Anda di halaman 1dari 3

Unit Penyediaan Air

Unit penyediaan air merupakan salah satu unit utilitas yang bertugas menyediakan air untuk
kebutuhan industri maupun rumah tangga. Pada umumnya air permukaan dapat diambil dari air
sumur, air sungai, dan air laut sebagai sumber untuk mendapatkan air. Pertimbangan menggunakan
air sungai sebagai sumber untuk mendapatkan air adalah :
1. Pengolahan air sungai relatif lebih mudah, sederhana, dan biaya pengolahan relatif murah
dibandingkan dengan proses pengolahan air laut yang lebih rumit dan biaya pengolahannya
yang lebih besar.
2. Air sungai merupakan sumber air yang kontinuitasnya relatif tinggi jika dibandingkan
dengan air sumur, sehingga kendala kekurangan air dapat dihindari
3. Letak sungai berada tidak terlalu jauh dengan pabrik (eprints.ums.ac.id)

Air yang diperlukan di lingkungan pabrik adalah untuk :


1. Air untuk proses
Air dari utilitas yang sudah di treatment bebas mineral pengotor dan pH netral sehingga
bisa digunakan untuk melarutkan atau mengencerkan zat dalam proses reaksi kimia. Pada
umumnya air untuk proses dari kegiatan industri diperuntukan sebagai pelarut, pencampur,
pengencer, media pembawa pencuci dan lainnya. Dengan kualitas air proses yang berbeda
tergantung fungsinya dan sangat ditentukan oleh jenis industri lainnya (Setiadi, 2007).
Hal-hal yang diperhatikn dalam air proses :
a. Kesadahan (hardness) yang dapat menyebabkan kerak
b. Besi yang dapat menimbulkan korosi
c. Minyak yang dapat menyebabkan terbentuknya lapisan film yang mengakibatkan
terganggunya koefisien transfer panas serta menimbulkan endapan.

2. Air pendingin
Sistem pendinginan adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating
(panas yang berlebihan) pada mesin agar mesin bisa bekerja secara stabil. Air pendingin
adalah air limbah yang berasal dari aliran air yang digunakan untuk penghilangan panas
dan tidak berkontak langsung dengan bahan baku (Setiadi, 2007). Pada ummnya, ada
beberapa faktor yang menyebabkan air digunakan sebagai media pendingin, yaitu:
a. Air merupakan materi yang dapat diperoleh dalam jumlah yang besar
b. Dapat menyerap sejumlah panas per satuan volume yang tinggi dan tidak
terdekomposisi
c. Tidak mudah menyusut secara berarti dalam batasan dengan adanya temperatur
pendinginan (eprints.ums.ac.id)
Beberapa faktor yang membuat air menjadi coolant yang baik adalah :
a. Sangar berlimpah dan tidak mahal.
b. Dapat ditangani dengan mudah dan aman digunakan.
c. Dapat membawa panas per unit volume dalam jumlah yang besar.
d. Tidak mengembang ataupun menyusut (volumenya) pada perubahan suhu dalam range
normal.
Beberapa parameter penting dalam sistem air pendingin :
a. Konduktivitas mengindikasikan jumlah dissolved mineral dalam air.
b. pH, menunjukkan indikasi dari tingkat keasaman atau kebasaan dari air.
c. Alkalinitas, berupa ion carbonate (CO3-2) dan ion bicarbonate (HCO3-).
d. Hardness / kesadahan, menunjukkan jumlah ion calcium dan magnesium yang ada
dalam air

3. Air umpan boiler


Secara umum air yang akan digunakan sebagai air umpan boiler adalah air yang tidak
mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya endapan yang dapat membentuk
kerak pada boiler, air yang tidak mengandung unsur yang dapat menyebabkan korosi
terhadap boiler dan sistem penunjangnya dan juga tidak mengandung unsur yang dapat
menyebabkan terjadinya pembusaan terhadap air boiler (academia.edu) . Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler adalah :
a. Korosi
Korosi adalah peristiwa elektrokimia, dimana logam berubah menjadi bentuk asalnya
akibat dari oksidasi yang disebabkan berikatannya oksigen dengan logam, atau kerugian
logam disebabkan oleh akibat beberapa kimia. Beberapa penyebab korosi pada Boiller
antara lain:
i. Adanya kadar Oksigen Terlarut yang melebihi batas pada Boiler feed water ( korosi
pada pipa economizer)
ii. pH/Alkalinity yang melebihi batasan ( Korosi pH tinggi pada Boiler tekanan tinggi)
iii. Karbon dioksida ( korosi asam karbonat pada jalur kondensat )
iv. Korosi khelate ( EDTA sebagai pengolahan pencegah kerak )
v. Akibat dari peristiwa korosi adalah penipisan dinding pada permukaan boiler
sehingga dapat menyebabkan pipa pecah atau bocor (vionaadistie.com).
b. Zat yang dapat menyebabkan kerak (scale reforming)
Pengerakan pada sistem boiler disebabkan antara lain oleh:
i. Pengendapan hardness dan mineral-mineral lainnya apabila batasan konsentrasinya
terlampaui.
ii. Kerak lazim terdapat pada boiler antara lain : CaCO3, Ca3(PO4)2, Mg(OH)2,
MgSiO3, SiO2, Fe2(CO3)3, FePO4 . Kerak adalah senyawa berstruktur kristal dan
tidak tembus air, sehingga keberadaanya akan berfungsi seperti isolator dan
menurunkan effisiensi perpindahan panas sehingga effisiensi boiler akan menjadi
rendah dan akan lebih banyak mengkonsumsi bahan bakar; Konsekuensi lain dari
adanya kerak adalah terjadinya “hot spot” yaitu panas yang berlebih pada tempat
kerak berada dan hal ini bisa mengakibatkan pipa boiler menggelembung dan pecah
(Setiadi, 2007).
c. Zat yang menyebabkan foaming dan Priming
Foaming adalah terbentuknya gelembung atau busadipermukaan air dan keluar bersama
steam. Air yang diambil kembali dari proses pemanasan bisa menyebabkan foaming
pada boiler karena adanya zat-zat organik dan anorganik dalam jumlah cukup besar.
Efek pembusaan terjadi pada alkalinitas tinggi (caesarvery.com, 2012). Priming adalah
adanya tetes air dalam steam (buih dan kabut) yang menurunkan efisiensi energi steam
dan pada akhirnya menghasilkan deposit kristal garam. Priming dapat disebabkan oleh
konstruksi boiler yang kurang baik, kecepatan alir yang berlebihan atau fluktuasi tiba-
tiba dalam aliran (eprints.ums.ac.id).

Gambar 1. Unit Pengolahan Air


Sumber: www. eprints.ums.ac.id

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. “Laporan kerja Praktek Industri Magnesium Sulfat”. http://eprints.ums.ac.id (Diakses 22
Februari 2019)

Anonym3.2012. Jenis Air Industri. (online) tersedia: http://caesarvery.com/2012/12/tentang-air-


industri.html (Diakses pada tanggal 22 Februari 2019)

Sama kaya d grup