Anda di halaman 1dari 41

Karya Tulis Study Tour Bali

LAPORAN KARYA WISATA BALI

PERJALANAN STUDY TOUR BALI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir Kelas XI Semester Genap

Disusun Oleh : Roudlotun Nafingah (22)

Uswatun Hasanah (28)

Kelas : XI IPA 3

Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kebumen

Jalan Cincin Kota No.8 Kebumen Telp (0287) 381820 Kebumen 54351
MOTTO

1. Sedikit karya yang dilakukan dengan sempurna lebih baik dari pada banyak tiada
menentu. (Rudi Hartono )
2. Kesibukan akan menghilangkan perasaan yang mengganggu. (Rudi Hartono)
3. Kesetiaan tidak bisa diukur dari kecantikkan seseorang ( Rudi Hartono Kamus
Mini hal. 209 )
4. Sahabat sejatimu adalah orang yang selalu berterus terang padamu, jika engkau
berada dalam kebimbangan diapun rela berkorban dan mencurahkan tenaga
demi dapat berkumpul denganmu. (Ali bin Abi Thalib R.A)
5. Ilmu ibarat buruan, sedangkan tulisan adalah talinya, ibarat buruanmu dengan
talinya yang kokoh. (Imam Syafi’i)
6. Sahabat sejati adalah tertawa dalam kegembiraan dan menangis bersama dalam
kesedihan (J.S. Badudu)
7. Sediakanlah waktumu untuk belajar, karena kita tak punya kuasa memutar
kembali waktu yang telah pergi. (Roudlotun Nafingah)
8. Pilihlah, beranilah, dan nikmatilah pekerjaanmu. (Roudlotun Nafingah)
9. Jangan mengeluh terlalu sering tanpa diimbangi usaha sebagai jalan keluarnya.
(Roudlotun Nafingah)
10. Sesali masa lalu karena ada kekecewaan dan kesalahan – kesalahan, tetapi
jadikan penyesalan itu sebagai senjata untuk masa depan agar tidak terjadi
kesalahan lagi.
11. Jalan terbaik untuk menjadi kawan adalah kita harus berlaku sebagai kawan.
12. Kebaikan tidak bernilai selama diucapkan, tetapi akan bernilai sesudah
dikerjakan.
13. Pendidikan merupakan perlengkapan paling baik untuk hari tua (Aristoteles)
14. Janganlah kemiskinanmu menyebabkan kekufuran dan janganlah kekayaanmu
menyebabkan kesombongan.
15. Kebijakan dan kebajikan adalah perisai terbaik. (Wiliam Cowper)
16. Bermimpilah setinggi mungkin asal kau berani mewujudkan mimpi – mimpi itu
dengan bertanggung jawab.
17. Apapun yang terjadi telah digariskan oleh Tuhan, berusahalah dan jangan
melawan takdir.
18. Harga kebaikan manusia adalah diukur menurut apa yang telah dilaksanakannya
(Ali bin Abi Thalib)
PERSEMBAHAN

Karya Tulis ini kami persembahkan kepada :

1. Kedua orang tua kami tercinta yang telah membimbing kami tanpa rasa lelah
sejak kami terlahir hingga saat ini dan telah menanggung keperluan kami dengan
ikhlas. Terimakasih Ya Rabb telah menganugerahkan kami kedua orang tua
yang sangat menyayangi kami dengan tulus.
2. Bapak Kepala SMA N 2 Kebumen yang telah memberi izin atas kegiatan study
tour ini.
3. Bapak dan Ibu Guru SMA N 2 Kebumen yang telah mencurahkan ilmunya pada
kami sehingga kami memperoleh ilmu yang takkan terbalas.
4. Bapak Drs. Agus Harsono selaku wali kelas yang telah memberi dukungan
kepada kami.
5. Pembimbing yang telah membimbing kami, dan memberikan pengetahuan yang
sangat berguna untuk kami.
6. Teman – teman kelas XI IPA 3 atas kerja sama dan waktu yang telah kita lalui
bersama, yang telah memberikan keceriaan di sela waktu yang telah
terlewatkan. Terimakasih telah menjadi teman terbaik dan telah menjadi bagian
dari hidup kami.
7. Keluarga besar SMA N 2 Kebumen yang telah memberikan warna selama kami
menuntut ilmu di sekolah ini.
8. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, terimakasih atas
kerja sama yang telah terjalin sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.

Setiap goresan tinta ini adalah wujud dari keagungan dan kasih sayang yang
diberikan Allah SWT kepada umatnya.

Setiap detik waktu menyelesaikan karya tulis ini merupakan hasil getaran doa kedua
orang tua, saudara, dan orang-orang terkasih yang mengalir tiada henti.

Setiap pancaran semangat dalam penulisan ini merupakan dorongan dan dukungan
dari sahabat-sahabatku tercinta.

Setiap makna pokok bahasan pada bab-bab dalam skripsi ini merupakan hempasan
kritik dan saran dari teman-teman almamaterku.

Terima kasih untuk semuanya….


PENGESAHAN

Karya tulis ini disusun sebagai syarat untuk menempuh evaluasi belajar tahun
pelajaran 2013/2014.

Disetujui dan diterima :

Hari :

Tanggal :

Tempat :

Oleh Pembimbing

Drs. Agus Harsono

NIP. 19610814 198803 1003


KATA PENGANTAR

‫السالم عليكم ورحمة هللا وبركته‬

Alhamdulillâhi rabbill ‘aalamiin. Segenap puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah
swt, yang telah melimpahkan petunjuk, bimbingan dan kekuatan lahir batin kepada
kami, sehingga karya tulis yang sederhana ini guna menyelesaikan tugas akhir kelas
XI terselesaikan dengan sebagaimana mestinya. Sholawat dan salam semoga
dilimpahkan oleh-Nya kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw, sosok
historis yang membawa proses transformasi dari masa yang gelap gulita ke zaman
yang penuh peradaban ini, juga kepada para keluarga, sahabat serta semua
pengikutnya yang setia disepanjang zaman.

Karya tulis yang berjudul “Perjalanan Study Tour Bali” pada dasarnya merupakan
persyaratan dan tugas akhir di kelas XI semester II Tahun ajaran 2013/2014 ini
Karya tulis ini berisikan perjalanan study tour Bali yang serta rangkuman
keanekaragaman objek wisata yang telah penulis kunjungi di Pulau Dewata. Karya
ini merupakan suatu fenomena yang mempelajari tentang objek – objek wisata yang
ada di Pulau Bali yang telah mendunia. Oleh karena itu penulis telah belajar banyak
hal tentang kebudayaan dan objek wisata yang berhasil menarik minat wisatawan
domestik maupun mancanegara.

Usaha dalam menyelesaikan karya tulis ini memang tidak bisa lepas dari berbagai
kendala dan hambatan, tetapi dapat kami selesaikan juga walaupun masih banyak
kekurangan yang ada. Oleh karena itu izinkan kami mengucapkan terima kasih
kepada hamba-hamba Allah yang membantu kami sehingga karya sederhana ini
bisa menjadi kenyataan, bukan hanya angan dan keinginan semata, diantaranya
kepada:

1. Bapak Rachmat Priyono, S.Pd M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Kebumen
yang telah memimpin sekolah ini dengan baik.
2. Bapak Agus Harsono, S.Pd selaku wali kelas yang telah memberikan
pengarahan dan bimbingan dalam membuat karya tulis ini, sehingga dapat
terselesaikan dengan baik.
3. Seluruh guru dan staff SMA Negeri 2 Kebumen yang telah memberikan ilmunya
kepada kami, sehingga karya ini dapat terselesaikan dengan baik.
4. Seluruh teman – teman kelas XI IPA 3 yang telah memotivasi dan membantu
kami menyelesaikan tugas ini.

Akhirnya, penulis sadar bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih terdapat
banyak kekurangan. Namun, terlepas dari kekurangan yang ada, kritik dan saran
yang konstruktif sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Besar harapan penulis, karya tulis ini dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun
orang lain.

‫والسالم عليكم ورحمة هللا وبركته‬


Kebumen, 21 Mei 2014

Penulis

DAFTAR ISI

1. Bagian Awal Karya Tulis

HALAMAN
SAMPUL………………………………………………………………………………

HALAMAN
JUDUL………………………………………………………………………………… i

HALAMAN
MOTTO……………………………………………………………………………….. ii

HALAMAN
PERSEMBAHAN…………………………………………………………………. iii

HALAMAN
PENGESAHAN……………………………………………………………………. iv

KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………………….
v

DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………………….
vi

1. Bagian Utama Karya Tulis

BAB I : PENDAHULUAN

1. Latar Belakang ……………………………………………………………………. 1


2. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………… 1
3. Manfaat Penulisan ………………………………………………………………… 2

BAB II : ISI

1. Waktu dan Tempat Pemberangkatan……………………………………… 3


2. Pemberangkatan ……………………………………………………………….. 3
3. Perjalanan di Pulau Bali ………………………………………………………… 3
4. Identifikasi Objek Wisata………………………………………………………. 5

BAB III : PENUTUP

1. ….. Kesimpulan………………………………………………………………………. 16
2. Saran-
saran……………………………………………………………………….. 17

C……. Lampiran
…………………………………………………………………………. 18

1. Bagian Akhir Skripsi

1. DAFTAR PUSTAKA
……………………………………………………………………… 21

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Negara Indonesia adalah Negara dengan wilayah kepulauan yang terdiri dari 17.000
pulau lebih. Pulau – pulau di Indonesia mempunyai kekayaan alam dan objek wisata
yang berbeda – beda. Objek wisata khususnya di Bali sangat menarik wisatawan
domestic maupun mancanegara.

Karya wisata bagi siswa merupakan program tahunan di sekolah – sekolah baik SD,
SMP maupun SMA. Dengan diadakannya karya wisata ini dimaksudkan agar para
siswa mendapat pengalaman belajar di luar sekolah sekaligus sebagai sarana untuk
menambah pengetahuan, wawasan, dan sarana rekreasi bagi para siswa.

Berkenaan dengan karya wisata, untuk menumbuhkan kreatifitas, inspirasi,


gagasan, serta pola piker yang konstruktif maka siswa mengadakan study observasi
terhadap suatu daerah atau objek wisata. Dalam hal ini kami mengikuti karya wisata
di Bali sebagai objek wisata di Indonesia yang telah menjadi wisata Internasional,
selain itu Provinsi Bali juga menyediakan kekayaan alam yang sangat indah yang
dapat menarik perhatian wisatawan. Sebagai bangsa Indonesia kita juga harus
bangga terhadap asset yang dimiliki Provinsi Bali karena sangat membantu
perkembangan devisa Negara melalui objek – objek wisata yang ada di sini.

1. TUJUAN PENULISAN
2. Tujuan Khusus

Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI tahun ajaran
2013/2014

2. Tujuan Umum

 Penulis ingin memperkenalkan profile objek-objek wisata yang ada di pulau Bali
kepada pembaca.
 Sebagai wawasan tambahan informasi serta menperbanyak pengetahuan.
 Sebagai latihan untuk memperlancar sastra dan bahasa.
 Sebagai perbandingan antara teori di kelas dan kenyataan di Lapangan.
 Menanamkan rasa Cinta Tanah Air.
 Mengenal kebudayaan Nusantara.
 Untuk berlatih menyusun Karya Tulis secara Sistematis.

1. MANFAAT PENULISAN
2. Sebagai tambahan materi di luar sekolah.
3. Melatih siswa agar dapat mengolah laporan widya wisata.
4. Menambah pembendaharaan pustaka sekolah yang menunjang minat baca
siswa agar pengetahuannya lebih luas

BAB II

ISI

1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Karya wisata ini dilaksanakan setelah Ujian Akhir Sekolah pada tanggal 13 – 17
Maret 2014. Penulis berada di Pulau Dewata Bali selama 5 hari dan mengamati
objek wisata selama 3 hari di pulau Dewata Bali.

2. PEMBERANGKATAN

Pemberangkatan pada hari Kamis, tanggal 13 Maret 2014 pukul 06.30 WIB.
Sebelum pemberangkatan siswa-siswi berkumpul di SMA N 2 Kebumen pukul 06.00
WIB. Sebelumnya siswa – siswi diberi pengarahan oleh Waka Kesiswaan Bpk.
Nugroho Heru Dwitikto, lalu rombongan sebanyak 4 bus memulai perjalanan study
tour ke Bali.

Perjalanan menuju Bali berlangsung dengan ceria, semua siswa menikmati


kegiatanya selama dalam perjalanan, keceriaan tergambar jelas karena ini adalah
pengalaman pertama kami pergi ke pulau bali dan juga karena kami belum
merasakan lelah. Dalam perjalanan sebagian ada yang bernyanyi bersama, ada
yang membaca novel, bermain dengan ponselnya dan ada pula yang hanya mengisi
dengan beristirahat.

Pada sekitar pukul 12 siang, rombongan berhenti di Solo dan makan siang.
Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bali. Pada pukul 03.00 WIB kami tiba di
pelabuhan Gilimanuk dan menyeberang ke Pulau Bali, dan sekitar pukul 05.00 WITA
kami tiba di Bali dengan selamat. Semua siswa terlihat sangat ceria dan tak sabar
untuk melakukan perjalanan di pulau bali tersebut.

3. PERJALANAN DI PULAU BALI

Perjalanan kami pada hari pertama yaitu ke beberapa tempat di Bali. Perjalanan
kami dimulai dengan mengunjungi Tanjung Benoa yaitu sebuah pantai di Pulau Bali
yang bersebelahan dengan Pantai Nusa Dua, di sini kami mengunjungi Teluk Penyu
yang menjadi bagian dari Tanjung Benoa, disini kami dapat melihat berbagai penyu
dari berbagai spesies juga penyu raksasa yang telah berusia ratusan tahun, disini
kami juga melihat berbagai hewan lain. Setelah makan siang dan sholat kami
melanjutkan perjalan menuju GWK, disini kami melihat tarian derah Bali yang rutin
ditampilkan pada pukul 13.30 WITA. Disini kami juga mengamati patung dewa wisnu
yang sedang menunggangi garuda yang merupakan calon patung tertinggi di dunia
dengan tinggi jika telah ramoung sekitar 140 meter. Pada pukul 03.00 siang WITA
kami meninggalkan GWK menuju Pantai Kuta. Lalu setelah semua objek wisata
terlewati dengan baik kami menuju Hotel Made, sesampainya disana 1 dari anggota
kamar untuk check in dan mengambil kunci. Akhirnya pada pukul 21.00 WITA kami
mandi, sholat dan beristirahat karena kami harus mempersiapkan perjalanan di hari
berikutnya.

Hari kedua di Bali kami awali dengan mengunjungi pusat tenun galuh, disini kami
melihat rumah adat Bali dengan segala keunikannya yang dilestarikan oleh hampir
seluruh masyarakat Bali terutama yang beragama Hindu, kami juga melihat hasil
kerajinan yang ada dan dijual disini. Kemudian kami menuju ke Desa Batubulan
untuk melihat Pertunjukkan Tari Barong sekitar pukul 08.30 WITA kami melihat
pertunjukkan tersebut yang ditampilkan regular tiap harinya dengan jam yang sama.
Kami melihat tarian dan kebudayaan khas Bali yang masih ada dan dijaga oleh
masyarakat Bali, kebudayaan tersebut menyadarkan kami bahwa Indonesia
merupakan Negara yang kaya akan kebudayaan yang memiliki nilai filosofi yang
tinggi. Setelah kami melihat pertunjukkan tari barong tersebut pada sekitar pukul
10.20 WITA kami tiba di Monumen Bajra Shandi, salah satu monumen perjuangan
rakyat Bali yang menceritakan keadaan masyarakat Bali dari zaman prasejarah
hingga kini. Disini kami juga dapat melihat panorama Kota Denpasar dari ketinggian
sekitar 45 meter di atas tanah. Monumen ini kini juga memiliki multifungsi, selain
sebagai tempat mengenang pahlawan juga digunakan untuk berbagai acara karena
keunikan bangunannya dan letaknya yang strategis. Saat kami mengunjungi
monumen tersebut kami melihat orang asing yang sedang melaksanakan foto
prawedding. Hal itu menunjukkan bahwa Bajra Shandi memiliki keunikan tersendiri
yang dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Danau Bedugul, lokasi
Bedugul yang berada di dataran tinggi menghabiskan sekitar 3jam perjalanan.
Sesampainya di Bedugul kami melihat keindahan Danau Bedugul yang merupakan
danau buatan yang cukup indah. Disini kami juga berkesempatan untuk menelusuri
danau dengan perahu boot. Setelah itu kami meninggalkan Bedugul. Karena
perjalanan yang cukup jauh membuat kami terlelap dalam bus, namun setibanya di
Joger semua siswa terlihat semangat kembali meskipun saat itu hujan mengguyur
kawasan Baturiti Joger. Di Joger kami dapat membeli kaos-kaos yang hanya
diproduksi di Joger. Suasana di Joger ramai sekali. Banyak pengunjung dari
berbagai kota yang juga berbelanja di sana. Sesudah kami semua selesai
berbelanja, kami berangkat menuju tempat wisata terakhir pada hari kedua yaitu
Sangeh. Pada pukul 17.30 kami tiba di Hutan Sangeh, disini kami mengamati
sebuah hutan dengan ratusan monyet yang merupakan habitatnya, seperti di Bajra
Shandi disini juga ada peraturan bagi kaum wanita yang sedang dalam masa
menstruasi untuk tidak memasukinya, karena merupakan tempat suci. Selain
dengan habitat monyetnya, disini juga terdapat berbagai pohon yang unik dan
memiliki hubungan dengan kepercayaan warga Bali. Setelah lelah dalam perjalan itu
kami kembali ke Hotel Made untuk beristirahat dan packing karena esoknya kita
harus kembali ke Pulau Jawa.

Tibalah hari ketiga di Pulau Bali, sebelum kami meninggalkan Hotel kami sarapan
dan berfoto dengan orang Bali. Kemudian kami check out dari hotel dan pergi
menuju objek wisata terakhir yaitu Pantai Tanah Lot, di pantai ini kami berjalan
mengelilingi Tanah Lot yang memiliki keindahan yang exotic, kami juga melihat
beberapa pura yang ada disini. Seperti di objek wisata lain di Bali disini kami banyak
bertemu orang asing yang mengunjungi Tanah Lot. Disini juga terdapat pasar
tradisional, kami membeli beberapa souvenir sebagai buah tangan. Sekitar pukul
10.00 kami meninggalkan Tanah Lot dan berjalan untuk meninggalkan Pulau Bali.
Dalam perjalanan, kami melihat kebudayaan yang begitu kental pada masyarakat
Bali yaitu suatu upacara sebagai penyambutan bulan purnama. Kemudian pada
sekitar pukul 14.00 WITA kami tiba di pelabuhan ketapang, disini terdapat beberapa
anak yang berenang di pantai demi untuk mendapat sawer. Akhirnya kami
menunggang feri dan meninggalkan Pulau Bali dengan menikmati panorama laut,
kami tiba di Pulau Jawa dengan selamat sekitar pukul 15.00 WIB, setelah itu kami
kembali naik bus dan tiba di SMA N 2 Kebumen pada tanggal 17 Maret 2014 sekitar
pukul 07.30 WIB.

 IDENTIFIKASI OBJEK WISATA

Bali adalah sebuah pulau dan provinsi di Indonesia yang terletak di antara Pulau
Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya adalah Kota Denpasar. Mayoritas
penduduknya beragama Hindu dengan kehidupan dan adat istiadat di Bali yang
kental dengan kebudayaan sebagai pemeluk Hindu. Bali terkenal sebagai tujuan
pariwisata dengan keunikan berbagai kesenian dan kebudayaan yang dimiliki. Bali
dikenal di dunia sebagai “Pulau Dewata”

Objek wisata di Pulau Bali yang menarik dan telah kami kunjungi di antaranya :
1. Pantai Kuta

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah


selatanDenpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung.
Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi
objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut
sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.

Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Pantai
Kuta. Transportasi yang dapat digumakan yaitu, taksi, kendaraan pribadi atau bus.
Jika menggunakan bus, akan berhenti di Central Parkir Kuta. Dari sini, Anda dapat
melanjutkan perjalanan menuju pantai dengan transportasi umum, dengan tarif Rp.
10.000,-

Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta


menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai
macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju
pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club
paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing),
terutama bagi peselancar pemula.Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak
jauh dari Kuta. Dengan pasir putihnya, pantai Bali ini menawarkan wisata liburan
yang menyenangkan penuh dengan sukacita.

Disamping keindahannya, Pantai Kuta Bali telah menjadi tempat kejuaraan dunia
berselancar, karena didukung oleh ombaknya yang bagus. Pantai ini telah mencuri
perhatian peselancar di seluruh dunia. Tidak hanya untuk profesional, ada
banyak juga peselancar pemula yang masih belajar untuk menaklukkan ombak
pantai kuta.

2. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana
Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan
pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-
kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman
budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni
patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi
tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.

Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas
permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.
Di kawasan itu terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu
adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan
sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar
pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang
terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung
Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan
yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond telah mendapatkan
reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan
internasional.

Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa
Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung
Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta
Agung.

3. Pantai Tanjung Benoa

Pantai Tanjung Benoa merupakan salah satu pantai terindah di Bali. Tanjung
Benoa terletak di ujung tenggara pulau Bali yang bisa ditempuh dalam waktu 40
menit saja dari Pantai Kuta atau 20 menit dari Bandara Ngurah Rai. Tanjung Benoa
berada satu kawasan dengan Pantai Nusa Dua. Bila sobat ingin mengunjungi pantai
ini, ambil saja arah selatan dari Kota Denpasar, petunjuk jalannya sangat jelas
sehingga tidak perlu kuatir untuk tersesat.

Pantai Tanjung Benoa sangat terkenal dengan olahraga airnya atau nama kerennya
water sport. Tanjung Benoa memang pusat dari olahraga air yang ada di Bali.
Semua wisatawan yang ingin menikmati berbagai jenis watersport pasti akan
mengunjungi pantai yang bersebelahan dengan Pantai Nusa Dua. Memang untuk
menuju Tanjung Benoa kita harus memasuki pintu masuk yang sama dengan Pantai
Nusa Dua.

Water sport yang bisa dinikmati di Pantai Tanjung Benoa ini seperti Jetski,
Parasailing, Banana Boat, Scuba Diving, Snorkeling, Glassbottom, Flying Fish, Sea
Walker, Water Ski, Rolling Donut, dan Wake Board, pokoknya lengkap deh, pasti
sobat gak akan mau berhenti setelah mencoba permainan air ini. Ada juga Dolphin
Tour, yaitu tur untuk melihat lumba-lumba di laut.

Biasanya olahraga air di Tanjung Benoa ini dimulai pukul 8 pagi sampai 2 siang,
karena setelah itu air laut akan surut sehingga tidak bisa digunakan lagi. Pantai
Tanjung Benoa menjadi pusat olahraga air di Bali dikarenakan pantai ini memiliki
ombak yang cukup tenang serta kejernihan air yang memukau, serta gugusan
terumbu karang dan biota lautnya yang beraneka ragam.

Semua olahraga di pantai ini aman untuk dewasa maupun anak-anak karena di
dukung peralatan standart internasional dan instruktur-instruktur yang handal dan
profesional. Serta semua paket olah raga air ini sudah termasuk asuransi jiwa.
4. Monumen Bajra Shandi

Ada beragam cara untuk mengenang dan mengabadikan perjuangan sebuah


bangsa, salah satunya dengan mendirikan monumen. Di Bali, perjuangan
masyarakat Bali dari masa ke masa terekam dengan baik dalam Monumen Bajra
Sandhi. Monumen ini menggambarkan kehidupan masyarakat Bali sejak masa
prasejarah hingga masa mempertahankan kemerdekaan, antara tahun 1950—1975.
Bentuk-bentuk perjuangan tersebut diilustrasikan ke dalam 33 unit diorama.

Monumen Bajra Sandhi dibangun pada tahun 1987, akan tetapi baru diresmikan
pada 14 Juni 2003 oleh presiden Megawati Sukarno Putri. Tujuan utama
dibangunnya monumen ini adalah untuk mengekalkan semangat perjuangan dan
kreasi budaya masyarakat Bali serta sebagai upaya mewariskannya kepada
generasi muda. Nama Bajra Sandhi diambil dari bentuk monumen yang menyerupai
lonceng (genta) yang biasa dipakai oleh para pedanda (penghulu agama di Bali)
ketika memimpin doa. Sebagaimana lonceng yang biasa digunakan untuk menandai
waktu berdoa, nama ini dipilih untuk mengingatkan warga Bali tentang makna
perjuangan para pendahulunya.

Mengunjungi monumen ini wisatawan akan memperoleh gambaran yang cukup


lengkap tentang perjalanan sejarah masyarakat Bali dari masa purba hingga
modern. Gambaran tersebut tersaji melalui 33 diorama yang disusun melingkar
mengikuti kontur ruangan. Tiap bagian diorama berisi patung-patung lengkap
dengan settinglingkungan alamiahnya. Untuk memperjelas informasi, terdapat label
di bagian luar dalam tiga bahasa: Bahasa Bali dalam aksara Jawa Kuno, Bahasa
Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Di bagian-bagian awal, diorama menampilkan manusia purba pada jaman berburu


dan meramu. Pada bagian ini, tampak Pithecanthropus Erectus sedang berburu babi
menggunakan kapak genggam. Bagian selanjutnya menggambarkan perkembangan
masyarakat Bali dari masa kerajaan, masa penjajahan, masa revolusi fisik, hingga
masa pascakemerdekaan. Di bagian akhir, diorama memperlihatkan proses
pembangunan Universitas Udayana yang berlangsung pada tahun 1975.

Setelah menikmati kilasan sejarah tersebut, pengunjung dapat menaiki tangga untuk
mencapai puncak monumen yang berbentuk lonceng. Dari puncak monumen
tersebut, pengunjung dapat menyaksikan keindahan kota Denpasar dari ketinggian
sekitar 45 meter. Jika waktunya tepat, maka pengunjung dapat menikmati matahari
terbenam (sunset) dari tempat ini.

Monomen Bajra Sandhi berada di komplek pemerintahan Provinsi Bali tepatnya di


depan kantor Gubernur di daerah Renon, Denpasar, Bali. Untuk menuju monumen
ini wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun menumpang taksi.
Untuk dua jenis kendaraan ini, pengunjung tidak terlampau kesulitan karena akses
menuju monumen tidak terlalu sulit.
Namun, jika wisatawan memanfaatkan angkutan umum (bemo), maka harus
diperhatikan bahwa jalan menuju monumen ini merupakan jalan satu arah, sehingga
hanya satu angkutan umum yang biasa melintas, yaitu bemo jurusan Sanur-Teuku
Umar. Kalau wisatawan berangkat dari arah Sanur, maka dapat dipastikan
wisatawan akan turun di depan komplek monumen. Akan tetapi, bila berangkat dari
Jalan Teuku Umar, maka wisatawan harus turun di Jalan Cok Agung Tresna
kemudian berjalan kaki menuju monumen sejauh + 300 meter.

Jika wisatawan kemalaman karena terlalu asik menikmati komplek monumen Bajra
Sandhi, wisatawan dapat menyewa hotel mulai dari kelas melati hingga hotel
berbintang yang ada di sudut-sudut kota Denpasar. Tak hanya itu, berbagai macam
kafe, pub, club, dan tempat-tempat hiburan lainnya dapat menjadi alternatif
menghabiskan malam di kota Denpasar.

5. Tanah Lot

‘Tanah Lot’ adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura
yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya
terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan
bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat
pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara
dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan
penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada
abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap
beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang
Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan
Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan
kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah
laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular
penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini
termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna
hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir
dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben ‘akhirnya’ menjadi pengikut
Danghyang Nirartha.

Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten
Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat
sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini
menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan
(melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat
matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat
keindahan sunset di sini.

6. Joger
Joger adalah pabrik kata-kata. Tidak salah memang banyak orang menyebutnya
begitu. T-shirt yang diproduksi Joger memang berisi kata-kata yang lucu, “nyeleneh”,
nakal dan membuat orang menjadi penasaran akan maknanya.

Kenapa bernama Joger? Menurut pemiliknya, Joseph Theodorus Wulianadi, yang


cukup lama tinggal di Bali dan pernah berprofesi sebagai tour guide ini, nama Joger
diambil dari gabungan namanya sendiri dan sahabatnya “Gerard”. Modal untuk
memulai usaha ini didapat dari hadiah pernikahan Bapak Joseph di tahun 1981 dari
Bapak Gerard.

Kini tiap musim liburan atau tidak, toko T-shirt yang satu ini selalu ramai dan bikin
macet kawasan jalan Raya Kuta, belakang Supernova. Letaknya itu sangat strategis
dekat dengan pusat keramaian Kuta, cuma kadang-kadang masalahnya parkir mobil
yang susah, apalagi kalau musim liburan. Selain itu Joger mempunyai cabang atau
yang disebut teman Joger di Baturiti.

7. Pusat Tenun Galuh

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia yang sampai saat ini masih ada.
Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang
pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Pertenunan Cap Batik GALUH didirikan pada tahun 1976 di Br. Tegehe, Desa
Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali oleh Bapak
Pande Ketut Krisna. Pada awal berdirinya, pembuatan tenun Batik Cap Galuh
memperoleh ijin usaha dari Departemen Perdagangan dengan no. SIUP. 118/22-
04/PM/VI/86 serta terdaftar sebagai wajib pajak dengan NPWP : 4.139.244.0-58.

Pada awal pelaksanaan kegiatan produksinya, Pertenunan Batik Cap Galuh memiliki
hanya 5 (lima) buah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Adanya keinginan untuk maju
di dalam mengembangkan pertemuannya telah menjadi tekad bagi Bapak Pande
Ketut Krisna. Sehingga perusahaan pertenunan yang dikelolanya dapat berkembang
dengan pesat seperti yang dapat kita lihat pada saat ini. Dan petenunan batik cap
Galuh pada saat kini telah mempunyai 32 buah ATBM. Mengenai mutu design
produk/barang-barang yang dihasilkan lebih mengutamakan mutu sehingga
mendapatkan perhatian yang sangat serius sekali dari konsumen, dan hasilnya pun
sangat laku di pasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri.

8. Pertunjukan Tari Barong

Seni pertunjukan tari barong diperkenalkan sejak tahun 1930-an yang terkenal
dengan trance & and dance. Karena jenis tariannya adalah katagori sakral akhirnya
pada tahun 1960an di komodifikasi menjadi Barong and Kris Dance untuk seni
pertunjukan. Saat ini tercatat ada 5 Stage pertunjukan Tari Barong antara lain :

 Stage Barong Banjar Denjalan- Batur di Br. Denjalan -Jl. Raya Batubulan
 Stage Barong Sahadewa di Jl. Kanpus Seni Desa Batubulan
 Stage Barong Pura Puseh di Jl. Pura Puseh Batubulan
 Stage Barong Sila Budaya di Br. Tegehe – Jl. Raya Batubulan
 Stage Barong Jambe Budaya di Jl. Pasekan – Desa Batubulan.

Untuk menonton pertunjukan tari barong adalah reguler setiap jan 08:30 Wita s.d.
11:00 Wita Serentak di semua Stage dan harga tiket untuk semua stage adalah
sama karena telah ada kesepakatan dari asosiasi yang disebut ASPRANANTA.
Karena tari Barong adalah icon desa Batubulan maka evaluasi dan pelayanannya
diatur asosiasi dan peran kelompok sadar wisata sebagai pemantau.

 SINOPSIS TARI BARONG DAN KERIS

Tarian barong menggambarkan pertarungan antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”


barong adalah makhluk mithologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda adalah yang
maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.

TARI PEMBUKAAN
Barong dan Kera sedang bercanda didalam hutan yang lebat, kemudian datang tiga
orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak
ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan akhirnya berkelahi, dimana
kera dapat memotong hidung salah seorang dari mereka.( Kadang-kadang tari
pembuka ini hanya tari barong dan kera saja)
BABAK PERTAMA
Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut – pengikut dari rangda (
Sisya) sedang mencari pengikut – pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam
perjalanan untuk menemui patihnya.

BABAK KEDUA
Pengikut – pengikut Dewi Kunti tiba. Salah seorang pengikut Rangda berubah
menjadi celuluk/leak. (Semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada
pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya
menemui patih dan bersama – sama menghadap Dewi Kunti.
BABAK KETIGA
Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada
rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti
tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi setan
semacam rangda memasuki roh jahat kepadanya yang menyebabkabkan Dewi Kunti
bisa menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknyya serta memerintahkan
kepada patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan patih inipun tak
luput dari kemasukan roh jahat oleh setan ke dalam hutan dan mengikatnya di muka
Istana Sang Rangda.
BABAK KEEMPAT
Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabdian
ini tidak diketahui oleh Rangda kemudian datanglah rangda, untuk mengoyak –
koyak dan membunuh Sahadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan
yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerahkan kepada Sahadewa dan
memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga,
permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda mendapat sorga.
BABAK KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa, penolakan ini
menimbulkan perkelahian, dan Kalika merubah rupa menjadi “Babi Hutan” dan di
dalam pertarungan antara Sahadewa melawan “Babi Hutan” Sahadewa mendapat
kemenangan kemudian Kalika (Babi Hutan) ini merubah menjadi “Burung” tetapi
tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (Burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda.
Oleh karena saktinya Rangda ini maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan
akhirnya Sahadewa berubah rupa menjadi barong. Karena sama saktinya maka
pertarungan antara barong melawan rangda ini tidak ada yang menang dan dengan
demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi “Kebajikan”
melawan “Kebatilan” kemudian muncullah pengikut – pengikut Barong masing –
masing dengan kerisnya yang hendak menolong barong dalam pertarungan
melawan Rangda. Mereka ini semuannya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian
Sang Rangda. Karena pasukan ini menyadari bahwa kekuatan mereka dipengaruhi
oleh dua keadaan antara kebenaran dan kebatilan dan mereka mengusir segala roh
jahat itu dengan menancapkan keris kedada mereka. Begitulah manusia.
Mempunyai dua sisi baik dan buruk dan usaha yang keras harus dilakukan agar
unsur kebaikan tetap harus lebih dominan.

9. Hutan Sangeh

Sangeh yang terletak sekitar 21 kilometer sebelah utara kota Denpasar, tepatnya
Terkenal dengan hutan yang berpenghuni ratusan monyet yang cukup jinak. Dalam
hutan ini terdapat beberapa pura seperti Pura Melanting, Pura Tirta, Pura anyar dan
yang terbesar adalah Pura Bukit Sari. Berdasar catatan sejarah, Pura Bukit Sari
terkait erat dengan Kerajaan Mengwi, dan dibangun oleh Anak Agung Anglurah
Made Karang Asem Sakti, yang merupakan anak angkat dari Raja Mengwi Cokorda
Sakti Blambangan. Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti melakukan tapa
Rare, yaitu bertapa seperti bayi/anak-anak, dan mendapat ilham untuk membuat
Pelinggih atau Pura di hutan Pala Sangeh, yang saat ini dikenal sebagai Pura Bukit
Sari yang berada di tengah HutanPala.

Nama Sangeh diyakini masyarakat sekitar terkait erat dengan Hutan Pala, yang
berasal dari dua kata “Sang” yang berarti orang dan “Ngeh” yang berarti melihat,
atau orang yang melihat. Konon kayu-kayu Pala dalam perjalanan dari Gunung
Agung di Bali Timur menuju perjalanan ke Bali Barat, tapi karena ada orang yang
melihat, pohon-pohon tersebut berhenti di tempat yang sekarang dikenal sebagai
Sangeh.

Selain terkenal dengan 600 ekor kera abu ekor panjang (Macaca fascicularis) yang
jinak, Sangeh juga dikenal karena adanya kawasan hutan homogen seluas 10
hektar berisikan hutan Pala (Dipterocarpus trinervis) yang berumur ratusan tahun,
serta adanya Pura Bukit Sari peninggalan Kerajaan Mengwi pada abad ke 17serta
adanya Pohon Lanang Wadon.
Masyarakat sekitar menganggap kera-kera di Sangeh sebagai jelmaan Prajurit Putri
yang dianggap sebagai kera suci, sehingga keberadaan mereka tak boleh diganggu
karena mereka dianggap membawa berkah bagi masyarakat Sangeh. Seperti
layaknya kehidupan manusia Bali, mereka mempunyai 3 kelompok atau Banjar,
masing-masing Banjar Timur, Banjar Tengah dan Banjar Barat dimana setiap banjar
memiliki pemimpin kelompok. Dalam kehidupan kelompok para kera juga mengenal
persaingan antara pejantan untuk memperebutkan menjadi Raja dan masing-masing
kelompok akan memperebutkan wilayah kekuasaan di Bnjar Tengah yang memiliki
sumber makanan terbanyak. Siapapun boleh berkunjung ke tempat ini, kecuali bagi
wanita yang sedang haid atau orang yang sedang ditinggal mati keluarganya. Hal
tersebut untuk menjaga kesakralan pura yang dijunjung tinggi oleh
masyarakat Sangeh.

10. Bedugul

Bedugul Bali, merupakan salah satu objek wisata pilihan di Bali juga. Objek wisata
ini terletak di kabupaten Tabanan dan terkenal akan danau dan restorannya. Suhu
udara di Bedugul jauh lebih dingin dibandingkan tempat wisata lainnya di Bali,
dengan suhu kurang lebih 18 drajat celcius, tentu memberikan suasana tersendiri
selama liburan di Bali.

Bedugul terkenal akan keindahan danau Tamblingan dan andapun bisa menikmati
keindahannya dengan menyewa speedboat atau perahu untuk berkeliling danau.
Objek wisata ini juga merupakan persinggahan untuk mengunjungi objek wisata
lainnya seperti Tanah Lot, Sangeh, Taman Ayun dan tempat wisata lainnya.

Sejarah Bedugul

Bedugul berasal dari kata Bedogol. Bedugul ini adalah danau beratan yang paling
dangkal, di daerah danau Bedugul ini banyak terdapat hasil pertanian. Hasil
pertanian disini yang paling banyak dijumpai adalah buah buahan dan sayuran.
Banyak jenis buah-buahan disini diantaranya adalah buah markisa, buah anggur,
dan buah manila.

Bedugul itu sebenernya nama sebuah desa. Namun orang sering salah kaprah
dengan kata Bedugul. Ada yang bilang Bedugul itu nama danau, nama pura sampe
nama pasar. Anggapan itu muncul mungkin karena selain sebagai sebuah desa,
Bedugul juga adalah sebuah kompleks. Dalam sebuah area yang kurang lebih
berdiameter 5 km, ada beberapa macam tempat yang nyaman buat dikunjungi.
Dimulai dari Desa Bedugul sendiri, Kebon Raya, lalu Danau Beratan (danau terbesar
kedua di bali), Pura Ulun Danu, sampai Pasar Tradisional. Kebon Raya yang ada
disini lumayan luas. Di sini terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan, mulai dari yang
indah-indah kaya bunga rose sampe yang’horo’ and berduri-duri juga ada.
Kondisi Fisik Bangunan Bedugul
Secara global bangunan yang terdapa pada danau Bedugul ini adalah bersifat kuno
atau bersifat khas zaman dahuu. Danau tersebut tempatnya juga bersih dan
tidak kotor.
Pembagian-pembagian ruang Bedugul
Bangunan-bangunan yang terdapat di Bedugul yaitu kios-kios tempat penjualan
oleh-oleh diantaranya adalah kios buah-buahan, supermarket, tempat bangunan
untuk menikmati danau Bedugul.
Pengunjung, Pembeli di Bedugul
Banyak pengunjung yang datang ke danau Bedugul. Turis-turispun banyak yang
datang kesana. Disana juga banyak orang yang membeli baju, buah-buahan atau
hiasan-hiasan dinding yang tersedia disana. Pengunjung banyak berkunjung kesana
kira-kira pada saat hari libur dan Study Toursekolah.
Sarana Prasarana
Isi dalam danau Bedugul ini salah satunya kapal-kapal laut yang disewakan kepada
pengunjung, adapun supermarket dan kios-kios kecil sebagai tempat pengunjung
membeli oleh-oleh bagi keluarga.
Pedagang
Didaerah danau Bedugul banyak penjual yang menjual berbagai buah-buahan hasil
pertanian disana dan berbagai baju, ukir-ukiran khas Bali, penjual disanapun sangat
ramah dan tlaten melayani pembeli. Barang-barang yang dijual disana amat mahal
tetapi kalau kita bisa menawar mungkin harganya jauh lebih murah dari pada harga
semula.

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat dibuat kesimpulan sebagai


berikut :

 Pulau Bali adalah salah satu Pulau di Indonesia yang memiliki keindahan dan
keunikan yang hanya dapat ditemukan di Bali.
 Pesona alam serta kebudayaan yang ada di pulau Bali membuat wawasan
peserta Study Tour akan kebudayaan Nusantara bertambah.
 Objek wisata di Pulau Bali memiliki karakteristik yang menarik perhatian
wisatawan domestic maupun mancanegara dan membuat Pulau Bali semakin
terkenal serta membuat Bali sebagai salah satu objek wisata Internasional.
 Selain karakteristik Bali yang unik, keramahan masyarakat Bali juga membuat
objek wisata disini semakin diminati serta membuat nama Bali menjadi semakin
terkenal.
 Sebagai objek wisata Internasional, Bali membuat Indonesia semakin terkenal
serta menghasilkan devisa yang besar bagi Indonesia.
 Pesona alam serta kebudayaan yang ada di pulau Bali membuat wawasan
peserta Study Tour akan kebudayaan Nusantara bertambah, dan membuat kami
semakin bangga akan kebudayaan Indonesia yang memilik filosofi yang sangat
tinggi.
 Dalam Study Tour ini peserta dapat lebih memahami dan menghormati budaya-
budaya yang masih kental yang berada di Indonesia serta dapat
mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membeda-
bedakan golongan, ras, suku, adat – istiadat, kebudayaan dan agama.
 Masyarakat Bali sangat menjaga adat istiadat dan kebudayaan mereka, hal ini
dibuktikan dengan tradisi di Bali yang sangat kental, dan semua pohon yang di
tutup dengan kain hitam putih.

Pulau Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak
keindahan alam dan kebudayaannya yang khas khususnya budaya seni tari dan
seni pahat. Oleh karena itu, banyak wisatawan domestik maupun luar negeri yang
ingin mengunjungi pulau ini. Tujuan mereka datang berkunjung salah satunya
adalah untuk melihat dari dekat bagaimana sosok Bali yang sebenarnya dan
mempelajari budaya – budaya Bali khususnya seni tari dan seni pahat.

Selain budaya dan panorama alam yang disebutkan di atas ada juga budaya yang
tidak kalah menariknya yaitu upacara adat yang dilakukan oleh sebagian besar
penduduk Bali yang mayoritas beragama Hindu. Di sana apabila ada orang yang
meninggal sering sekali diadakan Upacara Ngaben atau pembakaran mayat.
Upacara Ngaben ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara masal atau secara
individual bagi keluarga yang mampu. Kebanyakan dalam pelaksanaan Upacara
Adat sering disajikan tarian – tarian khas dari Pulau Bali.

SARAN

Bagi sekolah

1. Sekolah diharapkan dapat menganjurkan kepada biro perjalanan agar menyusun


jadwal perjalanan dengan cermat, agar peserta Study Tourdapat mengikuti Study
Tour dengan teratur.
2. Sekolah sebaiknya dapat memberi keringanan biaya bagi siswa-siswi yang
kurang mampu atau kesulitan biaya untuk mengikuti Study Toursehingga tidak
ada siswa-siswi yang tidak bisa mengikuti Study Tour karena kendala biaya.
3. Untuk kunjungan tempat wisata hendaknya waktunya diperpanjang, agar para
peserta dapat memperoleh banyak informasi sekaligus puas menikmati objek
tersebut.
Bagi guru pendamping

1. Sebaiknya lebih mengawasi, menasehati, dan melarang siswa melakukan


tindakan berbahaya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti
murid tertinggal.
2. Diharapkan lebih mendisiplinkan para murid agar murid lebih dapat membawa
diri untuk bersikap dalam bergaul.
3. Lebih memperhatikan kesehatan murid, khususnya keadaan murid yang kurang
sehat selama perjalanan.
4. Diharapkan dapat menjadi orang tua dan teman bagi siswa-siswi selama Study
Toursehingga dapat lebih akrab.
5. Sebaiknya lebih tegas menindak siswa-siswi yang tidak taat dan mencemarkan
nama baik sekolah.
6. Diharapkan lebih sigap menangani kejadian-kejadian di luar dugaan yang
bersifat mengganggu program Study Tour.

Bagi siswa

1. Siswa diharapkan tidak hanya memanfaatkan Study Toursebagai sarana


rekreasi, namun juga sebagai sarana belajar untuk menambah wawasan.
2. Siswa diharapkan tertib dan disiplin agar perjalanan Study Tourberjalan lancar.
3. Siswa diharapkan dapat menjaga sikap selama Study Tour, serta
memperhatikan semua perintah atau peraturan dari biro tour, guru pembimbing
dan tour guidedemi keamanan pribadi.
4. Siswa diharapkan dapat menjaga barang-barang berharga dan pribadi masing-
masing, agar tidak membebani guru pembimbing.
5. Siswa diharapkan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian objek-objek wisata
yang dikunjungi.
6. Siswa dianjurkan tidak bepergian seorang diri di objek-objek wisata maupun
pada waktu bebas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
7. Selama Study Toursiswa diharapkan pandai-pandai menawar barang sebelum
membeli, karena harga barang-barang di Bali relatif mahal. Harga barang yang
dijual dipatok untuk wisatawan mancanegara.

DAFTAR PUSTAKA

 http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_Lot
 http://alfitoriq.wordpress.com/laporan-karya-wisata-ke-bali/
 http://taribarong.com/
 http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Wisnu_Kencana
 foursquare.com
 Artikel non-personal, 26 Agustus 2009, Tanahlot, Wikipedia Bahasa
Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Tanahlot
 http://desawisata.web.id/atraksi/83/seni-pertunjukan-tari-barong/?lang=id

Anda mungkin juga menyukai