Anda di halaman 1dari 12

UPAYA PENANGANAN PEMANASAN GLOBAL

Nama: Anisya Rahmaniah Nasra

Kelas: XI.MIA.4

No. Absen: 05

MAN 1 Bekasi

Perumahan Taman Wisma Asri, Jl. Markisa Raya II, Teluk Pucung,
Bekasi Utara,Kota Bekasi, Jawa Barat 17121
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
saya dapat menyelesaikan makalah tentang Wawasan
Nusantara.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
Upaya Penanganan Pemanasan Global. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan
dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap
adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang
telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah
disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya
memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ......................................................................................i


Daftar isi ...............................................................................................ii
Bab I pendahuluan.................................................................................1
A. Latar belakang..................................................................................1
B. Rumusan masalah.............................................................................1
C. Tujuan …………............................................................................ 2

Bab II Pembahasan…………………................................................. 3
A. Teoritis …………...................................................................... 3 - 7

Bab III Penutup ……………..............................................................8


A.kesimpulan……..............................................................................8
B. saran…………..............................................................................8
Daftar pustaka....................................................................................9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Akhir-akhir muncul berbagai pemberitaan melalui media massa, baik cetak


maupun elektronik tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Peristiwa alam itu
terjadi egara di seluruh wilayah tanah air kita, mulai dari badai topan, air laut
pasang yang menyebabkan banjir di daerah-daerah yang dekat dengan pantai,
curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir, egara egara beliung yang
merobohkan rumah-rumah warga, dan masih benyak peristiwa-peristiwa alam
lainnya yang menyebabkan sebagian besar warga merasa resah. Oleh karena itu,
pemerintah menyebutnya sebagai bencana nasional dan juga merupakan bencana
internasional, karena peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan
juga terjadi di mancanegara. Peristiwa-peristiwa alam tersebut diyakini sebagai
dampak dari adanya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim
dunia.

Atas dasar itulah dalam makalah ini penulis ingin mencoba membahas
lebih jauh proses terjadinya pemanasan global, dampak dan upaya penangannya,
serta memberdayakan masyarakat untuk tujuan pencegahannya melalui sebuah
makalah yang berjudul

“UPAYA PENCEGAHAN PEMANASAN GLOBAL”

Perumusan masalah

1. Apa pengertian pemanasan global?


2. Apa penyebab terjadinya pemanasan global?
3. Apa dampak yang terjadi akibat Pemanasan Global?
4. Bagaimana upaya pencegahan pemanasan global?

1
Tujuan

1. Menyelesaikan tugas makalah pelajaran Fisika.


2. Untuk mengetahui dan memahamin pengertian Pemanasan Global.
3. Untuk mengetahui dan memahami penyebab dari Pemanasan Global.
4. Untuk mengetahui dan memahami dampak yang terjadi akbiat Pemanasan
Global.
5. Untuk mengetahui upaya pencegahan Pemanasan Global.

2
BAB II

UPAYA PENCEGAHAN PEMANASAN GLOBAL


Teoritis

1. Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu
rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global.


Terjadinya pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa egara panas
yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca
dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara Global.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33
± 0.32 °F) selama egara s tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate
Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata
global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh
meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui
efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30
badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan


yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena
cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat
pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya
gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

2. Penyebab terjadinya pemanasan global

Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal
dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh
tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon.
Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh
penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta
pembakaran hutan.

Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi
metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs
merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan
global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida,
chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi
di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan
vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang
berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas
rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat
pemanasan global.

Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon,


menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro
lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.

Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi
tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan
yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk
keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat
habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat
mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin
tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang
dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.

3. Dampak Pemanasan Global


Efek rumah kaca memnyebabkan terjadinya akumulasi panas (energi) di
atmosfer bumi. Dengan adanya akumulasi yang berlebihan tersebut, iklim global
melakukan penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud adalah dengan
meningkatnya temperatur bumi yang emudian disebut dengan pemansan global.
Pemanasan global akan berdampak dengan adanya perubahan iklim global.

Perubahan iklim seperti yang sedang terjadi pada saat ini berdampak negatif
bagi kehidupan makhluk di muka bumi. Dampaknya antara lain sebagai berikut :

· Musnahnya berbagai keanekaragaman hayati.

· Meningkatnya cuaca ekstrem yang saat ini tengah dirasakan negara-negara


tropis, misalnya kota-kota di Indonesia yang dulu terkenal sejuk dan dingin makin
hari makin panas. Contohnya kota-kota di Jawa Timur (Malang, Batu, Kawasan
Prigen, Kaki Gunung Semeru), Bogor, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang
dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.

· Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir.

· Kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir. Pada tahun 2100
diperkirakan kenaikan permukaan air laut mencapai 15-95 cm.

· Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral


bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia.

· Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan.

· Meningkatnya wabah penyakit tropis, seperti malaria ke daerah-daerah baru


karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk).

· Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus


pengungsian.

5
4. Upaya pencegahan Pemanasan Global

Manfaatkan Sumber Energi dari Alam :

Gunakan tenaga surya untuk rumah dan pemanas air, gunakan sinar matahari
untuk mengeringkan pakaian anda, gunakan pencahayaan dari sinar matahari
secara optimal, bukannya mengandalkan lampu listrik.

Buka jendela, agar angin dapat berhembus masuk untuk menyejukkan dan
menyegarkan ruangan di rumah anda, daripada menggunakan penyejuk udara
buatan yang boros listrik seperti AC. Jika tetap menggunakan AC, Jangan lupa
setel ‘timer’ pada AC agar berhenti pada saat sebelum fajar.

Upaya Lain yang Dapat Kita Lakukan Antaralain:

1. Jadilah Vegetarian

Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air.
Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana
saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization
(FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global,
lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih
lanjut, dalam laporan

FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan


menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37%
gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United Nations
Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008,
menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya
menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya
menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB,
Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging.

6
2. Tanam Pohon

Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya.
Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2.
United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan
hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Maka, pikir seribu kali sebelum
menebang pohon di sekitar Anda. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1
lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila
Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha
pohon per tahunnya.

3. Gunakan Kipas Angin

AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per


jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.

4. Jemur Pakaian Di Bawah Sinar Matahari

Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2.


Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan
energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.

5. Daur Ulang Sampah Organik

Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca


melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan
membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas,
daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini!

6. Pisahkan Sampah Kertas, Plastik dan Kaleng

Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk
memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram
aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2,
untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.

7
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pemanasan global adalah suatu pristiwa yang harus kita cegah. Pemanasan
global memberi dampak dikehidupan kita baik positif maupun negatif. Salah satu
penyebab dari pemanasan global yang diakibatkan oleh manusia adalah efek
rumah kaca. Pemanasan global dapat dikurangi dan di cegah sejak dini dengan
menjaga lingkungan tetap lestari dan menggunakan bahan yang ramah
lingkungan. Apabila pemanasan global iu terus berlanjut maka es yang berada di
kutub utara sediki demi sedikit akan mencair dan akhirnya menyebabkan
permukaan bumi rata dengan tanah.

SARAN

1. Masyarakat dan pemerintah harus melakukan beberapa kegiatan yang


mendukung untuk mengurangi pemanasan global.
2. Pemerintah juga harus turun tangan dalam hal ini, maksudnya bukanhanya
membuat peraturan tetapi pemerintah beserta aparaturnya juga
melaksanakannya.
3. Gunakanlah alat-alat atau bahan yang ramah lingkungan dalam rangka
pengcegahan pemanasan global sedini mungkin.

DAFTAR PUSTAKA
http://sule-epol.blogspot.co.id/2015/05/makalah-pemanasan-
global.html

http://contoh-makalah-gejala-pemanasan-globa.blogspot.co.id/?m=1

http://www.rijalhabibulloh.com/2015/05/makalah-pemanasan-global-
global-warming.html

http://saktitekhnologi.blogspot.co.id/2014/05/makalah-pemasan-
global.html?m=1