Anda di halaman 1dari 9

PENGUKURAN POLA ARUS, PASANG SURUT DAN GELOMBANG DI

PERAIRAN PANTAI DESA POPOLII KECAMATAN WALEA


KEPULAUAN KABUPATEN TOJO UNA-UNA SULAWESI TENGAH

Oleh:

DARMANSYA MUSTAPA
(421417008)
DARIANI
(421417007)
SRI ASTRI SUO
(421417005)

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FISIKA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
2017
PENGUKURAN POLA ARUS, PASANG SURUT DAN GELOMBANG DI
PERAIRAN PANTAI DESA POPOLII KECAMATAN WALEA
KEPULAUAN KABUPATEN TOJO UNA-UNA SULAWESI TENGAH

Oleh
Dariani1,Darmansya Mustapa2, Sri Astri Suo3.
Jurusan fisika Prodi Pendidikan fisika FMIPA
E-Mail : dariani122098@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 mei 2018 di perairan desa popolii
walea kepulauandengan tujuan untuk mengetahui, mengamati dan mempelajari
pola arus, pasang surut dan gelombang air laut.metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode survey.
Hasil penelitian menunjukkan kecepatan arus rata-rata pada saat pasang
0,54 m ⁄ dt mengarah ke tenggara dan timur dan kecepatan arus rata-rata pada saat
pasang surut adalah 0,83848 m ̸ dt barat dan barat laut tipe pasang surut adalah
tipe campuran condong keharian ganda, dimana terjadi dua kali pasang dan dua
kali surut dalam sehari karakteristik gelombang tinggi periode panjang dan
kemiringan gelombang adalah termasuk gelombang yang memecah dan dapat
membentuk pantai. Kedalaman perairan cenderung landai dan dangkal
yaituberkisar sampai 150-2 meter kondisi arus dan gelombang pantai pelawakan
tergolong aman untuk aktivitas diperairan pantai popolii.

1Dariani, Course majoring in physics faculty of mathematics and naturalsciences


Universitas Negeri Gorontalo
2
Darmansya A Mustapa , Course majoring in physics faculty of mathematics and
naturalsciences Universitas Negeri Gorontalo
3
Sri Astri Suo, Course majoring in physics faculty of mathematics and
naturalsciences Universitas Negeri Gorontalo
THE STUDY OF CURRENT PATTERN, TIDES AND WAVES ON THE
BEACHES VILLAGE POPOLII VILLAGERS MERAL KARIMUN DISTRICT
SULAWESI TENGAH ARCHIPELAGO PROVINCE

By

Dariani4,Darmansya Mustapa5, Sri Astri Suo6.


Course majoring in physics faculty of mathematics and naturalsciences
E-Mail : dariani122098@gmail.com

Abstract

This research was conducted from to 2 May 2018 in popolii beach of


Walea Archipelago province which aims to study the pattern of current, tides and
wave characteristic of popolii beach. The method used in this research was survey
method.
The result showed that the men of current speed at high tide was 0,54 m /
dt (southeast and East). And mean of current speed at low tide at low tide 0,83848
m ̸ dt (West and Northwest), The tide in this area is mixed tide type with
dominant of semi-diurnal, which occurs twice of high tide and twice of low tide in
a day, Characteristics of the waves ( height, period, length and slope) is plunging
and formed beach type. The depth of the waters is sloping and shallow, ranges
from 150-2 m Current and wave conditions in pelawan Beach waters are safe for
coastal activity around popolii beach activity.

4
Dariani, Course majoring in physics faculty of mathematics and naturalsciences
Universitas Negeri Gorontalo
5
Darmansya A Mustapa , Course majoring in physics faculty of mathematics and
naturalsciences Universitas Negeri Gorontalo
6
Sri Astri Suo, Course majoring in physics faculty of mathematics and
naturalsciences Universitas Negeri Gorontalo
PENDAHULUAN tercapainya pemanfaatan potensi
Arus pasang surut dan sumber daya perairan yang
gelombang merupakan parameter maksimal serta pembangunan daerah.
penting dalam dinamika perairan
yang memberikan pengaruh terhadap METODE PENELITIAN
daerah pesisir sehingga perlu Waktu dan Tempat Penelitian
dukungan informasi tent ang pasang Waktu pelaksanaan penelitian
surut gelombang yang terjadi ini dilakukan pada selasa 2 Mei 2018.
dilautan dapat diklasifikasikan Penelitian dilakukan di desa popolii
Kabupaten tojo una-una,Sulawesi
menjadi beberapa macam
tengah.
berdasarkan gaya pembangkit
tersebut terutama berasal dari angin, Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode survei yaitu
dari gaya tarik menarik bumi, bulan
pengamatan langsung di lapangan.
dan matahari ataupun yang disebut
dengan gelombang pasang surut. 1.1 Arus gelombang air laut
Pantai didesa popolii Arus merupakan gerakan
dijadikan sebagai tempat horizontal atau vertikal dari massa
pemukiman, rekreasi dan jalur lalu air menuju kestabilan yang terjadi
lintas kapal dan sumber mata secara terus-menerus. Gerakan yang
pencaharian bagi nelayan serta terjadi merupakan hasil resultan dari
masyarakat setempat. berbagai macam gaya yang bekerja
Keberlangsungan aktivitas tersebut pada permukaan, kolom, dan dasar
tidak terlepas dari factor-faktor perairan. Hasil dari gerakan air laut
pendukung salah satunya yaitu adalah vektor yang mempunyai
parameter oseanografi fisika besaran kecepatan dan arah (
menjelaskan bahwa arus dan pasang Arifin.2012.183-188 ).
surut gelombang merupakan Menurut bachri (1995)
parameter penting dalam dinamika terjadinya arus di lautan disebabkan
perairan yang memberikan pengaruh oleh dua faktor utama yaitu faktor
besar terhadap wilayah pesisir atau iternal dan faktor eksternal . faktor
laut. eksternal seperti perbedaan densitas
air laut. Sedangkan factor eksternal
Pengoptimalan potensi
seperti gaya tarik matahari dan bulan
sumber daya perairan dipengaruhi
yang dipengaruhi oleh tahanan dasar
oleh fenomena pasang surut air laut
laut dan gaya coriolis perbedaan
seperti halnya bongkar muat kapal
tekanan udara, gaya gravitasi, gaya
dipelabuhan laut kegiatan para
tektonik dan angin.
nelayan dan sebagiannya pasang
Menurut haryono dan
surut air laut setiap harinya tidak
nani(2008) secara sederhana arus
selalu sama sehingga diperlukan
dapat diartikan sebagai sirkulasi
prediksi pasang surut demi
massa air dari satu tempat ke tempat terjadi dilaut lepas. Namun arus
lain. Arus pasang surut dan pasang surut ini juga menjadi media
gelombang. Pengukuran kecepatan transport bagi sedimen-sedimen
arus dan arah arus diukur dengan berukuran kecil seperti pasir halus
menggunakan meteran yang dan lempung yang biasa ditemui
dicelupkan pada permukaan perairan dimuara-muara kecil pada saat
sampai permukaan air sejajar dengan pasang, arus pasang akan membawa
garis pada permukaan air laut.data sedimen mendekat kearah pantai dan
kecepatan arus diukur dengan sebaliknya pada saat terjadi pasang
menggunakan current meter yang surut arus pasang akan membawa
dicelupkan pada permukaan perairan material menjauh dari pantai atau
sampai permukaan air sejajar dengan abrasi (Diana. 2011:43 ).
garis batas pada current meter,
kemudian ditunggu beberapa menit Menurut soekarto (1985)
sampai angka stabil dan secara pasang surut merupakan suatu
otomatis alat bekerja,pengamatan ini fenomena pergerakan naik turunnya
dilakukan pada saat pasang menuju air laut secara berkala yang
surut dan surut menuju pasang.nilai diakibatkan oleh kombinasi antara
kecepatan arus dapat diperoleh gaya gravitasi dan gaya tarik-
𝑠 menarik dari benda-benda astronomi
dengan rumus: V = terutama oleh matahari, bumi dan
𝑡
bulan.
Dimana:

V= kecepatan arus (m/ dt)


1.3Gelombang Air Laut
s = waktu yang diperlukan (dt)
Gelombang adalah
t=jarak yang ditempuh (m) pergerakan naik dan turunnya air laut
dengan arah tegak lurus terhadap
1.2 Pasang Surut Air Laut permukaan laut. Gelombang yang
terjadi dilaut hampir sebagian
Pasang surut merupakan
besardisebabkan oleh angin. Angin
gerakan naik dan turunnya
diatas lautan mentransfer energinya
permukaan air laut secara bersamaan
ke perairan sehingga menyebabkan
dan juga dipengaruhi oleh faktor
timbulnya riak-riak dan kemudian
alam seperti angin,arus dan
berubah menjadi gelombang. Selain
gelombang sehingga pada saat
itu, gelombang di perairan pantai
pasang surut terjadi akan
popolii termasuk jenis gelombang
menimbulkan pasang surut arus
pembentuk karena memiliki
meskipun tidak terlalu besar jika
ketinggian kecil, sehingga saat
dibandingkan dengan arus yang
gelombang pecah di pantai sedimen
(material pantai) yang terangkut akan
tertinggal di pantaiyaitu ketika Tabel 4.2 Tabel hasil pengukuran
gelombang pecah (Ghalib.2010: 92 ). Gelombang
Panjang gelombang
dipengaruhi oleh periode gelombang
Waktu Puncak( Lemba Ting
.semakin besar periode gelombang
Penguk cm ) h ( cm) gi
maka semakin besar lintasannyadan
uran (met
semakin besar panjang gelombang. er)
Panjang gelombang erat kaitannya 07:00 2,5 cm 2,8 cm 0,06
dengan besar kecilnya gelombang 12:00 1 cm 1 cm 25
yang dihasilkan. Gelombang yang 19:00 3,5 cm 3,3 cm 0,01
22:00 2,2 cm 2,5 cm 0,03
memiliki panjang gelombang paling 06:00 6 cm
besar secara langsung juga memiliki 4,5 cm 4
0,03
periode yang cukup besar pula dan
5
merambat lebih cepat dibandingkan 0,07
gelombang yang memiliki panjang 5
dan periode gelombang yang
kecil(Hariyanti.2015: 14-27).
Tabel 4.3 tabel hasil pengukuran
HASIL PENELITIAN DAN pasang surut
PEMBAHASAN
Waktu Tinggi (meter)
Hasil Pengamatan pengukuran
07:00 1.47 m
Tabel 4.1 tabel hasil pengukuran arus 12:00 0,54 m
19:00 1,02 m
22:00 0,46 m
Waktu Arah Panjan Kecepat 06:00 1,62 m
penguku g Tali an
ran
07 : 00 Barat 2 m 50 detik
12 : 00 selat 2 m 1 menit
an 12 detik
19 : 00 timur 2 m 30,5
detik
22 : 00 Timr 2m 30,3
detik
06 : 00 barat 2m 37,5
detik
. Ketin 0,02 Me
N Wakt Para Hasi Sat ggian 35 ter
O u meter l uan gelo
Pengu mban
kuran g
1 Kece 50 Det Ketin 0,46 Me
1 07:00 patan ik ggian ter
. arus pasan
Ketin 0,02 Me g
ggian 65 ter surut
gelo Kecepat 37 Det
mban 06:00 an arus ,5 ik
g 5. Ketin 0,07 Me
1,47 Me ggian 5 ter
Ketin
ggian ter gelo
pasan mban
g g
surut Ketin 1,62 Me
Kecep 72 Det ggian ter
2
2 12:00 atan ik pasan
. arus g
Ketin 0,01 Me surut
ggian ter
gelo
mban
g
Ketin 0,54 Me PEMBAHASAN
ggian ter
pasan Dari hasil penelitian,
g kecepatan arus rata-rata pada saat
surut pasang adalah 0,54 detik dengan arah
. Kecep 30,5 Det
pergerakan arus menuju selatan dan
3 19 :00 atan ik
. arus pada saat surut kecepatan arus rata-
Ketin 0,03 Me rata adalah 0.46 detik dengan
ggian 4 ter pergerakana arus mengarah ke timur.
gelo
mban Pada pengukuran pasang surut ini
g yang pertama kali dilakukan adalah
Ketin 0,10 Me dengan menancapkan kayu pada
ggian 2 ter
daerah pasang surut yang masih
pasan
g terendam air dengan surut terendah,
surut kemudian Dicatat tinggi permukaan
4 Kecep 30,3 Det air laut mula-mula (h0) cm, setelah
4 22:00 atan ik itu Dicatat tinggi permukaan air laut
arus
(h1). Lalu hasil data yang telah di gesekan yang bekerja pada
dapat kemudian dicatat untuk permukaan laut, dan semakin besar
dianalisa. arus permukaan

Tinggi gelombang air laut Faktor-faktor yang mempengaruhi


dilokasi penelitian pada saat surut terjadinya arus gelombang dan
lebih rendah dari pada pasang, pasang surut air laut adalah pengaruh
dimana tinggi gelombang pada saat gerakan angin, perbedaan tekanan
surut yaitu 0,0235 m dan tinggi udara, gaya gravitasi, gaya tektonik
gelombang pada saat pasang yaitu dan adanya transfer energydari udara
0,075 m hal ini disebabkan oleh ke massa air laut.
angin yang berhembus dari darat
lebih cepat dibandingkan dengan Saran
kecepatan angin yang berhembus ke Pada kegiatan praktikum ini,
laut, di samping itu tinggi rendahnya sebaiknya alat dan bahan yang akan
gelombang air laut dipengaruhi oleh digunakan di persiapkan terlebih
faktor tekanan udara, gaya gravitasi, dahulu, agar praktikan dapat berjalan
gaya tektonik, adanya transfer energi dengan baik. Dan untuk para
dari udara ke massa air laut, grafitasi praktikan agar mempersiapkan diri
bulan dan volume air. Di perairan materi-materi yang akan
laut popolii terjadi pasang surut dipraktekkan, agar dalam kegiatan
tertinggi dan pasang surut terendah praktikum tidak terhambat.
hal ini karena di perairan laut popolii
terjadinya dua kali pasang surut air
laut dalam sehari dan hal ini
dipengaruhi oleh rotasi bumi pada
sumbunya dan revolusi bulan pada
matahari.
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, N. 2012.Kondisi Arus


KESIMPULAN DAN SARAN Pasang Surut di perairan
pesisir kota Makassar
Kesimpulan Sulawesi selatan, jurnal
Berdasarkan penelitian yang telah Depik.1(3) : 183-188.
dilakukan dapat disimpulkan bahwa
kecepatan arus di perairan popolii Bachri,Moch.1995.GeologiLingkung
pada saat pasang surut rata-rata 46,4 an. Malang:CV Aksara.
detik dengan arah yang berubah-ubah
Diana. 2011. Pasang Surut Air Laut.
setiap waktu karena semakin cepat
Institut Teknologi Bandung.
kecepatan angin, semakin besar gaya
Akhir Program Studi
Oseanogrfi, Institut
Teknologi bandung.hal 43

Ghalib,M.2010. Oseanografi Fisika


Deskriptif.fakultas perikanan
dan ilmu kelautan.universitas
riau. Faperika press. hal 92.

Haryono dan nani s. Karakteristik


Pasang Surut Air Laut di
Pulau Jawa. Forum
teknik.28 (1):1-5.

Hariyanti.2015. Tipe Gelombang dan


Pasang Surut di Perairan
pulau dutungan kabupaten
Baru Sulawesi Selatan. Jurnal
Sainsmat.4(1).14-27.

Soekarto.S.T.1985.Penelitian
Organoleptik Untuk Industri
Pangan dan Hasil
Pertanian .Jakarta:Bhatara
Karya Aksara