Anda di halaman 1dari 34

RANGKAIAN ARUS SEARAH

A. ARUS LISTRIK

Arus listrik ditimbulkan dari aliran muatan listrik yang terjadi pada bahan penghantar.
Penghantar dapat berupa logam, larutan, maupun gas. Pembawa muatan arus listrik
pada penghantar logam adalah elektron-elektron, pada larutan ion positif dan ion negatif
seperti yang terjadi pada akumulator, pada gas pembawa muatannya adalah elektron
dan ion positif seperti pada peristiwa petir.

Berdasarkan pada kemampuan mengalirkan arus listrik / daya hantar listrik /


konduktifitas listrik, bahan dapat dikelompokkan dalam golongan :
Isolator : sangat sukar mengalirkan arus listrik, seperti udara, kayu, plastik,
kaca, ebonit, polytene
Konduktor : mudah mengalirkan arus listrik, seperti tembaga, tungsten, nikrom,
perak, aluminium
Semikonduktor: konduktifitasnya berada diantara isolator dan konduktror, seperti
germanium dan silikon.

Aliran listrik atau arus listrik dapat dianalogikan dengan aliran air, yakni:
Arus Air Arus Listrik
1. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat 1. Mengalir dari potensial listrik tinggi
rendah (energi potensial tinggi ke ke potensial listrik rendah
energi potensial rendah) 2. Pada suatu rangkaian tertutup
2. Pada suatu aliran tertutup, seperti (rangkaian tak berujung tak
aliran air pada sebuah taman, berpangkal), dibutuhkan sumber
dibutuhkan mesin pompa untuk gaya gerak listrik (ggl) seperti
menggerakkan arus air terus-menerus baterai untuk mengalirkan arus
listrik terus-menerus

Arah arus listrik (arus konvensional) adalah searah dengan arah aliran muatan posifif dan
berlawanan arah dengan arah gerak elektron.

Di samping adalah gambar rangkaian listrik tertutup, dimana


sumber tegangan atau sumber ggl ( ) berfungsi sebagai tenaga
v penggerak listrik. Aliran arus elektron pada gambar di samping
I
adalah searah dengan putaran jarum jam, sedangkan arah arus
 v listrik konvensional berlawanan dengan arah aliran elektron ini.
Kutub-kutub sumber ggl disimbolkan sebagai garis sejajar yang
terdiri atas bagian panjang (kutub positif) dan bagian pendek
(kutub negatif). Ini berarti pada suatu rangkaian listrik, arah arus adalah keluar dari
kutub positif menuju ke kutub negatif sumber tegangan.

B. KUAT ARUS ( I )
Kuat arus ( I ) didefinisikan sebagai jumlah muatan yang mengalir tiap satuan waktu .
q
I 
t
dengan I : kuat arus (ampere disingkat A )

Rangkaian Arus Searah


q : muatan listrik yang mengalir ( coulomb disingkat C )
t : waktu (detik)

Pada logam penghantar, arus listrik ditimbulkan oleh aliran elektron. Jumlah elektron
yang mengalir, n , dapat dicari dari hubungan :

q  ne

dengan n : jumlah elektron dan e : muatan elektron (1,6 x 10-31 Coulomb)

C. HUKUM OHM

Aliran air pada suatu pipa akan sebanding dengan beda tinggi kedua ujung pipa.
Semakin besar perbedaan ketinggiannya, air akan mengalir semakin cepat. Hal ini karena
energi potensial air yang dirubah menjadi energi kinetik semakin besar.

Hal yang sama berlaku pada aliran muatan listrik, dimana untuk suatu hambatan R yang
tetap, bertambahnya beda potensial listrik pada dua titik akan menyebabkan jumlah
muatan yang mengalir tiap detik semakin besar, yang berarti bahwa kuat arus yang
mengalir juga semakin besar.
Hubungan antara beda potensial atau tegangan, kuat arus yang mengalir, dan hambatan
penghantar akan memenuhi hukum Ohm :

V  IR

dimana V : tegangan atau beda potensial antara ujung-ujung penghantar ( volt )


I : kuat arus yang dihasilkan ( ampere )
R : hambatan penghantar ( ohm atau  )

Contoh Soal :
1. Pada suatu penghantar terjadi aliran elektron sebesar 480 C selama 1 menit. Bila
muatan elektron e = -1,6 x 10-19 C, hitunglah kuat arus dan jumlah elektron yang
mengalir !

Penyelesaian :
q = 480 C , t = 1 menit = 60 detik , e = -1,6 x 10-19 C (tanda negatif
menunjukkan bahwa elektron bermuatan negatif).

Kuat arus yang mengalir :


q 480
I   8 A
t 60

Banyaknya elektron yang mengalir didapat dari hubungan :


q 480
q  ne  n    3 x10 21 elektron
e 1,6 x10 19

2. Berikut adalah grafik hubungan antara tegangan ( V ) dengan kuat arus yang
mengalir ( I ) yang mengalir pada sebuah hambatan R :

Rangkaian Arus Searah


Dari grafik tersebut tentukan nilai hambatan R
V (volt)
60
40
20
I (A)
1 2 3

Penyelesaian :
Dari grafik didapat,
saat kuat arus I = 1 A tegangan V = 20 volt
saat kuat arus I = 2 A tegangan V = 40 volt
saat kuat arus I = 3 A tegangan V = 60 volt
nilai hambatan R dapat diperoleh dengan cara memasukkan salah satu pasangan
data di atas kedalam persamaan hukum Ohm : V = I R
V 60
R   20 
I 3

Tugas 1 :

1. Jelaskan terjadinya peristiwa petir !

2. Arus listrik mengalir sebesar 3,2 ampere selama 10 menit pada suatu konduktor. Bila
muatan elektron e = -1,6 x 10-19 C, hitunglah banyaknya elektron yang mengalir pada
konduktor tersebut !

3. Dalam satu menit sebanyak 10 20 elektron mengaliri konduktor yang ujung-ujungnya


berbeda potensial 8 volt. Hitung hambatan dari konduktor tersebut jika e = -1,6 x 10-
19
C!

4. Perhatikan gambar berikut :

Bila potensial listrik di terminal a = 4 volt dan potensial di


R = 20
a b terminal b = 0, tentukan :

a. arah arus pada resistor, dari a ke b atau sebaliknya ?


b. besarnya kuat arus yang mengalir pada rangkaian

5. Perhatikan grafik hubungan antara tegangan ( V ) dengan kuat arus ( I ) pada sebuah
resistor berikut !
V (volt)
Dari grafik tersebut, tentukan :
32 a. nilai hambatan dari resistor
b. kuat arus yang mengalir jika tegangan dinaikkan
16 menjadi 64 volt
I (A)
0,4 0,8

Rangkaian Arus Searah


D. RESISTOR ( HAMBATAN )
1. Nilai Hambatan ( Resistansi ) Penghantar

A Gambar di samping adalah sepotong penghantar


L
logam dengan panjang L dan luas penampang A.

Besarnya hambatan (resistansi) yang dihasilkan oleh penghantar seperti pada gambar
dapat dihitung dengan persamaan :
L
R
A
dimana :
R : hambatan penghantar (  )
 : hambat jenis penghantar ( m )
L : panjang penghantar ( m )
A : luas penampang ( m2 )

Untuk penghantar berbentuk batang silinder, maka luas penampang A = r2 , dengan
r : jari-jari penampang (m).

2. Hubungan antara Suhu dengan Nilai Hambatan

Pengaruh kenaikan suhu terhadap nilai hambatan pada penghantar adalah bervariasi,
dan bergantung pada jenis penghantar berdasarkan konduktivitas listriknya. Pada
penghantar semikonduktor, kenaikan suhu akan menurunkan nilai hambatan, tetapi
pada logam-logam konduktor, kenaikan suhu akan menaikkan nilai resistansi
(hambatan listriknya).

Persamaan nilai hambatan konduktor logam, dengan melibatkan faktor perubahan


suhu adalah :

Rt  Ro (1   t )
dengan t = t - to
dimana :
Rt : hambatan penghantar pada suhu toC (  )
Ro : hambatan penghantar pada suhu acuan (  )
to : suhu acuan (biasanya digunakan 20 oC)
 : koefisien suhu hambatan jenis ( oC-1 )
t : perubahan suhu terhadap suhu acuan ( oC )

3. Rangkaian Resistor ( R )

Pada prinsipnya, cara merangkai resistor dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
rangkaian seri dan rangkaian paralel. Namun dalam banyak kasus, kombinasi dari
kedua cara tersebut dipilih untuk mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan.

Rangkaian Arus Searah


R1
R1 R2 R3 R2

R3

Rangkaian Seri Rangkaian Paralel


Hambatan pengganti / hambatan ekivalen / hambatan total yang dihasilkan dari
masing-masing rangkaian di atas adalah:
Pada rangkaian seri : Pada rangkaian paralel :

1 1 1 1
Rs  R1  R2  R3   
Rp R1 R2 R3

dengan Rs : hambatan pengganti susunan seri


Rp : hambatan pengganti susunan paralel

Contoh Soal :
1. Logam konduktor yang panjangnya 1 meter berjari-jari 0,1 mm pada suhu 20 oC
memiliki hambat jenis sebesar 31,4 x 108 m. Bila koefisien suhu hambat jenis logam
tersebut 0,005 /oC, hitung nilai hambatan logam pada suhu 20 oC dan pada suhu 100
o
C!

Penyelesaian :

Data soal : L = 1 m ,  = 31,4 x 10-8 = 3,14 x 10-7 m ,  = 0,005 /oC , r = 0,1


mm = 10-4 m

Menghitung nilai hambatan logam :


L L 3,14 x 10 7 x 1
R    10 
A r 2 3,14 x (10  4 ) 2

Besarnya hambatan dari logam tersebut ketika suhunya dinaikkan menjadi 100 oC
adalah:
Rt  Ro (1   t )
Rt  10 (1  0,005 (100  20))  10 (1  0,4)  10(1,4)  14 

2. Empat buah resistor identik masing-masing nilai hambatannya 20 . Hitunglah


hambatan pengganti bila keempatnya dirangkai secara seri dan bila dirangkai secara
paralel !

Penyelesaian :

Empat hambatan identik masing-masing 20  ketika dirangkai seri menghasilkan


hambatan total :
Rs = R + R + R + R = 4R = 4 x 20 = 80 

Bila keempat resistor tersebut dihubungkan secara paralel, diperoleh hambatan


pengganti sebesar :

Rangkaian Arus Searah


1 1 1 1 1 1 4 1
    4    R p  5
Rp R R R R R 20 5

Dapat dilihat bahwa merangkai resistor secara seri akan menaikkan nilai hambatan,
dan merangkainya secara paralel akan memperkecil nilai hambatan.

Tugas 2 :

1. Dua batang logam A dan B terbuat dari bahan yang sama. Bila panjang logam B dua
kali panjang A, dan luas penampangnya setengah kali luas penampang A, sedangkan
hambatan logam A bernilai 20 , berapa nilai hambatan logam B ?

2. Pada suhu 20 oC sebuah konduktor logam memiliki nilai hambatan 20 . Hitung


koefisien suhu hambat jenis logam tersebut bila pada suhu 70 oC nilai hambatannya
menjadi 24  !

3. 10 buah resistor identik ketika dirangkai paralel menghasilkan hambatan pengganti


sebesar 1 . Berapa hambatan pengganti yang dihasilkan bila kesepuluh resistor
tersebut dirangkai secara seri ?

4. Batang logam yang panjangnya 1 meter berjari-jari penampang 1 mm diberi beda


potensial 25 volt di kedua ujungnya. Hitung kuat arus yang mengalir jika hambat jenis
logam tersebut 3,14 x 10-4 m !

5. Pada gambar di bawah ini masing-masing hambatan berharga 30 . Hitunglah


hambatan pengganti antara titik A dan B !

a. c.
A

A B
B

b. d.

B A

A B

Tips : tanda adalah simbol dari sebuah kapasitor yang menghasilkan reaktansi
kapasitif sangat besar ketika dipasang pada tegangan searah, sehingga tidak
mungkin dilewati arus. Cabang yang mengandung kapasitor dengan demikian dapat
diabaikan.

Rangkaian Arus Searah


E. RANGKAIAN LISTRIK
Rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian listrik yang saling berhubungan yang di
dalamnya terdapat hambatan ( R ) dan sumber arus listrik (elemen, E atau ) sehingga
pada rangkaian tersebut mengalir arus listrik.
Elemen listrik (simbol E atau ) ialah sumber tegangan listrik arus searah yang
dilambangkan sebagai berikut:
+
-  : tegangan yang dihasilkan (volt)
r : hambatan dalam elemen (ohm atau )
,r

Susunan elemen :
Seri Paralel
1,r1
1 , r 1  2 , r2  3 , r3
2,r2

3,r3

tegangan total yang dihasilkan : tegangan total yang dihasilkan :


tot = 1 + 2 + 3 tot = 1 = 2 = 3
hambatan dalam total yang dihasilkan : hambatan dalam total yang dihasilkan :
rtot = r1 + r2 + r3 1 1 1 1
  
rtot r1 r2 r3

Jenis-jenis Rangkaian Listrik


Pada dasarnya ada dua jenis rangkaian listrik, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Rangkaian Seri
Mudah dipahami bahwa banyaknya muatan listrik yang mengalir
R1 R2 R3 tiap satuan waktu adalah sama di sepanjang rangkaian. Hal ini
I analog dengan jumlah air yang mengalir tiap satuan waktu (lebih
 dikenal dengan istilah debit air) disepanjang aliran sungai adalah
konstan.

Jumlah muatan yang mengalir tiap satuan waktu adalah besaran kuat arus, sehingga kita
mendapati sifat yang khas dari rangkaian seri, yaitu : “ kuat arus di sepanjang rangaian
adalah sama”.
Bila kuat arus pada hambatan R1, R2, dan R3 berturut-turut I1, I2, dan I3, sedangkan arus
total pada rangkaian disebut I, maka :
I1  I 2  I 3  I

Beda potensial pada masing-masing hambatan dapat dihitung dengan persamaan hukum
Ohm, V = IR , yang berarti bila harga masing-masing hambatan berbeda maka beda
potensial antar resistor juga berbeda-beda. Pada rangkaian di atas, rasio tegangan pada
masing-masing resistor adalah V1 : V2 : V3  IR1 : IR2 : IR3 , atau :

V1 : V2 : V3  R1 : R2 : R3

Rangkaian Arus Searah


Rangkaian Paralel
R1

R2 Sifat yang khas dari rangkaian paralel adalah bahwa “ beda


R3 potensial pada masing-masing cabang adalah sama ”.
I
Pada gambar di samping, bila V1 adalah tegangan pada
resistor R1, V2 adalah pada resistor R2, dan V3 adalah tegangan
 pada resistor R3 maka berlaku :

V1  V2  V3

Kalau rangkaian seri berlaku sebagai pembagi tegangan, maka rangkaian paralel berlaku
sebagai pembagi arus. Hal ini karena sesuai dengan hukum I Kirchoff, bahwa arus total
pada rangkaian akan dibagi-bagi ke masing-masing cabang melalui rasio
V V V
I1 : I 2 : I 3  : : , atau :
R1 R2 R3

1 1 1
I1 : I 2 : I 3  : :
R1 R2 R3

dengan I1 : kuat arus pada R1, I2 : kuat arus pada R2, dan I3 : kuat arus pada R3.

Contoh Soal :
Perhatikan rangkaian listrik berikut :

Tentukan tegangan pada hambatan 6  dan pada hambatan 3  ! 9V


4 9

Penyelesaian :
 Menghitung hambatan total rangkaian 6 3
Hambatan 9  dan 3  adalah susunan seri, dan menghasilkan
hambatan pengganti Rs, yang besarnya :
Rs = 9 + 3 = 12 

Selanjutnya rangkaian di atas dapat digambar sebagai berikut :

9V Hambatan 4  dengan Rs adalah rangkaian paralel, dan


4 Rs menghasilkan hambatan pengganti Rp, yang besarnya :
1 1 1 1 1 3 1 4 12
       Rp  3
6 R p 4 Rs 4 12 12 12 4

Selanjutnya rangkaian di atas dapat digambar sebagai berikut :

9V Hambatan 6  dengan Rp adalah rangkaian seri, dan


Rp menghasilkan hambatan pengganti total, yang besarnya :

Rtotal = 6 + 3 = 9 
6
Rangkaian Arus Searah
 Menghitung kuat arus total
Dengan menggunakan hukum Ohm V = IR ,
V 9
I   1 A
Rtot 9

Arus sebesar 1 ampere inilah yang melalui hambatan 6 , sehingga tegangannya dapat
dihitung dengan kembali menggunakan hukum Ohm :

V = I x R = 1 x 6 = 6 volt

 Menghitung tegangan pada rangkaian paralel


Tegangan pada rangkaian paralel Rp dapat dihitung dengan menggunakan hukum Ohm
:
Vp = I x Rp = 1 x 3 = 3 volt

Sesuai dengan sifat rangkaian paralel, tegangan pada hambatan 4  dan tegangan
pada hambatan Rs adalah sama, yaitu 3 volt. Dengan demikian kuat arus yang
melewati rangkaian Rs dapat dihitung :
Vp 3 1
Is    A
R s 12 4
1
Arus sebesar 4 ampere inilah yang melewati hambatan 3 .

Cara lain untuk menghitung arus pada rangkaian Rs adalah dengan model
kesebandingan, bahwa rangkaian paralel adalah pembagi arus, sehingga berlaku :
1 1
I 4  : I Rs  :  3 : 1 , sehingga kuat arus pada rangkaian Rs adalah :
4 12
1
( 31) xI  14 x I  14 x1  1
4 ampere.

 Menghitung tegangan pada hambatan 3 


Akhirnya, tegangan pada hambatan 3  dapat dihitung dengan kembali menggunakan
hukum Ohm :
V = I R = 14 x 3 = 0,75 volt

Tugas 3

1. Tiga resistor dirangkai seri kemudian dihubungkan dengan sumber tegangan seperti
pada gambar berikut:
a. Kemana arus mengalir, searah putaran jarum jam atau 4 6 12
berlawanan arah putaran jarum jam?
b. Hitung kuat arus yang mengalir pada rangkaian, hitung pula 22 V
kuat arus yang mengalir pada masing-masing resistor!
c. Berapa tegangan pada ujung-ujung resistor 4 , 6 , dan 12 ?

2. Tiga resistor dirangkai paralel kemudian dihubungkan dengan sumber tegangan


seperti pada gambar berikut:
4

6
Rangkaian Arus Searah
12
2V
a. Kemana arus mengalir, searah putaran jarum jam atau berlawanan arah putaran
jarum jam?
b. Hitung kuat arus yang mengalir pada rangkaian, hitung pula kuat arus yang
mengalir pada masing-masing resistor!
c. Berapa tegangan pada ujung-ujung resistor 4 , 6 , dan 12 ?

3. Empat buah resistor identik R dirangkai seri dan dihubungkan ke sumber tegangan V
sehingga dihasilkan arus sebesar 0,1 A. Bila keempat resistor tersebut dirangkai
paralel dan dihubungkan ke sumber tegangan yang sama, berapa kuat arus pada
keadaan akhir ?

4. Sebuah rangkaian listrik seperti pada gambar berikut:


Tentukan :
4 a. Kuat arus pada rangkaian dan arahnya
b. Kuat arus pada resistor 4 , 8 , dan 4,75 
8  4,75 
c. Tegangan pada masing-masing resistor tersebut
8V;0,25

5. Tiga buah resistor identik masing-masing 9  dirangkai seri dan dihubungkan ke


batere dengan ggl  dan hambatan dalam r. Arus yang mengalir dalam rangkaian
besarnya 0,25 ampere. Bila kemudian ketiga resistor tersebut dirangkai paralel dan
dihubungkan dengan batere yang sama ternyata diperoleh arus sebesar 1,75 ampere,
hitunglah besarnya ggl batere  dan hambatan dalam r ! (hambatan dalam, r , adalah
nilai hambatan yang dimiliki oleh batere)

F. HUKUM-HUKUM KIRCHOFF TENTANG LISTRIK


Hukum I Kirchoff

“Jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik percabangan sama dengan jumlah kuat
arus yang keluar dari titik percabangan itu.”

I1 I2 Pada gambar di samping, i1 dan i3 masuk pada titik simpul,


I3 sedangkan i2 keluar dari titik simpul. Berdasarkan hukum I
Kirchoff,
Imasuk =  Ikeluar
i1 + i3 = i2

Hukum II Kirchoff

Berdasarkan keadaan ujung-ujungnya, rangkaian listrik dibedakan atas rangkaian


terbuka, yaitu rangkaian listrik yang kedua ujungnya tidak bertemu sehingga kedua
ujungnya dapat dibedakan, dan rangkaian tertutup yaitu rangkaian yang kedua ujungnya
bertemu sehingga tidak dapat ditentukan mana ujung-ujung rangkaian.

Secara umum, hukum II Kirchoff merumuskan bahwa “ beda potensial atau tegangan
antara dua titik adalah sama dengan jumlah aljabar gaya gerak listrik (  ) dengan
penurunan tegangan ( iR )”. Bila hukum II Kirchoff diterapkan pada kedua jenis
rangkaian (rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup) didapatkan :

Rangkaian Arus Searah


Pada rangkaian terbuka : Pada rangkaian tertutup :

V12       iR  12 V12       iR  12
dengan 1 dan 2 adalah indeks untuk Pada rangkaian tertutup titik 1 adalah juga
masing-masing ujung rangkaian titik 2, sehingga beda potensial listrik antara
keduanya nol. Oleh karena itu, pada suatu
rangkaian tertutup berlaku:
     iR   0
Aturan untuk menggunakan hukum II Kirchoff adalah sebagai berikut :
1. Pilihlah arah arus selogis mungkin. Bila ada dua batere
R1 I dalam satu rangkaian, maka arah arus mengikuti arah arus
A
yang ditimbulkan oleh batere dengan ggl lebih tinggi.
2. Pada dasarnya arah loop adalah bebas, tetapi usahakan
1 loop 2
arah loop searah dengan arah arus.
3. Bila arah arus searah dengan arah loop, maka nilai arus
B positif. Begitu pula sebaliknya.
R2
4. Bila pada saat mengikuti arah loop kutub positif batere
dijumpai terlebih dahulu, maka nilai ggl  adalah positif.

Sebagai contoh pada rangkaian di atas, penggunaan hukum II Kirchoff mendapatkan:


Pada rangkaian tertutup : Pada rangkaian terbuka (antara titik A dan
B) :
     iR   0 V AB       iR  AB
   1   2 )  ( IR1  IR2   0 V AB   2  IR1 atau V AB   1  IR2

Contoh Soal :
Diberikan rangkaian listrik sebagai berikut:
A B
R1 = 4  Tentukan:
4V ; 0,5
a. kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
R2 = 5 
6V ; 0,5 b. beda potensial antara titik B dan D (VBD)

D C
Penyelesaian:
 Memilih arah arus
batere 4 V menghasilkan arus searah jarum jam, sementara batere 6 V menyebabkan
arus mengalir berlawanan arah jarum jam. Ini berarti arah arus pada rangkaian
adalah mengikuti arah arus akibat batere 6 V, yaitu berlawanan arah jarum jam.
 Memilih arah loop
arah loop kita pilih yang searah dengan arah arus, yaitu berlawanan arah jarum jam.
(arah arus dan arah loop sejatinya dapat dipilih secara sembarang tanpa kaidah-
kaidah di atas)
 Menghitung kuat arus dengan menggunakan hukum II Kirchof pada rangkaian
tertutup
A B
I R1  + IR = 0
Rangkaian Arus Searah
 1 ; r1 2 ; r 2
R2

D C
(1 - 2) + I (R1 + r1 + R2 + r2) = 0
(4 – 6) + I (4 + 0,5 + 5 + 0,5) = 0
-2 + I (10) = 0
I = 0,2 ampere

 Menghitung VBD dengan menggunakan hukum II Kirchof pada rangkaian terbuka dari
B ke D

VBD =  + IR  lintasan BCD VBD =  + IR  lintasan BAD


= 2 – I (r2 + R2) = 1 + I (R1 + r1)
= 6 – 0,2 (0,5 + 5) = 4 + 0,2 (4 + 0,5)
= 6 – 0,2 (5,5) = 4 + 0,2 (4,5)
= 6 – 1,1 = 4 + 0,9
= 4,9 volt = 4,9 volt

Tugas 4 :

1. Diberikan rangkaian sebagai berikut :


2A Tentukan kuat arus yang melewati
R1 0,5 A
hambatan R1, R2, R3, R4, R5, R6, dan R7 !
1A
10 A R3 R2 R7

R4 R5 4A 6A
R6

2. Perhatikan gambar rangkaian berikut:

2A 5 15 
X 60  Y

Hitunglah :
a. beda potensial antara titik X dan Y
b. kuat arus pada hambatan 60 
c. beda potensial pada hambatan 5 

3. Perhatikan loop rangkaian berikut ini !


a b
Tentukan :
15 V ; 1  a. kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
20  28  b. beda potensial antara titik a dan b (Vab)
5V;1 c. beda potensial antara titik b dan a (Vba)
c d. beda potensial antara titik c dan a (Vca)
d
e. beda potensial antara titik b dan d (Vbd)
Rangkaian Arus Searah
4. Perhatikan gambar rangkaian berikut :
2 4 6
Tentukan :
2A
a. Vab
a b c d
6V 4V b. Vca
c. Vbd
A
5. Diberikan rangkaian majemuk berikut !
2 5
Tentukan : 8V 10 V
a. kuat arus pada hambatan 10  10 
b. beda potensial antara titik A dan B B

G. ALAT-ALAT UKUR LISTRIK

Alat-alat ukur listrik yang umum digunakan adalah voltmeter (alat ukur tegangan listrik),
amperemeter (alat ukur kuat arus), dan ohmmeter (alat ukur hambatan). Disamping itu
terdapat juga AVO-meter (sebuah alat yang mampu berlaku sebagai amperemeter,
voltmeter, dan ohmmeter sekaligus), galvanometer (alat pendeteksi adanya arus lemah),
tes-pen (alat deteksi adanya arus bolak-balik), dan osciloscop (alat ukur tegangan dan
frekuensi listrik bolak-balik yang dapat menampilkan hasil pengukurannya dalam bentuk
grafik: dipelajari di kelas XII).

Voltmeter
Voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan (beda potensial) suatu komponen listrik .
Voltmeter dipasang secara paralel dengan komponen yang diukur tegangannya.

V
Pada gambar di samping, sebuah voltmeter V dipasang secara
paralel dengan hambatan R yang hendak diukur tegangannya.
R Berdasarkan bentuk tampilan hasil pengukuran, voltmeter
dibedakan atas voltmeter digital dan voltmeter analog.
Voltmeter digital menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk
angka. Sedangkan voltmeter analog menampilkan hasil
pengukuran dalam bentuk penyimpangan jarum penunjuk skala.

Cara membaca hasil pengukuran pada voltmeter analog adalah sebagai berikut :
Pada gambar di samping, skala maksimum adalah 80,
30
40
50 sedangkan jarum penunjuk skala mengarah ke angka 65.
20 60 Tombol batas ukur maksimum diset pada angka 5 V, yang
10 70 berarti alat hanya mampu mengukur tegangan sampai
0 80 dengan 5 V. Bila tegangan yang terukur melebihi batas
5 V 10 V 15 V maksimumnya, maka voltmeter dapat rusak.
skala Pilihan batas ukur
maksimum
Dengan data-data di atas, maka hasil ukur yang didapat
dari pengukuran voltmeter adalah :

skala yang ditunjuk jarum


tegangan  x batas ukur maksimum
skala maksimum

Rangkaian Arus Searah


65
tegangan = x 5 volt
80

tegangan = 4,06 volt .

Amperemeter

Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus yang mengalir pada suatu
rangkaian listrik. Amperemeter dipasang secara seri dengan rangkaian.

Berdasarkan bentuk tampilan hasil pengukuran, amperemeter


A
R dibedakan atas amperemeter digital dan amperemeter analog.
Amperemeter digital langsung menampilkan hasil pengukuran
dalam bentuk angka. Sedangkan amperemeter analog
menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk penyimpangan
jarum penunjuk skala.

Cara membaca hasil pengukuran pada amperemeter analog adalah sebagai berikut :
Pada gambar di samping, skala maksimum adalah 80,
30
40
50
sedangkan jarum penunjuk skala mengarah ke angka 65.
20 60 Tombol batas ukur maksimum diset pada angka 2 A, yang
10 70 berarti alat hanya mampu mengukur kuat arus sampai
0 80
dengan 2 A. Bila kuat arus yang terukur melebihi batas
1A 2A 3A
maksimumnya, maka amperemeter dapat rusak.
skala Pilihan batas ukur Dengan data-data di atas, maka hasil ukur yang didapat
maksimum
dari pengukuran amperemeter adalah :
skala yang ditunjuk jarum
kuat arus  x batas ukur maksimum
skala maksimum

65
kuat arus = x2 A
80

kuat arus = 1,63 ampere

Ohmmeter
Pada prinsipnya cara pembacaan hasil pengukuran nilai hambatan dari sebuah resistor
dengan menggunakan ohmmeter adalah sama dengan cara pembacaan pada voltmeter
atau amperemeter, yaitu :

skala yang ditunjuk jarum


hasil pengukuran  x batas ukur maksimum
skala maksimum

Tugas 5 :

1. Pengukuran dengan amperemeter mendapatkan hasil bacaan sebagai berikut :


40 60
Berapa kuat arus yang terukur ?
20 80
Rangkaian Arus Searah
0 100
0A 4A 10 A
2. Sebuah rangkaian listrik diukur dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter
seperti gambar!

 A

20 
40 60 40 60
20 80 20 80
V
0 100 0 100
0V 20 V 50 V 0A 4A 10 A

Dari data-data tersebut, hitunglah nilai ggl  !

SOAL EVALUASI RANGKAIAN ARUS SEARAH

Pilihan Ganda
1. Arus listrik pada suatu penghantar……
(1) mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah
(2) arah arus searah dengan arah aliran elektron
(3) pada rangkaian listrik, arus mengalir dari kutub positif ke kutub negatif sumber
tegangan
(4) arah arus searah dengan arah aliran muatan positif
pernyataan yang benar adalah nomor……
a. (1), (2), dan (3) d. (4) saja
b. (1) dan (3) e. semua benar
c. (2) dan (4)

2. Berikut adalah grafik hubungan antara arus listrik terhadap waktu pada suatu logam
penghantar:
I (A)

2
t (dt)
10 20
Rangkaian Arus Searah
Banyaknya muatan yang mengalir melalui penghantar sampai dengan 20 detik adalah…..
a. 10 C d. 40 C
b. 20 C e. 50 C
c. 30 C

3. Grafik berikut menunjukkan kuat arus yang mengalir pada hambatan R sebagai fungsi
waktu.

I (A)

2
t (s)
1 2 3 4 5

Banyaknya muatan listrik yang mengalir selama 5 sekon pertama adalah:


a. 8,25 C d. 12,0 C
b. 10,0 C e. 12,5 C
c. 11,5 C

4. Jika arus 2 A mengalir dalam kawat yang ujung-ujungnya berselisih potensial 60 volt,
maka besar muatan per menit yang mengalir melalui kawat = …
a. 120 C d. 60 C
b. 100 C e. 40 C
c. 80 C
5. Bila dalam waktu 160 detik sebanyak 2 x 10 20 elektron bergerak melalui sebatang logam,
maka besarnya kuat arus yang terjadi adalah….( e = -1,6 x 10-19 C)
a. 0,1 A d. 0,4 A
b. 0,2 A e. 0,5 A
c. 0,3 A

6. Andaikan sebuah elektron pada model atom hidrogen ( e = -1,6 x 10-19 C) mengelilingi inti
atom pada kelajuan 3,14 x 10 6 m/s, dan jari-jari orbitnya 0,5 A o, maka arus listrik pada
orbit tersebut besarnya….(gunakan  = 3,14)
a. 1,6 mA d. 0,8 mA
b. 1,2 mA e. 0,5 mA
c. 1,0 mA

7. Berikut adalah pernyataan yang sesuai dengan rumusan hukum Ohm :


a. kuat arus pada penghantar sebanding dengan hambatannya
b. kuat arus pada penghantar berbanding terbalik dengan hambatannya
c. kuat arus pada penghantar sebanding dengan beda potensialnya
d. tegangan pada suatu penghantar sebanding dengan hambatannya
e. tegangan pada suatu penghantar berbanding terbalik dengan hambatannya

8. Diberikan rangkaian sebagai berikut :

4 V : 0, 5 
6 5
Rangkaian Arus Searah 10 V : 0, 5 
Kuat arus yang mengaliri rangkaian = …..
a. 0,50 A d. 0,20 A
b. 0,40 A e. 0,10 A
c. 0,25 A

9. Kawat yang panjangnya L dan jari-jari penampang r memiliki hambatan sebesar R ohm.
Kawat dari logam yang sama dengan panjang 2 L dan jari-jari penampang 0,4r akan
memiliki hambatan yang nilainya….ohm.
a. 0,25 R d. 12,5 R
b. 1,25 R e. 25,0 R
c. 2,50 R

10. Hubungan yang benar antara suhu dengan nilai hambatan adalah…..
a. pada logam konduktor, semakin rendah suhu semakin tinggi hambatannya
b. pada bahan semikonduktor, semakin tinggi suhu semakin tinggi hambatannya
c. pada logam konduktor, semakin besar penurunan suhu semakin kecil perubahan
hambatannya
d. pada bahan semikonduktor, semakin rendah suhu semakin tinggi hambatannya
e. suhu tidak berpengaruh terhadap nilai hambatan logam konduktor

11. Seutas kawat dari bahan logam dengan panjang 2,5 meter menarik arus sebesar 0,5
ampere saat diberi beda potensial 2 volt. Jika luas penampangnya 2 x 10 -7 m2, maka
hambat jenis logam tersebut adalah….
a. 1,6 x 10-5 m d. 0,8 x 10-7 m
b. 0,8 x 10 m
-6
e. 1,6 x 10-7 m
c. 1,6 x 10-6 m

12. Suatu logam mempunyai hambat jenis 4 x 10 -6 m pada suhu 30 oC. Hambat jenis logam
tersebut pada suhu 80 oC jika koefisien suhunya 0,003 /oC, adalah….
a. 3,8 x 10-6 m d. 4,6 x 10-6 m
b. 4,0 x 10 m
-6
e. 4,8 x 10-6 m
c. 4,2 x 10-6 m
13. Perbandingan hambatan pengganti dari 4 buah resistor identik saat dirangkai secara seri
dengan saat dirangkai secara paralel adalah …
a. 16 : 1 d. 1 : 4
b. 4 : 1 e. 1 : 16
c. 1 : 1

14. Delapan buah resistor identik 20  dirangkai seperti gambar:

A B

D C

Besar hambatan pengganti antara titik A dan C adalah:


a. 20  d. 60 

Rangkaian Arus Searah


b. 40  e. 80 
c. 50 

15. Perhatikan rangkaian dari tiga resistor berikut!

3 6 9
A B

Jika hambatan antara titik A dan B diukur, maka nilainya…..


a. 1,0  d. 2,5 
b. 1,5  e. 3,0 
c. 2,0 

16. Tiga resistor dengan hambatan masing-masing 4 , 6 , dan 12  disusun paralel.


Susunan ini dipasang seri dengan tiga resistor lain yang hambatannya berturut-turut 3 ,
4 , dan 6 . Besar hambatan total yang dihasilkan adalah…
a. 24  d. 15 
b. 20  e. 12 
c. 18 
17. Sebuah kapasitor C = 500 F disisipkan diantara rangkaian kapasitor seperti gambar
berikut :
40  10 
B
20 
30 
A
40  50  C

Hambatan pengganti antara titik A dan B adalah…


a. 50  d. 65 
b. 55  e. 70 
c. 60 

18. Pada rangkaian berikut :

40 

10  60  16 

25 V

Beda potensial pada ujung-ujung hambatan 60  adalah…..


a. 10 V d. 20 V
b. 12 V e. 25 V
c. 18 V
19. Dua buah batere dan tiga resistor dirangkai seperti gambar!
30  12 
10 
Rangkaian Arus Searah
10 V; 0,25 6 V; 0,25
Kuat arus pada hambatan 10  adalah….
a. 0,02 A d. 0,15 A
b. 0,05 A e. 0,20 A
c. 0,10 A

20. Perhatikan distribusi arus seperti gambar berikut :

8A 6A
15 A I
2A
1A

Kuat arus I pada rangkaian adalah….


a. 1 A d. 4 A
b. 2 A e. 5 A
c. 3 A

21. Dua buah batere dan sebuah beban R dirangkai seperti gambar!

4 V; 0,5  6 V; 0,5 

A B
2A 7

Beda potensial antara titik A dan B adalah….


a. 6 V d. 12 V
b. 8 V e. 14 V
c. 10 V

22. Perhatikan rangkaian berikut :


4 A 5

12  15 

7 V ; 0,25 

Titik A dan B dihubungkan dengan kawat tak berhambatan. Kuat arus yang mengalir
pada rangkaian besarnya:
a. 0,25 A d. 0,80 A
b. 0,50 A e. 1,00 A

Rangkaian Arus Searah


c. 0,75 A

23. Tiga buah hambatan masing-masing 2 , 3 , dan 6  dirangkai seri dan dihubungkan
ke sumber tegangan 22 volt. Beda potensial pada ujung-ujung hambatan 3 
besarnya…..
a. 4 V d. 10 V
b. 5 V e. 12 V
c. 6 V

24. Tiga buah resistor masing-masing 2 , 3 , dan 6  dirangkai secara paralel dan
dihubungkan ke sumber tegangan 2 volt. Kuat arus yang mengalir pada resistor 2 
adalah….
1
a. 3 A d. 1 A
1
b. 2 A e. 2 A
2
c. 3 A

25. Dua hambatan 12  dan 24  disusun paralel dan dihubungkan ke sumber tegangan
4,25 V ; 0,5 . Kuat arus yang mengalir pada rangkaian itu adalah….
a. 15 A d. 1 A
1
b. 4 A e. 2 A
1
c. 2 A

26. Dua resistor 28  dan 11,5  disusun seri dan dihubungkan ke sumber tegangan 10 V ;
0,5 . Kuat arus pada resistor 11,5  besarnya:
a. 0,20 A d. 0,50 A
b. 0,25 A e. 0,75 A
c. 0,40 A

27. Perhatikan rangkaian berikut :

A B
40 V ; 1  20 

28  20 V ; 1 
D C

Beda potensial antara titik A dan C adalah…..


a. -32 volt d. 20 volt
b. -28 volt e. 32 volt
c. -20 volt

28. Seseorang dengan menggunakan sebuah voltmeter dan amperemeter hendak mengukur
rangkaian berikut :
a b c d
R1 R2

f e
Rangkaian Arus Searah
Agar diperoleh data kuat arus dan tegangan pada hambatan R 2, orang itu harus
memasang……
a. amperemeter diantara titik a dan b , voltmeter diantara titik b dan c
b. amperemeter diantara titik b dan c , voltmeter diantara titik c dan d
c. amperemeter diantara titik c dan d , voltmeter diantara titik d dan e
d. amperemeter diantara titik b dan c , voltmeter diantara titik a dan b
e. amperemeter diantara titik c dan d , voltmeter diantara titik b dan c

29. Pengukuran dengan amperemeter mendapatkan hasil sebagai berikut :

30 60
0 90
4,5 A

Kuat arus yang terukur adalah….


a. 0,5 A d. 2,0 A
b. 1,0 A e. 2,5 A
c. 1,5 A
30. Pada saat amperemeter digunakan untuk mengukur arus pada rangkaian dengan
memasangkannya secara seri……
a. arus yang melewati amperemeter lebih besar daripada arus pada rangkaian
b. arus yang melewati amperemeter lebih kecil daripada arus pada rangkaian
c. arus yang melewati amperemeter sama besarnya dengan arus pada rangkaian
d. tegangan pada amperemeter lebih besar daripada tegangan sumber
e. tegangan pada amperemeter sama dengan tegangan sumber

Rangkaian Arus Searah


Soal Uraian :

31. Seutas kawat logam penghantar hambatannya 5 . Ketika dipendekkan 2 meter,


hambatannya menjadi 4 . Berapa hambatannya bila kawat dipendekkan lagi sebesar 3
meter ?

32. Logam penghantar yang panjangnya 31,4 cm berjari-jari penampang 1 mm. Hambat
jenis logam tersebut adalah 5 x 10 -4 m. Jika kedua ujung logam penghantar diberi beda
potensial 25 volt, hitung jumlah muatan yang mengalir selama 1 menit !

33. Empat buah resistor dirangkai seperti pada gambar :

B 40  Tentukan hambatan pengganti antara :


60 
a. titik A dan B
A C b. titik A dan C
c. titik B dan C
20  D 80  d. titik B dan D

34. Perhatikan rangkaian berikut !


Tentukan kuat arus dan beda potensial pada resistor 60  ! 20  20 

10  60  5

20 V : 1 

35. Tiga buah resistor 4 , 6 , dan 12  dirangkai paralel kemudian dipasang pada sebuah
sumber tegangan. Ternyata kuat arus yang keluar dari sumber tegangan adalah 1,8 A.
Jika ketiga resistor tersebut disusun seri dan dipasang pada sumber tegangan yang
sama, ternyata arus yang keluar dari sumber adalah 0,2 A. Tentukan ggl dan hambatan
dalam dari sumber tegangan tersebut !

36. Sebuah generator mempunyai ggl 200 volt dan hambatan dalam 4 . Generator ini
digunakan untuk menyalakan lampu yang disusun paralel. Jika kuat arus tiap lampu 0,5
A pada tegangan 150 volt, hitung jumlah lampu yang diperlukan agar dapat menyala
normal !

37. Sembilan buah resistor dirangkai seperti gambar !


9 3
Bila VAB = 32 volt, tentukan :
3 2 4 a. Kuat arus pada resistor 12 
A 12  b. Beda potensial pada hambatan 8 
8
3 7 B

Energi dan Daya Listrik


38. Perhatikan loop rangkaian berikut!

A Tentukan :
12 
20 V ; 0,5  a. Kuat arus yang mengalir
10  b. Beda potensial antara titik A dan B (VAB)
14 V : 0,5  7

39. Perhatikan rangkaian dua loop berikut:


A
Tentukan :
10 
8V 4V a. kuat arus yang melewati hambatan 5 
2V b. kuat arus yang melewati hambatan 10 
5 c. beda potensial titik A dan B
2
B

40. Voltmeter dan amperemeter dipasang seperti pada gambar berikut:


V
Bila amperemeter menunjukkan bahwa kuat arus yang
melaluinya sebear 0,5 A, dan voltmeter menunjukkan angka
R 4 volt, tentukan :
7,5  A
 ; 0,5 
a. nilai hambatan R
b. nilai ggl batere

ENERGI DAN DAYA LISTRIK


Piringan KWh-meter yang terpasang di rumah-rumah pelanggan PLN akan berputar lebih
cepat ketika semua peralatan listrik dinyalakan bersamaan, dan sebaliknya putarannya akan
melambat saat hanya sedikit saja peralatan listrik yang dioperasikan. Kecepatan putar KWh
meter menunjukkan seberapa banyak energi listrik yang digunakan pelanggan tiap detiknya.

H. ENERGI LISTRIK ( W )
Pada suatu logam penghantar, aliran elektron ditimbulkan oleh adanya beda potensial
antara ujung-ujung penghantar. Akibatnya, terjadi tumbukan antara elektron-elektron
yang mengalir dengan elektron-elektron atom konduktor. Gerak elektron dan tumbukan
yang terjadi di sepanjang konduktor tentu saja akan menyerap energi listrik yang
besarnya setara dengan perubahan energi potensial listrik elektron.

Usaha yang diperlukan, W, untuk memindahkan elektron dari salah satu ujung
penghantar ke ujung lainnya, dimana kedua ujung penghantar memiliki beda potensial
listrik sebesar V, akan sama dengan perubahan energi potensial listrik dari elektron
tersebut. Ini seperti kasus memindahkan suatu benda dari lantai ke atas almari, dimana
usaha W yang diperlukan setara dengan perubahan energi potensial grafitasi dari benda
tersebut.

Energi dan Daya Listrik


Jadi, energi listrik yang diserap oleh konduktor, ekuivalen dengan usaha luar yang
dibutuhkan W, besarnya:

W  qV
dengan
W : energi listrik yang diserap oleh penghantar (joule)
q : total muatan yang mengalir atau berpindah (coulomb)
V : beda potensial antara ujung-ujung penghantar (volt)

q
Dengan memasukkan persamaan kuat arus, I  atau q  I t didapatkan :
t
W  VIt

Variasi dari persamaan di atas diperoleh dengan cara mensubstitusikan persamaan


hukum Ohm, sehingga :
V2
W  VIt  I 2 Rt  t
R

dimana
I : kuat arus yang mengalir (ampere)
R : hambatan penghantar (ohm)
t : selang waktu lamanya arus mengalir (detik)

I. DAYA LISTRIK ( P )
Daya adalah besaran yang menunjukkan besarnya energi yang diserap atau dilepaskan
tiap satuan waktu, atau laju penyerapan (pelepasan) energi. Daya listrik, sering disebut
juga daya dissipasi, adalah besarnya energi listrik yang diserap oleh penghantar tiap
detik.

W
P
t

dengan P adalah daya listrik atau daya dissipasi (joule per detik atau watt)

Dengan mensubtitusi variasi persamaan energi listrik W ke dalam persamaan di atas,


didapatkan :

V2
P  VI  I 2 R 
R

J. SPESIFIKASI ALAT
Pada peralatan listrik seperti lampu bohlam atau seterika listrik, biasa terdapat tulisan
yang menginformasikan merek produk dan spesifikasi alat yang menunjukkan hubungan
antara tegangan dengan daya yang diserap alat. Sebagai contoh, sebuah lampu
berspesifikasi 220 V ; 10 W, ini berarti lampu itu akan menyerap daya sebesar 10 watt
bila dipasang pada tegangan 220 volt. Tegangan 220 volt adalah tegangan yang
direkomendasikan oleh pabrik agar lampu dapat menyala optimal.

Bagaimana bila lampu itu dipasang pada tegangan 110 volt ? atau dipasang pada
tegangan 330 volt ?
Energi dan Daya Listrik
Pemasangan lampu tersebut pada tegangan 110 volt menyebabkan lampu menyala lebih
redup, hal ini dikarenakan energi per detik yang diserapnya tidak sampai 10 W,
melainkan hanya 2,5 W. Sedangkan pemasangan pada tegangan 330 volt dapat
mengakibatkan kerusakan.

Hubungan antara besarnya tegangan dengan daya yang diserap alat dapat diperoleh dari
kenyataan bahwa nilai besaran hambatan dari alat adalah tetap. Pada lampu bohlam
misalnya, nilai hambatan alat ditentukan oleh hambat jenis dari filamen lampu, dan
nilainya tidak tergantung pada seberapa besar tegangan listrik tempat lampu bekerja.
Bahkan ketika tidak dipasangpun nilai hambatan listrik dari lampu adalah tetap.

V2 V2
P  R , bila tegangan dan daya yang tertulis pada peralatan listrik
R P
disebut V1 dan P1, sedangkan tegangan dan daya yang sesungguhnya disebut V2 dan P2,
maka :
R1 = R2
2 2
V1 V
 2
P1 P2
atau :

2
V 
P2   2  P1
 V1 

Contoh Soal :
1. Resistor yang nilai hambatannya 80  dipasang pada tegangan 40 V. Hitung daya
dissipasi dan energi yang dikonsumsi lampu selama 1 menit!

Penyelesaian :
R = 80  ; V = 40 V ; t = 1 menit = 60 detik
Menghitung daya listrik :
V 2 (40) 2
P   20W
R 80

Menghitung energi yang diserap lampu selama 1 menit (60 detik):


W  P x t  20 x 60  1.200 joule

2. Sebuah lampu spesifikasinya 22 W ; 220 V. Tentukan:


a. nilai hambatan lampu
b. daya yang diserap bila lampu dipasang pada tegangan 220 V
c. daya yang diserap bila lampu dipasang pada tegangan 110 V

Penyelesaian :
Spesifikasi 22 W ; 220 V artinya, lampu akan menyerap daya sebesar 22 watt bila
dipasang pada tegangan 220 volt.
a. nilai hambatan lampu

Energi dan Daya Listrik


V2 V 2 (220) 2
P  R   2.200 
R P 22
b. daya dissipasi pada tegangan 220 volt
karena lampu dinyalakan pada tegangan yang sesuai dengan spesifikasinya, maka
daya yang diserapnya adalah 22 watt.
c. daya dissipasi pada tegangan 110 volt
2 2
V   110 
P2   2  P1    x 22  5,5 watt
 V1   220 

Tugas 1 :

1. Hitung energi yang dibutuhkan untuk memindahkan sebanyak 2,5 x 10 14 buah


elektron dari suatu titik ke titik lain yang beda potensialnya 200 volt!

2. Mesin cuci dinyalakan pada tegangan 220 volt selama 5 menit dan menyerap energi
listrik sebesar 165 kJ. Tentukan:
a. daya dissipasi
b. kuat arus yang mengalir

3. Berapa nilai hambatan dari sebuah lampu yang bertuliskan :


a. 20 W : 220 V
b. 22 W : 110 V

4. Hitung daya listrik yang diserap lampu 40 W : 220 V bila dipasang pada tegangan:
a. 110 volt
b. 220 volt
c. 330 volt

5. Perhatikan rangkaian listrik berikut:

5 Tentukan daya dan energi yang diserap hambatan 2


10 
2  selama 2 menit !
5V
10 V

6. Tiga buah resistor dan sebuah sumber tegangan dirangkai seperti gambar berikut:

7 Hitung daya dissipasi pada hambatan 7 , 4 , dan


4 12  12  !
2V

K. LISTRIK DC DAN AC
Ada dua jenis listrik bila dibedakan berdasarkan karakteristik tegangannya, yaitu listrik
searah (listrik DC : direct current) dan listrik bolak-balik (listrik AC : alternating current).
Sesuai dengan namanya, listrik searah adalah listrik yang menghasilkan arus hanya pada

Energi dan Daya Listrik


satu arah saja. Sedangkan listrik bolak-balik menghasilkan arus yang arahnya bolak-balik
di sepanjang penghantar.

R R Perhatikan gambar :
I

I
 Sumber ggl pada rangkaian searah
a b a b
disimbolkan dengan garis sejajar dimana
salah satunya lebih panjang dari yang
Gb. Rangk listrik searah Gb. Rangk listrik bolak-balik lain. Kutub positif adalah pada garis
yang lebih panjang.
Sumber ggl pada rangkaian bolak-balik disimbolkan oleh sebuah lingkaran dengan
lambang tak berhingga di tengahnya.
Masing-masing sumber ggl memiliki kutub-kutub a dan b. Pada rangkaian searah, kutub
a adalah selalu positif sedangkan kutub b selalu negatif. Ini berarti arus selalu keluar dari
kutub a menuju ke kutub b dengan arah searah putaran jarum jam.

Pada rangkaian bolak-balik, kutub a dan b selalu berganti posisi secara periodik. Pada
saat kutub a positif, maka kutub b negatif, yang mengakibatkan arus mengalir searah
putaran jarum jam. Pada tahap berikutnya, kutub a menjadi negatif dan kutub b positif,
yang menghasilkan arah arus berlawanan arah putaran jarum jam.
Perbedaan listrik searah dengan listrik bolak-balik dapat juga dilihat dengan
menggunakan osciloscop untuk melihat nilai output tegangannya seperti diilustrasikan
pada grafik berikut :

V (volt) V (volt)
tegangan DC adalah
stabil, sedangkan
t (detik) t (detik) tegangan AC berubah-
ubah mengikuti bentuk
Bentuk grafik tegangan DC (searah) Bentuk grafik tegangan AC (bolak-balik) grafik sinus.
Dapat juga disimpulkan
bahwa frekuensi tegangan DC adalah nol, sedangkan tegangan listrik AC  0, seperti
tegangan listrik dari PLN mempunyai frekuensi sekitar 50 Hz.

Arus listrik diperoleh dari sumber tegangan yang berfungsi sebagai sumber energi untuk
menggerakkan muatan listrik pada rangkaian. Beberapa sumber energi yang dapat
dirubah menjadi energi listrik diantaranya :
a. Energi kinetik, seperti yang terjadi pada dinamo sepeda maupun pada koil sepeda
motor. Kedua alat bekerja berdasarkan prinsip memutar kumparan dalam medan
magnet permanen sehingga terjadi perubahan fluks magnetik yang menembus
kumparan, sebagai akibatnya pada ujung-ujung kumparan terjadi ggl induksi sesuai
dengan hukum Faraday dan hukum Lenz.
b. Energi potensial air, seperti pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
c. Energi cahaya, seperti yang terjadi pada sistem solar cell
d. Energi kimia, seperti pada batere dan akumulator
e. Energi nuklir, seperti pada PLTN
f. Energi fosil, seperti pada PLTU batubara maupun PLTD (pembangkit listrik tenaga
diesel)

L. BUDAYA HEMAT LISTRIK

Energi dan Daya Listrik


Kebanyakan pembangkit listrik di Indonesia menggunakan bahan bakar fosil, baik solar
maupun batubara sebagai sumber energi untuk memutar turbin generator penghasil
listrik. Dengan semakin menipisnya cadangan minyak dunia (termasuk di Indonesia),
maka bahan bakar fosil akan menjadi semakin mahal. Pemakaian batubara sebagai
sumber energi sendiri mengandung kelemahan berupa gas buang CO2 yang dapat
meningkatkan efek rumah kaca. Upaya penghematan energi listrik dengan demikian
menjadi hal yang sangat urgen dilakukan.

Beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk penghematan energi listrik, diantaranya
:
1. Lampu Penerangan
 gunakan lampu hemat energi, yaitu lampu yang jauh lebih banyak menghasilkan
cahaya daripada energi panasnya
 tidak terlalu banyak menggunakan lampu penerangan malam, apalagi lampu yang
dinyalakan sampai pagi hari.
 matikan lampu pada ruangan yang tidak digunakan
 pilih cat ruangan dengan warna yang cerah, dengan demikian tidak membutuhkan
lampu dengan daya yang terlalu besar untuk menerangi ruangan.
2. Pesawat TV, Radio, dan Komputer
 matikan TV, radio, atau komputer bila tidak digunakan
3. Pompa Air
 gunakan bak penampung agar mesin tidak berkali-kali dinyalakan tiap kali
membutuhkan air.
4. Mesin Pendingin atau Kulkas
 atur suhu kulkas tidak terlalu rendah, karena semakin rendah suhunya semakin
banyak mengkonsumsi energi listrik
 agar beban kulkas tidak terlalu berat, usahakan tidak memasukkan makanan atau
minuman yang masih panas.
5. Mesin Cuci
 gunakan mesin cuci bila pakaian yang akan dicuci sudah banyak atau sesuai
kapasitas mesin.
6. Pendingin Ruangan atau AC
 atur suhu tidak terlalu rendah
 gunakan mesin AC sesuai ukuran ruangan
 matikan AC bila tidak digunakan
7. Setrika Listrik
 atur suhu sesuai bahan yang disetrika
 gunakan setrika bila pakaian yang disetrika telah banyak
8. Kipas Angin
 buka ventilasi rumah
 atur kecepatan sesuai kebutuhan
 gunakan kipas angin yang menggunakan timer

Contoh Soal :
Berikut adalah data peralatan listrik pada satu rumah dan data rata-rata penggunaan per
harinya:

Waktu Penggunaan
No Nama Jumlah
(Jam)
1. Lampu 5 Watt 2 12

Energi dan Daya Listrik


Waktu Penggunaan
No Nama Jumlah
(Jam)
2. Lampu 20 W 4 10
3. Pesawat televisi 100 W 1 5
4. Setrika listrik 150 W 1 1

Hitung biaya yang harus dibayar tiap bulannya (30 hari) bila harga per- KWh sebesar Rp.
750. Abaikan kewajiban biaya beban, pajak penerangan jalan, dan lain-lain.

Penyelesaian :
Dalam satu hari, jumlah energi listrik yang dikonsumsi adalah:
Pemakaian 2 lampu 5 watt  2 x 5 watt x 12 jam = 120 wattjam = 0,12 kWh
Pemakaian 4 lampu 20 watt  4 x 20 watt x 10 jam = 120 wattjam = 0,12
kWh
Pemakaian 1 pesawat televisi  1 x 100 watt x 5 jam = 500 wattjam = 0,50 kWh
Pemakaian 1 setrika listrik  1 x 150 watt x 1 jam = 150 wattjam = 0,15 kWh
Jumlah total energi listrik dalam satu hari = 890 wattjam = 0,89 kWh

Dalam satu bulan (30 hari), jumlah energi listrik yang digunakan = 30 x 0,89 kWh = 26,7
kWh
Harga yang harus dibayar = 26,7 x Rp. 750 = Rp. 20.025

Tugas 2 :

1. Sebutkan dua perbedaan antara listrik searah (DC) dan listrik bolak-balik (AC) !

2. Sebutkan peralatan sehari-hari yang menggunakan listrik searah dan listrik bolak-
balik, masing-masing empat peralatan !

3. Sebutkan empat aktifitas sehari-hari yang kamu lakukan berkaitan dengan


penggunaan energi listrik. Jelaskan cara melakukan aktifitas-aktifitas tersebut yang
tergolong hemat listrik !

4. Sebuah rumah tangga menggunakan peralatan listrik sebagai berikut :


2 buah lampu 5 W rata-rata dinyalakan selama 12 jam tiap hari
4 buah lampu 25 W rata-rata dinyalakan selama 4 jam tiap hari
1 setrika listrik 300 W rata-rata dinyalakan selama 1 jam tiap hari
1 mesin kulkas 100 W rata-rata dinyalakan selama 24 jam tiap hari
1 mesin pompa air 200 W rata-rata dinyalakan selama 5 jam tiap hari
Dengan asumsi harga per-KWh Rp. 100,- ; biaya beban Rp. 20.000,- dan pajak
penerangan jalan Rp. 5.000,- hitunglah :
a. total energi listrik yang dikonsumsi selama 1 bulan (30 hari)
b. biaya pembelian energi listrik untuk satu bulan
c. biaya total yang harus dibayar ke PLN dalam 1 bulan

EVALUASI ENERGI DAN DAYA LISTRIK

Soal Pilihan Ganda

Energi dan Daya Listrik


Energi dan Daya Listrik
1. Besarnya usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik 40 C dari suatu titik ke titik
lain yang beda potensialnya 20 V adalah….
a. 0,2 mJ d. 2 mJ
b. 0,4 mJ e. 4 mJ
c. 0,8 mJ

2. Agar sebuah elektron dapat berpindah diantara dua titik yang berbeda potensial 50 volt
dibutuhkan energi sebesar…( 1 e = -1,6 x 10-19 C)
a. 8 x 10-19 J d. 6 x 10-18 J
b. 5 x 10 J
-19
e. 5 x 10-18 J
c. 8 x 10 J
-18

3. Total energi listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu 10 watt dalam 1 hari besarnya…
a. 126 kJ d. 432 kJ
b. 218 kJ e. 864 kJ
c. 360 kJ

4. 1 watt ekuivalen dengan …….


a. 1 joule per menit d. 1 kalori per joule
b. 1 joule per detik e. 1 joule detik
c. 1 joule per kalori

5. Dua penghantar A dan B terbuat dari bahan logam yang sama dan berdiameter sama pula.
Panjang A dua kali panjang B. Bila masing-masing penghantar dihubungkan ke sumber tegangan
yang sama, maka perbandingan daya yang diserap A dan B =…
a. 1 : 2 d. 2 : 1
b. 1 : 4 e. 4 : 1
c. 1 : 1

6. Sebatang logam yang panjangnya 2 meter, luas penampang 4 cm 2, dan hambat jenis 10-4 m
diberi beda potensial 50 volt pada kedua ujungnya. Energi listrik yang diserap logam selama satu
menit adalah:
a. 0,3 kJ d. 3 kJ
b. 0,6 kJ e. 6 kJ
c. 0,8 kJ

7. Hambatan dari sebuah kipas angin yang bertuliskan 44 W : 220 V besarnya…..


a. 1,8 k d. 1,1 k
b. 1,4 k e. 1,0 k
c. 1,2 k

8. Lampu bertuliskan 40 W : 220 V bila dinyalakan pada tegangan 110 volt akan menyerap daya
listrik sebesar:
a. 2 W d. 10 W
b. 5 W e. 20 W
c. 8 W

9. Dua lampu identik bertuliskan 200 V : 10 W disusun seri dan dinyalakan pada tegangan 80 volt.
Daya yang diserap oleh rangkaian kedua lampu itu adalah….
a. 0,8 watt d. 0,2 watt
b. 0,6 watt e. 0,1 watt
c. 0,5 watt

10. Sepuluh buah


1 lampu identik dirangkai dengan sebuah sumber tegangan seperti gambar!
4 5
2
6

3
Lampu yang nyalanya paling redup adalah lampu bernomor……
a. (1) d. (4)
b. (2) e. (5)
c. (3)

11. Perhatikan rangkaian berikut ini !

20 
15 
5 20 
3V

Banyaknya energi listrik yang dipakai rangkaian selama setengah jam adalah….
a. 620 joule d. 320 joule
b. 540 joule e. 240 joule
c. 480 joule

12. Tiga buah resistor masing-masing 5 , 10 , dan 25  dirangkai secara seri kemudian
dihubungkan ke sumber tegangan 10 volt. Daya listrik yang terserap oleh resistor 10  adalah:
a. 1,255 watt d. 0,125 watt
b. 0,625 watt e. 0,025 watt
c. 0,225 watt

13. Tiga buah hambatan masing-masing 4 , 6 , dan 12  dirangkai secara paralel dan dioperasikan
pada sumber tegangan 4 volt. Daya listrik yang diserap rangkaian besarnya….
a. 8 watt d. 1 watt
1
b. 4 watt e. 4 watt
c. 2 watt

14. Perhatikan rangkaian listrik berikut :

40  30 
30 

15 V 30 

Daya listrik yang diserap oleh salah satu hambatan 30  adalah:


a. 0,1 watt d. 0,4 watt
b. 0,2 watt e. 0,5 watt
c. 0,3 watt

15. Berikut adalah perbedaan antara listrik DC (searah) dengan listrik AC (bolak-balik), kecuali….
a. arah arus pada DC tetap, pada AC berubah-ubah
b. polaritas kutub-kutub sumber tegangan DC tetap, pada sumber tegangan AC berubah-ubah
c. pada listrik DC arus mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, pada listrik AC tidak
selalu demikian
d. nilai tegangan listrik DC stabil, pada listrik AC berubah-ubah
e. besarnya kuat arus yang mengalir pada listrik DC stabil, pada listrik AC berubah-ubah

16. Mengonsumsi energi listrik secara berlebihan berarti ikut mempercepat laju berkurangnya
cadangan minyak bumi. Argumen dari pernyataan ini adalah….
a. dibutuhkan transportasi darat dan laut untuk transmisi listrik
b. kilang minyak menggunakan energi listrik dalam kegiatan operasionalnya
c. listrik dan minyak bumi sama-sama terbatas
d. banyak dari turbin listrik yang menggunakan bahan bakar minyak bumi
e. minyak bumi termasuk sumber daya alam tak terbarukan

17. Prinsip kerja dari sebuah lampu pijar adalah merubah energi listrik yang diserapnya menjadi
energi foton cahaya dan energi panas. Andaikan sebuah lampu pijar berdaya listrik 40 watt
memiliki tingkat efisiensi 60%, ini berarti lampu ini akan menghasilkan energi foton cahaya
sebanyak….
a. 16 joule tiap detik d. 30 joule tiap detik
b. 20 joule tiap detik e. 36 joule tiap detik
c. 24 joule tiap detik

18. Jenis lampu pijar cenderung lebih boros energi daripada jenis lampu TL untuk nilai spesifikasi
yang sama. Alasan dari pernyataan ini adalah….
a. lampu pijar lebih cepat putus daripada lampu TL
b. lampu pijar menyala kuning kemerahan sedang lampu TL menyala putih
c. lampu pijar lebih banyak menyerap energi listrik daripada lampu TL
d. lampu pijar merubah energi listrik menjadi energi kalor dan cahaya, sedang lampu TL merubah
seluruh energi listrik menjadi energi cahaya
e. lampu pijar lebih banyak menghasilkan energi panas daripada lampu TL

19. Andaikan harga beli energi listrik dari PLN adalah Rp. 75,- per kWH, maka biaya yang diperlukan
untuk mengoperasikan sebuah mesin kulkas 150 watt terus-menerus selama 1 bulan (30 hari)
berkisar pada harga…..
a. Rp. 8.100,- d. Rp. 21.600,-
b. Rp. 9.500,- e. Rp. 27.000,-
c. Rp. 10.800,-

20. Pemanas air yang nilai hambatannya 240  dioperasikan pada tegangan 200 volt digunakan untuk
memanaskan 150 gr air dari suhu 20 oC. Bila kalor jenis air 1 kal/gr oC, dan 1 joule setara dengan
0,24 kalori, maka waktu minimal yang diperlukan untuk mendidihkan air tersebut adalah:
a. 5 menit d. 2 menit
b. 4 menit e. 1 menit
c. 3 menit

Soal Uraian

21. Dua lampu identik berspesifikasi 40 W : 200 V disusun secara seri dan dihubungkan ke sumber
tegangan 200 volt selama 1 menit.
a. berapa energi yang diserap kedua lampu selama penyalaan?
b. Jika kedua lampu dirangkai paralel dan dioperasikan pada tegangan dan waktu yang sama,
berapa energi yang diserap kedua lampu?

22. Hitung energi yang diserap lampu 90 W : 300 V bila dipasang pada tegangan 100 V selama 5
menit !

23. Turbin generator ideal pada sebuah PLTU berkapasitas 200 MW. Bila dari tiap kilogram batubara
yang dibakar dalam tanur akan dihasilkan kalor sebesar 6 x 10 7 J, perkirakan berapa kilogram
batubara yang harus disuplai tiap menitnya agar generator dapat bekerja secara optimal!
24. Jelaskan cara berhemat energi listrik dalam penggunaan:
a. lampu penerangan
b. pompa air
c. televisi

25. Nyala lampu hemat energi 20 watt setara dengan nyala lampu pijar 80 watt. Harga beli keduanya
berturut-turut Rp. 20.000 dan Rp. 2.000. Bila keduanya dinyalakan sama-sama 5 jam tiap hari,
dan harga energi listrik yang dipatok PLN Rp. 200 per kWH, hitunglah setelah berapa hari kedua
lampu memakan biaya yang sama ! (Biaya = harga beli + jumlah yang harus dibayar dari
konsumsi energi listrik)

26. Sebuah elemen pemanas mampu merubah 80% dari energi listrik yang dipakainya menjadi energi
kalor. Elemen ini dipasang pada tegangan 210 volt dan digunakan untuk mendidihkan satu liter air
dari suhu 40 oC. Jika waktu yang diperlukan untuk proses ini 12 menit, tentukan nilai hambatan
dari elemen tersebut ! (kalor jenis air = 4200 J/KgoC)

Anda mungkin juga menyukai