..…………………. i

DAFTAR ISI ……………………………………………….………… ii

DAFTAR TABEL ………………………………………….………… iii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………..... 1

1.1 Latar Belakang ………………………………………………..... 1


1.2 Tujuan …………...……………………………………………... 3
1.3 Tugas Pokok/Penugasan Unit Kerja …………………………… 3
1.4 Visi dan Misi Organisasi ……………………………..………… 4
1.5 Core Issue ………………………..…………………………….. 5
BAB II RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI ……………... 7

2.1 Formulir Rancangan Kegiatan Aktualisasi …………………….. 7


2.2 Barchat dan Analisi Dampak ……………...………………….... 28
BAB III PENUTUP ………………………………………………….. 31
3.1 Simpulan …………………...……………...………………….... 31
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Validasi Isu dengan Metode APKL …………………………. 5

Tabel 2. Rancangan Kegiatan Aktualisasi ……………………………. 8

Tabel 3. Jadwal Kegiatan Aktualisasi Bulan Agustus ………………... 28

Tabel 4. Jadwal Kegiatan Aktualisasi Bulan September ……………... 29

Tabel 5. Teknik Analisis Dampak ……………………………………. 30

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai
Aparatur Sipil Negara (ASN) secara tetap oleh pembina pejabat kepegawaian
untuk menduduki jabatan pemerintahan. Menurut Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan merujuk Pasal 63
ayat (3) dan ayat (4), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani
masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Diklat terintegrasi ini menuntut peserta mampu menginternalisasi,
menerapkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
yang diakronimkan menjadi ANEKA, dan kemudian membuatnya menjadi
kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam
dirinya sebagai karakter PNS yang profesional dalam melaksanakan tugas dan
jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat
dan pemersatu bangsa. Salah satu pelayan publik yaitu pelayanan kesehatan
di rumah sakit.
Pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah pelayanan yang diberikan
oleh dokter, perawat, paramedis, maupun tenaga non medis kepada pasien.
UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali (RSJ Provinsi Bali) adalah salah satu
unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Bali yang bertugas melaksanakan
kewenangan desentralisasi di bidang kesehatan jiwa. Sebagai satu-satunya
rumah sakit khusus yang menangani masalah kejiwaan di Provinsi Bali,
UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali masih memiliki beberapa
permasalahan. Berdasarkan pengamatan selama bekerja kurang lebih 2 bulan
dan diskusi dengan rekan kerja lainnya didapatkan beberapa masalah yang

1
butuh pemecahan. Masalah-masalah tersebut berkaitan dalam pelayanan
pasien baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun di Instalasi Rawat Inap.
Serah terima pasien atau dikenal sebagai handover merupakan salah
satu bagian dari proses pelayanan di rumah sakit. Handover adalah proses
pengalihan wewenang dan tanggung jawab utama untuk memberikan
perawatan klinis kepada pasien dari satu pengasuh ke pengasuh yang lain,
termasuk dokter jaga IGD, dokter ruangan, asisten dokter ataupun perawat.
Serah terima pasien yang efektif mendukung informasi penting dalam
kontinuitas perawatan dan pengobatan. Namun, serah terima pasien yang
tidak efektif dan buruk dapat berkontribusi terhadap kesalahan dan
pelanggaran dalam keselamatan perawatan pasien termasuk kesalahan
pengobatan sampai kematian pasien, maka dari itu dibutuhkan keterampilan
dalam melakukan handover sehingga didapatkan hasil yang optimal dalam
perawatan.
Di RSJ Provinsi Bali, pelaksanaan serah terima pasien antar dokter
belum dilakukan secara optimal. Beban kerja dokter, khususnya dokter jaga
IGD yang cukup tinggi dinilai berkontribusi, karena selain bertugas
menangani kasus kegawatdaruratan di IGD, dokter jaga juga melaksanakan
visite pasien di ruangan intensif dan ruangan rawat inap yang dilaporkan oleh
perawat di luar jam kerja. Belum adanya kejelasan prosedur berupa standar
prosedur operasional (SPO) dalam pelaksanaan serah terima pasien antar
dokter menjadi salah satu penyebab masalah/isu tersebut. Dokter juga belum
konsisten melakukan handover di samping tempat tidur pasien dengan
melibatkan pasien atau keluarga pasien (metode bedside handover), dimana
beberapa dokter masih melakukan metode tradisional atau melakukan serah
terima pasien hanya di meja dokter. Selain itu, pola komunikasi efektif
(komunikasi SBAR) sebagai parameter mutu pelayanan dalam
menyampaikan kondisi perkembangan pasien saat handover juga belum
diterapkan dengan baik oleh dokter. Masih ada dokter yang tidak disiplin
waktu (datang terlambat) sehingga waktu handover terbatas dan dilaksanakan
secara terburu-buru. Beberapa dokter masih kurang teliti dalam pengisian
catatan perkembangan pasien terintegrasi pada rekam medis, dan juga belum

2
ada suatu pencatatan terpadu atau sebuah inovasi yang dapat memudahkan
dokter dalam melaksanakan handover sehingga menyebabkan beberapa
informasi penting yang seharusnya disampaikan terkait dengan kondisi
perkembangan pasien menjadi terlewatkan. Kurangnya pengawasan
pelaksanaan handover antar dokter dan belum adanya pendokumentasian
sebagai transparansi dalam evaluasi juga menjadi hal yang harus
diperhatikan. Oleh karena itu, dengan rancangan kegiatan aktualisasi ini
diharapkan dapat membantu mengatasi isu/masalah tersebut dan
menghadirkan inovasi yang dapat menjadi sebuah solusi, sehingga
pelaksanaan serah terima pasien (handover) antar dokter dalam melakukan
tugas jaga di UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali menjadi optimal.

1.2 Tujuan
Tujuan dari penyusunan rancangan kegiatan aktualisasi ini adalah
sebagai salah satu aspek penilaian dari pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III Tahun 2019. Penyusunan rancangan kegiatan aktualisasi ini
juga bertujuan sebagai pedoman dalam aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
Aparatur Sipil Negara yaitu ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) selama proses habituasi di tempat
kerja sehingga dapat memberikan kontribusi dan pengaruh positif pada
perkembangan dan kemajuan organisasi. Ruang lingkup pengaktualisasian
dan habituasi nilai-niai ANEKA tersebut dibatasi di IGD dan ruangan rawat
inap UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali dimana sumber kegiatan diambil
dari uraian tugas pokok dokter IGD.

1.3 Tugas Pokok/Penugasan Unit Kerja


Adapun uraian tugas pokok jabatan selaku dokter umum yang
bertugas di IGD UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali sesuai dengan
sasaran kerja pegawai (SKP) adalah sebagai berikut.
a. Menyusun rencana dan program kerja di IGD.
b. Melakukan tugas jaga di rumah sakit.

3
c. Melaksanakan anamnesa pasien dan perlu didampingi keluarganya/
pengantar.
d. Melaksanakan pemeriksaan fisik pasien.
e. Melaksanakan penegakan diagnosis pasien.
f. Melakukan konsul pada DPJP untuk terapi, tindakan, rencana
konsultasi dan psikoterapi yang sesuai kebutuhan pasien.
g. Menentukan terapi awal yang terdiri dari tindakan, pemberian obat
jika ada keadaan emergensi dan atau keluhan fisik di IGD.
h. Melaksanakan visite harian pasien observasi IGD.
i. Melaksanakan visite pasien ruangan rawat inap yang dilaporkan oleh
perawat ruangan di luar jam kerja.
j. Merencanakan tindak lanjut termasuk rencana pulang berkordinasi
dengan DPJP.
k. Melakukan psikoterapi suportif sesuai indikasi.
l. Melakukan edukasi pada pasien dan keluarganya mengenai penyakit
pasien, cara pemberian obat, cara perawatan setelah keluar RS, dll.
m. Menyelenggarakan penyelesaian administrasi dan berkas rekam
medis pasien.
n. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan.

1.4 Visi dan Misi Organisasi


Visi UPTD RSJ Provinsi Bali adalah menjadi rujukan pelayanan dan
pendidikan kesehatan jiwa utama berstandar internasional dengan filosofi
“Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Atma Kertih lan Jana Kertih”.
Misi UPTD RSJ Provinsi Bali untuk mewujudkan visi tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Meningkatkan kompetensi SDM yang berkelanjutan menuju
pelayanan yang paripurna dan prima.
2. Memanfaatkan aset, alkes dan sarana prasarana bagi pelayanan dan
penelitian dengan utilitas yang terukur.
3. Memanfaatkan validitas dan update informasi berbasis digital bagi
tata kelola SDM, alkes dan sarana dan prasarana.

4
4. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan penelitian kepada
pelanggan internal dan eksternal berorientasi pada kebutuhan dan
kepuasan pelanggan.

1.5 Core Issue


Berdasarkan pengamatan selama bekerja kurang lebih 2 bulan dan
diskusi dengan rekan-rekan di UPTD RSJ Provinsi Bali, didapatkan beberapa
masalah/isu yang masih membutuhkan penyelesaian, baik di Instalasi Gawat
Darurat (IGD) maupun ruangan rawat inap. Isu-isu tersebut diantaranya :
1. Belum optimalnya serah terima pasien antar dokter dalam
melakukan tugas jaga di RSJ Provinsi Bali.
2. Belum efektif dan efisiennya skrining pemeriksaan laboratorium
dalam penegakan diagnosis pasien di IGD RSJ Provinsi Bali.
3. Belum optimalnya ketepatan waktu minum obat pada pasien di
ruangan rawat inap RSJ Provinsi Bali.
Proses penetapan isu dilakukan dengan menganalisis isu-isu yang
ada menggunakan alat bantu penetapan isu berdasarkan kriteria APKL
(Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Kelayakan). Dengan menggunakan
metode tersebut, diperoleh hasil analisis isu seperti pada tabel 1 berikut.

Tabel 1. Validasi Isu dengan Metode APKL


No Isu Aktual/Pokok Masalah Keterangan
Kriteria Isu

A P K L
1 Belum optimalnya serah terima pasien Memenuhi
antar dokter dalam melakukan tugas + + + + syarat
jaga di RSJ Provinsi Bali
2 Belum efektif dan efisiennya skrining Tidak
pemeriksaan laboratorium dalam memenuhi
- + - +
penegakan diagnosis pasien di IGD syarat
RSJ Provinsi Bali
3 Belum optimalnya ketepatan waktu Tidak
minum obat pada pasien di ruangan + + - + memenuhi
rawat inap RSJ Provinsi Bali syarat

5
Keterangan :
A = Aktual
P = Problematik
K = Kekhalayakan
L = Layak

Setelah dilakukan analisis pada ketiga isu tersebut dengan metode


APKL, didapatkan core issue belum optimalnya serah terima pasien antar
dokter dalam melakukan tugas jaga di RSJ Provinsi Bali. Dari core issue
tersebut, diangkat gagasan pemecahan isu yaitu “Optimalisasi Serah Terima
Pasien antar Dokter dalam Melakukan Tugas Jaga di UPTD RSJ Provinsi
Bali Melalui Penggunaan Buku Operan Jaga Dokter”. Gagasan tersebut akan
dilaksanakan dengan beberapa kegiatan, yaitu:
1. Pembuatan standar prosedur operasional (SPO) serah terima pasien
antar dokter.
2. Pembuatan buku operan jaga dokter.
3. Sosialisasi SPO dan buku operan jaga dokter kepada dokter umum di
UPTD RSJ Provinsi Bali.
4. Pelaksanaan serah terima pasien sesuai SPO dengan metode bedside
handover dan komunikasi SBAR.
5. Pelaksanaan serah terima pasien antar dokter dengan menggunakan
buku operan jaga dokter.
6. Pengawasan dan evaluasi serah terima pasien antar dokter.

6
BAB II
RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

2.1 Formulir Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali


Identifikasi Isu :
1. Belum optimalnya serah terima pasien antar dokter dalam melakukan tugas jaga di RSJ Provinsi Bali
2. Belum efektif dan efisiennya skrining pemeriksaan laboratorium dalam penegakan diagnosis pasien di IGD
RSJ Provinsi Bali
3. Belum optimalnya ketepatan waktu minum obat pada pasien di Ruangan Rawat Inap RSJ Provinsi Bali
Isu yang Diangkat : Belum optimalnya serah terima pasien antar dokter dalam melakukan tugas jaga di RSJ Provinsi Bali
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Serah Terima Pasien antar Dokter dalam Melakukan Tugas Jaga di RSJ Provinsi Bali melalui
Penggunaan Buku Operan Jaga Dokter

7
Tabel 2. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Kontribusi
Keterkaitan
Terhadap Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Substansi Mata
Visi-Misi Organisasi
Pelatihan
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

1 Pembuatan SPO serah 1. Konsultasi dengan 1. Dokumentasi Akuntabilitas Dengan adanya suatu Dengan adanya suatu
terima pasien (handover) Ketua KSM Umum selama konsultasi 1. Menyampaikan standar prosedur standar prosedur
antar dokter terkait dengan handover 2. Notulen hasil kondisi terkait operasional (SPO) operasional
antar dokter yang belum konsultasi, usulan handover antar dokter terkait serah terima menguatkan nilai
optimal dan masukan kepada Ketua KSM pasien diharapkan maklumat pelayanan
2. Pengusulan pembuatan 3. Rancangan SPO Umum dengan dokter dapat menjaga di unit kerja yaitu
SPO handover antar 4. SPO final (sudah sejujurnya sesuai mutu dan memberi dengan ini kami
dokter direvisi) dengan apa yang pelayanan dengan menyatakan sanggup
3. Membuat rancangan 5. SPO yang telah terjadi di lapangan baik sesuai ketentuan menyelenggarakan
SPO handover antar diverifikasi oleh (jujur) yang berlaku. Hal ini pelayanan sesuai
dokter dengan referensi- Direktur 2. Mengusulkan selaras dengan misi standar pelayanan
referensi SPO yang ada pembuatan SPO untuk unit kerja yaitu yang telah ditetapkan
4. Revisi racangan SPO kejelasan prosedur meningkatkan
sesuai masukan dan dalam pelaksanaan kompetensi SDM
arahan Ketua KSM handover (kejelasan yang berkelanjutan
Umum target) menuju
5. Verifikasi SPO oleh 3. Turut serta pelayanan yang
Direktur RSJ Provinsi berpartisipasi dalam paripurna dan prima
Bali penyusunan rancangan
SPO dengan referensi
yang ada (partisipatif)
4. Menyelesaikan revisi
rancangan SPO
dengan penuh
tanggung jawab dan

8
tepat waktu sesuai
masukan dan arahan
Ketua KSM Umum
(tanggung jawab)
5. Bertanggung jawab
untuk memeriksa
kembali berkas SPO
sebelum diserahkan
kepada Direktur
(tanggung jawab)

Nasionalisme
1. Menyampaikan
kekurangan-
kekurangan dalam
pelaksanaan handover
antar dokter secara
transparan tanpa ada
yang ditutup-tutupi
(transparan)
2. Usulan disetujui
secara musyawarah
mufakat (musyawarah
mufakat)
3. Cinta tanah air dengan
menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dan benar saat
menyusun rancangan
SPO (cinta tanah air)
4. Menghargai masukan
dan revisi dari Ketua
KSM Umum terkait
rancangan SPO

9
(menghargai
pendapat)
5. Menunjukkan sikap
saling menghormati
saat datang ke ruangan
Direktur dengan
mengetuk pintu,
memberi salam,
menyapa, dan senyum
kepada Direktur
(saling menghormati)

Etika Publik
1. Memberi salam ketika
bertemu Ketua KSM
Umum (hormat)
2. Berbicara dengan
sopan ketika
menyampaikan usulan
(sopan)
3. Merancang SPO sesuai
dengan ketentuan yang
berlaku (taat pada
peraturan)
4. Mengecek kembali
rancangan SPO yang
telah direvisi agar tidak
terjadi kesalahan, baik
redaksi maupun
substansi (cermat)
5. Menunjukkan sikap
taat pada aturan
dengan berpakaian rapi
dan beratribut lengkap

10
saat masuk ke ruangan
Direktur (taat pada
peraturan)

Komitmen Mutu
1. Mengalokasikan
waktu konsultasi
dengan efisien
sehingga tidak
menganggu jadwal
kegiatan Ketua KSM
Umum (efisien)
2. Mengusulkan
pembuatan SPO
sebagai salah satu
upaya untuk
meningkatkan mutu
pelayanan
(berorientasi mutu)
3. Mempersiapkan
referensi-referensi
SPO sehingga
penyusunan rancangan
SPO menjadi lebih
efektif (efektif)
4. Efektif waktu dalam
menyelesaikan revisi
SPO (efektif)
5. Menjelaskan kepada
Direktur mengenai
tujuan dan maksud
pembuatan SPO yang
diajukan adalah untuk
menjaga dan

11
meningkatkan mutu
pelayanan rumah sakit
(berorientasi mutu)

Anti Korupsi
1. Melakukan konsultasi
dengan jujur
menyampaikan fakta di
lapangan tanpa adanya
manipulasi (kejujuran)
2. Mengemukakan
pendapat/usulan
dengan lugas dan
berani (berani)
3. Mencari referensi-
referensi SPO secara
mandiri tanpa
merepotkan pihak lain
(mandiri)
4. Disiplin waktu dalam
menyelesaikan revisi
SPO (disiplin)
5. Hadir tepat waktu ke
ruangan Direktur
sesuai janji agar tidak
mengganggu jadwal
kegiatan Direktur
(disiplin)

2 Pembuatan Buku Operan 1. Pengusulan pembuatan 1. Dokumentasi dan Akuntabilitas Dengan adanya buku Dengan adanya buku
Jaga Dokter buku operan jaga dokter notulensi selama 1. Pengusulan operan jaga dokter operan jaga dokter
berkonsultasi dengan konsultasi pembuatan buku diharapkan dokter menguatkan nilai
Ketua KSM Umum 2. Rancangan format operan jaga dokter dapat melaksanakan budaya kerja TAKSU
2. Membuat format buku buku operan jaga sebagai salah satu serah terima pasien di unit kerja yaitu

12
operan jaga dokter dokter upaya untuk dengan optimal. Hal Kreatif (kreativitas)
dengan referensi- 3. Buku operan jaga mengoptimalkan ini selaras dengan
referansi yang ada dokter final (sudah pelaksanaan handover misi unit kerja yaitu
3. Revisi format buku direvisi) (kejelasan target) meningkatkan
operan jaga dokter 2. Turut serta kompetensi SDM
sesuai masukan dan berpartisipasi dalam yang berkelanjutan
arahan Ketua KSM pencarian referensi menuju
Umum format buku operan pelayanan yang
jaga dokter paripurna dan prima
(pertisipatif)
3. Melakukan revisi
sesuai masukan dan
arahan dari Ketua
KSM Umum dengan
penuh tanggung jawab
(tanggung jawab)

Nasionalisme
1. Saling menghormati
saat konsultasi,
dengan cara
memperhatikan ketika
lawan bicara sedang
menyampaikan
pendapatnya (saling
mengormati)
2. Saling membantu
dalam mencari
referensi dalam
merancang format
buku operan jaga
dokter (tolong-
menolong)
3. Menghargai masukan

13
dan revisi dari Ketua
KSM Umum terkait
rancangan buku
operan jaga dokter
(menghargai
pendapat)

Etika Publik
1. Berpakaian rapi ketika
berkonsultasi dengan
Ketua KSM Umum
dan berbicara dengan
sopan saat
menyampaikan usulan
(sopan)
2. Bertanggung jawab
mencari referensi-
referensi untuk
penyusunan rancangan
buku operan jaga
dokter (bertanggung
jawab)
3. Melakukan revisi
format buku operan
jaga dokter sesuai
dengan instruksi dan
perintah Ketua KSM
Umum (taat perintah)

Komitmen Mutu
1. Mengusulkan
pembuatan buku
operan jaga dokter
sebagai salah satu

14
inovasi dalam
mengoptimalkan
pelaksanaan handover
(inovasi)
2. Mengalokasikan
waktu pembuatan
rancangan buku
operan jaga dokter
dengan efisien
sehingga dapat
diselesikan tepat
waktu (efisien)
3. Menyelesaikan revisi
dengan waktu
seefektif mungkin
(efektif)

Anti Korupsi
1. Berani
mengemukakan
pendapat/usulan saat
berkonsultasi (berani)
2. Mencari referensi
format buku operan
jaga dokter secara
mandiri (mandiri)
3. Menyelesaikan revisi
dengan disiplin/tepat
waktu (disiplin)

3 Sosialisasi SPO dan buku 1. Mengundang dokter 1. Undangan Akuntabilitas Dengan dilakukan Dengan dilakukan
operan jaga dokter kepada umum untuk sosialisasi 1. Bertanggung jawab sosialisasi sosialisasi
dokter umum di UPTD menghadiri sosialisasi 2. Media sosialisasi dalam menyebarkan diharapkan seluruh menguatkan nilai
RSJ Provinsi Bali 2. Mempersiapkan sarana berupa SPO undangan sosialisasi dokter dapat budaya kerja TAKSU

15
dan prasarana sosialisasi handover dan buku sampai kepada yang memahani dan di unit kerja yaitu
3. Menjelaskan maksud operan jaga dokter dituju (tanggung melaksanakan apa kreatif (memberikan
dan tujuan dari 3. Daftar hadir peserta jawab) yang menjadi standar pelayanan dengan
sosialisasi sosialisasi 2. Turut serta dalam memberikan baik)
4. Melakukan sosialisasi 4. Dokumentasi berpartisipasi dalam pelayanan kepada
pada seluruh dokter selama sosialisasi persiapan sarana dan pasien. Hal ini
yang hadir 5. Notulen hasil prasarana sosialisasi selaras dengan misi
5. Melakukan diskusi dan sosialisasi dengan unit kerja yaitu
tanya jawab terkait mempersiapkan media mewujudkan
materi sosialisasi untuk sosialisasi peyelenggarakan
(partisipatif) pendidikan, pelatihan
3. Memberi penjelaskan dan penelitian
kepada peserta kepada pelanggan
maksud dan tujuan internal dan eksternal
sosialisasi dan apa berorientasi pada
yang menjadi kebutuhan dan
harapan/target sasaran kepuasan pelanggan
(kejelasan target)
4. Secara transparan
menjelaskan kondisi
pelaksanaan handover
di lapangan yang
belum optimal
sehingga diperlukan
suatu standar prosedur
(transparan)
5. Bersikap netral saat
terjadi selisih
pendapat diantara
peserta sosialisasi
(netral)

Nasionalisme
1. Mengirim undangan

16
kepada semua dokter
umum di lingkungan
UPTD RSJ Provinsi
Bali tanpa
diskriminasi (tidak
diskriminatif)
2. Bahu-membahu
dengan semangat
gotong royong
mempersiapkan sarana
dan prasarana
sosialisasi (gotong
royong)
3. Secara transparan
menjelaskan maksud
dan tujuan sosialisi
tanpa ada yang
ditutup-tutupi
(transparan)
4. Mengawali sosialisasi
dengan doa agar
kegiatan dapat
berjalan dengan lancar
(religius)
5. Menjaga ketertiban
ruangan agar tetap
tenang dan tidak
membuat kegaduhan
saat diskusi dan tanya
jawab (menjaga
ketertiban)

Etika Publik
1. Memastikan isi

17
undangan sudah benar
(cermat)
2. Mempersiapkan sarana
dan prasarana dengan
penuh tanggung jawab
sehingga kegiatan
dapat berjalan tanpa
hambatan
(bertanggung jawab)
3. Menyampaikan
maksud dan tujuan
sosialisasi dengan
ramah dan sopan
(sopan)
4. Bersikap hormat
kepada peserta
sosialisasi dengan 3S
(Salam, Sapa, Senyum)
saat mengawali
kegiatan (hormat)
5. Dispilin waktu saat
sesi diskusi dan tanya
jawab (disiplin)

Komitmen Mutu
1. Menginformasikan
agar peserta sosialisasi
datang tepat waktu
sehingga kegiatan
berjalan dengan efisien
(efisien)
2. Mempersipakan sarana
dan prasarana satu hari
sebelum pelaksanaan

18
sosialisasi agar
kegiatan berjalan
efektif (efektif)
3. Menjelaskan maksud
dan tujuan sosialisasi
untuk meningkatkan
mutu pelayanan
terhadap pasien
(berorientasi mutu)
4. Menyampaikan materi
sosialisasi dengan
efisien (efisien)
5. Mengalokasikan waktu
diskusi dan tanya
jawab secara efektif
(efektif)

Anti Korupsi
1. Secara mandiri
memberi undangan
kepada semua dokter
umum di lingkungan
UPTD RSJ Provinsi
Bali (mandiri)
2. Menunjukkan sikap
peduli dengan
mempersiapkan sarana
dan prasarana dengan
baik agar sosialisasi
dapat berjalan dengan
lancar (peduli)
3. Menyampaikan
maksud dan tujuan
sosialisasi dengan jujur

19
(kejujuran)
4. Disiplin waktu dengan
datang 15 menit
sebelum kegiatan
sosialisasi dimulai
(disiplin)
5. Berani menegur
peserta yang membuat
keributan/ kegaduhan
saat diskusi dan tanya
jawab sedang
berlangsung (berani)

4 Pelaksanaan serah terima 1. Melakukan handover 1. Absensi staf Akuntabilitas Dengan menerapkan Dengan melakukan
pasien sesuai SPO dengan sesuai SPO 2. Dokumentasi 1. Melakukan handover bedside handover serah terima pasien
metode bedside handover 2. Menerapkan metode selama handover sesuai dengan SPO dan komunikasi sesuai SPO dengan
dan komunikasi SBAR bedside handover 3. Catatan yang telah ditetapkan SBAR diharapkan metode bedside
3. Melakukan handover perkembangan dengan pelaksanaan serah handover dan
dengan komunikasi pasien terintegrasi mengedepankan terima pasien komunikasi SBAR
SBAR pada rekam medis keselamatan pasien menjadi lebih menguatkan nilai
pasien (mendahulukan optimal. Hal ini maklumat pelayanan
kepentingan publik) selaras dengan misi unit kerja yaitu
2. Secara adil melakukan unit kerja yaitu dengan ini kami
bedside handover meningkatkan menyatakan sanggup
kepada seluruh pasien kompetensi SDM menyelenggarakan
tanpa terkecuali yang berkelanjutan pelayanan sesuai
(keadilan) menuju standar pelayanan
3. Secara konsisten pelayanan yang yang telah ditetapkan
menerapkan pola paripurna dan prima
komunikasi SBAR saat
melakukan handover
(konsisten)

Nasionalisme

20
1. Melakukan handover
sesuai SPO dengan
amanah (amanah)
2. Melakukan bedside
handover untuk
seluruh pasien tanpa
diskriminasi (tidak
diskriminatif)
3. Menyampaikan
kondisi perkembangan
pasien dengan pola
komunikasi SBAR
dengan penuh percaya
diri (percaya diri)

Etika Publik
1. Melaksanakan
handover sesuai
dengan peraturan atau
SPO yang telah
ditetapkan (taat pada
peraturan)
2. Menjelaskan
perkembangan pasien
dengan bahasa yang
sopan dan mudah
dipahami saat
handover di depan
pasien dan keluarga
(sopan)
3. Secara cermat dan
lengkap
menyampaikan kondisi
perkembangan pasien

21
(cermat)

Komitmen Mutu
1. Melakukan handover
sesuai dengan SPO
untuk menjaga dan
meningkatkan mutu
pelayanan (berorientasi
mutu)
2. Melakulan bedside
handover dengan
efektif sehingga apa
yang menjadi tujuan
dapat tercapai (efektif)
3. Secara efisien
melakukan komunikasi
SBAR sehingga tidak
membuang banyak
waktu saat handover
(efisien)

Anti Korupsi
1. Disiplin waktu dengan
datang 15 menit
sebelum waktu
pergantian shift jaga
(disiplin)
2. Berani menegur rekan
dokter yang tidak
melakukan handover
dengan metode bedside
handover (berani)
3. Menyampaikan
kondisi perkembangan

22
pasien dengan
sejujurnya dengan
tetap memperhatikan
pola komunikasi
SBAR (kejujuran)

5 Pelaksanaan serah terima 1. Dokter IGD/dokter 1. Catatan Akuntabilitas Dengan Dengan menggunakan
pasien dengan ruangan melakukan perkembangan 1. Melakukan pencatatan menggunakan buku buku operan jaga
menggunakan buku pencatatan pasien pada buku perkembangan pasien operan jaga dokter dokter dalam
operan jaga dokter perkembangan pasien di operan jaga dokter secara konsisten pada dalam pelaksanaan pelaksanaan handover
IGD dan pasien di 2. Dokumentasi buku operan jaga handover diharapkan menguatkan nilai
ruangan dengan kondisi selama handover dokter di setiap dapat budaya kerja TAKSU
tertentu yang pergantian shift jaga mengoptimalkan di unit kerja yaitu
memerlukan follow up (konsisten) penyampaian akuntabel (bekerja
pada buku operan jaga 2. Melakukan handover informasi-informasi cerdas, inovatif)
dokter dengan penuh penting dengan tetap
2. Dokter IGD/dokter tanggung jawab sesuai mengutamakan
ruangan melakukan SPO dan keselamatan pasien.
handover sesuai SPO menggunakan buku Hal ini selaras
dengan menggunakan operan jaga dokter dengan misi unit
buku operan jaga dokter (tanggung jawab) kerja yaitu
meningkatkan
Nasionalisme kompetensi SDM
1. Melakukan pencatatan yang berkelanjutan
pada buku operan jaga menuju
dokter secara pelayanan yang
transparan sesuai paripurna dan prima
dengan kondisi
perkembangan pasien
yang ditemukan
(transparan)
2. Melakukan handover
menggunakan buku
operan jaga dokter

23
dengan tetap
mengutamakan
keselamatan pasien
(mengutamakan
kepentingan publik)

Etika Publik
1. Menjaga kerahasian
catatan perkembangan
pasien pada buku
operan jaga dokter
kepada pihak-pihak
yang tidak
berkepentingan
(menjaga rahasia)
2. Menjaga sopan santun
saat melakukan
handover (sopan)

Komitmen Mutu
1. Melakukan pencatatan
pada buku operan jaga
dokter dengan lengkap
agar tidak ada
informasi penting
yang terlewatkan
sehingga mutu
pelayanan tetap
terjaga (berorientasi
mutu)
2. Melakukan handover
dengan waktu yang
efisien tanpa
mengesampingkan

24
mutu pelayanan
(efisien)

Anti Korupsi
1. Melakukan pencatatan
pada buku operan jaga
dokter sebelum
pergantian shift jaga
dengan mandiri
(mandiri)
2. Disiplin waktu dalam
melaksanakan
handover (disiplin)

6 Pengawasan dan evaluasi 1. Koordinasi dengan 1. Dokumentasi Akuntabilitas Dengan adanya Dengan adanya
handover antar dokter Kepala IGD untuk selama pengawasan 1. Bertanggung jawab pengawasan dan pengawasan dan
melakukan pengawasan handover dalam melakukan evaluasi pelaksanaan evaluasi pelaksanaan
pelaksanaan handover 2. Verifikasi buku koordinasi sehingga handover diharapkan handover menguatkan
antar dokter operan jaga dokter pengawasan dan dapat memperbaiki nilai moto di unit
2. Koordinasi dengan evaluasi dapat berjalan dan meningkatkan kerja yaitu tingkatkan
Kepala IGD untuk dengan baik (tanggung kinerja dokter terus kemampuan
melakukan evaluasi jawab) sehingga dapat kerja
terhadap pencatatan 2. Melaporkan menjaga mutu
buku operan jaga dokter kekurangan- pelayanan yang
kekurangan dalam diberikan. Hal ini
pencatatan buku selaras dengan misi
operan jaga dokter unit kerja yaitu
secara transparan meningkatkan
untuk bahan evaluasi kompetensi SDM
(transparan) yang berkelanjutan
menuju
Nasionalisme pelayanan yang
1. Menghargai masukan paripurna dan prima
dan arahan dari

25
pengawas/Kepala IGD
apabila selama
handover terdapat hal-
hal yang harus
diperbaiki
(menghargai pendapat)
2. Menghormati
pengawas/Kepala IGD
ketika melakukan
koordinasi (saling
menghormati)

Etika Publik
1. Menyampaikan
kendala-kendala baru
yang mungkin muncul
selama pelaksanaan
handover dengan
sopan ketika Kepala
IGD melakukan
pengawasan (sopan)
2. Mengecek
kelengkapan
pencatatan buku
operan jaga dokter
dengan teliti sebagai
bahan evaluasi
(cermat)

Komitmen Mutu
1. Melakukan perbaikan
kinerja sesuai masukan
dan arahan Kepala
IGD selaku pengawas

26
untuk peningkatan
mutu pelayanan
(berorientasi mutu)
2. Melakukan koordinasi
dengan efektif
sehingga tidak
mengganggu jam kerja
Kepala IGD (efektif)

Anti Korupsi
1. Menyampaikan
kondisi di lapangan
dengan sejujurnya
ketika Kepala IGD
melakukan
pengawasan
(kejujuran)
2. Menunjukan sikap
peduli dengan saling
mengingatkan dan
memberi masukan
kepada rekan dokter
yang masih belum
melakukan pencatatan
pada buku operan jaga
dokter dengan benar
(peduli)

27
2.2 Barchat dan Analisis Dampak
Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan selama 30 hari kerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Rawat Inap UPTD
RSJ Provinsi Bali yaitu pada tanggal 2 Agustus 2019 sampai 22 September 2019. Kegiatan-kegiatan aktualisasi akan dijabarkan pada
tabel 3 dan tabel 4 berikut.

Tabel 3. Jadwal Kegiatan Aktualisasi Bulan Agustus


Jadwal Pelaksanaan
No Kegiatan Agustus
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3
5 6 7 8 9
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1
1. Pembuatan SPO serah terima pasien
(handover) antar dokter
2. Pembuatan buku operan jaga dokter

3. Sosialisasi SPO dan buku operan jaga


dokter kepada dokter umum di UPTD
RSJ Provinsi Bali
4 Pelaksanaan serah terima pasien sesuai
SPO dengan metode bedside handover
dan komunikasi SBAR
5 Pelaksanaan serah terima pasien
dengan menggunakan buku operan
jaga dokter
6 Pengawasan dan evaluasi handover
antar dokter

Keterangan :
Kegiatan berlangsung

28
Tabel 4. Jadwal Kegiatan Aktualisasi Bulan September
Jadwal Pelaksanaan
NO Kegiatan September
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5
1. Pembuatan SPO serah terima pasien
(handover) antar dokter
2. Pembuatan buku operan jaga dokter

3. Sosialisasi SPO dan buku operan jaga


dokter kepada dokter umum di UPTD
RSJ Provinsi Bali
4 Pelaksanaan serah terima pasien sesuai
SPO dengan metode bedside handover
dan komunikasi SBAR
5 Pelaksanaan serah terima pasien
dengan menggunakan buku operan
jaga dokter
6 Pengawasan dan evaluasi handover
antar dokter

Keterangan :
Kegiatan berlangsung

29
Dalam kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan selama habituasi
terdapat beberapa kegiatan untuk memecahkan isu dan apabila beberapa
kegiatan yang didasari nilai-nilai dasar ANEKA tidak dilakukan maka akan
menimbulkan dampak terhadap kinerja organisasi, seperti tabel 5 berikut.
Tabel 5. Teknik Analisis Dampak
No Kegiatan Analisis Dampak
1 Pembuatan SPO serah Jika pembuatan SPO handover yang didasari
terima pasien (handover) nilai-nilai dasar ANEKA tidak dilaksanakan
antar dokter maka tidak akan tersusun suatu pedoman atau
standar prosedur operasional yang sesuai
dengan kebutuhan sehingga akan berdampak
pada mutu pelayanan rumah sakit
2 Pembuatan buku operan Jika pembuatan buku operan jaga dokter yang
jaga dokter didasari nilai-nilai dasar ANEKA tidak
dilaksanakan maka tidak akan tercipta suatu
inovasi yang efektif dalam pelaksanaan
handover sehingga akan berdampak pada
pelayanan yang tidak optimal
3 Sosialisasi SPO dan buku Jika sosialisasi terkait SPO dan buku operan
operan jaga dokter jaga dokter yang didasari nilai-nilai dasar
kepada dokter umum di ANEKA tidak dilaksanakan maka sosialisasi
UPTD RSJ Provinsi Bali tidak akan dapat terselenggara dengan baik,
peserta tidak akan memahami dan mendapat
apa yang menjadi tujuan dan maksud dari
diadakannya sosialisasi tersebut, yang akan
berdampak pada pelaksanaan pelayanan
kedepannya
4 Pelaksanaan serah terima Jika pelaksanaan handover sesuai SPO yang
pasien sesuai SPO didasari nilai-nilai dasar ANEKA tidak
dengan metode bedside dilaksanakan maka pelaksanaan serah terima
handover dan pasien tidak akan pernah terlaksana sesuai
komunikasi SBAR dengan ketentuan yang telah ditetapkan
sehingga akan berdampak pada kualitas
pelayanan rumah sakit
5 Pelaksanaan serah terima Jika pelaksanaan handover dengan
pasien dengan menggunakan buku operan jaga dokter yang
menggunakan buku didasari nilai-nilai dasar ANEKA tidak
operan jaga dokter dilaksanakan maka pelaksanaan serah terima
pasien tidak akan optimal sehingga berdampak
pada mutu pelayanan
6 Pengawasan dan evaluasi Jika pengawasan dan evaluasi yang didasari
handover antar dokter nilai-nilai dasar ANEKA tidak dilaksanakan
maka tidak akan terlaksana sebuah pengawasan
yang transparan sehingga berdampak pada
kinerja yang kurang/tidak optimal

30
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai
Aparatur Sipil Negara (ASN) secara tetap oleh pembina pejabat kepegawaian
untuk menduduki jabatan pemerintahan. ASN berfungsi sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam
mengamalkan fungsi, tugas, dan peran ASN dalam masyarakat, Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani masa percobaan yang
dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk
membangun karakter profesional dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai
ANEKA (Akuntabilias, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi) dalam Unit Kerja sebagai modal dasar mewujudkan pelayanan
publik yang berkualitas.
Pada kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019 ini, setiap peserta
diwajibkan untuk membuat sebuah rancangan aktualisasi kegiatan.
Rancangan ini mengangkat sebuah isu yang menjadi permasalahan di unit
kerja masing-masing dan diupayakan untuk dicarikan pemecahan
masalahnya. Adapun isu yang penulis angkat adalah belum optimalnya serah
terima pasien antar dokter dalam melakukan tugas jaga di RSJ Provinsi Bali.
Dari isu tersebut, muncul gagasan pemecahan isu dalam beberapa kegiatan
diantaranya pembuatan standar operasional prosedur (SPO) sebagai salah satu
pedoman untuk memberi pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan,
pembuatan buku operan jaga dokter sebagai inovasi untuk mengoptimalkan
serah terima pasien, sosialisasi SPO dan buku operan jaga dokter kepada
dokter umum di UPTD RSJ Provinsi Bali, pelaksanaan serah terima pasien
dengan metode bedside handover, komunikasi SBAR, dan penggunaan buku
operan jaga dokter, serta pengawasan dan evaluasi handover antar dokter.
Dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan serah
terima pasien antar dokter dalam melakukan tugas jaga di RSJ Provinsi Bali.

31
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur


Sipil Negara, tahun 2014.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil, Modul Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III, Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Akuntabilitas, Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Nasionalisme, Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2014. Etika Publik, Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Komitmen Mutu, Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Anti Korupsi, Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Pelayanan Publik. Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Manajemen ASN. Modul Penyelenggaraan
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara
UPTD RSJ Provinsi Bali. 2019. Buku Pedoman Pengorganisasian. UPTD RSJ
Provinsi Bali. Bangli, Bali
Rachmah. 2018. Optimalisasi Keselamatan Pasien Melalui Komunikasi SBAR
dalam Handover. Idea Nursing Journal. 19(1): 34-41
Triwibowo, C., dan Zainuddin Harahap. 2016. Peran Handover dalam
Meningkatkan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Pena Medika.
6(2) 72-79

32
LAMPIRAN

33

Anda mungkin juga menyukai