Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN

RSUD Dr. SOEDIRMAN


Jl. Lingkar Selatan-Muktisari Kebumen Telp : (0287) 3873318
Fax : (0287) 385274, Email :rsud@kebumen.go.id Kode Pos. 54351

LAPORAN PERJALANAN DINAS


PELATIHAN MANAJEMEN INFORMASI DAN REKAM MEDIS (MIRM)
BERBASISKAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT (SNARS)
EDISI I

A. Pelaksana:
1. NILA AGUSTYANINGSIH
NIP. 19860802 201001 2 024
2. ERI YULIANI, A.Md.
NIP. 19960724 201903 2 007
B. Waktu Pelaksanaan:
Hari : Senin s.d Rabu
Tanggal :26 – 28 Agustus 2019
C. Tempat Pelaksaan: Hotel Sala View Surakarta
D. Laporan Kegiatan:
Notulensi Pelatihan MIRM Berbasis SNARS Edisi 1
1. Perlu adanya regulasi tentang penulisan tanggal dalam rekam medis agar
tetap konsisten dalam penulisannya.
2. Ringkasan pulang:
a. Pengisian ringkasan pulang/ resume medis/ discharge summary rekam
medis kertas serta RME boleh dituliskan orang lain selain DPJP
dengan catatan tetap yang bertanggungjawab DPJP (yang tanda
tangan DPJP).
b. Resume medis sebagai hak pasien harus diberikan kepada pasien.
c. Perlu diperhatikan lagi dalam penulisan diagnosis dalam resume medis
pasien. Lebih baik tidak disingkat demi menghindari kesalahpahaman
dan perbedaan persepsi
d. Tanda tangan pasien/ penanggung jawab pasien bukti edukasi boleh
dituliskan dalam formulir ringkasan pulang.
e. Apabila pasien APS/ meninggal di luar jam kerja DPJP, formulir tetap
dibuat oleh DPJP. Perlu diperhatikan bagaimana regulasi yang
mengaturnya.
f. Penulisan ringkasan pulang boleh dibuat oleh dokter lain asal ada
pendelegasian dan diinduk dengan regulasi yang mengatur tentang
pendelegasian tersebut
3. Perlu adanya regulasi dalam BPPRM terkait bahasa pengantar yang
digunakan untuk berkomunikasi dengan pasien
4. Dalam penulisan dosis, angka 0 di depan desimal harus dituliskan
sedangkan angka 0 di belakang desimal tidak perlu dituliskan.
5. Perhitungan APS coba dipersempit misalnya per DPJP, per diagnosis, dan
per kelas.
6. Perlu adanya informed consent rujukan.
7. Pengkodean/ pembedaan pasien dengan kasus tertentu tidak ada
regulasinya.
8. Perbaiki/ tambah regulasi yang mengatur tentang identifikasi pasien tidak
berindentitas serta cara regulasi yang mengatur pembenahannya.
9. Regulasi terkait Sensitive Health Information perlu dibuat.
a. Keturunan dan adobsi
b. Penggunaan dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu
c. Penyakit menular
d. Riwayat kehidupan dan seksual pasien
e. Kesehatan mental
10. Audit/ Review Rekam Medis untuk menghasilkan rekam medis yang
bermutu (AC2IR4A):
a. Accurate
b. Complete
c. Consistence
d. Informative
e. Rational
f. Relevan
g. Reasonable
h. Responsible
i. Accesible
11. Desain formulir:
a. Perlu dibuat tata naskah formulir sebagai acuan
b. Perlu dibuat manajemen/ inventarisasi formulir
c. Dengan mengkonsistenkan desain formulir akan mengurangi human
error
d. SK pemberlakuan dan pemberhentian formulir
e. Desain formulir surat keterangan sakit perlu ditinjau ulang dengan
memperhatikan privasi pasien
f. Formulir ringkas rawat jalan (summary list poliklinik) tidak ada kriteria/
ketentuan standar. Bisa disesuaikan dengan keadaan di rumah sakit
g. Tidak ada ketentuan yang mewajibkan menggunakan pembatas
formulir. Pembatas boleh digunakan dan tidak dilarang, sesuai regulasi
dan keadaan yang ada di rumah sakit
12. Laporan operasi boleh direkam. Transaksi elektronik dapat dilakukan
dengan rekaman transaksi lewat telefon (sah)
13. Kriteria pasien dianggap kompeten berdasarkan KUHP dan Permenkes no
290:
a. Lebih dari 21 tahun atau sudah pernah menikah
b. Sadar
c. Sehat akal
14. Singkatan dan simbol
a. Sosialisasi tidak harus dilakukan dengan misalnya rapat sosialisasi
dengan UMAN. Tetapi bisa dilakukan misal dengan pamflet yang
diletakkan di lorong rumah sakit atau di tempat tempat yang mudah
dilihat.
b. Singkatan standar www.bsn.go.id dalam kelompok informatika
kesehatan
c. Monitoring pelaksanaan penggunaan simbol singkatan bisa
dimasukkan dalam prioritas review rekam medis
15. Review rekam medis
a. Kuantitatif tidak menggunakan sampel, semua berkas direview
b. Kualitatif
1) Penentuan sampling dengan menentukan dulu prioritas
2) Populasi tidak harus selalu semua pasien
3) Pelaksanaan review setelah pasien pulang dan pasien masih
pelayanan

PELAPOR
1. NILA AGUSTYANINGSIH

NIP. 19860802 201001 2 024

2. ERI YULIANI

NIP. 19960724 201903 2 007