Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN

PERENCANAAN PROGRAM GIZI KELAS IBU HAMIL

DI WILAYAH NGEMPLAK SIMONGAN

SEMARANG BARAT

Disusun oleh :

KELOMPOK 6

SEMESTER/TAHUN AJARAN : VI / 2018-2019

1. Ristia Hanifah 1607026042


2. Barokatul Mas’udah 1607026051
3. Nur Amaliyah K. 1607026063
4. Muhammad Ainun N. 1607026064

PROGRAM STUDI GIZI

FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat serta salam tetap tercurahkan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para
sahabatnya. Serta para pengikutnya sampai pada hari kiamat nantinya.

Pada kesempatan ini, kami telah menyelesaikan laporan untuk


memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Program Gizi di wilayah
Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Dalam laporan ini kami akan
membahas beberapa hal yang terkait dengan perencanaan program edukasi
dan kelas ibu hamil di wilayah Ngemplak Simongan, Semarang Barat,
untuk mengatasi kejadian anemia pada ibu hamil.

Kami menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna


karena keterbatasan dan kekurangan yang kami miliki. Dorongan keluarga,
bimbingan dosen, teman-teman dan berbagai pihak yang membantu kami
sehingga tulisan ini dapat terwujud. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
kami menghaturkan hormat dan rasa terimakasih kepada:

1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, drg. Muhammad Gunadi


beserta staff yang telah memberikan ijin dan data kepada kami untuk
menyelesaikan penelitian.
2. Kepala Puskesmas Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Ibu Sri
Andriani, SKM. M Kes dan staf puskesmas yang telah memberikan ijin
melakukan pengambilan data terkait gizi.
3. Terimakasih atas dukungan moral dari keluarga dan sahabat yang telah
membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
4. Tak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Pradipta Kurniasanti,
SKM., M.Gizi selaku dosen pengampu mata kuliah Program Perencanaan
Gizi.

Kami berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Apabila ada kesalahan dalam pembuatan maupun isi dari laporan ini kami

2
mohon maaf. Kritik dan saran dari Ibu Dosen dan teman-teman sangat
diperlukan untuk perbaikan laporan selanjutnya.

Semarang, 15 Juni 2019

Penyusun

3
HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN

MATA KULIAH PERENCANAAN PROGRAM GIZI

1. Judul : Laporan Perencanaan Program Gizi Kelas Ibu

Hamil di Wilayah Ngemplak Simongan Semarang

Barat

2. Penyusun : Kelompok 6

Nama/NIM : Ristia Hanifah / 1607026042

Barokatul Mas’udah / 1607026051

Nur Amaliyah K. / 1607026063

Muhammad Ainun N. / 1607026064

Semester/Tahun : VI / 2018-2019

3. Program Studi : Gizi

4. Nama Mata Kuliah/SKS : Perencanaan Program Gizi / 2 SKS

5. Lokasi Kegiatan : Puskesmas Ngemplak Simongan Semarang Barat

6. Waktu Kegiatan : 18 Mei 2018

Laporan Perencanaan Program Gizi telah dipresentasikan.

Semarang, 15 Juni 2019

Dosen Mata Kuliah PPG

Pradipta Kurniasanti, SKM., M.Gizi

4
PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN

Penulis menyatakan dengan sebenarnya bahwa penulisan Laporan Mata


Kuliah Perencanaan Program Gizi ini berdasarkan hasil pemikiran asli dari
kelompok kami. Topik judul yang akan dikerjakan : Perencanaan Program Gizi
Kelas Ibu Hamil di Wilayah Ngemplak Simongan. Jika terdapat karya orang lain,
kami akan mencantumkan sumber referensi yang jelas. Demikian pernyataan ini
kami buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat
penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka kami bersedia
menerima sanksi berupa peringatan lisan hingga pencabutan gelar yang telah
diperoleh dan sanksi lain sesuai dengan peraturan yang berlaku di FPK UIN
Walisongo. Demikian pernyataan ini kami buat dalam keadaan sadar dan tanpa
paksaan dari pihak manapun.

Semarang, 15 Juni 2019

Penyusun

5
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................

KATA PENGANTAR ..................................................................... 2

HALAMAN PENGESAHAN .......................................................... 4

PERNYATAAN KEASLIAN .......................................................... 5

DAFTAR ISI ..................................................................................... 6

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................ 8
B. Rumusan Masalah.................................................................... 9
C. Tujuan Penelitian...................................................................... 9
D. Manfaat Penelitian .................................................................. 10
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Ibu Hamil ................................................................................ 11
B. Anemia .................................................................................... 17
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ........................................................................ 23
B. Tempat Dan Waktu .................................................................. 23
C. Jenis Data ................................................................................ 23
D. Instrumen Penelitian ................................................................ 23
E. Pengolahan dan Analisis Data ................................................. 24
IV. HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum
1. Keadaan Geografis ................................................... 25
2. Kependudukan ......................................................... 27

3. Sosial Ekonomi (Angka Beban Tanggungan) .......... 27


B. Gambaran Umum (Tempatnya)
1. Visi.............................................................................. 27

6
2. Misi ............................................................................. 28
3. Tujuan........................................................................... 28
4. Tenaga Kesehatan ........................................................ 28
5. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi ... 29
C. Gambaran Umum Gizi dan Kesehatan ........................................
1. Sarana dan Prasarana Kesehatan ................................. 31
2. Derajat Kesehatan ........................................................32
3. Posyandu dan Kader ..................................................... 32
4. Hasil Survei .................................................................. 34
V. MANAJEMEN PROGRAM GIZI .........................................................
A. Langkah-langkah Perencanaan Menu ........................................... 37
1. Analisis Situasi........................................................................ 37
2. Prioritas Masalah .................................................................... 38
3. Analisis Masalah..................................................................... 39
4. Analisis Tujuan ...................................................................... 40
5. Analisis Alternatif ................................................................. 41
6. Rencana Kegiatan.................................................................. 42
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................. 47
B. Saran ........................................................................................... 47
DAFTAR PUSTAKA

7
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berbagai masalah akan kesehatan dan gizi di Indonesia saat ini masih
banyak terjadi salah satunya anemia ketika ibu hamil. Hal ini dapat
memberikan dampak negatif baik pada sang ibu maupun anak ketika
melahirkan hingga dapat berdampak pada kematian. Ketika seorang wanita
hamil, terlebih lagi pada wanita yang mengalami hamil pertama kali, maka
perlu adanya pendampingan dan pemeriksaan secara rutin agar kehamilannya
sehat. Kehamilan merupakan suatu keadaan kritis yang dapat menentukan
kualitas potensi dasar sumber daya manusia.
Menurut hasil Riskesdas, pada tahun 2013 hasil persentase anemia
pada ibu hamil sebesar 37,1% sedangkan pada tahun 2018 hasil persentasenya
sebesar 48,9%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
permasalahan gizi anemia pada ibu hamil mengalami peningkatan sebanyak
11,8% dari tahun 2013 hingga 2018. Maka dari itu, perlu adanya perhatian
dari pemerintah dan masyarakat terkait masalah anemia pada ibu hamil.
Anemia merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Pada
sebagian besar anemia yang terjadi yaitu karena kekurangan besi. Penyebab
anemia tersebut karena makanan yang dikonsumsi kurang mengandung zat
besi, terutama dalam bentuk besi-hem. Disamping itu, anemia juga sering
terjadi pada wanita karena kehilangan darah akibat haid ataupun persalinan
(Almatsier, 2009). Anemia adalah keadaan dimana masa hemoglobin atau
eritrosit yang beredar dalam tubuh tidak memenuhi fungsinya dalam
menyediakan oksigen ke jaringan tubuh (Handayani, 2008). Pada kehamilan
relatif terjadi anemia pada ibu hamil karena darah pada ibu hamil mengalami
hemodilusi (pengenceran) dengan peningkatan volume 30% sampai 40% yang
puncaknya pada kehamilan 32 sampai 34 minggu. Jumlah peningkatan sel
darah 18% sampai 30%, dan hemoglobin sekitar 19%. Bila hemoglobin ibu
sebelum hamil 11 gr% maka dengan terjadinya hemodilusi akan

8
mengakibatkan anemia hamil fisiologis, dan Hb ibu menjadi 9,5 sampai 10
gr% (Manuaba, 1998).
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 pemerintah telah melakukan
program penanggulangan anemia pada ibu hamil selama periode kehamilan
dengan memberikan 90 tablet Fe kepada setiap ibu hamil dengan tujuan dapat
menurunkan angka kejadian anemia ibu hamil namun setelah dilakukan
evaluasi pada program pemerintah tersebut hasilnya tetap tinggi
(KEMENKES RI, 2013). Maka dari itu laporan ini ditulis oleh penulis dengan
tujuan membuat perencanaan program yang dapat mendukung program
pemerintah dalam mengatasi anemia pada ibu hamil sehingga dapat
menurunkan angka persentase yang ada menjadi menurun.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang akan dikaji dalam
penelitian ini adalah penatalaksanaan progam pencegahan anemia pada ibu
hamil di Puskesmas Ngemplak Simongan, Semarang, Jawa Tengah.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan umum: membuat perencanaan program gizi dalam
menyelesaikan permasalahan gizi yaitu anemia pada ibu hamil di Puskesmas
Ngemplak Simongan Semarang Barat serta memberi usulan progam yang
dapat dilaksanakan oleh Dinkes Kabupaten Semarang dalam mengatasi
permasalahan terkait gizi.
Tujuan khusus :
a. Mengidentifikasi masalah gizi di wilayah Ngemplak Simongan Semarang
Barat.
b. Menentukan prioritas masalah.
c. Melakukan analisis situasi.
d. Melakukan alternatif pemecahan masalah gizi mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, pengorganisasian dan monitoring dan evaluasi.

9
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang
Sebagai salah satu bahan acuan dan pertimbangan untuk menentukan
kebijakan serta langkah-langkah strategis dalam penanggulangan masalah gizi
di Kabupaten Semarang.
2. Bagi Instansi Pendidikan
Sebagai bahan pustaka untuk menambah informasi tentang ilmu gizi
terutama mengenai anemia pada ibu hamil.
3. Bagi Penelitian
Sebagai sarana pembelajaran dalam melakukan penelitian, sekaligus
mempraktikkan ilmu yang telah didapat serta dapat mengetahui masalah
terkait gizi khususnya anemia pada ibu hamil.

10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

I. Kehamilan
A. Pengertian ibu hamil
Hamil merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu sebagian
besar pasangan muda maupun tua.Kehamilan adalah pertemuan antara sel
telur (ovum) dengan sperma yang menyebabkan amenore pada wanita usia
reproduktif disertai dengan perubahan fungsi anatomi tubuh. Kehamilan
berlangsung selama 40 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir
(HPHT) (Mochtar, 2012 dalam Fachriandini, 2016).

Kehamilan adalah masa kritis di mana gizi ibu yang baik adalah faktor
penting yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Ibu hamil bukan hanya
harus dapat memenuhikebutuhan zat gizi untuk dirinya sendiri, melainkan
juga untuk janin yang dikandung. Risikokomplikasi selama kehamilan atau
kelahiran paling rendah bila pertambahan berat badansebelum melahirkan
memadai.Kehamilan merupakan suatu proses faali yang menjadi awal
kehidupan generasi penerus. Salah satu kebutuhan esensial untuk proses
reproduksi sehat adalah terpenuhinya kebutuhan energi, protein, karbohidrat,
vitamin, dan mineral serta serat. Kurangnya asupan zat gizi makro
(karbohidrat, protein, dan lemak) maupun zat gizi mikro (asam folat, zat besi,
seng, kalsium, iodium, dan lain-lain) dapat menimbulkan masalah gizi dan
kesehatan pada ibu dan bayinya. (Pritasari,2018)

B. Diagnosis Kehamilan
Banyak manifestasi dari adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan
yang mudah dikenali dan dapat menjadi petunjuk bagi diagnosis dan evaluasi
kemajuan kehamilan. Tetapi sayangnya proses farmakologis atau
patofisiologis kadang memicu perubahan endokrin atau anatomis yang
menyerupai kehamilan sehingga dapat membingungkan.
11
(Ardiani,2013)Kehamilan secara normal berlangsung selama 38-40 minggu.
Jika dihitung dengan ukuran hari, kehamilan akan berakhir sesudah 266 hari,
atau 38 minggu pascaovulasi, ata kira-kira 40 minggu dari akhir hari pertama
haid terakhir, atau 9,5 bulan dalam hitungan kalender. (Arisman, 2010)

C. Tanda-tanda Kehamilan
Untuk dapat memastikan kehamilan, terdapat beberapa tanda dan
gejala sebagai berikut :

a. Amenorea (terlambat datang bulan)


Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi
pembentukan folikel de Graaf dan ovulasi. Ibu hamil harus
mengetahui tanggal haid terakhirnya
b. Nausea dan Emesis (mual dan muntah)
Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran
asam lambung yang berlebihan. Akibatnya terjadi mual dan
muntah pada pagi hari yang sering disebut morning sickness,
sehingga terdapat penurunan nafsu makan.
c. Ngidam
Pada wanita hamil sering secara random menginginkan
sesuatu secara tiba-tiba, yang disebut ngidam
d. Sinkope (pingsan)
Terjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral)
menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulakan
sinkop atau pingsan dan akan menghilang setelah masa hamil 16
minggu.
e. Payudara tegang
Pengaruh estrogen-progesteron dan somatomamotropin
menimbulkan deposit lemak, air, dam garam pada payudara,
sehingga payudara membesar dan menegang.
Ujung saraf yang tertekan menimbulkan rasa sakit terutama
pada kehamilan pertama
12
f. Sering miksi
Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih
terasa cepat penuh dan sering miksi, keadaan ini akan menghilang
pada triwulan kedua.
g. Konstipasi atau obstipasi
Pengaruh rogesteron dapat menghambat peristaltik usus,
sehingga menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.
h. Perubahan temperatur basal
Adanya kenaikan temperaur basal lebih dari 3 minggu.
(Manuaba, 2010)

D. Perubahan Fisik selama Hamil


Kehamilan dapat memicu dan memacu terjadinya perubahan tubuh
baik secara anatomis, fisiologis, maupun biokimiawi. Perubahannya dapat
terjadi secara sistematik atau sekadar lokal. Perubahan-perubahannya yaitu :
a) Sistem Endokrin
Sebagai organ endokrin, plasenta menghasilkan berbagai
hormon yang sangat penting untuk menyinambungkan kehamilan.
Hormon plasenta antara lain adalah human chorionic gonadotropin
(hCG), human placental lactogen (hPL), esterogen-progesteron,
dan human chorionic thyrotropin.
Selain itu kelenjar endokrin menunjukkan perubahan.
Kelenjar hipofisi dan tiroid membesar, laju metobolisme basal
meningkat, serta kelenjar paratiroid membesar.
b) Saluran Pencernaan
Terjadi perubahan pada rongga mulut hingga usus besar
termasuk organ penghasil enzim pencernaan. terdapat peningkatan
produksi asam lambung, perubahan metabolisme karbohidrat, dan
peningkatan metabolisme lemak.
c) Ginjal dan Saluran Kemih

13
Perubahan terjadi akibat peningkatan hormon ibu, hormon
plasenta, hormon tiroid, dan faktor lainnya seperti peningkatan
volume plasma.
d) Sistem Kardiovaskular
Perubahan terjadi karena pembesaran uterus yang menekan
pembuluh darah yang melewati rongga panggul dan paha.
e) Kantong Empedu
Perubahan terjadi karena penuruna tonus dinding otot polos.
f) Hati
Terjadi perubahan fungsi hati namun morfologinya tidak.
(Arisman,2010)

E. Tahap Kehamilan
Tahapan kehamilan atau yang disebut trimester dibagi menjadi 3
periode, yaitu trimester I, trimester II, dan trimester III. Masing-masing
trimester jangka waktunya 13 minggu.
i. Trimester I
Pada periode ini pembentukan manusia dimuali pada saat
ovum dan sperma menjadi satu membentuk zigot. Setelah 30 jam
zigot mengalami fertilisasi dan membelah menjadi dua,
pembelahan terjadi berkali-kali. Selain membelah diri sel-sel ini
juga mengalami pembesaran. Pada akhir Trimester I sebagian besar
organ telah terbentuk dan janin sudah terasa bergerak. (Soetardjo,
Moesijanti, dan almatsier.ed, 2011)
Calon ibu pada periode ini akan merasakan keletihan yang
tidak biasa dan akan lebih banyak membutuhkan tidur karena
adanya peningakatan kecukupan asupan energi dan karena
pergeseran kecepatan metabolisme tubuh. Selain itu pada beberapa
calon ibu hamil juga mengalami mual dan muntah, serta emosional
yang naik-turun. (Simkin,dkk,2007)

ii. Trimester II
14
Pada awal periode kedua berat janin kurang lebih 30 gram,
dimana pada periode ini lengan, tangan, kaki, jari, dan telingan
telah terbentuk dan mulai membentuk lekuk-lekuk pada rahang
untuk mempersiapkan penempatan gigi. Selain itu organ-organ
tubuh janin termasuk tulang sudah terbentuk dan denyut nadi sudah
mulai terdengar. (Soetardjo, Moesijanti, dan almatsier.ed, 2011)
Pada periode ini berat payudara ibu bertambah sebanyak
kurang lebih 30%, karena penumpukan lemak sebanyak 1-2 kg
sebagai simpanan energi untuk pembentukan air susu ibu (ASI).
(Soetardjo, Moesijanti, dan almatsier.ed, 2011) Keadaan psikologis
pada periode ini sang ibu cenderung lebih tampak gemuk sehingga
calon ibu ada yang menyukai penampilannya dan menganggap
menarik, ada pula yang tidak menyukai penampilannya.
(Simkin,dkk,2007)

iii. Trimester III


Pada awal periode berat janin mencapai 1 kg. Periode ini
merupakan masa kritis pertumbuhan janin, panjang janin periode
ini mencapai dua kali lipat dari panjang semula, dan beratnya
bertambah lima kali lipat. Bagian lunak pada ubun-ubun
menunjukkan tempat tulang tengkorak menutup (fontanel), ia
menutup pada usia bayi 16-18 bulan. (Soetardjo, Moesijanti, dan
almatsier.ed, 2011)
Pada periode ini calon ibu lebih sering merasakan sakit
pinggang, terdapat vaskula spider, terdapat pula striae gravidarum.
(Simkin,dkk,2007) pada periode ini calon ibu selalu waspada untuk
melindungi bayinya dari bahaya, cedera, dan akan menghindari
semua yang dianggap membahayakan bayinya. Namun juga calon
ibu merasa khawatir, timbul ketidaknyamanan, dan kesedihan.
Khawatir akan kehidupannya dan sang bayi nantinya, khawatir
akan proses persalinan, dan khawatir takut ada kelainan pada sang
bayi. Ketidaknyamanan meningkat, sang ibu lebih sering merasa
15
dirinya jelek, lebih mudah tersinggung, malas, ketergantungan, dan
merasa menyulitkan. Kesedihan diakibatkan karena calon ibu akan
berpisah dengan sang bayi dan kehilangan perhatian khusus yang
diterimanya selama kehamilan. (Mandang, dkk,2014)

F. Nutrisi selama Kehamilan


Ibu merupakan satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi dalam
kandungan, sehingga kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan zat
gizi lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan bayi harus terpenuhi. Pada ibu
hamil tidak dianjurkan diet karena diet makanan yang buruk akan
mempengaruhi perkembangan bayi dan dirinya sendiri yang akan meyebabkan
peningkatan terjadinya masalah serius pada bayi. (Suririnah,2008)
Perencanaan gizi untuk ibu hamil sebaiknya mengacu pada RDA.
Dibandingkan ibu yang tidak hamil, kebutuhan ibu hamil akan protein
meningkat sampai 68%, asam folat 100%, kalsium 50%, dan zat besi 200-
300%. (Arisman, 2010)
Tujuan dari perencanaan gizi ibu hamil adalah menyiapkan :
1. Cukup kalori, protein yang bernilai biologi tinggi, vitamin,
mineral, dan cairan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi ibu,
janin, serta plasenta,
2. Makanan padat kalori dapat membentuk lebih banyak jaringan
tubuh bukan lemak,
3. Cukup kalori dan zat gizi untuk memenuhi pertambahan berat
baku selama hamil,
4. Perencanaan perawatan gizi yang memungkinkan ibu hamil
untuk memperoleh dan mempertahankan status gizi optimal
sehingga dapat menjalani kehamilan dengan aman dan berhasil,
melahirkan bayi dengan potensi fisik dan mental yang baik, dan
memperoleh cukup energi untuk menyusui serta merawat bayi
kelak,
5. Perawatan gizi yang dapat mengurangi atau menghilangkan
reaksi yang tidak diinginkan, seperti mual dan muntah,
16
6. Perawatan gizi yang dapat membantu pengobatan penyulit yang
terjadi selama kehamilan (obesitas kehamilan),
7. Mendorong ibu hamil sepanjang waktu untuk mengembangkan
kebiasaan makan yang baik yang dapat diajarkan kepada anak
selama hidup. (Arisman,2010)
Ganguan gizi pada ibu hamil menyebabkan penambahan volume darah
berkurang, peningkatan curah jantung kurang, dan aliran darah ke plasenta
berkurang. Sehingga menyebabkan ukuran plasenta berkurang, lalu aliran zat
gizi berkurang yang menjadikan pertumbuhan janin terhambat. (Soetardjo,
Moesijanti, dan almatsier.ed, 2011)

II. ANEMIA PADA KEHAMILAN


1. Pengertian Anemia
Anemia adalah suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah
merah (eritrosit) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah itu
mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh
jaringan tubuh (Proverawati, 2013).
Anemia sering disebut kurang darah yaitu dimana keadaan
Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal (<12 gr%) yang berakibat
menurunnya daya tahan tubuh, kemampuan dan konsentrasi belajar,
kebugaran tubuh, menghambat tumbuh kembang, dan membahayakan
kehamilan (Kemenkes RI, 2010)
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia
terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi (WUS). Anemia pada wanita
usia subur (WUS) dapat menimbulkan kelelahan, badan lemah, penurunan
kapasitas/kemampuan atau produktifitas kerja. Penyebab paling umum dari
anemia pada kehamilan adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan
perdarahan akut dapat terjadi karena interaksi antara keduanya (Noverstiti,
2012).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin
dibawah 11gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadar < 10,5 gr % pada trimester
2, nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita tidak hamil,
17
terjadi karena hemodilusi, terutama pada trimester 2 (Cunningham. F,
2005).Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi,
menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20 % sampai dengan 89
% dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Hb 9 – 10 gr % disebut
anemia ringan. Hb 7 – 8 gr % disebut anemia sedang. Hb < 7 gr % disebut
anemia berat (Manuaba, 2010).

2. Faktor yang mempengaruhi anemia


 Umur Ibu
Menurut Amiruddin (2007), bahwa ibu hamil yang berumur
kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun yaitu 74,1%
menderita anemia dan ibu hamil yang berumur 20 – 35 tahun
yaitu 50,5% menderita anemia. Wanita yang berumur kurang
dari 20 tahun atau lebihdari 35 tahun, mempunyai risiko yang
tinggi untuk hamil, karena akan membahayakan kesehatan dan
keselamatan ibu hamil maupun janinnya, beresiko mengalami
pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia.

 Paritas
Menurut Herlina (2006), Ibu hamil dengan paritas tinggi
mempunyai resiko 1.454 kali lebih besar untuk mengalami
anemia di banding dengan paritas rendah. Adanya
kecenderungan bahwa semakin banyak jumlah kelahiran
(paritas), maka akan semakin tinggi angka kejadian anemia.

 Kurang Energi Kronis (KEK)


Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) adalah suatu cara untuk
mengetahui resiko Kurang Energi Kronis (KEK) Wanita
UsiaSubur (WUS). Pengukuran LILA tidak dapat digunakan
untuk memantau perubahan tatus gizi dalam jangka pendek.
Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dapat digunakan untuk
tujuan penapisan status gizi Kurang Energi Kronis (KEK).
18
Ibu hamil KEK adalah ibu hamil yang mempunyai ukuran
LILA<23.5 cm. Deteksi KEK denganukuran LILA yang rendah
mencerminkan kekurangan energi dan protein dalam intake
makanan sehari hari yang biasanya diiringi juga dengan
kekurangan zat gizi lain, diantaranya besi. Dapat diasumsikan
bahwa ibu hamil yang menderita KEK berpeluang untuk
menderita anemia (Darlina, 2003).

 Infeksi dan Penyakit


Ibu yang sedang hamil sangat peka terhadap infeksi dan
penyakit menular. Beberapa di antaranya meskipun tidak
mengancam nyawa ibu, tetapi dapat menimbulkan dampak
berbahaya bagi janin. Diantaranya, dapat mengakibatkan
abortus, pertumbuhan janin terhambat, bayi mati dalam
kandungan, serta cacat bawaan. Penyakit infeksi yang di derita
ibu hamil biasanya tidak diketahui saat kehamilan. Hal itu baru
diketahui setelah bayi lahir dengan kecacatan. Pada kondisi
terinfeksi penyakit, ibu hamil akan kekurangan banyak cairan
tubuh serta zat gizi lainnya (Bahar, 2006).
Penyakit yang diderita ibu hamil sangat menentukan kualitas
janin dan bayi yang akan dilahirkan. Penyakit ibu yang berupa
penyakit menular dapat mempengaruhi kesehatan janin apabila
plasenta rusak oleh bakteri atau virus penyebab penyakit.
Sekalipun janin tidak langsung menderita penyakit, namun
demam yang menyertai penyakit infeksi sudah cukup untuk
menyebabkan keguguran. Penyakit menular yang disebabkan
virus dapat menimbulkan cacat pada janin sedangkan penyakit
tidak menular dapat menimbulkan komplikasi kehamilan dan
meningkatkan kematian janin 30% (Bahar, 2006).

 Jarak kehamilan

19
Menurut Ammirudin (2007) proporsi kematian terbanyak
terjadi pada ibu dengan prioritas 1 – 3 anak dan jika dilihat
menurut jarak kehamilan ternyata jarak kurang dari 2 tahun
menunjukan proporsi kematian maternal lebih banyak. Jarak
kehamilan yang terlalu dekat menyebabkan ibu mempunyai
waktu singkat untuk memulihkan kondisi rahimnya agar bisa
kembali ke kondisi sebelumnya. Pada ibu hamil dengan jarak
yang terlalu dekat beresiko terjadi anemia dalam kehamilan.
Karena cadangan zat besi ibu hamil pulih. Akhirnya berkurang
untuk keperluan janin yang dikandungnya.

 Pendidikan
Pada beberapa pengamatan menunjukkan bahwa kebanyakan
anemia yang di derita masyarakat adalah karena kekurangan
gizi banyak di jumpai di daerah pedesaan dengan malnutrisi
atau kekurangan gizi. Kehamilan dan persalinan dengan jarak
yang berdekatan, dan ibu hamil dengan pendidikan dan tingkat
social ekonomi rendah (Manuaba, 2010). Menurut penelitian
Amirrudin dkk (2007), faktor yang mempengaruhi status
anemia adalah tingkat pendidikan rendah.

Faktor lain yang mempengaruhi anemia ibu hamil seperti tingkat sosial
ekonomi yang baik, otomatis akan mendapatkan kesejahteraan fisik dan
psikologis yang baik pula. Status gizipun akan meningkat karena nutrisi yang
didapatkan berkualitas. Tingkat sosial ekonomi terbukti sangat berpengaruh
terhadap kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil (Sulistyawati, 2009).

3. Penyebab anemia pada ibu hamil


Menurut Tarwoto (2007) penyebab anemia secara umum
adalah:kekurangan zat gizi dalam makanan yang dikonsumsi, misalnya faktor
kemiskinan, penyerapan zat besi yang tidak optimal, misalnya karena diare,
dan kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi yang
20
banyak, perdarahan akibat luka. Sebagian besar anemia di Indonesia
penyebabnya adalah kekuangan zat besi. Zat besi adalah salah satu unsur gizi
yang merupakan komponen pembentuk Hemoglobin. Anemia gizi besi dapat
terjadi karena beberapa hal yaitu :kandungan zat besi dari makanan yang
dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan, meningkatnya kebutuhan tubuh akan
zat besi, meningkatnya pengeluaran zat besi dari tubuh.

4. Bahaya anemia
Pengaruh anemia pada kehamilan. Risiko pada masa antenatal : berat
badan kurang, plasenta previa, eklamsia, ketuban pecah dini, anemia pada
masa intranatal dapat terjadi tenaga untuk mengedan lemah, perdarahan
intranatal, shock, dan masa pascanatal dapat terjadi subinvolusi. Sedangkan
komplikasi yang dapat terjadi pada neonatus : premature, apgar scor rendah,
gawat janin. (Manuaba, 2010)
Bahaya pada Trimester II dan trimester III, anemia dapat menyebabkan
terjadinya partus premature, perdarahan ante partum, gangguan pertumbuhan
janin dalam rahim, asfiksia intrapartum sampai kematian, gestosisdan mudah
terkena infeksi, dan dekompensasi kordis hingga kematian ibu. (Mansjoer A.
dkk., 2008)
Bahaya anemia pada ibu hamil saat persalinan, dapat menyebabkan
gangguan his primer, sekunder, janin lahir dengan anemia, persalinan dengan
tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan
persalinan perlu tindakan operatif (Mansjoer A. dkk., 2008).

 Pengaruh anemia terhadap kehamilan :


a) Abortus
b) Persalinan prematuritas
c) Hambatan tumbuh kembang janin
d) Mudah infeksi
e) Ancaman dekompensasi kordis (Hb < 6 gr %)
f) Heperemesis gravidarum
g) Perdarahan antepartum
21
h) Ketuban pecah dini

 Akibat anemia terhadap kehamilan:


a) Abortus
b) Kematian intra uterine
c) Persalinan prematuritas tinggi
d) Berat badan lahir rendah
e) Kelahiran dengan anemia
f) Cacat bawaan
g) Bayi mudah infeksi sampai kematian perinatal
h) Intelegiensia rendah (Manuaba, 2010)

22
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah observasional data sekunder. Pada penelitian ini
menggunakan data permasalahan gizi di Puskesmas Ngemplak Simongan,
Semarang Barat, Semarang.

B. Tempat dan Waktu


Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ngemplak Simongan, Semarang
Barat pada tanggal 18 Mei 2019, yang bertepatan pada hari sabtu.

C. Jenis Data
Dalam penelitian kali ini, data yang diambil dari Puskesmas Ngemplak
Simongan adalah data yang menunjukkan permasalahan gizi tertinggi pada
wilayang yang dinaungi oleh Puskesmas Ngemplak Simongan. Data yang
kami peroleh dari puskesmas tersebut adalah data permasalahan ibu hamil
yang mengalami anemia.

D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa wawancara, HP,
dan aplikasi.

E. Pengolahan dan Analisis Data


1. Cara pengolahan data
a) Editing
Meneliti dan mengkaji dari hasil yang telah diperoleh dari
lokasi pengambilan data
b) Tabulating
Memasukkan data dalam bentuk tabel terhadap hasil yang
telah diperoleh dari lokasi pengambilan data.
2. Cara analisis
23
Data dianalisis secara deskriptif dengan menggambarkan
masalah kesehatan dan gizi, program-program gizi masyarakat
(PGM), perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program di
puskesmas Ngemplak Simongan.

24
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Wilayah

4.1.1 Keadaan Geografi

Puskesmas Ngemplak Simongan merupakan salah satu dari sekian


banyak puskesmas yang ada di kota Semarang yang terletak di jalan Taman
Srinindito IV RT 8 RW 1 Kec. Semarang Barat Kota Semarang1, dengan batas
sebagai berikut:
1. Bagian barat berbatasan dengan Kelurahan Gisik Drono Kecamatan
Semarang Barat
2. Bagian utara berbatasan dengan Kelurahan Bojong Salaman Kecamatan
Semarang Barat
3. Bagian selatan berbatasan dengan Kelurahan Manyaran Kecamatan
Semarang Barat
4. Bagian timur berbatasan dengan Kelurahan Petompon Kecamatan Gajah
Mungkur
Wilayah kerja puskesmas Ngemplak Simongan meliputi dua wilayah
kelurahan yaitu kelurahan Ngemplak Simongan dan Kelurahan Bongsari.
Dengan luas wilayah ±1,64 km2. Kondisi alam wilayah Puskesmas Ngemplak
Sumingan sebagian besar adalah dataran tinggi.
Gambaran Wilayah Puskesmas dan Wilayah Kerja Kelurahan di
Puskesmas Kecamatan Semarang Barat

Kecamatan Puskesmas Wilayah Kerja Kelurahan


Kelurahan Karangayu
Semarang Barat Karangayu Kelurahan Salaman Mloyo
Kelurahan Cabean

1
Dinkes.semarangkota.go.id diakses pada tanggal 13 Juni 2019
25
Kelurahan Bojong Salaman
Kelurahan Kalibanteng Kulon
Kelurahan Kalibanteng Kidul
Lebdosari
Kelurahan Gisik Drono
Kelurahan Tambak Harjo
Kelurahan Kembang Arum
Manyaran Kelurahan Krapyak
Kelurahan Manyaran
Kelurahan Krobokan
Krobokan Kelurahan Tawang Mas
Kelurahan Tawang Sari
Kelurahan Ngemplak Simongan
Ngemplak Simongan
Kelurahan Bongsari
Sumber: Data Dasar Puskesmas 2017 Dinkes Kota Semarang

Akses penduduk dari dua kelurahan yang ada di wilayah Puskesmas


Ngemplak Simongan menuju ke tempat puskesmas secara umum tidak
terdapat masalah. Hal tersebut dikarenakan akses untuk menuju ke
Puskesmas Ngemplak Simongan didukung adanya jalan yang baik dan
mudah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menuju ke
sana.

Situasi Geografis di Wilayah Puskesmas Ngemplak Simongan

NO Kel Luas Ketinggi Jarak ke Waktu jumlah Jumlah fasilitas


Wil an (dpl) Puskesm tempuh (unit)
(Km2) as (menit) RT RW Pos Pos Pusling
k y
1 Ngemplak 84,3 5 s/d 10 1 km 10 64 8 1 8 2
simongan
2 Bongsari 79,7 15 1,5 15 58 8 0 9 2
Total 164 122 16 1 17 4

26
4.1.2 Kependudukan

Seperti yang sudah disebutkan diatas, wilayah dari puskesmas


Ngemplak Simongan meliputi 2 kelurahan yang luasnya 164 Ha yang terdiri
dari Kelurahan Ngemplak Simongan dan Kelurahan Bongsari dengan total
penduduk sekitar 43107 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 196 jiwa/Ha2.
Menurut mata pencahariannya, penduduk usia produktif prosentase
terbesarnya (64,86%) adalah buruh industry. Pada urutan keduanya adalah
pedangan (17,43%), kemudian diikuti dengan buruh bangunan (5,50%), PNS
(4,14%) dan pensiunan (4,14%)3.

4.1.3 Sosial dan Ekonomi

Kedua kelurahan ini (Ngemplak Simongan dan Bongsari) memiliki


keadaan social ekonomi yang heterogen, rata-rata penduduk yang tinggal di
tepi jalan protocol memiliki penghasilan yang besar, sedangkan yang
bertempat tinggal agak jauh dengan jalan protocol memiliki penghasilan yang
rendah dan tinggal dirumah-rumah sederhana. Masyarakat dengan tingkat
ekonomi rendah terbantu dengan adanya program Jamkesmas/Jamkesmaskot
yang sekarang bergabung dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional dibawah
penyelenggaraan badan pemeliharaan jaminan social bidang kesehatan (BPJS)
mereka dapat menggunakan fasilitas yang disediakan dengan gratis4

4.2 Gambaran Umum Puskesmas


4.2.1 Visi
“Terwujudnya kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup sehat”

2
Data Dasar Puskesmas 2017 dinkes.semarangkota.go.id didownload pada tanggal 13 Juni 2019
3
Dispendukcapil.semarangkota.go.id didownload pada tanggal 14 Juni 2019
4
Dinkes.semarangkota.go.id didownload pada tanggal 14 Juni 2019
27
4.2.2 Misi
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima.
2. Mendorong kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup
sehat.

4.2.3 Motto
“KESEHATAN ANDA ADALAH KEBAHAGIAAN KAMI”

4.2.4 Tujuan
1. Tujuan jangka panjang
Sesuai dengan visi misi Puskesmas Ngemplak Simongan
untuk mewujudkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat,
Puskesmas Ngemplak Simongan harus mulai mempersiapkan
pelayanan kesehatan yang ada dengan melihat kemampuan sarana /
prasarana , meningkatkan kualitas SDM agar dapat memberikan
pelayanan yang profesional serta meningkatkan kemandirian
masyarakat untuk hidup sehat.

2. Tujuan Jangka Pendek

a. Bimbingan teknis bagi petugas terutama tentang

teknologi informatika didalam maupun diluar gedung.

b. Meningkatkan pelayanan yang operasional sesuai

SOP.

c. Menjalin kerjasama lintas sektor dan lintas program.

d. Terselenggaranya berbagai kegiatan di puskesmas

yang dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.

e. Meningkatkan peran dan fungsi puskesmas dalam

memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan

28
memanfaatkan teknologi tepatguna meningkatkan peran

serta masyarakat dalam upaya peningkatan pemberdayaan

masyarakat.

4.2.5 Tenaga Kesehatan

Total karyawan 18 orang (1 Kepala Puskesmas, 1 Ka Subag


TU, 1 Dokter, 1 drg, 2 Bidan, 3 Perawat, 1 Perawat Gigi, 1 Analis,
1 AA, 1 Ahli Gizi, 1 Epidemiolog, 2 Tenaga Administrasi dan 2
Tenaga Wiyata) melayani 2 kelurahan berpenduduk 43107 jiwa
(2017). Kedua kelurahan ini mempunyai luas wilayah 164 Ha, 122
RT, 16 RW dengan keadaan geografis dan sosioekonomi yang
heterogen.

4.2.6 Kedudukan

Puskesmas adalah unsur pelaksana tugas teknis pada Dinas


Kesehatan di bidang pelayanan kesehatan dasar yang dipimpin oleh
seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Dinas5.

4.2.7 Fungsi Puskesmas6

a. Perumusan kebijakan tehnik dibidang pelayanan,

pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan serta paripurna

kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

b. Penyusunan rencana program dan rencana kerja

anggaran di bidang pelayanan pembinaan dan pengembangan

upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di

wilayah kerjanya.

5
Kemkes.go.id diakses pada tanggal 14 Juni 2019
6
PERMENKES RI NO 75 tahun 2014
29
c. Pengkoordinasian pelaksaan petugas di bidang

pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan

secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

d. Pelaksaan kegiatan usaha pencegahan dan

pemberantasan penyakit termasuk imunisasi.

e. Pelaksaan peningkatan kesehatan dan dan kesehatan

keluarga melalui kegiatan kesejahteraan Ibu dan Anak,

Keluarga Berencana (KB), perbaikan gizi dan usia lanjut.

f. Pelaksanaan pemulihan dan rujukan melalui kegiatan

pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan

serta kesehatan gigi dan mulut.

g. Pelaksanaan kesehatan lingkungan, penyuluhan dan

peran serta masyarakat melalui kegiatan penyehatan

lingkungan, upaya kesehatan institusi dan olah raga,

penyuluhan kesehatan masyarakat dan perawatan kesehatan

masyarakat.

h. Pelaksanaan kegiatan peneliti laboratorium dan

pengelolaan obat- obatan.

i. Pelaksanaan pelayanan khusus melalui kegiatan upaya

kesehatan mata, jiwa dan kesehatan lain.

j. Pengelolaan urusan ketatausahaan Puskesmas.

k. Penyajian data dan informasi di bidang

pelayanan,pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan

secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

30
l. Penyusunan laporan realisasi anggaran Puskesmas.

m. Penyusunan laporan kinerja program Puskesmas.

n. Pelaksanaan, pembinaan, pemantauan, pengawasan, dan

pengendalian kegiatan di bidang pelayanan, pembinaan dan

pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada

masyarakat di wilayah kerjanya.

o. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas

sesuai dengan bidang tugasnya.

4.3 Gambaran Umum Gizi dan Kesehatan

4.3.1 Sarana dan Prasarana Kesehatan

Benda maupun jaringan/instalasi yang membuat suatu

bangunan yang ada bisa berfungsi sesuai dengan tujuan yang

diharapkan.Prasarana bangunan puskesmas meliputi7 :

1. Sistem Ventilasi

2. Sistem Kelistrikan

3. Sistem Pencahayaan

4. Sistem proteksi kebakaran

5. Sistem komunikasi

6. Gas Medik

7. Sistem Sanitasi

8. Sistem Transportasi Vertikal

9. Ambulans

7
PERMENKES RI No 75 Tahun 2014
31
4.3.2 Derajat Kesehatan

Salah satu indikator derajat kesehatan penduduk adalah


status kesehatan. Status kesehatan memberikan gambaran
mengenai kondisi kesehatan penduduk pada waktu tertentu.
Status kesehatan penduduk merupakan salah satu faktor
penting yang dapat mempengaruhi tingkat produktifitas
penduduk. Status kesehatan penduduk secara keseluruhan
dapat dilihat dengan menggunakan indikator angka kesakitan
(mordibility rate) dan rata-rata lama sakit8.
4.3.3 Program Posyandu dan Kader
a. Program Pokok

1) Poli Umum

Poli umum merupakan tempat pelayanan


yang bertugas melakukan penanganan dan perawatan
medis terhadap pasien. Kegiatan yang dilakukan oleh
poli umum adalah melakukan pemeriksaan pasien
secara umum dengan melihat indikasi atau gejala-
gejala yang diderita oleh pasien9.

2) KIA

Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya


dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan
pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui,
bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
Poli KIA sering diintegrasikan dengan poli
KB, sehingga pelayanan yang ada dalam poli KIA

8
Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi
(https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=2ahUKEwiK067r
mfLiAhXFtI8KHa73CosQFjAAegQIABAC&url=http%3A%2F%2Fwww.depkes.go.id%2Fresources%2
Fdownload%2Fprofil%2FPROFIL_KAB_KOTA_2015%2F3202_Jabar_Kab_Sukabumi_2015.pdf&usg
=AOvVaw2VNI2Y5lddDXhkA0BtM2M2) didownload pada 16 Juni 2019
9
Depkes.go.id
32
nantinya akan ada dua jenis, yaitu pelayanan
antenatal neonatus (antenatal neonatus care) dan
pelayanan KB10.
Poli KIA :
- ANC pada ibu hamil normal dan ibu hamil resiko
tinggi
- Penatalaksanaan ibu hamil resikotinggi.
- Nifas.
- Melaksanakan perawatan nifasnormal.
- Penanganan infeksinifas.

- Melakukan rujukan kasus resiko tinggi ke


fasilitas kesehatan yang lebih tinggi secara tepat,
cepat dan benar.

Poli KIA / KB :
- Konseling pranikah.
- Konseling metode KB.
- Pelayanan KB kondom, pil injeksi, implant,IUD.
- Penatalaksanaan efek samping KB baik hormonal maupun
non hormonal.

3) Kamar Obat atau Farmasi


4) Laboratorium

Fungsi dan Manfaat Pemeriksaan Laboratorium :


a) Untuk menunjang diagnosis klinis
b) Uji screning
c) Sebagai pedoman terapi
d) Panduan prognosis
e) Menyingkirkan suatu kemungkinan diagnosis
5) Poli Gigi
6) Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)

10
Depkes.go.id
33
a) Penyelidikan Epidemiologi Penyakit
b) Pelaksanaan Fogging
c) Pemantauan Jentik Berkala
7) Gizi
a) Penimbangan bayi dan balita
b) Pemberian makanan tambahan
c) Konsultasi gizi remaja
d) Konsultasi gizi pada penderita DM dan hipertensi

8) Promosi Kesehatan
a) Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
b) Penyuluhan didalam dan diluar gedung
9) Kesehatan Lingkungan
10) Pelayanan di Luar Gedung
a) Posyandu
b) Puskesling
4.4 Hasil Survey
Jumlah ibu hamil yang ada di wilayah Ngemplak Simongan dari pada
tahun 2019, terhitung mulai dari bulan januari–april adalah sebanyak 178
orang dengan pembagian, kelurahan Ngemplak 92 orang dan Bongsari
sebanyak 86 orang. Dari jumlah tersebut, ternyata ditemukan sebanyak 41 ibu
hamil atau 23 % yang mengalami anemia.
 Data permasalahan ibu hamil anemia dari bulan januari sampai dengan
bulan april yang disajikan dalam bentuk diagram

34
Pada bulan januari terdapat 17 ibu hamil yang mengalami anemia.
Dilihat dari usia ibu hamil, rata-rata mereka berusia mulai dari 23-39 tahun.
Itu artinya ada beberapa dari ibu hamil yang mengalami resiko kehamilan
karena usia yang melebihi dari 35 tahun. Kadar Hb normal bagi ibu hamil
adalah >11 gr/dl. Akan tetapi, dari data yang ada di lapang, kadar Hb yang
ada berkisar dari 9-10,8 gr/dl. Itu artinya, ibu hamil pasti mengalami masalah
anemia walaupun tingkat ringan.
Pada bulan februari ibu hamil yang mengalami masalah anemia
semakin menurun menjadi 9 orang. Itu artinya, program yang dilaksanakan
oleh puskesmas untuk memberantas adanya anemia, mengalami peningkatan
ke arah yang lebih bagus, ditandai dengan semakin sedikitnya jumlah anemia
yang terjadi. Dari 9 orang tersebut, terdapat 1 orang yang mengalami
kehamilan terlalu tua. Kemudian kadar Hb yang berada dilapang berkisar
anatar 8,7-10,2 grdl(anemia ringan)
Pada bulan maret, ibu hail yang mengalami anemia sebanyak 5 orang.
Puskesmas berhasil menurunkan lagi angka kejadian anemia pada ibu hamil di
wilayah Ngemplak Simongan. Dari 5 orang tersebut, terdapat 1 orang yang
mengalami kehamilan terlalu tua. Rata-rata mereka mengalami anemia pada
masa kehamilan tua, dengan Hb kisaran 9-10,8 gr/dl(anemia ringan)
Pada bulan april, terjadi peningkatan kembali terjadinya anemia pada
ibu hamil. Data lapang menunjukkan terdapat 10 ibu hamil yang mengalami
anemia. Usia kehamilan mereka beragam, mulai dari trimester pertama sampai
trimester ketiga dengan Hb kisaran antara 8-10,7 gr/dl(anemia ringan)
35
Jika di perhatikan, data ibu hamil yang mengalami anemia dari bulan
januari ke bulan maret selalu mengalami penurunan akan tetapi pada bulan
april, terjadi peningkatan kembali. Secara global, puskesmas sudah bisa
dikatakan berhasil dalam mengatasi kejadian anemi pada ibu hamil di wilayah
Ngemplak Simongan akan tetapi belum optimal dan konsisten.
Dari data yang telah disajikan diatas, dapat dilihat bahwa pada bulan
ke1-3 selalu mengalami peningkatan mutu dan kualitas pelayanan yang
diberikan oleh masyarakat, khususnya ibu hamil yang ditandai dengan
semakin menurunnya jumlah ibu hamil yang terkena anemia. Akan tetapi
pada bulan ke-4 yang bertepatan pada bulan april menunjukkan kenaikan
jumlah ibu hamil yang mengalami anemia.
Ada dua faktor kemungkinan yang bisa mempengaruhi hal ini terjadi.
Faktor yang pertama, karena mutu pelayanan puskesmas yang menurun, yang
kedua ketidakpedulian ibu hamil terhadap asupan yang bergizi, terutama
makanan yang mengandung Fe. Maka dari itu, sudah menjadi tugas bagi
tenaga kesehatan untuk mengatasi problem tersebut dengan memperbaiki
sistem dan atau memberikan program baru yang sekiranya bisa membantu
mengatasi permasalahan tersebut.

36
BAB V

PERENCANAAN PROGRAM GIZI

A. Langkah-Langkah Perencanaan
Metode yang digunakan untuk membuat perencanaan program
kesehatan dan gizi adalah Objective Oriented Project Planning (OOPP).
Penggunaan metode OOPP dikarenakan metode tersebut dapat mengakomodir
perencanaan yang berbasis data.
1. Analisis Situasi
Analisis situasi perlu dilakukan guna perencanaan program gizi
yang sifatnya berbasis data, data yang diperoleh harus mencerminkan
keadaan yang sebenar-benar yang terjadi di masyarakat. Analisis situasi ini
menggunakan sumber data sekunder. Data sekunder tersebut digunakan
sebagai data untuk mendukung analisis situasi. Pada penelitian ini data
sekunder yang digunakan berupa laporan bulanan dari puskesmas.
Berdasarkan analisis situasi dapat dilakukan identifikasi masalah dengan

37
merumuskan masalah, yang berdasar pada What, When, Who, Where, dan
How. Rumusan masalah tersebut diantaranya :
a. Apa masalah yang ditemukan di puskesmas Ngemplak
Simongan ?
Masalah yang ditemukan puskesmas Ngemplak
Simongan diantaranya ibu hamil KEK, ibu hamil anemia, gizi
buruk, stunting.
b. Dimana wilayah ditemukannya masalah anemi pada ibu hamil ?
Masalah anemia pada ibu hamil terjadi di 2 kelurahan
yaitu, kelurahan Ngemplak Simongan dan kelurahan Bongsari
c. Siapa yang mengalami anemia ?
Berdasarkan data yang diterima, masalah anemia banyak
terjadi pada ibu hamil
d. Kapan masalah anemian ditemukan ?
Berdasarkan data terkini yang diambil dari puskesmas,
yaitu berupa data laporan pada tahun 2019 dari Januari hingga
April
e. Pada derajat bagaimana masalah anemia terjadi ?
Dalam data puskesmas Ngemplak Simongan tahun 2019
diketahui bahwa masalah anemia pada ibu hamil menjadi
prioritas utama dibandingkan dengan permasalahan yang
lainnya di puskesmas Ngemplak Simongan

Analisis SWOT
Faktor Internal

Strength (kekuatan) Weakness (kelemahan)

a. Petugas kesehatan di wilayah a. Kurangnya kerjasama dengan pihak


Ngemplak Simongan kelurahan dan karang taruna
b. Program kelas ibu hamil b. Masih kurangnya dorongan dari keluarga
c. Kader-kader PKK untuk mensukseskan program tersebut

38
d. Sarana-sarana :
- Rumah sakit
- Posyandu
- Puskesmas
- Puskesmas pembantu
- Puskesling
e. Adanya aplikasi Pantau Hb

Faktor Eksternal

Oportunity (peluang) Treath (ancaman)

a. Adanya perhatian pemerintah a. Pengetahuan masyarakat yang


terhadap penanganan anemia rendah terhadap pola hidup
b. Adanya kerjasama yang baik sehat.
antara pihak kelurahan dan b. Kesadaran masyarakat yang
karang taruna masih rendah terhadap
c. Adanya lembaga-lembaga masalah gizi terutama anemia
swadaya masyarakat yang menyerang ibu hamil
d. Adanya respon yang positif dari c. Respon negatif dari
masyarakat setempat, terkait masyarakat terkait adanya
hadirnya aplikasi Pantau Hb aplikasi pantau Hb

Strategi pemecahan masalah Analisis SWOT yaitu :


1. Strategi S-W
a. Melakukan kerjasama dengan pihak kelurahan dan karang taruna
b. Mensosialisasikan aplikasi Pantau Hb semenarik mungkin
c. Pelatihan kader dan petugas kesehatan.
2. Strategi S-O
a. Follow up dan pendampingan kepada ibu hamil, untuk tetap
menggunakan aplikasi Pantau Hb

39
b. Pendekatan kepada pihak puskesmas, karang taruna, PKK dan LSM
untuk mendukung penurunan kejadian anemia di wilayah Ngemplak
Simongan
3. Strategi S-T
a. Optimalisasi kelas ibu hamil
b. Pembaharuan fitur baru yang lebih menarik dari aplikasi pantau Hb
untuk ibu hamil di wilayah Ngem,plak Simongan
4. Strategi O-T
a. Advokasi ke pihak kelurahan,karang taruna dan PKK dalam upaya
penurunan kejadian anemia pada ibu hamil
b. Melakukan kerjasama dengan LSM dalam memberi pemahaman,
bahaya dan resiko anemia pada ibu hamil
c. Mempresentasikan semenarik mungkin pada sosialisasi aplikasi Pantau
Hb
5. Strategi O-W
a. Meningkatkan kerjasama dengan karang taruna dan pihak kelurahan
b. Memberikan pemahaman kepada keluarga terkait dengan program
yang dilakukan oleh puskesmas anagemplak Simongan.

2. Prioritas Masalah
Dalam menentukan prioritas masalah di puskesmas Ngemplak
Simongan penulis menggunakan salah satu teknik non skoring yaitu
dengan menggunakan metode delphi. Metode ini merupakan metode
dalam menyusun urutan prioritas masalah berdasarkan kesepakatan
kelompok yang sama keahliannya (Ahli Gizi di puskesmas).

40
3. Analisis Masalah
Pohon masalah

Meningkatnya
biaya kesehatan
Meningkatnya
angka kematian
pada bayi
Meningkatnya
angka kesakitan

Menurunnya
produktifitas kerja

Anemia Ibu Hamil

Genetik Kadar Hb rendah Kurangnya


pengetahuan ibu
hamil tentang anemia

Kurangnya asupan Fe
Kurangnya
penyuluhan

Faktor ekonomi Gaya hidup Kurangnya


masyarakat sosialisasi

41
4. Analisis Tujuan
Pohon tujuan

Menurunnya biaya
kesehatan

Menurunnya
Menurunnya angka kematian
angka kesakitan pada bayi

Meningkatnya
produktifitas kerja

Hemoglobin Normal

Pengetahuan ibu
Status gizi normal hamil tentang anemia
lebih baik

Konsumsi Fe, B12, As. Aktivitas fisik Meningkatnya


Folat sesuai dengan cukup kegiatan penyuluhan
anjuran dan konsumsi terkait anemia
makanan seimbang
yang baik

Dilakukannya
sosialisasi

42
5. Analisis Alternatif
Pohon alternatif

Menurunnya biaya
kesehatan

Menurunnya Meningkatnya Menurunnya


angka kesakitan produktifitas kerja angka kematian

Hemoglobin Normal

Konseling gizi Melakukan Penyuluhan


aktifitas fisik

43
6. Rencana Kegiatan
1. Nama program : Aplikasi pantau Hb

2. Visi : Terciptanya ibu hamil yang sehat dan cerdas dalam


memanajemen asupan

3. Misi :
- Memperkenalkan sebuah aplikasi pemantau gizi terkait anemia
- Optimalisasi kelas ibu hamil
- Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak

4. Kegiatan
a. Kelas ibu hamil, yang didalamnya terdapat penyuluhan kesehatan
dan pengecekan kesehatan ibu hamil
b. Pengenalan aplikasi pantau Hb pada ibu hamil
c. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung
kegiatan menurunkan angka anemia pada ibu hamil

5. Tujuan pengadaan
a. Memberikan pemahaman yang lebih, terkait penyakit anemia pada
ibu hamil dan mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil
b. Mengubah pola hidup ibu hamil agar lebih sehat
c. Tercapainya kerjasama dengan berbagai pihak dalam mengatasi
anemia pada ibu hamil.

6. Output objective
a. Menyediakan aplikasi pantau Hb untuk ibu hamil
b. Tetap mengadakan kelas ibu hamil untuk menambah wawasan ibu
terkait kehamilan dan menegtahui kondisi kesehatan ibu hamil

44
c. Adanya kerjasama dengan berbagai pihak yang mendukung
kegiatan ini.

7. Outcome objective
Menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah
Ngemplak Simongan
8. Pengorganisaian kegiatan
Kegiatan Uraian kegiatan
Kelas ibu hamil - Kegiatan ini merupakan kegiatan bulanan yang sering
dilakukan oleh pihak puskesmas setempat. Pada
kegiatan tersebut, dimulai dari melakukan pengecekan
kesehatan pada ibu, kemudian baru diadakan adanya
penyuluhan seputar gizi yang berkaitan dengan
kesehatan ibu hamil dan bayi.

Pengadaan aplikasi - Dalam aplikasi tersebut terdapat 4 fitur yaitu;


 Kenali anemia
pantau Hb
 Bahaya anemia
 Menu sehat
 Bahan pangan sehat

Advokasi - Melakukan advokasi pada kelurahan setempat


- Melakukan advokasi pada karang taruna

9. Rencana kegiatan Operasional Program Pencegahan anemia pada ibu


hamil

PJ dan
Program Kegiatan Tujuan Sasaran
Pelaksana
Aplikasi Pembuatan Sebagai alat Semua ibu hamil. Sie. Promkes
pantau Hb aplikasi bantu pengingat
tentang ibu hamil untuk
anemia pada tetap

45
ibu hamil mengkonsumsi
makanan sehat,
terutama
makanan yang
mengandung Fe.
Kelas ibu -Memberikan -Meningkatkan Semua ibu hamil. Sie. Gizi
hamil materi seputar pengetahuan
gizi pada ibu terkait gizi pada
hamil ibu hamil
-Melakukan - Mengetahui
kondisi kesehatan
cek kesehatan
pada ibu hamil
pada ibu
hamil
Advokasi Advokasi ke Meningkatkan -pihak kelurahan Sie. Gizi
kelurahan dan peran serta pihak -organisasi karang
karang taruna kelurahan dan taruna
daerah organisasi karang
setempat ratuna untuk
membantu
mensukseskan
program
penurunan
kejadian anemia
pada ibu hamil di
wilayah
Ngemplak
Simonhan.

10. Jadwal kegiatan


Bulan
Kegiatan Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4

Pengenalan aplikasi pantau Hb √ √ √ √


Kelas ibu hamil √ √ √ √
Check kesehatan ibu hamil √ √ √ √
Advokasi √ - - -

46
11. Penyususnan Rencana Anggaran

No Petugas Kegiatan Bahan/alat Biaya


Sie gizi -Kelas
1. ibu -proyektor Sudah disediakan pihak
hamil -laptop puskesmas
-materi
presentasi Sudah disediakan pihak
-cek puskesmas
kesehatan - seperangkat
alat untuk
check Hb
Sie Promosi -Hp Tidak memerlukan biaya
promkes aplikasi -proyektor
pantau Hb -laptop
Doorprize Alat bantu -2 panci @2 x 25.000= 50.000
promosi
-2 teflon @2 x 35.000= 70.000

-2 set alat @2 x 33.000= 66.000


makan bayi

-2 tempat
mandi bayi @2 x 40.000= 80.000

Total 266.000

12. Monitoring dan Evaluasi


a. Monitoring
Monitoring pemantauan dilakukan dengan pengamatan langsung oleh
pihak puskesmas Ngemplak Simongan
b. Evaluasi
Evaluasi program dilakukan sebagaimana pada tebel berikut:

Input Output Outcome


Pengadaan -mahasiswa Pengadaan -Tersedianya aplikasi pantau Hb
aplikasi gizi gizi aplikasi pantau yang selalu mengingatkan ibu
- sie promkes Hb akan arti pentingnya makanan

47
-Fitur aplikasi yang bergizi. Terutama yang
-sarana mengandung Fe
-100% Hb ibu hamil normal dan
tidak ada kasus anemia yang
terjadi.
Kelas ibu -Mahasiswa -penyuluhan -100% ibu hamil mendapatkan
hamil gizi kesehatan kepada pengetahuan terkait gizi, yang
-Kader seluruh ibu hamil dipaparkan oleh pihak
puskesmas terkait dengan puskesmas.
Ngemplak gizi
Simongan -pengecekan -100% ibu hamil yang hadir di
kesehatan pada acara kelas ibu hamil akan
-Sie gizi
ibu hamil mendapatkan pelayanan cek
kesehatan.
Advokasi -Pihak Advokasi pihak Adanya dukungan dari pihak
kelurahan kelurahan dan kelurahan dan karang taruna
-Karang taruna karang taruna dalam menurunkan resiko
-Materi obesitas pada ibu hamil.
-Dana

48
BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di puskesmas Ngemplak
Simongan, dapat diketahui bahwa puskesmas Ngemplak Simongan menaungi
2 kelurahan, yaitu kelurahan Ngemplak Simongan dan kelurahan Bongsari.
Berdasarkan data yang diambil diketahui bahwa di wilayah puskesmas
Ngemplak Simongan terdapat beberapa permasalahan terkait dengan gizi
diantaranya yaitu anemia pada ibu hamil, ibu KEK, stunting, dan gizi buruk.
Dari beberapa permasalahan tersebut, anemia pada ibu hamil menjadi
permasalahan yang paling sering terjadi, Sehingga diadakan perencanaan
program yang dapat mengoptimalisasikan kegiatan yang telah dilakukan oleh
pihak puskesmas setempat. Selain melaksanan agenda rutin kelas ibu hamil
pada setiap bulannya, optimalisasi program tersebut direalisasikan melalui
aplikasi “Pantau Hb!”.
Dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu
mengingatkan ibu hamil melalui notifikasi/alarm, untuk selalu mengkonsumsi
makanan yang tinggi besi (Fe). Dalam aplikasi tersebut juga terdapat fitur
yang dapat memberikan berbagai manfaat bagi ibu hamil, salah satunya
dengan memberikan peringatan akan bahaya anemia pada ibu hamil dan
memberikan variasi menu sehat, agar ibu tidak merasa bosan dengan menu
yang ada.
B. Saran
Metode-metode maupun teori yang belum tercantum di dalam laporan
dapat dikembangkan lebih banyak sehingga dapat digunakan untuk
perencanaan program gizi yang akan datang. Dalam hal ini, penulis merasa
masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan dalam perbaikan laporan

49
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Ardiani, Anindita Kusuma. 2013. Perbedaan Curah Saliva pada Wanita Hamil
Trimester I, Trimester II, dan Trimester III. Semarang: UNDIP

Arisman. 2010. GIZI DALAM DAUR KEHIDUPAN. Jakarta: EGC

Handayani, Wiwik, dan Andi Sulistyo Haribowo. 2008. Asuhan Keperawatan


pada Klien dengan Gangguan Sistem Hematologi. Jakarta: Salemba
Medika
Manuaba, Ida Bagus G. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
Manuaba. 2010. ILMU KEBIDANA PENYAKIT KANDUNGAN dan KELUARGA
BERENCANA. Jakarta: EGC
Pritasari,dkk. 2017. BAHAN AJAR GIZI: GIZI DALAM DAUR KEHIDUPAN.
Jakarta: KEMENKES RI
Simkin, Penny, dkk. 2007. Panduan Lengkap Kehamilan, Melahirkan, dan Bayi.
Jakarta: Arcan
Soetardjo, Susirah, Moesijanti Soekarti, dan Sunita Almatsier.ed. 2011. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama

50

Beri Nilai