Anda di halaman 1dari 10

TEORI RISIKO DAN PENDAPATAN

Disusun Oleh:

1. Nadia Rachma Dwiyanti (18013010172)


2. Audrey Fryda Roselind (18013010176)
3. Dimas Aufa Moerrin (18013010187)
4. Kartika Budiharto (18013010205)
5. Norma Riza Umami Sarwono (18013010232)
6. Achmad Zulham Alfandi (18013010242)

Dosen Pembimbing:
Drs. Ec. Muslimin. Msi.

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA


TIMUR

2019
3.1 KONSEP PENDAPATAN DAN RISIKO INVESTASI
Ketika investor dihadapkan dengan bebrapa alternative investasi yang
memiliki ukuran berbeda-beda, maka untuk mengetahui investasi mana yang lebih
menguntungkan investor akan kesulitan jika dengan membandingkan pendapatan
dalam satuan rupiah. Hal ini karena investasi yang besar pasti menghasilkan
pendapatan dalam satuan rupiah yang lebih besar daripada investasi yang kecil,
namun tidak berarti investasi yang lebih besar lebih menguntungkan daripada
investasi yang kecil. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka pendapatan
suatu investasi perlu diukur secara relative atau persentase.
Investor melakukan investasi dalam jangka waktu yang berbeda-beda,
tergantung dari jenis investasinya atau motivasi investor dalam melakukan investasi.
Pendapatan investasi dalam kaitannya dengan jangka waktu investasi dikenal dengan
holding period return. Holding period return dapat dihitung harian, mingguan,
bulanan, kwartalan, dan sebagainya.
Kerangka analisi risiko dan tingkat pendapatan sangat penting bagi seorang
investor yang melakukan investasi. Dalam investasi berlaku prinsip bahwa semakin
tinggi risiko, semakin besar tingkat pendapatan yang diharapkan. Tanpa mengetahui
ukuran risiko, maka akan sangat sulit menentukan tingkat keuntungan yang
diharapkan dari suatu investasi atau portofolio.
3.2 PENDAPATAN YANG DIHARAPKAN (EXPECTED RETURN) UNTUK
INVESTASI TUNGGAL
Expect return adalah besarnya hasil yang diharapkan diperoleh dari suatu
investasi pada berbagai kemungkinan kondisi yang terjadi selama investasi dilakukan.
Besarnya pendapatan dapat diketahui dengan beberapa pendekatan, tergantung
dengan informasi yang tersedia terkait dengan investasi yang dilakukan.
3.2.1 Pendapatan Rata-Rata Hitung (Arithmetic Average Return)
Menunjukan pendapatan yang diperoleh secara rata-rata per-periode
tertentu sela beberapa periode.
Rumus arithmetic average return:

Pendekatan ini digunakan dengan asumsi probabilitas terjadinya suatu


kejadian tidak diketahui atau probabilitas suatu kejadian dianggap sama, yaitu
1/N.
Apabila informasi probabilitas terjadinya suatu kejadian diketahui,
maka pendapatan yang diharapkan dapat dihitung dengan rumus berikut:

3.2.2 Pendapatan Rata-Rata Geometrik (Geometric Average Return)


Merupakan pendapatan rata-rata majemuk yang diperoleh per periode
tertentu selama beberapa periode.
Rumus geometric average return:

3.3 RISIKO (RISK) INVESTASI TUNGGAL


Risiko suatu investasi diartikan sebagai variabilitas hasil investasi yang
sesungguhnya terhadap hasil investasi yang diharapkan. Besar kecilnya risiko
investasi tunggal dapat diukur dengan varians atau standar deviasi:
 Varians:

 Standar Deviasi

3.3.1 Sikap Investor terhadap Risiko


Keberanian seorang investor dalam menanggung risiko dapat
dibedakan menjadi:
a. Risk seeker¸ yaitu sikap seorang investor yang berani mengambil
risiko.
b. Indifferent to risk, yaitu sikap seorang investor yang tidak peduli
terhadap risiko.
c. Risk averter, yaitu sikap seorang investor yang menghindari risiko.

3.3.2 Expected Return-Risk Indifference Curve


Indifference curve ini menggambarkan risk-return trade off bagi
seorang investor yang menghindari risiko. Dengan kata lain, seorang investor
yang berada di sepanjang satu kurva indifference akan memperoleh kepuasan
yang sama atau utility yang sama. Investor yang berada di kurva II memiliki
tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada investor yang berada di kurva I,
karena investor yang berada pada kurva II bisa memperoleh pendapatan yang
diharapkan lebih tinggi pada tingkat resiko yang sama.
Nilai utility dapat dihitung dengan rumus: U = E(R) – 0,005 A𝜎2
Keterangan:
U = Utility value
A = investor’s coefficient risk aversion (semakin menghindari risiko
nilai A semakin besar dan bagi investor yang netral terhadap
risiko nilai A=0)
0,005 = scalling convention
3.4 PENDAPATAN YANG DIHARAPKAN (EXPECTED RETURN) UNTUK
PORTOFOLIO
Merupakan sekumpulan revisi yang memmpunyai keunggulan karena bisa
mengurangi risiko dengan jalan diverisifikasi yang berkaitan dengan jenis investasi,
industri, usaha dan tempat investasi.
3.4.1 Expect Return Portofolio

Ada 2 macam pendapatan yang diharapkan dari portofolio ini yaitu


saham perusahaan baja dan saham yang secara sistematik dapat dirumuskan
menjadi :

E(Rp) = W x E (Rs) + (1 –W) x E (Rc)


Ket : W adalah proporsi dana yang diinvestasikan pada saham
perusahaan baja

3.5 RISIKO UNTUK PORTOFOLIO


Besarnya risiko portofolio ditentukan oleh besarnya risiko dari masing-masing
aktiva yang membentuk portofolio dan covariance atau korelasi antara aktiva-aktiva
yang membentuk portofolio. Besar kecilnya risiko portofolio diukur dengan varians
atau standar deviasi dari pendapatan portofolio.
a. Variance Portofolio:

b. Standar Deviasi Portofolio:

𝜎(Rp) = √𝑉𝑎𝑟 (Rp)


3.6 HIMPUNAN PORTOFOLIO DAN HIMPUNAN PORTOFOLIO YANG
EFISIEN
Pembahasan portofolio akan diawali dengan penjelasan mengenai definisi dan
pengertian korelasi dan kovarians. Korelasi antara dua variabel, yaitu variabel x dan y
dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Nilai koefisien korelasi berkisar antara +1 dan -1. Dengan demikian, jika:
𝜌xy = +1, berarti korelasi antara x dan y positif sempurna.
\ 𝜌xy = 0, berarti tidak ada korelasi antara x dan y.
𝜌xy = -1, berarti korelasi antara x dan y negatif sempurna
3.6.1 Himpunan Portofolio yang Terdiri dari Aktiva Berisiko

Garis AC, yang dimulai dari titik A disebut himpunan portofolio yang
efisien, yaitu portofolio-portofolio yang mempunyai pendapatan diharapkan
paling tinggi pada tingkat resiko tertentu. Himpunan yang berada pada daerah
yang diarsir merupakan portofolio yang tidak efisien.
3.6.2 Optimal Choice: The Individual’s Point of View
Portofolio mana yang akan dipilih investor sangat tergantung pada
preferensi investor terhadap risiko. Jika ada pasar modal, investor tidak hanya
memutuskan berapa banyak kekayaan yang akan diinvestasikan pada
kombinasi alternative investasi yang berisiko, investor juga mempunyai
peluang untuk meminjam atau meminjamkan.
3.7 KESEIMBANGAN PASAR
3.7.1 The Capital Market Line (CML)
Himpunan peluang portofolio hanya terdiri dari aktiva yang berisiko.
Tidak ada peluang bagi investor untuk melakukan pertukaran diantara investor
dengan meminjam atau dipinjamkan
3.7.2 The Opportunity Set with One Risky and One Riskless Asset
Pendapatan suatu portofolio terdiri dari a% investasi pada aktiva X
yang berisiko dan (1-a) investasi pada aktiva yang tidak berisiko dapat
dihitung dengan cara :

Rp = aX + (1-a) Rf

Pendapatan yang diharapkan dari portofolio :

E(Rp) = a E(X) + (1-a) Rf

Standar devisi dari pendapatan portofolio :

δ (Rp) = a δ (x)

3.7.3 Pricing Inefficient Portofolios

CML hanya menjelaskan bagaimana mengevaluasi kombinasi risiko


dan pendapatan dari portofolio pasar dan aset bebas risiko. Garis CML adalah
kombinasi risiko dan pendapatan dari portofolio pasar dan aset bebas risiko.

3.8 DIVERSIFIKASI INVESTASI


Penelitian yang dilakukan oleh Wagner dan Lau (1971) dapat menunjukkan
pengaruh diversifikasi terhadap risiko portofolio. Pada hasil penelitian tersebut
tambak bahwa semakin banyak jumlah saham dalam suatu portofolio, standar deviasi
pendapatan portofolio (risiko) semakin berkurang, tetapi dengan tingkat pengurangan
yang semakin kecil. Di samping itu juga tampak bahwa dengan semakin banyaknya
saham yang membentuk portofolio korelasi dengan pendapatan pasar semakin tinggi.
Hal ini karena semakin banyak banyak saham dalam portofolio, maka portofolio
tersebut merepresentasikan saham-saham yang ada di pasar. Data tersebut juga
menunjukkan sekalipun proses diversifikasi dilakukan dengan baik, sejumlah risiko
ternyata tidak dapat didiversifikasi.
Tampak bahwa risiko total portofolio dibagi menjadi dua, yaitu risiko tidak
sistematik dan risiko sistematik. Risiko tidak sistematik adalah bagian dari risiko total
yang dapat dikurangi dengan jalan diversifikasi. Risiko ini timbul karena faktor-faktor
internal perusahaan atau industri yang hanya berpengaruh terhadap perusahaan atau
industri tertentu. Risiko sistematik adalah bagian dari risiko total yang tidak dapat
dikurangi dengan versifikasi. Risiko ini timbul karena faktor-faktor eksternal
perusahaan atau industri dan hanya berpengaruh terhadap semua perusahaan atau
industri.
3.8.1 Pengukuran Risiko Tidak Sistematik dan Risiko Sistematik
Pengaruh pendapatan pasar terhadap saham dapat diukur dengan
menggunakan single index market model, sebagai berikut:
Rit = a + 𝛽(RM)t + 𝜀it
Keterangan:
Rit = pendapatan saham pada tahun x
a = konstanta
𝛽 = koefisien regresi yang mengukur pengaruh pendapatan pasar
terhadap pendapatan saham
Rmt = pendapatan pasar tahun x
𝜀it = random error, yang menunjukkan variabilitas pendapatan saham
yang tidak dapat dijelaskan oleh variabilitas pendapatan pasar.
Besarnya pendapatan saham tergantung pada besarnya capital gain dan
deviden. Pendapatan saham dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Rit = Pit – Pit-1 + dit
Pit-1
Keterangan:
Rit = pendapatan saham i pada periode t
Pit = harga saham i pada periode t
Rit-1 = harga saham i pada periode t-1
dit = dividen saham i pada periode t
Berdasarkan persamaan single index market model, menunjukkan
bahwa terdapat hubungan yang linear antara pendapatan saham i dengan
pendapatan pasar. Secara umum berarti varians Rit adalah sama dengan varians
portofolio yang terdiri atas dua asset yang beresiko
Pendekatan CML hanya memungkinkan untuk menjelaskan hubungan
antara expected return dan risiko dari semua portofolio yang berada di
sepanjang CML, yang dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:

3.9 CAPM DAN SECURITY MARKET LINE (SML)


Sumbangan terpenting model CAPM adalah pengukuran risiko dari surat-surat
berharga yang konsisten dengan teori portofolio. Menurut CAMP koefisien 𝛽(beta)
merupakan ukuran dari risiko sistematik. Berdasarkan CAMP, Security Market Line
(SML)dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:

3.9.1 Perbandingan CML dengan SML


Sebagaimana telah dikemukakan, pendekatan CML hanya bisa
dipergunakan untuk menjelaskan hubungan antara risiko dengan pendapatan
yang diharapkan bagi surat berharga yang efisien saja. Dengan menggunakan
pendekatan CAMP dapat dijelaskan hubungan antara risiko dengan
pendapatan yang diharapkan bagi portofolio yang tidak efisien.
3.10 APLIKASI CAPITAL ASSETS PRICING MODEL
3.10.1 Menghitung Risiko Sistematik Portofolio
Salah satu manfaat dari CAMP adalah untuk menghitung beta
portofolio dari surat-surat berharga atau asset, yang merupakan rata-rata
tertimbang beta masing-masing surat berharga.

3.10.2 Menghitung Tingkat Pendapatan yang Disyaratkan dari Surat Berharga


Persamaan SML menunjukkan bahwa pendapatan yang diharapkan
dari suatu surat berharga atau investasi individual adalah sama dengan suku
bunga bebas risiko ditambah dengan premi risiko. Pendekatan CAMP dan
SML, menunjukkan bahwa premi risiko sama dengan [E(Rm) – Rf] 𝛽 j
3.10.3 Menghitung Biaya Modal Saham
Dengan menggunakan pendekatan CAMP dapat dihitung besarnya
biaya modal saham degan rumus:
E(Rj) = k2 = Rj + [E(Rm) – Rj] 𝛽j

Anda mungkin juga menyukai