Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI USAHA JASA BOGA


(PENJUAL MAKANAN DI SEKOLAH DASAR)

BIDANG KEGIATAN
PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Disusun oleh:
Pianita Yusnita Sari; 2016340003; 2016
Putri Kusuma Dewi; 2016340006; 2016
Nur Mu’awwinatun; 2016340007; 2016
Muhammad Arifin; 2016340014; 2016
Aliifah Huwaida; 2018340015; 2016

UNIVERSITAS SAHID
JAKARTA
2019
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2.Perumusan Masalah ............................................................................... 2
1.3.Tujua ...................................................................................................... 2
1.4.Luaran .................................................................................................... 2

BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN


2.1.Prospek Pengembangan Negi Nori ........................................................ 2
2.2.Analisis Ekonomi Usaha ....................................................................... 3
2.3.Harga...................................................................................................... 3
2.4.Tempat ................................................................................................... 4
2.5.Analisis Biaya ........................................................................................ 4

BAB 3 METODE PELAKSANAAN


3.1.Pembuatan Negi Nori ............................................................................ 5
3.1.1.Proses Pembuatan Negi Nori .............................................................. 5
3.2. Strategi Usaha ....................................................................................... 6
3.2.1.Target Pasar ....................................................................................... 6
3.2.2.Strategi Penjualan ............................................................................... 7

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1. Anggaran Biaya .................................................................................... 7
4.2. Jadwal Kegiatan .................................................................................... 7
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Makanan harus memiliki dua dari tiga fungsi berikut, yaitu memberikan
panas dan tenaga, membangun jaringan-jaringan tubuh baru, memelihara dan
memperbaiki jaringan tubuh yang sudah tua dan mengatur proses-proses alamiah
dan kimiawi dalam tubuh. Sedangkan kegunaan dari makanan adalah memberikan
tenaga untuk bekerja, untuk pertumbuhan badan, melindungi tubuh terhadap
beberapa macam penyakit, mengatur suhu tubuh dan membentuk makanan
cadangan di dalam tubuh (Kuntaraf, 1991).

Sanitasi makanan merupakan upaya yang ditujukan untuk menjaga kebersihan


dan keamanan makanan agar tidak menimbulkan bahaya keracunan dan penyakit pada
manusia. Kasus-kasus keracunan dan penyakit bawaan makanan dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : faktor makanan, yang berkaitan
dengan sumber bahan makanan, pengangkutan bahan makanan, penyimpanan,
pemasaran, pengolahan dan penyajian makanan itu sendiri. Selain itu, dipengaruhi juga
oleh faktor manusia dan peralatan makanan (Budiman, 2007).

Menurut definisi Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor


715/Menkes/SK/V/2003 jasa boga atau catering adalah perusahaan atau
perorangan yang melakukan kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar
tempat usaha atas dasar pesanan. Menurut sumber Departemen Perindustrian dan
Perdagangan usaha jasa boga adalah meliputi usaha penjualan makanan jadi (siap
dikonsumsi) yang terselenggara melalui pesanan-pesanan untuk perayaan, pesta,
seminar, rapat, paket perjalanan haji, angkutan umum dan sejenisnya. Dalam
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 715/Menkes/SK/V/2003 industri jasa boga
dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan utama yaitu : (1) Golongan A (industri
jasa boga skala kecil); (2) Golongan B (industri jasa boga skala besar); (3)
Golongan C (industri jasa boga skala besar sekali).

Saat ini dalam hal menyediakan makanan dan minuman tidak hanya dilihat
dari sekedar rasa dan penampilannya saja tetapi, juga ditelik dari segi keamanan
pangan pihak penyediaan makanan dan minuman pun dituntut untuk itu.
Dibutuhkan perilaku hygiene dan sanitasi yang benar untuk mendapatkan
makanan yang layak konsumsi.

Makanan (pangan) merupakan salah satu sumber kebutuhan hidup primer


bagi manusia (Ekawatiningsih, 2008:1). Pada dasarnya dalam pengelolaan
makanan diberbagai institusi dapat menyediakan makanan yang berkualitas tinggi,
pelayanan cepat dan tepat serta ramah, fasilitas cukup dan nyaman, serta standar
kebersihan dan sanitasi yang tinggi (Mukrie: 1990). Makanan sehat adalah dengan
meramu berbagai jenis makanan yang seimbang, sehingga terpenuhi seluruh
kebutuhan gizi bagi tubuh dan mampu dirasakan secara fisik dan mental
(Prasetyono, 2009). Sebagai salah satu faktor yang riskan bagi kualitas produk
dan juga menyangkut keamanan konsumen, strandar hygiene dan sanitasi dalam
pengolahan makanan harus diterapkan. Sebab hal ini akan menimbulkan rasa
aman dalam mengkonsumsi produk tersebut.

Hygiene dalam pengertiannya menurut Depkes RI (2004), adalah upaya


kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subjeknya seperti
mencuci tangan dangan air bersih dan sabun untuk melindungi kebersihan tangan,
mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan
yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.

Sedangkan sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara


kebersihan lingkungan dari subyeknya. Misalnya menyediakan air yang bersih
untuk keperluan mencuci, menyediakan tempat sampah untuk mewadahi sampah
agar sampah tidak dibuang sembarangan (Depkes RI, 2004). Keamanan pangan
menurut Undang-Undang No.7 tahun 1996, didefinisikan sebagai suatu kondisi
dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran
biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan
membahayakan kesehatan manusia. Hal tersebutlah yang kemudian dapat
mengakibatkan keracunan makanan yang merugikan bagi kesehatan bahkan
keselamatan.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, jumlah anak sekolah
di Indonesia adalah 30% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 237.556.363
anak. Pendidikan kesehatan di sekolah sangat efektif dilakukan karena sebagian
besar waktu anak-anak berada di sekolah. Anak sekolah merupakan kelompok
yang sangat peka untuk menerima perubahan atau pembaharuan, karena kelompok
anak sekolah sedang berada dalam masa keemasan pertumbuhan dan
perkembangan. Pada masa ini anak dalam kondisi peka terhadap stimulus
sehingga mudah dibimbing, diarahkan dan ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang
baik, termasuk kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat (Notoatmodjo, 2005).
Selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran, sekolah harus menjadi suatu
tempat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dengan
meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta terbebas dari sumber
penyakit (Handayani, 2012). diharapkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
ini dapat membantu masyarakat sekolah khususnya siswa-siswi sekolah melalui
penyuluhan dan pelatihan guna peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa-
siswi sekolah itu sendiri.

1.2. Perumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan dipecahkan melalui program ini pada dasarnya tidak
lepas dari ruang lingkup permasalahan di atas, yaitu :
1. Bagaimana memberikan penyuluhan dan pelatihan akan pentingnya program
PHBS sekolah kepada siswa/siswi sekolah dasar?
2. Bagaimana memberikan pemahaman kepada pedagang makanan di sekolah
dasar pentingnya sanitasi dan hygiene?
3. Bagaimana cara untuk menerapkan sanitasi dan hygiene untuk siswa/siswi
sekolah dasar?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari PKM ini adalah :
1. Menjadikan siswa/siswi sekolah dasar berpengetahuan dalam perilaku hidup
bersih dan sehat.
2. Memberikan pemahaman kepada pedagang makanan di sekolah dasar
pentingnya sanitasi dan hygiene.
3. Menerapkan sanitasi dan hygiene untuk siswa/siswi sekolah dasar.

1.4. Luaran
Luaran yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan kreativitas siswa/siswi sekolah dasar serta penjual
makanan yang ada disekitar sekolah dasar tersebut karena dengan adanya
kesadaran terhadap pentingnya berprilaku sehat dan bersih dapat menciptakan
lingkungan yang baik serta makanan yang dijual akan lebih terjamin
kebersihannya sehingga tidak menyebabkan penyakit seperti diare dan
kemungkinan yang lainnya di lingkungan sekolah. Hasil akhirnya diharapkan
bahwa siswa/ siswi bisa menerapkan sistem PHBS sekolah dengan di adakannya
penyuluhan dan pelatihan dari Program Kretivitas Mahasiswa Pengabdian
Masyarakat ini.

BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN


Kondisi kebersihan di sekolah dasar 07 pagi, Ujung Menteng, Cakung,
Jakarta Timur masih terbilang minim. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan dari
warga sekolah baik siswa/siswi maupun para pedagang di depan gerbang sekolah
serta kurangnya kesadaran dari warga sekolah tentang sanitasi dan hygiene. Data
tahun 2017 sebanyak 54,23 % balita di DKI Jakarta menderita diare dari total
40,07 % di Indonesia, angka tersebut terbilang cukup tinggi karena menduduki
urutan kelima terbesar di Indonesia. Maka dari itu perlu dilakukan penerapan
terhadap sanitasi dan hygiene agar dapat menekan angka terjadinya diare tersebut.

Kondisi di depan gerbang tempat para penjual menjajakan dagangannya


kepada siswa/siswi sekolah dasar terbilang kumuh, tidak ada sanitasi yang terlihat
dan tidak ada praktik hygiene dari pedagang makanan maupun dari
siswa/siswinya. Tidak adanya program PHBS sekolah sebagai langkah awal
penanaman nilai-nilai kesehatan bagi masyarakat sekolah, sehingga menjadikan
kami berinisiatif untuk menjadikan tempat tersebut sebagai sasaran program
sanitasi dan hygiene.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN


Metode pelaksanaan yang akan dikembangkan disusun secara sistematis
melalui beberapa tahapan, berikut adalah gambaran flow map yang dijalani :

Izin
Menetap pelaksan
kan Observa Menent
Survei aan
sekolah si ukan
sekolah program
yang sekolah jadwal
sasaran sanitasi
menjadi dasar kegiatan
dan
sasaran hygiene

Menyus
un Sosialis Pelaksan
materi asi aan
penyulu program program Lapor
han sanitasi sanitasi an
sanitasi dan akhir
dan
dan hygiene
hygiene
hygiene

Dalam pelaksanaan program sanitasi dan hygiene yang akan


diselenggarakan dengan berbagai tahap yang mana tahapan pertama yang akan
dilaksanakan yaitu, meminta izin kepada pihak sekolah dasar yang bersangkutan
sebagai tempat pelaksanaan program tersebut dan yang akan menjadi sasarannya
adalah siswa/siswi sekolah dasar tersebut serta pedagang di sekitar sekolah
dengan tujuan agar tercipta lingkungan sekolah yang bersih dan sehat sehingga
siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai
gangguan dan ancaman penyakit. Tahapan yang kedua melakukan sosialisasi
program kepada pihak sekolah dasar, tahapan yang ketiga melakukan penyusunan
materi program yang akan diselenggarakan dan rancangan kegiatan, tahapan
selanjutnya yaitu mempersiapkan peralatan dan barang untuk menunjang
pelaksanaan kegiatan yang akan diselenggarakan oleh pihak acara seperti
membuat doorprize (Gantungan kunci dan tempat minum).

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan yang kegiatannya


meliputi penyuluhan tentang sanitasi dan hygiene pada bulan pertama, penerapan
program sanitasi dan hygiene pada bulan kedua, dan melakukan pengamatan
program tersebut pada bulan ketiga.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-M
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Peralatan penunjang Rp 8.200.000,-

2 Bahan habis pakai Rp 3.170.000,-

3 Perjalanan Rp 470.000,-

4 Lain-lain Rp 250.000,-

Jumlah Rp 12.090.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-M
No. Kegiatan Bulan Ke-1 Bulan Ke-2 Bulan Ke-3
1. Penetapan daerah
sasaran
2. Survei daerah sasaran
3. Observasi lapangan
4. Rencana penyuluhan
dan latihan
5. Izin pelaksanaan
6. Sosialisasi program
7. Pelaksanaan program
8. Pengontrolan
9. Laporan akhir

Sudah dilaksanakan
Rencana pelaksanaan program
DAFTAR PUSTAKA

Astrini, Rr. Erina, Ellis Endang Nikmawati, dan Ai Mahmudatussa’adah. 2017.


Manfaat Pengetahuan Higiene Sanitasi Dalam Membuat Main Course
Makanan Kontinental Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Tahun 2015. Jurnal
Pendidikan Tata Boga, Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol 6, No.2.

Akbar, Hafizul, Meisa Masda Alifa, dan Irda Novia Rahmawati. 2016. Proposal
Program Kreativitas Mahasiswa 9 Jari Untuk Anak Indonesia. Makalah PKM
Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Ginanty, Sally. 2015. The Analysis Of Understanding The Implementation Of


Hygiene and Sanitation Principles In The Cafetarias Of UPI That Implies On
The Consumer Satisfaction. Universitas Pendidikan Indonesia.