Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK

Marsela Whenty Petryana

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan Dasar FKIP Untan Pontianak
Email : marszyana@yahoo.com

Abstract
The purpose of this reasearch is to analyze effect of applying realistics mathematics approach to
matter determines the LCM and HCF for learning outcomes of fourth grade in SDN 68 Pontianak
Barat. Research methods that used is experimental method with Quasi Experimental Design, with
Nonequivalent Control Group Design. Research population is all of fourth grade of five classes
from class IV A to class IV E with total 207 students. The sample of this research are class IV A
consist of 43 students (experiment) and class IV D consist of 42 students (control). The average
learning outcomes of final test class IV A is 79,73 and class IV D is 65,71 gained t arithmetic
(4,2441)>ttable α=5% (1,67), then Ha acceptable. So, the conclution is there are two average
significant differences learning outcomes of students, among students group that teach with apply
strategy of expository and students group that teach with apply realistics mathematics approach of
fourth grade in SDN 68 Pontianak Barat. The value of effect size is 0,95 with high criteria, this
case mean applying realistics mathematics approach to matter determines the LCM and HCF give
high effect for learning outcomes of fourth grade in SDN 68 Pontianak Barat.

Pembelajaran matematika di Sekolah matematika hendaknya berpedoman kepada

Dasar merupakan satu diantara upaya melatih bagaimana mengajarkan matematika itu sesuai
siswa untuk aktif, kreatif dan terampil agar dengan kemampuan berpikir siswanya”. Siswa
kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, operasi kongkret yaitu dengan kisaran umur 7-
penguasaan konsep matematika sejak dini 12 tahun. Menurut Piaget (dalam Nyimas
sangat penting ditanamkan, agar siswa dapat Aisyah, dkk, 2008:2.4), “Dalam periode operasi
menerapkan materi yang dipelajari dalam kongkret (7-12 tahun), anak berpikir logiknya
kehidupan sehari-hari. Menurut Kurikulum didasarkan atas manipulasi fisik dari objek-
Tingkat Satuan Pendidikan (2006:416), “Dalam objek”. Siswa membutuhkan bimbingan secara
setiap kesempatan, pembelajaran matematika bertahap dari guru dalam penanaman konsep
hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah matematika yang lebih mudah, dengan
yang sesuai dengan situasi (contextual menggunakan benda-benda kongkret dan
problem)”. Dengan mengenalkan masalah mengaitkannya dengan masalah yang ada di
kontekstual dalam pembelajaran, siswa secara kehidupan sehari-hari siswa.
bertahap dibimbing untuk menguasai konsep Satu diantara pendekatan pembelajaran
matematika. yang dapat digunakan adalah pendekatan
Sejalan dengan pendapat Karso, dkk matematika realistik. Pendekatan matematika
(2007:1.42), “Dalam hal mengajar matematika realistik menurut Nyimas Aisyah, dkk
pengajar harus menguasai matematika yang (2008:7.1), “Pendekatan matematika realistik
akan diajarkannya. Namun, penguasaan adalah salah satu pendekatan belajar
terhadap bahan saja tidaklah cukup. Pengajar matematika yang dikembangkan untuk

1
mendekatkan matematika kepada siswa. Kecamatan Bajawa Tahun Pelajaran 2014/2015.
Masalah-masalah nyata dari kehidupan sehari- Adapun perbedaan penelitian, yang dilakukan
hari digunakan sebagai titik awal pembelajaran oleh peneliti terletak pada ranah kognitif yang
matematika sebenarnya dekat dengan oleh Melkior Wewe, ranah kognitif yang akan
kehidupan sehari-hari. Benda-benda nyata yang ditingkatkan adalah prestasi belajar siswa kelas V
akrab dengan kehidupan keseharian siswa sedangkan pada penelitian ini, ranah kognitif yang
dijadikan sebagai alat peraga dalam akan ditingkatkan adalah hasil belajar siswa kelas
pembelajaran matematika”. Pendekatan IV. Persamaan penelitiannya adalah sama-sama
matematika realistik merupakan pendekatan menerapkan pendekatan matematika realistik. (2)
pembelajaran yang dikembangkan khusus untuk Nyoman Tri Anarta Putra1, I Made Suarjana2, I
matematika. Gusti Ngurah Japa3, jurusan Pendidikan Guru
Namun dalam kenyataannya pembelajaran Sekolah Dasar, FIP Universitas Pendidikan
matematika di Sekolah Dasar secara umum Ganesha Singaraja Indonesia, yang berjudul
masih menggunakan metode pembelajaran yang “Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika
berpusat pada guru dan siswa masih kesulitan Realistik Berbantuan Origami Terhadap Hasil
mempelajari matematika. Berdasarkan hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Di Desa
observasi yang dilakukan di kelas IV A dan IV Les
B, pembelajaran yang dilaksanakan masih Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014”
berpusat pada guru, metode yang diterapkan menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil
saat mengajar yaitu metode ceramah dan tanya belajar matematika yang signifikan antara siswa
jawab tanpa menggunakan alat peraga yang yang belajar dengan pendekatan pendidikan
melibatkan siswa untuk aktif, siswa hanya matematika realistik berbantuan origami dan
mendengarkan penjelasan guru dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran
memperhatikan buku paket matematika. konvensional pada mata pelajaran matematika
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas V SD di Desa Les. Adapun perbedaan
kelas IV A yaitu ibu Sulastri, dan guru kelas IV penelitian, yang dilakukan oleh peneliti dengan
B yaitu bapak Uray Fahruddin, A.Ma. penelitian yang dilakukan oleh Nyoman Tri
Diperoleh informasi bahwa kebiasaan guru Anarta Putra1, I Made Suarjana2, I Gusti Ngurah
mengajar materi menentukan KPK dan FPB, Japa3, yaitu terletak pada alat peraga yang
menggunakan metode ceramah dan tanya jawab digunakan. Pada penelitian yang dilakukan oleh
dengan bantuan pohon faktor dan media Nyoman Tri Anarta Putra1, I Made Suarjana2, I
gambar. Masih terdapat siswa yang belum Gusti Ngurah Japa3, alat peraga yang digunakan
mengerti tentang materi menentukan KPK dan adalah origami di kelas V sedangkan pada
FPB yang diajarkan. Hal ini berdampak pada penelitian ini, alat peraga yang digunakan adalah
hasil belajar siswa yang belum mencapai nilai dakon bilangan di kelas IV. Persamaan
KKM 70 untuk mata pelajaran matematika. penelitiannya adalah sama-sama menerapkan
Penelitian dengan pendekatan matematika pendekatan
realistik sebelumnya sudah pernah dilakukan matematika realistik untuk menguji
oleh beberapa peneliti diantaranya, penelitian pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa.
yang dilakukan oleh (1) Melkior Wewe, Berdasarkan uraian dan pendapat yang
mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar telah dipaparkan, peneliti ingin membuktikan
STKIP Citra Bakti, yang berjudul “Pengaruh penerapan pendekatan matematika realistik
Pendekatan Matematika Realistik (PMR) pada pembelajaran matematika dalam rangka
Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa kebutuhan di Sekolah Dasar dan untuk menguji
Kelas V SDK Ngedukelu Kecamatan Bajawa teori pendekatan matematika realistik di
Tahun Pelajaran 2014/2015” menyimpulkan Sekolah Dasar, maka perlu dilakukan penelitian
bahwa Pendekatan Matematika Realistik tentang “Pengaruh Penerapan Pendekatan
matematika siswa kelas V SDK Ngedukelu KPK dan FPB Terhadap Hasil Belajar Siswa

2
Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 68 Pontianak matematika realistik pada materi menentukan
Barat”. Tujuan dari penelitian ini untuk KPK dan FPB terhadap hasil belajar siswa di
menganalisis pengaruh penerapan pendekatan kelas IV SDN 68 Pontianak Barat.

METODE PENELITIAN adalah kelas IV A terdiri dari 43 siswa (kelas

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen) dan kelas IV D terdiri dari 42
metode eksperimen dengan bentuk Quasi siswa (kelas kontrol). Prosedur pengumpulan
Experimental Design, desain eksperimen data dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahap,
Nonequivalent Control Group Design. Populasi yaitu: 1) Tahap persiapan, 2) Tahap
penelitian ini adalah seluruh kelas IV terdiri pelaksanaan, 3) Tahap analisis data.
dari lima kelas yaitu kelas IV A sampai IV E
dengan jumlah 207 siswa. Sampel penelitian ini
IV A berdistribusi normal, Fhitung (0,6413)
Tahap Persiapan < Ftabel (1,63) maka data tes pendahuluan kedua
Langkah-langkah yang dilakukan pada kelompok dinyatakan homogen (tidak berbeda
tahap persiapan antara lain: (1) Mempelajari secara signifikan), thitung (0,8321) < ttabel (1,992),
literatur tentang teori pendekatan matematika dengan demikian maka Ho diterima. Jadi, dapat
realistik di SD; (2) Melakukan observasi kelas disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan
saat pembelajaran matematika di kelas IV; hasil tes pendahuluan siswa di kelas IV A dan
(3) Melakukan wawancara dengan guru kelas kelas IV D); (15) Menganalisis data hasil tes
IV; (4) Membuat kisi-kisi tes pendahuluan; pendahuluan siswa di kelas IV D (x = 56,10, s2
(5) Menyusun soal tes pendahuluan; = 326,04, SD = 18,06, χ2hitung (7,4491) < χ2tabel
(6) Membuat kisi-kisi tes akhir; (7) Menyusun (9,488) maka data tes pendahuluan untuk kelas
soal tes akhir; (8) Melakukan validasi IV D berdistribusi normal, Fhitung (0,6413)
instrumen penelitian (soal tes akhir); < Ftabel (1,63) maka data tes pendahuluan kedua
(9) Melakukan uji coba soal tes akhir pada kelompok dinyatakan homogen (tidak berbeda
siswa kelas V di SDN 09 Pontianak Barat; secara signifikan), thitung (0,8321) < ttabel (1,992),
(10) Menganalisis data hasil uji coba soal tes dengan demikian maka Ho diterima. Jadi, dapat
akhir (reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan
pembeda); (11) Melakukan pengundian sampel hasil tes pendahuluan siswa di kelas IV A dan
kelas. Kelas yang terpilih adalah kelas IV A dan kelas IV D); (16) Menentukan kelas eksperimen
IV D; (12) Memberikan soal tes pendahuluan di dan kelas kontrol. Kelas IV A sebagai kelas
kelas IV A dan IV D; (13) Memberikan skor eksperimen dan kelas IV D sebagai kelas
pada hasil tes pendahuluan siswa kelas IV A kontrol; (17) Menyusun jadwal pelaksanaan
dan IV D; (14) Menganalisis data hasil tes penelitian, disesuaikan dengan jadwal belajar
pendahuluan siswa di kelas IV A (x = 59,05, s2 matematika di sekolah; (18) Menganalisis
= 209,09, SD = 14,46, χ2hitung (1,9827) < χ2tabel materi menentukan KPK dan FPB;
(9,488) maka data tes pendahuluan untuk kelas (19) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), alat peraga dakon menentukan pendekatan pembelajaran yang
bilangan, dan soal tes akhir siswa. akan digunakan dan memahami langkah-
langkah pembelajarannya; (b) Mempelajari
Tahap Pelaksanaan materi menentukan KPK dan FPB yang akan
Langkah-langkah yang dilakukan pada diajarkan; (c) Guru menyiapkan RPP yang akan
tahap pelaksanaan antara lain: digunakan saat mengajar dikelas; (d) Guru
(1) Melaksanakan kegiatan pembelajaran menyiapkan masalah menentukan KPK dan
dengan menerapkan pendekatan matematika FPB yang akan digunakan untuk memulai
realistik di kelas IV A (eksperimen). Ada empat kegiatan pembelajaran di kelas; (e) Guru
tahap pembelajaran dengan menerapkan menentukan alat peraga dakon bilangan yang
pendekatan matematika realistik yaitu: 1) Tahap akan digunakan; (f) Guru menyiapkan dakon
persiapan terdiri dari: (a) Guru terlebih dahulu bilangan yang sudah dirancang dilengkapi

3
dengan manik-manik berwarna merah dan FPB; (k) Setiap kelompok dibimbing
kuning, yang akan dimanipulasi siswa dalam mengerjakan soal di lembar kerja siswa; (l)
yang disiapkan diantaranya 1 dakon bilangan hasil pengerjaan soal di papan tulis;
diletakkan di depan kelas, sedangkan 8 dakon (m) Menanggapi kemungkinan adanya
bilangan diberikan kepada masing-masing kekeliruan dari hasil pekerjaan setiap
kelompok siswa (setiap kelompok mendapatkan kelompok; (n) Tanya jawab tentang hal-hal
satu dakon bilangan); (g) Guru berlatih yang belum dimengerti siswa mengenai
menggunakan alat peraga dakon bilangan; menentukan KPK dan FPB; 4) Tahap penutup
2) Tahap pembukaan terdiri dari: terdiri dari: (a) Siswa bersama guru
materi menentukan KPK dan FPB; (b) Siswa bersama guru merangkum materi
(b) Memperkenalkan alat peraga dakon menentukan KPK dan FPB yang telah
penggunaan dakon bilangan yaitu siswa harus mengerjakan soal evaluasi menentukan KPK
memasukkan satu buah manik-manik yang dan FPB secara individu; (d) Guru memberikan
mewakili setiap kelipatan dan faktor bilangan, tindak lanjut terhadap hasil evaluasi yang
ke dalam gelas dakon bilangan yang sesuai dikerjakan siswa. (2) Melaksanakan kegiatan
dengan kelipatan dan faktor bilangan tersebut; pembelajaran dengan menerapkan strategi
(c) Guru menceritakan masalah menentukan ekspositori di kelas IV D (kontrol). Ada lima
KPK dan FPB kepada siswa dan menggambar tahap pembelajaran dengan menerapkan strategi
masalah kontekstual tersebut di papan tulis; ekspositori yaitu: 1) Tahap persiapan terdiri
(d) Guru meletakkan satu dakon bilangan di dari: (a) Guru mempelajari materi menentukan
depan kelas; (e) Guru memperagakan cara KPK dn FPB sebelum mengajarkannya kepada
menggunakan dakon bilangan; 3) Tahap Proses siswa dan membuat rangkuman; (b) Guru
Pembelajaran terdiri dari: (a) Siswa diarahkan memeriksa kesiapan siswa untuk belajar;
menyelesaikan masalah menentukan KPK dan (c) Guru menciptakan suasana belajar yang
FPB menggunakan dakon bilangan; (b) Siswa kondusi; 2) Tahap penyajian terdiri dari:
secara bergantian dibimbing menggunakan (a) Guru menjelaskan pengertian KPK dan FPB
dakon bilangan di depan kelas; (c) Siswa kepada siswa; (b) Guru menuliskan contoh soal
dikelompokkan menjadi 8 kelompok yang menentukan KPK dan FPB di papan tulis;
terdiri dari 5-6 orang siswa setiap kelompok; (c) Guru meletakkan satu dakon bilangan di
(c) Setiap kelompok diberikan dakon bilangan depan kelas; (d) Guru menjelaskan cara
dengan manik-manik berwarna merah dan menentukan KPK dan FPB, dengan cara
kuning; (d) Siswa dibimbing secara kelompok mendatar menggunakan dakon bilangan;
menggunakan dakon bilangan; (e) Setiap (e) Guru melakukan peragaan menggunakan
kelompok diberikan kesempatan untuk bertanya dakon bilangan; (f) Siswa dibimbing
apabila belum memahami tentang penggunaan menentukan kelipatan dan faktor suatu
dakon bilangan; (f) Setiap kelompok diberikan bilangan, menggunakan dakon bilangan;
waktu 20 menit untuk menyelesaikan masalah (g) Tanya jawab dengan siswa mengenai hasil
menentukan KPK dan FPB menggunakan peragaan dakon bilangan; (h) Siswa dibimbing
dakon bilangan; (g) Setiap kelompok menuliskan daftar kelipatan dan faktor suatu
melaporkan hasil pekerjaan mereka di depan bilangan; (i) Siswa dibimbing menuliskan
kelas; (h) Kelompok lain diberikan kesempatan kelipatan dan faktor persekutuan dari dua
untuk menanggapi hasil pekerjaan temannya; bilangan; (j) Siswa dibimbing menentukan KPK
(i) Siswa diarahkan membuat rangkuman dan FPB; (k) Tanya jawab dengan siswa
bersama tentang menentukan KPK dan FPB dan mengenai penjelasan materi menentukan KPK
langkah-langkah menentukan KPK dan FPB; (j) dan FPB yang telah diberikan; 3) Tahap korelasi
Setiap kelompok diberikan lembar kerja siswa, terdiri dari: (a) Menuliskan contoh latihan soal
berisi soal menentukan KPK dan menentukan KPK dan FPB di

4
papan tulis; (b) Siswa mengerjakan latihan soal secara signifikan), thitung (4,2441) > ttabel (1,67),
menentukan KPK dan FPB di papan tulis; dengan demikian maka Ha diterima. Jadi, dapat
(c) Menanggapi hasil pekerjaan siswa; 4) Tahap disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil
menyimpulkan, guru membimbing siswa belajar tes akhir siswa di kelas eksperimen dan
merangkum materi menentukan KPK dan FPB di kelas kontrol); (3) Menganalisis data hasil tes
yang telah dipelajari; 5) Tahap penerapan terdiri akhir siswa di kelas IV D (kontrol) (x = 65,71,
dari: (a) Guru memberikan soal evaluasi s2 = 218,25, SD = 14,77, χ2hitung (7,9693) < χ2tabel
menentukan KPK dan FPB; (b) Siswa (9,488), maka data tes akhir untuk kelas kontrol
mengerjakan soal evaluasi menentukan KPK berdistribusi normal, Fhitung (1,1217) < Ftabel
dan FPB secara individu; (c) Siswa ditugaskan (1,63), maka data tes akhir kedua kelompok
mempelajari kembali materi menentukan KPK dinyatakan homogen (tidak berbeda secara
dan FPB. (3) Memberikan soal tes akhir di kelas signifikan), thitung (4,2441) > ttabel (1,67), dengan
IV A (eksperimen) dan kelas IV D (kontrol). demikian maka Ha diterima. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil
belajar tes akhir siswa di kelas eksperimen dan
Tahap Analisis Data di kelas kontrol); (4) Menghitung uji pengaruh
Langkah-langkah yang dilakukan pada seberapa tinggi penerapan pendekatan
tahap analisis data antara lain: (1) Memberikan matematika realistik pada materi menentukan
skor pada hasil tes akhir siswa di kelas IV A KPK dan FPB di kelas IV SDN 68 Pontianak
(eksperimen) dan IV D (kontrol); Barat menggunakan rumus effect size (ES
(2) Menganalisis data hasil tes akhir siswa di sebesar 0,95 yang termasuk dalam kriteria
kelas IV A (eksperimen) (x = 79,73, s2 = tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa
244,80, SD = 15,65, χ 2hitung (8,8207) < χ2tabel penerapan pendekatan matematika realistik
(9,488), maka data tes akhir untuk kelas pada materi menentukan KPK dan FPB
eksperimen berdistribusi normal, Fhitung (1,1217) memberikan pengaruh yang tinggi terhadap
< Ftabel (1,63), maka data tes akhir kedua hasil belajar siswa di kelas IV SDN 68
kelompok dinyatakan homogen (tidak berbeda Pontianak Barat); (4) Membuat kesimpulan;
(5) Menyusun laporan penelitian.
pengujian validitas konstruksi (construct
Sumber data dalam penelitian ini adalah validity). Instrumen penelitian divalidasi oleh
person (siswa kelas IV A dan IV D) dan paper dosen Matematika yaitu Ibu Dra. K.Y. Margiati,
(jawaban siswa dari tes tertulis). Teknik M.Si dan guru kelas IV A yaitu ibu Sulastri,
pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan hasil validasi instrumen penelitian layak
teknik pengukuran dengan bentuk tes tertulis digunakan. Berdasarkan perhitungan data hasil
berupa 10 soal essay, dan teknik studi uji coba soal pada siswa kelas V di SDN 09
dokumenter berupa dokumentasi foto-foto Pontianak Barat, diperoleh keterangan bahwa
pelaksanaan penelitian di kelas IV A dan IV D kriteria tingkat reliabilitas soal tergolong tinggi
SDN 68 Pontianak Barat. Pengujian validitas dengan koefisien
alat pengumpul data yang digunakan adalah reliabilitas sebesar 0,84.
pengujian validitas isi (content validity) dan

HASIL PENELITIAN dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini

DAN PEMBAHASAN terdiri dari 43 siswa di kelas IV A (eksperimen)
dan 42 siswa di kelas IV D (kontrol).
Hasil Penelitian Seluruh siswa di kedua kelas diberikan tes
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendahuluan dan tes akhir berupa 10 soal essay.
pengaruh penerapan pendekatan matematika Dari sampel tersebut diperoleh data hasil belajar
realistik pada materi menentukan KPK dan FPB siswa yang meliputi: (1) Hasil belajar siswa di
terhadap hasil belajar siswa di kelas IV SDN 68 kelas IV A (eksperimen) dengan menerapkan
Pontianak Barat. Terdapat 85 orang siswa yang pendekatan matematika realistik pada materi

5
menentukan KPK dan FPB menggunakan alat KPK dan FPB menggunakan alat peraga dakon
peraga dakon bilangan; (2) Hasil belajar siswa bilangan. Adapun data hasil tes akhir siswa di
di kelas IV D (kontrol) dengan menerapkan kelas IV A (eksperimen) dapat dilihat pada
strategi ekspositori pada materi menentukan tabel 1 berikut ini.

Tabel 1.
Hasil Tes Akhir Siswa di Kelas IV A
(Kelas Eksperimen)

Skor Siswa Frekuensi Persentase

50–57 5 11,63%
58–65 4 9,30%
66–73 6 13,95%
74–81 8 18,61%
82–89 6 13,95%
90–97 7 16,28%
98 – 105 7 16,28%
Jumlah 43

Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa (28 siswa) di kelas IV A (eksperimen).

persentase jumlah siswa yang tidak mencapai Sedangkan data hasil tes akhir siswa di kelas IV
nilai KKM 70 sebesar 34,88% (15 siswa) lebih D (kontrol) dapat dilihat pada tabel 2 berikut
rendah dari pada persentase jumlah siswa yang ini.
mencapai nilai KKM 70 sebesar 65,12%

Tabel 2.
Hasil Tes Akhir Siswa di Kelas IV D
(Kelas Kontrol)

Skor Siswa Frekuensi Persentase

42–50 7 16,67%
51–59 7 16,67%
60–68 14 33,33%
69–77 6 14,29%
78–86 3 7,14%
87–95 3 7,14%
96 – 104 2 4,76%
Jumlah 42

persentase jumlah siswa yang tidak mencapai peraga dakon bilangan lebih banyak siswa yang
nilai KKM 70 sebesar 66,67% (28 siswa) lebih tuntas (mencapai nilai KKM 70) dari pada
tinggi dari pada persentase jumlah siswa yang jumlah siswa di kelas IV D (kontrol) yang
mencapai nilai KKM 70 sebesar 33,33% (14 menerapkan strategi ekspositori pada materi
siswa) di kelas IV D (kontrol). Hal ini menentukan KPK dan FPB menggunakan alat
menunjukkan bahwa jumlah siswa di kelas IV A peraga dakon bilangan. Hasil Pengolahan Nilai
(eksperimen) yang menerapkan pendekatan Tes Akhir Siswa dapat dilihat pada tabel 3

6
Tabel 3.
Hasil Pengolahan Nilai Tes Akhir Siswa

Keterangan Kelas IV A Kelas IV D

(Eksperimen) (Kontrol)
Rata-rata (x) 79,73 65,71
Standar Deviasi 15,65 14,77
2
Uji Normalitas (χ ) 8,8207 7,9693
Tes Pendahuluan Tes Akhir
Kelas IV A dan Kelas IV A dan
Kelas IV D Kelas IV D
Uji Homogenitas (F) 0,6413 1,1217
Uji Hipotesis (t) 0,8321 4,2441

rata-rata nilai tes akhir siswa di kelas IV A perbedaan hasil tes pendahuluan siswa di kelas
sebesar 79,73 lebih tinggi dari pada rata-rata IV A dan kelas IV D. Sehingga, antara kelas IV
nilai tes akhir siswa di kelas IV D sebesar A dan kelas IV D memiliki kemampuan yang
65,71. Dengan demikian, rata-rata hasil belajar relatif sama. Karena tidak terdapat perbedaan
siswa pada materi menentukan KPK dan FPB kemampuan awal siswa dari kedua kelas
yang menerapkan pendekatan matematika tersebut, maka kedua kelas langsung dijadikan
realistik menggunakan alat peraga dakon sebagai kelas penelitian yaitu sebagai kelas
bilangan lebih tinggi dari hasil belajar siswa eksperimen dan kelas kontrol dengan diberikan
pada materi menentukan KPK dan FPB yang perbuatan yang berbeda. Di kelas IV A
menerapkan strategi ekspositori menggunakan (eksperimen) dilakukan penerapan pendekatan
alat peraga dakon bilangan. Namun secara matematika realistik menggunakan alat peraga
keseluruhan, rata-rata hasil belajar siswa di dakon bilangan pada materi menentukan KPK
kelas IV A (eksperimen) dan kelas IV D dan FPB, sedangkan pada kelas IV D (kontrol)
(kontrol) mengalami peningkatan. dilakukan penerapan strategi ekspositori
Dari uji homogenitas data tes pendahuluan menggunakan alat peraga dakon bilangan pada
untuk kelas IV A dan kelas IV D diperoleh F hitung materi menentukan KPK dan FPB. Diakhir
sebesar 0,6413 dan Ftabel α = 5% (dengan dk perbuatan, masing-masing kelas diberikan tes
pembilang 42 dan dk penyebut 41) sebesar 1,6. akhir untuk melihat apakah terdapat perbedaan
Sehingga diperoleh Fhitung (0,6413) < Ftabel (1,6), hasil belajar siswa di kelas IV A (eksperimen)
maka data tes pendahuluan dinyatakan dan kelas IV D (kontrol) akibat perbuatan yang
homogen (tidak berbeda secara signifikan). diberikan.
Karena data tes pendahuluan tersebut homogen, Pemerolehan data uji normalitas dari skor
maka dilanjutkan dengan melakukan uji tes akhir di kelas IV A (eksperimen) diperoleh
hipotesis (uji-t). Berdasarkan perhitungan uji-t χ2hitung sebesar 8,8207 sedangkan uji normalitas
data tes pendahuluan untuk kelas IV A dan dari skor tes akhir di kelas IV D (kontrol)
kelas IV D menggunakan rumus polled varians, diperoleh χ2hitung sebesar 7,9693 dengan χ2tabel (α
diperoleh thitung sebesar 0,8321 dan ttabel (α = 5% = 5% dan dk = 7 – 3 = 4) sebesar 9,488. Karena
dan untuk mencari dk menggunakan rumus n1 χ2hitung (skor tes akhir kelas IV A (eksperimen)
+ n2 – 2, karena dalam penelitian ini terdapat dan kelas IV D (kontrol) < χ 2tabel, maka data
dua kelompok anggota sampel yang jumlahnya pemerolehan tes akhir berdistribusi normal.
tidak sama tetapi variansnya homogen maka Karena pemerolehan data tes akhir dari kedua
dilakukan perhitungan interpolasi untuk uji dua kelas berdistribusi normal, maka dilanjutkan
pihak sehingga diperoleh dk = 43 + 42 -2 = 83) dengan menentukan homogenitas data tes akhir
sebesar 1,992. Karena thitung (0,8321) < ttabel siswa. Dari uji homogenitas data tes akhir untuk
(1,992), dengan demikian maka Ho diterima. kelas IV A (eksperimen) dan

7
kelas IV D (kontrol) diperoleh F hitung sebesar 4,2441 dan ttabel (α = 5% dan untuk mencari dk
1,1217 dan Ftabel α = 5% (dengan dk pembilang menggunakan rumus n1 + n2 – 2, karena dalam
42 dan dk penyebut 41) sebesar 1,6. Sehingga penelitian ini terdapat dua kelompok anggota
diperoleh Fhitung (1,1217) < Ftabel (1,6), maka data sampel yang jumlahnya tidak sama tetapi
tes akhir dinyatakan homogen (tidak berbeda variansnya homogen maka dilakukan
secara signifikan). Karena data tes akhir perhitungan interpolasi untuk uji satu pihak
tersebut homogen, maka dilanjutkan dengan sehingga diperoleh dk = 43 + 42 - 2 = 83)
melakukan uji hipotesis (uji-t). sebesar 1,67. Karena thitung (4,2441) > ttabel
Berdasarkan perhitungan uji-t data tes (1,67), dengan demikian maka Ha diterima.
akhir untuk IV A (eksperimen) dan kelas IV D Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat
(kontrol) menggunakan rumus polled varians perbedaan hasil belajar tes akhir siswa di kelas
dengan uji satu pihak diperoleh thitung sebesar IV A (eksperimen) dan kelas IV D (kontrol).

Pembahasan Penelitian diberikan dakon bilangan untuk menyelesaikan

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal masalah menentukan KPK dan FPB selanjutnya
19 September 2016 sampai tanggal 5 Oktober melaporkan hasil pekerjaan mereka di depan
2016 di kelas IV A (eksperimen) dan kelas IV D kelas. Hal ini menjadikan siswa semangat dan
(kontrol) SDN 68 Pontianak Barat. Adapun memahami materi menentukan KPK dan FPB,
kelompok siswa di kelas IV A karena siswa diberikan kesempatan untuk
(eksperimen) menerapkan pendekatan menentukan KPK dan FPB menggunakan
matematika realistik menggunakan alat peraga dakon bilangan bersama kelompoknya.
dakon bilangan dan kelompok siswa di kelas IV Sehingga setelah dilakukan perhitungan rata-
D (kontrol) menerapkan strategi ekspositori rata hasil belajar siswa pada materi menentukan
menggunakan alat peraga dakon bilangan. KPK dan FPB yang diajarkan dengan
Penelitian di kelas IV A (eksperimen) dan kelas menerapkan pendekatan matematika realistik di
IV D (kontrol) dilakukan sebanyak 5 kali kelas IV A (eksperimen) diperoleh rata-rata
pertemuan pada setiap kelas dengan alokasi hasil belajar siswa sebesar 79,73. Dengan
waktu 3x35 menit. demikian, rata-rata hasil belajar siswa yang
Pembelajaran di kelas IV D (kontrol) yang diberikan perbuatan menerapkan pendekatan
menerapkan strategi ekspositori guru matematika realistik pada materi menentukan
melakukan peragaan menggunakan dakon KPK dan FPB lebih tinggi dari rata-rata hasil
bilangan di depan kelas. Hal ini menjadikan belajar siswa yang menerapkan strategi
siswa aktif dan semangat untuk menentukan ekspositori.
KPK dan FPB menggunakan dakon bilangan di Berdasarkan perhitungan perbedaan dua
depan kelas. Namun, walaupun dalam rata-rata hasil belajar siswa, diperoleh bahwa
pembelajaran sudah menggunakan dakon terdapat perbedaan skor rata-rata hasil belajar
bilangan ternyata masih terdapat siswa yang siswa sebesar 14,02. Berdasarkan pengujian
mengalami kesulitan dalam mempelajari materi perbedaan dua rata-rata tes akhir siswa (uji-t)
menentukan KPK dan FPB. Sehingga setelah menggunakan t-tes polled varians diperoleh
dilakukan perhitungan rata-rata hasil belajar thitung data tes akhir sebesar 4,2441 dan
siswa pada materi menentukan KPK dan FPB menggunakan perhitungan interpolasi untuk t tabel
yang diajarkan dengan menerapkan strategi uji satu pihak (α=5% dan dk 43+42-2=83)
ekspositori di kelas IV D (kontrol) diperoleh sebesar 1,67 karena thitung (4,2441) > ttabel (1,67)
rata-rata hasil belajar siswa sebesar 65,71. maka Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan
Pembelajaran di kelas IV A (eksperimen) bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dua
yang menerapkan pendekatan matematika rata-rata hasil belajar siswa pada materi
realistik, guru menceritakan masalah menentukan KPK dan FPB, antara kelompok
menentukan KPK dan FPB kepada siswa siswa yang diajarkan dengan menerapkan
kemudian guru memperagakan penggunaan strategi ekspositori, dan kelompok siswa yang
dakon bilangan. Setiap kelompok siswa diajarkan dengan menerapkan pendekatan

8
matematika realistik di kelas IV SDN 68 kelas kontrol dapat dilihat pada Grafik 1 berikut
Pontianak Barat. Perbedaan dua rata-rata hasil ini.
belajar tes akhir siswa di kelas eksperimen dan

80 79,73 Tes Akhir

70 65,71
Rata-rata
60
Hasil Belajar
50
Siswa
40

30

20

10

Kelas IV A Kelas IV D
(Kelas Eksperimen) (Kelas Kontrol)

Grafik 1. Rata-rata Hasil Belajar Siswa di Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Berdasarkan Grafik 1 menunjukkan menentukan KPK dan FPB memberikan

materi menentukan KPK dan FPB di kelas IV A siswa di kelas IV SDN 68 Pontianak Barat.
(kelas eksperimen) maupun di kelas IV D (kelas
kontrol) dilihat dari perbedaan dua rata-rata SIMPULAN DAN SARAN
hasil belajar tes akhir siswa, hasil belajar siswa
di kelas IV A (eksperimen) lebih tinggi dari Simpulan
pada kelas IV D (kontrol). Pada kelas IV A Berdasarkan hasil penelitian yang
(eksperimen) rata-rata hasil belajar tes akhir dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
siswa sebesar 79,73. Sedangkan di kelas IV D (1) Berdasarkan perhitungan rata-rata skor hasil
(kontrol) rata-rata hasil belajar tes akhir siswa belajar (tes akhir) siswa di kelas IV D (kontrol)
sebesar 65,71. Sekolah Dasar Negeri 68 Pontianak Barat, pada
Untuk mengetahui tingginya pengaruh materi menentukan KPK dan FPB dengan
penerapan pendekatan matematika realistik menerapkan strategi ekspositori diperoleh rata-
pada materi menentukan KPK dan FPB rata sebesar 65,71. Dengan demikian, rata-rata
terhadap hasil belajar siswa dihitung hasil belajar siswa yang diajarkan dengan
menggunakan rumus effect size. Dari menerapkan strategi ekspositori pada materi
perhitungan effect size, diperoleh ES sebesar menentukan KPK dan FPB lebih rendah dari
0,95 yang tergolong dalam kriteria tinggi. rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan
Berdasarkan perhitungan effect size tersebut, dengan menerapkan pendekatan matematika
dapat disimpulkan bahwa penerapan realistik; (2) Berdasarkan perhitungan rata-rata
pendekatan matematika realistik pada materi skor hasil belajar (tes akhir) siswa di kelas IV A

9
(eksperimen) Sekolah Dasar Negeri 68 Negeri 68 Pontianak Barat untuk menerapkan
dan FPB dengan menerapkan pendekatan pembelajaran matematika, karena pendekatan
matematika realistik diperoleh rata-rata sebesar matematika realistik membawa pengaruh positif
79,73. Dengan demikian, rata-rata hasil belajar bagi siswa dalam hasil belajarnya.
siswa yang diberikan perbuatan menerapkan
pendekatan matematika realistik pada materi DAFTAR RUJUKAN
menentukan KPK dan FPB lebih tinggi dari Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006.
rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
dengan menerapkan strategi ekspositori; SD/MI. Jakarta: Departemen Pendidikan
(3) Dari hasil belajar (tes akhir) siswa di kelas Nasional.
IV A (eksperimen) dan kelas IV D (kontrol), Karso. 2007. Pendidikan Matematika 1.
terdapat perbedaan skor rata-rata tes akhir siswa Jakarta: Universitas Terbuka.
sebesar 14,02 dan berdasarkan pengujian Melkior Wewe. 2016. Jurnal Ilmiah Pendidikan
hipotesis (uji-t) menggunakan t-tes polled Citra Bakti I 23. Pengaruh Pendekatan
varians diperoleh thitung data tes akhir sebesar Matematika Realistik (PMR) Terhadap
4,2441 dan menggunakan perhitungan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas
interpolasi untuk ttabel uji satu pihak (α=5% dan V SDK Ngedukelu Kecamatan Bajawa
dk 43+42-2=83) sebesar 1,67 karena t hitung Tahun Pelajaran 2014/2015. ISSN: 2355-
(4,2441) > ttabel (1,67), maka Ha diterima. Jadi, 5106. Vol 3 (1): 1-10 (online).
dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan (http://www.stkipcitrabaktingada.com/uplo
yang signifikan dua rata-rata hasil belajar siswa ads/2016/03/Jurnal-Ilmiah-Pendidikan-
pada materi menentukan KPK dan FPB, antara Citra-Bakti-2016.pdf diakses tanggal 24
kelompok siswa yang diajarkan dengan Januari 2017).
menerapkan strategi ekspositori, dan kelompok Nyimas Aisyah, dkk. 2008. Pengembangan
siswa yang diajarkan dengan menerapkan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta:
pendekatan matematika realistik di kelas IV Departemen Pendidikan Nasional. Nyoman
SDN 68 Pontianak Barat; (4) Pembelajaran Tri Anarta Putra, dkk. 2014. Jurnal
dengan menerapkan pendekatan matematika Mimbar PGSD Universitas Pendidikan
realistik memberikan pengaruh yang tinggi Ganesha Jurusan PGSD. Pengaruh
menentukan KPK dan FPB, dengan perhitungan Realistik Berbantuan Origami Terhadap
effect size sebesar 0,95 yang termasuk dalam Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V
kriteria effect size tergolong tinggi. SD di Desa Les Kecamatan Tejakula
Tahun Pelajaran 2013/2014. Vol 2 (1): 1-
Saran 10 (online).