Anda di halaman 1dari 4

Program: TKA Saintek  TP 2018/2019 Kode: 508

TRY OUT SUPER INTENSIF


TES KOMPETENSI AKADEMIK SAINTEK KE−3 (KODE: 508)
KETERANGAN: FISIKA Nomor 21 sampai dengan nomor 40
DURASI 22,5 MENIT

FISIKA
Petunjuk A dipergunakan untuk menjawab soal 24. Perhatikan gambar di bawah ini!
nomor 21 sampai dengan nomor 40. F(N)

21. Pasangan besaran pokok tambahan yang


benar dari pernyataan berikut adalah F
(A) kuat arus listrik dan massa.
(B) jumlah molekul dan panjang.
(C) kuat cahaya dan waktu. t(s)
(D) sudut datar dan sudut ruang. Δt
(E) muatan listrik dan intensitas cahaya.
Berdasarkan gambar di atas maka
22. persamaan grafik untuk gerak benda adalah
(A) F  p . (D) F  1 p .
t t 2
(B) F  t  p . (E) F.Δt = 2Δp.
(C) F . p = 1 t .
2

Sebuah peluru ditembakkan dari titik A,


agar peluru mencapai titik B maka besar 25.
kecepatan awal vo peluru di titik A adalah
(A) 4 3 m/s. (D) 8 3 m/s.
3 3
(B) 5 3 m/s. (E) 3 3 m/s.
3 Sebuah bola pejal dengan massa 0,5 kg dan
(C) 2 3 m/s. jari-jari 10 cm menggelinding murni pada
bidang miring dengan sudut kemiringan 53
23. Perhatikan gambar di bawah ini! dari ketinggian 8 meter. Jika diketahui
percepatan gravitasi 10 m/s2, maka energi
kinetik total bola pada saat mencapai alas
bidang miring adalah
(A) 20 joule. (D) 80 joule.
(B) 40 joule. (E) 120 joule.
(C) 50 joule.
Jika diketahui massa balok 2 kg, percepatan
gravitasi 10 m/s dan bidangnya licin.
Tentukan gaya normal pada balok!
(A) 10 N. (D) 25 N.
(B) 15 N. (E) 30 N.
(C) 20 N.

Halaman 1 dari 4 halaman


Kode: 508 Program: TKA Saintek  TP 2018/2019

26. Perhatikan gambar di bawah ini! 29. Sifat bayangan benda yang dihasilkan
dengan pengamatan menggunakan sebuah
mikroskop, untuk mata yang tidak
berakomodasi adalah
(A) diperbesar, maya dan tegak.
(B) diperbesar, nyata dan terbalik.
(C) sama besar dengan benda, nyata dan
tegak.
Pegas dalam keadaan seimbang diberikan (D) diperbesar, maya dan terbalik.
beban massa m, kemudian ditarik dengan (E) diperbesar, nyata dan tegak.
gaya tertentu sampai titik A. Jarak A dari 30. Rapat massa suatu gas ideal pada suhu T
titik seimbang adalah a, kemudian benda dan tekanan P adalah . Jika tekanan gas
dilepaskan, sehingga pegas tertekan sampai tersebut dijadikan 1,2P dan suhunya
di titik B. Pada saat melakukan gerakan dari diturunkan menjadi 0,4T maka rapat massa
A ke B, massa benda m mengalami gas dalam keadaan terakhir ini adalah
gesekan, maka panjang lintasan (A) 0,33 . (D) 1,6 .
(A) b < a. (D) b = ½ a (B) 0,48 . (E) 3,0 .
(B) b > a. (E) b = ¼ a (C) 0,80 .
(C) b = a.
31. n mol gas ideal monoatomik mengalami
27. Sebuah bola terikat pada ujung tali yang proses seperti pada gambar,
panjangnya ℓ, dilepas dari titik A dengan P
kedudukan tali membuat sudut  terhadap P1 1 2
arah vertikal.
Jika percepatan
gravitasi g, maka laju
 bola ketika melalui
ℓ x 3
titik terendahnya P2
3
(titik B) adalah V
A h V1 V2
(1) Proses 1  2 adalah isobar
B (2) Proses 2  3 adalah isokhorik
(3) Proses 3  1 gas ekspansi
(A) 2g  2  sin  . (D) 2g  2  cos  . (4) Usaha pada proses 2  3 nol
(B) 2g  2  sin  . (E) 2gl 1  cos  . Pernyataan yang benar adalah
(A) (1), (2) dan (3).
(C) 2g 1  sin  . (B) (1), (2) dan (4).
(C) (1), (3) dan (4).
(D) (2), (3) dan (4).
28. (E) Semua benar.
I
32. Pada gas ideal yang mengalami ekspansi
II isobarik pada tekanan tetap P, suhu gas
berubah dari T1 ke T2. Jika volume gas pada
suhu T1 adalah V1, besarnya usaha yang
Gambar di atas melukiskan peristiwa dilakukan gas pada ekspansi isobarik ini
pembiasan sinar. Jika indeks bias medium I adalah
adalah 5/4, indeks bias medium II adalah PV1 PV1
4/3 dan sudut datang adalah 53o, maka nilai (A)
T1
 T2  T1  . (D) T.
T2 1
sinus sudut biasnya adalah
(A) 2/3. (D) 4/5 PV1 T T
(B) T2 . (E) PV1 2 1 .
(B) 3/4. (E) 1. T1 T2  T1
(C) 3/5. PV1
(C)
T2
 T2  T1  .

Halaman 2 dari 4 halaman


Program: TKA Saintek  TP 2018/2019 Kode: 508

33. Sebuah balok kayu bermassa 7,5 kg dan 37. Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut!
bervolume V diikatkan ke dasar sebuah
tangki yang berisi air (air = 1,0  103
kg/m3) sehingga balok terbenam
seluruhnya. Jika besar tegangan tali 25 N,
R
nilai V adalah
(A) 0,01 m3. (C) 0,03 m3. (E) 0,05 m3.
(B) 0,02 m3. (D) 0,42 m3.
R
34. Mobil A mendekati pengamat P (diam) Jika diketahui nilai sumber tegangan ɛ = 12
dengan kecepatan 108 km/jam sambil volt dan hambatan dalam r = 4 Ω nilainya
membunyikan sirene berfrekuensi 504 Hz. tetap, supaya kedua hambatan R yang
Saat itu juga mobil B mendekati P dari arah dirangkaikan paralel dapat menggunakan
yang berlawanan dengan mobil A, dengan daya listrik maksimum, maka masing-
kecepatan 72 km/jam juga sambil masing R bernilai
membunyikan sirene berfrekuensi 518 Hz. (A) 2 Ω (D) 10 Ω.
Jika cepat rambat bunyi di udara (B) 4 Ω. (E) 12 Ω.
300 m/s maka frekuensi layangan bunyi (C) 8 Ω.
yang didengar P adalah
(A) 4 Hz. (D) 7 Hz.
38.
(B) 5 Hz. (E) 8 Hz.
(C) 6 Hz.
N
35. Sebatang konduktor dililitkan kawat seperti
53 gambar di atas dan dialiri arus sebesar i.
 Jika diketahui panjang lilitan dan jumlah
lilitan N, maka besar induksi magnet di
ujung konduktor ditentukan oleh?
(1) arus pada kawat;
Jika seberkas cahaya merambat dari udara (2) jumlah lilitan;
dibiaskan ke suatu medium yang (3) panjang lilitan; dan
4 (4) permeabilitas konduktor.
mempunyai indeks bias seperti gambar di
3 Pernyataan yang benar adalah
atas, maka besarnya sudut  adalah (A) (1), (2), dan (3).
(A) 30o. (D) 53o. (B) (1) dan (3).
o
(B) 37 . (E) 60o. (C) (2) dan (4).
o
(C) 45 . (D) (4) saja.
(E) semua benar.
36. Perhatikan gambar di bawah ini!
y 39. Kawat lurus berarus I diletakkan diantara dua
kutub magnet seperti gambar.
+ Y
+4Q -Q S
x I +
x
U
+
Z
1m 1m
Jika arah arus listrik (I) seperti pada gambar
Muatan +4Q coulomb ditempatkan di dan kawat sepanjang L dipengaruhi oleh
x = 1 m dan muatan Q coulomb di x = +1 medan magnetik yang ditimbulkan oleh
m. Muatan uji +q coulomb yang diletakkan batang magnet U-S sebesar B, maka besar
di sumbu X akan mengalami gaya total nol dan arah gaya magnet pada kawat adalah
bila diletakkan di x =
(A) −3 m. (D) + 3 m.
(B) −2 m. (E) + 4 m.
(C) + 2 m.

Halaman 3 dari 4 halaman


Kode: 508 Program: TKA Saintek  TP 2018/2019

(A) F = B.I.L. sumbu z positif. 40. Sebuah lampu pijar memancarkan daya P,
(B) F = B.I.L. sumbu z negatif. hanya 40% dari energi yang dipancarkan
B.I berupa gelombang elektromagnetik, dengan
(C) F  , sumbu y positif.
L panjang gelombang λ dan sisanya berupa
B.I kalor. Jika dikatahui konstanta Planck
(D) F  , sumbu y negatif. adalah h, kecepatan perambatan gelombang
L
(E) F = B.I.L. sumbu x positif. cahaya di udara c, maka dalam 1 detik
banyaknya foton (n) yang dipancarkan oleh
lampu pijar tersebut adalah
0, 4 P λ 2,5 h  c
(A) n  . (D) n  .
h c Pλ
2,5 P λ 2,5 h  λ
(B) n  . (E) n  .
h c Pc
0, 4 h  c
(C) n 
Pλ

Halaman 4 dari 4 halaman