Anda di halaman 1dari 13

SEBELUM TECIPTANYA SEMESTA

Hadist di riwayatkan oleh Imam Ali Bin Abi Thalib :


"QABLA'AN YAHLUKAS SAMAWATI WAL ARDHI, WAL ARSYI, WAL QURSYI, WAL HUJUBI, WAL JANNATI, WAN NARI, WAD
DUNIA, WAL AKHIRA, WA ADAMA, WA SISAN, WA NUHAN, WA IBRAHIMA, WA SULAIMANA, WA MUSA, WA ISA."
Maksudnya
: "Sebelum kejadian Arsyi, Qursyi, hijab 7 lapis Langit dan Bumi, pengertian TURUN NAIK NAFAS kita sudah tersedia
berkekalan Surga, Neraka, Dunia dan Akhirat, Nabi Adam AS, Nabi Sis AS, Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Sulaiman
AS, Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS…."
.
KOSONG.
624.000 tahun masih KOSONG, Allah Ta'ala yaitu kosong (waktu naik nafas keatas)
Kosong bernama Ujud (Nur Nabi namanya)
Jadi, Nur Rasulullah SAW sudah sedia 624.000 tahun lamanya.
.
Kosong itulah sebenar-benar LAISA, bernama HUWA JIBUL WUJUD, NUR MUHAMMAD SAW, Tajjali sendiri, menyipikan
sendiri, terangkat sendiri.
ESA adanya jua.
. Dari KOSONG menjadi TITIK Itulah kesempurnaan Syahadat adanya denyut (waktu menahan nafas turun)
Titik itu bernama NUR SALASIAH (Rahasia Nabi)
Yang TerRahasia lagi ABU KASIM namanya.
Inilah adanya 2 nama tapi 1 Ujud, tiada lain, NUR.. NUR.. jua Yaitu Rahasia TITIK dan KOSONG..
.
Dari TITIK menjadi ALIF.
Terjadinya Alam semesta (waktu keluar nafas)
Qodrat dan Iradatnya bernama Allah Ta'ala,
Yaitu ALIF semata-mata ASMA dan AF'AL.
.
Kemudian barulah INSAN ADAM namanya bertubuh Rahim Muhammad SAW,
Kemudian NUR MUHAMMAD SAW yang Awal-Awal memuji dirinya sendiri,
Maka, Berlakulah JALAL dan JAMAL ..
.
Puji Nur Rasulullah SAW, terbagi atas 12 Hijab yaitu :
1. Hijabul Kudus - KEKUASAAN,
Pujinya = "SUBHANA RABBIAL A'LA"
2. Hijabul Akbar - KEBESARAN,
Pujinya = "SUBHANA ALIMISSIRI WA AHFA"
3. Hijabul Minnah - PEMBERIAN, Pujinya = "SUBHANA RABBIAL ADZIM"
4. Hijabul Rahmah - KASIH SAYANG,
Pujinya = "SUBHANA RAUFFUR RAHIM"
5. Hijabul Sya'adah -KEBAHAGIAAN,
Pujinya = "SUBHANA MAN HUWA DA'IMUN"
6. Hijabul Karomah - KEMULIAAN,
Pujinya = "SUBHANA ALIMUN HAKIM"
7. Hijabul Manjilah - ANUGERAH,
Pujinya = "SUBHANA ZIL MULKIL A'LA"
8. Hijabul Hidayah, - PETUNJUK,
Pujinya = "SUBHANA RABBIAL ARSYIL AZIM"
9. Hijabul Nubuah - KENABIAN,
Pujinya = "SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI"
10. Hijabul Rib'ah - KEBERUNTUNGAN,
Pujinya = "SUBHANAL MALIKIL KUDDUS"
11. Hijabul Ta'ah - KETAATAN,
Pujinya = "SUBHANAL KADMUL AZALI"
12. Hijabul Syafa'at - SYAFAAT,
Pujinya = "SUBHANAL MALIKUL MA'BUD"
.
Jadi..
Adanya Nur terbagi 12 Hijab dengan puji-pujinya itu tiada lain kesemuanya adalah HU…
Diri Rasulullah SAW yang awal-awal atau Rahasia Dzat Wajibul Wujud yang sebenar-benarnya.
.
Di dalam masa ke-enam yaitu hari JUM'AT atau PERHIMPUNAN hanya telah sempurna kejadian Insan Diri nabi ADAM AS.
.
Kemudian dalam hadist di terangkan :
"KUNTU AWWALU NABIYYINA FIL KHALQI WA AKHIRI HUM FIL BA'TSI"
Adalah AKU (AHMAD) yang awal-awal dari pada sekalian Nabi-nabi dan Rasul-rasul itu di dalam Rahasia awal-awal
keadaan mereka, dan adalah AKU (MUHAMMAD) yang menjadi kesudahan mereka di dalam masa ke-dzahiran.
.
Maksudnya :
AKU yang awal dan yang akhir, yang buka dan yang tutup, semua terhimpun dalam AKU jua,
.
Sedangkan, ke-dzahiran Insan Kamil Diri Nabi kita SAW terhitung pada masa yang ke-tujuh.
Bahwa :
- Hijabul kudus 624.000 tahun lamanya,
- Hijabul Akbar 900 tahun lamanya,
- Hijabul Minnah 800 tahun lamanya,
- Hijabul Rahmah 700 tahun lamanya,
- Hijabul Sya'adah 600 tahun lamanya,
- Hijabul Karomah 500 tahun lamanya,
- Hijabul Manjilah 400 tahun lamanya,
- Hijabul Hidayah 300 tahun lamanya,
- Hijabul Nubuah 200 tahun lamanya,
- Hijabul Rib’ah 100 tahun lamanya,
- Hijabul Ta'ah 50 tahun lamanya,
- Hijabul Syafa'at 23 tahun lamanya.
.
Kitab tentang NUR MUHAMMAD SAW yang aslinya sangat langkah adanya.
Banyak para Da'i dan Ulama yang mengatakan Nur Muhammad SAW ini dijadikan karena mereka belum mengetahui
lebih mendalam lagi tentang paham Nur Muhammad SAW yang hakiki atau yang awal-awal.
Oleh karena itu ajaran Islam tentang Iman, Islam, Ikhsan inilah yang menjadi Asal Hijab Nur Rasulullah SAW, Yaitu Nur
yang hidup yang di katakan Qadim.
.
cara mengamalkannya :
Amalkan puji Nur yang 12 Hijab di atas satu persatu,
Mengamalkanya dari 1000X atau 100X atau jangan di hitung…
Itulah maksudnya mengumpulkan kebahagian dunia dan akhirat, guna mendapatkan derajat yang agung disisi manusia
juga wara mendapat derajat kewalian dunia dan akhirat. Satu persatu dari puji yang kita sampaikan maka kita akan
mendapatkan anugerah dari Rasulullah SAW, Hidayah, Rahmat dan Syafa'at…
Amin Yaa Rabbal Alamin.

SEMUA BERSUMBER DARI NUR MUHAMMAD SAW

RUH IDHAFI memerintah NYAWA, Nyawalah yang memerintah TUBUH, agar TUBUH berkelakuan yang sebenar-benar
DIRI yang HAK.
---------------
"QOD JAA AKUMUL HAQ MIRRABIKUM"
(Yang datang kepadamu adalah HAQ dari tuhanmu).
---------------
Tujuan pemakaian adalah memesrakan Nur Muhammad SAW Lazimi dengan kesabaran dan ketekunan..
Awalnya terasa di hidung, Perlahan sampai ke bulu-bulu pada kulit,
Hingga sampai sekecil-kecilnya lebur keluar di bulu-bulu.
Tiada terasa di hidung lagi.
Itulah yang di sebut DAIMUN SHALAT.
---------------
Sama halnya Mengenal Rabbi-nya.
Sama halnya Mengenal Hak Allah pada kelakuan Insan.
Inilah pelajaran para Arif Billah.. Oleh karena itu,
Mulailah kenali Dirimu sekarang
Kurangi bicaramu..
Banyaklah berdiam diri..
Perhatikan kelakuan dari gerak dan diam-mu.
Maka kerjakan sambil begerak dan diam memuji Rasulullah SAW semata-mata.
Itulah yang di maksud Rahasia Nur Muhammad yang bernama Idhafi
---------------
Ruh Idhafi itulah Wujud yang Hakiki Kedzahiran Wujud Mutlak di dalam Sholawat, Dzikir dan Syahadat yang berkekalan.
Lazimi dan hantarkan pada tempatnya dengan nenahan satu gerakan sesaat.
---------------
Kosong.. Titik.. Alif
Ahadiyah.. Wahdah.. Wahdiyah..
La ta'yin.. Ta'yin Awal.. Ta'yin sani
Ahmad.. Muhammad Rasulullah
---------------
Nur kepada Nyawa yang berhubungan dengan hati menjadikan Af-al Allah berkelakuan Muhammad menyatakan diri
yang Hak.
Inilah Rahasia perintah yang berasal dari Ruh Idhafi.
---------------
Cara pemakaian jenang yang ada di diri Manusia :
Dalam 3 martabat
1. AHADIYAH = La ta'yin = kosong Mulai waktu matahari terbit sampai matahari naik persis di atas kepala puji bernama :
"AHMAD AMINULLAH AINUL HAK"
Detiknya tiada bertempat, tiada berawal, tiada berakhir, tiada berdzahir dan tiada berbatin.
2. WAHDAH = Ta'yin Awal = titik Saat matahari bergeser dari atas kepala sampai matahari terbenam, puji bernama :
"HAQ.. HAQ.."
Detiknya dari hati sampai ke bawah.
3. WAHDIYAH = Ta'yin Sani = Alif Dari matahari terbenam sampai Matahari Terbit, puji bernama :
"LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH"
Detiknya dari bawah ke atas……
---------------
Karena Nabi Isa telah dikandung oleh seorang dara perawan bernama Maryam melalui kekuasaan Tuhan, maka nabi isa
AS di anggap sebagai manusia dan sekaligus anak Tuhan.
---------------
Hal yang tidak dapat dipahami dengan akal ini kemudian diterima dengan keimanan karena menyadari bahwa bagi
tuhan segala sesuatu adalah mungkin.
---------------
Bahwa, Semua kepercayaan Monoteis menganggap bahwa Tuhan adalah Maha pencipta, pemelihara, mencintai dan
mengasihi serta melindungi umat manusia.
Yang menarik dari Monoteis kresten adalah bahwa mereka menerima suatu 'Trinitas' di mana menurut mereka bersama
tuhan dan nabi Isa AS ada 'pihak ketiga' yakni Ruhul Kudus.
Tuhan diterima sebagai Bapak, nabi Isa AS sebagai Anak dan perawan Maryam walaupun bukan termasuk dari Trinitas
namun menempati kedudukan penting karena di pandang sebagai perantara.
---------------
Ruhul Kudus inilah yang bekerja demi kebaikan umat manusia,
Ruhul kudus berbeda dari bapak dan anak, namun bagian yang tidak terpisahkan karena mempunyai sifat yang sama
yaitu ke-Ilahian.
(Ruhul kudus itulah NurMuhammad SAW)
---------------
"KUNTU AWALAN NABIYYINA FIL KHALQI WA AKHIRIHUM FIL BATSI"
Adalah Aku (AHMAD) yang awal-awal dari pada sekalian Nabi-nabi dan Rasul-rasul semua yang ada di dalam RAHASIA
awal-awal keadaan, dan adalah Aku (MUHAMMAD) yang menjadi kesudahan mereka itu di dalam masa ke dzahiran.
---------------
Aku yang Awal, Aku yang Akhir, Aku yang Dzahir dan Aku yang Batin. Aku yang buka dan aku yang Tutup, Aku yang
menghimpun semuanya.
---------------
Seperti Nafas kepada Ruh, Ruh kepada Nyawa, kemudian Nyawa meliputi seluruh tubuh.
Itulah Ahmad kepada Muhammad kepada seluruh Rasul, rupa Muhammad.
---------------
Yang menjadi fokus perhatian adalah nama kebesaran bagi Insan Muhammad yang ada di Madinah di dalam hal
kerasullan.
Al-Insan itulah yang telah kembali ..
Inilah contoh bagi kita agar mengenal betul-betul junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang bermakam di Madinah.
---------------
Adapun Ahmad adalah Muhammad terhimpun Rasulullah tetap hidup selama-lamanya..,
Itulah yang dinamakan Tasawuf yang benar-benar hak adanya.
Karena Tasawuf adalah Ilmu Rabbani yang menyatakan pandangan Salasiyah yang melampaui akal dan fikiran yaitu
perihal keadaan awal-awal yang telah ada tentang keadaan Allah SWT yang sebenarnya.
Sedangkan yang mengatakan Muhadast adalah hukum akal saja, itu hanya paham tasauf pasaran dan tidak boleh
diterima.
Mengapa.. ?
Bila diterima berarti syahadat tidak sempurna, karena tidak mengetahui ujung pangkal siapakah sebenarnya Diri.
---------------
ANA ABU ARWAH WA ADAMA ABU BASHAR
"Aku bapak sekalain ruh dan Adam bapak sekalian tubuh"
---------------
Semua telah terhimpun di dalam Nur Muhammad SAW yang bernama Nur Kibriya, U..
Muhammad yaitu Nur sifat kebesaran Nya, Rahmat dan berkat Muhammad yang telah Maujud atas seluruh Rasul
termasuk Al-Insan yang ada di madinah itu adalah Nur Kibrinya U..
Muhammad yakni Nur (sifat) kebesaran Rahmat dan berkat safaat Nabi besar Muhammad SAW yang telah maujud yang
sangat mulia di dalam Alam ini.
---------------
Itulah maksud dari pada paham perkataan ahli Tasawuf tentang :
"SHUHUDUL KASRAH FIL WAHDAH dan SHUHUDUL WAHDAH FIL KASRAH"
Maksudnya :
Pandang akan keadaan Al-Insan yang banyak itu terhimpun di dalam satu kesatuan dan tetap memandang hanya satu
Rahasia yang banyak kepada Nur Muhammad SAW yaitu Nur Kibriyah U..
---------------
Dalam pemakaian Ilmu Hakekat Usul Diri :
"SHUHUDUL WAHDAH FIL KASRAH"
Nafas kita keluar dari kepala keliling, lalu memasukan dan tahan dua detik lalu mesrakan setelah itu di keluarkan nafas
pelan-pelan.
Itulah pemakaian Rahasia memandang yang banyak
---------------
"SHUHUDUL WAHDAH FIL WAHDAH"
Memandang satu diri yang Satu, Reflex, tunduk kepala tahan nafas sambil melihat dari hulu-hulu sampai seluruh batang
tubuh kita.
Mesrakanlah baik-baik nafas, lembuut.., keluar nafas tidak ada rasanya, itulah yang disebut oleh Al Arif Billah tentang
"AHMAD AMINULLAH AINUL HAQ"
---------------
Turun Rasulullah SAW….
Simpul tentang itu bertubuh Rohaniah dzahir dan batin adanya. Itulah ilmu tanpa suara tanpa ceritera yang berputar-
putar.

CAHAYA DI ATAS CAHAYA

Aku meliputi segala sesuatu termasuk Agama apapun di dunia ini.


Mereka berkata Agama dan Alam menjadi dalil Wujudku,
Jika mereka pandang pada Agama dan Alam namun Aku tidak akan kelihatan.
Mana mungkin ada kekuatan Agama dan Alam,,, ingatlah bahwa Aku yang Zahir dan aku jua yang batin,,, Aku yang Awal
dan Aku jua yang akhir Cobalah engkau pandang kedalam hatimu,,, Dzat rahasiamu diterangi oleh Dzat rahasiaku.
.
Kemudian coba Engkau pandang kepada Alam,,, Engkau akan melihat Cahayaku meliputi
.
Cahayaku akan kembali terhijab dari pandanganmu,,, cobalah Engkau pindahkan Alam ke dalam hatimu,,, Engkau akan
kembali melihat Cahayaku meliputi Alam semesta
.
Cahayaku hanya bisa dipandang oleh Dzat rahasiaku,,, apabila engkau menyatu dengan Dzat rahasiaku tanpa takwil,,,
tanpa hujah,,, tanpa huraian,,, tanpa kupasan,,, hanya yakin dan larut di dalam keyakinan bahwa engkau tidak terpisah
daripada Dzat rahasiaku
.
Baru dapat engkau saksikan Cahayaku tanpa rupa,,, tanpa warna hanya cahaya di dalam cahaya
.
Sesungguhnya cahaya aku yang engkau pandang,,, apa jua yang nyata,,, bila engkau hadapkan pandangan engkau
kesana, engkau tidak akan melihat Wujud disitu
.
Hinggalah engkau hadapkan pandangan kedalam hatimu, baru aku nyata meliputi dirimu
.
Hancurkan TUBUH jadikan HATI...
Hancurkan HATI jadikan RUH...
Hancurkan RUH jadikan NUR...
Hancurkan NUR jadikan AKU yaitu RAHASIA...
.
Maksud dari Arti HANCUR disini ialah :
Hilangkan segala bicara TUBUH
Hilangkan segala bicara HATI
Hilangkan segala bicara RUH
Hilangkan segala bicara NUR
Hilangkan segala bicara AKU
Hilangkan segala BICARA-BICARA
.
Diam Diam Diam Diam Diam Diam
.
Dan RAHASIA itu yaitu FANA atau HILANG, maka menjadilah tiada BERWUJUD, hanya yang ada itu ialah UJUD ALLAH
yang sebenar-benarnya, seperti dalil yang mengatakan :
LAA MAUJUDUN ILALLAH
"TIADA YG MAUJUD SELAIN ALLAH"...

NUR MATA HATI

Ketahui olehmu bahwa hati itu terbagi menjadi dua bagian:


1. Dinamakan hati sanubari
2. Dinamakan hati nurani
...
Adapun Hati Sanubari itu hal keadaannya Zulmah artinya gelap tiada menerima sinaran Nur atau Cahaya Ma'rifat, oleh
karena hati sanubari itu tempat dinaungi oleh Syaitan ditakluk dengan nafsu amarah yang sekeji-keji dan seburuk-buruk
nafsu. Ianya termasuk di dalam satu dari anggota tubuh badan yang kasar ini yang terletak di sebelah kiri di dalam dada.
Hati Sanubari adalah segumpal daging yang berbentuk bulat mamanjang dan mempunyai tugas-tugas tertentu yang
didalamnya berongga dan ada terkandung darah hitam.
Hati inilah yang disabdakan oleh Nabi SAW :
"Inni fi jasadabni adama mudghatan, fa'iza salakhat, jasadu kulluhu. Wa iza fasadat, fasadal jasadu kulluhu, ala wahiyal
qalbu.' Sesunggunya didalam tubuh anak Adam ada segumpal daging, maka apabila baik daging itu baiklah seluruh
anggota badannya, dan manakala rosak daging itu binasalah seluruh tubuh badannya, ialah hati sanubari dan hati
sanubari ini tidak lain melainkan jantung. Maka adalah jantung ini sesuatu yang amat penting bagi kehidupan tubuh
badan. Ianya diperolehi pada manusia dan haiwan.
Adapun kejadiannya dicipta dari Alam nyata atau disebut alam Syahadah.
...
2. Adapun hati yang kedua dinamakan Hati Nurani.
Hati inilah yang dapat menerima sinaran Nur Ma'rifat dari Tuhan, bahkan ialah yang menerima Tajalli Tuhan,
menanggung amanah dan rahasia Tuhannya, berpakaian dengan tujuh Sifat Maani. Ianya merupakan Hakikat Insan dan
bersifat Ketuhanan. Hati Nurani ini bukanlah kejadian yang dijadikan dari Alam nyata, bahkan dicipta ia dari unsur-unsur
Alam ghaib. Oleh karena itu Hati Nurani ini tiada boleh dilihat dengan mata kasar. Maka hati inilah yang di tuntut hadir
dalam sembahyang, menghadap Tuhannya, memuji dan bermohon kepada Tuhan. Hati Nurani inilah yang disebut Ruh
Latifurrabbaniyah atau Hakikat Insan atau juga disebut diri sebenar diri. Oleh karena ianya merupakan hakikat insan
maka dinamakan pula dengan sebutan Insan Hakiki. Dialah semulia mulia dan setinggi tinggi kejadian dan sebaik baik
makhluk
sebagaimana Firman Allah: "Laqad khalaknal insana akhsani taqwim"
"Demi sebaik baik kejadian yang Kami jadikan ialah Insan".
Insan hakiki inilah yang di isyarat oleh Allah dengan firmanNya didalam Hadith Qudsi:
"Al Insanu Sirri Wa ANA sirruhu"
jAdalah Insan itu rahasiaKu dan Aku rahasianya.
...
Demikian dengan terang dan tegas sekali dinyatakan oleh Allah. Dengan itu berarti ianya menjadi dalil yang nyata bagi
wujud Allah, suatu dalil yang paling hampir kepada Allah, dengan dialah dijadikan sebagai jalan yang paling dekat untuk
mencapai ma'rifat kepada Allah sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi SAW dengan sabdanya yang begitu jelas dan tegas:
"Man arafa nafsahu, fakad arafa rabbahu"
Barang siapa mengenal akan dirinya dengan sebenar-benar pengenalan, maka telah kenal ia akan Tuhannya.
...
Didalam Hadith Qudsi pula Allah berfirman:
"Man talaballahu bighairi nafsihi fakad dalla dalalan ba'idan".
Barang siapa menuntut ma'rifat akan Allah dengan barang yang lain dari dirinya sendiri maka telah sesat ia dengan
kesesatan yang amat jauh.
...
FirmanNya lagi dalam Hadith Qudsi: "Man wasafallahu bisyai in min khalqihi fajad kafar, waman angkara ma wasafallahu
bihi binafsidi fakad kafar."
Barang siapa mensifatkan Allah dengan sesuatu daripada barang yang dijadikan Allah, maka telah kafirlah ia dan barang
siapa yang ingkar pada yang telah disifatkan Allah dengannya dengan Dzatnya maka telah kufurlah ia.
...
Ketahui olehmu adalah Hati Nurani atau Alam Ruh Latifurr Rabbaniah itu Alam latif dan tiada padanya rupa dan warna
yang dapat dilihat dengan mata kasar. Tuhan telah menjadikannya terdahulu dari kejadian jasad dua ribu tahun
lamanya.
...
Adapun pada istilah Tahqiq bahwa adalah Ruh itu beberapa namanya Yaitu :
1. Ruhul Quddus
2. Ruh Idhafi
3. Ruhani
4. Ruhul Hayat
5. Ruhul Amar
6. Ruh Jamadi
7. Ruh Nabati
8. Ruh Haiwani
9. Ruh Insani
10. Ruh Kamalat
11. Ruhul Ajsad
...
Adapun yang bernama Ruh Nabati ialah tatkala darah yang setitik maka pada Alam Kabir Yaitu segala tumbuh-
tumbuhan.
...
Ruh Jamadi itu tatkala daging yang seketul atau segumpal. Maka pada Alam Kabir ialah segala batu-batu dan kayu-kayan.
...
Ruhani Yaitu tatkala sudah dimasukkan nyawa padanya. Ruh Haiwani iaitu tatkala berhajat kepada makan dan minum
dan jimak, maka pada Alam Kabir ialah segala binatang.
...
Ruh Insan Yaitu tatkala sudah zahir dari perut ibu.
...
Ruh Kamalat Yaitu tatkala bersuara menangis pada pertama pertama jadi.
...
Maka adalah perbezaan roh dan nafas itu adalah roh itu batin dan nafas itu zahir. Maka nafas itu adalah roh atau
kenyataannya yang juga disebut kelakuan atau sifatnya. Yang demikian tertib Allah SWT yang amat halus pekerjaanNya
lagi bijaksana, dengan IradatNya menggerakkan Ruhul Amar dan Ruhul Amar menggerakkan Ruhul Hayat dan Ruhul
Hayat menggerakkan Nafas dan Nafas pula menggerakkan Jasad. Maka zahirlah kelakuannya pada Jasad.
...
MENGENAI ROH
Roh diumpamakan sebagai tubuh. Keupayaan yang menghidupkan roh dipanggil nyawa. Apabila ia hidup ia mempunyai
keupayaan untuk melahirkan berbagai-bagai bakat.
Keupayaan yang melahirkan kehendak dinamakan nafsu.
Keupayaan untuk melahirkan pengetahuan dinamakan akal.
...
Roh yang satu boleh dilihat melalui empat aspek. Aspek roh yang melahirkan bakat-bakat seperti mendengar, melihat
dan lain-lain dinamakan roh juga.
Aspek roh yang melahirkan kehendak dinamakan nafsu.
Aspek roh yang melahirkan pengetahuan dinamakan akal.
Aspek roh yang melahirkan kehidupan dinamakan nyawa.
...
Tuhan mengajar manusia mengenali-Nya melalui sifat atau nilai yang ada dengan manusia sendiri walaupun sifat
manusia bukan nya sifat Tuhan. Dalam persoalan roh, aspek roh yang menghasilkan bakat-bakat dikaitkan dengan sifat
Kudrat.
...
Nafsu pula dikaitkan dengan sifat Iradat.
Akal dikaitkan dengan sifat Ilmu.
Nyawa dikaitkan dengan sifat Hayat.
...
Kudrat Allah SWT yang memberikan keupayaan kepada roh. Roh berperanan membekalkan bakat-bakat, keupayaan
serta tenaga. Kebolehan mendengar, melihat, berkata-kata, bergerak dan lain-lain adalah merupakan pekerjaan roh. Roh
mempastikan setiap bakat itu pergi kepada alat atau pancaindera yang sesuai dengannya. Roh menghantarkan bakat
melihat kepada mata, mendengar kepada telinga, berkata-kata kepada lidah dan bakat-bakat lain dihantar kepada
pancaindera yang sesuai untuk masing-masingnya. Roh dikaitkan dengan urusan Allah SWT. Sebab itu pekerjaan roh
adalah tepat dan sempurna. Roh tidak membuat salah, seperti meletakkan bakat melihat kepada kaki atau bakat
mendengar kepada lutut.
...
Dalam syariat roh diistilahkan sebagai malaikat. Malaikat yang menjaga matahari, bulan, bintang dan planet-planet
lainnya akan mengheret masing-masing itu pada falak yang telah ditentukan oleh Tuhan dan maklumatnya telah
dibekalkan kepada malaikat atau roh masing-masing. Malaikat menjalankan perintah Tuhan dengan tepat, tanpa
kegoncangan yang datang daripada nafsu dan akal.
...
Roh atau malaikat secara semula jadinya mempunyai sifat hanya mentaati perintah Allah SWT tanpa berfikir atau
memilih. Malaikat angin yang diperintahkan Allah SWT supaya membinasakan sebuah negeri akan berbuat demikian
tanpa kasihan belas walaupun anak dipisahkan daripada ibu bapa, isteri dipisahkan daripada suami dan banyak nyawa
terkorban serta harta benda yang rusak.
...
Malaikat atau roh yang menghantar bakat melihat kepada mata akan terus berbuat demikian walaupun mata itu
digunakan untuk melihat sesuatu yang dimurkai Allah SWT, melainkan jika Allah SWT memerintahkannya
memberhentikan penghantaran bakat tersebut. Jadi, roh pada aspek bakat-bakat adalah serupa dengan malaikat yang
menjalankan tugas tanpa rangsangan nafsu dan pertimbangan akal.

CAHAYA NURANI

Nurani asal dari kata Nurunnain artinya dua mata cahaya.


Dua Cahaya itu adalah cahaya keindahan dan keagungan, Jamal dan Jalal, Akal dan Hati.
...
Penguasa dirimu adalah Akalmu...
Penguasa perbuatanmu adalah Hatimu...
Penguasa hatimu adalah Rasamu...
...
Dikedalaman RASAmu ada NURANI yang tak pernah terpisah dari AKU...
NURANImu adalah bagian dari SIFAT-KU...
HAWA NAFSUmu adalah pasukanKU, yang KU jadikan musuhmu untuk mengujimu...
NURANImu adalah benteng kokoh yang AKU persiapkan untukmu berlindung dari serangan musuhmu...
...
AKALmu bukanlah tempat berlindung yang aman bagimu karena dia mudah berkhianat terhadapmu, dia mudah
mengelabui mu...
...
AKU selalu menjatuhkan pandanganKU kepada HATImu, karena HATImu lebih dekat dengan NURANImu yang selalu
akrab dengan KU...
...
Maka melihatlah dengan HATImu, mendengarlah dengan HATImu, berkatalah dengan HATImu, berfikirlah dengan
HATImu, karena sebaik-baik perbuatan adalah dengan HATI....
...
Senantiasalah masuki HATImu, tenggelamlah dikedalaman NURANImu, maka kau tak akan pernah terpisah dari AKU
yang senantiasa merinduimu, karena AKUlah MAHA CINTA...
...
Adakah selain AKU yang mampu memberikan KEBAHAGIAAN SEJATI bagimu..?
AKUlah MAHA CINTA yang akan memuliakanmu dengan CINTA-KU, maka yang lain akan ikut memuliakanmu...
...
AKU lah MAHA CINTA itu yang akan menghancurkan musuh-musuh tangguhmu dengan CINTA-KU, maka yang lain akan
tunduk pada kemuliaanmu...
...
Ingatlah jangan kau saingi KEHENDAK-KU dengan kehendakmu dalam NURANImu...
...
Nurani adalah dasar dari hati sanubari insan yang paling dalam. Nurani adalah ungkapan kebenaran yang jauh dari
pencemaran dan busuknya kekotoran. Nurani adalah ungkapan bahasa dari rahasia Ketuhanan, Nurani hanya dapat
difahami oleh hati yang jernih, insan yang memiliki Bathin Nurani.

NUR RAHASIA DIRI

Bermula Nur itu dua.


Satu Nur pada Khariz dan kedua Nur pada zihin.
Pada ibarat saja bukan ianya pada makna dan makna Nur itu satu jua seperti kata Mursid.
Yakni satu Nur yang nyata bagi diri kamu itu ghaib ia dengan segala Asma dan satu Nur yang nyata bagi diri kamu
bekasnya daripada langit dan bumi syurga neraka.
Maka Nur yang awal itu Maujud pada Khariz dan Nur yang kedua itu Maujud pada Zihin, murad dengan bekasnya itu
bagaimana kenyataan dalam sanubari itu ataupun sebagainya.
.
Murad dengan Nur itu suci dan tahkid dan tetap barang itu adanya dan terangnya ada.
.
Sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ;
Yakni bahwasanya di dalam jasad Anak Adam ada segumpal daging, apabila baik ia niscaya baik sekalian badan dan
apabila binasa niscaya binasa sekalian badan
.
dan kata Imam Ghazali Rahmatullahi Taala ;
Bahwasanya, telah nyata dengan hadith Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ini, bahwasanya asal kemuliaan manusia itu
ialah hati.
Maka adapun hati itu seperti raja yang diikuti di dalam alam jasad itu.
Dan segala anggota yang zahir yakni lain daripada hati itu tenteranya yang mengikut akan dia. Yakni hati itu seperti raja
dan badan itu seperti negeri tempat kerajaan dan segala anggota yang zahir itu seperti tenteranya dan murad dengan
anggota yang zahir itu yaitu seperti mata dan hidung dan teliga dan lidah dan tangan dan faraj dan perut dan kaki
.
Shahdan bermula Lafaz Qolbi dan Lafaz Ruh dan Lafaz Hati dan Lafaz Nafas dan Lafaz Akal itu sebab inilah menyatakan
Imam Ghazali Rahmatullahi Ta'ala dengan katanya ;
Yakni mengenal hati dan makna ruh dan makna nafas dan makna akal.
.
Adapun Lafaz Qolbi yakni hati iaitu di ithlakkan (semata-mata) bagi dua makna.
Pertama - Daging, rupanya seperti buah kayu sanubari yang ditaruh dalam pihak kiri pada dada dan di dalam bathin itu
berlubang tempat diam darah yang hitam yaitu tempat terbit Ruh dan tempat keluarnya.
Dan daging yang dinamakan hati yang di atas rupa buah kayu sanubari itu ada pula bagi binatang dan bagi orang-orang
mati.
.
Arti makna yang kedua itu Latiful Rabbaniah Ruhaniah yakni jisim yang halus yang dibangsakan kepada Tuhannya, ya
itulah Haqiqat Ruh manusia seperti friman Allah Ta'ala artinya:
Katakanlah oleh mu Ya Muhammad, bermula Ruh itu perbuatan Tuhanku dan adalah baginya berhubung dengan daging
yang bernama hati sanubari dan adalah hati yang bernama Latiful Rabbaniah ini yaitu yang mengetahui akan Allah Ta'ala
yang mendapat ia bagi barang yang tiada mendapat akan dia oleh khayal dan waham maka ada pun hati yang bernama
Latifatul Rabbaniah itu ia itulah Hakikat Insan dan yang di Qhitab (ditentukan) oleh Allah Ta'ala di dalam Alam Ruh
dengan katanya (+) Alastu Birabbikum (+) jawab Qolubala (+) dan adapun yang bernama Ruh Thobii namanya dan yaitu
seperti asap yang tempat ternyatanya darah yang hitam yang di dalam bathin daging dan terhembur dengan segala urat-
urat yang bergerak dan urat-urat yang memalu-malu di dalam segala suku-suku sekelian badan.
Yakni dimisalkan itu seperti cahaya pelita di dalam rumah karena terang segala penjuru yang di dalam rumah itu ialah
daripada cahaya pelita itunya jua.
.
Maka yang dikehendaki oleh segala ahli tholib dengan ithlak akandia itu akan Ruh Thobii itu Ruh Hawaini (++) dan
dengan dialah hidup sekalian haiwan ini dengan dia itu keluar masuk segala nafas dan dengan dialah kekal darah di
dalam sekalian badan dan apabila terbit Ruh Thobii itu daripada badan maka ia itu matilah sekalian badan dan putuslah
nafas dan hilanglah darahnya.
.
Adapun Latiful Rabbaniah yakni jisim yang halus maujud ia di dalam badan yang dibangsakan kepada perbuatan Tuhan
yaitu makna Haqiqat Hati dan adapun Ruh dan Qolbi itu kedua-duanya itu atau bilangan dengan makna yang satu yaitu
dinamakan AlLatifatulRabbaniah yang tersebut dahulu itu di datangkan kedua-duanya itu atas anuar yang satu pada hal
tiada berbeda dan tiada berlainannya pada ibarat makna yang pertama jua dan kepada makna yang kedua itu karena
haqiqat Ruh itu tiada mengetahui akan dia melainkan Allah Ta'ala ataupun orang yang diberi ilmu laduni namanya.
Wallahu A'lam.

HAKEKAT NUR

Hakikat kebesaran Nur Muhammad itu menghimpunkan Empat jenis Alam, Yaitu :
---------------
1. ALAM HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.
(Maksudnya : Hasut pada diri kita = Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang)
---------------
2. ALAM MALAKUT = Alam Ghaib bagi malaikat-malaikat
(Maksudnya : Malakut pada diri kita = Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan
sebagainya)
---------------
3. ALAM JABARUT = Alam Ghaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka
(Maksudnya : Jabarut pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)
---------------
4. ALAM LAHUT = Alam Gaibul ghaib kebesaran Nur Muhammad
(Maksudnya : Lahut pada diri kita = Batin tempat Rahsia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)
.
(Maksudnya lagi : 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran Wujud
diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil)
---------------
Hal ini menjadi berkah dan "Faidurrabbani" Yakni Kelebihan Bagi Tiap-Tiap Mukmin Yang Ahli Tahkik, Bahwa Mereka Itu
Adalah "Wada Syatul Ambiya" Yakni Mewarisi Kebenaran Batin Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul dan Mukmin Yang tahkik
Itulah Yang dinamakan Aulia Allah, Namun Kebanyakan Mukmin Itu Tidak Mengetahui Bahwa Dirinya Adalah Aulia Yang
Sebenarnya.

NUKILAN KITAB TAJALLI NUR MUHAMMAD

Penciptaan NUR MUHAMMAD berawal dari DZAT WAJIBAL WUJUD (Allah) yang masih Tersembunyi, Tidak Dikenal, Tidak
Diketahui, dan belum ada Yang Menyembah, DZAT WAJIBAL WUJUD (Allah) adalah sosok yang Menzahirkan DZAT-NYA
sendiri dan ketika itu belum ada sesuatu apapun
(waktu, masa, tempat, ruang, agyar)
hanya DIRINYA sendiri Tiada Yang lain,
Ketika itu DZAT WAJIBAL WUJUD (Allah) berfirman :
"AKU ADALAH BAGAI ISTANA YANG TERSEMBUNYI TIADA YANG MENGETAHUI DAN TIADA YANG
MENGENAL, MAKA AKU MEMBUAT SESUATU YANG LAIN AGAR AKU BISA DIKENAL"
dari FIRMAN ini ALLAH teringin MENCIPTAKAN sesuatu yang selain DIRINYA (kala itu Allah belum bernama Allah), maka
ALLAH BERTAJALLI dan terjadilah A'YAN KHORJIAH ketika itu ALLAH DZAT WAJIBAL WUJUD bernama AH
(alif,ha') lalu ALLAH BERTAJALLI lagi dan muncullah A'YAN TSABITAH, ketika itu ALLAH DZAT WAJIBAL WUJUD bernama
HU (ha',waw) kemudian ALLAH BERTAJALLI lagi dan Terciptalah NUR MUHAMMAD, ketika itu lah dia DZAT WAJIBAL
WUJUD bernama ALLAH.
Maka sekarang terciptalah sesuatu selain DIRINYA Yaitu RUANG, WAKTU, TEMPAT, dan MAKHLUK Yang baru tercipta
Yaitu NUR yang orang-orang sekarang menyebutnya NUR MUHAMMAD, kala itu NUR MUHAMMAD belumlah bernama
NUR MUHAMMAD.
ketika ALLAH hendak membuat DZAT yang selain DIRINYA untuk supaya DZAT baru tersebut mengenal ALLAH, maka
ALLAH mengambil segenggam dari NUR SIFAT JAMALNYA, lalu segenggam NUR SIFAT JAMALNYA itu di genggam dan
ALLAH berkata kepada segenggam NURNYA itu
"KUNI MUHAMMADAN" lalu terciptalah DZAT baru Yaitu NUR Yang bernama MUHAMMAD.
Di ALAM ZATUL BUHTI itu hanyalah ada dua DZAT saja Yaitu ALLAH dan NUR MUHAMMAD, keduanya serupa indah
namun tak sama, tak sama namun serupa, ketika NUR MUHAMMAD baru tercipta maka NUR MUHAMMAD terpukau
kagum dengan NUR DZAT yang ada didepannya itu Yaitu NUR DZATNYA ALLAH.
saking terpukaunya maka Nur Muhammad berkata:
"ALLAH HUMMA" itulah kata kata pertama Nur Muhammad sekaligus kata yang pertama sekali terucap oleh makhluk
yang paling pertama di alam raya.
NUR MUHAMMAD berkata
ALLAH HUMMA karena terpukau dengan keindahan NUR DZAT-NYA ALLAH Yang ada didepannya itu, karena NUR
MUHAMMAD merasa teramat sama NUR-NYA dengan NUR ALLAH Yang ada didepannya (Nur Allah)
.
Maka Nur Muhammad berkata :
"SIAPA TUHAN DAN SIAPA HAMBA?"
Maka ALLAH menjawab kata kata Nur Muhammad tadi :
"DIMANAPUN AKU SEMBUNYI MAKA KAU TAK AKAN DAPAT MENEMUKAN AKU TANPA
PETUNJUK-KU DAN DIMANAPUN KAU SEMBUNYI AKU AKAN TETAP MENEMUKANMU KARENA
KAU DARI AKU"
lalu Nur Muhammad menjawab:
"KAU TUHAN DAN AKU HAMBA"
lalu ALLAH berkata :
"AKU ADA KARENA KAU ADA DAN KAU ADA KARENA AKU ADA"
lalu ALLAH berkata :
DZOHIRU ROBBI WAL BATHINU ABDI
"yang telah zahir adalah tuhan dan yang masih bathin adalah hamba (muhammad)"
Dan Nur Muhammad menjawab:
ILLALLAH HU ALLAH HUWA RUHUM
"hanya Allah dialah Allah yang penyayang"
(itulah kalimah bathin nur muhammad)
lalu ALLAH berkata :
ALASTU BIROBBIKUM
"bukankah aku tuhanmu"?
lalu Nur Muhammad menjawab:
BALA WAROBBUNA LAILLAH HAILLALLAH
"iya kau tuhanku la ilaha illallah",
lalu Nur Muhammad bersaksi
HU DZATULLAH ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH
"dialah dzat Allah aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang maujud melainkan hanya Allah"
itulah yang memisahkan mana
NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD, dan ALLAH menjawab kesaksiannya
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH
"dan aku (Allah) bersaksi bahwa muhammad rasul Allah".
.
dari sinilah pertama kalinya ALLAH meresmikan bahwa Nur Muhammad adalah Rasul (itulah dua kalimah Syahadat diri
Nur Muhammad atau Syahadat Nur Muhammad.
kemudian Nur Muhammad mengucapkan :
"LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD WUJUDULLAH, LA ILAHA ILLALLAH NURI HAQQULLAH, LA ILAHA ILLALLAH
MUHAMMAD ASTAGFIRULLAH,
"KUN SHOLLI ALA MUHAMMAD"
(itulah 3 kalimah tauhid yang diucapkan nur muhammad lalu dilanjutkan dengan sholawat semula jadi nur muhammad
tadi, itulah induk dari segala sholawat yang effect nya memancarkan Aura Nur Muhammad