Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

1. Departeman Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2008. 2009; 39-40,


100-1.

2. Sukamawa A, Sulistyorini L, Keman S. Determinasi Sanitasi Rumah dan


Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Kejadian ISPA pada Anak Balita serta
Manajemen Penanggulangannya Di Puskesmas. Jurnal Kesehatan
Lingkungan. 2006 Juli ; 3: 50.

3. Hartono R, Dwi R. Gangguan Pernafasan pada Anak: ISPA. Yogyakarta:


Nuha Medika. 2012; 1-26.

4. Departemen Kesehatan RI. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar.


RISKESDAS. 2013; 98-9.

5. Simao S. Childhood Respiratory Viruses in Public Health Care Centers.


Braz J Infect Dis. 2011 September. 2012; 16 (2): 214.

6. Widoyono. Penyakit Tropis Epidemiologi Penularan Pencegahan dan


pemberantasannya. II ed. Semarang: Erlangga. 2011; 204-9.

7. Fillacano R. Hubungan Lingkungan Dalam Rumah Terhadap ISPA pada


Balita Di Kelurahan Ciputat Kota Tangerang Selatan. Skripsi. Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2013; 11-26.

8. Yusup N, Sulistyorini L. Hubungan Sanitasi Rumah Secara Fisik Dengan


Kejadian ISPA pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2005 january;
110-9.

9. Nindya T, Sulistyorini L. Hubungan Sanitasi Rumah Dengan Kejadian


Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan
Lingkungan. [Online]. Dari: http//www.journal.unair.ac.id/. diakses [10
februari 2015]. 2005 Juli; 2 (1): 43-52.

10. Menkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1077/MENKES/PER/V/2011 Tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam
Ruang Rumah. 2011; 4-17.

11. Nuryanto. Hubungan Status Gizi Terhadap Terjadinya Penyakit Infeksi


Saluran Pernafasan Akut pada Balita. Jurnal Pembangunan Manusia. 2012
Agust; 6 (2).

27
28

12. WHO Interim Guidelines. Infection prevention and control of epidemic-


and pandemic- prone acute respiratory disease in health care. Organisasi
Kesehatan Dunia. Jenewa
www.who.int/iris/bitstream/10665/69707/14/WHO_CDS_EPR_2007. june
2007; (Diakses: 1 Maret 2015). 6-18.

13. Filacano R (Depkes RI, 2007). Hubungan Lingkungan Dalam Rumah


Terhadap ISPA pada Balita Di Kelurahan Ciputat Kota Tangerang Selatan.
Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2013; 11-6.

14. Nurjazuli, Retno W. Faktor Resiko Dominan Kejadian Pneumonia pada


Balita. Jurnal Respirologi Indonesia. 2009 April; 29 (2). 79-88.

15. Oktaviani D, Nur A, Imelda G. Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan


Perilaku keluarga Terhadap Kejadian ISPA pada Balita Di Kelurahan
Cambai Kota Prabumulih Tahun 2010. Jurnal Pembangunan Manusia.
2010; 4 (12).

16. Fatimah. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian ISPA pada
Anak Balita Di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Skripsi.
Universitas Syiah Kuala. 2013; 5-12.

17. Depkes RI. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran


Pernafasan. Directorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. Direktoral
Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2005.

18. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2009. 2010. 29.

19. Narendra M, Sularyo T, Soetjiningsih, Suyitno H, Ranuh IG. Buku Ajar I


Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. I ed. Jakarta: Sagung Seto. 2002; 1-
19, 56-8, 86.

20. Chandra B. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC. 2006; 162-


74.

21. Triwibowo C. Kesehatan Lingkungan dan K3. Yogyakarta: Nuha Medika.


Oktober 2013; 68-85.

22. Yuwono T. Faktor-faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan


Dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita Di Wilayah Kerja
Puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap. Tesis. Universitas
Diponegoro Semarang. 2008; 43-9.

23. .Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.


2012. 37-41, 113-4, 115-41, 176-184, 188-194.