Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN


PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN

SMP NEGERI 2 MAKASSAR

Di susun Oleh
WATI DWI ASTUTY, S.Pd.
19210810010011

PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)


PROGRAM PENGEMBANGAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2019

i
HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa mahasiswa berikut:


Nama : Wati Dwi Astuty, S.Pd.
Nim : 19210810010011
Program Studi : Pendidikan IPS

Telah melaksanakan kegiatan PPL PPG Dalam Jabatan Tahun 2019 di SMP Negeri
2 Makassar dari tanggal 29 Juli sampai dengan tanggal 16 Agustus. Hasil kegiatan
tercakup dalam naskah laporan ini. Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
ini telah disetujui dan disahkan oleh:

Makassar, 23 Agustus 2019

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Guru Pamong PPL

Dr. Syamsul Sunusi, M.Pd. Enni, S.Pd, M.Pd.


NIP. 19540703 198703 1 002 NIP. 19731222 199903 2 007

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMPN 2 Makassar,

Dr. St. Haniah, S.Pd, M.Pd.


NIP. 19680208 199412 2 007

ii
HALAMAN PENILAIAN

Berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan dan orientasi Praktik Pengalaman


Lapangan (PPL) di SMPN 2 Makassar, terutama dalam hal sebagai berikut:
a. Kedisiplinan dalam menjalankan tugas
b. Kelancaran mahasiswa dalam melaksanakan tiap-tiap kegaiatan dengan
petunjuk dari guru pamong dan dosen pembimbing.
c. Kualitas dan kuantitas serta hasil kegiatan yang ditulis dalam pencatatan
naskah laporan ini.
Maka dosen dan guru pamong memberikan nilai kepada kegiatan ini sebagai
berikut:

Angka Huruf

Makassar, 23 Agustus 2019


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Guru Pamong PPL

Dr. Syamsul Sunusi, M.Pd. Enni, S.Pd, M.Pd.


NIP. NIP. 19540703 198703 1 002 NIP. 19731222 199903 2 007

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMPN 2 Makassar,

Dr. St. Haniah, S.Pd, M.Pd.


NIP. 19680208 199412 2 007

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena


berkat Rahmat dan hidayah-Nya sehingga laporan PPL Program Studi Pendidikan
Guru Dalam Jabatan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Kegiatan PPL ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang harus
diikuti oleh mahasiswa PPGDJ Universitas Negeri Makassar dalam menyelesaikan
kegiatan program pendidikan guru, setelah sebelumnya melalui kegiatan
Pembelajaran Dalam Jaringan dan Workshop.
Laporan ini ditulis berdasarkan data yang diperoleh di SMPN 2 Makassar
selama observasi beberapa hari dan pada saat pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar dikelas selama kurang lebih 3 minggu.
Dalam penyusunan laporan penulis sadar bahwa laporan ini takkan terwujud
tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Ibu Dr. St.Hania, S.Pd, M.Pd. selaku kepala sekolah yang telah menerima
penulis untuk mengadakan PPL di SMPN 2 Makassar.
2. Bapak Dr. Syamsul Sunusi, M.Pd. selaku dosen Pembimbing yang bersedia
meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan petunjjuk kepada penulis
selama pelaksanaan PPL ini.
3. Ibu Enni, S.Pd. M.Pd. selaku guru pamong yang telah memberikan bimbingan
dan arahan dalam melakukan kegiatan diluar dan didalam kelas.
4. Bapak dan Ibu guru beserta seluruh staf SMPN 2 Makassar yang dengan
ketulusan hati menerima penulis.
5. Siswa(i) di SMPN 2 Makassar khususnya siswa(i)kelas IX.6 atas bantuan dan
pastisipasinya selama pelaksanaan pembelajaran hingga ujian kinerja penulis.
6. Rekan-rekan mahasiswa PPL yang turut membantu penulis daripelaksanaan
hingga penyusunan laporan ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyususnan laporan kegiatan PPL ini
banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran

iv
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini dan semoga laporan ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhirnya, hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala penulis bermohon
semoga berkat dan rahmat beserta limpahan pahala selalu dicurahkan kepada kita
semua dan apa yang kita lakukan selalubernilai Ibadah disisi-Nya, Aamiin.

Makassar, 23 Agustus 2019


Mahasiswa PPL Dalam Jabatan,

WATI DWI ASTUTY, S.Pd.


NIM. 19210810010011

v
DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL ........................................................................................ i

LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... ii

LEMBAR PENILAIAN ................................................................................ iii

KATA PENGANTAR ................................................................................... iv

DAFTAR ISI .................................................................................................. vi

DAFTAR TABEL ......................................................................................... viii

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... ix

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. x

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1

A. Analisis Situasi .................................................................................... 1


a. Latar Belakang ................................................................................ 1
b. Tujuan ............................................................................................. 4
c. Manfaat ............................................................................................ 4
B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan ................................... 6
a. Waktu pelaksanaan .......................................................................... 6
b. Tempat Pelaksanaan ........................................................................ 6
c. Jenis Rancangan Kegiatan ............................................................... 6

BAB II GAMBARAN UMUM ..................................................................... 9

A. Riwayat singkat sekolah ...................................................................... 9


B. Profil sekolah ..................................................................................... 11
BAB III PELAKSANAAN PPL PPG DALAM JABATAN ..................... 19

A. Perencanaan Pembelajaran .................................................................. 19


a. Kegiatan Ekstra dan Intra Sekolah .................................................. 19
b. Permasalahan dan usulan dalam perencanaan pembelajaran .......... 20
B. Pelaksanaan Pembelajaran Terbimbing dan Mandiri .......................... 22

vi
a. Pembimbingan Guru Pamong ......................................................... 22
b. Pembimbingan Dosen Pamong ....................................................... 23
C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Evaluasi ............................................ 24
a. Pelaksanaan Program ...................................................................... 24
b. Penanggulangan Masalah ................................................................ 28

Bab IV Penutup ............................................................................................. 35

A. Kesimpulan ......................................................................................... 35
B. Saran .................................................................................................... 35
Daftar Pustaka ............................................................................................... 37

Lampiran-lampiran ...................................................................................... 38

vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Ruang belajar siswa SMP Negeri 2 Makassar.
Tabel 1.2. Jumlah Siswa SMP Negeri 2 Makassar
Tabel 1.3. Data Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Makassar
Tabel 1.4. Data keamanan dan office boy SMP Negeri 2 Makassar

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tampak depan SMP Negeri 2 Makassar

Gambar 2. Berbagai Mendali Hasil Prestasi SMP Negeri 2 Makassar

Gambar 3. Ruang Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Makassar

Gambar 4. Ruang Guru SMP Negeri 2 Makassar

Gambar 5. Mushollah yang ada di SMP Negeri 2 Makassar

Gambar 6. Perpustakaan SMP Negeri 2 Makassar

Gambar 7. Salah Satu Tugas Osis SMP Negeri 2 Makassar, Piket Harian.

Gambar 8. Tanaman Obat Yang Terpelihara Dengan Baik

Gambar 9. Foto bersama Kepala Sekolah dan Guru Pamong

Gambar 10. Media Yang Digunakan Oleh mahasiswa PPL

Gambar 11. Saat Peserta Didik Mengerjakan Mind Mapping

Gambar 12. Konsultasi Setelah Proses Pembelajaran

Gambar 13. Pembimbingan Guru Pamong Hingga Di Kelas

Gambar 14. Pembimbingan Dosen/Tutor

ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Data Guru SMP Negeri 2 Makassar

Lampiran 2. Denah SMP Negeri 2 Makassar

Lampiran 3. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 2 Makassar

Lampiran 4. Kalender Pendidikan

Lampiran 5. Perangkat Pembelajaran

Lampiran 6. Daftar Hadir Siswa

x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi
a. Latar belakang
Salah satu tujuan pendidikan Nasional yang termuat dalam
pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan Bangsa. Pendidikan
merupakan salah satu usaha dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
Nasional dan merupakan investasi sumber daya manusia jangka panjang yang
mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia.
Namun, tujuan tersebut tidak sejalan dengan kualitas pendidikan
Indonesia. Kita harus mengakui bahwa mutu pendidikan dinegara kita masih
rendah. Kualitas pendidikan kita masih berada dibawah rata-rata negara
berkembang lainnya. Menurut laporan monitoring global yang dikeluarkan
lembaga PBB, UNESCO tahun 2005 posisi Indonesia menempati peringkat
10 dari 14 negara berkembang di Asia pasifik. Selain itu, menurut The
Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang merupakan lembaga
konsultan dari Hongkong menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia sangat
rendah, diantara 12 negara Asia yang diteliti, Indonesia satu tingkat dibawah
Vietnam.
Rendahnya mutu guru seringkali dipandang sebagai penyebap
rendahnya mutu sekolah. Pandangan ini di nilai tidak adil karena banyak
faktor yang mempengaruhi mutu sekolah, sedangkan guru hanyalah salah satu
faktor saja. Meskipun pandangan ini kurang adil, kiranya pandangan ini
cukup untuk dijadikan bahan refleksi semua pihak akan pentingnya
peningkatan mutu guru. Peningkatn mutu guru diharapkan dapat berimbas
pada peningkatan mutu sekolah.
Peningkatan mutu sekolah melalui peningkatan mutu guru merupakan
salah satu upaya tepat. Hal tersebut dikarenakan guru sebagai pelaksana
pendidikan merupakan ujungtombak tercapainya tujuan pendidikan. Guru
yang berkualitas akan memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien. Sebaliknya, rendahnya kualitas guru akan menghambat

1
tercapainya tujuan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mencapai
tujuan pendidikan diperlukan guru yang berkualitas.
Guru yang berkualitas adalah guru yang memiliki sejumlah
persyarataan professional. Dalam diri guru professional terdapat sejumlah
kemampuan, pengetahuan, dan komitmen yang dibutuhkan oleh sistem
pembelajaran. Guru professional akan memungkinkan terjadinya perbaikan
pelaksasaan pembelajaran, baik desain, implementasi,maupun sistem
evaluasi. Hal ini menunjukkan bahwa guru professional memiliki peran
penting dalam peningkatan mutu pembelajaran.
Upaya mewujudkan guru professional merupakan pekerjaan yang
rumit dan kompleks. Upaya mewujudkan guru professional ini membutuhkan
perhatian dan komitmen bersama, baik pemerintah, masyarakat, guru
sendiri,maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan.
Dengan upaya sungguh-sungguh yang dilakukan secara bersama-sama
diharapkan guru professional lebih cepat dapat diwujudkaan.
Terkait dengan hal tersebut diatas, dalam upaya meningkatkan mutu
guru sebagaimana diamanahkan UU No.14 tahun 2005 dan PP 74 tahun 2008,
menyebutkan bahwa guru harus berpendidikan minimal SI/D-IV dan wajib
memiliki sertifikan pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Oleh
karena itu, beberapa LPTK membuka Program Profesi Guru dalam jabatan
(PPGJ). PPG dalam jabatan merupakan program pendidikan yang
diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan SI kependidikan maupun non
kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai
kompetensi guru secara utuh sesuai dengan sstandar Nasional pendidikan
sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidikan profesionl. Baik untuk
mengajar di pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. UNM merupakan salah satu LPTK yang ditunjuk oleh Dikti
sebagai lembaga pelaksana PPG dalam jabatan, yakni program mengajar
didaerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Program PPGJ dicapai melalui kegiatan pengemasan materi bidang
studi untuk pembelajaran yang mendidik dan praktek pengalaman lapangan

2
(PPL). Melalui PPL PPG dalam jabatan, peserta dipersiapkan untuk
memantapkan penguasaan berbagai kompetensi yang harus dimiliki guru
professional. Dengan demikian pelaksanaan PPL PPG dalam jabatan perlu
dilakukan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan relevan,
sehingga program ini dapat menjadi wahana bagi peserta PPGJ untuk
memperoleh kelayakan kompetensi sebagai guru yang professional.
Program pengalaman lapangan (PPL) adalah salah satu program
dalam pendidikan profesi guru dalam jabatan yang harus dilaksanakan oleh
mahasiswa untuk memenuhi SKS dalam perkuliahan program pendidikan
dalam jabatan (PPGDJ). Sebelum turun PPL mahasiswa telah melalui
perkuliahan dalam jaringan (DARING) kemudian workshop dan dilanjutkan
dengan program pengalaman lapangan (PPL).
Dalam laporan ini akan dipaparkan seluruh rangkaian kegiatan yang
telah dilaksanakan oleh Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) di
SMP Negeri 2 Makassar selama kurang lebih 3 minggu. Pelaksanaan PPL ini
merupakan salah satu persyaratan yang harus dilakukan oleh guru yang
mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan sehingga dengan
kegiatan PPL mahasiswa akan mengaplikasikan bidang keilmuan, seperti
kemampuan mengajar, kemampuan bersosialisasi, dan bernegosiasi serta
kemampuan managerial kependidikan lainnya yang mencerminkan
kompetensi sebagai pendidik.
Program pengalaman lapangan (PPL) ini juga merupakan wadah
untuk mahasiswa PPGDJ dalam mempersiapkan Ujian Kinerja (UKIN) yang
akan dilaksanakan di Sekolah PPL masing-masing dengan melihat secara
langsung kinerja atau eksen dari mahasiswa PPGDJ di kelas melalui proses
belajar mengajar secara langsung dengan siswa. Proses PPL ini juga
dilaksanakan agar mahasiswa PPGDJ yang dalam hal ini merupakan guru
pada masing-masing daerahnya, dapat menjadi guru professional setelah
melalui pembelajaran dikampus dan benar-benar menerapkan pada sekolah
tempat PPLnya dan kemudian bisa diterapkan di daerahnya masing-masing
sebagai seorang pengajar pendidik yang profesional.

3
b. Tujuan
Tujuan PPL ini meliputi tujuan umum dan tujuan khusus
1. Tujuan umum
Mengacu pada UU No.20/ 2003 Pasal 3, tujuan umum penyelenggara
program PPL PPG dalam jabatan adalah menghasilkan calon guru yang
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional, yaitu
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhklak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Dengan kata lain, menjadi pendidik
yang profesional dengan memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan
keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional secara utuh.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus program PPL PPG dalam jabatan seperti yang
tercantum dalam permendiknas No. 8 Tahun 2009 Pasal 2 adalah untuk
menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan,
melaksanakan, dan menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian,
melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik serta melakukan
penelitian, dan mampu mengembangkan profesionalitas secara
berkelanjutan.
c. Manfaat
Manfaat PPL dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa PPL belajar untuk mengambil alih kegiatan
pembelajaran secara mandiri.
b. Mahasiswa PPL memiliki pengetahuan dan pemahaman lebih
tentang peserta didik dan memanfaatkan pengetahuan tersebut
dalam kegiatan pembelajaran.

4
c. Mahasiswa PPL memiliki kesempatan dan kemampuan untuk
mengembangkan model dan strategi pembelajaran dan
menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran.
d. Mahasiswa PPL belajar untuk mengenal dan menghargai nilai
kepribadian individual siswa.
e. Mahasiswa PPL belajar untuk menilai diri dan melakukan refleksi
yang bermakna atas pengalaman dikelas.
f. Mahasiswa PPL memiliki wawasan mengenai kehidupan guru di
sekolah, budaya dan organisasi sekolah.
g. Mahasiswa PPL termotivasi untuk menjadi pendidik professional
dan berkomitmen.
2. Bagi LPTK
a. Merealisasikan kurikulum pendidikan yang ada sesuai dengan
tujuan pendidikan untuk mencapai tujun pendidikan secara
maksimal.
b. Membentuk kemampuan yang kompleks sehingga tercapai tujuan
lembaga.
3. Bagi Sekolah
a. Membantu pengelolaan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
b. Membantu pengembangan sekolah melalui kemapuan yang dimiliki
oleh mahasiswa PPL.
c. Membantu proses perbaikan dalam kegiatan proses belajar mengajar.
d. Meringankan tugas-tugas guru di sekolah.
e. Meningkatkan hubungan sosial yang baik dengan lembaga luar
sekolah.
4. Bagi Lembaga Pendidikan Lainnya
a. Menjadi standar dalam penilaian kualitas pendidik yang dihasilkan
oleh suatu instansi pendidikan.
b. PPL dapat digunakan dalam menetapkan sistem pendidikan.

5
c. Meningkatkan mutu pendidikan secara tidak langsung dengan
adanya sistem pengajaran yang baik yang diperkenalkan oleh
mahasiswa PPL.
B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan
a. Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan program pengalaman lapangan (PPL) ini dimulai
dari tanggal 29 Juli sampai 16 Agustus tahun 2019.
b. Tempat pelaksanaan
Tempat pelaksanaan PPL ini tersebar dibeberapa sekolah salah satunya
yaitu Di SMP Negeri 2 Makassar yang beralamat di jalan Amanagappa,
Makassar.
c. Jenis rancangan kegiatan
Rancangan kegiatan dimulai dari beberapa tahapan yaitu:
1. Persiapan.
a. Pembekalan
1). Pelaksanaan pembekalan secara serentak di kampus.
2). Semua mahasiswa peserta PPL wajib mengikuti.
3). Pelaksanaan dipandu oleh Tim dari P3G Universitas Negeri
Makassar.
b. Observasi.
Kegiatan obeservasi yang dilakukan oleh peserta PPL sebagai berikut:

a. Berkenalan dengan kepala sekolah, pendidik pamong, dan staf


sekolah lainnya.
b. Mengenal lingkungan sekolah, gedung sekolah, ruangan, dan
fasilitas lainnya.
c. Menanyakan tentang tata tertib sekolah, tata tertib pendidik, tata
tertib staf pegawai dan sebagainya, terutama tugas-tugas
pengajaran yang akan dilakukan oleh peserta PPL.
d. Berkenalan dengan Peserta didik, terutama Peserta didik yang
diajar.

6
e. Mengamati pelaksanaan belajar mengajar pendidik dengan
memperhatikan:
1) Cara mengajar atau metode mengajar
2) Cara pendidik mengolah kelas
3) Hubungan antara mataeri yang diajarkan dengan tema atau
pokok bahasan.
f. Menyampaikan hasil observasi dan orientasi kepada dosen
pembimbing dalam bentuk laporan hasil observasi.
g. Merencanakan kegiatan program pengalaman lapangan
selanjutnya, yang meliputi:
1) Kegiatan teaching
2) Kegiatan non teaching
2. Kegiatan PPL
a. Kegiatan PPL meliputi:
a. Praktik terbimbing
Praktik terbimbing dilakukan setelah mahasiswa melakukan
observasi dan orientasi penyusunan program. Mahasiswa
berkonsultasi dengan guru pamong terkait dengan kelas praktik dan
perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam kelas.
Bimbingan selalu dilakukan tahap demi tahap, mulai proses
konsultasi, penyusunan rencana pembelajaran, persiapan, sampai
pelaksanaan praktik mengajar.
b.Uji Kineja (UKIN)
Uji KInerja (UKIN) dilakukan diakhir pelaksanaan praktik mengajar
dengan tujuan untuk melihat sejauh mana mahasiswa terdapat
peningkatan dalam keterampilan mengajar.
b. Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan merupakan tugas akhir dari kegiatan PPL
yang berfungsi sebagai laporan pertanggungjawaban mahasiswa atas
pelaksanaan PPL. Laporan juga merupakan syarat kelulusan, laporan
PPL mencakup seluruh kegiatan PPL mulai dari pembekalan,

7
observasi, praktik mengajar terbimbing, dan praktik mengajar mandiri.
Laporan PPL merupakan laporan individu yang berisi paparan singkat
mengenai kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa dengan penekanan
refleksi mahasiswa atas kegiatan PPL (misalnya : peningkatan
pengetahuan, sikap, dan kecakapan/kemampuan yang diperoleh
mahasiswa selama melaksanakan PPL).
Laporan PTK memuat rumusan masalah dan tujuan, ketepatan
metode yang digunakan, hasil perubahan pada peserta didik, guru dan
sistem pembelajaran, pembahasan atau refleksi, kesimpulan dan
rekomendasi penelitian serta melampirkan perangkat RPP yang telah
disempurnakan beserta seluruh perangkat lainnya sebagai kelengkapan
laporan..

8
BAB II
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
A. Riwayat singkat sekolah
1. Sejarah Sekolah
SMP Negeri 2 Makassar berdiri pada tanggal 13 Juni 1952 di Jl. Jl.
Amanagappa No. 4 Makassar. SMP Negeri 2 Makassar merupakan salah satu
sekolah dibawah naungan pemerintah daerah Kota Makassar yang berbasis
Adiwiyata. Sekolah ini memiliki dua lantai untuk memenuhi kebutuhan
sarana dan prasarana dalam menunjang proses pembelajaran.

Gambar 1. Tampak Depan SMP Negeri 2 Makassar


SMP Negeri 2 Makassar telah berkontribusi selama puluhan tahun
membangun anak bangsa dalam bidang pendidikan.hal ini dapat dilihat dari
berbagai prestasi telah ditorehkan oleh Guru, Alumni dan peserta didiknya.

Gambar 2. Berbagai Piala Hasil Prestasi SMP Negeri 2 Makassar

9
Berdiri sejak tahun1952 sampai sekarang masih tetap eksis berkarya
mebangun negeri tercinta ini. SMP Negeri 2 Makassar saat ini telah
mengalami perkembangan yang pesat, baik dari jumlah guru, siswa, jumlah
staf tata usaha dan gedung sekolah. Beberapa tahun yang lalu Gedung sekolah
SMP Negeri 2 Makassar masih terpisah, Namun saat ini telah menjadi satu di
Jl. Amanagappa hal ini lah yang menyebabkan Akreditasi sekolah masih B.
Akan tetapidi bawah tanggung jawab Ibu Dr. St. Haniah, S.Pd. M.Pd saat ini,
beliau berani mengambil sikap untuk meningkatkan kualitas SMP Negeri 2
Makassar dengan menjadikan satu lokasi sekolah sehingga dalam proses
pembelajaran di bagi menjadi sifh pagi dan siang agar dapat meningkatkan
Akreditasi sekolah menjadi A.
Sejak berdiri hingga saat ini SMP Negeri 2 Makassar telah mengalami 9
kali pergantian pemimpin, untuk saat ini dipimpin oleh Dr. St. Haniah, S.Pd,
M.Pd. sampai sekarang.
2. VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
Visi: “ Unggul dalam mutu, berwawasan lingkungan serta berpijak pada
IPTEK dan IMTAQ”
Misi:
1. Menerapkan manajemen partisipatif
2. Mewujudkan 18 revolusi pendidikan
3. Melaksanakan pembinaan professional guru secara kontinyu
4. Mengembangkan lingkungan sekolah menuju kelestarian lingkungan
5. Melaksanakan pembinaan keagamaan
6. Menggalang peran serta masyarakatuntuk mengembangkan
lingkungan sekolah yang asri, hijau dan sehat.
Tujuan Sekolah:
1. Menerapkan manajemen partisipatif yang dilandasi rasa kekeluargaan
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengaplikasikan pembelajaran
aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan
3. Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif sebagai sumber
belajar.

10
B. Profil Sekolah
1. Identitas Sekolah
a. Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Makassar
Status : Negeri
NPSN : 40307325
b. Alamat Sekolah : Jl. Amanagappa No. 4 Makassar
Kabupaten/Kota : Makassar
Kecamatan : Ujung Pandang
Kelurahan/Desa : Baru
Kode pos : 90111
Telepo/fax : 0411 - 362463
Email/website : smpn2makassar78@gmail.com
2. Fasilitas dan Sarana Prasarana
SMP Negeri 2 Makassar memiliki sarana dan prasarana yang cukup
memadai sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar, antara lain:
a. Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah ter[isah dari ruang guru dan terletak di lantai 2
bersebelahan dengan ruang TU. Ruang kepala sekolah dalam kondisi
baik dengan beberapa fasilitas didalamnya.

Gambar 3. Kantor Kepala SMP Negeri 2 Makassar

11
b. Ruang Guru.
Ruang guru SMP Negeri 2 Makassar dalam kondisi baik. Memiliki
sebuah dapur kecil untuk menunjang kebutuhan para guru.. Di
dalamnya terdapat mesin fingerprint yang digunakan untuk absensi
guru secara otomatis dan beberapa meja kursi sesuai dengan jumlah
guru yang mengajar di SMP Negeri 2 Makassar sekaligus menjadi
tempat untuk rapat dan penerimaan tamu.

Gambar 4. Ruang Guru SMP Negeri 2 Makassar


c. Lab. Komputer, kondisi 75% Fasilitas: Alat praktikum, LCD Projector.
Terletak di lantai 2.
d. Lab. IPA, berada di tengah lingkungan sekolah yang mana di fungsikan
sebagai ruang kelas. Fasilitas: Alat praktikum.
e. Ruang Tata Usaha (TU)
Terletak disebelah Ruang Kepala Sekolah. Ruangan tata usaha
digunakan untuk semua yang berurusan dengan administrasi sekolah
ditangani dengan baik.
f. Ruang (PMR) UKS
Terdapat tempat tidur dan obat-obatan. Ruang (PMR) UKS ini
difungsikan untuk tempat pemberian pertolongan kepada siswa yang
membutuhkan saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung maupun saat
kondisi yang tidak memungkinkan

12
g. Ruang Musholah
SMP Negeri 2 Makassar dilengkapi dengan musholah yang bisa di
manfaatkan untuk menjalankan sholat berjamaah maupun mandiri.

Gambar 5. Mushollah yang ada di SMP Negeri 2 Makassar


h. Perpustakaan.
Fasilitas: 1 unit komputer, meja dan kursi untuk membaca, beberapa rak
buku, namun masih perlu tambahan rak buku mengingat masih banyak
buku yang belum memiliki tempat sehingga diletakkan di gudang
perpustakaan sehingga menyulitkan siswa dalam mencari buku yang
dikehendaki. Perpustakaan sering di kunjungi baik siswa dan guru.
Fasilitas cukup baik, walau belum sepenuhnya memadai, prosedur
peminjaman sudah sesuai dengan ketentuan.

Gambar 6. Perpustakaan SMP Negeri 2 Makassar


i. Ruang belajar
SMP Negeri 2 Makassar memiliki 17 ruang kelas untuk proses
belajar mengajar. Ruang kelas yang ada ini digunakan oleh dua shift

13
yaitu shift pagi dan juga dengan shift siang. Ruang kelas yang ada saat
ini dapat dilihat dengan perincian pada tabel 1.1 berikut:
Tabel. 1.1. Ruang belajar siswa SMP Negeri 2 Makassar.
No Kelas Jumlah Siswa Wali Kelas Ruangan/
L P Total Ruang Kelas
1. VII.1 20 16 36 Dra. Haslinda IX-1/VII-1
2. VII.2 18 18 36 Hj. St. Masnah, S.Pd. IX-2/VII-2
3. VII.3 15 19 34 Wahida Indriani, S.Pd. IX-3/VII-3
4. VII.4 18 18 36 Rice IX-4/VII-4
5. VII.5 17 19 36 Legsonowati S, S.Pd. IX-5/VIII-1
6. VII.6 17 20 37 Sariyati, S.Pd. IX-6/VII-6
7. VII.7 17 19 36 Hajriani, S.Pd. IX-7/VII-7
8. VII.8 23 13 36 Sahabuddin, S.Pd. IX-8/VII-8
9. VIII.1 19 17 36 Dra. Rosmawati IX-5/VIII-1
10. VIII.2 14 21 35 Hamidah, S.Pd L.IPA/VIII-2
11 VIII.3 21 15 36 Emelia F.L. S. S, Pd. VIII-3
12. VIII.4 16 19 35 Nuraeny Palasang, S.Pd VIII-4
13. VIII.5 20 15 35 Hj. St. Nurbaya, S.Pd. VIII-5
14. VIII.6 17 18 35 Hj. Kasnawiah, S.Pd. M.Pd VIII-6
15. VIII.7 17 19 36 Drs. Amin/Ima S, S.Pd. VIII-7
16. VIII.8 21 15 36 Faridata Amin, S.Pd. VIII-8
17. IX.1 19 16 35 Hj. Suriani, S.Ag. IX-1/VII-1
18. IX.2 16 17 33 Nurtia, S.Pd. IX-2/VII-2
19. IX.3 19 17 36 Rahmini, S.Pd. M.Pd. IX-3/VII-3
20. IX.4 20 14 34 Hj. Sahiah, S.Pd. IX-4/VII-4
21. IX.5 21 14 35 Herlina, S.Pd. IX-5/VIII-1
22. IX. 6 15 17 32 Mariyani Mannya, S.Pd. IX-6/VII-5
23. IX.7 19 16 35 Senniwati, S.Pd. IX-7/VII-6
24. IX.8 16 17 33 Dra, Kurniawati IX-8/VII-7
Sumber: Data dapodik SMP Negeri 2 Makassar. Tahun 2019

14
j. Koperasi sekolah
Di SMP Negeri 2 Makassar terdapat dua koperasi, yakni koperasi guru
dan koperasi siswa. Koperasi guru dikelola oleh guru untuk kepentingan
guru SMP Negeri 2 Makassar, sedangkan koperasi Siswa dikelolah oleh
guru dan siswa untuk kepentingan Siswa. Koperasi siswa dilengkapi
dengan mesin foto copy dan printer sera beberapa barang yang dijual
untuk kebutuhan siswa, antara lain buku, perlengkapan seragam,
perlengkapan alat tulis, dll.
k. Jaringan Internet
Pada sekolah ini telah memiliki fasilitas internet.warga sekolah dapat
mengakses HOTSPOT (WIFI) di seluruh lingkungan sekolah untuk
keperluan pembelajaran.
l. Ruang penunjang
1. Kamar Mandi
Kamar mandi yang ada di SMP Negeri 2 Makassar terdiri dari
kamar mandi siswa dan guru.
2. Kantin Sekolah
SMP Negeri 2 Makassar memiliki 2 buah kantin yang berada di
dalam lokasi sekolah.
m. Infrastruktur
Infrastruktur yang dimiliki SMP Negeri 2 Makassar terdiri dari:
a. Pagar,
b. Taman, terdiri dari beberapa tanaman obat.
c. Listrik,
d. Tempat parkir
e. Lapangan olahraga sekaligus lapangan Upacara.
3. Keadaan Siswa
a. Penerimaan Siswa Baru
SMP Negeri 2 Makassar setiap tahun ajaran baru melakukan
penerimaan siswa baru sejak berdiri hingga sekarang. Penerimaan siswa

15
baru diadakan mulai bulai Mei hingga bulan Juli dengan melakukan
beberapa tes.
b. Proses Kenaikan Kelas
Proses kenaikan kelas di SMP Negeri 2 Makassar didasarkan pada
penilaian hasil belajar siswa selama dua semester, dengan syarat bahwa
nilai setiap siswa harus tuntas yang dalam hal ini harus mencapai KKM
yang ditetapkan pada tiap mata pelajaran, siswa yang belum mencapai
KKM harus mengikuti pembelajaran remidi. Kenaikan kelas di SMP
Negeri 2 Makassar menggunakan sistem Kelas Tuntas (KT), dimana
apabila nilai siswa dapat mencapai standar KKM dan semua nilainya
tuntas maka siswa dinyatakan naik kelas, dan apabila siswa tidak naik
kelas maka harus mengulang seluruh mata pelajaran ditingkat tersebut.
Berikut beberapa kriteria yang menunjang siswa untuk naik kelas
diantarannya adalah :
1. Setiap nilai di semua mata pelajaran harus tuntas.
2. Nilai eskul pramuka minimal B.
3. Perilaku tidak lebih dari 2000 poin.
4. Kehadiran maksimal 80%.
5. Setiap nilai mata pelajaran dalam dua semester memenuhi KKM.
c. Waktu Belajar
Waktu belajar di sekolah SMPN 2 Makassar dimulai sejak pukul 07:15.
sampai 12.40 untuk shif pagi, sedangkan shif siang dimulai pukul 12.40
sampai 17.55 Pada hari senin jam pelajaran dimulai pada pukul 07:30
hal ini dikarenakan setiap hari senin diadakan upacara bendera. Pada
hari selasa, rabu, dan kamis jam pelajaran dimulai seperti biasa. Waktu
yang paling singkat untuk belajar adalah pada hari Jum’at yaitu hingga
pukul 11:30 untuk shif pagi dan hingga pukul 17.55 untuk shif sore
sedangkan untuk hari sabtu para siswa mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler seperti pramuka.

16
d. Jumlah Siswa
Jumlah siswa di SMP Negeri 2 Makassar pada saat ini sebanyak
849 orang, dengan perincian seperti pada tabel 1.2 sebagai berikut :
Tabel. 1.2 Jumlah Siswa SMP Negeri 2 Makassar
Jumlah Siswa
Kelas Jumlah
Laki-Laki Perempuan
VII 145 142 287
VIII 142 137 279
IX 145 138 283
Total 849
Sumber: Data dapodik SMP Negeri 2 Makassar. Tahun 2019
4. Keadaan Guru
Guru pada SMP Negeri 2 Makassar sebanyak 49 orang, yang terdiri
dari guru PNS dan Non PNS. Tenaga pendidik yang ada di SMP Negeri 2
Makassar tidak bisa diragukan lagi, sebab semua tenaga pendidik memiliki
kualifikasi pendidikan S1, bahkan ada beberapa orang yang telah memiliki
gelar S2. Sedangkan kepala sekolah sendiri telah menyandang gelar Dr.
dengan kualifikasi yang mumpuni ini sudah pasti akan sangat membantu
dalam meningkatkan kualitas dari peserta didiknya. Data guru terlampir.
5. Tenaga Kependidikan
Tenaga Kependidikan pada SMP Negeri 2 Makassar sangat
dibutuhkan karena merekalah yang mengelola administrasi-administrasi
sekolah mulai dari data Dapodik, surat masuk dan keluar hingga yang
lainnya oleh karena itu tenaga mereka sangat dibutuhkan. Data tenaga
kependidikan SMP Negeri 2 Makassar dapat dilihat pada tabel 1.3 dibawah
ini:

17
Tabel 1.3 Data Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Makassar

No. Nama Jabatan Alamat

1 Hasni Amsi, S.Sos. -

2 Sanusi Mahmud, S.Kom. -

3 Ayu Asnita -

Sumber: Data dapodik SMP Negeri 2 Makassar. Tahun 2019.


6. Keamanan dan Office Boy
Agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan
tertib, setiap sekolah membutuhkan tenaga yang bertugas untuk menjaga dan
mengatur keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah. Begitupun di SMP
Negeri 2 Makassar yang memiliki penjaga keamanan dan tenaga office boy
yang dapat dilihatpada tabel 1.4 dibawah ini:
Tabel 1.4 Data keamanan dan office boy SMP Negeri 2 Makassar

No. Nama Jabatan Alamat

1 Ahmad Keamanan/Honorer -

2 Jamaluddin Keamanaan/Honorer -

3 Sakaria Office boy/Honorer -

Sumber: Data dapodik SMP Negeri 2 Makassar. Tahun 2019

18
BAB III
PELAKSANAAN PPL PPG
A. Perencanaan Pembelajaran
a. Kegiatan Ekstra dan Intra sekolah
1. Kegiatan Ekstra
Latihan pramuka difokuskan pada golongan usia tingkat
penggalang yang terdiri dari kelas VII, VIII dan IX. Kegiatan pramuka
dilakukan setiap hari Sabtu, dengan memanfaatkan halaman sekolah
sebagai lokasi latihan. Materi-materi yang diberikan terkait dengan
keterampilan-keterampilan dasar pramuka penggalang seperti upabuklat
dan upatuplat, baris-berbaris, semaphore dan pioneering (tali-temali).
Kegiatan kepramukaan ini didampingi oleh pembina putra dan Pembina
putri.
2. Kegiatan Osis
Di SMP Negeri 2 Makassar juga memiliki OSIS yang merupakan
kegiatan organisasi siswa. OSIS di SMP Negeri 2 Makassar dijalankan
dengan baik, hal ini dapat dilihat dari setiap kegiatan yang dilaksanakan
disekolah. Diantarnya piket OSIS dalam menertibkan/ membantu guru
dalam menjaga kedisiplinan siswa, tanggung jawab serta kebersihan
dan keindahan sekolah.

Gambar 7. Salah satu tugas OSIS yaitu peiket harian

19
3. Kegiatan Karate
Kegiatan karate merupakan salah satu kegiatan siswa diluar kelas.
Kegiatan ini dibuka untuk kelas VII, VIII dan kelas IX yang siswanya
berminat untuk mengembangkan bakatnya dibidang seni beladiri.
4. Kegiatan Sispala
Kegiatan siswa pecinta alam sangat berkembang di SMP Negeri 2
Makassar. Hal ini dibuktikan dengan adanya taman sehat yang dikola
dengan baik. Taman ini berisikan berbagai jenis tanam yang dapat di
manfaatkan sebagai obat-obat tradisional, selain itu juga ada beberapa
tanaman sayuran. Selain itu sispala juga bekerja bersama dalam
menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Gambar 8. Tanaman Obat yang terpelihara dengan baik


b. Permasalahan dan ulasan dalam perencanaan pembelajaran
Secara umum masalah yang dihadapi guru maupun peserta PPL
adalah rendahnya minat belajar siswa yang berpengaruh pada hasil
belajar siswa itu sendiri, hal ini secara teori disebabkan oleh watak, sifat,
dan lingkungannya yang memberikan sifat/respon yang minim terhadap
proses belajar mengajar di sekolah, sehingga tenaga pendidik harus kerja
ekstra keras untuk menaikkan semangat, minat belajar siswa dengan
keterampilan menggunakan variasi belajar. Banyaknya siswa yang
berasumsi bahwa pelajaran IPS sangat membosankan karena hanya
berupa hafalan dengan bacaaan yang sangat banyak. Olehnya itu, kami

20
berupaya untuk senantiasa mengkonsultasikan dengan guru pamong dan
dosen pembimbing tentang metode atau gaya mengajar yang akan
diterapkan di kelas sehingga siswa tetap antusias menerima materi
pelajaran yang diberikan.
Permasalahan lain yang biasa muncul adalah masalah waktu/ jam
pelajaran. Biasanya alokasi waktu yang ditetapkan telah habis namun
materi belum selesai untuk satu pertemuan. Untuk menghindari hal yang
demikian maka pengajar harus betul-betul memerhatikan penguasaan
waktu seefektif dan seefisien mungkin. Dalam melaksanakan PPL,
masalah yang paling sering muncul adalah masalah waktu. Keterbatasan
waktu dengan materi yang banyak membuat guru tidak optimal dalam
menjelaskan suatu materi. Apa lagi untuk kurikulum 2013 saat ini yang
harus mengaktifkan siswa dalam mencari dan menggali informasi belajar
saat belajar hingga dapat menyampaikan hasil masih berjalan lambat.
Siswa dalam mengerjakan membutuhkan waktu yang lama sehingga
waktu akan habis dan materi belum terselesaikan. Oleh karena itu,
diharapkan partisipasi aktif siswa dengan mengulang-ulang materi yang
telah dipelajari di rumah atau dengan cara berlatih soal-soal sehingga
lebih paham.
Jumlah siswa yang cukup banyak juga menjadi masalah di kelas.
Apalagi dengan penggunaan handpone sebagai alat dalam mencari
sumber belajar di internet. Hal ini menuntut pengontrolan guru yang
lebih ekstra karena terkadang siswa jika tidak diperiksa dengan seksama
akan menggunakan handpone untuk mengerjakan hal lain, seperti main
game dan sosial media. Siswa yang terlalu padat juga sangat
mempengaruhi vocal guru dalam menyempaikan materi dikelas. Dengan
demikian maka dibutuhkan teknik-teknik atau metode yang bisa menarik
minat siswa untuk belajar yang akan berpengaruh pada hasil belajar
siswa. Dalam pelaksanaan PPL juga saya selalu konsultasi dengan guru
pamong untuk teknik dan media yang akan digunakan dikelas sehingga
proses PPL ini berjalan dengan baik.

21
B. Pelaksanaan Pembelajaran Terbimbing dan Mandiri
a. Pembimbingan Guru Pamong
Proses pembimbingan yang dilakukan oleh guru pamong
merupakan salah satu yang memegang peranan dalam menunjang
terlaksananya kelancaran proses belajar mengajar yang dilakukan oleh
peserta PPG Dalam Jabatan. Guru pamong dalam membimbing,
memberikan masukan tentang cara atau teknik sehubungan dengan
kegiatan belajar mengajar. Memberi gambaran kondisi siswa yang diajar.
Memberikan informasi terkait fasilitas yang dapat digunakan seperti
buku ajar, dan buku pegangan siswa.
Pada tahap awal pelaksanaan PPL guru pamong senatiasa
mendampingi dalam kelas agar suasana kelas bisa terkendali. Selain itu,
guru pamong juga memberikan masukan kepada peserta PPL Dalam
Jabatan dalam pelaksanaan PPL bagaimana kiat-kiat mereka agar peserta
didik tidak bermain dalam melaksanakan pembelajaran. Guru pamong
juga membantu menyediakan sarana atau media pembelajaran yang ingin
digunakan pada saat pembelajaran. Guru pamong senantiasa
mengarahkan ke mahasiswa PPG Dalam Jabatan terkait hal – hal yang
perlu dibenahi pada perangkat pembelajaran, proses pembelajaran untuk
pertemuan selanjutnya. Sehingga ke depan proses pembelajaran berjalan
sesuai yang diharapkan antara guru pamong sebagai awal disekolah
tersebut dengan mahasiswa PPL.
Pada saat pertama kali datang ke SMP NEGERI 2 MAKASSAR
bersama dengan rombongan dan dosen pembimbing, kami disambut dan
diterima dengan baik oleh Kepala sekolah dan para dewan guru, setelah
proses penerimaan dan pengenalan kami diserahkan ke guru pamong
masing-masing. Guru pamong mengantarkan mahasiswa untuk
melakukan observasi sehingga dapat mengenal lingkungan sekolah
dengan baik dan mengenalkan kelas-kelas yang akan dijadikan sebagai
tempat untuk proses pembelajaran bagi masing-masing mahasiswa PPL.
Selanjutnya guru pamong senantiasa berkomunikasi terkait hal – hal yang

22
diperlukan dalam proses belajar mengajar ataupun hal – hal lain yang
berkenanaan dengan sekolah seperti riwayat sekolah, profil sekolah, dan
kondisi sekolah dari tahun – ke tahun. Selain itu mahasiswa juga
berkonsultasi demi kelancaran penelitian tindakan kelas yang dilakukan
oleh mahasiswa PPL. Peranan dan bimbingan guru pamong sangat
penting dan sangat membantu mahasiswa PPL dalam jabatan dalam
melaksanakan praktik pengalaman lapangan di SMP NEGERI 2
MAKASSAR. Selain guru pamong kepala sekolah SMP Negeri 2
Makassar juga sangat memberikan dukungan untuk mahasiswa PPL
dengan mengontrol kegiatan dan memberikan masukan-masukan serta
semangat bagi mahasiswa PPL dalam menyelesaikan seluruh kegiatan
beserta laporan yang disusun tepat waktu.
b. Pembimbingan Dosen Pamong
Proses pembimbingan yang dilakukan oleh dosen pamong juga
merupakan salah satu yang memegang peranan dalam menunjang
terlaksananya kelancaran proses belajar mengajar yang dilakukan oleh
peserta PPG dalam jabatan. Dosen pamong dalam membimbing,
memberikan masukan tentang cara atau teknik sehubungan dengan
kegiatan belajar mengajar. Salah satu upaya yang dilakukan oleh dosen
tutor adalah memberikan arahan dan cara dalam menghadapi anak didik
agar apa yang kita sampaikan dapat diterima oleh peserta didik. Dosen
pamong senantiasa berkomunikasi dengan mahasiswa PPL terkait strategi
pembelajaran yang tepat dengan melihat kondisi siswa dilapangan.
Adapun kegiatan yang dilakukan bersama dengan dosen pembimbing
yaitu, dosen pembimbing (Tutor) mengantarkan mahasiswa PPL ke
sekolah, memperkenalkan Kepala Sekolah dan Guru Pamong serta
menjelaskan tugas-tugas yang akan dilakukan. Pelaksanaan kegiatan
selanjutnya dilakukan di bawah bimbingan dan pengawasan Dosen Tutor
dan Guru Pamong.
Dosen pamong senantiasa memberi bimbingan kepada mahasiswa
PPL. Salah satu upaya yang dilakukan oleh dosen pembimbing adalah

23
melakukan simulasi (pertemuan) dengan mahasiswa PPL, apa-apa saja
kendala yang dihadapi oleh mahasiswa PPL di kelas, bagaimana karakter
siswanya. Sehingga setelah masuk kembali ke kelas, mereka sudah
memiliki solusi untuk mengatasi masalah yang ada. Selain itu mahasiswa
PPL itu sendiri harus cepat merngambil sikap, jika terjadi suatu hal yang
tak terduga di kelas tanpa harus menunggu solusi dari guru pamong
ataupun dosen pembimbing. Peranan dosen pamong sangat membantu
bagi mahasiswa, sebab model – model pembelajaran yang dianggap lebih
tepat untuk diterapkan saat melakukan proses mengajar dapat
didiskusikan dengan dosen pamong tersebut.
C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Evaluasi
a. Pelaksanaan Program
1. Kegiatan Orientasi dan Pengenalan Latar Belakang Sekolah
Kegiatan orientasi dan pengenalan sekolah (observasi)
dilakukan pada bulan Juli, pada saat itu diberikan kesempatan untuk
melihat kegiatan pembelajaran di kelas-kelas terkhusus kelas IX
yang akan menjadi kelas mengajar kami mahasiswa PPL program
studi IPS. Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil observasi, yaitu
antara lain:
a. Mengenal Pimpinan Sekolah, Guru pamong, Pendidik-pendidik
pengajar lainnya serta staf tata usaha dan pegawai lainnya yang
bekerja pada SMP NEGERI 2 MAKASSAR dimana sangat
membantu dalam pelaksanaan PPL.
b. Mengenal sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMP
NEGERI 2 MAKASSAR.
c. Mengenal lokasi, situasi, dan kondisi sekolah di SMP NEGERI
2 MAKASSAR.
d. Dapat mengetahui tugas-tugas pendidik di sekolah, tata tertib
peserta didik, tata tertib pendidik, tata tertib tata usaha dan tata
tertib mahasiswa yang melaksanakan PPL.

24
e. Mengenal karakter dan kodisi peserta didik sehingga dapat
mempersiapkan diri dalam proses pembelajaran nantinya.

Gambar 9. Foto bersama kepala sekolah dan guru pamong


2. Kegiatan Mengajar
Kegiatan mengajar mahasiswa PPL Dalam Jabatan khususnya
Program Studi IPS ditempatkan di kelas IX.1, IX3, IX.4, IX.5 dan
IX.6, disesuaikan dengan guru pamong masing-masing. kami dibagi
masing-masing dengan 1 rombel belajar dengan total jam per
minggu 4 jam pelajaran. Untuk kegiatan mengajar penulis diberikan
tanggung jawab di kelas IX.6 dengan jumlah siswa 34 orang selama
kegiatan PPL berlangsung yaitu 3 minggu.

Gambar 10. Media yang digunakan oleh Mahasiswa PPL.


Pada proses pembelajaran di kelas beberapa metode yang
penulis kembangkan adalah mind mapping dengan model
pembelajaran yang berfariasi serta tetap berbasis pendekatan

25
saintifik, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Untuk
mencapai tujuan pembelajaran seperti yang tercantum dalam RPP
maka penulis mempersiapkan diri sebelum mengajar di dalam kelas.
Penampilan dalam mengajar merupakan salah satu faktor yang
memegang peranan penting dalam usaha menciptakan suasana dan
situasi kelas yang terkendali dan terkontrol. Di samping faktor
penguasaan materi juga harus percaya diri.

Gambar 11. Saat peserta didik mengerjakan mind mapping


Pada saat proses pembelajaran dikelas, guru pamong
mendampingi dan berperan sebagai pengamat. Setelah kegiatan
pembelajaran selesai guru pamong memberikan arahan dan masukan
terkait proses pembelajaran yang dilakukan oleh penulis. Dengan
harapan masukan-masukan ini akan diperbaiki di pertemuan
berikutnya. Selama proses mengajar penulis telah mendapatkan
pengetahuan dan tambahan pengalaman dalam pelaksanaan
kegiatan pembelajaran, pembuatan administrasi pembelajaran.
Berbagai karakter peserta didik yang khas memberi pelajaran lebih

26
kepada praktikan bahwa setiap peserta didik belum tentu cocok
dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Artinya,
penulis harus benar-benar mengetahui karakteristik setiap peserta
didik dan situasi yang ada disetiap kelas sebagai alat untuk
menetukan metode/model mengajar, sehingga dapat memudahkan
dan membantu peserta didik untuk memahami materi yang
disampaikan oleh guru.
Hasil yang telah diperoleh selama penulisn melakukan praktik
mengajar adalah sebagai berikut:
1. Dapat membuat dan menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) untuk setiap materi pokok secara mandiri.
2. Dapat mengembangkan materi, media dan sumber
pelajaran, serta belajar merancang strategi pembelajaran.
3. Dapat menetapkan tujuan dan bahan pembelajaran sesuai
dengan kondisi peserta didik.
4. Dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan
mengelola kelas dengan kondisi peserta didik yang padat.
5. Mendapatkan pengalaman dalam hal ketrampilan mengajar,
seperti pengelolaan tugas-tugas rutin, pengelolaan waktu,
komunikasi dengan siswa, serta mendemonstrasikan metode
belajar.
6. Dapat melaksanakan evaluasi dan penilaian hasil belajar.
7. Dapat membuat administrasi pembelajaran yang dibuat oleh
pendidik sebelum proses KBM dimulai.
Berdasarkan hasil kegiatan praktik mengajar di kelas, penulis
mendapat ilmu yang berharga, yaitu perlunya rencana dan persiapan
yang matang untuk mengajar dengan baik. Selama mengajar, penulis
selaku guru berusaha menerapkan metode-metode yang tidak
monoton. Penulis mengganti model pembelajaran dengan metode
mind mapping yang di variasi sehingga berbeda tiap materi dengan
pengaplikasian permainan sederhana untuk meningkatkan motivasi

27
dan mempermudah siswa dalam memahami pelajaran yang
diberikan.
b. Penanggulangan Masalah
1. Proses Belajar Mengajar
Pelaksanaan PPL di dalam kelas tentunya ada masalah tetapi tidak
mengganggu jalannya proses pembelajaran, diantaranya kurang
perhatian peserta didik terhadap materi yang dijelaskan. Namun untuk
mengatasi masalah ini ditempuh dengan cara menampilkan berbagai
macam metode saat menyajikan materi sehingga materi dapat diterima
oleh peserta didik dengan baik. Adapun masalah yang muncul pada saat
pelaksanaan pembelajaran, antara lain:
a. Pada saat menyampaikan materi masih ada beberapa peserta didik
yang kurang perhatian terutama peserta didik yang posisi duduknya
di bagian belakang atau ada beberapa peserta didik yang rebut
bahkan ada yang menggunakan handponenya untuk memutar lagu
dan bermain game ataupun media sosial. Penanggulangannya
adalah memberi teguran misalnya dengan meminta peserta didik
untuk menyimpan handphone sebelum diberikan perintah untuk
menggunakan, atau dengan cara memberikan pertanyaan seputar
materi yang dijelaskan pada saat itu, memberikan kesempatan
untuk bertanya, serta membuat materi pelajaran lebih menarik
perhatian seluruh peserta didik baik dari segi metode atau media
yang dipergunakan. Dalam hal ini penulis menggunakan metode
mind mapping yang bisa menarik perhatian dan aktifitas peserta
didik dalam mengerjakan LKPD, dimana dilengkapi dengan
peralatan yang menarik seperti spidol berwarna sehingga hasilnya
menarik dan peserta didik bersemangat dalam membuat.
b. Waktu yang begitu singkat sehingga dalam pengerjaan mind
mapping peserta didik tidak dapat menyelesaikan dengan baik,
sehingga hanya 1 kelompok yang bisa menampiklkan hasilnya.
Penanggulangannya adalah memberikan tugas kepada kelompok

28
untuk bisa menyelesaikan tugas tersebut di rumah dan bisa
dikumpul di pertemuan berikutnya. Selain itu juga guru pamong
memberikan masukan bahwa materi harus dipersempit sehingga
dalam satu kali pertemuan bisa menjawab semua tujuan
pembelajaran dan itu akan penulis lakukan pada pertemuan
berikutnya. Dan dengan menerapkan itu maka waktu tidak menjadi
masalah lagi.
c. Bagi peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah KKM pada
saat evaluasi makan akan diberikan remedial atau pemberian tugas
guna menambah nilai evaluasi.
Masalah yang muncul sering didiskusikan dengan guru pamong, dosen
tutor, peserta PPL lainnya seperti program studi IPA dan khususnya
program studi IPS. Hal ini membuat kami dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekolah dan peserta didik sehingga dapat melaksanakan kegiatan
praktik PPL dengan baik. Agar masalah tersebut dapat diatasi dan untuk
mencapai keberhasilan yang baik dalam menyampaikan materi di kelas,
maka sebaiknya dilakukan hal-hal seperti, RPP. LKPD, menentukan model
pembelajaran, menyiapkan materi dengan matang, percaya diri dan selalu
konsultasi dengan guru pamong untuk mendapatkan hasil yang baik.

Gambar 12. Konsultasi setelah proses pembelajaran dikelas

29
D. Refleksi Selama Kegiatan PPL PPG

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan rangkaian kegiatan


dari program PPG Dalam Jabatan bertujuan agar peserta memiliki
kemantapan penguasaan kompetensi guru yang meliputi kompetensi
pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Selaku peserta PPL dari
Program PPG Dalam Jabatan yang ditugaskan di SMP Negeri 2 Makassar,
saya menganmpu bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan
mendapatkan tugas mengajar di kelas IX.6. sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan bersama oleh guru pamong. Dari hasil kegiatan PPL yang telah
dilakukan dapat saya laporkan data-data sebagai berikut.
1. Kelebihan dan Kelemahan
Peserta merasakan banyak kekurangan dan kelebihan dalam
melaksanakan praktek mengajar di SMP Negeri 2 Makassar, adapun
kelebihannya yaitu sebagai berikut.
1) Pembelajaran yang diterapkan di sekolah merupakan
aplikasi/penerapan dari perencanaan yang telah dibuat selama
workshop. Guru praktikan selama mengajar telah menggunakan
berbagai model/metode seperti: Problem Solving Learning,
Discovery learning, Talking Stick, Mind Mapping, TTS dan PBL
sehingga dapat membuat siswa merasa tertarik dengan pembelajaran
yang diberikan.
2) Saya selalu berusaha menggunakan bahasa yang mudah dipahami
dan komunikatif.
3) Menggunakan media yang bervariasi sehingga dapatmenarik minat
siswa untuk belajar.
Adapun kekurangan selama pelaksanaan PPL di SMP Negeri 2
Makassar yaitu perangkat pembelajaran (silabus, RPP, format penilaian) yang
telah kami buat di workshop PPG dalam Jabatan memiliki format sedikit
berbeda dengan format perangkat yang ada di sekolah mitra, sehingga perlu
disesuaikan terlebih dahulu. Kemudian kekurangan lain yaitu infokus milik

30
sekolah sedang mengalami kerusakan,sehingga media pembelajaran yang
dibuat selama workshop seperti Ppt tidak bisa di terapkan.
2. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
1) Guru Pamong
Guru pamong bidang studi IPS di SMP Negeri 2 Makassar adalah
Ibu Enni, S.Pd., M.Pd. Beliau adalah WAKASEK Bidang Humas dan
merupakan sosok guru yang cerdas, berwawasan luas, komunikatif,
disiplin administratif, bertanggung jawab dan berkenan menyediakan
waktu luang untuk melaksanakan bimbingan disela-sela kesibukan
beliau selaku guru.

Gambar 13. Pembimbingan guru pamong hingga di kelas

31
2) Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing bidang studi Bahasa IPS di SMP Negeri 2
Makassar adalah Dr. Syamsul Sunusi, M.Pd.. Beliau merupakan sosok
dosen yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam
pendidikan. Beliau termasuk dosen yang aktif juga sebagai guru pada
salah satu SMK di Makassar. Dalam membimbing peserta PPL beliau
memberikan arahan agar menjadi guru yang memiliki kemampuan
membuat perangkat yang baik sesuai kurikulum, mampu berinovasi, dan
kreatif dalam mendidik siswa.
Dosen pembimbing banyak memberikan arahan dan bimbingan
kepada peserta PPL PPG Dalam Jabatan, dengan tujuan supaya peserta
PPL mampu mewujudkan pembelajaran IPS menjadi menarik, bermutu,
dan mampu mendidik karakter yang baik, dan dapat membuat siswa
aktif.

Gambar 14. Dosen Pembingng/Tutor

32
3) Kualitas Pembelajaran di Sekolah
Kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Makassar secara umum
sudah baik. Pembelajarannya sudah menggunakan kurikulum 2013 untuk
siswa kelas VII, VIII, dan IX. Perangkat pembelajaran yang dibuat oleh
mahasiswa PPL selaku guru mengacu pada standar proses yang diatur
dalam peraturan pemerintah sehingga proses belajar mengajar dapat
berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diharapkan dapat
menghasilkan output yang berkualitas.
4) Kemampuan Diri Praktikan
Secara umum, dalam pelaksanaan PPL di sekolah penulis merasa
bahwa sudah melakukannya dengan maksimal. Meski demikian, penulis
masih harus terus dan banyak belajar untuk memperkaya pengetahuan
serta wawasan untuk menjadi bekal sebagai guru profesional. Penulis
juga masih memerlukan bimbingan serta arahan dari guru pamong, dosen
pembimbing, guru bidang studi IPS lain di sekolah dan berbagai pihak
yang terkait di dalamnya. Akan tetapi, penuli juga banyak mendapatkan
pengetahuan terkait ruang lingkup yang ada di sekolah dan di masing-
masing kelas, mampu mengatasi berbagai masalah yang selama ini
dihadapi dikelas, dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya.
5) Nilai Tambah yang Diperoleh Penulis setelah Melaksanakan PPL
Banyak nilai positif yang saya peroleh setelah melaksanakan
kegiatan PPL di SMP Negeri 2 Makassar, yaitu praktikan dapat belajar
secara langsung untuk menjadi guru profesional. Banyak pengalaman
berharga lain yang hanya bisa didapatkan di lapangan seperti membuat
perangkat mengajar, membuat soal, melakukan penilaian dan masih
banyak hal lainnya. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada
keluarga besar SMP Negeri 2 Makassar, yang telah menerima dengan
baik kedatangan peserta PPL PPG Dalam Jabatan Batch 2 LPTK
Universitas Negeri Makassar dan telah memberikan kesempatan kepada
kami untuk mengembangkan pengalaman yang pernah kami peroleh
ketika mengikuti program PPG Dalam Jabatan. Pesan untuk siswa SMP

33
Negeri 2 Makassar, belajarlah dengan tekun, tingkatkan prestasi
akademik maupun non-akademik kalian, dan teruslah melakukan
perbaikan demi kemajuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia.

34
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan pelaksanaan PPL PPG Dalam Jabatan Tahap 2 Universitas
Negeri Makassar yang telah dilaksanakan dari tanggal 29 Juli Hingga 16
Agustus 2019, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. PPL PPG Dal am Jabat an memberikan pengalaman yang sangat


berharga kepada penulis untuk membentuk profesionalisme sebagai
seorang guru.
2. Memberikan kesempatan belajar singkat dan nyata bagi penulis dalam
dunia pendidikan di sekolah Mitra yang tentunya memiliki perbedaan
dengan sekolah asal penulis. Selanjutnya, memperluas pengetahuan dan
wawasan bagi penulis tentang tugas dari tenaga pendidik yang
profesional.
3. Pelaksanaan PPL tentunya tidak lepas dari kendala dan hambatan dalam
pelaksanaanya, khususnya dalam proses belajar mengajar di kelas,
namun semua itu dapat teratasi dengan baik karena penulis selalu
membangun komunikasi yang baik dengan guru pamong dan dosen tutor
sehingga semua masalah dapat terselesaikan dengan baik.
B. Saran
Praktik pengalaman lapangan (PPL) sangat berarti bagi peserta PPG
Dalam Jabatan. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni:
1. Bagi Pihak Universitas Negeri Makassar
Diharapkan dapat memberikan pembekalan yang cukup bagi
peserta PPG Dalam Jabatan sebelum diterjunkan untuk melaksanakan
praktik pengalaman lapangan. Serta dapat meningkatkan koordinasi dan
kerjasama yang antara pihak universitas penyelenggara PPG dan
sekolah mitra.
2. Bagi Peserta PPL PPG Dalam Jabatan Tahap 2
1) Perlu meningkatkan penguasaan 4 kompetensi guru.

35
2) Menjaga nama baik almamater universitas, serta memiliki
kepribadian yang baik dan luhur.
3) Bersikap disiplin dan mengikuti seluruh kegiatan PPL PPG Dalam
Jabatan hingga selesai waktu penugasan di sekolah mitra.
4) Perlu meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan koordinasi yang
baik dalam kelompok.
3. Bagi Sekolah mitra
1. Selalu menjaga kedisiplinan yang sudah berjalan dengan baik di SMP
Negeri 2 Makassar.
2. Mempertahankan keramahtamahan terhadap siswa-siswi maupun
mahasiswa PPL yang dalam hal ini adalah tamu di SMP Negeri 2
Makassar
3. Diharapkan sekolah untuk bisa memperbaiki beberapa fasilitas yang
rusak guna menunjang pembelajaran disetiap kelas.

36
DAFTAR RUJUKAN

Panduan Format Laporan PPL & PTK, 2019. Pendidikan Profesi Guru. Universita
Negeri Makassar.

Dapodik. Data Administrasi SMP N 2 Makassar Tahun Ajaran 2019/2020.

Oktaviani, Orin. 2015. Laporan Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan.


UNM: Makassar

UPT PPL. 2017. Panduan Program Pengalaman Lapangan (PPL). UNM:


Makassar.

Rachmayanti. 2013. Laporan Program Pengalaman Lapangan (PPL) SMP Negeri


2 Makassar. Universitas Negeri Makassar
LAMPIRAN-LAMPIRAN