Anda di halaman 1dari 7
TUGAS MEMBUAT LKPD Disusun Untuk Memenuhi Tugas Daring PPP Kelas 3 Bidang Study Fikih Instruktur
TUGAS MEMBUAT LKPD
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Daring
PPP Kelas 3 Bidang Study Fikih
Instruktur :
SUPARWOTO SAPTO WAHONO, M.Pd.
MOCHAMMAD ZAKA ARDIANSYAH, M.Pd.I
Oleh :
AHMAD FAWAID, S.Pd.I
NUPTK : 6740768669110012
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
TAHUN 2019

Instructions

TUGAS MEMBUAT LKPD

2.4. Unggah Draft LKPD

Buat LKPD untuk memfasilitasi siswa Anda belajar lebih dalam

Penyelesaian:

TERLAMPIR

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LK PD-1

Kegiatan Menyimak

Topik: SUCIKANLAH LAHIR DAN BATINMU, GAPAILAH CINTA TUHAN-MU Tujuan:

1. Peserta didik dapat memahami pengertian Thaharah

2. Peserta didik dapat menyebutkan alat alat Thaharah

3. Peserta didik dapat menjelaskan tata cara Thaharah

4. Peserta didik dapat menunjukkan penggati wudhu’

5. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Thaharah

BACAAN

1. Pengertian Thaharah

Thaharah menurut bahasa berarti bersuci. Menurut syara’ atau istilah adalah membersihkan diri, pakaian,

tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam.

Thaharah atau bersuci adalah syarat wajib yang harus dilakukan dalam beberapa macam ibadah. Seperti dalam QS Al-maidah ayat 6:

Thaharah atau bersuci menurut pembagiannya dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :

a. Bersuci lahiriah

Beberapa contoh yang bersifat lahiriah adalah membersihkan diri, tempat tinggal dan lingkungan dari segala bentuk kotoran, hadas dan najis. Membersihkan diri dari najis adalah membersihkan badan, pakaian atau tempat yang didiami dari kotoran sampai hilang rasa, bau dan warnanya.

b. Bersuci batiniah

Bersuci batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan perbuatan maksiat seperti iri, dengki, takabur dan lain-lain. Cara membersihkannya dengan taubatan nashuha yaitu memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Dialog

2.

Allah selalu memudahkan hambanya dalam melakukan sesuatu. Untuk bersuci misalnya, kita tidak hanya bisa menggunakan air, tetapi kita juga bisa menggunakan tanah, batu, kayu dan benda-benda padat lain yang suci untuk menggantikan air jika tidak ditemukan.

Dalam bersuci menggunakan air, kita juga harus memperhatikan air yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk bersuci.

Macam-macam Alat Thaharah

Gempa bumi disebabkan karena di dalam bumi kita sangat panas

3. Macam-macam air

Air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah

1. Air mutlak yaitu air yang suci dan mensucikan, yaitu air :

Air hujan

Air sumur

Air laut

Air salju

Air embun

Air sungai

Air danau/ telaga

Air yang suci tetapi tidak dapat mensucikan, yaitu air yang halal untuk diminum tapi tidak dapat digunakan untuk bersuci seperti air teh, kopi, sirup, air kelapa.

Air musyammas yaitu air yang terjemur oleh matahari dalam bejana selain emas dan perak. Air ini makruh digunakan untuk bersuci.

Air mustakmal yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci. Air ini tidak boleh digunakan untuk bersuci walaupun tidak berubah rasa, bau maupun warnanya

Air mutanajis yaitu air yang sudah terkena najis. Baik yang sudah berubah rasa, warna dan baunya maupun yang tidak berubah dalam jumlah yang sedikit yaitu kurang dari dua kullah (270 liter menurut ulama kontemporer).

4. Cara-cara Thaharah

Ada berbagai cara dalam bersuci yaitu bersuci dengan air seperti berwudhu dan mandi junub atau mandi wajib. Ada juga bersuci dengan menggunakan debu, tanah yaitu dengan bertayamum. Dan bisa juga menggunakan air, tanah, batu dan kayu (tissue atau kertas itu masuk kategori kayu) yaitu dengan beristinja.

Pengertian Hadast Kecil Menurut bahasa artinya perkara yang baru sedangkan menurut istilah syara’ hadast adalah keadaan seseorang yang dianggap tidak suci menurut agama. Orang yang sedang berhadats berarti orang tersebut tidak suci walaupun bersih. Orang yang akan mengerjakan Sholat maka dia harus berwudhu terlebih dahulu apabila berhadats kecil, dan harus mandi apabila berhadats besar. Sedangkan yang disebut dengan hadats kecil adalah hadats yang cara mensucikannya dengan berwudhu dan tayamum.

Adapun yang termasuk hadats kecil adalah sebagai berikut:

1. Hilang akal atau hilang kesadarannya, seperti: tidur, gila, dan pingsan.

2. Keluarnya sesuatu dari dua jalan yaitu qubul dan dubur, baik berupa benda padat, cair, gas.

3. Dengan sengaja bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang sudah baligh dan bukan mahram, tanpa batas yang menghalangi antara kulit dengan kulit tersebut.

4. Menyentuh kemaluan sendiri atau orang lain dengan jari atau telapak tangan tanpa alas.

bersih atau indah. Sedangkan menurut istilah syara’ wudhu adalah membersihkan dan menyucikan anggota- anggota wudhu untuk dihilangkan hadats kecil.

Wudhu wajib dikerjakan bagi seseorang yang akan mengerjakan sholat, sebab wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat.

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.

1. Syarat Wudhu

Islam Tidak dianggap sah wudhunya orang-orang yang tidak beragama Islam (kafir).

Mumayiz

Orang yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk dari pekerjaan yang dilakukan.

Air yang digunakan harus air yang suci dan mensucikan atau air mutlak.

Tidak berhadats besar. Jika seseorang sedang berhadats besar terlebih dahulu harus disucikan dengan mandi besar.

Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit anggota wudhu.

1. Rukun Wudhu

Niat

Niat merupakan gerak hati sengaja untuk melaksanakan wudhu, untuk menghilangkan hadats kecil yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT.

Berniat bila diucapkan sebagai berikut:

َ

ى ل َ عَت ِلِلهِ اضَ

رْ َف رَغصْ

ِ

لْا َْ

ثِ

َد ح

َ

ْ ْ

لا ِ ف

ع رِل ءوْضُ

َ

َ

و

ُ

ْ

لا تُ يْ وَن

َ

Artinya: aku niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah.

Membasuh muka

Membasuh muka yaitu mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ujung dagu hingga batas antara dua telinga.

Membasuh kedua tangan sampai siku.

Mengusap kepala dari depan ke belakang dan kembali ke depan lagi.

Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Tertib yaitu menerbitkan urutan amalan wudhu sesuai urutan yang ditentukan oleh Allah SWT pada surat Al Maidah ayat 6.

Sunnah Wudhu

Selain rukun wudhu, ada yang sebaiknya dilaksanakan pada saat wudhu yaitu amalan yang menambah bagusnya serta lengkapnya wudhu yang disebut sunnah wudhu.

Sesudah membaca bacaan di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

I.

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan uraian singkat dan jelas!

1.

Jelaskan pengertian thaharah secara istilah!

2.

Sebutkan macam-macam air yang kamu ketahui!

3.

Sebutkan yang termasuk hadats kecil!

4.

Kapan tayamum diperbolehkan?

5.

Jelaskan pengertian hadats besar!

D. Tempat Pengerjaan

(bila

tempat ini kurang mencukupi, pengerjaan bisa di kertas terpisah).

LKPD ( Lembar Kerja Peserta Didik )

Satuan Pendidikan

: MTs. Nurul Falah

Mata Pelajaran

: Fiqih

Kelas/ Semester

: VII/Ganjil

Materi Pokok

: Thaharah

A.

B.

Petunjuk Belajar

1. Cermati rangkuman materi

2. Kerjakan soal secara mandiri

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

NO

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1

Meyakini pentingnya bersuci sebagai

Menunjukkan keyakinan pentingnya

syarat melaksanakan ibadah

bersuci dalam realitas kehidupan sehari-

hari

2

Membiasakan diri bersuci dari hadats

Menunjukkan sikap berhati-hati dan selalu

dan najis

menjaga kebersihan

3

Memahami hadats dan najis dan tata

Menjelaskan pengertian bersuci ( thaharah )

cara menyucikan

dan klasifikasinya

Menyebutkan macam-macam air dan

hukumnya untuk bersuci

C.

1.

2.

3.

4.

D.

Thoharaoh

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menunjukkan pentingnya bersuci dalam realitas kehidupan sehari-hari

Peserta didik dapat menunjukkan sikap berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian bersuci ( thoharo h ) dan klasifikasinya

Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam air dan hukumnya untuk bersuci

Informasi Pendukung

1. Pengertian Thoharoh

Thoharoh dalam fiqih Islam adalah salah satu cara untuk membersihkan atau mensucikan

diri dari hadats dan najis, baik berupa hadats besar maupun hadats kecil. Menurut syara’,

thoharoh adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan

hadats menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat Islam.

2. Macam-macam Air

Dilihat dari sah dan tidaknya apabila dipakai untuk bersuci, air dapat dibedakan menjadi

lima macam, yaitu:

a. Air Mutlak

- air laut

- air sumur

 

-

air sungai

-

air es

-

air embun

-

air mata air

-

air salju

b.

Air Mutanajis

c.

Air Thahir Ghairu Muthahir

d.

Air Musta’mal

e.

Air Musyammas

E.

Soal Setelah mempelajari materi tentang thoharoh dan membaca informasi pendukung di atas kerjakan lah soal-soal dibawah ini secara mandiri

1.

Agar ibadah kita, seperti sholat dapat sah maka kita harus

2.

Thoharoh secara bahasa dan istilah adalah

3.

Dilihat dari segi sifatnya bersuci dibagi 2, sebutkan

4.

Tuliskan Ayat Al-Qur’an yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesucian dan terjemahkan dalam bahasa indonesia

5.

Sebutkan alat-alat yang dapat digunakan untuk bersuci

6.

Dilihat dari segi hukumnya air terbagi menjadi 4 sebutkan

7.

Alat utama untuk berwudu adalah

8.

Berwudhu dengan air hujan hukumnya

9.

Yang dimaksud air mutanajis adalah

10.

Air kelapa dan buah-buahan yang lain termasuk air yang

F.

Penyelesaian

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.