Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Konsep Dasar Asesmen
Bk Non-Tes Dan Penggunaan Asesmen Bk Non-Tes Bagi Kepala Sekolah, Guru, Guruk
Bk/Konselor, Serta Wali Kelas, Orang Tua Dan Siswa” ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai “Konsep Dasar Asesmen Bk Non-Tes Dan Penggunaan
Asesmen Bk Non-Tes Bagi Kepala Sekolah, Guru, Guruk Bk/Konselor, Serta Wali Kelas,
Orang Tua Dan Siswa”. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Padang, 1 September 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... 1


DAFTAR ISI ......................................................................................................................... 2
BAB I ........................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN............................................................................................................................ 3
Latar Belakang ..................................................................................................................... 3
Rumusan Masalah ................................................................................................................ 3
Tujuan ................................................................................................................................... 3
BAB II .......................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 5
Konsep Dasar Asesmen BK Non-tes ................................................................................... 5
Kegunaan Asesmen BK Non-tes ......................................................................................... 5
Kepala Sekolah ..................................................................................................................... 6
Guru Mata Pelajaran ........................................................................................................... 6
Guru BK/Konselor ............................................................................................................... 7
Wali Kelas, Orang Tua dan Siswa ...................................................................................... 8
BAB III ....................................................................................................................................... 10
PENUTUP ................................................................................................................................... 10
Kesimpulan ......................................................................................................................... 10
Saran.................................................................................................................................... 10
KEPUSTAKAAN ........................................................................................................................... 11

2
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asesmen adalah penilaian dalam rangka membuat keputusan-keputusan
mengenai para siswa, kurikulum, program-program, dan kebijakan pendidikan,metode
atau instrumen pendidikan lainnya oleh suatu badan, lembaga,organisasi atau institusi
resmi yang menyelenggarakan suatu aktivitas tertentu. Sedangkan non-tes adalah cara
penilaian hasil belajar siswa dalam bentuk tes dengan melakukan pengamatan secara
sistematis.
Asesmen BK non-tes sangat berguna bagi kepala sekolah, guru, guru
bk/konselor, serta wali kelas, orang tua dan siswa. Secara umum , asesmen BK non-tes
membantu konselor untuk memperkokoh dasar- dasar pertimbangan berkenaan dengan
berbagai masalah pada individu, memahami sebab-sebab terjadinya masalah dari
individu, mengenali individu yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dan sangat
rendah yang memerlukan bantuam khusus, memperoleh gambaran tentang
kecakapan,dan kemampuan atau keterampilan seseorang individu dalam bidang
tertentu.

B. Rumusan Masalah
a. Apa itu konsep dasar asesmen BK non-tes?
b. Apa kegunaan asesmen BK non-tes?
c. Apa kegunaan asesmen BK non-tes untuk kepala sekolah?
d. Apa kegunaan asesmen BK non-tes untuk guru mata pelajaran?
e. Apa kegunaan asesmen BK non-tes untuk guru BK/konselor?
f. Apa kegunaan asesmen BK non-tes untuk wali kelas?
g. Apa kegunaan asesmen BK non-tes untuk orang tua?
h. Apa kegunaan asesmen BK non-tes untuk siswa?

C. Tujuan
a. Untuk mengetahui konsep dasar asesmen BK non-tes.
b. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes.
c. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes untuk kepala sekolah.
d. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes untuk guru mata pelajaran.
e. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes untuk guru BK/konselor.

3
f. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes untuk wali kelas.
g. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes untuk orang tua.
h. Untuk mengetahui kegunaan asesmen BK non-tes untuk siswa.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Asesmen BK Non-tes


Menurut Hamzah&Satria (2012:1) Assesment merupakan istilah yang
didefenisikan sebagai sebuah proses yang ditempuh untuk mendapatkan informasi yang
digunakan dalam rangka membuat keputusan-keputusan mengenai para
siswa,kurikulum,program-program, dan kebijakan pendidikan,metode atau instrumen
pendidikan lainnya oleh suatu badan, lembaga,organisasi atau institusi resmi yang
menyelenggarakan suatu aktivitas tertentu. Dinyatakan pula oleh Linn dan Gronlund
bahwa assesment (penilaian) adalah suatu istilah umum yang meliputi prosedur yang
digunakan untuk mendapatkan informasi tentang belajar siswa (observasi,rata-
rata,pelaksanaan test tertulis) dan format penilaian kemauan belajar. Sedangkan non-
tes adalah cara penilaian hasil belajar peserta didik dengan tes tetapi dengan melakukan
pengamatan secara sistematis.
Jadi, asesmen BK non-tes adalah penilaian hasil belajar peserta didik dengan
menggunakan tes dan melakukan pengamatan secara sistemati.

B. Kegunaan Asesmen BK Non-tes


Secara umum kegunaan hasil pengungkapan melalui intsrumen non-tes ialah
dapat membantu konselor dalam:
1. Memperkokoh dasar- dasar pertimbangan berkenaan dengan berbagai masalah pada
individu seperti masalah penyesuaiyan dengan lingkungan, masalah prestasi hasil
belajar, masalah penempatan dan penyaluran.
2. Memahami sebab-sebab terjadinya masalah dari individu
3. Mengenali individu yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dan sangat rendah
yang memerlukan bantuam khusus.
4. Memperoleh gambaran tentang kecakapan.
5. Kemampuan atau keterampilan seseorang individu dalam bidang tertentu.
Sedangkan kegunaan hasil intsrumentasi non-tes bagi siswa antara lain:
1. Membantu siswa memperoleh pemahaman diri dan pengarahan diri dalam proses
mempersiapkan diri untuk bekerja dan berguna dalam masyarakat.

5
2. Siswa dapat menilai dan memahami dirinya terutama mengenai potenti dasar, minat,
sikap, kecakapan dan cita-citanya.
3. Siswa akan sadar dan memahami nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
4. Siswa dapat menemukan hambatan-hambatan yang sifatnya dari dirinya dan dapat
mengatasi hambatan-hambatan itu.
5. Membantu siswa dalam melaksanakan masa depannya, hingga dia dapat menemukan
karier yang cocok dalam kehidupannya.
Menurut Sasniar (1993: 22-25) berikut terdapat beberapa kegunaan dari
Asesmen non tes di sekolah bagi perangkat sekolah:

1. Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah penanggung jawab menyeluruh kegiatan sekolah
termasuk kegiatan bimbingan dan konseling:
a) Memahami dan peduli terhadap bimbingan dan konseling.
b) Mengintekrasikan program bimbingan dan konseling dengan program sekolah.
c) Memfasilitasi pengembangan program bimbingan dan konseling.
d) Melaksanakan penilaian bimbingan dan konseling.
e) Melaksanakan pembinaan bimbingan dan konseling.
f) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling.
g) Responsif terhadap upaya inovasi bimbingan dan konseling di sekolah.

2. Guru Mata Pelajaran


Sebagai pemberi mata pelajaran atau pratikum, guru dalam pelayanan
bimbingan dan konseling ikut serta dalam membantu pengumpulan data tentang peserta
didik.
a) Membantu konselor mengidentifikasikan peserta didik, peserta didik yang
memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling, serta membantu pengumpulan
data tentang peserta didik.
b) Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling
kepada konselor.
c) Menerima peserta didik alih tangan dari konselor, yaitu peserta didik yang menurut
konselor memerlukan pelayanan pengajaran atau latihan khusus (pengajaran,
perbaikan, dan program pengayaan).
d) Memberikan kesempatan dan memudahkan kepada peserta didik yang memerlukan.

6
e) Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah – masalah peserta didik
seperti konferensi kasus.
f) Membantu dalam pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian
pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjut.

3. Guru BK/Konselor
Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan setting yang subur
bagi konselor, karena di jenjang itulah konselor dapat berperan secara maksimal dalam
mempasilitasi konseling mengaktualisasikan petensi yang dimilikinya secara optimal.
Konselor berperan untuk membantu peserta didik dalam menumbuhkan potensinya.
Potensi yang di miliki oleh peserta didik berkembang dengan optimal yang didasari atas
kemandirian, agar peserta didik tidak salah dalam menata dan memilih bahkan
membantu dalam merancang masa depan, demi memilih memutuskan karier yang akan
di masuki.
Seperti kemampuan mengambil keputusan penting dalam kehidupannya, yang
berhubungan dengan pendidikan atau pun persiapan kariernya. Dalam pelaksanaan
bimbingan dan konseling, konselor bekerja sama dengan berbagai pihak yang disebut
(kolaborasi) yang terkait, diantaranya kepala sekolah, guru –guru dan bahkan orang tua
(wali murid). Pelayanan bimbingan dan konseling lebih difokuskan kepada upaya
membantu dan memfokuskan kepada upaya mengokohkan pilihan dan pengembangan
karier sejalan dengan bidang yang dipilihnya.
Konselor adalah Tenaga pendidik yang berkualifikasi strata satu (S-1) dan
menyelesaikan program studi profesi (PPK), konselor sebagai pelaksana utama, tenaga
inti dan ahli atau tenaga profesional yang bertugas:
a) Melaksanakan pelayanan konseling.
b) Merancanakan program bimbingan dan konseling untuk satu waktu tertentu.
Program itu dapat dikemas kedalam program harian, mingguan, bulanan,semester
bahkan tahunan.
c) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling.
d) Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling.
e) Menganalisis hasil pelayanan bimbingan dan konseling.
f) Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaiyan pelayanan bimbingan dan
konseling.

7
g) Mengadministrasikan kegiatan program bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan.
h) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam bimbingan dan konseling
secara menyeluruh kepada koordinator bimbingan dan konseling serta kepsek.
i) Mempersiapkan diri, menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan
kepengawasan terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
j) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam
pelaksanaan program bimbingan dan konseling.

4. Wali Kelas, Orang Tua dan Siswa


1) Wali kelas
Sebagai Pembina kelas dalam pelayanan bimbingan dan konseling wali kelas
berperan:
a) Melaksanakan perannya sebagai penasehat kepada peserta didik khusunya dikelas
yang menjadi tanggung jawabnya.
b) Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik, khusunya
dikelas yang mejadi tanggung jawabnya untuk mengikuti atau menjalani pelayanan
dan kegiatan bimbingan dan konseling.
c) Berpartisipasi aktif dan konferensi kasus.
d) Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling
kepada konselor.
2) Orang Tua
Orang tua sangat berperan penting dalam memotivasi anaknya dan orang tua
bertugas:
a) Memberikan support atau dorongan kepada anaknya dalam hal apapun demi
mengembangkan minat dan bakatnya.
b) Membantu dalam mengevaluasi anaknya dalam melaksanakan program atau
kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling yang di peroleh.
3) Siswa
Siswa sebagai peserta didik dan sekaligus klien yang harus mengikuti segala
program yang di berikan konselor yang berfungsi:
a) Memberikan informasi / data yang menjadi persoalan yang sedang di hadapi.
b) Melaksanakan semua program atau seluruh kegiatan yang telah dipersiapkan oleh
konselor.

8
c) Berperan aktif dalam menjalani seluruh kegiatan yang telah diberikan demi
kelangsungan program layanan bimbingan dan konseling.
d) Mempersiapkan diri untuk menjalankan apa-apa yang telah di peroleh
(mengklasifikasikan hasil yang di peroleh) demi kemandiriannya.

9
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Asesmen BK non-tes merupakan alat ungkap masalah yang digunakan
konselor/guru BK untuk mengetahui masalah yang sedang terjadi pada individu atau
konseli. Dengan adanya asesmen BK non-tes mempermudah guru BK/konselor dalam
menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik atau sebagai konselor.

B. Saran
Semoga kedepannya kegunaan Asesmen BK non-tes tersebut selalu bisa
memecahkan masalah yang ada pada diri indivu atau konseli.

10
KEPUSTAKAAN

Hamzah&Satria Koni.2012.Assessment Pembelajaran.Jakarta:Bumi Aksara.

Sasniar . 1993 . Pengantar Teknik Pemahaman ( NON – TES ) . Padang : FKIP.

11