Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH IKATAN KIMIA

“IKATAN KOVALEN”

KELOMPOK 4

1. DESTIANA SARI (06101181722002)


2. CLAUDIA LABURA (06101381722055)
3. FRIDA RAMADIAN (06101381722057)
4. MELLY TRI RAHMI (06101381722062)
5. ACNES OKTAVIANI (06101381722063)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji dan
syukur bagi Allah swt yang dengan ridho-Nya kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami haturkan kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad saw dan untuk para keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya yang setia
mendampingi beliau. Terima kasih kepada keluarga, ibu guru, dan teman-teman yang terlibat
dalam pembuatan makalah ini yang dengan do'a dan bimbingannya makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik dan lancar.
Dalam makalah ini, kami membahas tentang ”Ikatan Kovalen” yang kami buat
berdasarkan refrensi yang kami ambil dari berbagai sumber, diantaranya buku dan internet.
Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari.
Kami berharap bisa dimafaatkan semaksimal dan sebaik mugkin.
Tidak ada gading yang tak retak, demikian pula makalah ini, oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.

Palembang, 15 september 2018

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...... .........................................................................................................2
D. Manfaat Penulisan ............................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Ikatan Kovalen .............................................................................................. 3
B. Jenis-Jenis Ikatan Kovalen............................................................................................3-7

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN..................................................................................................................8
B. SARAN..............................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dalam dunia ini terdapat sekelompok atom atau molekul yang membentuk suatu
senyawa. Namun kita tidak mengetahui mengapa sekelompok atom atau molekul bisa
membentuk suatu senyawa, maka saat inilah kita harus mempelajari ilmu kimia. Kimia
adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai komposisi,struktur dan sifat zat atau materi
dari skala atom hingga molekul,serta perubahan atau transformasi serta interaksi untuk
membentuk materi yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. kimia juga mempelajari
tentang pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan
pengetahuan.

Pada umumnya unsur-unsur dijumpai tidak dalam keadaan bebas (kecuali pada suhu
tinggi), melainkan sebagai suatu kelompok-kelompok atom yang disebut sebagai molekul.
Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa secara energi, kelompok-kelompok atom atau
molekul merupakan keadaan yang lebih stabil dibanding unsur-unsur dalam keadaan bebas.

Selain gas mulia di alam unsur-unsur tidak selalu berada sebagai unsur bebas (sebagai
atom tunggal), tetapi kebanyakan bergabung dengan atom unsur lain. Tahun 1916 G.N. Lewis
dan W. Kossel menjelaskan hubungan kestabilan gas mulia dengan konfigurasi elektron.
Kecuali He, mempunyai 2 elektron valensi, unsur-unsur gas mulia mempunyai 8 elektron
valensi sehingga gas mulia bersifat stabil. Atom-atom unsur cenderung mengikuti gas mulia
untuk mencapai kestabilan.

Jika atom berusaha memiliki 8 elektron valensi, atom disebut mengikuti aturan oktet.
Unsur-unsur dengan nomor atom kecil (seperti H dan Li) berusaha mempunyai elektron
valensi 2 seperti He disebut mengikuti aturan duplet. Cara yang diambil unsur supaya dapat
mengikuti gas mulia, yaitu:

1. melepas atau menerima elektron,

2. pemakaian bersama pasangan elektron.

1
Pernahkah Anda membayangkan berapa banyak senyawa yang dapat terbentuk di
alam semesta ini? Mengapa atom-atom tersebut dapat saling berikatan satu dengan yang lain?
Apakah setiap atom pasti dapat berikatan dengan atom-atom lain?Apakah ikatan antaratom
dalam senyawa – senyawa di alam ini semuanya sama? Untuk mengetahui jawaban dari
pertanyaan – pertanyaan tersebut. Maka dari itu kita harus mempelajari Ikatan kimia namun
dalam makalah ini hanya akan dibahas mengenai ikatan kovalen.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas kita dapat menentukan rumusan masalah antara lain:
1. Apa itu ikatan kovalen?
2. Bagaimanakah terbentuknya ikatan kovalen?
3. Apa-apa sajakah jenis dari ikatan kovalen?

C. Tujuan Penulisan
1. Kita dapat mengetahui apa itu ikatan kovalen
2. Kita dapat mengetahui bagaimana terbentuknya ikatan kovalen
3. Kita dapat mengetahui jenis jenis ikatan kovalen

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini, yaitu :
1. Sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan dalam membuat suatu karya ilmiah atau
makalah.
2. Sebagai referensi bagi penulis dalam pembuatan makalah.
3. Sebagai bahan bacaan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ikatan Kovalen


Ikatan Kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara
bersama oleh atom - atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidak mampuan
salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron Pembentukan ikatan kovalen
terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda
keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Ikatan kovalen umumnya terjadi
antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis (contoh: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2) dan
berbeda jenis (contoh: H2O, CO2, dan lain-lain). Atom non logam cenderung untuk
menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang
terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk
pasangan elektron yang dipakai secara bersama. Pasangan elektron yang dipakai bersama
disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat
dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB).
B. Macam - macam ikatan kovalen:
1. Berdasarkan jumlah PEI-nya ikatan kovalen dibagi 3:

a. Ikatan Kovalen Tunggal


Contoh:

1H = 1

9F = 2, 7

Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi. Agar
atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-
masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).
Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

3
2. 1H =1

16O = 2, 8, 6

Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom O memiliki 6 elektron valensi. Agar
atom H dan O memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H harus membentuk
dua atom sehingga membentuk senyawa air (H2O).

b. Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Contoh:

Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2

Konfigurasi elektronnya :

8O= 2, 6

Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil
tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2. Kedua atom O saling
meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang
elektron secara bersama.

4
c. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Contoh:

Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2

Konfigurasi elektronnya :

7N = 2, 5

Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil
tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3. Kedua atom N saling
meminjamkan 3 elektronnya, sehingga kedua atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang
elektron secara bersama.

d. Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ

Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron
yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan
atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.Pasangan
elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah
kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.

Contoh : Terbentuknya senyawa HNO3

5
2. Berdasarkan kepolaran

a. Ikatan kovalen polar

Ikatan kovalen polar adalah suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang
membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling
disekitar salah satu atom. Pada molekul HCl elektron yang berikatan akan lebih dekat kepada
atom klor daripada Hidrogen. Polaritas ikatan ini dapat digambarkan dalam bentuk panah
atau symbol δ+ , δ-. δ+ adalah tanda bahwa atom lebih bersifat elektropositif di banding
dengan atom yang menjadi pasangannya. δ- berarti bahaw atom lebih bersifat elektronegatif
daripada atom yang menjadi pasangan ikatannya. Lihat harga kelektronegtaifan tiap unsur
pada tabel pauling

ikatan1

6
b. Ikatan kovalen nonpolar

Kovalen murni (non polar) adalah memiliki ciri Titik muatan negatif elektron
persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol,
dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama

Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang
baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang. Sehingga momen
dipolnya menjadi nolContoh lain adalah senyawa CH4, H2, O2, Br2 dan lain-lain
7
BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

 Ikatan kovalen adalah ikatan antara unsur non logam dengan non logamdimana terjadi
penggunaan elektron bersama oleh atom yang berikatan, bukan transfer elektron.
 Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron
tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu
8elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
 Ada 3 jenis ikatan kovalen yaitu ikatan kovalen kovalen tunggal,ikatan kovalen
rangkap dua dan ikatan kovalen koordinasi sedangkan berdasarkan kepolaran dibagi
menjadi dua yaitu kovalen polar dan non polar.

B.Saran

 Sebaiknya pihak universitas membatasi mahasiswa dalam pengambilan materi


penulisan karya ilmiah melalui internet agar mahasiswa lebih termotivasi dalam
menemukan bahan atau materi lewat beberapa buku di perpustakaan dan agar
mahasiswa lebih termotivasi untuk membaca buku.
 Sebaiknya mahasiswa lebih mendalami pemahaman materi ikatan kovalen agar
memudahkan dalam proses belajar.

8
DAFTAR PUSTAKA

G. L. Miessler and D. A. Tarr “Inorganic Chemistry” 3rd Ed, Pearson/PrentButt holes suckice
Hall publisher. ISBN 0-13-035471-6.

http://www.ilmukimia.org/2013/05/resonansi.html. Diakses pada hari Senin, 10 September


2018, pukul 19.48 WIB

https://ikatankovalen.wordpress.com/2011/06/23/pengertian-dan-jenis-jenis-ikatan-
kovalen/#more-4 Diakses pada hari Senin, 10 September 2018, pukul 19.48 WIB

Keenan, C. W, dkk. 1998. Kimia untuk Universitas. Erlangga: Jakarta.


Purba,M. 2006.Kimia SMA. Erlangga: Jakarta.
Staf Pengajar Jurusan Kimia. 1998. Kimia Dasar I. F-Mipa Kimia .IPB. Bogor