Anda di halaman 1dari 36

bemffums.blogspot.

com
MATERI KIMIA DASAR SEMESTER 1
Tahun Akademik 2015/2016

No. MAteri Pengampu


1 Pengantar Sifat dan Dasar Konsep Kimia
Modern
2 Stoikiometri I
3 Stoikiometri II
Dr. HARYOTO, M.Sc.
4 Ikatan kimia I
5 Ikatan Kimia II
6 Intermolecular forces
7 Termodinamika I dan Termokimia II
8 Kesetimbangan Kimia dalam fasa gas
9 Kesetimbangan asam basa
Dr. MUHTADI. M.Si.
10 Oksidasi reduksi
11 Larutan
12 Hasil kali kelarutan
LARUTAN
(HASILKALI KELARUTAN & SIFAT KOLIGATIF LARUTAN)
Pendahuluan
 Larutan = campuran homogen dari molekul, atom ataupun ion
dari dua zat atau lebih.
 Dalam bentuk gas : udara (N2, O2 dll)
 Dalam bentuk cairan (umumnya) : larutan gula, lar. H2SO4,
dsb.
 Dalam bentuk padatan :
-perunggu (tembaga & zink)
-emas perhiasan (emas & tembaga)
-amalgam gigi palsu (merkurium & perak).

2 (dua) komponen larutan :


1. Pelarut (solvent) => medium larutan (jumlah banyak).
2. Zat terlarut (solute) => ‘bahan’ yg terlarut (jumlah sedikit).
Mengapa zat melarut?
1. Adanya kecenderungan kuat dari setiap bahan, untuk saling
bercampur dg sejenis. Like dissolves like
zat non-polar larut dlm pelarut non-polar
senyawa kovalen polar atau ion larut ke dalam pelarut polar.
2. Adanya daya tarik-menarik antara partikel zat terlarut dg
pelarut sehingga membentuk agregat (gugusan) => solvasi
3. Adanya ikatan hidrogen antara zat terlarut dengan pelarut
dapat meningkatkan pelarutan. Contoh : gula dg air.
4. Adanya kemampuan pelarut untuk memisahkan ion positif
dan negatif dalam zat terlarut => tetapan dielektrik.
Makin besar tetapan dielektriknya, makin kuat memisahkan
ion-ion zat terlarut.
Hubungan kelarutan
 Gula + H2O larutan gula
 Bila kedua proses berada dalam kesetimbangan => larutan jenuh
Larutan jenuh :
Larutan yg mengandung zat terlarut dalam jumlah yg diperlukan
untuk adanya kesetimbangan antara zat terlarut yg larut dan yang
tak larut di dalam pelarut.
Kelarutan :
Banyaknya zat terlarut yang melarut dalam g/ 100 mL pelarut
pada temperatur tertentu.

Larutan tak jenuh (encer) & lewat jenuh


Efek temperatur pada kelarutan
 Azas Le Chatelier :
“Bila dilakukan suatu paksaan pada suatu sistem
kesetimbangan, sistem itu cenderung berubah
sedemikian untuk mengurangi akibat paksaan itu.”

KNO3 (s) + H2O (l) <==> KNO3 (aq) – a kkal (endoterm)


Jika sistem diberi pemanasan, maka pembentukan KNO3 (aq)
lebih disukai.

Ce2(SO4)3 (s) + H2O (l) <==> Ce2(SO4)3 (aq) + a kkal


Bila temperatur dinaikkan dalam sistem ini, maka pembentukan
kristal (s) zat terlarut lebih disukai.
Efek tekanan pada kelarutan
 Hukum Henry :
“Bobot suatu gas yang melarut dalam sejumlah tertentu
cairan berbanding lurus dengan tekanan yang dilakukan
oleh gas itu, yang berada dalam kesetimbangan.”

H2CO3 (g) <==> H2O + CO2 (g)


Jika tekanan CO2 bertambah, maka lebih banyak gas CO2
melarut ke dalam darah untuk menghasilkan H2CO3.

Jika karena suatu sebab, banyak H2CO3 berkurang, maka CO2,


dari cadangan besar dalam paru-paru akan melarut ke dalam
darah untuk memulihkan persediaan.
Menyatakan konsentrasi larutan
 Konsentrasi : merujuk ke bobot atau volume zat terlarut yang
berada dalam pelarut atau larutan.

Persen bobot (% w/w)


Persen volume (% v/v)
Fraksi mol (X)
Molalitas (m)
Molaritas (M)
Normalitas (N)
mol zat terlarut
Konsentrasi Molar (M) =
liter larutan
gr 1000
x
M r mL
mol zat terlarut
Konsentrasi Molal (M) = 1 kg pelarut
Konsentrasi gr 1000
x
Larutan M r massa pelarut (gr)
Fraksi mol ( XA ) = nA
-----------
nA + nB

Persentase Berat (%) = gram zat terlarut X 100%


gram larutan
Menyatakan konsentrasi larutan
 Molaritas (M)
Banyaknya mol zat terlarut per liter larutan.
Untuk membuat larutan 1 L natrium klorida 1 M (NaCl, BM=
58,5 g), diambil 58,5 g garam itu dalam labu takar 1 L dan
ditambahi air secukupnya hingga volumenya tepat 1 liter.

Contoh : Hitunglah molaritas suatu larutan yang dibuat dengan


melarutkan 4,0 g kalsium bromida, CaBr2 (BM = 200), dalam air
secukupnya untuk memperoleh 100 mL larutan.
Jawab: M = Mol zat terlarut
L larutan
= (4,0 g/200 g CaBr2/mol)
100 mL X (1 L/1000 mL)
= 0,20 ml/L = 0,2 M
Tetapan hasilkali kelarutan
AmBn (s) <==> m An+ + n Bm-

Ksp = [An+]m [Bm-]n

Contoh : PbCl2 (s) <==> Pb2+ + 2 Cl-


Ksp = [Pb2+] [Cl-]2

Ca3(PO4)2 (s) <==> 3 Ca2+ + 2 PO43-

Ksp = [Ca2+]3 [PO43-]2


Perhitungan tetapan hasilkali kelarutan
Contoh : Kelarutan kalsium fluorida, CaF2, ditentukan secara eksperimen
sebesar 0,015 g/L pada 25 oC. Hitunglah Ksp ?

Jawab : 1 mol CaF2 = 78,1 g


CaF2 (s) Ca2+ + 2F-
Maka kelarutan CaF2 : (1,5 X 10-2 g/L) X (1 mol/78,1 g) = 1,9 X 10-4 mol/L
Persamaan kesetimbangan kelarutannya :
CaF2 Ca2+ + 2 F-

1,9 X 10-4 mol/L 1,9 X 10-4 mol/L 3,8 X 10-4 mol/L

Ksp = [Ca2+][F-]2 = (1,9 X 10-4 mol/L) (3,8 X 10-4 mol/L)2

= 2,7 X 10-11
Hubungan antara S dengan Ksp

 Contoh :
Ca(OH)2 Ca2+ + 2OH-
Mula a - -
Yg larut S S 2S
Setimbang (a-S) S 2S

Ksp = [Ca2+][OH-]2
= S x (2S)2
= 4S3
 S=
3 Ksp / 4

 Untuk XaYb

S=
a b
Ksp
a b
a .b
 Untuk memperhitungkan apakah elektrolit
itu masih dapat larut ataukah mengendap
dalam suatu larutan.
 Qo = koefisien reaksi awal
= hasil kali konsentrasi ion-ion.
Qo < Ksp elektrolit : masih larut.
Qo = Ksp elektrolit : tepat jenuh.
Qo > Ksp elektrolit : lewat jenuh so elektrolit tsb
mulai mengendap.

Fungsi Harga Ksp


 Contoh :
Larutan jenuh AgCl
[Ag+][Cl-] = Ksp AgCl
Penambahan Ag+ menyebabkan
[Ag+][Cl-] > Ksp AgCl so AgCl mengendap

 Jadi :
◦ Penambahan ion yang sejenis akan
memperkecil kelarutan suatu elektrolit.
◦ Makin besar konsentrasi ion sejenisnya,
maka makin kecil kelarutan (S) elektrolit
tsb.

Pengaruh Ion Sejenis


 Contoh pada logam hidroksida
Zn(OH)2(s) Zn2+(aq) + 2OH-(aq)
Ksp = [Zn2+][OH-]2
pH asam ? [OH-] berkurang  Melarut
 CaF(s) Ca2+(aq) + 2F-(aq)
pH asam :
H3O+(aq) + F-(aq) HF(aq) + H2O
[F-] berkurang  Melarut

Pengaruh pH
Quiz : 15 menit
1. Tulislah rumus untuk tetapan hasilkali kelarutan, Ksp, untuk
masing-masing senyawa berikut : SrSO4, Al(OH)3, Sb2S3
2. Diketahui Ksp untuk Mg(OH)2 sebesar 1,8 X 10-11, hitunglah
kelarutan senyawa ini dalam g/L larutan.
3. Kelarutan Mg(OH)2 dalam 100 mL dihitung sebesar dihitung
sebesar 9,5 X 10-4 g. Berapakah kelarutannya dalam gram
per 100 mL larutan NaOH 0,5 M?
SIFAT KOLIGATIF
LARUTAN NONELEKTROLIT
Berdasarkan Penelitian Francois Marie Raoult ada 4
sifat koligatif larutan, yaitu :
1. Penurunan Tekanan Uap ( P )
Tekanan uap adalah tekanan yg ditimbulkan pada saat molekul – molekul
suatu cairan akan berubah menjadi molekul – molekul uapnya.

P = XB x P0
Keterangan :
XB = fraksi mol terlarut
P = penurunan tek. Uap
P0 = tek. Uap pelarut murni
2. Kenaikan Titik Didih ( Tb )
Ingat ketentuan berikut :
a. Suatu pelarut jk di + zat terlarut  titik didih akan naik
b. Besarnya kenaikan titik didih ~ konsentrasi molal ( m )
c. Tb = titik didih larutan – titik didih pelarut murni
d. Kb = tetapan kenaikan titik didih
Tb = m x Kb Dengan :
Mr = Mr zat terlarut
gr 1000 gr = massa zat terlarut
ΔTb : X X Kb P = massa zat pelarut
Mr p
3. Penurunan Titik Beku ( Tf )
Ingat ketentuan berikut :
a. Suatu pelarut jk di + zat terlarut  titik bekunya akan turun
b. Besarnya penurunan titik beku ~ konsentrasi molal ( m )
c. Tf = titik beku pelarut murni – titik beku larutan
d. Kf = tetapan penurunan titik beku
Tf = m x Kf
Dengan :
gr 1000
ΔTf :
Mr = Mr zat terlarut
X X Kf gr = massa zat terlarut
Mr p P = massa zat pelarut
Diagram fasa P – T yg menyatakan hubungan  P,  Tb dan  Tf

P(atm)
Padat
C’ C D D’

Cair

T Gas
A’ Tb
f
T(oC)
0oC 100oC
4. Tekanan Osmotik (  )
Osmosis adalah proses berpindahnya pelarut dari larutan yg lebih encer ke
larutan pekat melalui membran semipermeabel ( hanya dpt dilalui oleh pelarut.
Tekanan osmotik adalah tekanan yg diperlukan utk menghentikan aliran dari
pelarut murni ke dlm larutan
Alat yg digunakan utk mengukur besarnya tekanan osmotik adalah osmometer
Menurut Van’t Hoff besarnya tekanan osmotik utk larutan encer sebanding
dgn konsentrasi molar larutan tsb.

 = MRT
 = tek. Osmotik (atm)
gr 1
π: x x RT R = tetapan gas ideal ( 0,082)
Mr V T = suhu dlm Kelvin ( oC + 273 )
Contoh tekanan osmotik dlm kehidupan sehari – hari
1. Mengalirnya air dan larutan lain dari dlm tanah ke pucuk
pepohonan yg tinggi, hal itu disebabkan dlm sel tumbuh –
tumbuhan terjadi tekanan osmotik sebesar 40 - 50 atm
2. Larutan infus yg dimasukkan ke dlm tubuh melalui pembuluh
darah hrs bersifat isotonis ( tek. Osmotik sama ) dgn sel
darah. Apabila larutan infus bersifat hipertonis ( tek. Osmotik
tinggi ) dpt mengakibatkan krenasi, yaitu keluarnya air dari
sel darah. Jika itu terjadi maka sel akan menjadi rusak /
mengerut. Apabila infus bersifat hipotonis ( tek. Osmotik
rendah ) dpt mengakibatkan hemolisis, yaitu masuknya air ke
sel darah shg sel dpt pecah akibat terjadi penggelembungan
sel darah
Tabel Harga Tb, Kb, Tf dan Kf berbagai larutan
Pelarut Tb (oC) Kb (oC.m-1) Tf (oC) Kf (oC.m-1)

Air 100,00 0,52 0,00 1,86

Benzena 80,10 2,53 5,53 5,12

Kamper 207,42 5,61 179,8 39,7

Fenol 181,75 3,56 40,90 7,40

Nitro Benzena 210,80 5,24 5,7 7,00

Sumber : Parning.Kimia 3A.Yudhistira.2005


Soal :

1. Sebanyak 12 gr Urea ( Mr = 60 ) dilarutkan dlm 180 gr air


pada suhu 25oC. Pd suhu tsb tekanan uap jenuh air adalah
23,76 mmHg. Tentukan perubahan tekanan uap larutan ?
Diketahui : - massa urea = 12 gr - ot air = 25oC
- massa air = 180 gr - Po = 23,76 mmHg
Ditanya : Tekanan uap larutan ?
Jawab :

ΔP = Xair . Po
= 0,98 . 23,76
= 23,294 mmHg
2. Sebanyak 15 gram zat X ( nonelektrolit ) dilarutkan dlm 250
gram air. Larutan ini mendidih pd suhu 100,156oC. Kb air 0,52.
Tentukan massa molekul relatif ( Mr ) senyawa X tsb.
Diketahui : - massa zat X = 15 gr - ot lar. mendidih = 100,156oC
- massa air = 250 gr - Kb air = 0,52 oC/m
Ditanya : Mr senyawa X ?
Jawab :
SIFAT KOLIGATIF
LARUTAN ELEKTROLIT

Dari teori ion Svante August Arrhenius dikemukakan bahwa larutan


asam, basa ataupun garam termasuk larutan elektrolit.
Larutan elektrolit yaitu larutan yg dapat terionisasi atau terurai menjadi ion – ion.
Dan akibat peruraian itu maka dapat mengakibatkan
bertambahnya jumlah partikel
Untuk mengoreksi hukum agar sesuai utk larutan elektrolit, Jacobus
Henricus Van’t Hoff menerangkan bahwa hukum Roult harus dikalikan dengan
suatu faktor sebesar ( 1 + ( n – 1 )  ) atau diberi lambang i dan disebut faktor
Van’t Hoff
“Attention”
Jumlah mol zat terionisasi
n = jumlah ion =
 = derajad ionisasi Jumlah mol zat yg dilarutkan
Rumus Sifat Koligatif Larutan Elektrolit :

1. Penurunan Tekanan Uap ( P )


∆P = i . XB . Po
∆P = { 1 + ( n – 1 ) α } . XB . Po

2. Kenaikan Titik Didih ( Tb )


∆Tb = i . m . Kb
∆Tb = { 1 + ( n – 1 ) α } . m . Kb
3. Penurunan Titik Beku ( Tf )
∆Tf = i . m . Kf
∆Tf = { 1 + ( n – 1 ) α } . m . Kf
4. Tekanan Osmotik (  )
=i.M.R.T
={1+(n–1)α}.M.R.T
Jumlah ion beberapa senyawa

Ca2+
1. CaCl2 n=3
2Cl-
2H+
2. H2SO4 n=3
SO42-
Mg2+
3. MgSO4 n=4
SO42-
K+
4. KCl n=2
Cl-
Mg2+
5. Mg(OH)2 n=3
2OH-
Fe3+
6. FeCl3 n=4
3Cl-
Faktor Van’t Hoff beberapa
larutan
Harga i Batas
Elektrolit 0,100 0,05 0,01 0,005 teoritis
molal molal molal molal

NaCl 1,87 1,89 1,93 1,94 2


KCl 1,86 1,88 1,94 1,96 2
MgSO4 1,42 1,43 1,62 1,69 2
K2SO4 2,46 2,57 2,77 2,86 3
HCl 1,91 1,92 1,97 1,99 2
H2SO4 2,22 2,32 2,59 2,72 3
SOAL 1

Ibu membuat sayur asem menggunakan garam dapur sebanyak 5,85 gram. Dan
menggunakan air sebanyak 4 kg. Jika garam dapur terionisasi sempurna maka :
Tentukan : Titik didih larutan
Diketahui : NaCl = 5,85 gr H2O = 4 kg
Ditanya : Tb
Jawab :
gr 1.000 ΔTb : i . m . K b
NaCl = Na+ + Cl- m: X
n=1+1 Mr P ΔTb : 2 X 0,025 X 0,52
=2 5,85 1.000
i =1+(n–1) m: X ΔTb : 0,026
=1+(2–1)1
58,5 4.000
=2 m : 0,025 Tb larutan : 100,026o C
SOAL 2

Rudi melarutkan 17,4 gram K2SO4 ke dalam 250 gram air. Jika Kb
air = 0,52oC / molal. Kenaikan titik didih larutan tersebut adalah
.................... ( Ar K = 39 ; S = 32 dan O = 16
Diketahui : K2SO4 = 17,4 gr H2O = 250 gr
Ditanya : Tb
Jawab :
K2SO4 = 2K+ + SO42- m : gr X 1.000 ΔTb : i . m . K b
n=1+2 Mr P ΔTb : 3 X 0,4 X 0,52
=3 17,4 1.000
i =1+(n–1) m:
174
X
250 ΔTb : 0,624o C
=1+(3–1)1
m : 0,4
=3