Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI

DINAMIKA KARDIOVASKULAR

Disusun oleh :
Kelompok 9
Devina Johanna Hartanto (41180244)
Clements Nicodhemus Garuda Nagara (41180309)
Christiana Shelly B. S (41180311)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
2019
AKTIVITAS 1

A. Tujuan
1. Memahami pengaruh radius pembuluh darah pada kecepatan aliran darah.
2. Memahami pengaturan radius pembuluh.
3. Memahami grafik radius pembuluh darah vs kecepatan aliran darah

B. Hasil Praktikum

Flow (ml/min) Radius (mm) Viscosity Length (mm) Pressure (mm Hg)
4.0 1.5 1.0 50 100
12.6 2.0 1.0 50 100
30.7 2.5 1.0 50 100
63.6 3.0 1.0 50 100
117.8 3.5 1.0 50 100
201.0 4.0 1.0 50 100
321.9 4.5 1.0 50 100
490.6 5.0 1.0 50 100
C. Pembahasan
Percobaan pada aktivitas 1 ini membuktikan bahwa radius pembuluh darah
mempengaruhi kecepatan aliran darah. Dilihat dari tabel hasil percobaan, semakin besar
radius pembuluh darah semakin tinggi juga kecepatan pada aliran darah. Hal tersebut
dikarenakan jika radius semakin besar maka tidak terdapat adanya hambatan untuk darah
lewat dan tidak akan terjadi turbulensi, jadi aliran darah pada pembuluh adalah aliran darah
laminar. Sedangkan tekanan yang diberikan ke aliran darah didapat dari kontraksi jantung,
sehingga darah dapat mengalir ke seluruh tubuh. Grafik yang dihasilkan dari percobaan
aktivitas 1 menunjukkan parabolik ke atas dan tidak mungkin linear, karena peningkatan
radius pembuluh berbanding lurus dengan kecepatan aliran darah. Sedangkan parabolik
yang dihasilkan karena adanya perubahan pada tekanan.

Penjelasan:
1. V/Q/F= Kecepatan aliran

(ml/min)
2. Delta P= Perubahan tekanan
(mmHg)
3. L= Panjang pembuluh (mm)
4. = koefisien Viskositas

AKTIVITAS 2
A. Tujuan
1. Memahami pengaruh viskositas darah pada kecepatan aliran darah
2. Menyebutkan komponen dalam darah yang berperan pada viskositas darah
3. Menjelaskan kondisi yang mungkin menyebabkan perubahan viskositas dalam darah
4. Memahami grafik viskositas vs aliran darah.

B. Hasil Praktikum

Flow Radius (mm) Viscosity Length (mm) Pressure (mm Hg)


(ml/min)
490.6 5.0 1.0 50 100
245.3 5.0 2.0 50 100
163.5 5.0 3.0 50 100
122.7 5.0 4.0 50 100
98.1 5.0 5.0 50 100
81.8 5.0 6.0 50 100
70.1 5.0 7.0 50 100
61.3 5.0 8.0 50 100

C. Pembahasan
Dalam percobaan aktivitas 2 ini membuktikan bahwa viskositas darah
mempengaruhi kecepatan aliran darah. Dilihat dari tabel hasil percobaan, semakin tinggi
viskositas darah semakin rendah kecepatan aliran darah. Jadi viskositas berbanding terbalik
dengan kecepatan aliran darah. Komponen pada darah yang mempengaruhi viskositas
darah adalah hematokrit/ eritrosit dan trombosit. Semakin besar persentase sel dalam darah,
artinya semakin besar hematokrit semakin banyak gesekan yang terjadi antara berbagai
lapisan darah, dan gesekan ini menentukan viskositas. Selain itu, suhu tubuh juga
mempengaruhi viskositas darah. Semakin tinggi suhu tubuh semakin rendah viskositas
darah, jadi hubungan antara suhu tubuh dengan viskositas berbanding terbalik. Dilihat dari
grafik hubungan viskositas dengan kecepatan aliran darah, akan terbentuk parabolik turun.
Tidak terbentuk grafik linear karena terdapat perbedaan tekanan, sehingga yang terbentuk
adalah grafik parabolik. Pada keadaan polisitemia, viskositas darah akan meningkat dan
aliran darah akan menurun.
AKTIVITAS 3

A. Tujuan

1. Memahami pengaruh Panjang pembuluh darah pada kecepatan aliran darah.


2. Menjelaskan kondisi yang dapt menyebabkan perubahan Panjang pembuluh darah pada
tubuh manusia.
3. Membandingkan efek perubahan Panjang pembuluh darah dengan efek perubahan radius
pembuluh darah pada kecepatan aliran darah.

B. Hasil praktikum

Flow (ml/min) Radius (mm) Viscosity Length Pressure (mm Hg)


(mm)
90.8 3.0 3.5 100
60.6 3.0 3.5 100
45.4 3.0 3.5 100
36.3 3.0 3.5 100
30.3 3.0 3.5 100
26.0 3.0 3.5 100
22.7 3.0 3.5 100

C. Pembahasan

Berdasarkan aktivitas 3 ini menunjukan bahwa Panjang pembuluh darah


mempengaruhi kecepatan aliran darah. Dilihat dari data hasil pengamatan dan grafik
semakin panjang pembuluhnya maka kecepatan aliran darah semakin berkurang.Hal ini
sesuai Hukum Poiseullie karena Panjang pembuluh darah dan kecepatan aliran darah
berbanding terbalik. Sehingga semakin panjang pembuluh darah semakin kecil/menurun
aliran darahnya dan sebaliknya semakin pendek pembuluh darah maka aliran darah akan
semakin cepat. Dalam penentuan kecepatan aliran darah, radius pembuluh lebih
berpengaruh daripada panjang pembuluh darah karena radius pembuluh darah dapat
berkontraksi dan berrelaksasi sehingga kecepatan aliran juga terpengaruh. Jika radiusnya
kecil maka kecepatan aliran juga kecil demikian sebaliknya. Namun Panjang pembuluh
darah kurang berpengaruh karna cenderung konstan setelah mengalami pertumbuhan.
Pada orang yang mengalami obesitas pasti terjadi penambahan berat badan
sehingga secara tidak langsung panjang pembuluh darah akan bertambah panjang,
kecepatan aliran darah semakin lambat berarti kecepatan penyampaian nutrisi bisa
terhambat sehingga dapat terjadi gangguan pada kardiovaskuler.

AKTIVITAS 4

A. Tujuan
1. Memahami pengaruh tekanan darah pada kecepatan aliran darah
2. Memahami struktur yang menimbulkan tekanan darah pada tubuh manusia
3. Membandingkan grafik tekanan darah vs aliran darah ketika radius, viskositas, dan
Panjang pembuluh berubah.

B. Hasil pengamatan
C. Pembahasan
Berdasarkan data pengamatan dan grafik mengenai hubungan tekanan darah terhadap kecepatan
aliran darah dapat diketahui bahwa tekanan darah berbanding lurus dengan kecepatan aliran darah.
Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung maka tekanannya juga akan semakin kuat
sehingga kecepatan aliran darah semakin tinggi (sesuai grafik yaitu semakin meningkat). Grafik
yang ada pada percobaan ini sama (sebanding) dengan grafik radius pembuluh terhadap aliran
darah yaitu kecepatan aliran darah mengalami peningkatan ketika radius maupun tekanannya
diperbesar. Namun sebaliknya grafik pada percobaan ini berbanding terbalik dengan grafik
Panjang pembuluh darah dan viskositas.
Perubahan tekanan darah yang terjadi bukanlah cara terbaik untuk mengontrol aliran darah karena
ketika tekanan darah (systole) tinggi pembuluh darah akan ruptur dan akan menganggu jalannya
sistem peredaran darah. Sebaliknya ketika tekanan darah (diastole) tinggi jantung harus bekerja
lebih keras sehingga dapat memompa darah keluar dari ventrikel.
Peningkatan laju aliran darah pada percobaan ini rata-rata adalah 1,4 ml/min/Hg. Penghitungan ini
didapat sebagai berikut :
Selisih kecepatan alirah darah : selisih tekanan darah
= (70,1-35) : (50-25)
= 35,1 : 25
= 1,4 ml/min/Hg

Aktivitas 5

A. Tujuan
 Memahami istilah sistolik dan diastolik
 Memprediksi pengaruh perubahan radius pembuluh darah pada kecepatan aliran
darah
 Mempresiksi pengaruh perubahan radius pembuluh darah pada frekuensi denyut
jantung
 Mengamati mekanisme kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah

B. Hasil Percobaan
C. Pembahasan
Pada aktivitas ini terdapat tiga pompa. Pompa bagian kiri menggambarkan paru-paru
(peredaran pulmonalis), pompa bagian tengah menggambarkan jantung bagian kiri,
sedangkan pompa bagian kanan menggambarkan peredaran darah seluruh tubuh (sistemik).
Peredaran darah sistemik mengalir dari atrium dan ventrikel kiri kemudian menuju ke
seluruh tubuh membawa darah kaya akan oksigen melalui aorta kemudian kembali ke
jantung membawa darah kaya akan karbondioksida melalui vena cava superior dan
inferior. Sedangkan peredaran darah pulmonalis mengalirkan darah yang kaya akan
karbondioksida dari atrium kanan ke ventrikel kanan kemudian menuju paru-paru menuju
katup pulmonalis melalui pembuluh vena pulmonalis yang nanti akan kembali ke jantung
dengan membawa darah yang kaya akan oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis.
Peredaran darah sistemik dan pulmonalis saling berkaitan dan bergantung pada kekuatan
kerja dari jantung. Dari tabel dan grafik hasil percobaan, dapat dilihat bahwa
menurun/meningkatnya radius tabung bagian kanan (peredaran seluruh tubuh) itu
memengaruhi kecepatan aliran darah, resistan/tahanan, dan pump rate. Berdasarkan
Hukum Poiseuille, radius pembuluh darah berbanding lurus dengan kecepatan aliran darah
dan pump rate/pompa jantung sehingga semakin radius pembuluh darahnya meningkat,
maka kecepatan aliran darah juga akan meningkat. Dengan begitu, pompa jantung akan
meningkat dan bekerja lebih keras lagi. Namun, resistan/tahanan berbanding terbalik
dengan radius pembuluh darah, yang berarti bahwa semakin radius pembuluh darahnya
meningkat, semakin menurun tahanannya. Masuknya darah ke jantung juga akan
memengaruhi tekanan darah di tubuh. Ketika banyak darah yang masuk ke jantung, maka
jantung akan memompa darah lebih keras sehingga mengakibatkan tekanan dari darah
meningkat juga.

AKTIVITAS 6

A. Tujuan
 Memahami efek perubahan venous return pada stroke volume
 Menjelaskan perubahan stroke volume
 Menjelaskan hukum Frank-Starling jantung
 Mendefinisikan preload, kontraktilitas, dan afterload
 Membedakan antara kontrol intrinsik dan ekstrinsik dari kontraktilitas jantung
 Mengeksplorasi peranan frekuensi denyut jantung dan stroke volume pada cardiac
output dan aliran darah
B. Hasil Percobaan
C. Pembahasan
Semakin kuat otot jantung bekerja, maka semakin kuat juga kontraksinya. Kontraktilitas
dari otot jantung juga dipengaruhi oleh stroke volume jantung. Semakin banyak darah yang
mengisi jantung pada saat diastol, maka semakin besar kekuatan kontraksi jantung pada saat
sistol (Hukum Frank-Starling). Pompa jantung meningkat pada saat stroke volume meningkat.
Hal ini disebabkan karena stroke volume memengaruhi tekanan darah dan volume darah yang
dipompa per menit dari jantung (cardiac output). Ketika stroke volume meningkat, maka
cardiac output dan juga tekanan darah akan menurun. Faktor intrinsik yang mengontrol stroke
volume adalah preload, kontraktilitas, dan afterload. Preload ditentukan oleh volume darah
pada ventrikel pada akhir diastolik, sedangkan kontraktilitas dipengaruhi oleh obat – obatan,
epineprin, usia, dan afterload dipengaruhi oleh tegangan serta ketebalan dinding ventrikel.
Preload merupakan derajat peregangan serabut miokardium pada akhir pengisian ventrikel.
Semakin banyak darah yang masuk ke jantung, maka semakin banyak juga yang akan
dikeluarkan dari jantung. Kontraktilitas adalah kekuatan kontraksi serat otot jantung. Afterload
adalah besarnya tegangan dinding ventrikel saat memompa darah pada keadaan sistolik.
DAFTAR PUSTAKA

thel, #loane. 200$. Anato%i dan &isiolgi . Jakarta : !"


LAMPIRAN WORKPLAN