Anda di halaman 1dari 4

Tugas Kelompok ke-3

Minggu 8/ Sesi 12

Class : JJEA

Course : Retail and Merchandising


TEAM 6 : Wisnu Despina – 2101803382

Renny Kurniasari – 2101801446

Abdul Aziz – 2101807260

Queenseca Ashyonella – 2101802575

Engga Besti Fiamayori – 2101747766

Pilihlah 1 toko ritel yang menggunakan media online dan offline sebagai media
komunikasinya. Setiap kelompok harus memiliki toko ritel yang berbeda. Kemudian jawablah
beberapa pertanyaan berikut ini:

1. Lakukan analisa secara detail terhadap strategi komunikasi yang digunakan oleh toko ritel
tersebut beserta dengan bukti yang mendukung analisa Anda, mencakup Targeting,
Differentiation dan Positioning yang digunakan!
2. Lakukan analisa dan berikan pendapat Anda terkait apakah strategi komunikasi yang
dilakukan tersebut berhasil atau tidak! Jelaskan!
3. Berikan saran terkait perbaikan yang mungkin dapat dilakukan untuk meningkatkan
keberhasilan pemasaran toko ritel tersebut dari sisi komunikasinya!

MKTG6125 – Retail and Merchandising-R1


Jawaban

1. Kami memilih toko ritel Adidas sebagai bahan analisis untuk tugas kelompok kali ini.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Adidas adalah perusahaan besar dari
Jerman yang memproduksi dan menjual berbagai macam perlengkapan dan aksesoris
olahraga dan kini juga memproduksi pakaian casual. Adidas memiliki sedikitnya 2.500
toko offline secara global sebagai media pemasarannya, dengan semakin berkembangnya
dunia teknologi dan pemasaran Adidas kini menggunakan media online sebagai media
pemasaran lain. Terbukti dengan adanya penjualan online melalui website resmi Adidas
dapat meraih peningkatan keuntungan hingga 57 persen menjadi 1,6 Miliar Euro pada tahun
2017. Keberhasilan Adidas dalam melakukan pemasaran produknya tidak lepas dari
strategi yang digunakan Adidas untuk mendapatkan loyalitas dari konsumen.
Analisa kami mengenai Targeting, Differentiation dan Positioning yang digunakan Adidas
demi mendapatkan loyalitas konsumen dan keuntungan yang maksimal.
Targeting Adidas secara keseluruhan terutama menargetkan para atlet profesional serta
non-atlet yang namun sangat menyukai olahraga. Adidas memiliki sejarah panjang dalam
menyediakan sepatu atletik dan pakaian untuk atlet di semua tingkatan lini olahraga.
Dengan sejarah yang dimilikinya inilah Adidas berhasil membuat image bahwa produk
Adidas merupakan produk olahraga dengan kualitas tinggi dan design stylist.
Pasar konsumen Adidas yang terkuat adalah dengan kelompok usia 20 hingga 29 tahun
yang merupakan atlet profesional. Perusahaan ini fokus pada penargetan dan penguatan
mereknya dengan generasi atlet berikutnya dalam kelompok usia 14 hingga 19 tahun.
Adidas percaya target dalam kelompok ini adalah kelompok konsumen paling berpengaruh
di dunia.
Pada Toko offline Adidas dulu mungkin hanya menargetkan produknya kepada kalangan
remaja yang memiliki hobi olahraga, tetapi saat ini dengan semakin cepatnya
perkembangan tren fashion di dunia maka Adidas menargetkan produknya yang kepada
kalangan remaja yang memiliki selera berpakaian sporty, dan orang-orang yang menyukai
mencoba produk sebelum membeli.
Sedangkan pada toko online Adidas memiliki target yang sedikit berbeda karena toko
online Adidas menargetkan orang-orang yang sudah mengenal dan sudah pernah
menggunakan brand Adidas sebagai fashionnya, dan juga menargetkan kalangan remaja
yang tidak memiliki waktu banyak untuk berbelanja ke toko offline.

MKTG6125 – Retail and Merchandising-R1


Differentiation yang dilakukan di Indonesia, Adidas memiliki dua lini toko yang berbeda
yaitu Toko Adidas dan Toko Adidas Neo. Toko Adidas menyediakan lebih banyak
perlengkapan olahraga sedangkan produk yang dijual Toko Adidas Neo lebih banyak
bernuansa casual namun tetap sporty. Hal ini lah yang membedakan Adidas dibanding
dengan para kompetitornya, dimana Adidas mengklasifikasikan produk dan tokonya ke
dalam 2 jenis tertentu sehingga pelanggan akan lebih bisa spesifik dalam mendatangi toko
dan memilih produk Adidas sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.
Positioning Toko Adidas ingin menempatkan dirinya sebagai salah satu perusahaan
olahraga (sports tool) terdepan di dunia, salah satu slogannya yg paling terkenal yaitu
“Impossible is Nothing” membawa Adidas sebagai market leader di pasar perlengkapan
olahraga, brand image Adidas yang sudah melekat di konsumen membuat toko Adidas dan
Adidas Neo hampir ada di setiap Mall dan juga banyaknya factory store Adidas diluar Mall.
Adidas juga memposisikan produknya dalam lini middle to high level dengan kualitas
tinggi dari produknya serta pricing yang bisa dibilang tidak terlalu murah. Ditambah
dengan seringnya Adidas meluncurkan beberapa “Limited Edition Product” seperti Adidas
Yeezy 350 Pirate, Adidas Adizero Prime, dll sehingga semakin membawa image ekslusif
terhadap produk dan merk Adidas.

2. Pada toko offline Adidas selain strategi komunikasi yang digunakan selain dari penempatan
produk yang baik dan sikap ramah dan dibekali dengan product knowledge dari pelayan
toko, Adidas menggunakan poster, standing figure dan memberikan video atau iklan
berdurasi pendek mengenai kelebihan produk Adidas. Adidas juga membuat iklan dalam
durasi yang pendek dan dengan bekerja sama dengan brand ambasador dalam pembuatan
iklan untuk platform media sosial seperti instagram dan youtube. Dan pada toko online
Adidas menginformasikan spesifikasi dan juga kelebihan dari produk yang ditampilkan
pada website dan juga website Adidas memasang foto maupun video singkat produk yang
digunakan oleh brand ambasador. Terbukti dengan strategi ini dapat menarik perhatian para
calon konsumen untuk membeli produk Adidas.

3. Pada toko offline yang perlu diperhatikan adalah product knowledge, masih banyak
pelayan toko offline yang kurang begitu memahami produk yang dijualnya, ini berkaitan
dengan kualitas komunikasi dengan pelanggan, dimana jika para pelayan dari Adidas
memiliki produk knowledge yang lebih bagus dan bisa menyampaikan “product image”

MKTG6125 – Retail and Merchandising-R1


dari Adidas dengan sangat baik, maka sudah pasti pelanggan akan lebih yakin dan lebih
cepat memutuskan untuk membeli product Adidas.
Sedangkan pada toko online Adidas yang perlu di perhatikan kembali adalah user inteface
pada website dibuat lebih menarik lagi agar pelanggan bisa dengan lebih mudah dalam
menemukan product yang dicari. Disamping itu, perlu ditambahkan opsi pengiriman dari
luar negeri serta kemudahan dalam proses pembayaran, hal ini dikarenakan ada beberapa
produk yang biasanya tidak ada atau habis di Indonesia.
Dengan perbaikan user interface serta penambahan opsi pengiriman dan kemudahan proses
pembayaran maka akan sangat bisa memperbaiki komunikasi Adidas International dengan
para pelanggannya di seluruh dunia dan memudahkan Adidas dalam meraup cakupan
pelanggan yang lebih luas lagi.

Referensi :

https://properti.kompas.com/read/2018/04/10/150000021/tergerus-bisnis-online-adidas-bersiap-
tutup-lapak

http://andiparlulian090.blogspot.com/2015/10/targeting-positioning-marketing-mi.html

https://www.marketing91.com/marketing-strategy-of-adidas/

https://shop.adidas.co.id/originals/ozweego.html

MKTG6125 – Retail and Merchandising-R1