Anda di halaman 1dari 3

TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian feses

2. Untuk mengetahui macam-macam feses

3. Untuk mengetahui dekomposisi dari feses

4. Untuk mengetahui feses manusia yang normal

5. Untuk mengetahui cara pengambilan feses yang benar

6. Untuk mengetahui berbagai jenis pemeriksaan sampel feses

7. Untuk mengetahui tujuan dari pemeriksaan feses

8. Untuk mengetahui cara penyimpanan dan pengiriman feses yang benar

DASAR TEORI

Tinja atau feses merupakan semua benda atau zat yang tidak dipakai lagi oleh tubuh yang harus
dikeluarkan dari dalam tubuh. Tinja atau feses merupakan salah satu sumber penyebaran penyakit yang
multikompleks. Orang yang terkena diare, kolera dan infeksi cacing biasanya mendapatkan infeksi ini
melalui tinja atau feses. Seperti halnya sampah, tinja juga mengundang kedatangan lalat dan hewan-
hewan lainnya. Lalat yang hinggap di atas tinja atau feses yang mengandung kuman-kuman dapat
menularkan kuman-kuman itu lewat makanan yang dihinggapinya, dan manusia lalu memakan makanan
tersebut sehingga berakibat sakit. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan akibat tinja manusia antara
lain tipus, disentri, kolera, bermacam-macam cacing (gelang, kremi, tambang, pita), schistosomiasis, dan
sebagainya.

Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi
buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit.
Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau feses terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan
meningkatnya frekuensi buang air besar disebut dengan diare atau mencret.

Dalam keadaan normal dua pertiga tinja terdiri dari air dan sisa makanan, zat hasil sekresi saluran
pencernaan, epitel usus, bakteri apatogen, asam lemak, urobilin, debris, selulosa gas indol, skatol,
sterkobilinogen dan bahan patologis. Normal : 100 – 200 gram / hari. Frekuensi defekasi : 3x / hari – 3x
/ minggu.

Pemeriksaan feses ( tinja ) adalah salah satu pemeriksaan laboratorium yang telah lama dikenal
untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis suatu penyakit. Meskipun saat ini telah berkembang
berbagai pemeriksaan laboratorium yang modern , dalam beberapa kasus pemeriksaan feses masih
diperlukan dan tidak dapat digantikan oleh pemeriksaan lain. Pengetahuan mengenai berbagai macam
penyakit yang memerlukan pemeriksaan feses , cara pengumpulan sampel yang benar serta pemeriksan
dan interpretasi yang benar akan menentukan ketepatan diagnosis yang dilakukan oleh klinisi.
Macam – Macam Warna Feses

Feses umumnya berwarna Kuning di karenakan Bilirubin (sel darah merah yang mati, yang juga
merupakan zat pemberi warna pada feses dan urin). Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh
pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Bilirubin dikeluarkan melalui empedu dan dibuang
melalui feses. Fungsinya untuk memberikan warna kuning kecoklatan pada feses. Selain itu warna dari
feses ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi medis, makanan serta minuman yang dikonsumsi, karena
itu sangat mungkin warna feses berubah sesuai dengan makanan yang dikonsumsi.

1. Warna Kuning Kecoklatan


Feses berwarna Kuning adalah normal. Karena Feses manusia pada umumnya adalah warna ini.
Warna keCoklatan ato keKuningan ini disebabkan karena feses mengandung suatu zat berwarna
orange-kuning yg disebut Bilirubin.
2. Warna Hitam Feses
berwarna Hitam bisa jadi mengandung darah dari sistem pencernaan sebelah atas,
kerongkongan, lambung ato jg bagian hulu usus halus. Zat Lain yg memberi warna Hitam ke
feses kita bisa juga dari zat-zat makanan berwarna Hitam(Licorice), timbal, pil yg mengandung
besi, pepto-bismol atau blueberry.
3. Warna Hijau
Feses warna Hijau didapat dari Klorofil sayuran, seperti bayam yang dikonsumsi. Selain itu
pewarna makanan biru atau hijau yang biasa terkandung dalam minuman atau es bisa
menyebabkan feses berwarna hijau. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh makanan yang terlalu
cepat melewati usus besar sehingga tidak melalui proses pencernaan dengan sempurna. Feses
Hijau jg bisa terjadi pada diare, yakni ketika bahan pembantu pencernaan yg diproduksi hati dan
disimpan dalam empedu usus tanpa pengolahan atau perubahan.
4. Warna Merah
Seperti layaknya feses hitam, tetapi bedanya feses merah ini dominan diberi oleh kandungan
darah. Darah ini di dapat dari sistem pencernaan bagian bawah. Wasir dan radang usus besar
adalah yang menjadi penyebab utama Feses menjadi berwarna merah.

Bau Feses

Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri menghasilkan senyawa seperti
indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Asupan
makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas feses atau tinja. Di pasaran juga terdapat
beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau feses atau tinja.

Syarat pengumpulan feces :

a. Tempat harus bersih, kedap, bebas dari urine, diperiksa 30 – 40 menit sejak dikeluarkan. Bila
pemeriksaan ditunda simpan pada almari es.

b. Pasien dilarang menelan Barium, Bismuth, dan Minyak dalam 5 hari sebelum pemeriksaan.

c. Diambil dari bagian yang paling mungkin memberi kelainan.


d. Paling baik dari defekasi spontan atau Rectal Toucher

e. Pasien konstipasi

Waktu

Pengambilan dilakukan setiap saat, terutama pada gejala awal dan sebaiknya

sebelum pemberian anti biotik. Feses yang diambil dalam keadaan segar.

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS FESEF ( DASAR TEORI DAN UNTUK PEMBAHASAN JUGA KESIMPULAN )

ALAT-ALAT (SUDAH ADA DIHP)

CARA KERJA (SUDAH ADA DIHP)

HASIL PENGAMATAN (GAMBAR DAN WARNAI)

PEMBAHASAN

KESMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

1. www.academia.edu/8843769/PEMERIKSAAN_MIKROBIOLOGIS_FESES
2. http://slidegur.com/doc/274204/pemeriksaan-mikrobiologi-untuk-spesimen
3. https://ariakiki.blogspot.com/2016/04/makalah-tentang-feses.html
4. https://edoc.pub/pemeriksaan-feses-pdf-free.html

LAMPIRAN (ACC DAN GAMBAR )