Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Kadar Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Terong (Solanum

melongena) / Tomat (Solanum lycopersicum) / Cabai (Capsicum frutescens) / Kangkung


(Ipomoea aquatic)
I. Tujuan
Agar siswa dapat mengetahui:
1) Pengaruh banyaknya pupuk organik yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman cabai/terong/tomat/kangkung agar tanaman tersebut tumbuh secara optimal.
2) Cara menanam tanaman dengan bahan organik tanpa menggunakan bahan kimia yang dapat
membahayakan kesehatan manusia.
3) Biaya penanaman dan perawatan serta biaya pemasukan atau hasil dari tanaman tersebut.
4) Siswa dapat terlatih mandiri, bekerja sama, dan membuka peluang usaha untuk mengisi
peluang agribisnis.
5) Siswa dapat berlatih diskusi dan membuat laporan yang benar.

II. Dasar Teori


1. Factor Internal dan Factor Eksternal yang memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversibel karna
adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut.
Selama pertumbuhan, terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat
diukur serta dinyatakan secara kuantitatif. Alat untuk mengukur pertumbuhan panjang suatu
tumbuhan disebut Auksanometer.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang
lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan
merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan.

Tahapan utama pertumbuhan dan perkembangan ada 3:


1) Perkembangan bakal biji dan bakal buah
2) Perkecambahan, terdiri dari epigeal dan hipogeal
3) Pertumbuhan
Pertumbuhan pada tumbuhan, dibedakan menjadi:
1) Pertumbuhan primer, terjadi akibat pembelahan sel-sel pada jaringan meristem primer
(ujung akar & batang)
2) Pertumbuhan sekunder, terjadi akibat aktivitas jaringan meristem sekunder (kambium
dan kambium gabus)
Faktor yang memengaruhi pertumbuhan danperkembangan dikelompokan menjadi 2, yaitu:
1) Faktor Internal:
a. Genetik → gen-gen mempengaruhi waktu dan kemampuan perkecambahan serta
pertumbuhan.
b. Hormon Pertumbuhan/Fisiologis → proses fungsional pada tingkat seluler akibat
hormon tumbuhan. Seperti auksin, giberelia, gas etilen, sitokinin, dan asam absisat,
kalin, dan asam traumalin.

2) Faktor Eksternal:
a. Suhu → suhu optimal (10 sd 38 derajat Celcius) pertumbuhan bergantung pada asal
wilayah jenis tumbuhan tersebut.
b. Cahaya matahari → merupakan bahan penting untuk Fotosintesis/menghasilkan
makanan bagi tumbuhan yang selanjutnya akan digunakan untuk pertumbuhan.
c. Air, pH, dan Oksigen → berkaitan dengan proses transportasi dan fotosintesis
tumbuhan.
d. Nutrisi → meliputi unsur makro (C, H, O, N, S, K, P, Ca, dan Mg) dan mikro (Cl, Fe, B,
Mn, Zn, Cu, dan Mo)

2. Pertanian Organik
Pertanian organic adalah system budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan
alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Beberapa tanaman Indonesia yang berpotensi
untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura yang meliputi tanaman
sayur, buah, bunga, dan tanaman obat (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll), tanaman
perkebunan (kopi, the, kelapa, dll), dan rempah rempah.
Pengolahan pertanian organic didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan
perlindungan.
• Prinsip kesehatan, adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan
peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan.
• Keadilan, pertanian organic harus memperhatikan keadilan baik antar manusia maupun
dengan makhluk hidup lain di lingkungan.
Untuk mencapai pertanian organic yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-
hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa
kini maupun pada masa depan.

3. Peluang Bisnis
Bisnis tanaman memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun
dengan bisnis pertanian organic yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Untuk
memulai bisnis pertanian organic ini tidak sulit. Bisa dimulai dengan mudah dengan modal yang
kecil. Anda dapat memulai bisnis pertanian organic di rumah.
a. Pelaku Bisnis Pertanian Organic
Bisnis pertanian organic ini bisa dan cocok oleh semua orang. Dengan kemauan dan minat
yang tinggi maka bisnis pertanian organic ini dapat anda jalankan dengan mudah.
b. Konsumen Bisnis Pertanian Organik
Konsumen pertanian organic cukup besar mulai dari ibu rumah tangga, rumah makan,
restoran, dan swalayan.
c. Jenis Tanaman Dalam Bisnis Pertanian Organic
Jenisnya mulai dari jenis sayuran, bumbu masakan, buah-buahan dan lainya.
d. Peralatan Bisnis Pertanian Organik
Peralatanya berupa sewa lahan, pompa air, alat NFT, tandon air, tray, net/jarring, pipa pvc,
timbangan, selang, timba, pisau dan gunting.
e. Lokasi Strategis Dalam Berjualan Pertanian Organic
Dapat dipasarkan ke pasar atau supermarket
f. Karyawan Bisnis Pertanian Organic
Karyawanya bisa menggunakan 1 orang dahulu dalam permulaan
g. Harga Jual Pertanian Organic
Patokan harga untuk pertanian organic dapat dibuat dalam hitungan per jenis sayuran atau
buah tergantung dari jenis pertanian organic yang dijual.
h. Keuntungan Dalam Menjalankan Bisnis Pertanian Organic
Keuntunganya yakni merupakan bahan makanan yang banyak dicari orang terutama untuk
menjaga kesehatan.

III. Alat Dan Bahan:


1. 9 Bibit Tanaman
2. 3 Planter Bag/pot
3. Tanah secukupnya
4. Pupuk organic secukupnya
5. Pupuk kandang secukupnya
6. 1 Ayakan
7. 1 Cangkul
8. 1 Cetok
9. 1 Palu
10. 1 Ember Kecil
11. 1 Papan kertas sampul dilaminating ukuran HVS dg tulisan:
Proyek Biologi Kelas XII MIPA…
DILARANG MENYENTUH APALAGI MEMETIK BAGIAN TANAMAN INI.
Ket: no 7 sd 11 bawa dari rumah.

IV. Cara Kerja:


1. Hancurkan tanah dengan palu.
2. Ayak tanah tersebut dengan ayakan.
3. Buat 3 variabel bebas dan tulis potnya (variable bebas,tanggal penanaman,kelompok dan
kelas) dengan type ex :
• Pot A= Tanah : pupuk organic = 3 : 1
• Pot B= Tanah : pupuk organic = 2 : 2
• Pot C= Tanah : pupuk organic = 1 : 3
4. Campurkan media pada planter bag/pot.
5. Tanam masing – masing planter bag/pot 3 bibit tanaman
6. Tempatkan di tempat yang terbuka, agak teduh. Seminggu kemudian pindah di depan Lab
Fisika.
7. Sirami setiap pagi (bisa ditambah dengan air sisa cucian beras masing –masing 1 botol air
mineral besar setiap minggu).
8. Amati setiap minggunya (ukur tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan jumlah buah
masing-masing planter bag serta tulis pengeluaran biaya dan pemasukannya).
9. Isi data pengamatan dan buat 3 laporan tertulis (untuk guru, untuk siswa dan arsip).
10. Diskusikan di depan kelas dengan benar (boleh lihat Youtube dulu).

V. Tabel Data Pengamatan


A. Tinggi Tanaman (cm)
N Variabel Minggu Ke- Rata-
O Bebas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata
1 A(3:1)
2 B(2:2)
3 C(1:3)

B. Jumlah Daun
N Variabel Minggu Ke- Rata-
O Bebas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata
1 A(3:1)
2 B(2:2)
3 C(1:3)

C. Warna Daun
N Variabel Minggu Ke- Rata-
O Bebas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata
1 A(3:1)
2 B(2:2)
3 C(1:3)

D. Hasil Panen/Jumlah buah


N Variabel Minggu Ke- Rata-
O Bebas Rata
1 A(3:1)
2 B(2:2)
3 C(1:3)

E. Pemasukan/Harga jual
N Variabel Minggu Ke- Rata-
O Bebas Rata
1 A(3:1)
2 B(2:2)
3 C(1:3)
VI. Daftar Pertanyaan:
1. Penanya dan pertanyan:

2. Penanya dan pertanyaan:

3. Penanya dan pertanyaan:

Jawaban:
1.

2.

3.

VII. Daftar Pustaka


1.
2.
3.
Nama Anggota dan nomor urut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kelas: SMA N 1 Kutowinangun
Tanggal Penanaman:
Tanggal Diskusi:
Lampiran Foto Tanaman (awal, tengah, akhir):
Nilai : praktikum + diskusi + laporan =
Tanda Tangan Guru:
Catatan:
1. Untung rugi:
No. Uraian Kredit Debet Saldo

2. Saran :
a.
b.