Anda di halaman 1dari 4

1. Apakah merunduk, stek dan cangkok termasuk ke dalam bioteknologi?

Jawaban
Cangkok, stek, dan merunduk merupakan bioteknologi konvensional yang melibatkan
proses biologi yaitu totipotensi, dengan teknik propagasi dan juga memerlukan
teknologi sederhana (teknik). Cara-cara itu melibatkan organisme (tumbuhan) dimana
memanfaatkan kemampuan totipotensi, dan kompetensi, serta kontrol genetik
sehingga diharapkan didapatkan tumbuhan dalam jumlah banyak dan baik sebagai
produk yang dihasilkan. Teknik merunduk, stek dan cangkok termasuk kedalam
perbanyakan secara aseksual atau vegetatif. Perbanyakan tanaman secara vegetatif
adalah proses perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tertentu dari
tanaman seperti, daun, batang, ranting, pucuk, umbi dan akar untuk menghasilkan
tanaman baru yang sama dengan induknya. Prinsip dari perbanyakan vegetatif adalah
merangsang tunas adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar berkembang
menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, dan daun sekaligus.

Keuntungan Teknik Pembiakan Vegetatif


 Memanfaatkan potensi variasi secara genetik total untuk meningkatkan
produksi, yakni dengan penerapan teknik pembiakan vegetatif kinerja genotip
yang baik dari induknya akan dapat diulangi secara konsisten pada
keturunannya.
 Sifat tanaman baru akan sama persis dengan induknya
 Lebih cepat berproduksi
 Masa muda tanaman relatif pendek.
 Dapat diterapkan pada tanaman yang tidak menghasilkan biji.
 Dapat tumbuh pada tanah yang memiliki lapisan tanah dangkal karena
memiliki sistem perakaran yang dangkal.

Kerugian Teknik Pembiakan Vegetatif


 Tanaman yang berasal dari stek ataupun mencangkok umumnya mempunyai
sistem perakaran yang kurang kuat tidak memiliki akar tunggang
 Perkembangbiakan secara vegetatif dapat menghasilkan sedikit keturunan.
 Bila tanaman hasil reproduksi vegetatif dipotong ranting-rantingnya maka
dapat menyebabkan menurun pertumbuhannya.
 Mewarisi sifat jelek induknya di samping sifat baik induknya.
 Biaya pengadaan bibit mahal.
 Waktu yang dibutuhkan relatif lama.
 Sulit memperoleh tanaman dalam jumlah yang besar yang berasal dari satu
pohon induk.

Stek, dilakukan dengan memotong bagian tubuh tumbuhan dan kemudian


menanamnya. Dari potongan tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi individu
baru. Berdasarkan asal organ tubuhnya, stek dibedakan menjadi stek batang dan stek
daun. Cara membuat stek batang yaitu dengan memotong bagian-bagian batang
menjadi potongan-potongan pendek. Stek batang banyak dilakukan untuk
memperbanyak tebu dan singkong. Stek daun berasal dari daun yang dipotong potong
lalu ditanam.

Mencangkok, dilakukan dengan cara menyayat dan membuang kulit kayu


batang/cabang dan menutupnya dengan tanah. Sayatan yang dilakukan harus sampai
menghilangkan bagian kambium. Setelah beberapa waktu, dari bagian kambium di
atas sayatan muncul akar. Tanaman yang biasa dicangkok misalnya jambu biji,
mangga, dan jeruk.

Merunduk, dilakukan dengan cara membengkokkan atau melengkungkan sebagian


cabang tanaman hingga menyentuh tanah. Pada bagian yang menyen-tuh tanah itu
akan tumbuh akar. Untuk merangsang keluarnya akar, kamu dapat menimbun cabang
itu dengan tanah. Merunduk sering dilakukan untuk memperbanyak apel, alamanda,
dan bunga kertas.
https://anatasyagabrilea.wordpress.com/2014/06/03/mencari-info-termutakhir-tentang-
bioteknologi-berkaitan-dengan-pembiakan-seksual-dan-aseksual/
https://www.academia.edu/12814725/PRINSIP_BIOTEKNOLOGI

2. Apakah Keju, tahu, tempe bongkrek termasuk ke dalam produk-produk bioteknologi?


Jawaban :
Keju merupakan produk bioteknologi
Keju dibuat dengan bantuan bakteri pada susu. Bakteri tersebut dikenal sebagai
bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus bulgaricus atau Streptococcus thermphilus. .
Bakteri Lactobacillus mengubah laktosa menjadi asam laktat dan menyebabkan susu
menggumpal. Selain bakteri. Pada pembuatan keju, kondisi pH harus rendah. Kondisi
pH yang rendah membuat susu mengental. Akibatnya protein pada susu berubah
menjadi semi solid yang disebut curd. Proses ini dibantu dengan menambahkan enzim
renin. Enzim renin dapat diekstrak dari perut anak sapi. Namun, saat ini enzim renin
dapat diproduksi dalam skala besar dengan menggunakan teknik rekayasa genetika.
Setelah susu berubah menjadi curd, garam ditambahkan. Garam ini selain untuk
menambahkan rasa, berfungsi juga sebagai bahan pengawet. Bakteri kemudian
ditambahkan sesuai dengan tipe keju yang akan dibuat. Bakteri yang ditambahkan ini
disebut bakteri pematang. Bakteri pematang berguna memecah protein dan lemak
yang terdapat dalam keju. Beberapa jenis keju mempunyai karakteristik tertentu
dengan ditambahkan mikroba lain, seperti jamur. Contohnya terdapat pada keju biru,
yang mempunyai karakteristik berwarna biru karena ditambahkan jamur
pada curd kejunya. Untuk mempercepat produksi keju, dapat ditambahkan enzim
bakteri selain bakteri pematang itu sendiri.

Tahu termasuk produk bioteknologi


Tahu juga merupakan salah satu contoh produk bioteknologi. Tahu, seperti juga
tempe, terbuat dari kacang kedelai. Tahu dibuat dengan cara mencuci kacang kedelai
hingga bersih dan merendamnya selama satu malam. Setelah lunak, kacang kedelai
digiling menjadi seperti bubur, lalu dididihkan. Setelah dididihkan, bubur kedelai
disaring dan ditambahkan kultur bakteri yang dapat menciptakan kondisi asam.
Beberapa jenis bakteri yang sering digunakan dalam pembuatan tahu ini adalah
bakteri asam laktat atau Lacobacillus bulgaricus. Bubur tahu yang telah ditambahkan
bakteri asam laktat ini lalu dicetak,dibumbui, dan diberi garam agar tahan lama.

Tempe bongkrek termasuk produk bioteknologi


Tempe bongkrek merupakan produk bioteknologi pangan yang diperoleh melalui
fermentasi bungkil kelapa (limbah pengolahan minyak kelapa). Fermentasi bungkil
kelapa umumnya dilakukan oleh bakteri Pseudomonas cocovenenans. Tempe
bongkrek akan bersifat racun bila terjadi kontaminasi oleh bakteri Burkholderia
cocovenenans dalam proses pembuatannya. Efek racun bakteri ini akan membuat
terganggunya sistem pernafasan, bahkan hingga menyebabkan kematian. Efek inilah
yang bisa menjadi contoh dampak bioteknologi pangan yang harus diwaspadai.

http://www.ebiologi.net/2016/02/bioteknologi-pangan.html
https://lindaanggi19.wordpress.com/kelas-ix-2/bioteknologi/penerapan-bioteknologi/
https://www.academia.edu/28704300/BIOTEKNOLOGI_KONVENSIONAL

Anda mungkin juga menyukai